BAB II LANDASAN TEORI

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II LANDASAN TEORI. Gas HHO merupakan hasil dari pemecahan air murni ( H 2 O (l) ) dengan proses

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sehingga dapat menghasilkan data yang akurat.

Kata Kunci: Brown s Gas, NaHCO 3, Katalis, Elektrolisis, Generator HHO tipr Dry Cell.

PENINGKATAN EFISIENSI KOMPOR GAS DENGAN PENGHEMAT BAHAN BAKAR ELEKTROLIZER

PENGARUH VARIASI DUTY CYCLE PADA PULSE WIDTH MODULATION TERHADAP PERFORMA GENERATOR GAS HHO TIPE BASAH (WET CELL) 9 PLAT SS 316L 10x10 mm.

LAPORAN TUGAS AKHIR PRODUKTIVITAS GAS HHO SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKAR DARI ELEKTROLISA TIDAK LANGSUNG

Optimalisasi Generator Gas HHO Tipe Wet Cell Dimensi 160x160 mm & 120x120mm Dengan Penambahan Digital Pulse Width Modulation Dan Netral Plat

BAHAN BAKAR KIMIA. Ramadoni Syahputra

Studi Karakteristik Generator Gas HHO Tipe Dry Cell dan Wet Cell berdimensi 80 x 80 mm dengan Penambahan PWM E-3 FF (1 khz)

I. PENDAHULUAN. premium dan solar. Kelangkaan terjadi hampir di seluruh kabupaten dan kota di

A rasy Fahruddin Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Generator HHO, wet cell, dan pelat berlubang.

Prosiding SNRT (Seminar Nasional Riset Terapan) Politeknik Negeri Banjarmasin, 9-10 Nopember 2016

Width B-339. dimaksudkan maka arus. generator. itu berarti. pada generator HHO. masyarakat. bakar yang tidak. dapat diperbaharui.

STUDI KARAKTERISTIK GENERATOR GAS HHO DRY CELL DAN APLIKASINYA PADA KENDARAAN BERMESIN INJEKSI 1300 CC

Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Kejuruan (JIPTEK)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

a. Harga minyak dunia naik BBM dalam negeri naik

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2014) ISSN:

BAHAN BAKAR KIMIA (Continued) Ramadoni Syahputra

JURNAL RONA TEKNIK PERTANIAN ISSN :

RANCANG BANGUN ALAT PENGHASIL GAS HIDROGEN UNTUK BAHAN BAKAR KOMPOR

BAB II LANDASAN TEORI. oksigen (O2) dan hydrogen gas (H2) dengan menggunakan arus listrik yang

BAB I PENDAHULUAN. merupakan suatu campuran komplek antara hidrokarbon-hidrokarbon sederhana

Karakterisasi Unjuk Kerja Generator Gas HHO Tipe Dry Cell dengan Elektroda Titanium dan Penambahan PWM

Efisiensi termal proses elektrolisis pada saat ini sudah dapat dioptimalkan dengan melakukan proses penyempurnaan pada generator HHO, sehingga dapat m

Jurnal Rekayasa Mesin Vol.4, No.1 Tahun ISSN X

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

(Fuel cell handbook 7, hal 1.2)

Pengaruh Konsentrasi Larutan Katalis dan Bentuk Elektroda dalam Proses Elektrolisis untuk Menghasilkan Gas Brown

PENGARUH PROSENTASE KOH TERHADAP PRODUKSI BROWN S GAS DALAM PROSES ELEKTROLISIS DENGAN MENGGUNAKAN ELEKTROLISER DRY CELL. Rifqi Mahaputra Rachman

PENGARUH KONSENTRASI KOH TERHADAP PRODUKSI HHO DALAM PROSES ELEKTROLISIS

Pengaruh Penambahan Gas HHO Terhadap Unjuk Kerja Mesin Diesel Putaran Konstan Dengan Variasi Massa Katalis KOH pada Generator Gas HHO

3. ELEKTROKIMIA. Contoh elektrolisis: a. Elektrolisis larutan HCl dengan elektroda Pt, reaksinya: 2HCl (aq)

PENGGUNAAN GENERATOR HHO TIPE DRY CELL UNTUK MEMPRODUKSI BROWN S GAS DENGAN KATALIS NaCl. Hadi Mutakkim

BAB I PENDAHULUAN. menipis. Konsumsi energi di Indonesia sangat banyak yang membutuhkan

