Volume 12 Nomor 2 September 2015

dokumen-dokumen yang mirip
Volume 11 Nomor 2 September 2014

RESPONS PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS L.) AKIBAT PERLAKUAN VARIETAS DAN KONSENTRASI ZPT DEKAMON

Volume 10 Nomor 2 September 2013

RESPON TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) TERHADAP PEMBERIAN KOMPOS SAMPAH KOTA

PENGARUH PEMBERIAN NITROGEN DAN KOMPOS TERHADAP KOMPONEN PERTUMBUHAN TANAMAN LIDAH BUAYA (Aloe vera)

PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) AKIBAT PERBEDAAN JARAK TANAM DAN JUMLAH BENIH PER LUBANG TANAM

PENGARUH DOSIS PUPUK ANORGANIK NPK MUTIARA DAN CARA APLIKASI PEMUPUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN

Kajian Aplikasi Dosis Pupuk ZA dan Kalium Anak Agung Gede Putra 10

PENGARUH PEMBERIAN TIGA JENIS PUPUK KANDANG DAN DOSIS UREA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI (Capssicum annum L.)

Jurnal Cendekia Vol 12 No 1 Januari 2014 ISSN

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian

BAHAN METODE PENELITIAN

AGROVIGOR VOLUME 1 NO. 1 SEPTEMBER 2008 ISSN

PENGARUH DOSIS DAN WAKTU APLIKASI PUPUK UREA DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG (Zea mays, L.) PIONEER 27

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) PADA PEMBERIAN PUPUK NITROGEN. Ahmad Masud, Moh. Ikbal Bahua, Fitriah S.

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH PADA APLIKASI DOSIS PUPUK ORGANIK PADAT DAN CAIR

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB VI PEMBAHASAN. lambat dalam menyediakan unsur hara bagi tanaman kacang tanah, penghanyutan

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian

PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merill)

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian

Magrobis Journal 28. PENGARUH PUPUK ROSASOL-N TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELEDRI (Apium graveolens L.) ABSTRAK

PENDAHULUAN BAHAN DAN METODE

HASIL DAN PEMBAHASAN. kompos limbah tembakau memberikan pengaruh nyata terhadap berat buah per

III. BAHAN DAN METODE. Universitas Lampung pada titik koordinat LS dan BT

PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN

PENGARUH KOMPOS JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica alboglabra, L.) PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING

BAB IV METODE PENELITIAN. (Completely Randomized Block Design) dengan dua faktor yang disusun secara

JURNAL SAINS AGRO

PENGARUH PEMBERIAN MULSA ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. menunjukkan bahwa penggunaan jenis mulsa dan jarak

KARYA ILMIAH TENTANG. Oleh SUSI SUKMAWATI NPM

PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG BOGOR PADA BERBAGAI TINGKAT KERAPATAN TANAM DAN FREKUENSI PENYIANGAN*

Pengaruh Dosis dan Cara Pemberian Pupuk.I Putu Wisardja 130

RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI SAWI ( Brassica juncea L ) TERHADAP PEMBERIAN URINE KELINCI DAN PUPUK GUANO

III. BAHAN DAN METODE. Selatan yang diketahui memiliki jenis tanah Ultisol dan Laboratorium Ilmu Tanah

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK PELANGI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG (Solanum Melongena L)

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian

ADAPTASI BEBERAPA GALUR TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) DI LAHAN MEDIUM BERIKLIM BASAH DI BALI DENGAN BUDIDAYA ORGANIK

HASIL DAN PEMBAHASAN

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan yang sebelumnya dilakukan oleh

STUDY TENTANG TIGA VARIETAS TERUNG DENGAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian

MODIFIKASI LINGKUNGAN MIKRO MELALUI PEMANFAATAN MULSA DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX.

BAHAN DAN METODE. Pada musim tanam pertama penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai

PENGARUH PENGGUNAAN JARAK TANAM TERHADAP HASIL TANAMAN KACANG PANJANG ( VIGNA SINENSIS ) OLEH NINDA AYU RACHMAWATI

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapang Terpadu dan Laboratorium Ilmu

Percobaan 3. Pertumbuhan dan Produksi Dua Varietas Kacang Tanah pada Populasi Tanaman yang Berbeda

I. PENDAHULUAN. Kedelai (Glycine max [L.] Merr.) merupakan tanaman pangan terpenting ketiga

PEMBERIAN MOLASES DAN MULSA ORGANIK PADA MEDIA TANAM PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT GMELINA (GMELINA ARBOREA ROXB)

TATA CARA PENELITIN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. B. Bahan dan Alat Penelitian

BAB IV METODE PENELITIAN. (RAK) faktor tunggal dengan perlakuan galur mutan padi gogo. Galur mutan yang

I. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Suka Banjar Kecamatan Gedong Tataan

III. MATERI DAN METODE

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merrill) PADA BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK DAUN GROW MORE DAN WAKTU PEMANGKASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1.1 Hasil Hasil yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah buah, dan berat buah.

