Teori Sosio-Historis Evolusionisme

dokumen-dokumen yang mirip
Latar Belakang lahirnya Teori sebagai upaya:

Teori Evolusi Kebudayaan

D I A N K U R N I A A N G G R E T A, S. S O S, M. S I 1

BAB II TELAAH TEORITIS ANIMISME DALAM MASYARAKAT. Nusak Dengka, dan makna perayaan Limbe dalam masyarakat tersebut.

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH

PENGETAHUAN FILOSOFIS

BAB III TENTANG EVOLUSI AGAMA MENURUT E.B TYLOR. E.B.Tylor termasuk tokoh yang beraliran klasik. Dia mendapatkan

Etnografi. Oleh : Tine A. Wulandari, S.I.Kom.

DEFINISI, OBJEK DAN KELAHIRAN SOSIOLOGI. Pertemuan 2

Basic Culture Natural Sciences

BAB II KAJIAN TEORI 1. Pengertian Kebudayaan

KELAHIRAN SOSIOLOGI Pertemuan 2

KEBUDAYAAN DAN MASYARAKAT Y E S I M A R I N C E, S. I P

PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP ANTROPOLOGI

PERTEMUAN MINGGU KE 5

TEORI-TEORI PERUBAHAN SOSIAL

Soal Kelas X. Fungsi dan Peran Sosiologi

Kekerabatan dan Keturunan

Oleh : Lia Aulia Fachrial, M.Si

Modul 3 OBYEK DAN METODE PENELITIAN PSIKOLOGI AGAMA

DOSEN PENGASUH DRS. AFRIDA, H.HUM NIP

ULANGAN HARIAN SEMESTER GANJIL MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X TAHUN AJARAN 2016/2017

BAB II URAIAN TEORITIS TENTANG KEPARIWISATAAN KEBUDAYAAN

Aneka Warna Masyarakat dan Kebudayaan

!. Jelaskan tentang teori seleksi alam yang dianut oleh charles darwin!

- alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama) - organisasi kekuatan (politik)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

GEOGRAFI BUDAYA Materi : 7

MODUL PERKULIAHAN Kapita Selekta Ilmu Sosial Masyarakat & Budaya

Kebudayaan (2) Pengantar Antropologi. Dian Kurnia Anggreta, S.Sos, M.Si 1

PENGANTAR SOSIOLOGI ENCEP SUPRIATNA

SOSIOLOGI AGAMA PRODI PENDIDIKAN SOSIOLOGI SEMESTER VI PERTEMUAN I OLEH: AJAT SUDRAJAT

Antropologi Psikologi

BAB I PENDAHULUAN. aspek sosial, budaya, geografi, ekonomi, maupun politik.

UJIAN AKHIR SEMESTER 1 SEKOLAH MENENGAH TAHUN AJARAN 2014/2015 Mata Pelajaran : Sejarah

ALAM PIKIRAN MANUSIA DAN PERKEMBANGANNYA

SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 3. PERADABAN AWAL INDONESIALatihan Soal 3.1. Menhir. Waruga. Sarkofagus. Dolmen

FASE-FASE PROSES TEKNIK

SOSIOLOGI. Oleh: Anton Budiarto, S.H., M.H.

Sejarah perkembangan sosiologi. DR. IR. HJ. KHODIJAH, M.Si

BAB I PENDAHULUAN. kebiasaan, dan dari kebiasaan itu yang nantinya akan menjadi kebudayaan.

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MEDAN AREA

MANUSIA DAN PERADABAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pengantar Psikologi Umum I

5. STRUKTUR SOSIAL PERDESAAN

Makalah. Disajikan dalam diskusi Jurusan Pendidikan Sejarah. FPIPS UPI Bandung. Oleh : Drs. Syarif Moeis NIP :

BAB IV MAKNA LIMBE BAGI MASYARAKAT DENGKA MASA KINI. masyarakat Nusak Dengka telah menganut agama Kristen, namun dalam

CREATIVE THINKING. Otak & Manusia Unggul. Drs. Moh. Hafizni, M.I.Kom. Modul ke: Fakultas FIKOM. Program Studi Penyiaran.

KEBUDAYAAN. Sosped Fapet UHN

Kuliah 3 KPM 398-MPS

KONSEP PERUBAHAN SOSIAL


MUSEUM PALEOANTROPOLOGI

BAB VIII KESIMPULAN. kesengsaraan, sekaligus kemarahan bangsa Palestina terhadap Israel.

