BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. food) yang kerap menjadi menu andalan bagi masyarakat Surabaya, produk lokal

PEMBUATAN BUKU MAKANAN TRADISIONAL SURABAYA SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN PRODUK LOKAL

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN KARYA. mendapatkan data data dalam menyelesaikan tugas akhir. Langkah langkah tersebut

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan yang cukup signifikan, dalam artian fotografi bukan hanya sebagai

BAB III DATA PROYEK. : Restoran Tradisional Jawa Timur. : Jl. LawangSewu Golf 2-18 Araya,

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN PERNYATAAN ORISINALITAS LAPORAN KATA PENGANTAR DAFTAR GAMBAR

Potret Sisikmelik Kabupaten Pekalongan

taste of Solo... Buku Menu

MADURA. Dra. Elly lasmanawati.msi

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL MEDIA INFORMASI MOTIF BATIK MERAK NGIBING

Food. bever ages. and P I N 2 7 C 3 6 F F B

PECEL. Dra.Elly Lasmanawati.MSi

TUGAS AKHIR LINGKUNGAN BISNIS

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Sejarah Singkat Perusahaan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

KULINER DAERAH Kabupaten Pandeglang

2016 STUDI KELAYAKAN BISNIS PADA RUMAH MAKAN SAUNG POJOK DADAHA KOTA TASIKMALAYA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

HeHeader

BAB IV IMPELE TASI KARYA

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan merupakan hal yang penting dalam hidup seseorang, namun

Lampiran 1. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas. Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items,938,941 24

BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA

Bab IV IMPLEMENTASI KARYA. seperti sang ayah menggunakan celana jeans, anak laki-lakinya menggunakan celana

BAB IV PEMBAHASAN. konsep, perancangan karya dan implementasi karya dalam tugas akhir ini.

PAKET NASI BAKAR. minimum order 20 box menu lauk utama dan inti dapat disesuaikan dengan selera anda dapat disajikan sesuai dengan keinginan anda

PEMBUATAN BUKU FOTOGRAFI MAKANAN (STUDI KASUS OBYEK MASAKAN JAWA TIMUR)

Terima Kasih Tuhan atas berkat dan rahmatmu untuk Dapur Solo...

Paket LaeLae Rp ,-/PAX 1. Nasi Putih 2. Sup 3. Ayam 4. Menu Pilihan 5. Kerupuk 6. Sambal 7. Buah 8. Air Mineral

Lezat & Praktis Tahu Pedas Manis Kontributor: Odilia Winneke; Foto: dok.g-shot

1.1 Latar Belakang Budaya kebudayaan

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

10 Kuliner Khas Palembang yang tak boleh dilewatkan!

BAB I PENDAHULUAN. makanan tidak hanya sekadar untuk mengenyangkan perut, kini orang. Globalisasi merupakan proses berkembangnya era baru dalam hal

WISATA KULINER Atribut Baru Destinasi Ubud

BAB I PENDAHULUAN. dikembangkan dan dilestarikan agar tidak hilang ditelan waktu. Banyak

Persyaratan dan Ketentuan Bazaar HUT RI ke- 72

PAKET PESTA ORANG (Rp ,- ++15%) PAKET PESTA ORANG (Rp ,- ++15%)

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

BAB I PENDAHULUAN. Wikipedia merupakan istilah umum untuk menyebut usaha yang menyajikan

BAB I PENDAHULUAN. tidak menentu. Bisnis rumah makan merupakan pilihan yang tepat di tenga situasi

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

Jogja s Best Panoramic View

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

@UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dewasa ini, perkembangan bisnis kuliner di D.I. Yogyakarta cukup

SIKLUS MENU RUMAH SAKIT RIZANI BULAN JANUARI 2014

MENU MAKAN PAGI. Talas dan ubi yang sudah digiling halus. Di aduk kemudian ditambahkan santan dan garam

KARYA ILMIAH USAHA AYAM KREMES NIM :

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS : GAGAH PRAYOGI : / S1-SI-2F STIMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Khas daerah yang dikenal (makanan ringan) Jawa Timur. Jajanan Tradisional

Sinopsis : Buku Batik Design berisikan pembahasan

BAB 2 DATA & ANALISA

Ayam Bakar Pedas/Manis+Nasi+Teh+Tempe/Tahu Ayam (Masak Lombok Ijo / Saus Tiram / Asam Manis / )+Nasi+Teh+Tahu/Tempe...

