DAKWAH PADA MASA UMAR BIN KHATTAB

dokumen-dokumen yang mirip
KHILAFAH DAN KESATUAN UMAT

Perjuangan Nabi di Kota Madinah dalam Menegakan Agama Islam

KELAS X SMAN 5 PADANG. Pilihlah Jawaban Yang Paling Tepat Pada Soal di Bawah Ini!

Kelompok 4. Sadri wahyudi Siti cholifah Sarah haikal

BAB I PENDAHULUAN. bidang yang sangat pantas dijadikan referensi nomor wahid sepanjang masa. bahkan setan pun tak ingin berpapasan dengannya di jalan.

Proses pengangkatan khalifah melalui kesepakatan kaum muhajirin dan anshar karena melihat kekosongan kursi kepemimpinan. Nabi tidak memberikan wasiat

Menggapai Ridha Allah dengan Birrul Wâlidain. Oleh: Muhsin Hariyanto

Perjanjian Hudaibiyah. Oleh: Farid Nu man

KISI-KISI SOAL UAMBN MADRASAH IBTIDAIYAH TAHUN PELAJARAN 2011/2012

PENAKLUKAN PADA MASA AWAL KEKUASAAN ISLAM

UMAR ALFARUQ ( Yaa Allah! Kuatkanlah Islam dengan salah seorang dari dua orang Umar, yaitu Amr bin Hisyam atau Umar ibnul Khaththab )

Rasulullah saw. memotong tangan pencuri dalam (pencurian) sebanyak seperempat dinar ke atas. (Shahih Muslim No.3189)

Sebagai contoh, anda boleh lihat Piagam Madinah di bawah.

Tuduhan Bahwa Berpegang Terhadap Agama Penyebab Kemunduran Kaum Muslimin

SEJARAH ISLAM AHMADIN

KISI-KISI SOAL UJIAN AKHIR MADRASAH BERSTANDAR NASIONAL (UAMBN) MADRASAH ALIYAH (MA) TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Tinggal di kawasan Semenanjung Tanah Arab Terdapat wilayah seperti Syam, Nadz,Yaman, Oman Mekah, Madinah dan Thaif merupakan ibu kota penting

(a) Apakah tujuan Nabi Muhammad membuka semula kota Makkah? ( 4 markah ) (b) Jelaskan kepentingan pembukaan semula kota Makkah?

Nag2oO9. Item Objektif. M.S Rajah berikut menunjukkan suasana di Madinah sebelum hijrah Nabi Muhammad s.a.w. ke Madinah.

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

PIAGAM MADINAH DAN PRAKTEK POLITIK NABI MUHAMMAD SAW. Oleh: Ulya Fuhaidah

ULANGAN HARIAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS XI

UMMI> DALAM AL-QUR AN

Prestasi, bukan Prestise

RASULULLAH SAW DALAM MEMBINA UMMAT PERIODE MADINAH

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PEMIMPIN. 1) Mengetahui atau mengepalai, 2) Memenangkan paling banyak, 3)

KISI-KISI SOAL UAMBN MADRASAH ALIYAH TAHUN PELAJARAN 2011/2012

MENDAMAIKAN PERSAUDARAAN SEIMAN

Dakwah Nabi Muhammad SAW. Rachmad Syarul Hidayat (X- Ipa1/32)

BAB V PENUTUP. di satu sisi dengan pihak mushrikin Quraysh di lain sisi yang terjadi pada

Ajwa Publishing ABDULLA SANG NABI MENGUNGKAP FAKTA KENABIAN, PERANG DAN POLIGAMI MUHAMMAD ADNAN ABDULLAH

MUZAKKI DI KALANGAN SAHABAT RASULULLAH SAW. Oleh: M. Yakub Amin

"PEMIMPIN ADIL NEGARA MAKMUR"

E٤٨٤ J٤٧٧ W F : :

ALI BIN ABI THALIB ( Ya Allah Tetapkanlah Lisannya dan bimbinglah hatinya ) Oleh : SAEPUL ANWAR

Pendidikan Agama Islam

Ali : Mereka juga mempunyai identiti dan peraturannya sendiri.

PERJANJIAN HUDAIBIYAH AHMAD NZRYSHAH B. MOHAMED KHALID

Imam Hasan, Pelindung Kesucian Islam

KELAS BIMBINGAN MENENGAH PEPERIKSAAN PERTENGAHAN TAHUN 2015 SEJARAH ISLAM KBM 3

PN. MASARIAH BINTI MISPARI MAKTAB TENTERA DIRAJA

BAB VI PENUTUP. Universitas Indonesia Islam kultural..., Jamilludin Ali, FIB UI, 2010.

