Laboratorium Handal dan Terakreditasi

dokumen-dokumen yang mirip
PROPIL BALAI BESAR POM DI PEKAN BARU

BALAI BESAR POM DI PONTIANAK

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Bandar Lampung

BALAI BESAR PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN DI SURABAYA

TUGAS POKOK DAN FUNGSI

PROFIL BALAI POM DI KUPANG

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

Alamat : Jln.Brigjen H. Hasan Basri No.40, Banjarmasin - Kalimantan Selatan 70124, Telp. : Fax. :

Sesuai dengan struktur organisasi, tugas tiap bidang sebagai berikut :

PROFIL BALAI BESAR POM DI MATARAM

Obat dan Makanan Terjamin Aman, Bermutu dan Bermanfaat

KEADAAN UMUM INSTANSI MAGANG

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Laboratorium 1.56,5 m2, dan rumah dinas dengan luas 357 m2 serta fasilitas

LAKIP TAHUN BADAN POM i

KEADAAN UMUM DAN LINGKUNGAN

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. Berdirinya Badan Pengawas Obat dan Makanan di Indonesia yang

STRUKTUR ORGANISASI, TUGAS, dan FUNGSI BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN

MATRIK 2.3 RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN KEMENTERIAN/ LEMBAGA TAHUN 2011

BALAI BESAR PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN DI BANDA ACEH

Disampaikan oleh. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Yogyakarta Jl Tompeyan I Tegalrejo Yogyakarta Telp (0274) , Fax (0274) ,

MODUL BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN (BPOM)

PROFIL BALAI BESAR PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN DI DENPASAR

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK TAHUN 2007 TENTANG

Rencana Strategis Balai Besar POM di Makassar Tahun A. KONDISI UMUM

PETA BISNIS PROSES. Registrasi Obat dan Produk Biologi, Pendaftaran Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan POM-02. Evaluasi Produk dan Administrasi

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Surabaya Jalan Karangmenjangan No.20 dan 22 Surabaya Telepon (031) , , fax (031)

BAB III WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB BBPOM DALAM PENGAWASAN TERHADAP DISTRIBUSI OBAT TRADISIONAL DI KOTA BANDUNG

Lampiran-1 RINCIAN TAMBAHAN FORMASI CPNS PUSAT DARI PELAMAR UMUM BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN TAHUN ANGGARAN 2014

II. TINJAUAN PUSTAKA Keamanan Pangan

PENGUMUMAN : KP

PROFIL DINAS PERUMAHAN RAKYAT, KAWASAN PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN KABUPATEN LAHAT

UNIVERSITAS INDONESIA

1.1. KONDISI UMUM BAB I. PENDAHULUAN

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Gambaran Umum Balai Besar POM Pekanbaru. 1. Pengertian dan Latar Belakang Balai Besar Obat dan Makanan

UNIVERSITAS INDONESIA

UNIVERSITAS INDONESIA

BERITA RESMI STATISTIK

UNIVERSITAS INDONESIA

ALOKASI PUPUK UREA UNTUK KOMODITI HORTIKULTURA TAHUN 2015 Satuan: Ton

Daftar Rekapitulasi Bisnis Proses Badan Pengawas Obat dan Makanan

DAFTAR INFORMASI PUBLIK BADAN POM


RENCANA KINERJA TAHUNAN BADAN POM TAHUN Target Program

B. Syarat Khusus : 1. Mampu berbahasa Inggris dengan baik, secara lisan maupun tulisan; 2. Memiliki kompetensi jabatan yang dibutuhkan;

RENSTRA BALAI BESAR PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN di YOGYAKARTA BADAN POM RI

PENGUKURAN KINERJA KEGIATAN BADAN POM TAHUN Uraian. permohonan. Pengawasan. pendaftaran Produk. pangan sebelum Berbahaya. dan Bahan.