LAMPIRAN II PERHITUNGAN

BAB II DASAR TEORI 2.1 SEJARAH HIDROGEN Watercar oleh Issac de Rivas. Pada tahun 1805 Isaac de Rivas berkebangsaan Swiss sebagai orang pertama

LAMPIRAN II PERHITUNGAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

ANALISA PERBANDINGAN UNJUK KERJA MESIN SEPEDA MOTOR DENGAN MENGGUNAKAN GENERATOR HHO DRY CELL DAN TANPA MENGGUNAKAN GENERATOR HHO DRY CELL

BAB I PENDAHULUAN. Cadangan potensial/ Potential Reserve. Cadangan Terbukti/ Proven Reserve. Tahun/ Year. Total

yang (H 2 ), Elektrolisis sebagai katalis. KOH akan sehingga terpecah yang tidak Namun gas HHO dengan sendirinya B. Generator HHO yaitu

PENGARUH VARIASI LARUTAN ELEKTROLIT TERHADAP PRODUKSI BROWN S GAS

Mengubah energi kimia menjadi energi listrik Mengubah energi listrik menjadi energi kimia Katoda sebagi kutub positif, anoda sebagai kutub negatif

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PEMRODUKSI GAS BROWN SEBAGAI BAHAN BAKAR DENGAN METODE ELEKTROLISIS

Pengaruh Tabung Evaporasi Pada Instalasi Generator Hidrogen. Terhadap Kandungan Polutan Gas Sisa Pembakaran Pada Motor Statis Honda Supra

PENGARUH VARIASI LUAS PERMUKAAN PLAT ELEKTRODA DAN KONSENTRASI LARUTAN ELEKTROLIT KOH TERHADAP DEBIT GAS HASIL ELEKTROLISIS AIR

PEMBUATAN ALAT PRODUKSI GAS HIDROGEN DAN OKSIGEN TIPE WETT CELL DENGAN VARIASI LUAS PENAMPANG

JURNAL RONA TEKNIK PERTANIAN ISSN :

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Setelah melakukan pengujian, penulis memperoleh data-data hasil pengujian

PENGARUH JARAK ANTAR CELL ELEKTRODA TERHADAP PERFORMA GENERATOR HHO TIPE DRY CELL

PENGARUH VARIASI ELEKTROLIT KALIUM HIDROKSIDA (KOH) PADA GENERATOR HHO TERHADAP UNJUK KERJA & EMISI GAS BUANG MESIN SUPRA X PGMFi 125 cc

PENGARUH INJEKSI GAS HIDROGEN TERHADAP KINERJA MESIN BENSIN EMPAT LANGKAH 1 SILINDER

BAB III METODOLOGI PELAKSANAAN

PRODUKSI BROWN S GAS PADA ELETROLIZER TIPE DRYCELL DENGAN MATERIAL ELEKTRODA BERBEDA

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Diagram konsumsi energi final per jenis (Sumber: Outlook energi Indonesia, 2013)

PENGARUH PENGGUNAAN FREKUENSI LISTRIK TERHADAP PERFORMA GENERATOR HHO DAN UNJUK KERJA ENGINE HONDA KHARISMA 125CC

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB II PEMBAHASAN. II.1. Electrorefining

PRODUKSI GAS HIDROGEN MELALUI PROSES ELEKTROLISIS SEBAGAI SUMBER ENERGI

Jurusan Pendidikan Kimia, FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta

APLIKASI REAKSI REDOKS DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI Oleh : Wiwik Suhartiningsih Kelas : X-4

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 2. RANGKAIAN LISTRIK DAN SUMBER ENERGI LISTRIKLatihan Soal 2.6

Fahmi Wirawan NRP Dosen Pembimbing Prof. Dr. Ir. H. Djoko Sungkono K, M. Eng. Sc

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PEMRODUKSI GAS BROWN DENGAN METODE ELEKTROLISIS BERSKALA LABORATORIUM

Sel Volta KIM 2 A. PENDAHULUAN B. SEL VOLTA ELEKTROKIMIA. materi78.co.nr

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. hidup manusia karena hampir semua aktivitas kehidupan manusia sangat tergantung

