[Analisis dan Portofolio ]

dokumen-dokumen yang mirip
Sistem Informasi Pendidikan

(Rekayasa dan Pengembangan Sistem Informasi )

Pemodelan Proses Bisnis. Mia Fitriawati M.Kom

Analisis Proses Bisnis. Mia Fitriawati M.Kom

BAB III LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

ANALISA PROSES BISNIS

BAB III Landasan Teori

TINJAUAN MENYELURUH SIA. Oleh : Diana Rahmawati

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. instansi pelayanan kesehatan masyarakat. Dalam hal ini pelayanan kesehatan yang

BAB 3 LANDASAN TEORI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Pengertian Perencanaan Strategi Informasi. dikerjakan di masa yang akan datang (Sukarno, 2002, p129).

Pemodelan Proses Bisnis

Diskusi mengenai topik minggu lalu.

BAB II LANDASAN TEORI. semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain

[Summary] Sistem Informasi Perusahaan Chapter 3

BAB II TELAAH KEPUSTAKAAN

Oleh : Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom. Edi Sugiarto, M.Kom - Supply Chain Management dan Keunggulan Kompetitif

ANALISA STRATEGIS SI/TI: MENENTUKAN POTENSI DI MASA DEPAN. Titien S. Sukamto

Tinjauan Umum Functional Strategy Riri Satria

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Pengertian Perencanaan Strategi Informasi

Materi II Overview Sistem Informasi. Sistem Informasi Manajemen Dr. Hary Budiarto

Perencanaan Strategis Sistem Informasi Di Rumah Sakit X

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN. Dari hasil analisis dan perencanaan sistem informasi dan teknologi

BAB 3 PENTINGNYA TEKNOLOGI INFORMASI

Analisis ValueShop Sebagai Pemodelan Bisnis Awal Dalam Perencanaan Arsitektur Enterprise (EAP)

ERP (Enterprise Resource Planning) Pertemuan 7

APLIKASI PERANGKAT LUNAK

BAB 4 PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI. permintaan terhadap produk juga meningkat.

Bab II Tinjauan Pustaka

Organisasi dan System Analyst

Perencanaan Kebutuhan Pengembangan Sistem Informasi (Studi Kasus : Perpustakaan Daerah Kota XYZ)

BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERANCANGAN PORTAL INTRANET UNSIKA SEBAGAI MEDIA SISTEM INFORMASI KAMPUS (Studi Kasus: Universitas Singaperbangsa Karawang)

Perancangan Arsitektur Informasi Dengan Menggunakan Bussiness System Planning (Studi Kasus:Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten P )

BAB III METODOLOGI. 3.1 Pendahuluan. Dalam penyusunan Startaegic Planning, diperlukan acuan untuk menuntun

PEMBUATAN PORTOFOLIO APLIKASI MENDATANG PADA PT. XYZ

BAB I PERAN SIA DALAM ORGANISASI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Enterprise Resource Planning (ERP)

Enterprise Resource Planning

BAB II LANDASAN TEORI. Apabila mengharapkan penerapan TI yang optimal, dibutuhkan strategi

Sistem Informasi

BAB I PENDAHULUAN. menghasilkan laba atau menambah nilainya sendiri. Kualitas dari SDM akan sangat

BAB V PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Gambar II.1. Bentuk sederhana rantai pasok (3)

BAB II LANDASAN TEORI

Perancangan Arsitektur Informasi dengan Menggunakan Bussiness System Planning (Studi Kasus:Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten P )

Penerapan Sistem Informasi Menggunakan Analisis Value Chain Studi Kasus: PT Intan Pariwara Klaten

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. tahap awal, 2. tahap penyusunan dokumen, dan 3. tahap akhir. Diagram

Jurnal TIM Darmajaya Vol. 01 No. 02 Oktober 2015 Page 192 ISSN: E-ISSN: X

SISTEM INFORMASI PADA PERUSAHAAN

Career & Talent Management System PT Perkebunan Nusantara VII (Persero)

Tidak terjadi perubahan kebijakan pada saat penelitian dilakukan RUANG LINGKUP PENELITIAN

PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT MENGGUNAKAN METODE WARD DAN PEPPARD (STUDI KASUS BANK BPR JAWA TIMUR)

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN LANJUTAN. Dea Arri Rajasa, SE., S.Kom

PEMODELAN BISNIS PENYELENGARAAN PELAYANAN PERIJINAN TERPADU SATU PINTU SEBAGAI DASAR BAGI PEMBUATAN ENTERPRISE ARSITEKTUR PLANNING (EAP)

Manajemen Sumber Daya Teknologi Informasi TEAM DOSEN TATA KELOLA TI

Perencanaan Kebutuhan Pengembangan Sistem Informasi

BAB I PENDAHULUAN. sakit swasta di Surabaya yang menangani pelayanan dibidang obstetri dan

IS Role in The Enterprises DS 2004

BAB VI PENUTUP. 6.1 Kesimpulan. Berdasarkan hasil dari pengerjaan tugas akhir, didapatkan beberapa kesimpulan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN. (UKM) maupun bisnis startup ikut membeludak. Tercatat menurut majalah SWA,

Pertemuan ke 6. From Resources to. Competencies. Competitive. Competitiveness (Sustained Competitive Advantage) Value Chain Analysis

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. tepat dalam mempertahankan keunggulan kompetitifnya (competitive advantage).