MANUSIA DAN BUDAYA. A. MANUSIA 1. Pengertian Manusia. Ringkasan Tugas Ilmu Budaya Dasar:

Perkembangan Antropologi: Tokoh, Sejarah dan Metode. Tatap Muka Minggu ke-3

Hidup Sehat. Peta Konsep. Halaman 1 dari 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Masa remaja adalah suatu tahap antara masa kanak kanak dengan

ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN DI AS

BAB I PENDAHULUAN. dari beragamnya kebudayaan yang ada di Indonesia. Menurut ilmu. antropologi, (dalam Koentjaraningrat, 2000: 180) kebudayaan adalah

MUNCULNYA MASYARAKAT INDONESIA

BAB IV PEMBAHASAN DATA PENELITIAN. A. Kepercayaan Masyarakat Terhadap Pohon, Jembatan dan Makam Keramat

KONSEP DASAR ILMU ALAMIAH DASAR Bagian I. Oleh: Hermi Yanzi, S.Pd., M.Pd.

MAKNA PERAYAAN LIMBE DALAM MASYARAKAT DENGKA DULU DAN SEKARANG

Budaya. Oleh: Holy Greata. Modul ke: Fakultas Psikologi. Program Studi Psikologi

Observasi Migrasi Manusia di Situs Manusia Purba - Sangiran. Nopsi Marga Handayani Sekar Manik Pranita

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

1) MERUMUSKAN SOSIOLOGI (1840) SBG ILMU EMPIRIK ( BAPAK SOSIOLOGI)

I.PENDAHULUAN. kebiasaan-kebiasaan tersebut adalah berupa folklor yang hidup dalam masyarakat.

MASA PRA AKSARA DI INDONESIA

Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional Tahun 1999 Anthropologi

PENGERTIAN DASAR SEJARAH KEBUDAYAAN

SOSIOLOGI DALAM KEPARIWISATAAN

BAB I PENDAHULUAN. menjunjung tinggi nilai pendidikan dan dengan pendidikan manusia menjadi lebih

MATERI 6 HUBUNGAN INTERAKSI DAN DINAMIKA SOSIAL

BAB I PENDAHULUAN. Sastra adalah seni yang tercipta dari tangan-tangan kreatif, yang merupakan

BAB I PENDAHULUAN. Hutan Indonesia dikenal memiliki keanekaragaman sumber daya hayati yang

BAB I PENDAHULUAN. kebudayaan yang berbeda-beda. Koentjaranigrat (2009:144) mendefenisikan

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Senakin kabupaten Landak Kalimantan Barat. Teori-teori tersebut dalah sebagai

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMUPENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMATERA BARAT Alamat: Jl. Gunung Pangilun Padang

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. diam, melainkan suatu proses yang tidak berhenti. Karena di dalam masyarakat

KEBUDAYAAN. 1. Pengertian

Ahmad Fitroh,S.H.I. Bedah Buku The End of Science Karya John Horgan. Hal Ahmad Fitroh, S.H.I

BABI PENDAHULUAN. Sepanjang rentang kehidupan, setiap individu melewati beberapa fase

FILSAFAT MANUSIA. Oleh : Drs. P. Priyoyuwono, M.Pd. Pertemuan 4

KEBUDAYAAN. Oleh : Firdaus

Ciri Keilmuan Biologi Syarat dapat dikatakan sebagai ilmu : 1. Obyek dan persoalannya jelas 2. Ada prosedur dan metode ilmiah yg digunakan 3.

Saifullah, S. Ag., M. Ag NIP

1) Mempertegas hubungan Manusia dengan Alam

KEBUDAYAAN & MASYARAKAT

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penulisan Makalah D. Metode Penulisan Makalah

XII KTSP & K-13. Kelas PERUBAHAN SOSIAL. A. Hakikat dan Karakteristik Perubahan Sosial. Tujuan Pembelajaran

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. manusia yang sangat kompleks. Didalamnya berisi struktur-struktur yang

Nama Mata Kuliah. Pengetahuan dan kebenaran. Masyhar, MA. Fakultas Psikologi. Modul ke: Fakultas. Program Studi Program Studi.

PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT

Transkripsi:

Teori Sosio-Historis Evolusionisme

Teori Evolusi 1. Evolusi didefinisikan sebagai suatu perubahan atau perkembangan dari sederhana menjadi kompleks. 2. Evolusionisme, berarti cara pandang yang menekankan pada perubahan secara lambat, dari sederhana menjadi kompleks. 3. Evolusi biologi dan evolusi kebudayaan pada manusia tidak sepenuhnya terpisah, dalam beberapa hal berjalan secara simultan. Perkembangan volume otak berhubungan langsung dengan perkembangan sistem peralatan hidup atau sistem teknologi manusia. Lingkungan Pisik dan Sosial sangat menentukan perkembangan atau evolusi masyarakat dan kebudayaan. Charles Darwin ( The Origin of Species: 1859 dan The Descent of Man: 1871), mengemukakan konsep adaptasi dan seleksi alam.