III. BAHAN DAN METODE. Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas

PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR (POC) LIMBAH TERNAK DAN LIMBAH RUMAH TANGGA PADA TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea reptans Poir) Oleh : Sayani dan Hasmari Noer *)

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian

PEMBERIAN MIKORIZA DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAHAN DAN METODE PENELITIAN. dengan ketinggian tempat ± 25 di atas permukaan laut, mulai bulan Desember

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PENGARUH DOSIS DAN WAKTU APLIKASI Azolla pinnata TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata (L.))

PERTUMBUHAN BIBIT JAMBU METE ( ANACARDIUM OCCIDENTALE L. ) PADA BERBAGAI KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUK UREA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Berdasarkan pengamatan pada pemberian pupuk organik kotoran ayam

MODIFIKASI LINGKUNGAN MIKRO MELALUI PEMANFAATAN MULSA DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX.

RESPON TIGA VARIETAS KEDELAI TERHADAP APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR DI TANAH ULTISOL

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

III. TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. B. Bahan dan Alat Penelitian. Penah atau pensil, Buku pengamatan. C.

PENGARUH DOSIS DAN LAMA PEMBENAMAN PUPUK HIJAU OROK-OROK (Crotalaria juncea L.) PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.

HASIL DAN PEMBAHASAN. Bio-slurry dan tahap aplikasi Bio-slurry pada tanaman Caisim. Pada tahap

III. METODE PENELITIAN. dan legum (kedelai, kacang tanah dan kacang hijau), kemudian lahan diberakan

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2013 musim ke-44 sampai

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Pertumbuhan Tanaman. Hasil sidik ragam 5% terhadap tinggi tanaman menunjukkan bahwa

BAB III METODE PENELITIAN. Ciparay, pada ketinggian sekitar 625 m, di atas permukaan laut dengan jenis tanah

PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN KETEPENG DAN ABU SABUT KELAPA UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus L.)

TATA CARA PENELITIAN

PENGARUH BERBAGAI MACAM PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.)

HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh Pemberian Kotoran Kambing Terhadap Sifat Tanah. Tabel 4.1. Karakteristik Tanah Awal Penelitian

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari Mei 2017 di Lahan Fakultas

LAMPIRAN A. Layout Penelitian Blok 1 Blok 2 Blok 3 (P0.Z1) (P1.Z0) (P2.Z1) (P1.Z0) (P2.Z1) (P2.Z2) (P1.Z1) (P0.Z1) (P1.Z1) (P0.Z0)

Peran Media Tanam dan Dosis Pupuk Urea, SP36, KCl Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.) dalam Polybag. Oleh: Susantidiana

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Pengkajian Teknologi

BAB I PENDAHULUAN. penting di Indonesia termasuk salah satu jenis tanaman palawija/ kacang-kacangan yang sangat

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Politeknik Negeri Lampung yang berada pada

I. PENDAHULUAN. famili Cucurbitaceae (tanaman labu-labuan) merupakan salah satu tanaman

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapang terpadu Universitas Lampung di

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Unit

METODE PELAKSANAAN. Percobaan ini dilaksanakan di lahan kering BPTP Sumatera Barat kebun

Sumber : Nurman S.P. (

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Lampung (POLINELA). Waktu

Percobaan 4. Tumpangsari antara Jagung dengan Kacang Tanah

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Lapangan Terpadu Universitas Lampung

PENGARUH PEMUPUKAN N, P, DAN K TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI DUA KULTIVAR GLADIOL (Gladiolus hybridus L.)

III. BAHAN DAN METODE

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Hasil sidik ragam parameter tinggi tanaman (lampiran 7.1) menunjukkan

Transkripsi:

Volume 12 Nomor 2 September 2015 ISSN 0216-8537 9 77 0 21 6 8 5 3 7 21 12 2 Hal. 87-204 Tabanan September 2015 Kampus : Jl. Wagimin No.8 Kediri - Tabanan - Bali 82171 Telp./Fax. : (0361) 9311605