UNIVERSITAS INDONESIA

UNIVERSITAS INDONESIA

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 79 TAHUN 2016 TENTANG

Dra. Endang Pudjiwati, Apt., MM NIP

LAKIP 2012 BALAI BESAR POM DI SURABAYA IKHTISAR EKSEKUTIF 0

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 45 TAHUN 2016 TENTANG

GUBERNUR SUMATERA BARAT

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT

UPAYA PERBAIKAN TATA KELOLA PERIZINAN OBAT

GUBERNUR SUMATERA BARAT PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR 75 TAHUN 2017 TENTANG

Sekretaris Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BADAN POM. Organisasi Unit Pelaksana Teknis. Organisasi. Tata Kerja.

BUPATI BANGKA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

KATA PENGANTAR. Drs. Bosar M. Pardede., Apt., M.Si NIP

PENERAPAN QMS ISO 9001:2015 BPOM

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

Dindin Firmansyah BDK Bandung

SWAKELOLA. Page 1 of 6 KEGIATAN PENGADAAN SATUAN KERJA LELANG/SELEKSI KEGIATAN PENGADAAN LAINNYA LOKASI PEKERJAAN SUMBER DANA AWAL (TANGGAL)

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN : KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN N0M0R : 02001/SK/KBPOM TENTANG

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 57 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS KESEHATAN

BALAI PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN DI PANGKALPINANG

UNIVERSITAS INDONESIA

SINERGISTAS BADAN POM DAN DINKES PROV/KAB/KOTA DALAM MENINGKATKAN PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN

UNIVERSITAS INDONESIA

BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 15 TAHUN 2017 TENTANG

PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SUMATERA BARAT JUNI 2015

PROFILE KECAMATAN JATISARI

KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK TAHUN 2008 TENTANG

PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SUMATERA BARAT FEBRUARI 2015

UNIVERSITAS INDONESIA

GUBERNUR SUMATERA BARAT

MODUL MATERI UJIAN PERPINDAHAN JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS FARMASI DAN MAKANAN TERAMPIL KE AHLI PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) BADAN POM RI

BERITA RESMI STATISTIK

PERATURAN PERUNDANG- UNDANGAN DI BIDANG PANGAN

PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SUMATERA BARAT APRIL 2015

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III OBJEK PENELITIAN. 3.1 Sejarah Singkat Dinas Perhubungan Kota Bandung. dinas daerah dan lingkungan Pemerintah Kota Bandung.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

PERBANDINGAN STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN NOMOR 1575/MENKES/PER/IX/2005

IV. GAMBARAN UMUM. kecamatan dan 84 kelurahan menjadi 13 kecamatan dan 98 kelurahan.

Transkripsi:

Laboratorium Handal dan Terakreditasi Jln. Gadjah Mada, PO BOX. 172 Padang Sumbar (25137) Telp. 0751-7054280, Fax. 0751-7055213 Email : bpom_padang@pom.go.id, bbpom_padang@yahoo.com

A. GAMBARAN UMUM BALAI BESAR POM DI PADANG B alai Besar POM di Padang adalah Unit Pelaksana Teknis Badan POM sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Badan POM No. 05018/SK/KBPOM tahun 2001 yang telah dirobah dengan Surat Keputusan Kepala Badan POM N0. HK.00.05.21.4232 tahun 2004 tanggal 27 September 2004 Balai Besar POM di Padang mempunyai tugas melaksanakan kebijakan di bidang pengawasan produk terapetik, narkotika, psikotropika dan zat adiktif lain, obat tradisional, kosmetika, produk komplemen, keamanan pangan dan bahan berbahaya. Dalam melaksanakan tugas sebagai mana tersebut di atas Balai Besar POM Padang menyelenggarakan fungsi sebagai berikut : Penyusunan rencana dan program pengawasan obat dan makanan Pelaksanaan pemeriksaan secara laboratorium, pengujian dan penilaian mutu produk terapetik, narkotika, psikotropika dan zat adiktif lain, obat tradisional, kosmetika, produk komplemen, pangan dan BB. Pelaksanaan pemeriksaan laboratorium, pengujian dan penilaian mutu produk secara mikrobiologi Pelaksanaan pemeriksaan setempat, pengambilan contoh dan pemeriksaan pada sarana produksi dan distribusi Pelaksanaan penyelidikan dan penyidikan pada kasus pelanggaran hukum Pelaksanaan sertifikasi produk, sarana produksi dan distribusi tertentu yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pelaksanaan kegiatan layanan informasi konsumen Evaluasi dan penyusunan laporan pengujian Teranokoko. Pangan dan Bahan Berbahaya Pelaksanaan urusan tata usaha dan kerumah tanggaan Pelaksanaan tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala Badan, sesuai dengan bidang tugasnya