TUGAS AKHIR LINGKUNGAN BISNIS

TUGAS AKHIR MATA KULIAH LINGKUNGAN BISNIS

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

PROPOSAL Kedai Goyang lidah PasundanPeluang Bisnis

BAB III METODE PERANCANGAN. media promosi untuk membantu menjual jasa yang ditawarkan serta kurang

Key Word. KeyWord yang didapatkan dari hasil analisa yang telah dilakukan adalah : DYNAMIC and EXCLUSIVE. Diagram KeyWord

Namun, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk memulai bisnis nasi kuning.

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS SATE AYAM AMBAL. Akhmad Nur Prasetya Ginanjar S1 TI 2A /

BAB 5 HAS IL D AN PEMBAHAS AN DES AIN. food Enjoy! Fast Food bersifat vibrant dan loud, dan bergaya cartoonist. Out

TUGAS LINGKUNGAN BISNIS BERJUALAN MAKANAN ALA GEROBAK. DISUSUN OLEH : Nama : Rizqi Bayu Satrio NIM : Kelas : S1. SI.

1.Aceh. Makanan khas 34 Provinsi di Indonesia. Haslaman 1

BAB II DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN. khas Indonesia, western, oriental dan juga japan fussion. Selain itu mereka

BAB III STRATEGI PERANCANGAN PROMOSI RUMAH MAKAN DAPUR KERATON

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

PERANCANGAN BIOGRAFI VISUAL RAMINTEN. Anisa Bella

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha 1

TUGAS MATA KULIAH PRAKTIK PEMASARAN JUDUL TUGAS KUE CENIL SEBAGAI PELUANG USAHA EKONOMI KREATIF DAN UPAYA PELESTARIAN PANGAN LOKAL

PELUANG BISNIS USAHA MIE AYAM. Oleh : NAMA : YATIMAN KELAS : S1 SI 2C NIM :

Lampiran 1 Kuesioner Penelitian Kode Responden:

APLIKASI SISTEM PAKAR PEMILIHAN MENU MAKANAN DENGAN METODE FORWARD DAN BACKWARD CHAINING

TINGKAT PEMAHAMAN SISWA TENTANG MAKANAN LAUK PAUK DAN SAYUR TRADISIONAL DI SMA NEGERI 11 YOGYAKARTA

TUGAS MATA KULIAH LINGKUNGAN BISNIS AKHIR. Peluang Bisnis

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Bisnis ini dikelola secara bersama-sama dan tiap orang mempunyai tugas masing-masing, misalkan dari 5 orang

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB IV PRODUKSI MEDIA

BAB 2 DATA DAN ANALISA

PERANCANGAN FOTOGRAFI KULINER DAN MEDIA KOMUNIKASI VISUAL PONDOK JOWI

PERANCANGAN MODEL BISNIS KULINER TRADISIONAL JAWA TIMUR WARUNG BU TOMMY

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III JENIS, CARA PEMBUATAN, DAN MANFAAT DONBURI. Oyakodon merupakan makanan yang mirip dengan katsudon dan

Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak, Agustus 2006, Hal Vol. 1, No. 1 ISSN :

SOTO BANJAR. Elly Lasmanawati

CARA MEMBUAT: -Potong ayam menjadi 2 bagian atau belah membujur dadanya dan tekan hingga terbuka lebar. -Lumuri bumbu halus hingga rata

TUGAS KULIAH LINGKUNGAN BISNIS PELUANG BISNIS USAHA WARTEG ( WARUNG TEGAL )

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN

TUGAS CHARACTER BUILDING RESEP MAKANAN

BAB 4 METODE PERANCANGAN

[DataSet1] C:\Users\user\Desktop\Panti Asuhan\DATA PANTI ASUHAN.sav Statistics. Jenis Kelamin. Frequency Percent Valid Percent

TUGAS MATA KULIAH LINGKUNGAN BISNIS KARYA ILMIAH PELUANG USAHA. Ayam Goreng Kremes dan Sayur Asem

OLAHAN TAHU - TEMPE. Tahu goreng panir. Tahu pedas manis. Tahu siram daging. Orak arik tahu. Steak tofu. Tahu acar ayam

Transkripsi:

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA 4.1 Konsep Dengan menggunakan konsep Culture Rescue yang dibingkai dalam foto eksklusif, maka upaya untuk melestarikan produk lokal, akan tergambar jelas dalam sebuah buku. Pengambilan gambar visual mengutamakan daya tarik minat sebuah foto agar dapat mudah mengetahui informasi tentang makanan tradisional Surabaya, melestarikan makanan tradisional guna menjaga nilai local budaya Surabaya yang dalam bidang kuliner. Konsep yang mendasari buku ini ialah culture rescue yang memiliki sebuah pesan yakni melalui buku Surabaya Heritage Food ikut melesatarikan, menjaga dan ikut melindungi dari carut marutnya makanan asing yang mengutamakan cepat saji guna mempercepat efektifitas waktu dan buku Surabaya Heritage Food juga memberikan informasi melalui visual fotografi yang menarik dan informatif. 67

68 4.2 Implementasi Karya 4.2.1 Desain Cover Gambar 4.1 Desain Cover Konsep desain cover yang dipilih berdasarkan pertimbangan Surabaya memiliki kuliner yang dikenal oleh masyarakat luas. Pemilihan foto makanan lontong balap sebagai ilustrasi foto pada cover depan buku tak lepas dari sejarah mengapa disebut dengan lontong balap. Pada cover depan pemilihan font berdasarkan pertimbangan jenis font yang memberikan membumi dan memiliki

69 readibity. Sedangkan bahasa yang digunakan untuk judul ialah Surabaya Heritage Food, pemilihan bahas ini berdasarkan bahwa memiliki arti untuk melestarian dan menjaga eksistensi makana tradisional Surabaya serta penggunaan bahasa mudah untuk mengingat buku makanan tradisional Surabaya. Sedangkan untuk tagline yang disampaikan menggunakan bahsa Indonesia ialah bahasa yang digunakan sehari-hari dan dapat digunakan dalam berkomunikasi serta memilik arti bahwa makanan tradisional perlu penyelamatan sebagai produk lokal. Pada pewarnaan background dan font dipilih berdasarkan warna-warna yang diperoleh keyword. Sedangkan jenis font yang dipergunakan sebagai headline dan tagline ialah Harabara, font ini berjenis san serif, dimana font ini memiliki sifat kemudahan untuk membaca dan luwes ketika membacanya sehingga sesuai dengan keyword culter rescue.

70 4.2.2 Desain Cover belakang Gambar 4.2.2 Desain Cover belakang Cover belakang memiliki 4 foto makanan yang menjadi bagian dari isi buku. Foto tersebut berfungsi sebagai penekanan informasi secara visual makanan yang terdapat pada cover depan, sehingga pembaca dapat memahami serta mengerti dari sinopsis dari buku ini.

71 4.2.3 Desain Halaman Penerbit Gambar 4.2.3 Desain Halaman Penerbit Layout pada halaman penerbit ialah salah satu contoh menggunakan layout picture windows, yang lebih menekankan pada sisi gambar makanan tradisional Surabaya yaitu makanan tahu telur.

72 4.2.4 Desain Halaman Pengantar Gambar 4.2.4 Desain Halaman Pengantar Merujuk halaman pengantar yang berisi tentang sambutan penulis dan terdapat foto monument Sura & baya. Penggunaan layout picture windows pada halaman ini menekankan pembaca agar tidak merasa bosan dan jenuh ketika membaca pengantar dan menjadi daya tarik untuk membuka halaman selanjutnya.

73 4.2.5 Desain Halaman Persembahan Gambar 4.2.5 Desain Halaman Persembahan Merujuk pada halaman persembahan, dalam halaman terdapat ucapan terima kasih kepada banyak pihak yang sudah membantu, berpartisipasi dalam menyelesaikan buku makanan tradisional Surabaya.

74 4.2.6 Desain Halaman Daftar Isi Gambar 4.2.5 Desain Halaman Daftar Isi Merujuk pada halaman daftar isi, dalam halaman terdapat susunan atau urutan makanan tradisional Surabaya, sehingga masyarakat dapat melihat secara langsung letak halaman makanan yang disajikan.

75 4.2.7 Desain Picture Window Layout pada makanan Semanggi Surabaya Gambar 4.2.7 Desain Picture Window Layout Pada judul makanan tradisional Surabaya yaitu Semanggi Surabaya, menggunakan layout Picture window yang menekankan pada foto yang menjelaskan isi makanan semanggi serta dengan pengambilan foto secara close up maka terlihat jelas makanan semanggi surabaya ini dapat menarik minat masyarakat dan terdapat artikel yang menjelaskan makanan semanggi Surabaya tersebut.