PENAMPILAN TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus, L) AKIBAT PERLAKUAN PUPUK UREA DAN JUMLAH BIBIT PERLUBANG TANAM KETUT TURAINI INDRA WINTEN ANAK AGUNG GEDE PUTRA WAYAN LANA Ps. Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tabanan ABSTRAK Mentimun merupakan salah satu tanaman sayuran yang cukup penting, dimana jenis sayuran ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Karena banyak orang menggemari sayuran ini, maka akan memberi peluang besar dalam pengembangan sayuran ini. Salah satu cara meningkatkan hasil tanaman mentimun adalah perbaikan teknik budidaya dengan memberikan pupuk urea dalam jumlah yang cukup dan mengatur jumlah bibit per lubang tanam. Penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk urea pada tanaman dan mengatur jumlah bibit yang ditanam dalam satu lubang tanam terhadap tanaman mentimun yang dilaksanakan dari bulan Pebruari 2015 sampai dengan bulan April 2015. Berlokasi di Desa Gubug Kecamatan Tabanan, Kabupaten Daerah Tingkat II Tabanan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan yang dicoba terdiri dari dua faktor yang disusun secara faktorial, yaitu faktor pertama adalah pupuk urea (U) yang terdiri : U0 = 0 kg ha -1 ; U1 = 100 kg ha -1 ( 80 g petak -1 ) ; U2 = 200 kg ha -1 (160 g petak -1 ); U3 = 300 kg ha -1 (240 g petak -1 ). Faktor ke dua adalah jumlah bibit lubang -1 yang terdiri dari B1 = satu bibit lubang -1 (20.000 tanaman ha -1 ); B2 = dua bibit lubang -1 (40.000 tanaman ha -1 ); B3 = tiga bibit lubang -1 (60.000 tanaman ha -1 ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara pemberian pupuk urea dan jumlah bibit lubang -1 nyata sampai sangat nyata terhadap sebagian besar parameter yang diamati kecuali panjang tanaman dan jumlah buah panen tanaman -1. Hasil buah segar ha -1 tertinggi diperoleh pada pemberian pupuk urea 300 kg urea ha -1 dengan satu bibit lubang -1 tanam sebesar 71,33 t ha -1. Hasil ini tidak berbeda nyata dengan pemberian pupuk urea 300 kg urea ha -1 dengan dua bibit lubang -1 (63,80 t ha - 1 ) dan pemberian pupuk urea 200 kg urea ha -1 dengan dua bibit lubang -1 (65,07 t ha -1 ). Perlakuan pupuk urea dan perlakuan jumlah bibit lubang -1 memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap semua parameter yang diamati Kata kunci : pupuk urea, jumlah bibit lubang -1, pertumbuhan, hasil, mentimun (Cucumis sativus L.). PENDAHULUAN Mentimun adalah salah satu sayuran buah yang cukup diminati masyarakat. Pemerintah selalu berusaha meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan pasar walaupun mentimun tidak termasuk komoditas unggulan hortikultura. Mentimun dimanfaatkan masyarakat Indonesia sebagai bahan olahan acar, asinan bahkan bahan industri kosmetik dan obat-obatan. Dalam 100 g mentimun mengandung 15 kalori, 0,8 protein, 0,1 pati, 3 g karbohidrat, 30 mg fosfor, 0,5 mg besi, 0,02 thianine, 0,01 riboflavin, natirum 5,00 mg, 176 niacin 0.10 mg, abu 0,40 mg, 14 mg asam, 0,45 IU vitamin A, 0,3 IU vitamin B1 dan 0,2 IU vitamin B2 (Sumpena, 2001). Data yang dihimpun dari Direktorat Jenderal Hortikultura Departemen Pertanian didapatkan rata-rata produksi mentimun di Indonesia selama tahun 2007-2011 cenderung fluktuatif 9,93 ton per hektar dari luas panen rata-rata 55.809 ha per tahun dan produksi rata-rata 544.983 ton per tahun (Zulkarnain, 2013). Produksi mentimun di Indonesia tergolong masih rendah hanya 10 ton per hektar walaupun sebenarnya mempunyai Majalah Ilmiah Untab, Vol. 12 No. 2 September 2015