Berdasarkan keputusan Kepala Badan POM Nomor HK 00.05.21.4232 tahun 2004 tanggal 27 September 2004 tentang organisasi dan tata kerja Unit Pelaksanaan Teknis di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan, Balai Besar POM Padang struktur organisasi dan tugasnya menjadi sebagai berikut : Susunan Organisasi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Padang terdiri dari Kepala dan 4 (empat) Bidang, 6 (enam) Seksi serta 1 (satu) Sub Bagian Tata Usaha, yaitu: 1. Kepala Balai Besar POM 2. Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan, dengan 2 (dua) seksi yaitu seksi pemeriksaan dan seksi penyidikan 3. Bidang Sertifikasi dan Layanan Infomasi Konsumen, dengan 2 seksi yaitu Seksi Sertifikasi dan Seksi Layanan Informasi Konsumen 4. Bidang Pengujian Terapetik dan NAPZA, 5. Bidang Pengujian Pangan, Bahan Berbahaya dan Mikrobiologi dengan 2 seksi yaitu seksi Lab pangan, Bahan Berbahaya dan seksi Lab Mikrobiologi 6. Sub Bagian Tata Usaha, dan 7. Kelompok Jabatan Fungsional Pengawas Farmasi dan Makanan Masing-masing Bidang, Seksi dan Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagai berikut :

1. Bidang Pengujian Terapetik, Narkotika, Obat Tradisional dan Kosmetik Mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program, evaluasi dan laporan pelaksanaan pemeriksaan secara laboratorium, pengujian dan penilaian mutu di bidang produk terapetik, narkotika, obat tradisional, kosmetik dan produk komplemen. Dalam melaksanakan tugas, Bidang Pengujian Teranokoko menyelenggarakan fungsi : 1. Pelaksanaan penyusunan rencana dan program, evaluasi dan laporan pengelolaan laboratorium dan pengendalian mutu hasil pengujian produk Terapetik. 2. Pelaksanaan penyusunan rencana dan program, evaluasi dan laporan pengelolaan laboratorium dan pengendalian mutu hasil pengujian produk Narkotika dan Psikotropika 3. Pelaksanaan penyusunan rencana dan program, evaluasi dan laporan pengelolaan laboratorium dan pengendalian mutu hasil pengujian produk Obat Tradisional dan Produk Komplemen 4. Pelaksanaan penyusunan rencana dan program, evaluasi dan laporan pengelolaan laboratorium dan pengendalian mutu hasil pengujian produk Kosmetik, PKRT dan Alat Kesehatan 2. Bidang Pengujian Pangan, Bahan Berbahaya dan Mikrobiologi Mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program, evaluasi dan laporan pelaksanaan pemeriksaan secara laboratorium, pengujian dan penilaian mutu di bidang pangan dan bahan berbahaya serta pemeriksaan secara laboratorium, pengujian dan pengendalian mutu di bidang mikrobiologi. Dalam melaksanakan tugas, Bidang Pengujian Pangan, Bahan Berbahaya dan Mikrobiologi menyelenggarakan fungsi : 1. Pelaksanaan penyusunan rencana dan program, evaluasi dan laporan pengelolaan laboratorium & pengendalian mutu hasil pengujian pangan & BB. 2. Pelaksanaan penyusunan rencana & program, evaluasi & laporan pengelolaan laboratorium dan pengendalian mutu hasil pengujian mikrobiologi. Bidang Pengujian Pangan, Bahan Berbahaya dan Mikrobiologi terdiri dari A. Seksi Lab Pangan dan BB, Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana & program, evaluasi dan laporan pengelolaan laboratorium dan pengendalian mutu hasil pengujian pangan dan berbahaya. B. Seksi Laboratorium Mikrobiologi, Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program, evaluasi dan laporan pengelolaan laboratorium dan pengendalian mutu hasil pengujian mikrobiologi.

3. Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan Mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program, evaluasi dan laporan pemeriksaan setempat, pengambilan contoh untuk pengujian, pemeriksaan sarana produksi, distribusi dan pelayanan kesehatan serta penyidikan kasus pelanggaran hukum di bidang produk terapetik, narkotika, psikotropika dan zat adiktif lain, OT, kosmetik, prod komplemen, pangan dan Bahan Berbahaya. Dalam melaksanakan tugas, Bidang Pemdik menyelenggarakan fungsi : 1. Penyusunan rencana dan program pemeriksaan dan penyidikan obat dan makanan 2. Pelaksanaan pemeriksaan setempat, pengambilan contoh untuk pengujian dan pemeriksaan sarana produksi, distribusi dan pelayanan kesehatan di bidang produk terapetik, narkotika, psikotropika dan zat adiktif lain, obat tradisional, kosmetik, produk komplemen, pangan dan bahan berbahaya. 3. Pelaksanaan penyidikan terhadap kasus pelanggaran hukum di bidang produk terapetik, narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lain, obat tradisional, kosmetik dan produk komplemen, pangan dan bahan berbahaya. 4. Evaluasi dan penyusunan laporan pemeriksaan dan penyidikan obat dan makanan. Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan Terdiri Dari : A. Seksi Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan pemeriksaan setempat, pengambilan contoh untuk pengujian, pemeriksaan sarana produksi dan distribusi produk terapetik, narkotika, psikotropika dan zat adiktif lain, obat tradisional, kosmetik, produk komplemen, pangan dan bahan berbahaya. B. Seksi Penyidikan mempunyai tugas melakukan penyidikan terhadap kasus pelanggaran hukum di bidang produk terapetik, narkotika, psikotropika dan zat adiktif lain, obat tradisional, kosmetik, produk komplemen, pangan dan bahan berbahaya. 4. Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen Mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program, evaluasi dan laporan pelaksanaan sertifikasi produk, sarana produksi dan distribusi tertentu, serta layanan informasi konsumen. Dalam melaksanakan tugas, Bidang Sertifikasi dan Layanan informasi Konsumen menyelenggarakan fungsi : 1. Penyusunan rencana dan program sertifikasi produk dan layanan informasi konsumen 2. Pelaksanaan sertifikasi produk, sarana produksi dan distribusi tertentu. 3. Pelaksanaan layanan informasi untuk konsumen.

4. Evaluasi dan penyusunan laporan sertifikasi produk dan LIK. Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen Terdiri dari : A. Seksi sertifikasi mempunyai tugas melakukan sertifikasi produk, sarana produksi dan distribusi tertentu. B. Seksi layanan informasi konsumen mempunyai tugas melakukan layanan informasi untuk konsumen. 5. Sub Bagian Tata Usaha Mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administrasi di lingkungan Balai Besar POM di Padang. Pada konsepnya Pengawas Obat dan Makanan di pelabuhan dan perbatasan dilakukan oleh satuan kerja Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan yang bertanggung jawab kepada Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan, namun pada realitasnya di wilayah Kerja Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Padang satuan tugas tersebut belum dibentuk. B. VISI DAN MISI Sebagai arah dalam melaksanakan kegiatannya Balai Besar POM Padang mempunyai Visi dan Misi sebagai berikut : V I S I Menjadi Institusi Pengawas Obat dan Makanan yang Inovatif, Kredibel dan Diakui secara Internasional untuk Melindungi Masyakarat

M I S I 1. Melakukan pengawasan pre-market dan post-market berstandar Internasional 2. Menerapkan Sistem Manajemen Mutu secara Konsisten 3. Mengoptimalkan kemitraan dengan pemangku kepentingan di berbagai lini 4. Memberdayakan masyarakat agar mampu melindungi diri dari Obat dan Makanan yang beresiko terhadap kesehatan 5. Membangun Organisasi Pembelajar (Learning Organization) C. BUDAYA ORGANISASI Untuk membangun organisasi yang efektif dan efisien, budaya organisasi Badan POM dikembangkan dengan nilai-nilai dasar sebagai berikut : CEPAT TANGGAP Antisipatif dan Responsif dalam mengatasi masalah PROFESIONALISME Menegakkan profesionalisme dengan integritas, objektifitas, ketekunan dan komitmen yang tinggi BUDAYA ORGANISASI CREDIBILITY Dapat dipercaya dan diakui oleh masyarakat luas, nasional dan internasional TEAMWORK Mengutamakan Mengutamakan keterbukaan, kerjasama saling tim percaya dan komunikasi yang baik INOVATIF Mampu melakukan pembaruan sesuai ilmu pengetahuan dan teknologi terkini