Biografi Singkat Empat Iman Besar dalam Dunia Islam

IMAMAH DALAM PANDANGAN POLITIK SUNNI DAN SYI AH

REVISI MAKALAH. PERKEMBANGAN PERADABAN ISLAM PADA MASA ABBASIYAH Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sejarah Peradaban Islam

Oleh: Hafidz Abdurrahman, Lajnah Tsaqafiyah DPP HTI

Otentisitas Alkitab vs Quran

Tafsir Surat Al-Fil: Ketika Gajah pun Enggan Memaksiati Allah

PERADABAN ISLAM MASA BANI UMAYYAH. Oleh : SAEPUL ANWAR

Tauhid untuk Anak. Tingkat 1. Oleh: Dr. Saleh As-Saleh. Alih bahasa: Ummu Abdullah. Muraja ah: Andy AbuThalib Al-Atsary. Desain Sampul: Ummu Zaidaan

Oleh: Hafidz Abdurrahman, Lajnah Tsaqafiyah DPP HTI

Masyarakat Merdeka. Buku Masyarakat Muslim Dalam Perspektif Al Quran dan Sunnah. Muhammad Ali al-hasyimi. Terjemah : Muzaffar Sahidu

Khutbah Jum'at. Keutamaan Muharam. Bersama Dakwah 1

KISI KISI SOAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS UTS GENAP KELAS VII (TUJUH) (untuk memperkaya wawasan WAJIB BACA BUKU PAKET)

Tarikh Nabi Muhammad SAW (ke-192)

MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM ( SKI ) KELAS V SEMESTER II

Kejayaan Umat Dalam Berhijrah. Dr. Tajuddin Pogo, Lc.MH

Materi PAI. Bab IX Meneladani Perjuangan Rasulullah Saw di Madinah. Oleh Yuliandre

PERSATUAN DAN KERUKUNAN

PN. MASARIAH BINTI MISPARI MAKTAB TENTERA DIRAJA

Memperhatikan dan Menasihati Pemuda Untuk Shalat


ASPEK PENDIDIKAN DALAM BANGUNAN PERADABAN MASA UMAR BIN KHATTAB

Spirit Keadilan Dalam Warisan :Dirasah Hadis Edisi 37

Ditulis oleh Faqihuddin Abdul Kodir Senin, 08 Juni :59 - Terakhir Diperbaharui Jumat, 16 September :24

TUGAS SEJARAH PERADABAN ISLAM PADA MASA NABI MUHAMMAD SAW ISNAINI NURJANNAH NIM: PAI 1-D

KISI-KISI SOAL SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2012/ Pengertian Sejarah Kebudayaan Islam

Ciri-Ciri Akhlak Rasulullah

KELAS BIMBINGAN MENENGAH PEPERIKSAAN PERTENGAHAN TAHUN 2015 SEJARAH ISLAM KBM 2

Syiah meyakini adanya dua belas imam yang menjadi penerus. kenabian. Bagi syiah, masalah imamah sudah tidak bisa ditawar lagi,

Jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. [Q.S. 6 : 116]

: : :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Siklus II

Bab 2. Bab 5. Bab. Bab 1. Bab. 3 Bab 8. 4 Bab 9. Tingkatan 4. Bab. Bab 10. Bab

Bab 37 Hendaknya Yang Hadir Menyampaikan Ilmu kepada Yang Tidak Hadir Ini adalah perkataan Nabi yang dinukil Ibnu Abbas

Puasa Sunah Asyura: Waktu dan Keutamaannya

BAB III PEMILU DALAM PANDANGAN FIQH SIYASAH. tidak ditentukan oleh Pemilu dengan prosedur-prosedur yang ketat. Prinsip

Di antaranya pemahaman tersebut adalah:

Sumbangan Wakaf pada Peradaban Islam (1) Monday, 23 October :01

Rasulullah SAW suri teladan yang baik (ke-86)

BAB IV DASAR PERTIMBANGAN MAHKAMAH AGUNG TERHADAP PUTUSAN WARIS BEDA AGAMA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

tidak langsung, mereka mengakui Utsman sebagai penguasa tertinggi dengan gelar Padiansyah Ali Utsman 4 B.

Persatuan Dalam al-quran dan Sunnah

SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM PADA MASA PEMERINTAHAN USMAN IBN AFFAN

2. Albania merupakan negara satu-satunya di benua Eropa yang 90% penduduknya beragama Islam

MATAN. Karya Syaikh Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab

KELAS BIMBINGAN KANAK-KANAK PEPERIKSAAN PERTENGAHAN TAHUN 2015 SIRAH KBK 4 NAMA:

Bab 2 Iman Kepada Kitab-kitab Allah

SOAL UJI COBA HASIL BELAJAR PAI

SEBAB-SEBAB PARA ULAMA BERBEDA PENDAPAT. (Dirangkum dari kitab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Raf ul Malaam an Aimatil A laam )

