Kuesioner Praskrining Perkembangan (KPSP) Anak

dokumen-dokumen yang mirip
Kualitas anak masa kini merupakan penentu

Anak memiliki ciri khas yaitu selalu tumbuh

Masalah perkembangan anak cenderung

SURAT PERNYATAAN MENJADI RESPONDEN. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Fakultas Kedokteran dan Ilmu

Fiva A Kadi, Herry Garna, Eddy Fadlyana Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (Santrock,2007). Masa bayi di mulai sejak berumur 1-12 bulan yang mana

16 Gangguan Perilaku Pada Anak: Encopresis

15 Gangguan Perilaku Pada Anak: Temper Tantrum

BAB I PENDAHULUAN. yang telah ada, maupun timbulnya perubahan karena unsur-unsur yang baru. 1

PERANCANGAN SISTEM PAKAR DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK BERBASIS MULTIMEDIA

10 Usaha Kesehatan Sekolah Dan Remaja

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan diarahkan pada meningkatnya mutu SDM yang berkualitas. Salah

Salah satu fungsi utama sistem endokrin adalah

Keterlambatan Perkembangan Umum (Global Developmental Delayed)

BAB I PENDAHULUAN UKDW. perkembangan fase selanjutnya (Dwienda et al, 2014). Peran pengasuhan tersebut

Deteksi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Balita

BAB I PENDAHULUAN. badan kurang dari 2500 gram saat lahir 1, sedangkan Berat Badan Lahir

SAMPUL LUAR... i SAMPUL DALAM...ii. PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii

BAB I PENDAHULUAN. manusia (SDM). SDM yang baik dapat diperoleh dengan mengoptimalkan. <3 tahun atau 0-35 bulan atau belum mengalami ulang tahun

PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR BAYI MELALUI STIMULASI IBU DI KELURAHAN KEMAYORAN SURABAYA

PENGARUH AKTIVITAS BERMAIN BOLA TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA TODDLER DI PAUD TUNAS CENDIKIA KEJAPANAN GEMPOL PASURUAN.

PERBEDAAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANTARA ANAK TAMAN KANAK-KANAK DI DAERAH PERKOTAAN DAN PERDESAAN MENGGUNAKAN INSTRUMEN DENVER II

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Hasil Plagiarism_Check SP_Tumbuh Kembang. 100 of % Contextual Spelling 0 Checking disabled. Grammar 0 Checking disabled

Jurnal Keperawatan, Volume XI, No. 2, Oktober 2015 ISSN HUBUNGAN PEMBERIAN STIMULASI IBU DENGAN PERKEMBANGAN BALITA DI POSYANDU

I. Pendahuluan Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita, karena pada masa ini pertumbuhan dasar akan mempengaruhi dan menentukan

DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG (DDTK)

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Balita di Kelurahan Baros Wilayah Kerja Puskesmas Baros Kota Sukabumi

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG STIMULASI VERBAL DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK PRASEKOLAH DI TK PGRI 116 BANGETAYU WETAN

18 Keterlambatan Bahasa Dan Bicara

PENELITIAN PEMBERIAN STIMULASI OLEH IBU UNTUK PERKEMBANGAN BALITA. Nurlaila*, Nurchairina* LATAR BELAKANG

DETEKSI DINI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS. dr. Atien Nur Chamidah PLB FIP UNY

HUBUNGAN PENGGUNAAN KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN (KPSP) DENGAN PENYIMPANGAN PERKEMBANGAN BALITA USIA BULAN

I Gusti Ayu Trisna Windiani, Soetjiningsih Bagian Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana RS Sanglah Denpasar

BAB I PENDAHULUAN. Para ahli mengatakan bahwa periode anak usia bawah tiga tahun (Batita)

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN FORMAL IBU DENGAN PERKEMBANGAN ANAK BALITA 1

HUBUNGAN LINGKAR KEPALA DAN PERKEMBANGAN BAYI DI POLI BAYI & TUMBUH KEMBANG RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU

BAB I PENDAHULUAN. sesuai dengan perkembangannya (Hariweni, 2003). Anak usia di bawah lima tahun (Balita) merupakan masa terbentuknya

Artikel Penelitian. Abstrak. Abstract. Vivit Erdina Yunita, 1 Afdal, 2 Iskandar Syarif 3