76 4.2.8 Desain Picture Window Layout pada makanan Lontong Balap Gambar 4.2.8 Desain Picture Window Layout Pada lembar berikutnya judul makanan tradisional Surabaya ialah Lontong Balap. Pada makanan lontong balap menggunakan layout Picture window yang menekankan pada foto yang menjelaskan isi makanan lontong balap serta dengan sudut foto yang mendominasi isi layout tersebut, maka terlihat Lontong Balap ini dapat menarik minat masyarakat dan terdapat artikel yang menjelaskan makanan Lontong Balap.

77 4.2.9 Desain Picture Window Layout pada makanan Rujak Cingur Gambar 4.2.8 Desain Picture Window Layout Merujuk pada menu makanan tradisional Surabaya yaitu Rujak Cingur, dalam halaman ini menggunakan layout Picture window yang menekankan pada foto yang menjelaskan isi dari Rujak Cingur, terdapat lontong sebagai karbohidrat, tahu, tauge, buah-buahan dan bahan utama ialah cingur sapi yang menjadi ciri khas makanan tersebut. Dari segi tata layout artikel, terlihat lebih santai tidak terkesan tegas dan lebih luwes ketika membaca.

78 4.2.10 Desain Picture Window Layout pada makanan Rawon Gambar 4.2.10 Desain Picture Window Layout Merujuk pada halaman buku ini yang berjudul Rawon, terlihat bahwa layout ini menekankan pada sisi foto yang mendomimasi dari keluruhan bidang, yang ingin menjelaskan bahwa makanan Rawon memiliki makanan pelengkap seperti empal, tempe, dan telur asin serta disajikan dengan nasi, sambal dan tauge. Dari segi penataan layout terdapat 2 buah foto pendukung untuk menjelaskan makanan tersebut sehingga pembaca dapat tertarik akan makanan tersebut.

79 4.2.11 Desain Picture Window Layout pada makanan Bebek Surabaya Gambar 4.2.11 Desain Picture Window Layout Pada halaman buku ini yang berjudul Bebek Surabaya, terlihat bahwa layout ini menekankan pada sisi foto yang mendomimasi dari keluruhan bidang, yang ingin menjelaskan bahwa makanan Bebek Surabaya memiliki makanan pelengkap seperti lalapan, sambal serta disajikan dengan nasi dan gorengan tepung atau disebut dengan kremes. Dari segi penataan layout terdapat 3 buah foto pendukung dengan sudut pengambilan berbeda guna menjelaskan makanan tersebut sehingga pembaca dapat tertarik akan makanan tersebut.

80 4.2.12 Desain Picture Window Layout pada makanan Gado-Gado Surabaya Gambar 4.2.12 Desain Picture Window Layout Halaman makanan Gado-gado Surabaya, terlihat bahwa layout ini menekankan pada sisi foto yang mendomimasi dari keluruhan bidang, yang ingin menjelaskan bahwa makanan Gado-gado Surabaya memiliki sangat berbeda dengan gado-gado jakarta, informasi tersebut terdapat pada artikel yang tercantum dalam buku. Kemudian dari segi penataan layout artikel terdapat 3 baris artikel yang mengedepankan unsur legibility dan readibilty guna pembaca tidak jenuh.

81 4.2.13 Desain Quadran Layout pada makanan Lontong Kikil Gambar 4.2.12 Desain Quadran Layout Pada halaman berikut makanan tradisional khas Surabaya ialah Lontong Kikil, terlihat bahwa layout ini menampilkan 3 buah foto yang mendomimasi dari keluruhan bidang, yang ingin ditekankan bahwa makanan Lontong Kikil disajikan dengan irisan lontong, irisan daun bawang, dan taburan sambal kering serta diberikan jeruk nipis agar tercipta rasa segar ketika menikmatinya. Kemudian dari segi penataan layout artikel terdapat artikel yang mengulas lontong kikil serta mengutamakan unsur legibility dan readibilty guna pembaca tidak jenuh.

82 4.2.14 Desain Picture Window Layout pada makanan Tempe Penyet Gambar 4.2.14 Desain Picture Window Layout Pada halaman berikut makanan tradisional khas Surabaya yang sangat terjangkau harga ialah Tempe Penyet, terlihat bahwa layout ini ke-2 foto mendomimasi dari keluruhan bidang, yang ingin ditekankan bahwa makanan Tempe Penyet yang disajikan dengan lalapan dan nasi, kemudian dari sisi foto, yang di tekankan pada tekstur dari tempe yang dapat menggugah selera. Kemudian dari segi penataan layout artikel terdapat artikel yang mengulas makanan Tempe Penyet serta mengutamakan unsur legibility dan readibilty guna pembaca tidak bosan.

