Nyoman Deni Setia Andari 1 ABSTRAK

dokumen-dokumen yang mirip
Epy Purwasih 1. Balinggi? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya peranan. di Kelompok B PAUD Terpadu Tri Dharma Santi Lebagu Kecamatan

Ni Made Susanti 1 ABSTRAK

PERANAN MEDIA GAMBAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR ANAK DI KELOMPOK B TK MELATI BURANGA KECAMATAN AMPIBABO KABUPATEN PARIGI MOUTONG. Oleh FENI TOHEBA 1

MENINGKATKAN PEMAHAMAN ANAK MENGENAL KONSEP WAKTU MELALUI METODE TANYA JAWAB DI KELOMPOK B TK AL-HIDAYAH TALISE

MENINGKATKAN NILAI AGAMA PADA ANAK MELALUI METODE TANYA JAWAB DI KELOMPOK B TK PERTIWI DONGGALA

MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL WARNA MELALUI ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) DI KELOMPOK A TK PERTIWI DONGGALA

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK B TK NEGERI PEMBINA DONGGALA

MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI PERCOBAAN SAINS SEDERHANA PADA ANAK KELOMPOK B2 TK GAMALIEL PALU

MENINGKATKAN KEMAMPUAN FISIK MOTORIK KASAR ANAK MELALUI ALAT PERMAINAN EDUKATIF PADA KELOMPOK B TK AL-HIDAYAH TALISE PALU UTARA

MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL HURUF HIJAIYAH MELALUI KARTU HURUF DI KELOMPOK B TK AL-KHAIRAAT BALAMOA

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ANAK PADA TEMA PEKERJAAN MELALUI MEDIA GAMBAR DI TK AL AMIN WANI II

MENINGKATKAN PERILAKU MORAL ANAK MELALUI METODE DEMONSTRASI DI KELOMPOK B TK AL-KHAIRAAT I KALEKE KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI

MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL ANGKA MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK A TK GENERASI BANGSA PALOLO

MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK MELALUI ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) DI KELOMPOK A TK PERTIWI DONGGALA

MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK BERBICARA MELALUI METODE BERMAIN PERAN DI KELOMPOK B TK TERATAI SUNJU

PENINGKATAN KREATIVITAS MEWARNAI GAMBAR MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK B1 TK NEGERI PEMBINA PALU UTARA

Ni Luh Gede Sudewiyani 1 ABSTRAK

HUBUNGAN MENGGAMBAR BEBAS TERHADAP KREATIVITAS ANAK DI KELOMPOK B2 TK AL-KHAIRAAT III PALU

PENGARUH METODE EKSPERIMEN SAINS SEDERHANA TERHADAP MINAT BELAJAR ANAK DI KELOMPOK B5 TK AISYIYAH 1 PALU

PERANAN METODE PEMBERIAN TUGAS MEWARNAI GAMBAR DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK DI KELOMPOK B TK JAYA KUMARA DESA BALINGGI JATI

MENINGKATKAN DISIPLIN ANAK DENGAN METODE DEMONSTRASI DI KELOMPOK B TK SION TATURA PALU

PERANAN METODE PEMBERIAN TUGAS DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK DI TK PKK OTI KECAMATAN SINDUE TOBATA KABUPATEN DONGGALA

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK B PAUD PERMATA HATI POMBEWE KABUPATEN SIGI ABSTRAK

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA MELALUI SINGING GAME DI KELOMPOK B TK NEGERI PEMBINA DONGGALA

Meningkatkan Minat Belajar PKn Melalui Metode Bermain Peran Siswa Kelas IV SD Inpres 3 Tolai

MENINGKATKAN PEMAHAMAN ANAK MENGENAL MACAM- MACAM MAKANAN BERGIZI MELALUI MEDIA GAMBAR PADA KELOMPOK B2 TK BUNDA HATI KUDUS PALU

PENGARUH PEMBERIAN PENGUATAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR ANAK Di KELOMPOK B3 PAUD-TK NEGERI PEMBINA PALU. Rahayu 1