potensi yang sangat tinggi mencapai 49 ton per hektar (Idris, 2004). Berbagai usaha untuk meningkatkan hasil mentimun, diantaranya perbaikan teknik budidaya, seperti penggunaan dosis pupuk yang tepat, penggunaan bibit dalam lubang tanam,varietas yang unggul, pengaturan jarak tanam (Samadi 2002). Untuk meningkatkan hasil produksi tanaman mentimun diperlukan pemupukan yang tepat sesuai anjuran. Tujuan pemupukan adalah menambah zat hara yang diperlukan tanaman ke dalam tanah agar diperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman yang lebih baik serta mengganti zat hara yang terangkut bersama hasil atau yang tercuci oleh air hujan. Karena keterbatasan kemampuan tanah sebagai media tumbuh tanaman menyediakan unsur hara yang memadai dalam arti macam maupun jumlahnya, maka diperlukan pemupukan. Pupuk nitrogen dalam bentuk urea sudah menjadi kebutuhan bagi tanaman. Pupuk anorganik diberikan dua minggu setelah pemberian pupuk kandang, ada pun takaran pemberian pupuk Urea 4,25 gr/tanaman, SP36 3,2 gr/tanaman dan KCL 3 gr/tanaman (Lingga, 1991). Sedangkan menurut (Intan, 2010) takaran dosis pupuk kimia untuk tanaman mentimun Urea 3 gr/tanaman, SP36 2 gr/tanaman dan KCL 2 gr/tanaman. Tanaman menyerap N sebagian besar dalam bentuk ion NO3 dan NH4 +. Nitrogen merupakan unsur mobil didalam tanaman, oleh karena itu unsur N sangat di butuhkan bagi tanaman selain menambah kesuburan tanah juga meningkatkan hasil produksi (Subagyo,2009). Manfaat pupuk urea bagi tanaman mentimun adalah untuk merangsang pertumbuhan akar, batang dan daun. Selain itu urea mengandung nitrogen berperan penting dalam pembentukan hijau daun yang sangat berguna dalam pembentukan fotosentesis (Jumin, 2007). Selain pemupukan, jumlah bibit lubang -1 tanam juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun. Jumlah benih yang terlalu banyak akan menyebabkan kualitas buah menurun (buah berukuran kecil), kendati-pun jumlah buahnya banyak. Hal ini disebabkan terjadinya persaingan tanaman dalam mendapatkan faktor-faktor tumbuh. Hasil penelitian Abdurrazak,dkk (2013) menyatakan hasil mentimun lebih baik diperoleh pada penggunaan 1 benih per lubang tanam. METODE PENELITIAN Penelitian dilaksanakan dilahan sawah di Desa Gubug Kecamatan Tabanan, Kabupaten Daerah Tingkat II Tabanan dengan ketinggian tempat 50 m dpl dari bulan Pebruari 2015 sampai dengan bulan April 2015. Bahan yang digunakan adalah bibit mentimun varietas Vanda, pupuk urea,sp 36,pupuk KCl, sevin, Matador 25 EC, Dithane M.45. Alat alat yang digunakan adalah sabit, cangkul, tali, tugal,ajir,meteran,ember,pisau, hand sprayer, kantong plastik, timbangan, oven dan alat tulis. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan yang dicoba terdiri dari dua faktor yang disusun secara faktorial, yaitu faktor pertama adalah pupuk urea (U) yang terdiri : U0 = 0 kg ha -1 ; U1 = 100 kg urea ha -1 ( 80 g petak -1 ) ; U2 = 200 kg urea ha -1 (160 g petak -1 ); U3 = 300 kg urea ha -1 (240 g petak -1 ). Faktor ke dua adalah jumlah bibit lubang -1 yang terdiri dari B1 = satu bibit lubang -1 (20.000 tanaman ha -1 ); B2 = dua bibit lubang -1 (40.000 tanaman ha -1 ); B3 = tiga bibit lubang -1 (60.000 tanaman ha -1 ) Lahan dibersihkan dari sisa sisa tanaman, selanjutnya dibuat petakan-petakan dengan ukuran 4,0 m x 2,0 m, jarak antar petak dalam satu ulangan 0,30 m, jarak antar ulangan 1 m, dibuat lubang tanaman dengan jarak 0,5 m x 1,0 m sehingga terdapat 16 lubang tanam dalam satu petak. Sebelum bibit ditanam terlebih dahulu dikecambahkan selama 2 hari 2 malam. Kemudian benih ditanam sedalam kurang lebih 1 cm dan penanaman bibit sesuai dengan perlakuan. Sebelum bibit ditanam petakan diberikan pupuk dasar SP 36 dengan dosis 150 kg ha -1 (120 g petak -1 ) dan pupuk KCl dengan dosis 100 kg ha -1 (80 g petak -1 ), sedangkan pupuk urea sesuai perlakuan diberikan tiga tahap. Tahap pertama diberikan ¼ dari dosis Ketut Turaini Indra Winten, A.A. Gede Putra, Wayan Lana,Penampilan Tanaman... 177