BAB I PENDAHULUAN. Usia toddler merupakan usia anak dimana dalam perjalanannya terjadi

PENGETAHUAN IBU TENTANG STIMULASI DENGAN PERKEMBANGAN BAYI USIA 0-12 BULAN

HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN TIDAK ASI EKSKLUSIF TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK USIA 3-12 BULAN NASKAH PUBLIKASI

PENGARUH PELATIHAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG BALITA (DTKB) TERHADAP MOTIVASI DAN KETRAMPILAN KADER DI DUSUN SORAGAN NGESTIHARJO KASIHAN BANTUL

BAB I PENDAHULUAN. yang bisa merangsang motorik halus anak. Kemampuan ibu-ibu dalam

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Jurnal Ilmu Kesehatan Anak

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan yang dimulai dari bayi hingga remaja. Anak usia prasekolah adalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Periode penting dalam masa tumbuh kembang seorang anak adalah masa

1 Tumbuh Kembang Anak

Sudarti 1, Afroh Fauziah 2 INTISARI PENDAHULUAN

Kata kunci :pengetahuan orang tua perkembangan bahasa anak prasekolah

Kata kunci: Anak autis, pengajaran berstruktur, metode TEACCH.

GAMBARAN KASUS PSIKOLOGI ANAK DI KLINIK TUMBUH KEMBANG ANAK RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA

BAB 1 PENDAHULUAN. Down, gangguan mental dan lain-lain. Oleh karena itu penyimpangan

MAKALAH KPSP DAN KPAP

Is There Any Specific Measurement to Monitor Growth and Development in Infant Born with Small for Gestational Age

Faktor-faktor yang berhubungan dengan keterlambatan perkembangan bayi usia 9 bulan

Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: X

Kekurangan gizi khususnya kekurangan

JUMAKiA Vol 3. No 1 Agustus 2106 ISSN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT

BAB I PENDAHULUAN. pada anak yang meliputi seluruh perubahan, baik perubahan fisik, perkembangan kognitif, emosi, maupun perkembangan psikososial yang

Kesehatan anak amat penting karena anak

HUBUNGAN ANTARA STIMULASI KELUARGA DENGAN PERKEMBANGAN BATITA LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH

Kemampuan berbahasa merupakan indikator

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN UKDW. organ-organ dan sistemnya yang terorganisasi (IDAI, 2002). personal social (kepribadian dan tingkah laku),

MODUL GLOMERULONEFRITIS AKUT

SATUAN ACARA PENYULUHAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

PENGARUH KARAKTERISTIK ORANGTUA DAN LINGKUNGAN RUMAH TERHADAP PERKEMBANGAN BALITA

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan adalah salah satu ciri khas pada. anak yang pasti terjadi, dimulai dari masa konsepsi

PERBEDAAN ASPEK PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH ANTARA SISWA BARU DAN SISWA LAMA DI SATUAN PAUD SEJENIS (SPS) CUT NYAK DIEN KRETEK, BANTUL

KERANGKA ACUAN STIMULASI DETEKSI DAN INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG (SDIDTK) ANAK

Nurin Fauziyah Akademi Kebidanan Pamenang Pare Kediri

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BALITA DI POSYANDU SURAKARTA. Sunarsih Rahayu Kementerian Kesehatan Politeknik Kesehatan Surakarta Jurusan Keperawatan

KARAKTERISTIK ORANGTUA DAN LINGKUNGAN RUMAH MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN BALITA

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan dan perkembangan pada masa pra sekolah merupakan tahap

METODOLOGI PENELITIAN

HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK KARTIKA X-9 CIMAHI 2012

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

PENGARUH COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY TERHADAP KEPATUHAN MENELAN OBAT PADA PASEN TB PARU DI POLIKLINIK RSUP DR HASAN SADIKIN BANDUNG

BAB I PENDAHULUAN. kejadian anak yang mengalami keterlambatan bicara (speech delay) cukup tinggi.

knowledge and the role of cadres in the implementation of early detection of toddlers development using KPSP Nuryani, Ayesha H.N, Nurwening T.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Hasil survei Badan Pusat Statistik pada tahun 2010 menyatakan bahwa dari

BAB III METODE PENELITIAN. multipara dengan Pap smear sebagai baku emas yang diukur pada waktu yang. bersamaan saat penelitian berlangsung.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang. Tahapan perkembangan merupakan tingkatan tumbuh dan

Pertumbuhan dan perkembang anak dalam keluarga dari segi. kesehatan

BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah penelitian di bidang Ilmu Kedokteran Jiwa.