MENINGKATKAN PERILAKU SOSIAL ANAK MELALUI METODE BERMAIN PERAN DI KELOMPOK A TK KARYA THAYYIBAH MATANA

PENINGKATAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK MELALUI BERMAIN PERAN DI TAMAN KANAK-KANAK SYUKRILLAH AGAM. Azwinar

PENGARUH METODE BERCERITA MENGGUNAKAN BUKU CERITA BERGAMBAR TERHADAP KETERAMPILAN ANAK BERBICARA DI TK BETHEL KECAMATAN LORE SELATAN ABSTRAK

ARTIKEL SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat. Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Jurusan PG-PAUD

UPAYA MENGEMBANGKAN PERILAKU SOPAN MELALUI PEMBIASAAN PADA ANAK KELOMPOK B1 DI TK ALKHAIRAAT TONDO

MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL CIPTAAN TUHAN MELALUI METODE TANYA JAWAB DI KELOMPOK B TK NEGERI PEMBINA DONGGALA

UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI PERMAINAN PLASTISIN PADA ANAK PLAYGROUP DI PAUD NUR ROHMAH PLUPUH SRAGEN TAHUN AJARAN 2013/2014

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH PENULISANKARYA ILMIAH (PKI) MELALUI SUMBER BELAJAR LINGKUNGAN PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PG PAUD

Pembelajaran Sistem Area Dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak Di TK Purwo Kencono Desa Purworejo

PENGARUH METODE DEMONSTRASI TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK DI KELOMPOK B TK PEMBINA PALU

PENGARUH METODE KARYAWISATA TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK DI KELOMPOK B1 TK ALKHAIRAAT TONDO KECAMATAN MANTIKULORE ARTINA 1 ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. dasar bagi perkembangan anak selanjutnya. dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu

PERANAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP PENERAPAN NILAI-NILAI AGAMA DI KELOMPOK B TK MELATI BURANGA KECAMATAN AMPIBABO KABUPATEN PARIGI MOUTONG

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Program Studi PG-PAUD

JURNAL. Oleh: MUIN DWI ASTUTI NPM P. Dibimbing oleh : 1. DEMA YULIANTO, M.Psi. 2. ANIK LESTARININGRUM, M.Pd.

ARTIKEL. Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan ( S.Pd ) Pada Jurusan PG PAUD

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Melalui Metode Demonstrasi Pada Mata Pelajaran IPA di SDN No. 1 Balukang

MENINGKATKAN PENGEMBANGAN MORAL ANAK MELALUI METODE BERCERITA PADA KELOMPOK B TK GPID 2 PALU SELATAN

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK MELALUI PERMAINAN MAZE KATA DI TAMAN KANAK-KANAK PADANG ARTIKEL

PENGARUH METODE DEMONSTRASI TERHADAP PERKEMBANGAN MORAL ANAK DI KELOMPOK B TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL IV PALU. Siti Gamar H.

KARYA ILMIAH. Oleh : ELFIA BETHARIA NPM A1I112032

PERANAN KEGIATAN MENGGAMBAR DALAM MENINGKATKAN MOTORIK HALUS PADA ANAK DI KELOMPOK B TK BUNGAMPUTI DWP UNTAD PALU

HUBUNGAN METODE BERCERITA DENGAN KEMAMPUAN ANAK BERBICARA DI KELOMPOK B PAUD MADAMBA PALU

PENGARUH PERMAINAN KARTU ANGKA TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK DI KELOMPOK B3 RA DEPAG 1 PALU BARAT

PERANAN METODE BERCERITA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK BERBAHASA LISAN DI KELOMPOK B1 TK TUNAS BANGSA DESA SIDERA KABUPATEN SIGI

Mengenalkan Konsep Huruf Dengan Metode Permainan Kartu Huruf Pada Anak

HUBUNGAN KEGIATAN MONTASE DENGAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK DI KELOMPOK B1 TK ALKHAIRAAT TONDO PALU