10/22/2015 BATERAI BATERAI BATERAI

PENGGUNAAN GENERATOR HHO PADA SEPEDA MOTOR DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM BI-FUEL DENGAN VARIASI LARUTAN ELEKTROLIT ABSTRACT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Hasil Penelitian dan Pembahasan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Hidrogen (bahasa Latin: hidrogenium, dari bahasa Yunani: hydro: air, genes:

SISTEM ELEKTROLISA AIR SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF PADA KENDARAAN

KOMPARASI PENGHASILAN HHO PADA GENERATOR SISTEM BASAH (WET) DENGAN ELEKTRODA BENTUK KERUCUT DAN PLAT DATAR TERPASANG HORISONTAL

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.2 DATA HASIL ARANG TEMPURUNG KELAPA SETELAH DILAKUKAN AKTIVASI

Handout. Bahan Ajar Korosi

PENGARUH PENAMBAHAN GENERATOR HHO TERHADAP UNJUK KERJA MESIN DIESEL OTOMOTIF KAPASITAS BESAR. Tugas Akhir Konversi Energi TEKNIK MESIN FTI-ITS

I. PENDAHULUAN. Permasalahan krisis energi dan polusi udara merupakan permasalahan besar

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENGHEMATAN BAHAN BAKAR SERTA PENINGKATAN KUALITAS EMISI PADA KENDARAAN BERMOTOR MELALUI PEMANFAATAN AIR DAN ELEKTROLIT KOH DENGAN MENGGUNAKAN METODE

BAB I PENDAHULUAN. Teknologi konverter elektronika daya telah banyak digunakan pada. kehidupan sehari-hari. Salah satunya yaitu dc dc konverter.

BAB II TEORI DASAR. pemicu kompresi dimana bahan bakar dinyalakan oleh suhu tinggi gas yang dikompresi, dan

Retno Kusumawati PENDAHULUAN. Standar Kompetensi : Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan seharihari.

Pengaruh Penggunaan Frekuensi Listrik terhadap Performa Generator HHO dan Unjuk Kerja Engine Honda Kharisma 125CC

LAPORAN PRAKTIKUM SATUAN PROSES 1 PEMBUATAN GAS HIDROGEN (H 2 ) DENGAN BAHAN DASAR AIR SECARA ELEKTROLISIS

Desain Elektrolisa Air Sebagai Bahan Bakar Kompor Gas

PENGARUH PROSENTASE FRAKSI MASSA NaOH (NATRIUM HIDROKSIDA) SEBAGAI KATALIS DALAM PROSES ELETROLISIS DENGAN MENGGUNAKAN ELEKTROLISER TIPE DRY CELL

ELEKTROKIMIA. VURI AYU SETYOWATI, S.T., M.Sc TEKNIK MESIN - ITATS

IMPLEMENTASI REKAYASA LISTRIK TENAGA MATAHARI PADA KOMPOR GAS BROWN

berat yang terkandung dalam larutan secara elektrokimia atau elektrolisis; (2). membekali mahasiswa dalam hal mengkaji mekanisme reaksi reduksi dan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Ketersediaan energi yang berkelanjutan merupakan salah satu isu yang cukup

Hand Out HUKUM FARADAY. PPG (Pendidikan Profesi Guru) yang dibina oleh Pak I Wayan Dasna. Oleh: LAURENSIUS E. SERAN.

Produksi Gas Oksigen Melalui Proses Elektrolisis Air Laut Sebagai Sumber Energi Ramah Lingkungan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA/ LANDASAN TEORI

Sudaryatno Sudirham ing Utari. Mengenal. Sudaryatno S & Ning Utari, Mengenal Sifat-Sifat Material (1)

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV HASIL DAN ANALISA. 4.1 Perhitungan konsumsi bahan bakar dengan bensin murni

Transkripsi:

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sejarah Oxyhydrogen (HHO) HHO atau yang juga dikenal dengan nama oxyhydrogen adalah teknologi yang sengaja dibuat open source tanpa paten. Strategi ini dibuat oleh sang penemu dengan niat tulus untuk menyelamatkan bumi dari polusi yang tidak terkendali sekaligus membantu warga dunia mendapatkan bahan bakar yang murah dan mudah didapat. Sejarah penemuan HHO sebagai bahan bakar dimulai pada tahun 1897 saat luther wattles dikabarkan menggunakan air sebagai bahan bakar untuk menggerakkan mobilnya. Selanjutnya pada tahun 1930 Rudolf A. Erren berhasil melakukan percobaan menggunakan air sebagai pengganti bahan bakar fosil. Kemudian pada tahun 1932 Henry Dad Garret asal Texas Amerika serikat menemukan sistem karburator untuk bahan bakar air. Hasil penemuannya ini kemudian di beli oleh perusahaan minyak dan tidak ada kabarnya lagi sampai hari ini. Setelah itu dapat dikatan bahwa inovasi teknologi HHO telah mati suri sampai pada tahun 1974 Yull Brown berhasil menemukan gas hasil elektrolisasi yang berupa campuran antara hidrogen dan oksigen (HHO) yang secara sempurna mampu dijadikan 6

7 bahan bakar untuk menggerakkan mesin. Oleh Yull Brown gas ini dipatenkan dengan namanya sendiri sebagai brown gas. Setelah penemuan ini ada beberapa penemuan penting tentang bahan bakar air ini, tapi yang paling fenomenal adalah penemuan Stenley Meyer yang berhasil dengan sempurna menemukan sistem elektrolisa air. Kemudian oleh stenley meyer gas hasil elektrolisa itu digunakan untuk menjalankan mobilnya tanpa tangki hidrogen dan tanpa bahan bakar fosil. Hasilnya pada tahun 1995 VW kodok miliknya berhasil menempuh jarak 160 km hanya dengan 3 liter air.(poempida, 2008) Sejak penemuan Stenly meyer tersebut, perkembangan teknologi gas HHO dari proses elektrolisi air berkembang sangat pesat. Banyak sekali penelitian-penelitian yang telah dilakukan dalam rangka menerapkan teknologi ini sebagai salah satu cara untuk menghemat energi. Salah satu contohnya adalah penelitian tentang penggunaan gas HHO sebagai penghemat bahan bakar kendaran bermotor yang terbukti dapat mengurangi konsumsi bahan bakar sampai 40% pada mobil Toyota Avansa. (Kompas, 20 juni 2008) 2.2 Elektrolisis Air Elektrolisis air adalah suatu proses reaksi kimia dengan cara mengalirkan arus listrik searah kedalam air atau larutan elektrolit (campuran air dan katalis). Proses elektrolisis tersebut bertujuan untuk melepaskan atom hidrogen dan atom oksigen yang merupakan struktur kimia air, sehingga akan didapatkan gas hidrogen dan oksigen dari reaksi ini. Dalam proses elektrolisasi air terdapat komponen-komponen yang menunjang proses untuk menghasilkan gas HHO seperti tabung elektrolizer, elektroda (katoda dan anoda), dan larutan elektrolit (Wahyudzin, 2012).

8 Gambar 2.1 Proses elektrolisis air [13] Proses elektrolisis yang terjadi adalah pada katoda, dua molekul air bereaksi dan menangkap dua elektron yang mengalir masuk kedalam katoda lalu tereduksi menjadi gas H 2 dan ion hidroksida (OH - ). Ion hidroksida hasil reaksi air pada katoda bergerak menuju anoda. Di anoda tersebut elektron terlepas menuju permukaan anoda dan bergerak kembali menuju power supply, akibat terlepasnya elektron tersebut dua buah ion OH - terurai membentuk air dan gelembung oksigen. Gas H 2 yang timbul dalam katoda dan gas O 2 yang timbul pada anoda hasil elektrolisis tersebut muncul berbentuk gelembung-gelembung gas kecil pada permukaan masing-masing elektroda. Sehingga dapat ditulis reaksinya : Katoda : 2H 2 O (l) +2e - 2OH-(aq) + H 2 Anoda : 2OH - ½ O 2 (g) + H 2 O (aq) + 2e - 2.3 Bahan Stainless Steel Sebagai Elektroda Elektroda berfungsi sebagai penghantar arus listrik dari sumber tegangan ke air yang akan dielektrolisis. Pada elektrolisis yang menggunakan arus DC, elektroda terbagi