BAB I PENDAHULUAN. tumbuh kembang anak dapat dengan mudah diamati. Tumbuh kembang

PROFIL TINGKAT PENGETAHUAN PENDERITA KUSTA TENTANG PENYAKIT KUSTA DI PUSKESMAS KEMUNINGSARI KIDUL KABUPATEN JEMBER

Konstipasi adalah penyakit dengan kelainan. Konstipasi dan Faktor Risikonya pada Sindrom Down. Ina Rosalina, Sjarif Hidayat

Transkripsi:

Sari Pediatri, Vol. 8, No. 1, Juni 2006: 9-15 Kuesioner Praskrining Perkembangan (KPSP) Anak Meita Dhamayanti Latar belakang. Masalah perkembangan anak seperti gangguan berbahasa, perilaku, autisme, saat ini makin meningkat dan sebagai upaya untuk menurunkan angka kejadiannya diperlukan deteksi dini. Skrining merupakan cara deteksi dini yang efektif, namun hal ini masih jarang dilakukan oleh dokter mungkin karena keterbatasan waktu dan biaya. Tujuan. Untuk mengetahui efektivitas KPSP sebagai alat praskrining perkembangan anak. Metoda. Merupakan penelitian cross sectional yang dilakukan pada Desember 2003 sampai Februari 2004 terhadap orang tua yang mempunyai anak umur 15-18 bulan di daerah kumuh wilayah kerja Puskesmas Padasuka, Kiaracondong dan Garuda Kota Bandung. Kuesioner yang digunakan adalah KPSP dan Denver II, yang dilakukan oleh tenaga terlatih. Hasil. Diantara 494 anak, diduga mengalami gangguan perkembangan 73 anak (15%) menurut KPSP dan 57 anak (12%) menurut Denver II. Sensitivitas dan spesifisitas KPSP masing-masing 60% dan 92%. Kesimpulan. Penggunaan KPSP dapat menimbulkan underdetection. Sebaiknya dilakukan revisi terhadap KPSP yang disesuaikan dengan Parent Developmental Questions (PDQ) II yang merupakan pengembangan Denver II. Penelitian sebaiknya dilakukan tidak hanya di daerah kumuh. Kata kunci: Skrining, KPSP, Denver II, PDQ II A nak memiliki suatu ciri yang khas yaitu tumbuh dan berkembang sejak saat konsepsi sampai berakhirnya masa remaja. Perkembangan merupakan sederetan perubahan fungsi organ tubuh yang berkelanjutan, teratur dan saling berkaitan. 1-5 Berbagai masalah perkembangan anak seperti keterlambatan motorik, berbahasa, perilaku, autisme, hiperaktif, dalam beberapa tahun terakhir ini semakin Alamat korespondensi: Meita Dhamayanti., dr.,spak Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK- UNPAD/RS Dr. Hasan Sadikin Bandung Jl. Pasteur No 38 Bandung Telp. 022-2034426. Fax. 022-2035957 E-mail : meita_d@yahoo.com meningkat, angka kejadian di Amerika serikat berkisar 12-16%, 6 Thailand 24%, dan Argentina 22%, 7 di Indonesia antara 13%-18%. 8 Lima tahun pertama kehidupan seorang anak merupakan masa kritis perkembangan karena pada masa ini terbentuknya dasar-dasar kepribadian manusia, kemampuan pengindraan, berpikir, ketrampilan berbahasa, berbicara, bertingkah laku sosial dan sebagainya. 1-5 Untuk mengurangi masalah perkembangan, perlu dilakukan upaya pencegahan sedini mungkin yaitu dengan melakukan deteksi dini. 1-5,9,10 Salah satu cara deteksi dini perkembangan yang sistematik, komprehensif, efektif, dan efisien adalah metoda skrining yang dapat dilakukan secara 4, 6,11,12 informal maupun formal. 9