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SLBN 1 Palu pada Materi Mengenal Pecahan dengan Menggunakan Kertas Lipat

HALAMAN PERSETUJUAN ARTIKEL. : Peningkatan Kreativitas Anak Melalui Pemanfaatan Bahan Sisa Kardus Bekas Taman Kanak- Kanak Padang

Pengaruh Pemberian Tugas Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Geografi ABSTRAK

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK A TK ALKHAIRAAT SUMARI

PENERAPAN METODE RESITASI TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA SEMESTER VI PROGRAM STUDI PG PAUD PADA MATA KULIAH PENULISAN KARYA ILMIAH (PKI)

ARTIKEL PENELITIAN. Oleh : LANGGENG MIATI NPM:

PELAKSANAAN KETERAMPILAN MENGAJAR GURU DI GUGUS MANGGA KECAMATAN JAYA BARU KOTA BANDA ACEH. Sri Risky Ramadani, Nurhaidah, Soedirman Z.

ASMUNI UPTD Pendidikan TK dan SD Kec. Pagu Kab. Kediri

PENGARUH MEDIA KARTU HURUF HIJAIYYAH TERHADAP KEMAMPUAN ANAK MENGENAL HURUF HIJAIYYAH DI KELOMPOK B TK 1 AL-KHAIRAAT KASIMBAR

PENINGKATAN KEMAMPUAN SAINS ANAK USIA DINI MELALUI METODE DEMONSTRASI DI TAMAN KANAK-KANAK TRI BINA PAYAKUMBUH

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK MELALUI PERMAINAN MEMANCING HURUF BERGAMBAR DI TK NEGERI PEMBINA AGAM NIKE PRANSISKA ABSTRAK

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN LINGKARAN ANGKA DI TAMAN KANAK- KANAK QATRINNADA KECAMATAN KOTO TANGAH PADANG

Jurnal Pesona PAUD Vol.I No 1 Page 1

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Program Studi PG PAUD

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Jurusan PG PAUD. Oleh:

MENINGKATKAN PERILAKU SOSIAL ANAK MELALUI KARYA WISATA PADA KELOMPOK B TK KARYA THAIYYIBAH BALE

Penerapan Metode Demonstrasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Penyebab Benda Bergerak Di Kelas II SD No.

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERHITUNG MELALUI MEDIA BENDA KONKRET PADA ANAK KELOMPOK A TK DHARMA WANITA KEC. SRENGAT KABUPATEN BLITAR ARTIKEL PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. untuk memasuki pendidikan lebih lanjut (Suyadi, 2010).

PENGARUH METODE PEMBERIAN TUGAS TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B2 DI TK SAMPOROA DHARMA WANITA PERSATUAN KOTA PALU. Ari Okta Pratiwi 1

STUDI TENTANG FAKTOR- FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI IPS DI SMA NEGERI I TAPA KABUPATEN BONE BOLANGO

PENGARUH MINAT BELAJAR DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI PADA SISWA. KELAS VIII MTs MUHAMMADIYAH WARU TAHUN AJARAN 2013/2014

PENGARUH PEMBERIAN PENGUATAN TERHADAP PERKEMBANGAN MORAL ANAK Di KELOMPOK B3 TK NEGERI PEMBINA PALU. Zulfitri 1

BAB I PENDAHULUAN. Undang undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional

JURNAL PENELITIAN. Oleh: SITI HINDUN M. H. NPM

PENINGKATAN KREATIVITAS ANAK MELALUI PERMAINAN BALOK DI KELAS A PAUD AL-HIDAYAH ACEH BESAR. Isthifa Kemal 1 Sari Yuanita 2 ABSTRAK

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Pada Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PERANAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN NILAI MORAL ANAK DI KELOMPOK B TK AISYIYAH V PALU

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MEDIA GAMBAR PADA ANAK. Abstrak

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. berikut: Terdapat Hubungan Positif dan Signifikan Kebiasaan Belajar

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada Jurusan PG PAUD FKIP UNP KEDIRI

