LEMBAR PENGESAHAN JURNAL

dokumen-dokumen yang mirip
LEMBAR PENGESAHAN JURNAL

LEMBAR PENGESAHAN JURNAL

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA SEKOLAH DASAR

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIVE TIPE TALKING STICK DAN KARTU ARISAN PADA KELAS XI IPS

SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan. Guna Mencapai derajat. Sarjana S-1 PROGRAM STUDI S-1 PGSD NASKAH PUBLIKASI. Oleh : Erlinda Dwi Miswara

Agusnoto. SD Negeri Ketitangkidul, Kab. Pekalongan, Jawa Tengah

ABSTRAK. Kata Kunci: Hasil Belajar Siswa, Metode Pembelajaran Inkuiri

UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Dengan Metode Kerja Kelompok Siswa Kelas VI SDN Omu

PENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE INKUIRI MATA PELAJARAN PKn KELAS IV SD NEGERI KOTA TEBING TINGGI

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 9 ISSN X

BAB II KAJIAN TEORI. 1 Tinjauan Tentang Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Kartu-Kartu. a. Pengertian Strategi Pembelajaran Aktif

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa di Kelas IV SD Inpres Pedanda

BAB I PENDAHULUAN. Sesuai dengan paparan mengenai pendidikan tersebut maka guru. mengembangkan seluruh potensi yang ada dalam dirinya.

MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MALIA ULFA. Jl. Semarang 5 Malang.

BAB I PENDAHULUAN. membentuk sikap serta ketrampilan yang berguna baginya dalam menyikapi

Ira Budayani Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 30 Pekanbaru ABSTRAK ABSTRACT

Penerapan Pendekatan Inquiri untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA di SDN Siumbatu

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI PADA MATERI IPA DI KELAS VI SD BK TANAPOBUNTI.

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Tanya Jawab Pada Mata Pelajaran IPS di Kelas IV SDN No. 4 Siboang

Meningkatkan Hasil Belajar IPS Melalui Metode Cooperative Learning Tipe Two Stay Two Stray

ROSITA SAYEDI Nim Pembimbing 1. Dr. Hamzah Yunus, M.Pd 2. Badriyyah Djula, S.Pd., M.Pd

Penerapan Metode Diskusi Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Kelas IV SDN 1 Tonggolobibi Mata Pelajaran IPS

BAB I PENDAHULUAN. seperti rasa ingin tahu, terbuka, jujur, dan sebagainya. 1 Pembelajaran IPA secara

MENINGKATKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING. Eko Wahyuningtyas 1, Aminuddin PP 2

LEMBAR PENGESAHAN JURNAL

PENERAPAN METODE GUIDED INQUIRY MENGGUNAKAN HANDOUT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Serambi Akademica, Volume IV, No. 2, November 2016 ISSN :

Oleh: Asis Nuansa Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Yogyakarta 2015 ABSTRAK

Frikson Jony Purba Dosen FKIP Universitas Quality E mail

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT MELALUI MODEL KOOPERATIF STAD DENGAN MEDIA VIDEO

PENERAPAN SMALL GROUP DISCUSSION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN MAHASISWA PGSD UAD

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE MIND MAPPING PADA IPA DI KELAS IV SD

BAB I PENDAHULUAN. Biologi merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam (natural science) yang

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V MELALUI METODE DISCOVERY

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA SISWA MELALUI METODE DISCOVERY DI KELAS VI SEKOLAH DASAR NEGERI 16 PADANG

yang berbeda satu sama lain, memiliki keunikan masing-masing yang tidak sama dengan orang lain. Oleh karena itu pembelajaran hendaknya memperhatikan

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sains Alat Pernapasan Pada Manusia dan Hewan Kelas V SDN No.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Rima Rikmasari Silvia Riani Rosmawar Saragih ABSTRAK

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL INQUIRY PADA MATA PELAJARAN IPA

BAB I PENDAHULUAN. Nuryani Y Rustama, dkk, Strategi Belajar Mengajar Biologi, (tt.p: Universitas Pendidikan Indonesia, 2003), hlm. 4.

Ikmila Mak ruf, Yusuf Kendek, dan Kamaluddin. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako ABSTRAK

PENGGUNAAN ALAT PERAGA LANGSUNG PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MATERI PECAHAN SEDERHANA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

Ramlah, dan Dani Firmansyah Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Singaperbangsa Karawang

BAB I PENDAHULUAN. bermacam-macam. Model yang diajarkan disini memakai model Inquiry Based

Esty Setyarsih Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta ABSTRAK

ARTIKEL. Diajukan Sebagai Persyaratan Untuk Mengikuti Ujian Sarjana Pada Fakulats Ekonomi Dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo

Rizky Ridlo Rahmanda Putri. Kata kunci: model GI, aktivitas siswa, prestasi belajar fisika

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Penelitian tindakan kelas merupakan ragam penelitian

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Penggunaan Media Gambar Di Kelas III SDN Santigi Pada Meteri Makhluk Hidup

PENINGKATAN PEMBELAJARAN DENGAN METODE EKSPERIMEN IPA DI KELAS IV SDN 20 GUNUNG TULEH PASAMAN BARAT

Michael Ricy Sambora Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

BAB I PENDAHULUAN. emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam

Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan 3(2)

PENINGKATAN AKTIVITAS BERTANYA DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING DI KELAS VA SD PERTIWI 3 PADANG

Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung, 2013

BAB III. Penelitian ini dilaksanakan di TK Berlian Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PBL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN TATANIAGA

BAB II KAJIAN TEORI DAN PENELITIAN YANG RELEVAN

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ACTIVE COLLEGE BALL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI

BAB II KAJIAN TEORI. yang dikenal dengan sebutan Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah

ARTIKEL ILMIAH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran IPS melalui penerapan metode

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Benyamin Bloom (dalam Sudjana 2011: 22-31), membagi hasil belajar. menjadi tiga ranah yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.