Dokter maupun tenaga kesehatan adalah profesi yang paling mungkin melakukan deteksi dini keterlambatan perkembangan anak pada saat orangtua membawa anaknya untuk pemeriksaan rutin ataupun berobat karena sakit. Mereka akan selalu mendengarkan keluhan dan cerita orang tua pasien. 11 Walaupun demikian hanya sebagian dokter yang melakukan skrining secara rutin di tempat praktek. Di Amerika hanya 30% dokter anak yang melakukan skrining secara formal. Hal ini mungkin disebabkan keterbatasan waktu, pengetahuan, dan keterampilan dalam melakukan skrining. 6,11 Untuk mengurangi pengeluaran biaya dan waktu yang tidak perlu, pada tahap awal skrining dapat dilakukan oleh perawat atau tenaga medis terlatih dengan menggunakan kuesioner praskrining bagi orang tua, kemudian ditentukan anak yang membutuhkan evaluasi formal. 6,11 Dikenal beberapa kuesioner yang telah terstandarisasi. Glascoe mengembangkan metoda parents evaluation of developmental status (PEDS) yaitu kuesioner yang dapat diselesaikan dalam 5 menit, mempunyai sensitivitas dan spesifisitas tinggi, dan dapat membantu dokter untuk menggali keluhan orang tua mengenai gangguan perkembangan-perilaku putra putrinya. 6,12 Frankenburg dkk mengembangkan prescreening developmental questionnaire (PDQ) yang dikembangkan dari skrining Denver developmental screening test (DDST). 13 Formulir PDQ ini telah diterjemahkan dan dimodifikasi oleh tim Depkes RI pada tahun 1996 dan sedang direvisi pada tahun 2005, dikenal sebagai Kuesioner Praskrining Perkembangan (KPSP). Kuesioner ini direkomendasikan oleh Depkes RI untuk digunakan di tingkat pelayanan kesehatan primer sebagai salah satu upaya deteksi dini tumbuh kembang anak. 13,14,15 Salah satu skrining formal yang telah banyak digunakan oleh profesi kesehatan di dunia termasuk Indonesia yaitu Denver II yang merupakan revisi dari DDST. Skrining Denver II dilakukan dengan pemeriksaan langsung pada anak. 17 Suatu alat skrining harus memenuhi validitas, realibilitas, sensitivitas, spesifisitas, akseptabilitas, dan kesesuaian dengan kondisi setempat. Validilitas dan reliabilitas adalah parameter untuk mengetahui kualitas instrumen, sedang sensitivitas dan spesifisitas diukur dengan membandingkan tes perkembangan terhadap gold standard. 9 Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas KPSP sebagai alat praskrining perkembangan anak. Subjek dan Metoda Kuesioner praskrining perkembangan merupakan kuesioner untuk skrining pendahuluan anak umur 3 bulan sampai 6 tahun yang dilakukan oleh orangtua. Terdapat 10 pertanyaan mengenai kemampuan perkembangan anak, yang harus diisi (atau dijawab) oleh orangtua dengan jawaban ya dan tidak, sehingga hanya membutuhkan waktu 10-15 menit. Dalam penelitian ini jika jawaban ya kurang dari 9 dicurigai adanya masalah (suspek), jika jawaban ya 9-10 dianggap tidak ada masalah (normal). 13 (lihat lampiran Tabel KPSP) Skrining Denver II adalah skrining formal yang mempunyai reliabilitas yang cukup tinggi (interrates reability=0,99, test-retest reability=0,90). Kesimpulan hasil berupa normal atau dicurigai (suspek) adanya keterlambatan perkembangan. 17 Sesuai dengan lampiran Tabel Denver II. Penelitian dilakukan dari bulan Desember 2003 sampai Februari 2004 terhadap orang tua yang mempunyai anak umur 15-18 bulan di daerah kumuh wilayah kerja Puskesmas Padasuka, Kiaracondong dan Garuda Kota Bandung. Skrining perkembangan menggunakan KPSP dan Denver II yang dilakukan oleh tenaga terlatih berbeda. Hasil Dalam kurun penelitian (3 bulan) terdapat 494 anak berusia 15-18 bulan yang terdiri dari 246 anak perempuan dan 248 anak laki-laki. Sebaran subjek penelitian berdasarkan jenis kelamin dan karakteristik orangtua tertera pada Tabel 1. Pendidikan orang tua sebagian besar telah tamat SMA, dengan penghasilan rata Rp 100.000-250.000 per bulan. Gangguan perkembangan anak, dicurigai terjadi pada 73 anak (15%) menurut KPSP dan 57 anak (12%) menurut Denver II (Tabel 2). Sensitivitas dan spesifisitas KPSP masing-masing 60% dan 92% (Tabel 3) Pembahasan Keluhan orangtua (parent concern) terhadap perkembangan anaknya merupakan modal utama dalam melakukan deteksi dini gangguan perkembangan. Penelitian Glascoe menunjukkan hasil skrining formal pada anak, sekitar 80% anak 10