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERBICARA DENGAN PERMAINAN PANGGUNG BONEKA PADA ANAK KELOMPOK A DI TK KREATIF ZAID BIN TSABIT NGLEGOK BLITAR

PENGARUH METODE BERCERITA TERHADAP PERILAKU MORAL ANAK DI KELOMPOK B TK KARYA THAYYIBAH II DESA WOMBO KABUPATEN DONGGALA DIAN MITRAWATI 1 ABSTRAK

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Dengan Metode Demonstrasi di Kelas IV SDN 14 Ampana

ARTIKEL SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Program Studi PG PAUD OLEH :

NASKAH PUBLIKASI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Gelar Sarjana Strata-1 Program studi Pendidikan Akuntansi.

MENINGKATKAN KEMANDIRIAN MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK ABA 010 CABANG KUOK KABUPATEN KAMPAR

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK MELALUI TULISAN PADA MEDIA BEKAS DI TAMAN KANAK-KANAK BAITUL HAMDI PADANG

METODE BERMAIN LEGO DALAM UPAYA MENUMBUHKEMBANGKAN KECERDASAN KINESTETIK PADA ANAK USIA DINI (Sudi Kasus di Lembaga Pendidikan Manusia Unggul)

MENINGKATKAN PENERAPAN NILAI AGAMA DAN MORAL MELALUI METODE DEMONSTRASI DI KELOMPOK B TK KARYA THAYYIBAH NUPABOMBA KABUPATEN DONGGALA NURLAELA 1

PENINGKATAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN KOLASE DARI BAHAN BEKAS DI TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH SIMPANG IV AGAM.

MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI KEGIATAN MENGGAMBAR DI KELOMPOK B TK PGRI TARIPA

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK MELALUI PERMAINAN PIRING HURUF DI RAUDHATUL ATHFAL DARMA WANITA PADANG ARTIKEL

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI ALAT PERMAINAN EDUKATIF DI TK SIS ALJUFRI 1 TATURA PALU

Transkripsi:

PERANAN METODE DEMONSTRASI DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK DI KELOMPOK B TK DHARMA SANTI DESA TOLAI BARAT KECAMATAN TORUE KABUPATEN PARIGI MOUTONG Nyoman Deni Setia Andari 1 ABSTRAK Permasalahan utama dan mendasar pada penelitian ini adalah masih rendahnya minat belajar anak di PAUD Darma Santi Desa Tolai Barat. Metode demonstrasi yang digunakan pada penelitian ini difokuskan pada permasalahan, yaitu apakah penggunaan metode demonstrasi di PAUD dapat meningkatkan minat belajar anak? Untuk menjawab permasalahan di atas, peneliti melakukan penelitian kelas (penelitian kualitatif) yang terdiri dari kegiatan pengamatan. Penelitian ini dilaksanakan di PAUD Darma Santi Desa Tolai Barat Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong, tahun ajaran 2012/2013. Subyek penelitian adalah 25 anak yang terdiri dari 9 anak laki-laki dan 16 anak perempuan dengan minat belajar yang masih rendah. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar pengamatan/observasi. Kemudian data dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan analisis data maka dapat diketahui terjadi peningkatan minat belajar anak di PAUD terdapat 74% anak yang memiliki minat belajar Tinggi, 21,33% anak yang memiliki minat belajar Sedang, dan 4,67% anak yang memiliki minat belajar Rendah. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, jelas sekali membuktikan bahwa penggunaan metode demonstrasi sangat berperan dalam meningkatkan minat belajar anak. Kata Kunci: Metode Demonstrasi, Minat Belajar Anak PENDAHULUAN Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, hal tersebut dijelaskan dalam Undangundang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. PAUD Darma Santi Desa Tolai Barat merupakan sebuah Taman Kanak-kanak (TK) yang berada di wilayah pedesaan dan baru mengalami pemekaran. Lingkungan di sekitar TK ini sangat menunjang dilakukannya proses kegiatan belajar mengajar karena letaknya yang jauh dari jalan raya dan kondisi bangunannya yang memadai. Namun, terlepas dari kondisi fisik 1 Mahasiswa Program Studi PG PAUD, Jurusan ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako, No. Stambuk: A 411 09 017. 115

