ejournal keperawatan (e-kp) Volume: 1. Nomor: 1. Agustus 2013

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. serangan jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di negara

BAB I PENDAHULUAN. dunia. Angka kematian akibat penyakit kardiovaskular sebanyak 17,3 juta

PENGARUH PENYULUHAN DAN SIMULASI BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA SMAN 9 KOTA MANADO. *Mulyadi

PENGARUH PELATIHAN RESUSITASI JANTUNG PARU TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN SISWA DI SMA NEGERI 2 SLEMAN YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kondisi kegawatdaruratan dapat terjadi dimana saja, kapan saja dan sudah menjadi

Ejournal keperawatan (e-kp) Volume 2, Nomor 1. Februari 2014

Efektifitas Program Pendidikan Terhadap Pengetahuan Basic Life Support Pada Remaja

PENGARUH PELATIHAN BALUT BIDAI TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN SISWA DI SMA NEGERI 2 SLEMAN YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI

Moh. Fachrizal Rosyid 1), Tanto Hariyanto 2), Vita Maryah Ardiyani 3) ABSTRAK

PENGARUH PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWI KELAS X TENTANG PERTOLOGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN

BAB I PENDAHULUAN. kecelakaan lalu lintas dan 50 juta lainnya mengalami luka-luka. Menurut

BAB I PENDAHULUAN. kegawatdaruratan semakin meningkat (Sudiharto, 2014). kasus kecelakaan lalu lintas (WHO, 2015). Angka kematian akibat

BASIC LIFE SUPPORT Emergency First Aid Course

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kecelakaan merupakan salah satu kejadian yang tidak di inginkan,

(Submited : 16 April 2017, Accepted : 28 April 2017) Dewi Nurhanifah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PENGESAHAN... ii HALAMAN PERNYATAAN...iii KATA PENGANTAR... iv

BAB III METODE PENELITIAN. dalam satu kelompok (One-group pre-post test design). Sebelum diberikan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. yang telah ataupun belum terdiagnosis penyakit jantung (AHA, 2014).

BAB 1 PENDAHULUAN. bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan, penumpang kapal yang terbalik dan

The Overview of Motivation to Help Traffict Accident Victims of Yogyakarta Police

KUESIONER PENELITIAN PENGETAHUAN TENTANG PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR. 1. Bantuan Hidup Dasar (BHD) atau dalam bahasa Inggris disebut Basic Life

BAB III METODE PENELITIAN. setelah dilaksanakan intervensi ( Arikunto, 2006) dengan menggunakan. Intervensi A 1. Bladder training

KARYA TULIS ILMIAH PENGARUH PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR TERHADAP TINGKAT MOTIVASI MENOLONG KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS PADA POLISI KOTA YOYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. York pada tanggal 30 Mei Pada tanggal 17 Agustus tahun yang sama,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian kuantitatif yaitu eksperimen semu. kontrol diri sendiri (pre and post test without control).

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. akan mengalami penurunan toleransi terhadap aktivitas fisik, penurunan kualitas

PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN PERILAKU KLIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BAHU MANADO

Dinamika Kesehatan, Vol. 8 No. 1, Juli 2017 Khalilati, et. al., hubungan tingkat pengetahuan..

PKU Bagi Emergency Rescue Team (ERT) Untuk Mengatasi Kondisi Gawat Darurat Melalui Basic Life Support (BLS)

PENGARUH PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR PADA REMAJA TERHADAP TINGKAT MOTIVASI MENOLONG KORBAN HENTI JANTUNG. Naskah Publikasi

Oleh : DARIEL R SELVARAJAH

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

PENGARUH RELAKSASI BENSON TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS DENPASAR TIMUR II TAHUN 2014

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian syarat Mencapai Derajat Sarjana. Oleh : ANI RIYANI

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KETERAMPILAN PERAWAT DALAM MELAKUKAN TINDAKAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) DI RSUD KABUPATEN KARANGANYAR

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian menggunakan metode penelitian Pra Eksperimental yaitu

Emergency First Aid Course

METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi-experiment) pelatihan-pelatihan lainnya (Notoatmodjo, 2005).

BAB III METODE PENELITIAN. intervensi diberikan pretest tentang pengetahuan stroke dan setelah

ABSTRAK. Kata kunci : Kemampuan dalam pengambilan keputusan karir, Pelatihan perencanaan karir pendekatan trait-factor. Universitas Kristen Maranatha

PENDAHULUAN. RJP. Orang awam dan orang terlatih dalam bidang kesehatanpun dapat. melakukan tindakan RJP (Kaliammah, 2013 ).