Tabel 1. Karakteristik subyek penelitian Variabel Karakteristik Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Pendidikan ibu SD SMP SMA tamat Perguruan Tinggi Ibu bekerja Ya Tidak Pendidikan ayah SD tamat SMP tamat SMA tamat Perguruan Tinggi Ayah bekerja Ya Tidak Pendapatan keluarga (rupiah) < 100.000 100.000-250.000 250.000-500.000 > 500.000 n 246 248 118 124 216 36 71 423 % 50 50 24 25 44 7 14 86 18 13 61 8 14 86 18 65 13 4 orangtua sangat membantu dalam identifikasi dan mempunyai nilai ketepatan yang tinggi apabila dikombinasikan dengan skrining yang telah distandarisasi. 6 Tes perkembangan yang baik harus mempunyai sensitivitas dan spesifisitas > 70 80% agar tidak menyebabkan overdetection atau underdetection. 6,11 Dari hasil penelitian ini dibandingkan Denver II, KPSP mempunyai sensitivitas 60% dan spesifisitas 92%. Dengan hasil seperti ini dapat menimbulkan underdetection karena sekitar 40% anak yang sebenarnya mempunyai kecurigaan keterlambatan perkembangan tidak terdeteksi oleh KPSP (false negative). Berbagai hal yang menjadi penyebab keadaan ini antara lain penggunaan alat yang tidak sepadan karena KPSP diterjemahkan dari PDQ yang dikembangkan dari DDST, 13 sedangkan sebagai gold standard digunakan Denver II yang merupakan revisi dari DDST. 17 Penyebab lain yaitu daerah yang dijadikan tempat penelitian merupakan daerah kumuh, sedangkan lingkungan dan pendidikan orangtua yang sebagian besar hanya tamat SMA dapat mempengaruhi pengetahuan orangtua mengenai perkembangan anak. Jumlah anak dengan kecurigaan keterlambatan perkembangan Tabel 2. Distribusi hasil skrining perkembangan menurut KPSP dan Denver Hasil Skrining Suspek Normal N 73 421 KPSP % 15 85 n 57 437 Denver II % 12 88 Tabel 3. Sensitivitas dan spesifisitas KPSP anak umur 15-18 bulan dibandingkan Denver II Suspek Denver II Normal KPSP Suspek Normal 34 23 39 398 Sensitivitas 34/34+23= 59,65; Spesifisitas 398/39+398=91,75; PPV 34/34+39=46,57; NPV 398/23+398=94,54 dengan keterlambatan perkembangan ternyata memang telah dikeluhkan orangtuanya, walaupun masih sekitar 20-25% keluhan orangtua tidak sesuai dengan hasil skrining. 12 Namun demikian dari berbagai penelitian dinyatakan bahwa keluhan menurut Denver II pada penelitian ini (12%) lebih rendah dibandingkan penelitian di daerah kumuh wilayah yang sama pada tahun 1998 (28,5%). 18 Hal ini disebabkan upaya deteksi dan intervensi dini keterlambatan perkembangan sering dilaksanakan 11