gedung TK, keterbatasan guru dalam menyampaikan pembelajaran menyebabkan minat belajar anak menjadi rendah. Sehingga guru diharapkan memiliki keterampilan lebih dalam ketepatan pemilihan media serta metode pembelajaran yang sangat dibutuhkan dalam memanfaatkan segala sarana dan prasarana yang masih minim. Salah satunya adalah dengan menggunakan metode pembelajaran demonstrasi untuk menumbuhkan minat belajar anak. Dalam mencapai tujuan pembelajaran, khususnya mengenai minat belajar anak, khususnya di PAUD Darma Santi Desa Tolai Barat masih mengalami kesulitan setelah peneliti melakukan observasi awal. Hal ini terlihat dari masih rendahnya perhatian anak dalam mengikuti proses pembelajaran. Anak lebih suka mengganggu teman di sebelahnya, acuh tak acuh, dan terkadang asyik bermain sendiri. Bertitik tolak dari hal tersebut, perlu pemikiran-pemikiran dan tindakan-tindakan yang harus dilakukan agar anak memiliki minat dan semangat sehingga pembelajaran yang dibuat oleh guru melalui RKH dapat tercapai dengan baik dan hasilnya dapat memuaskan semua pihak. Oleh sebab itu, penggunaan metode pembelajaran yang menarik dan menyenangkan akan dirasa sangat penting untuk meningkatkan minat belajar anak. Hal inilah yang membuat peneliti merasa tertarik untuk meneliti peranan metode demonstrasi dalam meningkatkan minat belajar anak di PAUD Darma Santi Desa Tolai Barat. Berdasarkan penjelasan yang telah dikemukakan tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan metode demonstrasi di PAUD Darma Santi Desa Tolai Barat dapat meningkatkan minat belajar anak? Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah dikemukakan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingginya peranan metode demonstrasi dalam meningkatkan minat belajar anak di PAUD Darma Santi Desa Tolai Barat. Slameto (dalam Misriani, 2012:6) mengungkapkan bahwa Minat adalah seseorang yang berminat terhadap suatu aktivitas dan memperhatikan secara konsisten dengan rasa senang. Sedangkan, menurut Crow dan Crow (dalam Hj. Shofiyanti Nur Zuama 2012:9), Minat adalah sesuatu yang berhubungan dengan daya gerak yang mendorong kita cenderung atau merasa tertarik pada orang, benda, kegiatan, ataupun bisa berupa pengalaman yang efektif yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa minat adalah suatu keinginan atau rasa ketertarikan seseorang yang kuat terhadap suatu kegiatan untuk melakukan perubahan tingkah laku guna memperoleh ilmu pengetahuan. Menurut pendapat Oemar Hamalik (1982:21), Belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseoarang yang dinyatakan dalam cara-cara 116