9 menjadi dua kutup yaitu positif sebagai anoda dan negatif sebagai katoda. Material serta luasan elektroda yang digunakan sangat berpengaruh pada gas HHO yang dihasilkan dari proses elektrolisis air sehingga material elektroda harus dipilih dari material yang memiliki konduktifitas listrik yang tinggi serta ketahanan terhadap korosi yang baik. Stainless steel pada dasarnya adalah baja paduan logam besi (Fe) denga unsur paduan utama carbon (C), nikel (Ni), dan chromium (Cr). Stainless merupakan logam paduan yang memiliki konduktifitas dan ketahanan terhadap korosi yang relatife lebih baik dibanding dengan logam-logam paduan ataupun logam murni yang lainnya serta harganya juga relative lebih terjangkau. Secara garis besar stainless steel dapat dibedakan menjadi lima kelompok ( Harrold M. Cobb, 1999), yaitu : 1. Austenitic Stainless steel 2. Ferritic Stainless steel 3. Martensitic Stainless steel 4. Duplex Stainless steel (Austenitic Ferritic) 5. Precipitation Hardening Stainless steel

10 Tabel 1. Standart komposisi stainless steel Sumber : www.indonesian.alibaba.com Berdasarkan Tabel 1 dapat dilihat bahwa stainless steel tipe SS 316F, 316L, 316N, 317, 329, dan 304 mempunyai ketahanan korosi diberbagai lingkungan, sehingga stainless steel tipe ini sangat cocok digunakan sebagai elektroda pada proses elektrolisis air untuk memproduksi HHO (Wahyudzin, 2012). Salah satunya stainless steel tipe SS 316L merupakan stainless steel yang relatif banyak tersedia dipasaran. SS 316L juga merupakan elektroda yang paling baik untuk memproduksi gas HHO dikarenakan memiliki tingkat ketahanan korosi yang sangat baik dan dapat menghasilkan produksi gas yang paling besar (Gunawan, 2012).

11 2.4 Katalis Katalis adalah suatu zat yang digunakan untuk mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. [12] Dalam proses elektrolisis air, digunakan larutan elektrolit sebagai katalis. Dengan melarutkan elektrolit kedalam air akan meningkatkan konduktifitas listrik dari air. Oleh karena itu dengan menambahkan elektrolit sebagai katalis dalam proses elektrolisis akan menurunkan energi yang dibutuhkan, sehingga laju reaksi pemecahan molekul air menjadi lebih cepat. Dan apabila jumlah elektrolit yang dilarutkan ke air semakin banyak maka konduktifitas dari air akan semakin tinggi, maka laju produksi gas HHO yang dihasilkan akan semakin meningkat, akan tetapi jika elektrolit yang dilarutkan ke air terlalu banyak maka energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan gas HHO semakin besar karena larutan elektrolit akan semakin jenuh dan hal ini akan menghambat pergerakan ion-ion yang ada di dalamnya. Maka dari itu penting sekali untuk menentukan jumlah elektrolit yang akan digunakan pada proses elektrolisis air tersebut. (Wahyudzin, 2012) Larutan elektrolit yang biasa digunakan pada proses elektrolisis terdiri dari campuran antara KOH dan Aquades. KOH sendiri termasuk dari larutan basa (dari golongan IA, alkali tanah). Penggunaan larutan KOH dan aquades sebagai katalis dikarenakan dapat menghasilkan jumlah produksi gas paling banyak dan juga banyak tersedia di pasaran.

12 2.5 Generator HHO Generator HHO tersusun atas 2 komponen dasar, yaitu tabung atau tempat berlangsungnya proses elektrolisi, dan elektroda. Prinsip kerja generator ini adalah elektrolisiasi air, dimana sumber tenaganya berupa listrik yang berasal dari baterai ataupun aki. Generator HHO diklasifikasikan menjadi 2 jenis, (Yanur, 2013) yaitu : 1. Tipe Kering (dry type/ dry cell) Adalah generator HHO dimana sebagian elektrodanya tidak terendam elektrolit dan larutan elektrolit hanya mengisi celah antara elektroda itu sendiri. Keuntungan generator tipe kering adalah sebagai berikut : Air yang dielektrolisis hanya seperlunya, yaitu hanya air yag terjebak diantara lempengan cell. Panas yang ditimbulkan relatif kecil, karena selalu terjadi sirkulasi antara air panas dan dingin pada reservoir. Arus listrik yang digunakan relatif lebih kecil, karena daya yang terkonversi menjadi panas lebih sedikit.

