ANALISIS PERFORMA ENGINE TURBOFAN PESAWAT BOEING

dokumen-dokumen yang mirip
ANALISIS PERFORMA ENGINE TURBOFAN PESAWAT BOEING

PENGARUH BYPASS RATIO OVERALL PRESSURE RATIO, DAN TURBINE INLET TEMPERATURE TERHADAP SFC PADA GAS-TURBINE ENGINE

ANALISIS PENGARUH COMPRESSOR WASH TERHADAP EGT MARGIN PADA ENGINE CF5M6-3

ANALISA KINERJA ENGINE TURBOFAN CFM56-3

Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

ANALISIS PERBANDINGAN PERHITUNGAN ENGINE PERFORMANCE CFM56-3C1 PADA TEST CELL FACILITY DENGAN PARAMETRIC CYCLE ANALYSIS OF REAL ENGINE.

ANALISA KINERJA ENGINE TURBOFAN CFM56-3

STUDI BANDING PERFORMA MESIN TURBOFAN CF6-80C DENGAN RB H YANG DIGUNAKAN PADA PESAWAT BOEING

Skripsi. Oleh: ARDIAN RAMA PUTRA Untuk memenuhi sebagai persyaratan mencapai gelar sarjana strata I

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TURBIN GAS. Berikut ini adalah perbandingan antara turbin gas dengan turbin uap. Berat turbin per daya kuda yang dihasilkan lebih besar.

ANALISIS KINERJA ENGINE TURBOPROP ROLLS-ROYCE TP400-D6 PADA KONDISI CHOKED DAN UNCHOKED. Skripsi

BAB II SISTEM TENAGA GAS

MODUL V-B PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS

BAB II Dasar Teori. Gambar 2. 1 Turbin Gas [12]

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS (PLTG) Prepared by: anonymous

BAB III SISTEM REFRIGERASI DAN POMPA KALOR

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Prinsip Pembangkit Listrik Tenaga Gas

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB V TURBIN GAS. Berikut ini adalah perbandingan antara turbin gas dengan turbin uap. No. Turbin Gas Turbin Uap

BAB II LANDASAN TEORI

BAB V Pengujian dan Analisis Mesin Turbojet Olympus

Menghitung besarnya kerja nyata kompresor. Menghitung besarnya kerja isentropik kompresor. Menghitung efisiensi kompresi kompresor

Bab ii Kajian Pustaka 5

Udara. Bahan Bakar. Generator Kopel Kompresor Turbin

Analisa Pengaruh Variasi Pinch Point dan Approach Point terhadap Performa HRSG Tipe Dual Pressure

PRINSIP KERJA GAS TURBIN ENGINE TURBOFAN

MODUL V-C PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS UAP (PLTGU)

Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

BAB 9. ENGINE dan LANDING GEAR

Rencana Pembelajaran Kegiatan Mingguan (RPKPM).

Program Studi DIII Teknik Mesin Kelas Kerjasama PT PLN (PERSERO) Fakultas Teknologi Industri. OLEH : Ja far Shidiq Permana

BAB II LANDASAN TEORI

PEMODELAN SISTEM KONVERSI ENERGI RGTT200K UNTUK MEMPEROLEH KINERJA YANG OPTIMUM ABSTRAK

Bab II Ruang Bakar. Bab II Ruang Bakar

Gbr. 2.1 Pusat Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU)

ANALISIS SUDU KOMPRESOR AKSIAL UNTUK SISTEM TURBIN HELIUM RGTT200K ABSTRAK ABSTRACT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Aku berbakti pada Bangsaku,,,,karena Negaraku berjasa padaku. Pengertian Turbocharger

BAB III PROSES PENGUJIAN APU GTCP36-4A

TURBIN UAP. Penggunaan:

ANALISIS PERFORMA UNTUK SISTEM TURBIN DAN KOMPRESOR. Oleh Sri Sudadiyo Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir - BATAN