bertingkah laku yang baru, berkat pengalaman dan latihan. Sedangkan, S. Nasution (dalam Misriani, 2012:9) mengemukakan pengertian belajar, sebagai berikut: Belajar adalah penambahan pengetahuan. Definisi ini dalam praktek sangat banyak dianut di sekolah, dimana guru-guru berusaha memberikan ilmu sebanyak mungkin dan murid bergiat untuk mengumpulkannya. Sering belajar itu disamakan dengan menghafal. Bukti bahwa seorang anak belajar ternyata dari hasil ujian yang diadakan. Berdasarkan beberapa pengertian belajar, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu aktivitas berpikir manusia mengenai suatu pengetahuan dari tidak tahu menjadi tahu yang ditunjukkan melalui perubahan tingkah laku. Sanapiah Faisal (1986:85) mengemukakan, Minat belajar adalah keadaan yang ada pada diri seseorang yang menimbulkan perasaan senang terhadap suatu pelajaran, sehingga dapat memberikan perhatian yang lebih khusus dalam situasi belajar. Menurut Abu Ahmadi (dalam Sanapiah Faisal, 1986:87) Minat belajar adalah kecenderungan seseorang yang menimbulkan perasaan suka atau senang untuk melakukan aktivitas belajar seseorang untuk memperoleh keberhasilan belajar. Berdasarkan beberapa pengertian minat belajar, dapat disimpulkan bahwa minat belajar adalah keadaan diri yang menimbulkan perasaan suka dan senang terhadap sesuatu pelajaran sehingga dapat memperoleh keberhasilan belajar. METODE PENELITIAN Subyek penelitian yang diambil oleh peneliti adalah seluruh anak didik di PAUD Darma Santi Desa Tolai Barat, berjumlah 25 anak usia 5-6 tahun, terdiri dari 9 anak laki-laki dan 16 anak perempuan, terdaftar tahun ajaran 2012/2013. Dalam penelitian ini, variabel yang digunakan ada dua macam variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah metode demonstrasi, diberi simbol X. Sedangkan, variabel terikat adalah minat belajar, diberi simbol Y. Penelitian ini bersifat deskriptif, dimana berdasarkan variabel penelitian, maka hubungan variabel X dan variabel Y, sebagai berikut: X Y Keterangan: X : Metode Demonstrasi Y : Minat Belajar : Peranan 117

Pada variabel Y (minat belajar) sangat dipengaruhi oleh variabel X (Metode Demonstrasi) sehingga variabel ini dikatakan variabel terikat, sedangkan pada variabel X (Metode Demonstrasi) tidak dipengaruhi oleh variabel Y (Minat Belajar) itulah sebabnya dikatakan variabel bebas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, sebagai berikut: 1) Teknik Observasi. 2) Teknik Dokumentasi. Setelah data terkumpul, maka data akan diolah dengan menggunakan teknik persentase, hasil olahan tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif. Rumusan yang digunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan secara persentase (Suharsimi Arikunto, 2006:42), yaitu: Keterangan : P = Persentase f p = f N x 100% = Jumlah jawaban dari masing-masing alternatif N = Jumlah responden HASIL PENELITIAN 1. Rekapitulasi Hasil Penelitian No Kategori Tabel 1 Rekapitulasi Hasil Penelitian Aspek yang Diamati Perhatian Ketertarikan Antusias F % F % F % Rata-Rata (%) 1 Tinggi 19 76 18 70 19 76 74 2 Sedang 6 24 6 24 4 16 21,33 3 Rendah 0 0 1 6 2 8 4,67 Jumlah 25 100 25 100 25 100 Sumber : Hasil Pengamatan Di Kelompok B PAUD Darma Santi Desa Tolai Barat PEMBAHASAN Berdasarkan data hasil penelitian yang telah dilakukan di PAUD Darma Santi Desa Tolai Barat, dimana subjek penelitian ini adalah semua anak yang berjumlah 25 orang, diketahui bahwa minat anak dalam mengikuti proses pembelajaran dari semua aspek bervariasi. Bagi peneliti, metode demonstrasi memiliki suatu keistimewaan, dimana anak tidak hanya mendengar, tetapi juga dapat secara langsung melihat bahkan mencoba mengenai 100 118