terhadap anak di beberapa daerah kumuh kota Bandung. 19 Dari penelitian ini dapat disimpulkan sebaiknya dilakukan revisi terhadap KPSP yang disesuaikan dengan PDQ II yang merupakan pengembangan Denver II. Penelitian sebaiknya dilakukan tidak hanya di daerah kumuh. Daftar Pustaka 1. Needlman RD. Growth and development. Dalam: Behrman RE, Kliegman, RM, Jenson HB, penyunting. Nelson textbook of pediatrics. Edisi ke-17. Philadelphia: WB Saunders Company; 2004. h. 23-66. 2. Hagerman RJ. Growth & development. Dalam: Hay WW, Hayward AR, Levin MJ, Sondheimer JM, penyunting. Current pediatric diagnosis & treatment. Edisi ke-14. Connecticut: Appleton and Lange; 1999. h. 1-17. 3. Ismael S. Ciri-ciri kelainan neurologis yang mudah dikenal. Dalam: Pusponegoro HD, penyunting. Kelainan neurologis dalam praktek sehari-hari. Naskah lengkap PKB IKA FKUI XXXIV: 21-22 April 1995; Jakarta, Indonesia. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 1995.h.125-33 4. Glascoe FP. Developmental screening. Dalam: Wolraich ML, penyunting. Disorders of developmental learning. Edisi ke-2. St. Louis: Mosby; 1996. h. 89-128. 5. Pollak M. Textbook of developmental pediatrics. Tokyo: Churchil Livingstone; 1993. 6. American Academy of Pediatrics, Committee on Children with Disabilities. Developmental surveillance and screening of infant and young children. Pediatrics. 2001;108:192-6. 7. Young ME. Early child development: investing in the future. Human Development Department (HDD) The World Bank; 1996. 8. Direktorat Bina Kesehatan Keluarga. Direktorat Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarkat. Pedoman deteksi dini tumbuh kembang balita. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 1998. 9. Yayasan Surya Kanti. Deteksi dini tumbuh kembang balita. Bandung: 2000. 10. Deteksi dini dan tatalaksananya. Simposium and Workshop Pertumbuhan dan Perkembangan Optimal pada Anak, Jakarta; 2003. 11. Blackman, JA. Developmental screening: infant, toddlers and preschoolers. Dalam: Levine MD, Carey WB, Crocker AC, penyunting. Developmental-behavioral pediatrics. Edisi ke 3. Philadelphia: Saunders: 1999; h. 669-95. 12. Glascoe FP, Dworkin PH. The role of parents in the detection of developmental and behavioral problems. Pediatrics. 1995;95:829-36. 13. Frankenburg WK, van Doorninck WJ, Liddell TN, Dick NP. The Denver pre-screening developmental questioner (PDQ). Pediatrics. 1976; 57:744-53. 14. Frankenburg WK, Fandal AW, Kemper MB. Developmental screening. Dalam: Frankenburg WK, Thornton SM, Cohrs ME, penyunting. Pediatric developmental diagnosis. New York: Thieme Stratton, Inc; 1981. h. 3:14-7. 15. Gunawan N. Pedoman deteksi dini tumbuh kembang balita. Jakarta: Depkes RI, 1994. 16. Gunawan N. Pedoman pembinaan perkembangan anak di keluarga. Jakarta: Depkes RI, 1993. 17. Frankenburg WK, Dodd J, Archer P, Saphiro H, Bresnick B. Denver-II Screening manual. Denver CO: Denver Developmental Materials Inc; 1990. 18. Susanah S, Rusmil K, Tanuwidjaya S. Gambaran perkembangan anak balita di daerah kumuh perkotaan kelurahan Sukapura Kecamatan Kiaracondong Kotamadya Bandung. Dipresentasikan pada KONIKA XI di Jakarta, 1999. 19. Dhamayanti M, Rusmil K, Fadlyana E. Pengaruh pemberian makanan tambahan formula tempe yang diperkaya dengan Chlorella dan Ester C terhadap tingkat perkembangan anak gizi kurang. Dipresentasikan pada KONIKA XII di Bali, 2002. 12

