BAB 2 LANDASAN TEORI

dokumen-dokumen yang mirip
PENERAPAN METODE ANP DALAM MELAKUKAN PENILAIAN KINERJA KEPALA BAGIAN PRODUKSI (STUDI KASUS : PT. MAS PUTIH BELITUNG)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. artian yang lebih spesifik yakni pihak ketiga dalam supply chain istilah dalam

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Amalia, ST, MT

repository.unisba.ac.id DAFTAR ISI ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...

Analytic Hierarchy Process

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Fuzzy AHP. Adapun tahapan penelitian adalah sebagai berikut

METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMILIHAN GALANGAN KAPAL UNTUK PEMBANGUNAN KAPAL TANKER DI PULAU BATAM

BAB III TEORI HIERARKI ANALITIK. Proses Hierarki Analitik (PHA) atau Analytical Hierarchy Process (AHP)

Perancangan Penilaian Karyawan di Bank X

BAB III ANP DAN TOPSIS

BAB III METODE FUZZY ANP DAN TOPSIS

3.2 Objek Penelitian Pengumpulan Data Metode Pengumpulan Data Data yang dibutuhkan

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini adalah Pamella Swalayan 1. Jl. Kusumanegara

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

PEMILIHAN OBJEK WISATA DI SUMATERA UTARA DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

Rekam Jejak Dosen Sebagai Model Pengambilan Keputusan Dalam Pemilihan Dosen Berprestasi

PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODA ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (STUDI KASUS DI PT. EWINDO BANDUNG)

ANALISIS DAN USULAN SOLUSI SISTEM UNTUK MENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN KINERJA DOSEN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

PEMILIHAN SUPPLIER ALUMINIUM OLEH MAIN KONTRAKTOR DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS

MATERI PRAKTIKUM. Praktikum 1 Analytic Hierarchy Proses (AHP)

METODE PENELITIAN. San Diego Hills. Visi dan Misi. Identifikasi gambaran umum perusahaan dan pasar sasaran

METODE PENELITIAN. Kata Kunci analytical hierarchy process, analytic network process, multi criteria decision making, zero one goal programming.

ANALISIS SISTEM PEMBAYARAN PERKULIAHAN DI UKRIDA MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

PEMILIHAN SUPPLIER MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP) DI PT. HARVITA TISI MULIA SEMARANG

Kuliah 11. Metode Analytical Hierarchy Process. Dielaborasi dari materi kuliah Sofian Effendi. Sofian Effendi dan Marlan Hutahaean 30/05/2016

Fasilitas Penempatan Vektor Eigen (yang dinormalkan ) Gaji 0,648 0,571 0,727 0,471 0,604 Jenjang 0,108 0,095 0,061 0,118 0,096

MODEL ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS UNTUK MENENTUKAN TINGKAT PRIORITAS ALOKASI PRODUK

ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP)

Penyebaran Kuisioner

PENERAPAN AHP SEBAGAI MODEL SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN RUMAH BERSALIN CONTOH KASUS KOTA PANGKALPINANG

APLIKASI ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA PEMILIHAN SOFTWARE MANAJEMEN PROYEK

Sesi XIII AHP (Analytical Hierarchy Process)

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

PENENTUAN DALAM PEMILIHAN JASA PENGIRIMAN BARANG TRANSAKSI E-COMMERCE ONLINE

BAB 2 LANDASAN TEORI Analytial Hierarchy Process (AHP) Pengertian Analytical Hierarchy Process (AHP)

PENENTUAN KOMODITAS UNGGULAN PERTANIAN DENGAN METODE ANALY TICAL HIERARCHY P ROCESS (AHP) Jefri Leo, Ester Nababan, Parapat Gultom

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 3 HASIL DAN PEMBAHASAN. 3.1 Penerapan AHP dalam Menentukan Prioritas Pengembangan Obyek Wisata Di Kabupaten Toba Samosir

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS DAN IMPLEMENTASI PERANGKINGAN PEGAWAI MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DAN SUPERIORITY INDEX

ANALISA FAKTOR PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PERGURUAN TINGGI TINGKAT SARJANA MENGGUNAKAN METODE AHP (ANALITICAL HIRARKI PROCESS)

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

PEMILIHAN ALTERNATIF PENYEDIAAN BBK DI PT X DENGAN METODE ANP (ANALYTIC NETWORK PROCESS)-BOCR (BENEFIT, OPPORTUNITY, COST DAN RISK)

PENGAMBILAN KEPUTUSAN ALTERNATIF ELEMEN FAKTOR TENAGA KERJA GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA DENGAN SWOT DAN ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS

Penentuan Toko Buku Gramedia ter Favorit pilihan Mahasiswa T Di Bogor Dengan Metode AHP (Analytical. Hierarchy Process)

BAB II LANDASAN TEORI. pengambilan keputusan baik yang maha penting maupun yang sepele.