BAB III METODE PENELITIAN

Jurnal Harapan Bangsa, Vol.1 No.1 Desember 2013 ISSN

PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG GASTRITIS TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN GASTRITIS PADA REMAJA DI SMA NEGERI 7 MANADO

BAB I PENDAHULUAN. bukan cedera yang membutuhkan pertolongan segera. Gawat darurat adalah suatu

RESUSITASI JANTUNG PARU ( RJP ) CARDIO PULMONARY RESUSCITATION ( CPR )

PENGARUH METODE EKSPOSITORI PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DASAR MAHASISWA MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian Quasy experiment yang dilakukan. Rancangan penelitian digambarkan sebagai berikut:

BAB III METODE PENELITIAN

Mardiati Barus *(1), Hendri Apul Panggabean, *(2), Staff Pengajar STIKes Santa Elisabeth Medan ABSTRACT

GAMBARAN PENGETAHUAN MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT ANGKATAN 2008 TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR DI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Kata kunci : Eksplorasi, Komitmen, Vokasional, Pemilihan jurusan di perguruan tinggi, Pelatihan Making Vocational Planning.

BAB I PENDAHULUAN. Negara tertinggi kasus kecelakaan Indonesia setelah India ( WHO, 2012). Hasil

O1 (X) O2. BAB lll METODOLOGI PENELITIAN. A. Desain Penelitian. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi experimental design:

BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi yang sedang terjadi sekarang ini permasalahan yang

BAB III METODE PENELITIAN. ini menggunakan quasy eksperiment pre-test & post-test with control group

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan studi eksperimental dengan desain pre-test

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Semarang. Pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober Desember 2015

BAB III METODE PENELITIAN. pengaruh penerapan metode pembelajaran Team Based Learning terhadap. Keperawatan STIKES Satria Bhakti Nganjuk.

PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP SIKAP REMAJA PUTRI KELAS XI TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN DINI DI SMA NEGERI 1 TANGEN KAB.

Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 8, No. 1, Februari 2012

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini menggunakan Quasy Eksperimental pretest-posttest with control

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental, yaitu

III. METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi-experiment dengan rancangan nonrandomized

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di MA Husnul Khatimah Kelurahan Rowosari,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. dengan jumlah 7,4 miliar jiwa dari tahun Pada tahun 2012, 17,5 juta

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian quasy experimental, control group pre test post test design. Jenis

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu penelitian dengan melakukan kegiatan percobaan (experiment), yang

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETERAMPILAN REMAJA TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR (BHD)

BAB III METODE PENELITIAN. (Quasi Experiment). Rancangan yang digunakan adalah One Group Design. Kelompok Eksperimen 01 X 02

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Group Pre-Test Post-Test Desain Tanpa Kelompok Control dimana desain

Tri Viviyawati 1 1 Mahasiswa Program Studi S-1 Keperawatan STIKes Kusuma Husada Surakarta

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Dulalowo Kota

PENGARUH TEKANAN PANAS TERHADAP DENYUT NADI TENAGA KERJA DI BAGIAN X PT. Y SURAKARTA

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis atau Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan. Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah Quasi

BAB III METODE PENELITIAN

Fitri Arofiati, Erna Rumila, Hubungan antara Peranan Perawat...

e-journal Keperawatan (e-kp) Volume 6 Nomor 1, Februari 2018

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Metode penelitian ini

KERANGKA ACUAN PROGRAM PELATIHAN GAWAT DARURAT (TRIASE) DI UPT PUSKESMAS KINTAMANI I

PENGARUH SARAPAN PAGI TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN (Hb) PADA MURID SEKOLAH DASAR ( Studi di SDN 1 Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo )

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TIM SEARCH AND RESCUE TENTANG BASIC LIFE SUPPORT. Naskah Publikasi

HUBUNGAN KETEPATAN PELAKSANAAN TRIASE DENGAN TINGKAT KEPUASAN KELUARGA PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUP PROF. DR. R. D.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Gambaran Karakteristik Responden. sebanyak 38 responden dan kelompok kontrol 38 responden.