Lampiran Umur 15 Bulan (1 Tahun 3 Bulan) 1. Tanpa anda menggerakkan tangan anak anda, dapatkah ia mempertemukan dua balok kecil-kecil? Kerincingan bertangkai dan tutup panci tidak ikut dinilai. Ya Tidak 2. dapatkah anak anda jalan sendiri atau jalan dengan berpegangan Ya Tidak 3. tanpa bantuan, dapatkah anak anda bertepuk tangan atau melambai-lambai? Jawablah TIDAK jika ia membutuhkan bantuan. Ya Tidak 4. Dapatkan anak anda mengatakan pa pa jika ia memanggil atau melihat ayahnya? Dapatkah anak anda mengatakan ma ma jika ia memanggil atau melihat ibunya? Jawablah YA jika anak anda mengatakan salah satu diantaranya. Ya Tidak 5. Dapatkah anak anda berdiri sendiri tanpa berpegangan selama kira-kira 5 detik? Ya Tidak 6. Dapatkah anak anda berdiri sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik atau lebih? Ya Tidak 7. tanpa berpegangan atau menyentuh lantai, dapatkah anak anda membungkuk untuk memungut mainan atau benda lain di lantai dan kemudian berdiri kembali? Ya Tidak 8. Dapatkah anak anda menunjukkan apa yang diinginkannya tanpa menangis atau merengek? Ia dapat melakukannya dengan menunjuk, menarik atau mengeluarkan suara yang menyenangkan. Ya Tidak 9. Dapatkah anak anda berjalan sepanjang ruangan tanpa jatuh atau terhuyung-huyung? Ya Tidak 10. Jika anak anda memungut benda kecil seperti kacang, apakah ia mengambilnya dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk seperti gambar di bawah ini? Ya Tidak Umur 16 Bulan (1 Tahun 4 Bulan) 1. Dapatkah anak anda jalan sendiri atau jalan dengan berpegangan. Ya Tidak 2. Tanpa bantuan, dapatkah anak anda bertepuk tangan atau melambai-lambai? Jawablah TIDAK jika ia membutuhkan bantuan Ya Tidak 3. Dapatkan anak anda mengatakan pa pa jika ia memanggil atau melihat ayahnya? Dapatkah anak anda mengatakan ma ma jika ia memanggil atau melihat ibunya? Jawablah YA jika anak anda mengatakan salah satu diantaranya. Ya Tidak 4. Dapatkah anak anda berdiri sendiri tanpa berpegangan selama kira-kira 5 detik?. Ya Tidak 5. Dapatkah anak anda berdiri sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik atau lebih? Ya Tidak 13

6. Tanpa berpegangan atau menyentuh lantai, dapatkah anak anda membungkuk untuk memungut mainan atau benda lain di lantai dan kemudian berdiri kembali? Ya Tidak 7. Dapatkah anak anda menunjukkan apa yang diinginkannya tanpa menangis atau merengek? Ia dapat melakukannya dengan menunjuk, menarik atau mengeluarkan suara yang menyenangkan. Ya Tidak 8. Dapatkah anak anda berjalan sepanjang ruangan tanpa jatuh atau terhuyung-huyung? Ya Tidak 9. Jika anak anda memungut benda kecil seperti kacang, apakah ia mengambilnya dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk seperti gambar di bawah ini? Ya Tidak 10. Jika anda menggelindingkan bola ke anak anda, apakah ia menggelindingkan atau melemparkan kembali kepada anda? Ya Tidak Umur 17 Bulan (1 Tahun 5 Bulan)- 18 Bulan (1 Tahun 6 Bulan) 1. Tanpa bantuan, dapatkah anak anda bertepuk tangan atau melambai-lambai? Jawablah TIDAK jika ia membutuhkan bantuan Ya Tidak 2. Dapatkan anak anda mengatakan pa pa jika ia memanggil atau melihat ayahnya? Dapatkah anak anda mengatakan ma ma jika ia memanggil atau melihat ibunya? Jawablah YA jika anak anda mengatakan salah satu diantaranya. Ya Tidak 3. Dapatkah anak anda berdiri sendiri tanpa berpegangan selama kira-kira 5 detik?. Ya Tidak 4. Dapatkah anak anda berdiri sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik atau lebih? Ya Tidak 5. Tanpa berpegangan atau menyentuh lantai, dapatkah anak anda membungkuk untuk memungut mainan atau benda lain di lantai dan kemudian berdiri kembali? Ya Tidak 6. Dapatkah anak anda menunjukkan apa yang diinginkannya tanpa menangis atau merengek? Ia dapat melakukannya dengan menunjuk, menarik atau mengeluarkan suara yang menyenangkan. Ya Tidak 7. Dapatkah anak anda berjalan sepanjang ruangan tanpa jatuh atau terhuyung-huyung? Ya Tidak 8. Jika anak anda memungut benda kecil seperti kacang, apakah ia mengambilnya dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk seperti gambar di bawah ini? Ya Tidak 9. Jika anda menggelindingkan bola ke anak anda, apakah ia menggelindingkan atau melemparkan kembali kepada anda? Ya Tidak 10. Dapatkah anak anda memegang sendiri cangkir atau gelas dan meminum dari tempat tersebut tanpa tumpah? Ya Tidak 14

Sari Pediatri, Vol. 8, No. 1, Juni 2006 15