Asumsi dasar Teori evolusi 1. Masyarakat dan kebudayaan yang ada di muka bumi berkembang dari tingkat sederhana ke tingkat yang kompleks, menurut garis lurus. 2. Perubahan masyarakat dan kebudayaan disebabkan oleh faktor dari dalam masyarakat itu sendiri. 3. Aneka warna masyarakat dan kebudayaan disebabkan karena perbedaan tahap perkembangan. 4. Proses evolusi akan dilalui setiap masyarakat dengan kecepatan yang berbeda-beda. 5. Masyarakat sederhana yang ada sekarang disebabkan karena masyarakat tersebut masih berada pada tahap awal evolusi sosial.

August Comte: Filsafat Positivisme Menurut Comte, Perkembangan Masyarakat dan Kebudayaan ditentukan oleh perkembangan pemikiran manusia. Ada tiga tahap perkembangan pemikiran (intelektual) manusia: 1. Tahap Teologis, tahap dimana manusia menafsirkan gejala-gejala yang ada disekelilingnya secara teologis ( ada kekuatan-kekuatan yang bersumber da Tuhan, roh atau dewa) yang mengendalikan semua gejala. 2. Tahap Metafisis, tahap dimana manusia mulai mempertanyakan kebenaran d kekuatan yang bersumber dari Tuhan, Roh dan dewa, berupa pembuktianny 3. Tahap positivistis, tahap dimana manusia mengedepankan kemampuan aka pikir manusia untuk menjelaskan segala gejala yang ada di sekelilingnya.

Herbert Spencer (1820-1903) Mengemukakan konsep Evolusi universal Seluruh isi alam, baik yang berwujud organis, an-organis dan super-organis akan berevolusi, karena di dorong oleh kekuatan mutlak yang disebutnya dengan evolusi universal. Menurut Spencer, perkembangan masyarakat dan kebudayaan dari tiap-tiap bangsa telah atau akan melalui tahap-tahap perkembangan yang sama.

LH. Morgan (1818-1881) 1. Zaman Liar Tua, sejak manusia ada sampai manusia menemukan api. Manusia hidup maramu. 2. Zaman liar madya, zaman dimana manusia telah menemukan senjata busur panah. Hidup meramu, menangkap kan dan berburu. 3. Zaman liar muda, manusia mulai dapat membuat barangbarang tembikar. Mata pencaharian masih berburu. 4. Zaman barbar tua, manusia memiliki kepandaian memuat tembikar dengan kualitas yang lebih baik. MP. Mulai beternak dan bercocok tanam. 5. Zaman barbar madya, manusia mulai menemukan kepandaian membuat peralatan dari logam. MP. Beternak dan bercocok tanam. 6. Zaman babar muda. Kualitas benda-benda logam yang dihasilkan sudah semakin baik dan mulai mengenal tulisan, 7. Zaman peradaban purba

JJ. Bachofen ( Evolusi Keluarga ) 1. Promiskuitas ( bebas dan liar) 2. Matriarchate ( sadar akan hubungan ibu dengan anak ) 3. Patriarchate ( Laki-laki tidak puas dengan keadaan, pergi mengambil gadis dan membentuk kelompok sendiri 4. Parental

EB Tylor Evolusi Religi 1. Asal mula religi karena ada kesadaran manusia akan adanya jiwa. Kesadaran akan adanya faham jiwa disebabkan oleh dua hal: a. Perbedaan yang tampak pada manusia, antara hal-hal yang hidup dengan hal-hal yang mati. Bergerak artinya hidup, tidak bergerak artinya mati. b. Peristiwa mimpi. Dalam mimpinya manusia melihat dirinya berada ditempat lain. Manusia sadar akan tubuh jasmani berada di tempat tidur, dan bagian lain yaitu jiwa berada ditempat lain.

Evolusi Sistem Mata Pencahaarian Berburu dan Meramu ( Hunting and Gathering ) Berternak (Pastroralism) Bercocok Tanam di Ladang ( Shifting Cultivators) Bercocok Tanam Menetap dengan Irigasi Perdagangan, Industri dan Jasa