Rasulullah SAW suri teladan yang baik (ke-69) Dia lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. Az-Zumar : 53]

Pemuda yang satu ini tampan sekali. Cukuplah kalimat Ibnu Hajar (Al Ishobah) berikut ini menunjukkan betapa tampannya pemuda ini,

Salman Alfarisy, Lc.* Sekretaris Asia Pacific Community for Palestine

Khatamul Anbiya (Penutup Para Nabi)

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah salah satu negara yang dilihat dari letak geografis

E١١٧ J١٠٩ W F : :

Tafsir Surat Al-Kautsar

Oleh: Hafidz Abdurrahman

Kitab Tentang Sumpah (Qosamah), Kelompok Penyamun, Kisas Dan Diyat 1. Qasamah (sumpah)

Perjanjian Aqabah I. Pada tahun ke-12 kenabian, bertepatan dengan tahun 621 M, Nabi. Muhammad saw. menemui rombongan haji dari Yatsrib.

Transkripsi:

DAKWAH PADA MASA UMAR BIN KHATTAB Patmawati ABSTRAK Umar memerintah selama sepuluh tahun (634-644 M). Masa jabatannya berakhir dengan kematian. Abu Bakar menunjuk Umar sebagai penggantinya, walaupun perbuatan ini belum pernah dilakukan oleh Nabi. Kepribadian yang tegas, otoriter, tetapi berkeadilan, kereligiusannya tidak diragukan, dan orator ulung dimana ceramahnya dapat dilihat dalam buku Pidato-pidato Umar. Kehebatan Umar bin Khattab terlihat dalam mengkonsolidasikan negeri-negeri yang telah ditaklukkannya. Ia berhasil mempersatukan beberapa suku yang ada di Arab tanpa memandang ras dan suku sehingga terciptalah peradaban yang maju pada waktu itu. Umar bin Khattab Berpidato di dalam mesjid, sesudah memanjatkan puji syukur kepada Allah, Umar mengajak dan menganjurkan umat Islam untuk berjihad. Inilah yang menjadi kekuatan dasar muslim dalam menghadapi musuhnya. Umar sebagai pemimpin mampu membakar semangat para mujahid. Pemimpin seperti inilah yang tetap hidup dalam hati setgiap muslim dahulu dan sekarang. Kata Kunci: kepemimpinan, muslim tangguh, metode dakwah A. Pendahuluan Abu Bakar menjadi khalifah selama dua tahun lebih, kepemimpinannya begitu singkat tetapi dia telah meletakkan pondasi yang kuat dalam penegakan ajaran Islam. Ketegasan Abu Bakar dalam menghadapi kaum murtad, orang-orang yang tak mau bayar zakat, menulis dan mengumpulkan al-quran dalam bentuk mushab atas inisiatif Umar bin Khattab, serta melaksanakan ekspansi ke luar jazirah Arab, sebagai cikal bakal perluasan wilayah Islam. Kepemimpinan Abu Bakar digantikan oleh Umar bin Khattab, kekuasaan Islam semakin memperlihatkan geliatnya. Banyak perubahan yang terjadi pada masa Umar bin Khattab. Islam bukan hanya sebagai agama ritual, melainkan juga kekuatan baru di Negara Arab, khususnya Mekah dan Madinah. Luasnya penaklukan pada era kepemimpinan Umar bin Khattab mencapai 2251030 mil. Secara teologis, 15