BAB 11 E-BUSINESS DAN E-COMMERCE

Fungsi Bisnis dan Proses Bisnis

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

COVER BAB III.

Management of IS and IT

BAB II LANDASAN TEORI. mengintegrasikan dan mengkoordinasikan seluruh pekerjaan organisasi hingga

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG. Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi sekarang ini,


BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. proses bisnis yang berjalan dalam sebuah perusahaan.

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

BAB 1. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

Ilustrasi 1: Teknologi Kamera

STRATEGI & PENGUKURAN MANAJEMEN PENGETAHUAN

Pendahuluan. Metode Pengerjaan. Hasil Analisis

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Pada saat ini persaingan didalam dunia bisnis semakin ketat sehingga

LAMPIRAN 1. Kuesioner. Domain Bisnis. untuk penyusunan skripsi dengan judul Analisis Investasi Sistem Informasi dengan

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

10/30/2013. N. Tri Suswanto Saptadi

PEMBUATAN PORTOFOLIO APLIKASI DINAS XYZ

Internal Value Chain Starbucks

Sistem Informasi Akuntansi I. Modul ke: 13Feb. Pengantar ERP (Enterprise Resource Planning) Fakultas. Afrizon, SE, M.Si, Ak. Program Studi Akuntansi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 4 HASIL PENELITIAN. dijalankan oleh PT. Huabei Petroleum Service. Adapun arahan strategi yang diperoleh adalah sebagai berikut:

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pada bab ini akan membahas tentang semua aktifitas mulai dari tahap

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LatarBelakang

Analisis Rantai Nilai dan Strategi Bersaing

Transkripsi:

Rekayasa SI [Analisis dan Portofolio ] ASEP WAHYUDIN,S.KOM, M.T. FKOM Universitas Kuningan 1

Inbound Logistics Operations Outbound Logistics Marketing and Sales Service Support Activities Value Chain Analysis Insfrastructure Human Resource Management Margin Technology Development Procurement Margin Primary Activities 2

Value Chain Analysis (penjelasan aktifitas) Primary activities Inbound Logistics, pada bagian ini terkait dengan penerimaan, penyimpanan, dan pendistribusian input menjadi produk. Operations, semua aktifitas yang terkait dengan memindahkan input menjadi bentuk akhir dari produk, seperti produksi, pembuatan, pempaketan, perawatan peralatan, fasilitas, operasi, jaminan kualitas, proteksi terhadap lingkungan. Outbound Logistics, aktifitas yang terkait dengan pengumpulan, penyimpanan, distribusi secara fisik atau pelayanan terhadap pelanggan. Marketing and Sales, aktifitas yang terkait dengan pembelian produk dan layanan oleh pengguna dan mendorong user untuk dapat membeli produk yang dibuat. Service, aktifitas yang terkait dengan penyediaan layanan untuk meningkatkan atau merawat nilai dari suatu produk, seperti instalasi, perbaikan, pelatihan, suplai bahan, perawatan dan perbaikan bimbingan teknis. 3

Value Chain Analysis (penjelasan aktifitas) Secondary activities Firm infrastructure, merupakan aktifitas, biaya dan aset yang berhubungan dengan manajemen umum, accounting, dan keuangan, keamanan dan keselamatan sistem informasi, dan fungsi lainnya. Human Resources Management, terdiri dari aktifitas yang terlibat seperti penerimaan, dengar pendapat, pelatihan, pengembangan, dan kompensasi untuk semua tipe personil, dan mengembangkan tingkat keahlian pekerja. Research, Technology, and Systems Development, aktifitas yang terkait dengan biaya yang berhubungan dengan produk R&DT, perbaikan proses, perancangan peralatan, pengembangan perangkat lunak komputer, sistem telekomunikasi, kapabilitas basis data baru, dan pengembangan dukungan sistem berbantuan komputer. Procurement, terkait dengan fungsi pembelian input yang digunakan dalam value chain organisasi. 4