D. KEGIATAN UTAMA KEGIATAN PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN DI BALAI BESAR POM DI PADANG Sub Kegiatan Utama adalah : Pemeriksaan Sarana Produksi dan Distribusi Produk Terapetik dan Napza Sampling dan Pengujian Produk Terapetik dan Napza Penyelidikan dan Penyidikan Terhadap Pelanggaran di Bidang Produk Terapetik dan Napza Pemantauan Penandaan Obat Pengawasan Iklan Obat dan Rokok Pemeriksaan Sarana Produksi dan Distribusi Obat Tradisional, Suplemen Makanan dan Kosmetik Sampling dan Pengujian Obat Tradisional, Suplemen dan Kosmetik Penyelidikan dan Penyidikan Terhadap Pelanggaran di Bidang Obat Tradisional, Suplemen Makanan dan Kosmetika Pengawasan Iklan Obat Tradisional, Suplemen Makanan dan Kosmetik Pemeriksaan Sarana Produksi dan Distribusi Produk Makanan dan Bahan Berbahaya Sampling dan Pengujian Makanan dan Bahan Berbahaya Pengawasan Iklan Makanan dan Bahan Berbahaya Penyelidikan dan Penyidikan Terhadap Pelanggaran di Bidang Produk Makanan dan Bahan Berbahaya Audit Sarana Dalam Rangka Sertifikasi dan Labelisasi Halal Audit dan Surveilan Piagam Bintang 1 dan Keamanan Pangan dan Sertifikasi Layanan Informasi dan Pengaduan Advokasi Kepada Stakeholder Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Penganggaran dan Evaluasi Peningkatan Kompetensi Petugas Balai Besar POM di Padang Peningkatan Kemampuan Manajemen dan Sumber Daya Manusia Balai Besar POM di Padang Peningkatan Sarana dan Prasarana Balai Besar POM di Padang Pengadaan, Pemeliharaan dan Pembinaan Pengelolaan Sarana Prasana Penunjang Kegiatan Pengawasan Obat dan Makanan Evaluasi/Konsultasi/Koordinasi untuk Pengelolaan dan Peningkatan Kinerja di Bidang Pengawasan Obat dan Makanan Evaluasi/Konsultasi/Koordinasi untuk Pengelolaan dan Peningkatan Kinerja di Bidang Pengujian Obat dan Makanan Evaluasi/Konsultasi/Koordinasi untuk Pengelolaan dan Peningkatan Kinerja di Bidang Manajerial Evaluasi/Konsultasi/Koordinasi untuk Pengelolaan dan Peningkatan Kinerja di Bidang Perencanaan/Pembinaan dan Pengelolaan Kebijakan Teknis Kepegawaian Evaluasi/Konsultasi/Koordinasi untuk Pengelolaan dan Peningkatan Kinerja di Bidang Layanan Informasi dan Pengaduan Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan Perlengkapan

E. KEGIATAN PRIORITAS TAHUN 2010 KEGIATAN SUB KEGIATAN 1. Kegiatan Pengawasan Obat dan Makanan Balai Besar POM di Padang 1. Pemeriksaan Sarana Produksi dan Distribusi Produk Terapetik dan Napza 2. Sampling dan Pengujian Produk Terapetik dan Napza 3. Penyelidikan dan Penyidikan Terhadap Pelanggaran di Bidang Produk Terapetik dan Napza 4. Pemantauan Penandaan Obat 5. Pengawasan Iklan Obat dan Rokok 6. Pemeriksaan Sarana Produksi dan Distribusi Obat Tradisional, Suplemen Makanan dan Kosmetik 7. Sampling dan Pengujian Obat Tradisional, Suplemen Makanan dan Kosmetik 8. Penyelidikan dan Penyidikan Terhadap Pelanggaran di Bidang Obat Tradisional, Suplemen Makanan dan Kosmetika 9. Pengawasan Iklan Obat Tradisional, Suplemen Makanan dan Kosmetik 10. Pemeriksaan Sarana Produksi dan Distribusi Produk Makanan dan Bahan Berbahaya 11. Sampling dan Pengujian Makanan dan Bahan Berbahaya 12. Pengawasan Iklan Makanan dan Bahan Berbahaya 13. Penyelidikan dan Penyidikan Terhadap Pelanggaran di Bidang Produk Makanan dan Bahan Berbahaya 14. Audit Sarana Dalam Rangka Sertifikasi dan Labelisasi Halal 15. Audit dan Surveilan Piagam Bintang 1 dan Keamanan Pangan dan Sertifikasi