cara kerja suatu proses. Minat belajar anak pada semua aspek yang diamati menggunakan metode demonstrasi, meningkat dari minggu ke minggu. Ini terlihat dari hasil Rekapitulasi pengamatan pada aspek antusias, terdapat 19 anak dalam kategori tinggi, 6 anak dalam kategori sedang, dan tidak ada anak dalam kategori rendah. Anak mendapat kategori tinggi karena memenuhi semua indikator dalam aspek perhatian, seperti anak memiliki kemauan untuk mengikuti berlangsungnya kegiatan demonstrasi, anak memusatkan pandangannya pada kegiatan demonstrasi, dan anak mudah mengingat pelajaran yang diberikan guru melalui kegiatan demonstrasi. Anak mendapat kategori sedang karena hanya memenuhi dua indikator saja dan mendapat kategori rendah karena hanya memenuhi satu indikator atau tidak sama sekali. Hasil rekapitulasi pengamatan pada aspek ketertarikan, terdapat 18 anak dalam kategori tinggi, 6 anak dalam kategori sedang, dan 1 anak dalam kategori rendah. Anak memperoleh kategori tinggi karena memenuhi semua indikator, seperti anak berusaha melihat kegiatan demonstrasi dari jarak yang lebih dekat, anak memiliki perasaan senang saat kegiatan demonstrasi berlangsung, serta anak memiliki kemauan untuk melakukan kegiatan yang didemonstrasikan guru. Anak mendapat kategori sedang karena hanya memenuhi dua indikator dan mendapat kategori rendah karena hanya memenuhi satu indikator. Hasil rekapitulasi pengamatan pada aspek antusias, terdapat 19 anak dalam kategori tinggi, 4 anak dalam kategori sedang, dan 2 anak dalam kategori rendah. Anak mendapat kategori tinggi karena anak memenuhi semua indikator dalam aspek Antusias, seperti anak bersemangat saat mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, anak tidak mudah berputus asa saat menyelesaikan tugas yang diberikan guru, dan anak percaya diri dengan hasil dari tugas yang dikerjakannya. Anak mendapat kategori sedang karena hanya memenuhi dua indikator dan mendapat kategori rendah karena hanya memenuhi satu indikator. Berdasarkan hasil penelitian, nama anak yang paling tinggi minat belajarnya dari minggu ke minggu, yaitu Citra Malini, Nessya Melani, Adri Jaya, dan Pramudia. Mereka dikatakan tinggi minat belajarnya karena dibandingkan dengan anak-anak yang lain, rasa ingin tahu mereka lebih tinggi, merespon kegiatan demonstrasi yang dilakukan guru, dan lebih awal dapat menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Sedangkan nama anak yang tergolong kategori rendah yaitu Mardi Radistya, Rai Andika, dan Sri Arwati. Hal ini disebabkan karena di saat kegiatan demonstrasi berlangsung, mereka senang mengganggu teman sebangkunya, suka mencari perhatian guru, dan jika ditanya guru tidak merespon. Melihat permasalahan ini, guru tidak hanya tinggal diam. Guru mencoba mengarahkan mereka dengan lebih sering melibatkan mereka dalam kegiatan demonstrasi, memberikan 119

pujian dan motivasi, serta menempatkan mereka di posisi depan. Dengan usaha ini diharapkan agar anak memiliki minat untuk belajar. Selanjutnya, penggunaan metode demonstrasi (peningkatan minat belajar anak) di PAUD Darma Santi Desa Tolai Barat dilakukan dengan cara melakukan demonstrasi dalam setiap proses pembelajaran melalui kegiatan mewarnai, menggunting pola, menempel gambar, menebalkan garis, dan mencocokkan gambar, untuk mengamati minat belajar anak pada aspek perhatian, ketertarikan, dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran. Terlebih dahulu, peneliti menjelaskan tata cara pelaksanaan kegiatan demonstrasi dengan menjelaskan tema dan sub tema yang digunakan. Dalam tahap ini, guru lebih memfokuskan pada sejauh mana pengetahuan anak mengetahui sub tema yang digunakan, dengan memberikan gambaran awal dan tanya jawab. Selanjutnya, dalam kegiatan inti, guru menerapkan penggunaan metode demonstrasi dengan menunjukkan kepada anak suatu kegiatan yang dapat melatih keterampilan anak. Tahap awal guru menyiapkan perlengkapan yang akan digunakan saat kegiatan demonstrasi. Kemudian, guru memastikan bahwa anak telah siap untuk mengikuti kegiatan demonstrasi dan selanjutnya guru menjelaskan kegiatan demonstrasi yang akan dilakukan serta mempraktekkan atau memperagakannya. Anak terlihat begitu bersemangat saat proses demonstrasi berlangsung hanya ada beberapa anak yang masih acuh tak acuh dan asyik dengan dirinya sendiri.untuk melihat sejauh mana minat belajar anak pada kegiatan demonstrasi, guru memberikan tugas yang sama dengan kegiatan yang didemonstrasikan. Anak terlihat begitu antusias saat menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru dan menyelesaikan tugasnya secara mandiri. Pada kegiatan penutup, guru menunjuk beberapa anak untuk mengulang kembali demonstrasi pada kegiatan inti. Dari beberapa anak yang ditunjuk, hampir semua anak dapat menyelesaikan. Pengulangan ini bertujuan untuk mengetahui jika anak masih mengingat pelajaran sebelumnya. Kemudian, kegiatan ditutup dengan bernyanyi dan pembacaan doa. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, jelas sekali membuktikan bahwa penggunaan metode demonstrasi sangat berperan dalam meningkatkan minat belajar anak. Hal ini terlihat dengan adanya perubahan pada setiap kategori untuk masing-masing aspek yang diamati. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian yang termuat dalam bab sebelumnya tentang peranan penggunaan metode demonstrasi dalam meningkatkan minat belajar anak, maka dapat disimpulkan bahwa ada peranan penggunaan metode demonstrasi 120