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENGGUNAKAN MODEL ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS UNTUK PEMBERIAN BONUS KARYAWAN

Ususlan Pemilihan Supplier Bahan Baku PVC Ballon di CV MD Sport Dengan Metode Analytical Network Process

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN BONUS KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE AHP SKRIPSI

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN PENILAIAN PRESTASI KARYAWAN TERBAIK. Surmayanti, S.Kom, M.Kom

PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU BENANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP) (STUDI KASUS HOME INDUSTRY NEDY)

MATERI PRAKTIKUM. Praktikum 2 Analytical Network Process (ANP)

MATERI PRAKTIKUM. Praktikum 1 Analytic Hierarchy Proses (AHP)

PENERAPAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) GUNA PEMILIHAN DESAIN PRODUK KURSI SANTAI

ANALISIS KRITERIA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN BEASISWA BELAJAR BAGI GURU MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP)

INTRO Metode AHP dikembangkan oleh Saaty dan dipergunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang komplek dimana data dan informasi statistik dari masal

BAB III METODE PENELITIAN. lokasi penelitian secara sengaja (purposive) yaitu dengan pertimbangan bahwa

MODEL ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS UNTUK PENILAIAN DESA DALAM PROGRAM DESA MAJU INHIL JAYA. Muh. Rasyid Ridha

Sistem Penunjang Keputusan Penetapan Dosen Pembimbing dan Penguji Skipsi Dengan Menggunakan Metode AHP

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

Sistem Pendukung Keputusan Penasehat Akademik (PA) untuk Mengurangi Angka Drop Out (DO) di STMIK Bina Sarana Global

PENDEKATAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) UNTUK PENENTUAN NILAI EKONOMI LAHAN

JURNAL SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENGADAAN ALAT KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN DURENAN MENGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCY PROCESS (AHP)

PENDEKATAN ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM PENENTUAN URUTAN PENGERJAAN PESANAN PELANGGAN (STUDI KASUS: PT TEMBAGA MULIA SEMANAN)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN LBB PADA KAMPUNG INGGRIS PARE MENGGUNAKAN METODE AHP

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCES UNTUK SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN RASKIN (STUDI KASUS : KECAMATAN MEDAN DELI)

PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHICAL PROCESS (AHP) UNTUK PEMILIHAN DOSEN BERPRESTASI DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER

SISTEM INFORMASI PENDUKUNG KEPUTUSAN PADA SELEKSI PENERIMAAN PEGAWAI MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS

SKRIPSI. Disusun Oleh : DONNY BINCAR PARULIAN ARUAN NPM :

III. METODE PENELITIAN

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA TERHADAP KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DI PT SANSAN SAUDARATEX JAYA

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN SISWA BERPRESTASI MENGGUNAKAN METODE AHP (ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS)

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Pengenalan Metode AHP ( Analytical Hierarchy Process )

PENERAPAN METODE ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP) PADA PEMILIHAN WISATA PANTAI UNTUK DIKEMBANGKAN DI GUNUNG KIDUL

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

AHP (Analytical Hierarchy Process)

JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI

PENILAIAN KINERJA DOSEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE AHP (STUDI KASUS : DI STMIK POTENSI UTAMA MEDAN)

Seleksi Material Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Dan Pugh Gabriel Sianturi

Pemodelan Sistem Penunjang Keputusan (DSS) Dengan Analytic Hierarchical Proces (AHP).