16. Layanan Informasi dan Pengaduan Konsumen 17. Advokasi Kepada Stakeholder 18. Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Penganggaran dan Evaluasi 19. Peningkatan Kompetensi Petugas Balai Besar POM di Padang 20. Peningkatan Kemampuan Manajemen dan Sumber Daya Manusia Balai Besar POM di Padang 21. Peningkatan Sarana dan Prasarana Balai Besar POM di Padang 22. Pengadaan, Pemeliharaan dan Pembinaan Pengelolaan Sarana Prasana Penunjang Kegiatan Pengawasan Obat dan Makanan 23. Evaluasi / Konsultasi / Koordinasi untuk Pengelolaan dan Peningkatan Kinerja di Bidang Pengawasan Obat dan Makanan 24. Evaluasi / Konsultasi / Koordinasi untuk Pengelolaan dan Peningkatan Kinerja di Bidang Pengujian Obat dan Makanan 25. Evaluasi / Konsultasi / Koordinasi untuk Pengelolaan dan Peningkatan Kinerja di Bidang Penyidikan 26. Evaluasi / Konsultasi / Koordinasi untuk Pengelolaan dan Peningkatan Kinerja di Bidang Manajerial 27. Evaluasi / Konsultasi / Koordinasi untuk Pengelolaan dan Peningkatan Kinerja di Bidang Perencanaan/Pembinaan dan Pengelolaan Kebijakan Teknis Kepegawaian 28. Evaluasi / Konsultasi / Koordinasi untuk Pengelolaan dan Peningkatan Kinerja di Bidang Layanan Informasi dan Pengaduan 29. Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan Perlengkapan

F. KEADAAN UMUM DAN LINGKUNGAN 1. WILAYAH KERJA 1 L uas Wilayah Sumatera Barat : 42.297,30 km 2, yang merupakan catchman area dari Balai Besar POM di Padang. Kabupaten dan Kota yang menjadi wilayah kerja Balai Besar POM di Padang berjumlah 19 buah. Kota 1. Padang 2. Bukittinggi 3. Padang Panjang 4. Payakumbuh 5. Solok 6. Pariaman 7. Sawahlunto Kabupaten 1. Sawahlunto Sijunjung 2. Padang Pariaman 3. Solok 4. Pesisir Selatan 5. Dharmasraya 6. Solok Selatan 7. Pasaman Barat 8. Pasaman 9. 50 Kota 10. Tanah Datar 11. Agam 12. Kep. Mentawai P ropinsi Sumatera Barat terletak di sebelah barat Sumatera yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia, Propinsi Riau, Propinsi Jambi dan Propinsi Sumatera Utara, daerah Sumatera Barat dilewati garis Khatulistiwa sehingga Propinsi Sumatera Barat tergolong beriklim tropis dengan suhu udara dan kelembaban yang tinggi, ketinggian permukaan Sumatera Barat bervariasi, sebagian daerahnya pada dataran tinggi kecuali Kabupaten Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Agam, Pasaman dan Kota Padang.