kejayaan Islam pada masa Umar bin Khattab tidak terlepas dari keinginan Rasulullah saw untuk mempunyai pemuda gagah berani yang bisa mengalahkan kafir Quraisy dalam doanya, sebagaimana dikutip oleh Ahmad Hatta, dkk (2011: 151)., dari hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi: Ya Allah, kukuhkanlah Islam ini dengan salah satu dari dua orang yang paling Engkau cintai: Umar bin Khattab atau Abu Jahal bin Hisyam. Ternyata, yang paling dicintai oleh Allah adalah Umar. Dalam menjalankan roda pemerintahan Umar terkesan diktator, keras, ketat, dan tidak kenal kompromi, namun tegas dan berkeadilan. Umar bin Khattab dikenal juga sebagai khalifah yang berwibawa, sederhana, dan merakyat. Dia sering berjalan-jalan ke pelosok desa seorang diri dan melarang anggota keluarganya berfoya-foya. Literatur Arab sarat dengan berbagai peristiwa yang memuji watak keras Umar. Ia diriwayatkan menghukum mati anaknya sendiri karena mabuk-mabukan dan berperilaku amoral (Philip K. Hitt, 2005: 219). Umar bin Khattab telah mengubah dunia Islam menjadi berperadaban yang tinggi dan berarti bagi kemajuan Islam khususnya dan dunia Barat pada umumnya. Hal ini menjadi bukti bahwa Umar bin Khattab telah mengaplikasikan yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw tentang Islam yang ideal pasca-perjanjian Hudaibiyah 1 (Badri Yatim, 1993: 30 dan Patmawati, 2014: 16) dan Piagam Madinah 2 (Wahyu Ilahi dan Harjani Hefni, 2007: 59 dan A. Syalabi, 2003: 104) sebagai pengejawantahan konsep 1 Isi Perjanjian Hudaibiyah antara lain: 1) Kaum muslimin belum boleh mengunjungi Ka bah tahun ini tetapi ditangguhkan sampai tahun depan. 2) Lama kunjungan dibatasi sampai tiga hari saja. 3) Kaum muslimin wajib mengembalikan orang-orang Mekah yang melarikan diri ke Madinah, sedang sebaliknya, pihak Quraisy tidak harus menolak orang-orang Madinah yang kembali ke Mekah. 4) Selama sepuluh tahun diberlakukan genjatan senjata antara masyarakat Madinah dan Mekah. 5) Tiap kabilah yang ingin masuk ke dalam persekutuan kaum Quraisy atau kaum Muslimin, bebas melakukannya tanpa mendapat rintangan. 2 Isi perjanjian Piagam Madinah antara lain: 1) Kaum muslimin dan kaum Yahudi hidup secara damai, bebas memeluk dan menjalankan ajaran agamanya masing-masing. 2) Orangorang Yahudi berkewajiban memikul biaya mereka sendiri, dan kaum muslimin wajib memikul biaya mereka sendiri. 3) Apabila salah satu pihak diperangi musuh, maka mereka wajib membantu pihak yang diserang. 4) Di antara mereka saling mengingatkan, dan saling berbuat kebaikan, serta tidak akan saling berbuat kejahatan. 5) Kaum muslimin dan Yahudi wajib saling menolong dalam melaksanakan kewajiban untuk kepentingan bersama. 6) Bumi Yastrib menjadi tanah suci karena naskah perjanjian ini. 7) Nabi Muhammad adalah pemimpin umum untuk seluruh penduduk Madinah. Bila terjadi perselisihan di antara kaum muslimin dengan kaum Yahudi, maka penyelesaiannya dikembalikan kepada Nabi sebagai pemimpin tertinggi di Madinah. 16

dasar Negara Islam ideal pada era Nabi Muhammad saw. Pada era Umar bin Khattab, secara keseluruhan tidak ada kekacauan yang berarti. Bahkan sebaliknya, Islam menjadi besar dan gemilang di puncak kepemimpinannya. Ia berhasil mempersatukan beberapa suku yang ada di Arab tanpa memandang ras dan suku sehingga terciptalah peradaban yang maju pada waktu itu (H. Sulasman, 2013: 78). Oleh karena itu, dalam makalah ini akan dibahas: Biografi Umar bin Khattab, langkah-langkah kebijakan Khalifah Umar bin Khattab, Penataan Birokrasi Pemerintahan, mengembangkan ilmu pengetahuan dan pendidikan agama Islam, ijtihad Umar bin Khattab. B. Biografi Umar bin Khattab Umar bin Khattab dilahirkan di Mekah (Jamil Ahmad, 2000: 21), nama lengkap Umar bin Khattab adalah Umar bin Abdul Uzza bin Rabbah bin Abdullah bin Qurt Razzah bin Adiy bin Ka ab bin Luay. Ia dilahirkan setelah tiga belas tahun kelahiran Nabi Muhammad saw. (H. Sulasman, 2013: 79 dan Muhammad Ahmad Asyur, 1997: 19) Ayahnya bernama Khattab bin Nufail al-quraisy. Silsilahnya berkaitan dengan garis keturunan Nabi pada generasi kedelapan Ka ab bin Lu ay. Ibunya bernama Hantamah binti Hasyim bin Mugirah bin Abdullah bin Amr bin Mahzum (H. Sulasman, 2013: 79). Moyangnya memegang jabatan duta besar dan leluhurnya adalah pedagang. Ia salah satu dari 17 orang Mekah yang terpelajar ketika kenabian dianugerahkan kepada Nabi Muhammad saw. (Jamil Ahmad, 2000: 21). Umar dikenal sebagai orang yang menjaga kehormatan dirinya dan memiliki watak yang temperamental. Setiap kali ia berpapasan dengan orangorang muslim, pasti dia menimpakan berbagai macam siksaan. Dalam hati Umar bergolak berbagai perasaan yang sebenarnya saling bertentangan. Penghormatannya terhadap tradisitradisi leluhur, kebebasan menenggak minuman keras hingga mabuk dan bercanda ria, bercampur baur dengan ketakjubannya terhadap ketabahan dan kesabaran orang-orang muslim dalam menghadapi cobaan dalam rangka mempertahankan akidahnya. Keadaan ini masih ditambah lagi dengan keraguraguan yang menari di dalam benaknya, dan benak siapa pun yang berakal, bahwa apa yang diserukan Islam jauh lebih bagus dan agung daripada apa yang dilakukan oleh mereka selama ini (Syaikh Shaifurrahman Al-Mubarakfury, 2005: 138). 17