ANALISIS PERFORMANSI MOTOR BAKAR DIESEL SWD 8FG PLTD AYANGAN TAKENGON ACEH TENGAH

ANALISA PENGARUH TEMPERATUR UDARA MASUK TERHADAP TEKANAN DAN TEMPERATUR GAS BUANG PADA PLTD PULO PANJANG BANTEN

SESSION 3 GAS-TURBINE POWER PLANT

METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di PLTG unit pembangkit PT. Dian Swastatika

Studi Eksperimen Pemanfaatan Panas Buang Kondensor untuk Pemanas Air

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 ENERGI DAN HUKUM TERMODINAMIKA I

BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN

Materi. Motor Bakar Turbin Uap Turbin Gas Generator Uap/Gas Siklus Termodinamika

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang

LEMBAR PERSETUJUAN. Skripsi ini telah memenuhi persyaratan. dan siap untuk diujikan. Disetujui pada tanggal....desember 2008

SKRIPSI / TUGAS AKHIR

STUDI PADA PENGARUH FWH7 TERHADAP EFISIENSI DAN BIAYA KONSUMSI BAHAN BAKAR PLTU DENGAN PEMODELAN GATECYCLE

BAB II LANDASAN TEORI

Efisiensi Mesin Carnot

STUDI EKSPERIMEN OUTPUT DAYA PADA MOTOR STIRLING TD 295 TIPE GAMMA DENGAN MENGGUNAKAN STIRLING ENGINE CONTROL V

Gambar 1. Motor Bensin 4 langkah

Kunci Jawaban Latihan Termodinamika Bab 5 & 6 Kamis, 12 April 2012 W NET

Bagian tabung vortex dapat digambarkan sebagai berikut, Gambar 7.1 : Bagian tabung vortex

Analisis Pengaruh Rasio Reheat Pressure dengan Main Steam Pressure terhadap Performa Pembangkit dengan Simulasi Cycle-Tempo

BAB I PENDAHULUAN. semakin bertambahnya ketinggian jelajah (altitude) pesawat maka tekanan dan

PRINSIP KONSERVASI ENERGI PADA TEKNOLOGI KONVERSI ENERGI. Ir. Parlindungan Marpaung HIMPUNAN AHLI KONSERVASI ENERGI

2.1 Pengertian Mesin Turbin Gas (Gas Turbine Engine)

BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN PENINGKATAN PERFORMA MESIN YAMAHA CRYPTON. Panjang langkah (L) : 59 mm = 5,9 cm. Jumlah silinder (z) : 1 buah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ANALISIS PENGARUH COMPRESSOR WASHING TERHADAP EFISIENSI KOMPRESOR DAN EFISIENSI THERMAL TURBIN GAS BLOK 1.1 PLTG UP MUARA TAWAR

Exercise 1c Menghitung efisiensi

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i. ABSTRAK... iii. DAFTAR GAMBAR... viii. DAFTAR TABEL... x. DAFTAR NOTASI... xi Rumusan Masalah...

Studi Eksperimen Variasi Beban Pendinginan pada Evaporator Mesin Pendingin Difusi Absorpsi R22-DMF

PENGARUH STUDI EKSPERIMEN PEMANFAATAN PANAS BUANG KONDENSOR UNTUK PEMANAS AIR

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

LTM TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA Pemicu

TURBIN UAP & GAS ANALISA PENGARUH WATER WASH TERHADAP PERFORMANSI TURBIN GAS PADA PLTG UNIT 7 PAYA PASIR PT.PLN SEKTOR PEMBANGKITAN MEDAN SKRIPSI

Desain pesawat masa depan

KONSEP DASAR THERMODINAMIKA

BAB II LANDASAN TEORI. Sebelum bahan bakar ini terbakar didalam silinder terlebih dahulu dijadikan gas

Institut Teknologi Bandung

BAB III SISTEM PLTGU UBP TANJUNG PRIOK

ANALISA PENGARUH POSISI KELUARAN NOSEL PRIMER TERHADAP PERFORMA STEAM EJECTOR MENGGUNAKAN CFD

Fisika Dasar I (FI-321)

1 Universitas Indonesia

PERANCANGAN ENGINE CONTROL UNIT BERBASIS KNOWLEDGE BASED UNTUK PENGATURAN SISTEM INJEKSI DAN SISTEM PENGAPIAN MOTOR BAKAR