83 4.2.15 Desain Picture Window Layout pada makanan Sate Kelapa Gambar 4.2.15 Desain Picture Window Layout Pada sisi halaman berikut buku ini yang berjudul Sate Kelapa, terlihat bahwa layout ini menekankan pada sisi foto yang mendomimasi dari keluruhan halaman sehingga yang di tekankan pada halaman ini ialah menampilkan ekslusif dari makanan sate kelapa yang sudah menjadi bagian makanan tradisional Surabaya yang sudah mulai terkikis. Dari segi penataan layout terdapat 2 buah artikel yang menjelaskan makanan sate kelapa dibalut dengan kelapa dan ditusuk dengan bambu maupun dengan tusuk sate pada umumnya kemudian disiram dengan bumbu yang khas.

84 4.2.16 Desain Picture Window Layout pada makanan Tahu Tek Gambar 4.2.16 Desain Picture Window Layout Halaman berikut buku ini yang berjudul Tahu tek. Terlihat dari nama makanan sudah unik dan menjadi makanan tradisional kota Surabaya yang sudah menjadi bagian dari kota Surabaya. Dari segi penataan layout terdapat 2 buah foto yang menjadi dominan dari layout secara keseluruhan guna menampilkan kelezatan dari makanan tersebut serta tak lupa terdapat 3 baris artikel yang menjelaskan nama tahu tek tercipta dari mana hingga bumbu yang dicampur dengan petis Surabaya, yang dapat membuat makanan tahu tek menjadi nikmat.

85 4.2.17 Desain Quadran Layout pada makanan Tahu Telur Gambar 4.2.17 Desain Quadran Layout Window Pada salah satu judul makanan tradisional Surabaya yaitu Tahu Telur, pada halaman ini menggunakan layout quadran yang menekankan pada menu pilihan foto yang menjelaskan dari beberapa sudut atau angle pengambilan foto guna dapat menarik pembaca serta tidak membuat jenuh ketika membaca artikel yang sudah di sajikan tentunya dengan unsur legibility dan readibility.

86 4.2.18 Desain Picture Window Layout pada makanan Lontong Mie Gambar 4.2.18 Desain Picture Window Layout Halaman berikut buku ini yang berjudul Lontong Mie. Terlihat dari nama makanan hampir sama dengan lontong balap. Pada halaman ini terdapat 2 buah foto yang menjadi dominan dari layout secara keseluruhan guna menampilkan kelezatan dari makanan tersebut serta tak lupa terdapat 2 baris artikel yang menjelaskan Lontong mie hingga disajikan dengan pelengkap dari lontong mie itu sendiri.

87 4.2.19 Desain Quadran Layout pada makanan Ayam Goreng Pemuda Gambar 4.2.19 Desain Quadran Layout Window Pada halaman terakhir makanan tradisional Surabaya yaitu Ayam Goreng Pemuda, pada halaman ini menggunakan layout quadran yang menekankan pada menu pilihan foto yang menjelaskan dari beberapa sudut atau angle pengambilan foto sehingga dapat menarik pembaca serta tidak membuat jenuh ketika membaca artikel yang sudah di sajikan tentunya dengan unsur legibility dan readibility.

88 4.3 Desain Media Pendukung 4.3.1 Desain Poster Gambar 4.3.1 Desain Poster Pada media pendukung dalam buku makanan tradisional Surabaya berupa poster yang berukuran A3 (297x420mm) menggunakan desain layout yang dapat terlihat secara langsung dengan menampilkan sebagian dari makanan tradisional yang berada di dalam buku sehingga pembaca akan tertarik ketika melihat makanan tradisional Surabaya yang disajikan.

89 4.3.2 Desain Pembatas Buku Gambar 4.3.1 Desain Pembatas buku Pada media pendukung kedua dalam buku makanan tradisional Surabaya berupa pembatas buku yang berukuran 30x150mm menggunakan desain layout yang dapat terlihat secara langsung dengan menampilkan ikon kota Surabaya serta headline dan subheadline Surabaya Heritage Food sebagai judul buku makanan tradisional Surabaya.

90 4.3.3 Desain X-banner Gambar 4.3.3 Desain X-banner Pada media pendukung keetiga dalam buku makanan tradisional Surabaya berupa x-banner yang berukuran 60x160mm menggunakan desain layout yang dapat terlihat secara langsung dengan menampilkan sebagian makanan tradisional Surabaya yang sudah dikenal oleh masyatakat serta headline dan subheadline Surabaya Heritage Food sebagai judul buku makanan tradisional Surabaya.