Keislaman Umar di awali dengan peristiwa Umar yang ingin membunuh Nabi Muhammad saw. Nabi pada saat itu sedang berkumpul dengan sahabatsahabatnya yang tidak hijrah ke Abisinia (Ethopia), di rumah Arqam di Safa. Di antara mereka ada Hamzah, Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar dan muslimin yang lain. Pertemuan mereka ini diketahui Umar. Ia pun pergi ke tempat mereka, ia mau membunuh Nabi. Dengan maksud, kematian Nabi dapat mengembalikan orang-orang yang hijrah ke Abisinia akan kembali bersatu dengan suku Quraisy yang ada di Mekah, setelah mengalami perpecahan. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan Nu aim bin Abdullah. Setelah mengetahui maksudnya, Nu aim berkata: Umar, Anda menipu diri sendiri. Anda kira keluarga Abdul Manaf akan membiarkan anda merajalela begini sesudah membunuh Muhammad? Tidakkah lebih baik pulang saja ke rumah dan perbaiki keluargamu sendiri? (Muhammad Husain Haekal, 2011: 114) sesungguhnya Fatimah, adik perempuanmu dan suaminya, Sa id bin Zaid juga telah menjadi pengikut Muhammad dan meninggalkan agama mereka berdua sekarang ini (Ahmad Hatta, 2011: 153). Umar ke rumah Fatimah dengan terburu-buru, yang saat itu Khabbab bin Al-Art, ada di rumah Fatimah sedang menghadapi Shahifah berisi surat Thaha. Dia membacakan surat ini di hadapan Fatimah dan Sa id bin Zaid. Tatkala Habbab mendengar suara kedatangan Umar, dia menyingkir ke bagian belakang ruangan, sedangkan Fatimah menyembunyikan Shahifah al- Quran. Namun tatkala mendekati rumah adiknya tadi, Umar sempat mendengar bacaan Khabbab di hadapan adik dan iparnya (Syaikh Shaifurrahman Al- Mubarakfury, 2005: 140). Umar sangat marah dan langsung memukul iparnya dengan ganas, pukulan yang tidak membuat sang ipar dan adiknya meninggalkan agama Islam. Keteguhan adik dan iparnya membuat Umar meminta mereka membaca kembali kitab suci-quran. Permintaan tersebut dipenuhi. Kandungan arti dan alunan ayat-ayat Kitabullah ternyata membuat Umar begitu terpesona, sehingga ia bergegas ke rumah Nabi dan dan langsung memeluk agama Islam (Jamil Ahmad, 2000: 21). Umar masuk Islam membuat kekuatan agama Islam semakin tangguh. Ia kemudian menjadi penasehat utama Abu Bakar selama masa pemerintahan 2 tahun lebih. Ketika Abu Bakar meninggal maka kekhalifahan dilanjutkan oleh Umar bin Khattab. 18

Pengangkatan Umar bin Khattab menjadi khalifah dilakukan melalui penunjukkan oleh Abu Bakar. Ketika Abu Bakar sakit, sahabat berkumpul di sekitarnya. Abu Bakar bertanya kepada mereka: Apakah kalian akan menerima orang yang saya akan calonkan sebagai pengganti saya? Saya bersumpah bahwa saya melakukan yang terbaik dalam menentukan hal ini, dan saya telah memilih Umar ibn Al-Khattab sebagai pengganti saya. Para sahabat menjawab: Kami mendengarnya dan kami akan mentaatinya (Jaih Mubarok, tt., 74). Abu Bakar menunjuk Umar sebagai penggantinya, walaupun perbuatan ini belum pernah dilakukan oleh Nabi. Menurut Abd al-wahhab al- Najjar ikutip oleh Jaih Mubarok (Jaih Mubarok, tt., 103) ketika Rasul saw wafat, umat Islam terbagi menjadi dua kelompok dan menetapkan bahwa pemimpin mesti berasal dari kelompoknya. Hal itu terjadi karena Nabi saw. Tidak menentukan penggantinya sebelum wafat. Apabila Abu Bakar membiarkan kursi khilafah (kepemimpinan) kosong ketika ia meninggal, maka umat Islam diperkirakan akan kembali pada perdebatan sebagai terjadi di Saqifah Bani Sa idah. Hal serupa dikemukan juga oleh Jalal al-din al-suyuthi bahwa kekosongan pemimpin akan melahirkan fitnah yang lebih parah dan lebih dahsyat dibandingkan dengan adanya fitnah dari orang-orang murtad. Dengan kata lain, Abu Bakar menunjuk Umar sebagai penggantinya dalam memimpin umat Islam agar umat Islam terhindar dari perpecahan (Jaih Mubarok, tt., 103). Penunjukan Umar sebagai pengganti Abu Bakar sangat tepat karena bertepatan dengan pengembangan wilayah dakwah keluar dari Jazirah Arab melalui penaklukan wilayah. Umar memerintah selama sepuluh tahun (634-644 M). Masa jabatannya berakhir dengan kematian. Dia dibunuh oleh seorang budak dari Persia, agama Nasrani bernama Abu Lu lu ah. Dia ditawan oleh tentara Islam di Nahawand, dan kemudian menjadi hamba sahaya Mughirah ibnu Syu bah. Umar bin Khattab telah merobohkan kerajaan Persia dan melenyapkan kekuasaan mereka. Hal ini menyebabkan lapisan atas dari bangsa Persia beserta pendukungpendukungnya menaruh dendam terhadap Umar dan membunuhnya. Pembunuhan direncanakan oleh tiga 19