BAB I PENDAHULUAN. lakukan untuk mempertahankan kondisi jiwa seseorang pada saat mengalami

BAB III METODE PENELITIAN. rancangan penelitian pra-experimental menggunakan one graup pre testpost

PERBEDAAN PENGARUH EDUKASI KETRAMPILAN BASIC LIFE SUPPORT

Transkripsi:

PENGARUH PELATIHAN TEORI BANTUAN HIDUP DASAR TERHADAP PENGETAHUAN RESUSITASI JANTUNG PARU SISWA-SISWI SMA NEGERI 1 TOILI Christie Lontoh Maykel Kiling Djon Wongkar Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado Email: Christie.lontoh@yahoo.com ABSTRACT: Background. Basic life support (BLS) is an emergency act to release or opened anairway, breathing and to help on maintain blood circulation without using devices. Which includes of BLS resuscitation or CPR (CPR) were is include of emergency measure, as an effort to restore a state of respiratory and cardiac arrest, to prevent to a condition which is call biological death.purpose. To determine the influence of basic life support training to the knowledge of resuscitation on students at SMA Negeri 1 Toili.Method. The research using study praexperimental design One-Group Pre-test post-test design to compare the knowledge of CPR before and after the training. Samples used 72 sample which isconsisting of 37 members and 35 members of PMR scout. Data analyzusing Wilcoxon Signed Rank Test.Results. Result of statistical tests Wilcoxon Signed Rank Test on the respondents, there is significant effect where is the value of p-value = 0.000 (α <0.05),.Conclusion. Statistically there s significant effect of training on the theory of basic life support CPR knowledge students at SMA Negeri 1 Toili. Keywords: BLS Training, CPR knowledge ABSTRAK: Latar Belakang. Bantuan hidup dasar (BHD) adalah tindakan darurat untuk membebaskan jalan napas, membantu pernapasan dan mempertahankan sirkulasi darah tanpa menggunakan alat bantu. Yang termasuk tindakan BHD Resusitasi jantung paru (RJP) adalah suatu tindakan darurat, sebagai suatu usaha untuk mengembalikan keadaan henti napas dan henti jantung, guna mencegah kematian biologis. Tujuan. Mengetahui pengaruh pelatihan bantuan hidup dasar terhadap pengetahuan resusitasi jantung paru siswa-siswi SMA Negeri 1 Toili. Metode. penelitian ini menggunakan desain penelitian One-Group Pre test-post test Design untuk membandingkan pengetahuan RJP sebelum dan sesudah pelatihan. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 72 orang yang terdiri dari 37 orang anggota pramuka dan 35 anggota PMR. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS dan uji hipotesis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil. hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test pada responden yaitu terdapat pengaruh yang signifikan dimana nilai p-value =0,000 (α< 0.05). Kesimpulan. Secara statistik ada pengaruh yang signifikan pelatihan teori bantuan hidup dasar terhadap pengetahuan resusitasi jantung paru siswa-siswi SMA Negeri 1 Toili. Kata Kunci: Pelatihan BHD, Pengetahuan RJP 1

PENDAHULUAN Kondisi kegawatdaruratan dapat terjadi dimana saja, dan kapan saja. Sudah menjadi tugas petugas kesehatan untuk menangani masalah tersebut, walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan kondisi kegawatdaruratan dapat terjadi pada daerah yang sulit dijangkau petugas kesehatan, maka pada kondisi tersebut, peeran serta masyarakat untuk membantu korban sebelum ditemukan oleh petugas kesehatan menjadi sangat penting (Sudiharto & Sartono, 2011). Dalam kurun waktu satu Januari hingga 30 September 2010, Sulawesi Tengah tercatat jumlah korban kecelakaan lalulintas pekerja swasta 23,52 persen dan petani serta nelayan yang hanya 14,44 persen, dan yang tertinggi yaitu dari kalangan pelajar dan mahasiswa yaitu mencapai 29,30 persen, dari jumlah keseluruhan (beritapalu, 2010). Selain kecelakaan lalu lintas, Penyakit jantung juga dikenal sangat mematikan. Data terakhir world health organization (WHO) menyebutkan bahwa serangan jantung masih menjadi pembunuh manusia nomor satu di negara maju dan berkembang dengan menyumbang 60 persen dari seluruh kematian. Henti jantung menjadi penyebab utama kematian di beberapa negara. Terjadi baik di luar rumah sakit maupun di dalam rumah sakit. Diperkirakan sekitar 350.000 orang meninggal per tahunnya akibat henti jantung di Amerika dan Kanada. Perkiraan ini tidak termasuk mereka yang diperkirakan meninggal akibat henti jantung dan tidak sempat dilakukan resusitasi. Kematian terjadi biasanya karena ketidakmampuan petugas kesehatan untuk menangani penderita pada fase gawat darurat (Golden Period). Ketidakmampuan tersebut bisa disebabkan oleh tingkat keparahan, kurang memadainya peralatan, belum adanya sistem yang terpadu dan pengetahuan dalam penanggulangan darurat yang masih kurang. Pertolongan yang tepat dalam menangani kasus kegawatdaruratan adalah basic life support (bantuan hidup dasar). Semua lapisan masyarakat seharusnya diajarkan tentang bantuan hidup dasar terlebih bagi para pekerja yang berkaitan dengan pemberian pertolongan keselamatan Lebih baik mengetahui pertolongan pertama dan tidak memerlukannya daripada memerlukan pertolongan pertama tetapi tidak mengetahuinya. Setiap orang harus mampu melakukan pertolongan pertama, karena sebagian besar orang pada akhirnya akan berada dalam situasi yang memerlukan pertolongan pertama untuk orang lain atau diri mereka sendiri (Thygerson, 2009). Beberapa diantaranya ialah pelajar SMA baik pramuka dan palang merah remaja (PMR). METODE PENELITIAN Pada penelitian ini digunakan desain penelitian One-Group Pre test-post test Design yang mengungkapkan sebab akibat dengan cara melibatkan satu kelompok subyek. Kelompok subyek diobservasi sebelum dilakukan intervensi, kemudian diobservasi lagi setelah intervensi. Pengujian sebab akibat dengan cara membandingkan hasil pra-test dengan post test. (Nursalam, 2008). 2