III. METODE PENELITIAN

SISTEM PENERIMAAN DOSEN MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DENGAN EXPERT COICE

Muhammad Rajab Fachrizal Program Studi Sistem Informasi Universitas Komputer Indonesia

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN KADER KESEHATAN DI KECAMATAN PEUDAWA KABUPATEN ACEH TIMUR

Bab 3 Kerangka Pemecahan Masalah

ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP) SEBAGAI METODE PENENTUAN PRIORITAS PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK

III. METODE PENELITIAN. informasi dari kalangan aparat pemerintah dan orang yang berhubungan erat

EFEKTIFITAS PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM PEMILIHAN PERANGKAT LUNAK PENGOLAH CITRA DENGAN MENGGUNAKAN EXPERT CHOICE

Transkripsi:

BAB 2 LANDASAN TEORI Dalam bab ini akan dibahas beberapa teori yang mendukung terhadap studi kasus yang akan dilakukan seperti: Strategic Planning Decision Support System (DSS) Evaluasi Supplier 2.1 Strategic Planning Strategic planning merupakan suatu proses yang terorganisasi, dimana adanya suatu strategi, petunjuk, dan pengambilan keputusan untuk mencapai hasil yang strategis. (Jennings, 2008, p.59). Dalam dunia industri, strategic planning digunakan untuk mengatur suatu proses perencanaan kerja yang terstruktur dan membantu dalam pengambilan keputusan terbaik. Strategic planning bertujuan untuk mendapatkan suatu hasil yang lebih menguntungkan bagi perusahaan, sehingga perusahaan dapat terus bersaing pada persaingan global dalam dunia industri. Bagi perusahaan yang tengah berkembang seperti PT. Alfa Global Indah, menentukan strategic planning sangat dibutuhkan untuk kemajuan perusahaan ke depan agar dapat ikut berkompetisi secara aktif di dunia industri saat ini, khususnya dalam pemilihan supplier yang dapat mendukung kinerja kerja perusahaan. 2.2 Decision Support System (DSS) Decision support system adalah suatu sistem yang digunakan untuk penentuan atau pemilihan suatu pilihan yang terbaik. (Suprapto & Wulandari, 2006, p.218). Decision support system diperlukan untuk menentukan atau pengambilan supplier yang terbaik dan layak untuk menjadi strategic sourcing perusahaan. Penentuan supplier yang terbaik bertujuan untuk membantu perusahaan dalam melakukan kerjasama dengan beberapa supplier yang ada. Salah satu cara untuk menyelesaikan permasalahan metode ANP adalah dengan menggunakan software superdecision. 2.2.1 Superdecision Superdecision merupakan suatu software yang digunakan untuk menunjang suatu keputusan, dimana proses dalam pengambilan keputusan tersebut menggunakan formulasi dari Analytic Network Process (ANP) (http://www.superdecision.com/sd_intro.php3). Superdecision digunakan untuk memudahkan dalam mengambil keputusan untuk menentukan supplier terbaik. Dimana hasil yang 4

diperoleh dapat berguna bagi kemajuan perusahaan sehingga dapat tetap bersaing dalam dunia industri. 5 Sumber : Studi Kasus Kelompok 2.3 Evaluasi Supplier Gambar 2.1 Contoh Superdecision Software Menurut Mandal dan Desmukh evaluasi supplier merupakan suatu proses yang dilakukan dalam memilih supplier yang terbaik yang dapat memberikan kualitas serta harga yang tepat yang dibutuhkan oleh pihak perusahaan (Andriana & Djatna, 2012, p.92). Terdapat beberapa kriteria evaluasi supplier, diantaranya adalah (Choi & Hartley, 1996, p.333) : 1. Kriteria keuangan 2. Konsistensi kualitas produk 3. Hubungan baik terhadap supplier. 4. Fleksibilitas konflik yang terjadi 5. Sebuah teknologi yang dimiliki 6. Sebuah pelayanan 7. Reliabilitas 8. Harga Apabila semua kriteria evaluasi supplier dapat dijalankan dengan baik, maka perusahaan akan memperoleh hasil yang lebih baik lagi daripada hasil yang sebelumnya. Apabila hasil yang diperoleh telah lebih baik daripada sebelumnya, maka perkembangan perusahaan akan menjadi lebih baik dan dapat terus bersaing dalam persaingan industri yang ada dalam industri yang sama. 2.4 AHP (Analytical Hierarchy Process) AHP dikembangkan oleh Profesor Thomas L. Saaty pada tahun 1970- an, dimana ditampilkan ke dalam suatu kerangka kerja yang kompeherensif untuk menata suatu keputusan dari masalah yang terjadi menjadi beberapa elemen yang kuantitatif dan saling berhubungan untuk mencapai suatu goal yang dimaksud (Ikhsan, 2011, p.131). Sistem pemilihan supplier yang terbaik dengan menggunakan metode AHP dapat dilihat dengan melakukan pembobotan dan pemilihan penilaian pembobotan yang terbesar untuk layak