serangkai, yaitu: Hurmuzan, 3 Jufainah 4 (A. Syalabi, 2003: 227) dan Abu Lu luah. Untuk menentukan penggantinya. Umar tidak menempuh jalan yang dilakukan Abu Bakar. Dia menunjuk enam orang sahabat, yakni Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awwam, Talhah bin Ubaidillah, Abdurrahman bin Auf dan Sa ad bin Abi meminta kepada mereka untuk memilih salah seorang diantara mereka untuk menjadi khalifah sebagai penggantinya. C. Dakwah Umar Melalui Penaklukan Penaklukan wilayah pada masa Umar bin Khattab dimulai dari ibu kota Syiria, Damaskus, dikuasai pada tahun 635 M dan setahun kemudian, setelah tentara Bizantium kalah dipertempuran Yarmuk, seluruh daerah Syria jatuh ke bawah kekuasaan Islam. Dengan memakai Syiria sebagai basis, penaklukan diteruskan ke Mesir di bawah pimpinan Amr ibn Ash dank e Irak di bawah pimpinan Sa ad ibn Abi Waqqash. Iskandariah, ibu kota Mesir, ditaklukkan 641 M. dengan demikian, 3 Seorang pembesar bangsa Persia, yang telah kehilangan kekuasaan dan kedudukan, dan karena tidak ada harapannya lagi untuk mengembalikan kekuasaan dan kedudukannya itu, terpaksalah ia hidup sebagai seorang yang biasa saja. 4 Penganut agama Nasrani, ia berasal dari Hirah, dan bekerja mengajar menulis dan membaca di Madinah. Mesir jatuh ke bawah kekuasaan Islam. Al-Qadisiyah, sebuah kota dekat Hirah di Iraq, jatuh pada tahun 637 M. dari sana serangan dilanjutkan ke ibu kota Persia. Al-Madain yang jatuh pada tahun itu juga. Pada tahun 641 M, Mosul dapat dikuasai. Dengan demikian, pada masa kepemimpinan Umar, wilayah kekuasaan Islam sudah meliputi Jazirah Arabia, Palestina, Syiria, sebagian besar wilayah Persia, dan Mesir. Secara administrasi pemerintahan diatur menjadi delapan wilayah propinsi: Mekkah, Madinah, Syiria, Jazirah, Basrah, Kufah, Palestina, dan Mesir (Badri Yatim, 1993: 37). Kehebatan Umar bin Khattab terlihat dalam mengkonsolidasikan negeri-negeri yang telah ditaklukkannya. Para orientalis Barat menyatakan bahwa kemenangan Islam pada waktu itu dikarenakan terjadinya masa kemunduran Kaisar Romawi dan Chosroes, krisis politik yang berkepanjangan, intrik persekongkolan dan kontroversi agama, dan ini memudahkan Islam masuk ke wilayah taklukan sebagai penyelamat yang tidak membeda-bedakan status sosial sehingga semua kelompok yang masuk wilayah Islam akan aman (H. Sulasman, 2013: 87 dan Karen Armstrong, 2002: 37). 20