Application Portfolio STRATEGIC Berisi aplikasi-aplikasi yang bersifat kritis untuk menunjang perkembangan strategi bisnis organisasi dimasa yang akan datang HIGH POTENTIAL Berisi aplikasi-aplikasi yang mungkin dibutuhkan oleh organisasi untuk keberhasilan dimasa yang akan datang, namun belum dibuktikan Berisi aplikasi-aplikasi masa kini yang dibutuhkan oleh organisasi agar dapat menjalankan roda bisnisnya Berisi aplikasi-aplikasi yang bersifat valuable tetapi tidak kritis KEY OPERATIONAL SUPPORT 5

Application Portfolio (penjelasan matriks) Kuadran I : Strategic Berisi aplikasi-aplikasi yang secara kritis dibutuhkan untuk keberhasilan bisnis pada masa yang akan datang dan mendukung peningkatan faktor competitive advanced, lebih banyak yang bersifat leading edge tetapi hal tersebut bukan sebagai indikator utama bahwa aplikasi tersebut termasuk technology. Kuadran II : Key Operational Kuadran ini berisi aplikasi-aplikasi operasional yang ada saat ini, dan dibutuhkan untuk mendukung operasional organisasi dan lebih bersifat sangat penting agar roda bisnis organisasi dapat berjalan. Kuadran III : Support Aplications Aplikasi yang ada pada kuadran ini adalah aplikasi yang diinisiasi dapat mendukung dan meningkatkan effesiensi bisnis dan effektifitas manajemen operasional. Kuadran IV : High Potential Kuadran ini berisi aplikasi-aplikasi yang bersifat inovatif yang mungkin dapat memperbesar peluang peningkatan keuntungan dimasa yang akan datang, namun belum / tidak dibuktikan. 6

Bussiness Process Improvement 7

Bussiness Process Improvement Definisi Istilah 1. System. Suatu kontrol yang diterapkan pada proses untuk menjamin bahwa operasi dapat berjalan efektif dan efesien. 2. Process. Beberapa aktifitas atau grup aktifitas yang menangani input, menambahka nilai pada input tersebut, dan menyediakn output untuk pelanggan internal dan eksternal. Proses digunakan oleh organisasi untuk memperoleh hasil yang definitif. 3. Production Process. Proses yang bersentuhan secara fisik baik hardware dan software yang akan disampaikan untuk pelanggan eksternal, terhadap produk yang diinginkan yang sudah terpaket. (Pabrik Komputer, Produk Makanan dengan produksi masal untuk konsumsi). 4. Business Process. Semua proses-proses layanan dan proses-proses yang mendukung proses-proses produksi. (proses produksi, rekayasa perubahan proses, proses penggajian, rancangan proses manufaktur). 5. Organization. Grup, perusahaan, korporat, divisi, departemen, kantor penjualan, dll. 6. Departement. Tempat penyampaian pelaporan para manager atau supervisor dan seluruh karyawan. Disamping berpikir tentang proses bisnis, perlu juga membedakan antara proses (bagaimana sumber daya dimanfaatkan) dan isi (sumber daya apa yang digunakan). 8

Tahapan BPI 1. Organizing for Improvement Team Bangun commitment (terutama level pimpinan -penting-) Internal (tingkat accepbilitas tinggi) Eksternal (aspek objektifitsa tinggi) Scope of Process Susun symptom Keluhan-keluhan (internal dan eksternal) Information on paper (report) Plan v.s. actual Daftar symptom untuk dapat dipilih dalam pola hierarki prioritas. Pemilihan skala prioritas dapat dilakukan dengan cara melihat mana symptom yang berpengaruh pada 1. Customer Note: aspek pelayan ke customer ada tiga hal utama yaitu; i.pra Proses ii.dalam proses itu sendiri iii.pasca Proses 2. Business 3. Changeover (tingkat resistensi) 4. Iklim kerja 9

Tahapan BPI 2. Understanding the Process i.tentukan Bondary Processnya ii.tentukan Deskripsi Processnya 3. Streemlining Lakukan perbaikan-perbaikan berdasarkan kriteria sebagai berikut : i. Efektifitas ii.efesiensi Untuk point i dan ii cari trade off-nya, dengan cara : 1. Turunkan tingkat birokrasi 2. Non Value Added, hilangkan (*) 3. Simplify (penyederhanaan/penggabungan proses/aktifitas) 4. Reducing Time i.akseptabilitas 4. Measurement and Control New Business Process Actuating Evaluated Feed Back 10

Tahapan BPI BPI Step : 5. Continous Improvement Organizing for Improvement Understanding the Process Activity yes Necessary Product Output? no Streamlining Contributed to customer requirement? no Contributed for business function? no Measurement and Control yes Real Value Added yes Business Value Added No Value Added Continuous improvement 11

? selesai 12