2. POLA TRANSPORTASI ada umumnya transportasi yang digunakan untuk menjangkau seluruh P wilayah kerja adalah melalui jalan darat dengan menggunakan bis umum yang cukup tersedia setiap hari, sedangkan untuk Kepulauan Mentawai menggunakan transportasi laut berupa kapal penumpang umum dengan jadwal keberangkatan 1 x dalam seminggu atau pesawat udara 3. LAMA WAKTU P erjalanan dari Padang ke masing-masing Kabupaten dapat ditempuh dengan waktu antara 2 s/d 6 jam, sedang untuk kota 2 s/d 4 jam, sehingga waktu yang diperlukan untuk mencapai suatu Kabupaten kurang lebih 2 s/d 3 hari kecuali Kabupaten Kepulauan Mentawai lebih kurang 5 hari dan untuk Kota antara 1 s/d 2 hari G. JUMLAH SASARAN PENGAWASAN MENURUT KAB/KOTA Jumlah sasaran pengawasan di wilayah kerja Balai Besar POM Padang meliputi : NO Jenis Sarana Jumlah Sarana 1. PBF : 51 Sarana 2. Apotek : 322 Sarana 3. TO Berizin : 393 Sarana 4. GFK : 20 Sarana 5. Rumah Sakit : 55 Sarana 6. Puskesmas : 213 Sarana 7. Rumah Bersalin : 48 Sarana 8. Balai Pengobatan : 857 Sarana 9. Distribusi OT : 307 Sarana 10. Distribusi Kosmetik : 400 Sarana

11. Distribusi Pangan : 283 Sarana 12. Industri Farmasi : 2 Sarana 13. Industri Kecil OT : 8 Sarana 14. Industri Kosmetik : 12 Sarana 15. Industri PKRT : 2 Sarana 16. Industri Pangan : 21 Sarana 17. Industri IRTP : 4968 354 Sarana H. KAPASITAS BALAI BESAR POM DI PADANG 1. FASILITAS T anah yang digunakan untuk bangunan gedung Balai Besar POM di Padang seluas 3167 m2 dengan sertifikat hak milik Ex Kanwil Depkes Sumatera Barat, tanah tersebut diserahkan ke Balai Besar POM di Padang dalam 2 tahap. Tahap I yaitu pada tahun 1977 seluas 2700 m2 dan tahap II seluas 467 m 2 pada tahun 1995. Untuk perluasan tanah tidak memungkinkan lagi karena masing-masing sisi sudah berbatasan langsung dengan jalan raya dan kantor Labkesda. Pengembangan Balai Besar POM di Padang dilakukan dengan membuat bangunan bertingkat. Saat ini bangunan yang digunakan 2700 m 2. Rumah dinas terletak tidak berapa jauh dari lokasi kantor dengan luas 70 m2 (type C), tanah yang digunakan untuk membangun rumah dinas juga milik Ex Kanwil Depkes Sumatera Barat. Semua milik Ek Ditjen POM Depkes, pada Tahun 2012 akan direncanakan alih status menjadi milik Badan POM dengan luas tanah 250 m 2. U ntuk penerangan digunakan listrik PLN dengan daya 54,7 KVA. Pada tahun 2011 ini dayanya sudah dinaikkan menjadi 105 KVA dengan penambahan alat-alat laboratorium dan pada Tahun 2012 akan dinaikkan lagi menjadi 147 KVA.

Untuk kelancaran komunikasi baik untuk keperluan pemeriksaan, pengaduan konsumen maupun lainnya telah tersedia 3 buah pesawat telepon yaitu : Nomor telepon 0751.7054280 (Ruang Tata Usaha), Nomor telepon 0751 445241 (Ruang Kepala. Balai) Nomor telepon 0751.7055213 (Ruang Serlik ) Nomor Faximile 0751.445241 dan 0751.7055213 E-mail dengan nama : bpom_padang@pom.go.id. S aat ini telah terpasang jaringan eksternal WAN (Wide Area Network) dengan implementasinya menggunakan VPN (Virtual Private Network) sehingga Balai Besar POM di Padang telah dapat mengakses internet dan komunikasi data secara langsung. Pada akhir tahun 2011 BBPOM Padang juga telah mendapatkan bantuan infrastruktur TIK dari Bidang TI PIOM Badan POM RI salah satunya adalah seperangkat alat Video Confrence yang digunakan untuk melakukan Video Call dengan BPOM pusat dan BBPOM/BPOM di seluruh Indonesia sehingga komunikasi dengan BBPOM lain dapat berjalan dengan lancar. Gambar 1. Video Conference TIK Sumber air yang digunakan dengan 2 buah meteran dan 8 tangki air cadangan. Balai Besar POM di Padang saat ini telah mempunyai Jaringan Instalasi Pengelolaan Air Limbah Laboratorium (IPAL). Kendaraan yang digunakan untuk operasional pengawasan ke sarana produksi dan distribusi sebanyak 4 buah dan 5 buah kendaraan roda dua.