yang digunakan, untuk perlakuan U0 tidak diberikan pupuk urea. U1 diberikan sebanyak 20 g petak -1 (1,25 g lubang -1 ). U2 diberikan sebanyak 40 g petak -1 (2,5 g lubang -1 ) dan U3 diberikan 60 g petak -1 (3,75 g lubang -1 ). Pemupukan ke dua diberikan setelah tanaman berumur 15 hst yaitu ¼ dari dosis yang digunakan. Selanjutnya pemupukan ketiga diberikan setelah tanaman berumur 30 hst yaitu sebanyak ½ bagian dari dosis yang digunakan, U0 tidak diberikan pupuk, U1 diberikan 40 g petak -1 (2,5 g lubang -1 ), untuk U2 diberikan sebanyak 80 g petak -1 (5 g lubang -1 ) dan U3 diberikan sebanyak 120 g petak -1 (7,5 g lubang -1 ). Pemupukan dilakukan secara tugal kurang lebih 10 cm dari pangkal tanaman. Parameter yang diamati antara lain: panjang tanaman, jumlah daun tanaman -1, index luas daun umur 40 hst, jumlah bunga betina, jumlah buah terbentuk tanaman -1, jumlah buah panen tanaman -1, berat segar buah panen tanaman -1, berat basah brangkasan tanaman -1 di atas tanah, berat kering oven brangkasan diatas tanah tanaman -1, hasil buah segar ha -1. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5 % bila interaksi tidak nyata, sedangkan bila interaksi nyata sampai sangat nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5 % (Gomez dan Gomez,1995) HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil analisis statistika menunjukkan signifikansi efek perlakuan dosis pupuk urea dan jumlah bibit lubang -1 serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun dapat dilihat pada ( Tabel 1). Pada tabel 1 terlihat bahwa efek perlakuan pupuk urea (U) berpengaruh sangat nyata( p < 0,01) terhadap semua parameter yang diamati. Perlakuan jumlah bibit lubang -1 (B) berpengaruh sangat nyata ( p < 0,01) terhadap semua parameter yang diamati, sedangkan interaksi antara perlakuan dosis pupuk urea dengan jumlah bibit lubang -1 (UB) berpengaruh nyata (p < 0,05) sampai sangat nyata (p < 0,01) terhadap sebagian besar parameter yang diamati, kecuali terhadap parameter panjang tanaman,jumlah buah panen tanaman -1 berpengaruh tidak nyata (p > 0,05) Tabel 1. Signifikansi efek perlakuan pupuk urea dan jumlah bibit lubang -1 serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun No Parameter yang diamati Perlakuan U B UB 1 Panjang tanaman (cm) ** ** ns 2 Jumlah daun tanaman -1 (helai) ** ** ** 3 Index luas daun umur 40 hst ** ** * 4 Jumlah bunga betina tanaman -1 (kuntum) ** ** * 5 Jumlah buah terbentuk tanaman -1 (buah) ** ** * 6 Jumlah buah panen tanaman -1 (buah) ** ** ns 7 Berat segar buah panen tanaman -1 (kg) ** ** ** 8 Berat basah brangkasan tanaman -1 (g) ** ** ** 9 Berat kering oven brangkasan tanaman -1 (g) ** ** ** 10 Hasil buah segar ha -1 (ton) ** ** * Keterangan: ns = berpengaruh tidak nyata (p 0,05) * = berpengaruh nyata (p < 0,05) * = berpengaruh sangat nyata (p > 0,01) Berdasarkan hasil analisis statistika didapatkan bahwa terjadi interaksi yang tidak nyata (p 0,05) antara perlakuan dosis pupuk urea dengan jumlah bibit lubang -1 terhadap panjang tanaman dan jumlah buah panen tanaman -1 (Tabel 2) 178 Majalah Ilmiah Untab, Vol. 12 No. 2 September 2015