Tabel 1. Cara membandingkan hasil pretest dengan post-test Subjek Pra-test Perlakuan Pascatest K O I O1 Time 1 Time 2 Time 3 Keterangan: K : Subjek O : Obsevasi/pengukuran sebelum perlakuan I : Intervensi O1 : Observasi/pengukuran sesudah perlakuan Populasi dalam penelitian yaitu seluruh siswa-siswi SMA Negeri 1 Toili total 989 orang. Sampel dipakai adalah non probabilitas dengan metode purposive sampling yaitu seluruh siswa anggota aktif dalam organisasi Palang Merah Remaja (PMR) dan anggota pramuka di SMA Negeri 1 Toili yaitu sebanyak 72 orang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan juni tahun 2013 di SMA Negeri 1 Toili. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuisioner yang terdiri dari bagian I untuk data umum responden dan bagian II untuk mengidentifikasi pengetahuan responden dengan menggunakan lembar kuesioner. Kuesioner terdiri dari 15 (lima belas) item penilaian, yang menggunakan skala Likert dengan tiga pilihah penilaian yaitu 1) Baik, 2) Cukup, 3) Kurang. Data awal dikumpulkan melalui soalsoal pre test.. Selanjutnya responden akan diberi pelatihan BHD. Setelah pelatihan, data akhir diambil melalui soal-soal post test. Pada penelitian ini pengolahan data menggunakan tahap-tahap pengolahan data sebagai berikut: editing, coding, tabulating, cleaning, describing. Data yang sudah ditabulasi siap untuk dianalisa dengan uji t jika syarat uji t dipenuhi. Jika tidak, maka akan digunakan uji alternatif lain dari uji t yaitu Wilcoxon Signed Ranks Test dengan derajad kesalahan 0,05 % atau derajad kemaknaan 95 %, melalui program komputer SPSS. Uji ini bertujuan untuk melihat adanya pengaruh dan mengukur efektifitas perlakuan dengan membandingkan nilai ratio pre test dan post test. Peneliti harus memahami prinsipprinsip etika penelitian meliputi (Nursalam, 2008): Prinsip manfaat seperti bebas dari penderitaan, bebas dari eksploitasi, Partisipasi subjek dalam penilitian, dan resiko. Prinsip menghargai hak asasi manusia seperti hak untuk ikut/ tidak menjad iresponden, hak untuk mendapatkan jaminan dari perlakuan, informed consent. Prinsip Keadilan seperti hak untuk mendapatkan pengobatan yang adil, subjek harus diperlakukan secara adil baik sebelum, selama dan sesudah keikutsertaannya dalam, hak dijaga kerahasiaannya, subjek mempunyai hak untuk meminta bahwa data yang diberikan harus dirahasiakan, untuk itu perlu adanya anonymity dan rahasia. HASIL dan PEMBAHASAN 41.70% 50.30% 8.30% Kurang Cukup Baik Gambar 1 Karakteristik Responden Berdasarkan Pengetahuan Sebelum Diberikan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar 94.40% Baik 5.60% 0.00% Cukup Kurang Gambar 2 Karakteristik Responden Berdasarkan Pengetahuan Setelah Diberikan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Uji normalitas untuk data pengetahuan resusitasi jantung paru menggunakan One-Sample Kolmogorov- 3