13 Gambar 2.2 Generator HHO dry cell [3] 2. Tipe Basah (wett cell) Adalah generator HHO dimana semua elektrodanya terendam larutan elektrolit didalam sebuah bejana air. Keuntungan generator tipe basah adalah sebagai berikut : Gas yang dihasilkan umumnya lebih banyak dan stabil. Perawatan generator lebih mudah. Rancang bangun pembuatan generator HHO lebih mudah. Gambar 2.3 Generator HHO tipe wett cell [3]

14 2.6 Daya Generator HHO Untuk menghasilkan gas HHO dari air melalui proses elektolisis, dibutuhkan energi listrik. Energi listrik ini bisa bersumber dari baterai aki. Untuk menghitung besarnya daya yang dibutuhkan dapat menggunakan rumus sebagai berikut (Teguh, 2013) : P = V.I...(2.1) Dimana P = Daya yang dibutuhkan generator HHO (watt) (J/s) V = Beda potensial/voltase (Volt) I = Arus listrik (Ampere) 2.7 Laju Produksi Gas HHO Produk utama dari elektrolisis air pada generator HHO adalah gas HHO sehingga untuk mengetahui seberapa baik kinerja generator HHO perlu diketahui seberapa banyak gas yang dapat dihasilkan oleh sistem tersebut. Sehingga untuk mengetahui flowrate HHO dapat dicari menggunakan persamaan berikut ini (Teguh, 2013): Q HHO = V gashho /t (m 3 /s)...(2.2) Dimana Q HHO = Laju produksi gas HHO (m 3 /s) V gashho = Volume gas HHO yang dihasilkan (m 3 ) t = Waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan gas HHO (s)

15 2.8 Efesiensi Generator HHO Performa dari generator merupakan perbandingan antara energi yang berguna dengan energi yang diberikan pada suatu sistem. Adapun kegunaan perhitungan performa suatu alat-alat konversi energi adalah untuk mengetahui seberapa optimal alat tersebut dapat bekerja. Untuk mengetahui besarnya efisiensi generator HHO dapat dicari dengan persamaan sebagai berikut (Teguh, 2013) : ƞ HHO = Q HHO x ρ T HHO x LHV HHO P x 100 %...(2.3) Dimana ƞ HHO = Efisensi generator HHO Q HHO = Laju produksi gas HHO (m 3 /s) ρ HHO = Densitas HHO (kg/m 3 ) LHV HHO = Low Heating Value Gas HHO (J/kg) P = Daya generator gas HHO (watt) atau (J/s) Dimana menurut (Harman, 2013) setelah melakukan penelitian tentang HHO didapat nilai ρ HHO = 0.491167 kg/m 3 dan nilai LHV HHO = 13.25 J/kg. 2.9 PWM (Pulse Width Modulation) PWM merupakan rangkaian alat elektronika untuk mengontrol arus pull in yang besar dan untuk menghindari disipasi daya yang berlebihan pada baterai dan generator. PWM merupakan suatu metode untuk mengatur arus dan tegangan dengan cara

16 mengatur prosentase lebar pulsa terhadap periode dari suatu sinyal persegi dalam bentuk tegangan periodic yang diberikan ke motor sebgai sumber daya. (Ribut Pujo S., 2011) Sinyal PWM pada umumnya memiliki amplitudo dan frekuensi dasar yang tetap, namun memiliki lebar pulsa yang bervariasi. Lebar pulsa PWM berbanding lurus dengan amplitudo sinyal asli yang belum termodulasi. Artinya, sinyal PWM memiliki frekuensi gelombang tetap namun duty cycle bervariasi (antara 0% sampai 100%). Gambar 2.4 Sinyal PWM dan rumus perhitungannya Sebenarnya sinyal PWM dapat dibangkitkan dengan banyak cara, dapat menggunakan metode analog dengan rangkaian op-amp atau menggunakan metode digital. Dengan metode analog setiap perubahan PWM-nya sangat halus, sedangkan menggunakan metode digital setiap perubahan PWM dipengaruhi oleh resolusi dari PWM tersebut. Misalkan suatu PWM memiliki resolusi 8 bit berarti PWM ini memiliki variasi perubahan nilai sebanyak 28 = 256 variasi mulai dari 0 255 perubahan nilai yang mewakili 0% - 100% dari keluaran PWM tersebut.

17 Gambar 2.5 Pulsa PWM