Efek tunggal dari dosis pupuk urea terhadap panjang tanaman tertinggi didapat pada dosis 300 kg ha -1 (U3) yaitu 338,30 cm,meningkat sebesar 20,52% dari terendah pada tanpa pupuk urea sebesar 280,70 cm. Hasil ini tidak berbeda nyata dengan pemberian 200 kg ha -1 (327,50 cm) dan, sedangkan jumlah bibit lubang -1 untuk panjang tanaman tertinggi didapat pada 3 bibit lubang - 1 sebesar 331,90 cm, meningkat 10,45% dibanding 1 bibit lubang -1 sebesar 300,50 cm. Hasil ini berbeda nyata dengan perlakuan yang lain. Efek dari dosis pupuk urea terhadap jumlah buah panen tanaman -1 tertinggi didapat pada dosis 300 kg ha -1 (U3) yaitu 4,72 buah, meningkat 29,32% dibanding terendah pada tanpa dosis pupuk urea yaitu 3,65 buah,sedangkan jumlah bibit lubang -1 terhadap jumlah buah panen tanaman -1 tertinggi didapat pada 1 bibit lubang -1 yaitu sebesar 6,49 buah meningkat 175% dari hasil terendah pada 3 bibit lubang -1 sebesar 2,36 buah. Tabel 2. Efek pemberian pupuk urea dan jumlah bibit lubang -1 terhadap panjang tanaman dan jumlah buah panen tanaman -1 pada tanaman mentimun Perlakuan Panjang tanaman (cm) jumlah buah panen tanaman -1 (buah) Pupuk urea (kg ha -1 ) 0 (Uo) 280,70 c 3,65 d 100 (U1) 314,70 b 4,09 c 200 (U2) 327,50 ab 4,52 b 300 (U3) 338,30 a 4,72 a BNT 5 % 13,33 0,26 Jumlah bibit lubang -1 1 (B1) 300,50 c 6,49 a 2 (B2) 313,60 b 3,89 b 3 (B3) 331,90 a 2,36 c BNT 5 % 11,55 0,22 Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama berarti berbeda tidak nyata pada uji BNT taraf 5 % Efek dari interaksi antara dosis pupuk urea dan jumlah bibit lubang -1 terhadap jumlah daun tanaman -1 dapat dilihat pada tabel 3a. Dari tabel 3a didapat hasil tertinggi pada U3B1 sebesar 71,06 helai dan terendah pada U0B3 sebesar 17,63 helai. Untuk index luas daun umur 40 hst hasil tertinggi pada U3B3 sebesar 2,79 dan terendah pada U0B1 sebesar 1,07. Sedangkan jumlah bunga betina tanaman -1 tertinggi pada U3B1 sebesar 13,39 buah dan terendah pada U0B3 sebesar 4,39 buah. Efek dari interaksi antara dosis pupuk urea dan jumlah bibit lubang -1 terhadap jumlah buah terbentuk tanaman -1 dapat dilihat pada tabel 3a. Hasil tertinggi pada U3B1 sebesar 10,4 buah meningkat 205,88% dari yang terendah pada U0B3 sebesar 3,4 buah, terhadap berat segar buah panen tanaman -1 hasil tertinggi pada U3B1 sebesar 3,19 g, meningkat 578,72% dari yang terendah pada U0B3 sebesar 0,47 g, sedangkan terhadap berat basah brangkasan tanaman -1 hasil tertinggi pada U3B1 sebesar 1422,70 g dan terendah pada U0B3 sebesar 211,34 g. Efek dari interaksi antara dosis pupuk urea dan jumlah bibit lubang -1 terhadap berat kering oven brangkasan tanaman -1 dapat dilihat pada tabel 3b. Hasil tertinggi pada U3B1 sebesar 181,05 g dan terendah pada U0B3 sebesar 26,42 g, terhadap hasil buah segar ha -1 hasil tertinggi pada U3B1 sebesar 71,33 t, meningkat 152,94% dari yang terendah pada U0B3 sebesar 28,20 t. Ketut Turaini Indra Winten, A.A. Gede Putra, Wayan Lana,Penampilan Tanaman... 179

Tabel 3a. Rata rata parameter yang diamati akibat interaksi antara dosis pupuk urea dan jumlah bibit lubang -1 (UxB) pada tanaman mentimun Perlakuan Jumlah daun tanaman -1 (helai) Index luas daun umur 40 hst ( hst) Jumlah bunga betina tanaman -1 ( buah ) Jumlah buah terbentuk tanaman -1 ( buah) Berat segar buah panen tanaman -1 ( g) U 0B 1 U 0B 2 U 0B 3 U 1B 1 U 1B 2 U 1B 3 U 2B 1 U 2B 2 U 2B 3 U 3B 1 U 3B 2 U 3B 3 55,56 d 30,39 g 17,63 i 60,58 c 33,00 f 19,06 i 66,33 b 36,39 e 20,75 h 71,06 a 37,08 e 21,08 h 1,07 g 1,03 efg 1,47 b 1,25 fg 1,83 cd 2,30 b 1,40 efg 1,95 c 2,58 ab 1,65 cde 1,80 cd 2,79 a 11,33 c 6,33 e 4,39 f 12,17 b 6,56 e 4,64 f 12,50 b 7,22 d 4,75 f 13,39 a 7,56 d 4,75 f 8,7 d 4,8 h 3,4 j 9,2 c 5,3 g 3,8 ij 9,9 b 5,9 f 3,9 i 10,4 a 6,4 e 4,2 i 2,05 d 0,91 g 0,47 j 2,43 c 1,12 f 0,57 ij 2,90 b 1,63 e 0,69 hi 3,19 a 1,78 e 0,80 gh Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama berarti berbeda tidak nyata pada uji Duncans taraf 5 % Tabel 3b. Rata rata parameter yang diamati akibat interaksi antara dosis pupuk urea dan jumlah bibit lubang -1 (UxB) pada tanaman mentimun Perlakuan Berat basah brangkasan tanaman -1 (g) Berat kering oven brangkasan tanaman -1 (g) Hasil buah segar ha -1 (t) U 0B 1 U 0B 2 U 0B 3 U 1B 1 U 1B 2 U 1B 3 U 2B 1 U 2B 2 U 2B 3 U 3B 1 U 3B 2 U 3B 3 920,92 d 411,00 g 211,34 j 1090,99 c 505,50 f 258,00 ij 1308,67 b 732,00 e 312,00 hi 1422,70 a 802,50 e 361,50 gh 115,11 d 51,37 b 26,42 j 136,38 c 63,19 f 32,25 ij 162,71 b 91,50 a 39,00 hi 181,05 a 100,31 a 45,60 gh 43,93 cd 36,53 de 28,20 f 48,67 c 44,93 c 34,40 ef 58,07 b 65,07 ab 41,60 cdf 71,33 a 63,80 ab 48,22 c Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama berarti berbeda tidak nyata pada uji Duncans taraf 5 % Pembahasan Dari tabel 1 dapat dilihat bahwa perlakuan dosis urea (U) dan jumlah bibit lubang -1 (B) berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap semua parameter yang diamati, interaksi antara perlakuan dosis urea dan jumlah bibit lubang -1 berpengaruh nyata sampai sangat nyata (P<0,01) terhadap semua parameter yang diamati kecuali panjang tanaman dan jumlah buah panen tanaman -1 berpengaruh tidak nyata (P> 0,05). Tinggi nya hasil buah segar ha -1 dari interaksi perlakuan dosis urea dan jumlah bibit lubang -1 pada perlakuan 300 kg urea ha -1 dan satu bibit lubang -1 (U3B1) sebesar 71,33 t, disebabkan karena meningkatnya organ-organ tanaman yang berfungsi dalam menghasilkan asimilat dimana pertumbuhan lebih lanjut tanaman berbading lurus dengan produksi 180 Majalah Ilmiah Untab, Vol. 12 No. 2 September 2015