dijadikan supplier yang terbaik bagi perusahaan. AHP juga dapat dijadikan sumber data dalam pembobotan kriteria pada proses ANP. AHP dibangun berdasarkan tiga prinsip dasar (Hayun, 2008, p.58), yaitu: 1. Prinsip Penyusunan Hirarki, dimana dilakukan pengidentifikasian masalah yang rumit dan kompleks menjadi jelas, detail, dan terukur. 2. Prinsip Penetapan Prioritas, dimana dilakukan metode perbandingan berpasangan (pairwise comparison) antara dua elemen sehingga semua elemen dapat tercakup. 3. Prinsip Konsistensi Logis, merupakan suatu cara untuk mencari hubungan antar elemen yang saling terkait dan menunjukkan konsistensi. Langkah langkah dalam AHP (Hayun, 2008, p.59), yaitu: 1. Definisikan permasalahan dan merincikan hal yang ingin dipecahkan. 2. Strukturkan masalah secara hirarki dari sudut pandang manajerial secara menyeluruh. 3. Buat matriks perbandingan untuk setiap elemen dalam hirarki. 4. Kumpulkan semua perbandingan yang diperlukan untuk mengembangkan matriks berpasangannya. 5. Kumpulkan semua pertimbangan yang diperlukan untuk memperoleh setiap prioritas agar dapat dihitung konsistensinya. 6. Lakukan langkah 3, 4, dan 5 untuk setiap langkah hirarki yang ada. 7. Bobotkan vektor vektor prioritas yang ada dengan bobot kriteria dan jumlahkan semua prioritas yang ada dengan nilai prioritas dari peringkat bawah berikutnya, lakukan itu seterusnya. Hasilnya adalah vektor prioritas menyeluruh untuk tingkat hirarki bawah. 8. Evaluasi konsistensi setiap hirarki dengan dengan mengalikan setiap indeks konsistensi dan menjumlahkan hasil kalinya. Apabila hasilnya kurang dari 0,1 maka hasilnya tidak konsisten. Langkah langkah menghitung rasio konsistensi (Hayun, 2008, p. 60): 1. Hitung λmaks: - Kalikan nilai kolom-n dengan bobot baris ke-n. - Jumlahkan hasilnya perbaris. - Bagi jumlah baris tersebut dengan bobot masing masing baris. - Hitung rata rata hasil jumlah tersebut, hasilnya adalah λmaks. 2. Hitung indeks konsistensi dengan rumus Cl =λmaks n n-1 n = ukuran matriks C l = indeks konsistensi λmaks = nilai eigen maksimum 6

7 Tabel 2.1 Nilai Indeks Acak (RI) OM 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 RI 0 0 0,58 0,59 1,12 1,24 1,32 1,41 1,45 1,49 1,51 1,48 1,56 1,57 1,59 Sumber : Hayun (2008, p.63) 3. Hitung rasio konsistensi CR = RI= indeks konsistensi, nilainya dapat ditentukan berdasarkan tabel Uji Konsistensi Hirarki : CCI = CI1 + (EV1). (CI2) CCR = RI1 + (EV1). (RI2) CRH = CRH CCI CRI Cl1 Cl2 EV1 R11 R12 : Rasio Konsistensi Hirarki. : Indeks Konsistensi Hirarki. : Indeks Konsistensi Acak Hirarki. : Indeks Konsistensi Perbandingan Berpasangan Hirarki Tingkat Pertama. :Indeks Konsistensi Perbandingan Berpasangan Hirarki Tingkat Kedua (Dalam bentuk vektor kolom). : Nilai Prioritas Matriks Perbandingan Berpasangan Hirarki Tingkat Pertama. : Indeks Konsistensi Acak Matriks Perbandingan Berpasangan Tingkat Pertama (j). : Indeks Konsistensi Acak Matriks Perbandingan Berpasangan Tingkat Kedua (j + 1). 2.5 ANP (Analytic Network Process) Analytic Network Process atau ANP merupakan pendekatan baru kualitatif yang dikembangkan oleh Profesor Thomas L. Saaty, pakar riset dari Pittsburgh University pada tahun 2006 (Bottero et al, 2007, p.5), dimaksudkan untuk menggantikan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Kelebihan metode ANP dari metodologi yang lain adalah kemampuannya untuk membantu kita dalam melakukan pengukuran sejumlah faktor-faktor dalam hirarki atau jaringan. Adapun tingkat perbandingan kepentingan untuk setiap elemen maupun cluster direpresentasikan dalam sebuah matrik dengan memberikan skala rasio dengan perbandingan berpasangan yang disebut dengan supermatriks, yang dimana untuk masingmasing skala rasio menunjukkan perbandingan kepentingan antara elemen di dalam sebuah komponen dengan elemen di luar komponen (outer dependence) atau di dalam elemen terhadap elemen itu sendiri yang berada di komponen dalam (inner dependence). Namun, tidak setiap elemen memberikan pengaruh terhadap elemen pada komponen lain, karena elemen