BAB I PENDAHULUAN. Turbo charger adalah salah satu komponen tambahan pada motor

Bab I Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN

PEMBAHASAN. 1. Mean Effective Pressure. 2. Torque And Power. 3. Dynamometers. 5. Specific Fuel Consumption. 6. Engine Effeciencies

BAB I PENDAHULUAN. Turbin uap berfungsi untuk mengubah energi panas yang terkandung. menghasilkan putaran (energi mekanik).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. suatu pembangkit daya uap. Siklus Rankine berbeda dengan siklus-siklus udara

Perhitungan Unjuk Kerja Turbin Gas SOLAR SATURN Pada Unit

BAB II LANDASAN TEORI

ANALISA PENGARUH PEMANASAN AWAL BAHAN BAKAR SOLAR TERHADAP PERFORMA DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA MESIN MOTOR DIESEL SATU SILINDER

Kata termodinamika berasal dari bahasa Yunani yaitu therme (kalor) dan. dynamis (gaya) yang dikaji secara formal dimulai pada awal abad ke-19.

EFISIENSI GAS ENGINE PADA BERBAGAI PUTARAN: STUDI EKSPERIMEN PADA JES GAS ENGINE J208GS

BAB I PENDAHULUAN. Perpindahan kalor atau heat transfer adalah ilmu untuk meramalkan

ANALISIS KERUGIAN ENERGI SISTEM TURBIN GAS DI PLTGU BLOK III PT. X, CIKARANG, BEKASI

ANALISIS PENGARUH EKSENTRISITAS PADA PROSES PEMASANGAN HIGH PRESSURE TURBINE ROTOR TERHADAP PRODUK EGT MARGIN ENGINE CFM56-3C1 BOEING

Transkripsi:

ANALISIS PERFORMA ENGINE TURBOFAN PESAWAT BOEING 737-300 Sri Mulyani Jurusan Teknik PenerbanganSTT Adisutjipto Yogyakarta Jl. Janti Blok R- Lanud Adi-Yogyakarta Srimulyani042@gmail.com ABSTRAK Jenis mesin pesawat terbang yang paling banyak digunakan oleh pesawat terbang saat ini adalah mesin turbofan. Mesin turbofan dikenal memiliki efisiensi bahan bakar yang baik karena dapat menghasilkan gaya dorong yang lebih besar, dengan jumlah bahan bakar yang sama dengan jumlah bahan bakar yang dibakar di pembakar (core engine), sehingga mesin turbofan cocok digunakan untuk pesawat berkecepatan tinggi. Kehandalan mesin turbofan sendiri sangat dipengaruhi oleh parameter-parameter dan variabel yang digunakan oleh mesin untuk dapat menghasilkan gaya dorong yang diperlukan. Dari sekian banyak parameter dan variabel yang ada, ada beberapa parameter dan variabel dari mesin turbofan yang paling mempengaruhi performa mesin turbofan. Namun dalam analisis kali ini, hanya akan dibahas mengenai berapa nilai yang optimal agar mesin dapat menghasilkan gaya dorong yang diperlukan oleh pesawat udara, agar pesawat udara dapat terbang jelajah pada kecepatan 0,8196 M dan ketinggian terbang 26000 ft. Kemudian bagaimana pengaruh specific thrust dan thrust specific fuel consumption sebagai indikasi performa mesin pada umumnya. Besarnya nilai yang di dapat hampir sama baik dengan yang menggunakan analisis parameter turbofan ideal maupun analisis parameter turbofan real pada engine turbofan CFM56-3-B1. Thrust specific fuel consumption akan semakin kecil pada nilai compressor pressure ratio dan bypass ratio yang lebih besar. 1.Pendahuluan