Kemenangan kaum muslimin dalam menaklukkan wilayah juga disebabkan oleh adanya gelora semangat, keteguhan, ketabahan, dan keberanian yang ditanamkan oleh pendiri Islam yang suci, Nabi Muhammad Saw., yang telah menanamkan semangat baru itu. Mereka merasa berjuang hanya demi Allah dan dipertajam oleh Umar bin Khattab yang tidak hanya haus kekuasaan dan kemenangan. Dituturkan oleh Al-Waqidi dalam kitabnya Futuh Al Amsha, bahwasanya Umar bin Khattab ra. Berpidato di dalam mesjid, sesudah memanjatkan puji syukur kepada Allah, Umar mengajak dan menganjurkan umat Islam untuk berjihad, kemudian dia mengatakan: Sesungguhnya kalian tidak hanya cukup tinggal di Hijaz (Mekah dan Madinah) saja, karena Nabi Saw. pernah menjanjikan kalian menaklukkan negeri Kisra dan Kaisar. Maka berangkatlah kalian ke tanah Parsi. (Muhammad Ahmad Asyur, 1997: 77) Khalifah Umar memutuskan dua kebijakan pokok pada pemerintahan pasca penaklukan: bahwa pasukan Islam tidak boleh menghancurkan masyarakat pertanian dan harus bekerjasama dengan pimpinan dan kalangan bangsawan wilayah taklukan. Dalam menjalankan dua kebijakan pokok di atas: Umar melakukan dua prinsip. Pertama, Umar menjadikan pasukan Islam sebagai elite militer yang bertugas menjalankan penaklukan berikutnya, dan untuk membentengi wilayah-wilayah yang sudah ditaklukkan. Pasukan Islam tidak terlibat sebagai pekerja atau profesi dari pekerjaan warga taklukan, juga tidak sebagai pemilik tanah atau sebagai petani. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kerusakan pada tanah-tanah pertanian yang produktif, karena pasukan Islam yang berasal dari Jazirah Arab bukan sebagai petani sehingga mereka tidak terbiasa mengelolah lahan pertanian. Pasukan Islam ditempatkan di perkampunagn militer. Kedua, daerah yang sudah ditundukkan tak boleh warganya diganggu. Ini artinya pasukan Islam tidak boleh memaksakan penduduk setempat untuk memeluk Islam. Nabi Muhammad telah memberikan teladan dengan mengizinkan pemeluk Yahudi dan Kristen di Arabia tetap berpegang pada agama mereka, namun mereka diharuskan membayar upeti, khalifah Umar bin Khattab melanjutkan kebijakan Nabi tersebut dengan memberikan kebebasan beragama terhadap orangorang Yahudi, Kristen, dan Zoroaster Timur Tengah yang mana mereka 21

dipandang sebagai ahl al kitab (pemilik kitab suci), yakni pemeluk wahyu tertulis yang terdahulu (Ira M. Lapidus, 1999: 63-64). Pasukan Islam dalam menaklukkan suatu wilayah, tidak hanya bertujuan mempertahankan eksistensi Islam sebagai agama, tetapi juga mengakui eksistensi agama-agama lain, dan memberi hak kepada warga taklukan yang beragama selain Islam untuk hidup berdampingan dan saling menghormati (M. Quraish Shihab, 2005: 379). Umar bin Khattab memerintahkan pasukan Islam tidak merusak tempattempat ibadah non Islam dan simbolsimbol agama yang mereka sakralkan. Gebernur yang di tempatkan di wilayah yang sudah ditundukkan dilarang untuk melakukan tindakan yang mempersulit warga non Islam dalam menjalankan siar-siar agama mereka. Orang-orang yang hidup di bawah naungan pemerintahan Umar benar-benar terjamin kebebasan akidahnya (Patmawati 2015: 25 dan William Montgomery Watt, 2001: 32). D. Dakwah Melalui Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Agama Islam Keberhasilan Umar bin Khattab dalam melakukan ekspansi menyebabkan terjadinya perpindahan orang-orang Jazirah Arab keluar ke wilayah taklukan begitu juga sebaliknya, daerah taklukan melakukan perjalanan ke wilayah jazirah Arab, khususnya bagi mereka yang masuk ke dalam Islam dan mempelajari Islam di Madinah, tempat berkumpulnya para sahabat Nabi. Hal ini yang mendorong Umar untuk membuat tata bahasa Arab agar terhindar dari kesalahan dalam membaca dan memahami Al-Quran dan hadis. Ali bin Abi Thalib adalah pembangun pertama dasar-dasar ilmu nahwu yang selanjutnya disempurnakan oleh Abu Al- Aswad Al-Du aly (H. Sulasman, 2013: 94). Terjadinya perpindahan agama dari non Islam menjadi Islam, sebagian dari mereka ada yang kesulitan memahami maksud dan tujuan dari banyak ayat al-quran bila tidak dijelaskan dan diterangkan. Terlebih lagi al-quran hadir dengan tingkatan retorika bahasa tertinggi dan gaya bahasa retorika yang beragama (Muhammad Husain Mahasnah, 2016: 63). Hal ini membuat Umar bin Khattab menganggap perlu menafsirkan ayat al- Quran agar terhindar dari kesalahan dalam memahami. Para sahabat yang menekuni penafsiran al-quran adalah Ubay bin Ka ab, Abdullah bin Mas ud, Jabir bin Abdullah al-anshari, Abu Sa id al-khudri, Abdullah bin Zubair, Abdullah 22