dalam meningkatkan minat belajar anak di PAUD Darma Santi Desa Tolai Barat Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong. Dimana peranannya yaitu anak menjadi lebih tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran, respon anak terhadap pembelajaran semakin meningkat, anak lebih mudah mengingat pelajaran yang di demonstrasikan guru. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, yaitu tentang peranan metode demonstrasi dalam meningkatkan minat belajar anak, maka peneliti mengemukakan beberapa saran, sebagai berikut: 1. Dalam proses kegiatan pembelajaran di kelas maupun di luar kelas, hendaknya guru TK dapat memberikan metode pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan minat belajar anak, salah satunya adalah melalui penggunaan metode demonstrasi. 2. Kepada TK atau Yayasan, agar dapat menyediakan sarana dan prasarana yang dapat menunjang aktivitas belajar anak, khususnya dalam meningkatkan belajar anak. 3. Diharapkan bagi para orang untuk lebih mengawasi dan memberi kebebasan kepada anak untuk mengeksplor segala bakat yang dimilikinya. Dengan demikian anak tidak merasa dibatasi dan minat belajarnya tetap terjaga. 4. Untuk menyukseskan proses pembelajaran, baiknya diadakan pelatihan-pelatihan, seminar, dan kursus-kursus untuk menambah wawasan guru mengenai anak PAUD serta kererampilan menggunakan metode demonstrasi dalam meningkatkan minat belajar anak. 5. Sebagai bahan pertimbangan bagi peneliti lain, dalam merancang penelitian yang sama atau berbeda dalam penggunaan metode pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar anak. Misalnya metode karya wisata, metode bercerita, metode tanya jawab, metode pemberian tugas, dan metode eksperimen. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Bina Aksara. Djamarah, Syaiful. (2002). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Faizal, Sanapiah. (1986). Metode Penelitian Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional. Hamalik, Oemar. (1982). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Misriani. (2012). Meningkatkan Minat Belajar Anak Melalui Metode Pemberian Tugas di TK Karya Thayyibah Bamba Kecamatan Palu. Skripsi (tidak diterbitkan). Palu: FKIP Universitas Tadulako. Moeslichatoen. (2004). Metode Pengajaran di Taman Kanak-Kanak. Jakarta: PT Rineka Cipta. 121

Ramadhan, Achmad. Et al. (2013). Panduan Tugas Akhir (SKRIPSI) dan Artikel Penelitian. Palu: FKIP UNTAD. Syah, Muhibbin.(1995). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya. Thaha, Tjatjo. (2002). Tanya Jawab Teknologi Instruksional, Palu: Untad Press. Zuama, Shofiyanti Nur. (2012). Materi Perkuliahan Psikologi Umum. Handout (tidak diterbitkan). 122