Engine CFM 56-3-B1 merupakan mesin turbofan yang terdiri atas inlet, fan, gas generator, dan nosel. Mesin turbofan awalnya merupakan mesin turbojet yang ditambah dengan fan t. Fan yang besar dapat diletakkan didepan atau dibelakang untuk bypass ratio yang tinggi. Jika fan berada didepan mesin, maka fan tersebut digerakkan oleh turbin kedua yang berada dibelakang turbin utama yang menggerakkan kompresor. Adanya fan pada mesin akan membuat jumlah udara yang masuk ke mesin lebih banyak. Hal ini akan membuat mesin dapat menghasilkan gaya dorong yang lebih besar, dengan Specific Fuel Consumption yang lebih rendah. Kehandalan mesin pesawat tersebut tidak terlepas dari parameter dan variable mesin yang akan mempengaruhi kerja dan tenaga yang di hasilkan oleh mesin pesawat. Parameter dan variable ini sudah di tentukan sebelumnya pada saat mesin pesaat akan di rancang di mana penentuan parameter dan variable ini di tentukan pada tahap awal perancangan mesin sesuai dengan kebutuhan perancangan. Dengan mengetahui parameter dan variable yang akan bekerja pada sebuah mesin, maka dapat di ketahui performa mesin untuk berbagia kondisi terbang. Gambar 1 Engine Turbo Fan 2. Dasar Teori Siklus yang ideal untuk mesin turbin gas sederhana adalah Siklus Brayton. Siklus pada mesin terjadi di dalam mesin turbin gas merupakan siklus terbuka karena semuanya proses yang terjadi di dalam mesin turbin gas berlangsung secara terus menerus. Siklus

Brayton merupakan suatu permodelan dalam termodinamika untuk mesin gas turbin ideal, dimana siklus terdiri dari proses 1. 1 ke 2 : kompresi 2. 2 ke 3 : pemasukan panas 3. 3 ke 4 : ekspansi 4. 4 ke 1 : pengeluaran panas Gambar 2.Siklus-Brayton Sumber : (Siklus-Brayton.htm) Dalarn siklus yang ideaal, proses-pproses yang melalui kompresor dan turbinn adalah isentropik, yaitu prosess yang berlangsung secara adiabatik dan reversibel,denganentropi tetap. Untuk gas sempuurna, analisis termodinamika dari Sikluss Brayton ideal memberikan persamaan besarnya perpindahann energi pada setiap komponenn, yaitu

Gambarr 3 Efisiennsi termal siklus Braayton ideal Untuk Siklus Brayton ideal dengan compressor inlet temperature T 2 yang tetap dan heater exit temperature T 4, perhitungan yang sederhana memberikan perbandingan tekanan P 3 /P 2 dan berhubungan dengan perbandingan temperature T 3 /T 2 yang menyatakan net work output maksimum per satuan massa. Tekanan kompresor atau perbandingan temperatur yang optimum ini, berhubungan dengan bagian maksimum dari siklus diagram T-s, 3. Metodologi a. Metode Penelitian 1) Studi Lapangan, adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara penelitian langsung. 2) Studi literature, yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan mencari data dari referensi-referensi yang berkaitan dengan pembahasan masalah yang dikaji. 3) Konsultasi, adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara secara langsung. b. Langkah Pengolahan Data 1) Pengumpulan data di lapangan. 2) Menentukan nilai input yang akan digunakan. 3) Menentukan persamaan. 4) Menganalisis nilai input dengan menggunakan pesamaan yang ada dan menggunakan software.

5) Menentukan nilai output. 6) Menarik kesimpulan. 4. Hasil dan Pembahasan a. Kondisi Ideal Perhitungan efisiensi turbin dengan menggunaka software (PARA) Analisis Siklus Parametrik yaitu program computer yang digunakan untuk menghitung performamesin pesawat terbang.. b. Kondisi Riil Maka perhitungan dalam kondisi riil sebagi berikut :

4.Kesimpulan Nilai specific thrust berbanding lurus dengan nilai compressor pressure ratio, tetapi berbanding terbalik dengan nilai bypass ratio.nilai specific thrust cenderung konstan pada nilai bypass ratio yang lebih tinggi, dan Thrust specificfuel consumption akan semakin kecil pada nilai compressor pressure ratio dan bypass ratio yang lebih besar.

DAFTAR PUSTAKA