yang tidak memberikan pengaruh kepada elemen-elemen lain akan diberikan bobot atau nilai nol. Untuk pembobotan di dalam ANP, diperlukan suatu model yang menggambarkan keterkaitan antar kriteria/subkriteria atau alternatif. Ada dua kontrol untuk menggambarkan keterkaitan ini, yaitu kontrol hirarki untuk menunjukkan keterkaitan antar kriteria dan subkriteria dan yang kedua adalah kontrol keterkaitan untuk menunjukkan adanya keterkaitan antar kriteria/subkriteria. Bobot gabungan yang ada, diperoleh melalui pengembangan dari supermatriks. Tabel 2.2 Contoh Supermatrik 8 Criteria Goal Learning Friends Criteria School Life Vocational Training College Preparation Music Classes A Goal 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Learning 0.32 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Friends 0.14 0 0 0 0 0 0 0 0 0 School Life 0.03 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Vocational Training 0.13 0 0 0 0 0 0 0 0 0 College Preparation 0.24 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Music Classes 0.14 0 0 0 0 0 0 0 0 0 A 0.3676 0.16 0.33 0.45 0.77 0.25 0.69 1 B 0.3781 0.59 0.33 0.09 0.06 0.5 0.09 1 C 0.2543 0.25 0.34 0.46 0.17 0.25 0.22 1 Sumber : Saaty (2008, p.10) B C 2.6 Strategic Sourcing Pemilihan supplier adalah satu proses dimana suatu perusahaan melakukan identifikasi, evaluasi, dan kontrak terhadap supplier yang akan diajak untuk bekerjasama secara berkesinambungan/strategis (Rendon, 2005, p.7-8) Dengan pemilihan supplier yang tepat, maka suatu proses kerja yang dilakukan oleh perusahaan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Pemilihan supplier dapat diterapkan dengan penggunaan kontrak antara dua belah pihak. Selain itu, perusahaan juga dapat terus mengembangkan kinerja perusahaan menjadi lebih baik dan terus bersaing pada persaingan global. Bozarth dan Handfield (2013, p.223) menyebutkan ada beberapa sourcing strategies dalam supply chain management, yaitu: Single_sourcing Suatu metode dimana perusahaan hanya memilih satu perusahaan atau sumber saja sebagai sumber bahan bakunya. Dalam metode single sourcing, indirect cost yang dikeluarkan oleh perusahaan relatif lebih tinggi, keterlibatan hanya pada satu supplier saja, dan beresiko tinggi apabila ada masalah dari supplier. Metode ini biasanya dilakukan oleh perusahaan yang berbasis JIT (Just In Time). Multiple_sourcing Suatu metode dimana perusahaan memiliki lebih dari satu supplier dalam menjalankan usahanya. Dalam metode multiple sourcing, indirect cost yang dikeluarkan oleh perusahaan relatif lebih rendah, banyaknya kompetensi penawaran, fleksibilitas dalam mencari item yang diperlukan,dan biasanya perusahaan menggunakan metode ini untuk item yang mudah dicari. Cross_sourcing Suatu metode dimana perusahaan memilih satu supplier saja untuk barang barang atau service tertentu yang sejenis. Dual_sourcing Dimana perusahaan memilih dua supplier saja untuk membeli barang barang. 9 2.7 Software SPSS Untuk mengetahui valid dan reliabilitas data kuesioner yang diperoleh, maka digunakan software SPSS IBM versi 20 tahun 2007. Software SPSS IBM versi 20 tahun 2007 adalah software yang digunakan untuk perhitungan data statistics20 yang baik dan akurat (Nugroho et al, 2009, p.82).