Smirnov test, pada data pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan uji membuktikan p-value = 0,000 (α<0.05), artinya data tidak berdistribusi normal, maka untuk selanjutnya tidak dapat menggunakan uji t berpasangan tetapi menggunakan uji alternatif lain dari t-test yaitu Wilcoxon Signed Ranks Test. Tabel 2. Hasil Uji Statistik Pengaruh Pelatihan Teori Bantuan Hidup Dasar Terhadap Pengetahuan Resusitasi Jantung Paru Siswa-siswi SMA Negeri 1 Toili Pre Post No Pengetahuan N % n % 1 Kurang 30 41,7 0 0 2 Cukup 36 50,0 4 5,6 3 Baik 6 8,3 68 94,4 Negative Ranks Positive Ranks 0 66 Ties 6 Wilcoxon test α = 0,000 Sumber : Data Primer Dalam penelitian ini yang diuji yaitu dua sampel bebas yang berasal dari populasi yang sama, bebas atau independen berarti dua sampel tersebut tidak bergantung satu dengan yang lain, juga bertipe interval atau rasio sehingga uji statistik yang harus digunakan yaitu t-test (santoso, 2010). Uji statistik t-test mensyaratkan data bersifat interval atau rasio, serta data mengikuti distribusi normal atau dianggap normal. Jika salah satu syarat tidak dapat dipenuhi, maka uji t harus diganti dengan alternatif lain yaitu uji Wilcoxon Signed Rank Test. Uji Wilcoxon Signed Rank Test digunakan sebagai alternatif lain nonparametrik untuk uji t jika syarat uji t tidak terpenuhi. Uji ini digunakan dalam analisis data dimana asumsi data tidak berdistribusi normal (bellera, 2010). Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test pada responden yaitu terdapat pengaruh yang signifikan dimana nilai p- value =0,000 (α< 0.05), yang berarti H0 ditolak. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diiberikan pelatihan BHD selama satu hari. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan resusitasi jantung paru responden yaitu dapat dilihat adanya peningkatan pengetahuan yang baik dari 8,3% menjadi 94,4% dan penurunan pengetahuan yang kurang dari 41,7% menjadi 0%. Selain itu Adanya peningkatan pengetahuan ini, sesungguhnya tidak lepas dari pemberian pelatihan. Sehingga tingkat pengetahuan menunjukkan adanya perubahan setelah diberikan pelatihan. Hal ini sudah dibuktikan oleh peneliti sebagai perawat bahwa dengan pendekatan keperawatan, pemberian pelatihan telah membawa hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelajar sebagai orang awam dapat melakukan pertolongan pertama pada siapapun dalam keadaan yang gawat darurat terutama pada orang yang mengalami henti jantung dan henti nafas yang pada umumnya ditemukan oleh orang awam. Peranan orang awam sebagai penemu pertama korban sangat berpengaruh. Meskipun keterlambatan hanya beberapa menit jantung seseorang berhenti, dapat memberi perbedaan antara hidup dan mati, dan memberi bantuan sementara sampai mendapatkan perawatan medis yang kompeten, jika perlu atau sampai kesempatan pulih tanpa perawatan medis terpenuhi. (Thygerson, 2009). SIMPULAN Ada pengaruh pelatihan teori bantuan hidup dasar terhadap pengetahuan resusitasi jantung paru siswa-siswi SMA Negeri 1 Toili. Pengaruh sangat signifikan ditandai dengan jumlah p-value = 0,000 (α< 0.05), dimana H0 ditolak. Sebagian besar mengalami peningkatan pengetahuan dari sebelum diberikan pelatihan dan sesudah diberikan pelatihan. Terjadi peningkatan pengetahuan dari sebelum diberikan pelatihan dan sesudah diberikan pelatihan, yang baik dari 8,3% menjadi 94,4% dan penurunan pengetahuan yang kurang dari 41,7% menjadi 0%. 4

DAFTAR PUSTAKA Bellera CA, (2010) Normal Approximations to the Distributions of the Wilcoxon Statistic. Journal of Statistic education. 2010 [cited 2013 july 13]. Avaliable from: http://www.amstat.org/publications/jse/v1 8n2/bellera.pdf http://www.beritapalu.com/palu/2930- persen-korban-lakalantas-pelajar-danmahasiswa.html [Accesed 16 Mei 2013]. Santoso, (2010). Statistik Nonparametrik Konsep dan Aplikasi Dengan SPSS.Jakarta:PT Elex Media Komputindo Sudiharto, Sartono.(2011). Basic Trauma Cardiac Life Support. Jakarta: CV.Sagung Seto Thygerson, Alton.(2009). First Aid: Pertolongan Pertama Edisi Kelima. Jakarta:Penerbit Erlangga Nursalam.(2008).Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta:Salemba Medika 5