2. SUMBER DAYA MANUSIA Pejabat Stru ktu ral B alai Be sar POM di Pa dan g 1. Kepala Balai Besar POM di Padang Drs. H. Indra Ginting, Apt. MM 7. Kepala Seksi Pemeriksaan Dra. Patria Dehelen, Apt 2. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Dra. Fifiyani 8. Kepala Seksi Penyidikan Drs. Martin Suhendri, Apt. M.Farm 3. Kepala Bidang Pemeriksaan & Penyidikan Drs. Antoni Asdi, M.Farm 9. Kepala Seksi Sertifikasi Dra. Ernanetti, Apt 4. Kepala Bidang Sertifikasi dan LIK Dra. Hilda Murni, Apt. MM 10. Kepala Seksi Layanan Informasi Konsumen Drs. Asrianto, Apt. MM 5. Kepala Bidang Peng. Pangan, BB & Mikro Dra. Amyelli, Apt 11. Kepala Seksi Lab Pangan dan BB Dra. Meilifa, Apt. M.Si 6. Kepala Bidang Pengujian Teranokoko Dra. Hj. Siti Nurwati, Apt. MM 12. Kepala Seksi Lab Mikrobiologi Drs. Ferri Jonius, M.Si

Jumlah Pegawai Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan per 31 Desember 2011 adalah 100 orang dengan rincian berikut : a. Umur No. Umur Jumlah 1. < 25 2 2. 26 30 13 3. 31 35 11 4. 36 40 10 5. 41 45 23 6. 46 50 24 7. > 51 17 Gambar 2. Profil SDM berdasarkan tingkatan umur J u m l a h 30 25 20 15 10 5 0 23 24 18 13 11 10 2 <25 26-30 31-35 36-40 41-45 46-50 >51 Tingkatan umur b. Golongan No. Golongan Jumlah 1. Golongan II a 2 2. Golongan II b 0 3. Golongan II c 7 4. Golongan II d 4 5. Golongan III a 20 6. Golongan III b 20 7. Golongan III c 18 8. Golongan III d 16 9. Golongan IV a 9 10. Golongan IV b 3 11. Golongan IV c 1

Gambar 3. Profil SDM menurut Golongan 9 3 1 2 0 7 4 20 II/a II/c II/b II/d 16 III/a III/b III/c III/d 18 c. Pendidikan 20 IV/a IV/c IV/b No. Tingkat Pendidikan Jumlah 1. S2 9 2. Apoteker 29 3. S1 lain 12 4. D3 12 5. SMF 22 6. SMAK 5 7. SLTA 9 8. SLTP 2 9. SD 0 Gambar 4. Profil SDM berdasarkan Pendidikan J u m l a h 30 25 20 15 10 5 0 29 22 12 12 9 9 5 Tingkatan Pendidikan 2 0 S2 S1 lain SM F SLTA SD Tingkat Pendidikan

d. Unit Kerja No. Unit Kerja Jumlah 1. Kepala 1 2. Sub. Bagian Tata Usaha 22 3. Bidang Pemeriksaan & Penyidikan 23 4. Bidang Pangan & Mikrobiologi 25 5. Bidang Teranakoko 24 6. Bidang Serlik 5 Gambar 5. Profil SDM berdasarkan unit kerja 25 20 15 10 5 0 25 24 23 22 1 Kepala SubBag TU Bid Pemdik Bid Pangan & Bid. Mikro Teranakoko 5 Bid Serlik e. Jenis Kelamin No. Unit Kerja Jumlah Laki - laki Perempuan 1. Tata Usaha 8 15 2. Serlik 1 4 3. Pemdik 6 17 4. Pangan, BB& Mikrobiologi 7 18 5. Teranakoko 2 22