asimilat yang dihasilkan oleh daun. Pemberian 300 kg urea ha -1 dengan satu bibit lubang -1 meningkatkan jumlah daun sebesar 303,06 % dibandingkan dengan jumlah daun terendah sebesar 17,63 helai. Peningkatan jumlah daun akan mendukung indeks luas daun. Meningkatnya kedua parameter ini akan meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap sinar matahari yang masuk pada daun sehingga aktifitas fotosintesis semakin meningkat yang menyebabkan fotosintat yang dihasilkan semakin banyak untuk pertumbuhan dan perkembangan organ tanaman. Peningkatan luas daun dan panjang tanaman diikuti dengan meningkatnya berat segar buah tanaman -1 menandakan terjadi peningkatan proses fotosintesis dengan semakin lebarnya daun, sehingga berat buah yang dihasilkan semakin tinggi. Gardner et al. (1991) menyatakan laju fotosintesis akan meningkat dengan meningkatnya luas daun tanaman sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik. Hasil buah segar ha -1 nyata dipengaruhi oleh pemberian pupuk urea dan satu bibit lubang -1. Hal ini dimungkinkan karena pupuk urea mengandung unsur nitrogen yang tinggi untuk pertumbuhan tanaman dan waktu ketersediaan pupuk urea juga lebih cepat sehingga lebih cepat dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Prihmantoro (2002) menyatakan nitrogen diperlukan tanah untuk merangsang pertumbuhan tanaman, terutama pada batang, cabang dan daun, selain itu unsur ini juga berguna dalam pertumbuhan hijau daun (klorofil), protein, lemak dan senyawa organik lainnya. Whiteman (1980) dan Humphreys (1981) menyatakan bahwa pemberian pupuk nitrogen, disamping meningkatkan pertumbuhan juga dapat meningkatkan produksi bahan kering. Selain itu jumlah satu tanaman lubang -1 akan mengurangi kompetisi terhadap unsur hara dan cahaya matahari, sehingga tanaman tumbuh lebih baik. Semakin tinggi pemberian pupuk urea dan tanpa adanya kompetisi tanaman terhadap faktor-faktor tumbuh maka akan meningkatkan karbohidrat malalui proses fotosintesis yang akan digunakan untuk membentuk bagian vegetatif tanaman seperti panjang tanaman, jumlah daun dan indeks luas daun. Sumpena (2004) menyatakan bahwa jumlah benih lubang -1 sangat menentukan hasil mentimum. Hal ini disebabkan karena dengan penanaman 1 (satu) benih per lubang tanam, tanaman lebih leluasa tumbuh dan berkembang, tanpa mengalami kompetisi dengan tanaman lain dalam mendapatkan berbagai faktor tumbuh. Lebih lanjut Soewito (1990) menyatakan bahwa jumlah benih per lubang merupakan faktor yang harus diperhatikan sehingga tanaman dapat tumbuh dengan optimal. Tanaman yang ditanam hanya 1(satu) benih per lubang tanam akan lebih leluasa dalam mendapatkan cahaya matahari dan memberikan kesempatan pada tanaman untuk melakukan pertumbuhan ke arah samping, dan sangat mempengaruhi terbentuknya cabang, sehingga hasil tanaman menjadi lebih baik. Hasil buah segar ha -1 yang tinggi juga disebabkan oleh tingginya jumlah buah terbentuk tanaman -1 dengan korelasi positif (r = 0,990** dan 0,741**), berat segar buah panen tanaman -1 dengan korelasi positif (r = 0,998 ** dan 0,775**), serta jumlah buah panen tanaman -1. Tingginya jumlah buah terbentuk tanaman -1 dan berat segar buah panen tanaman -1, berhubungan dengan berat basah brangkasan tanaman -1 dengan korelasi positif (r = 0,993 ** dan 0,998 **) serta berat kering oven brangkasan tanaman -1 dengan korelasi positif (r = 0,995 ** dan 0,998**). Semakin tinggi pemberian pupuk urea dan semakin rendah terjadinya kompetisi terhadap faktor tumbuh (satu bibit lubang -1 ) menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang semakin baik dibandingkan dengan tanpa pemberian pupuk urea dan kompetisi yang semakin tinggi (tiga bibit lubang -1 ). Hal ini terlihat dari nilai berat basah dan kering oven brangkasan tanaman -1. Berat basah dan kering oven brangkasan tanaman -1 tertinggi dihasilkan pada pemberian pupuk urea 300 kg urea ha -1 dengan satu bibit lubang -1 (1422,70 g dan 181,05 g) meningkat masing-masing sebesar 573,18 % dan 585,28 % dibandingkan dengan hasil terendah pada perlakuan tanpa pemberian pupuk urea dengan tiga bibit lubang -1 yaitu masing-masing sebesar 211,34 g dan 26,42 g (Tabel 3b) Ketut Turaini Indra Winten, A.A. Gede Putra, Wayan Lana,Penampilan Tanaman... 181

SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan beberapa hal yaitu : 1. Perlakuan dosis pupuk urea dan jumlah bibit lubang -1 mempunyai efek yang nyata terhadap semua parameter yang diamati 2. Interaksi antara dosis pupuk urea dan jumlah bibit lubang -1 yang tertinggi pada hasil buah segar ha -1 diperoleh pada pemberian 300 kg urea ha -1 dengan satu bibit lubang -1 sebesar 71,33 t ha -1 3. Hasil mentimun lebih baik diperoleh pada penggunaan pupuk urea 300 kg ha -1 dengan penggunaan satu bibit lubang -1 tanam Saran Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut di tempat yang berbeda dengan perlakuan yang sama, sehingga nantinya hasilnya dapat dibandingkan dengan hasil penelitian ini DAFTAR PUSTAKA Abdurrazak, A., Hatta, M., Alnun Marliah.2013. Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L) akibat Perbedaan Jarak Tanam dan Jumlah Benih Per Lubang Tanam Budiastuti, M. S. 2000. Penggunaan triokontanol dan jarak tanam pada kacang hijau (Phaseolus radiatus). http://www.iptek. net.id. Buckman, H.O., Brady,N.C. 1982. Ilmu Tanah. (terjemahan). Jakarta: Bhratara Karya Aksara Gardner. F.P., Pearce. R.B., Mitchell. L.R. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. (terjemahan). Jakarta : Universitas Indonesia (Press). Gomez, K. A., Gomez, A.A. 1995. Prosedur Statistik Untuk Penelitian Pertanian. Jakarta : Universitas Indonesia Press. 698 hal Humphreys, L.R.1981. Tropical Pasture Utilisation. Cambridge : Cambridge University Press. Idris, M. 2004. Respon Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Akibat Pemangkasan dan Pemberian Pupuk ZA. Jurnal Penelitian Bidang Ilmu Pertanian. 2 (1): 17-24. Intan, 2010. Aneka Jenis Media Tanam dan Penggunaannya. Jakarta : Penebar Swadaya Jumin. 2007. Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Pemberian Pupuk Kascing Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Melon. Yogyakarta : Kanisius Lingga.1991. Aneka Jenis Tanaman dan Penggunaannya. Jakarta: Penebar Swadaya Musnamar, E.I. (2003). Pembuatan dan Aplikasi. Pupuk Organik Padat. Jakarta: Penebar Swadaya Nyakpa, M.Y., Lubis, A.M., Pulung, M.A., Amrah, A.G., Munawar,A.,Hong, G.B., Hakim, N. 1988. Kesuburan Tanah. Universitas Lampung. Prihmantoro, H. 2002. Pemupukan Tanaman Sayuran. Jakarta : Penebar Swadaya. Samadi, B. 2002. Teknik Budidaya Mentimun Hibrida.Yogyakarta: Kanisius. Soewito, M. 1990. Memanfaatkan Lahan Bercocok Tanam Timun. Jakarta:Titik Terang. Sumpena, U. 2001. Budidaya Mentimun Intensif dengan Mulsa Secara Tumpang Gilir. Jakarta : Penebar Swadaya. Hal, 1-46. Sumpena, U. 2004. Budidaya Mentimun Intensif dengan Mulsa Secara Tumpang Gilir. Jakarta: Penebar Swadaya. Whiteman, P.C. 1980. Tropical Pasture Science. Oxford : Oxford University Press. Zulkarnain. 2013. Budidaya Sayuran Tropis. Jakarta : Bumi Aksara. 182 Majalah Ilmiah Untab, Vol. 12 No. 2 September 2015