bin Umar, Anas bin Malik, Abu Hurairah, Abu Musa Al-Asy ari, dan yang paling terkenal adalah Abdullah bin Abbas. Dalam menafsirkan al-quran, mereka menggunakan metode mengutip apa yang mereka dengar dari Rasulullah Saw. tentang makna ayat-ayat, yaitu dalam bentuk hadis-hadis yang bersanad (rangkaian orang yang meriwayatkan hadis) (Allamah M.H. Thabathaba i, 1990: 64). Mereka kemudian dianggap sebagai mufasir pertama dalam Islam. Para mufassir awal ini sangat memahami al-quran karena: a. mereka adalah orang yang paling tahu bahasa Arab, yaitu bahasa al-quran. Selain itu mereka juga orang yang paling mengetahui syair Arab, sastra, serta metode dialog mereka. b. mereka menyaksikan sendiri turunnya al-quran. Sehingga, mereka tahu sebab turunnya ayat, kesempatan dan kondisi pada saat ayat itu diturunkan. c. selamatnya fitrah mereka, serta betapa kuatnya mereka dalam menyertai Rasulullah, dan antusias dalam mengkaji al-quran. Inilah yang menjadikan jiwa mereka suci, sesuai dalam menerima pemahaman yang sempurna, ilmu yang benar, dan persepsi nalar yang lurus (Muhammad Husain Mahasnah, 2016: 64). Dalam memenuhi kebutuhan pendidikan di luar Jazirah Arab, dikirim guru-guru yang terdiri atas para sahabat ahli ilmu, yaitu Abdullah bin Mas ud dikirim ke Kufah, Abu Musa al-asy ari dan Anas bin Malik dikirim ke Basrah, Muadz dan Abu Darda dikirim ke Syam, dan Abdullah bin Amr bin Ash dikirim ke Mesir (H. Sulasman, 2013: 95). E. Penutup Umar bin Khattab adalah sosok yang memiliki gagasan spektakuler, dengan keberanian dan ketegasan telah membawa perubahan yang menyeluruh dalam dunia Islam. Kepribadian yang tegas, otoriter, tetapi berkeadilan, kereligiusannya tidak diragukan, dan orator ulung dimana ceramahnya dapat dilihat dalam buku Pidato-pidato Umar. Dalam penyebaran Islam dilakukan dengan cara ekspansi, pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan agama Islam. F. Daftar Pustaka Ahmad Hatta dkk., 2005, The Great Story Of Muhammad Saw Rferensi Lengkap Hidup Rasulullah Saw Dari Sebelum Kelahiran Hingga Detik-detik Terakhir, Jakarta: Maghfirah Pustaka. A Syalabi, 2003, Sejarah dan Kebudayaan Islam I, Jakarta: Pustaka Al-Husna. Al-Allamah M.H. Thabathaba i, 1990, Mengungkap Rahasia Al-Qur an, Bandung: Mizan. 23

Badri Yatim, 1993, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta: Rajawali Press. H. Sulasman, 2013, Sejarah Islam di Asia dan Eropa, Bandung: Pustaka Setia. Ira M. Lapidus, 1999, Sejarah Sosial Umat Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada. Jaih Mubarok, tt., Sejarah Peradaban Islam, Bandung: Pustaka Bani Quraisy. Jamil Ahmad, 2000, Seratus Muslim Terkemuka, Jakarta: Pustaka Firdaus. Karen Armstrong, 2002, Islam Sejarah Singkat, Yogyakarta: Jendela. Muhammad Ahmad Asyur, 1997, Pidatopidato Umar bin Khattab dan Pesan-pesannya, Bandung: Husaini. Muhammad Husain Haekal, 2011, Sejarah Hidup Muhammad, Jakarta: Litera AntarNusa. Muhammad Husain Mahasnah, 2016, Pengantar Studi Sejarah Peradaban Islam, Jakarta: Al- Kautsar. M. Quraish Shihab, 2006, Wawasan Al- Quran, Bandung: Mizan. Patmawati, 2014, Sejarah Dakwah Rasulullah Saw di Mekah dan Madinah dalam Jurnal Al- Hikmah, Vol. VIII Edisi 2. --------------, 2015, Hubungan Antar Umat Beragama di Masa Nabi Muhammad Saw., Laporan Penelitian, Pontianak: LP2M IAIN Pontianak. Philip K. Hitti, 2005, History Of The Arabs, Jakarta: Serambi Ilmu Semesta. Syaikh Shaifurrahman Al-Mubarakfury, 2005, Sirah Nabawiyah, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. Wahyu Ilahi dan Harjani Hefni, 2007, Sejarah Dakwah, Jakarta: Rahmat Semesta. William Montgomery Watt, 2001, Fundamentalisme Islam dan Modernitas, Jakarta: Raja Grafindo Persada. 24