PENGARUH PENGGUNAAN METODE DISKUSI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATAPELAJARAN PRODUKTIF 1 DI SMK NEGERI 1 GORONTALO

BAB II KAJIAN TEORITIS. pemahaman yang lebih tinggi, dengan catatan siswa sendiri. Guru tidak

Siti Solehah 35. Kata Kunci : Aktivitas Hasil Belajar, Sifat Wajib ALLAH, Strategi Pembelajaran Bernyanyi

PENINGKATAN PARTISIPASI BELAJAR MATA PELAJARAN IPS MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN WORD SQUARE PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 2 BANTENGAN

Jurusan Pendidikan Ekonomi Prodi S1 Pendidikan Ekonomi

Penerapan Metode Pembelajaran Eksperimen Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Konduktor Dan Isolator Di Kelas VI SDN Percontohan

ABSTRAK MENGATASI KESULITAN MEMAHAMI KONSEP SISTEM REGULASI MELALUI STRATEGI METAKOGNITIF PADA SISWA KELAS XI IPA SMA PGRI 6 BANJARMASIN

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai peran. Kemampuan seorang

Dwi Ambarwati 1. PENDAHULUAN

PENERAPAN METODE INKUIRI DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Kompetensi Dasar Tentang Jual Beli Melalui Metode Diskusi Untuk Pelajaran IPS Di Kelas V SD Inpres 2 Kasimbar

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TGT PADA STANDAR KOMPETENSI PERBAIKAN SISTEM PENGAPIAN SISWA KELAS XI TKR 3 SMK NEGERI 6 PURWOREJO TAHUN AJARAN

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN INKUIRI PADA SUBTEMA GERAK DAN GAYA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SDN 16 BANDA ACEH

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH DENGAN METODE PROBLEM SOLVING

PENERAPAN METODE INKUIRI DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

PENGGUNAAN METODE INQUIRI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PKn SISWA SEKOLAH DASAR

ARTIKEL ILMIAH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE

MENINGKATKAN HASIL DAN PROSES BELAJAR SISWA KELAS XI IPA SMA PGRI 6 BANJARMASIN PADA KONSEP SISTEM EKSKRESI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE

PENERAPAN METODE DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR

INDRIYATI HEMETO (Mahasiswa S1 Jurusan PGSD FIP UNG) Pembimbing Drs. Djotin Mokoginta, M.Pd Irvin Novita Arifin, S.Pd, M.

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Dengan Menggunakan Metode Eksperimen Di SD. OLEH ERMALINDA Abstrak

Penerapan Pendekatan Problem Solving untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Subtema Perkembangan Teknologi Kelas III SD Negeri 25 Banda Aceh

Penggunaan Metode Pembelajaran Inquiry Untuk Meningkatakan Hasil Belajar IPA

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PECAHAN MENGGUNAKAN MODEL JIGSAW DI KELAS VI SD NEGERI NO181/VII GURUH BARU II MANDIANGIN.

Majalah Ilmiah Inspiratif, Vol.2 No.2 Januari 2016

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Penerapan pendekatan penemuan efektif untuk diterapkan pada

Transkripsi:

LEMBAR PENGESAHAN JURNAL 1

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI MENGENAL JENIS- JENIS USAHA DAN KEGIATAN EKONOMI MELALUI METODE INQUIRI SISWA DI KELAS V SD INPRES TERATAI KABUPATEN POHUWATO retni14pgsdpohuwato@gmail.com Haris Mahmud, Muchtar Ahmad, dan Retni Gani 1 ABSTRAK Permasalahan dalam pembelajaran ini adalah Apakah akan meningkat hasil belajar siswa dengan menggunakan metode pembelajaran inquiry di Kelas V SD Inpres Teratai Kabupaten Pohuwato. Sedangkan tujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode pembelajaran inquiry di Kelas V SD Inpres Teratai Kabupaten Pohuwato. Hasil observasi menunjukkan bahwa di peroleh data awal dari 21 orang siswa tersebut hanya 10 orang siswa atau 48% dapat berhasil dengan baik, dan sekitar 52% atau 11 orang siswa yang masih belum mencapai criteria ketuntasan minimal. Sementara hasil nilai pada Siklus I setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan metode inquiry diperoleh hasil pembelajaran tentang materi jenis kegiatan perekonomian dalam masyarakat di kelas V SD Inpres Teratai mengalami peningkatan keberhasilan belajar sebesar 72% atau 15 orang siswa tuntas hasil belajarnya dan belum tuntas hasil belajarnya 6 orang (29%). Dan hasil belajar setelah dilakukan penindakan pada siklus II di peroleh nilai dengan nilai rata-rata kelas V SD Inpres Teratai dalam peningkatan keberhasilan belajar tentang materi jenis-jenis usaha dalam masyarakat melalui metode inquiry siswa dikelas V SD Inpres Teratai sebanyak 20 orang (95%) tuntas hasil belajarnya dan belum tuntas hasil belajarnya 1 orang (5%). Setelah dilakukan perbaikan siklus II masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar, hal ini diakibatkan oleh karena motivasi diri dan dorongan orang tua belajar lebih aktif kurang dilaksanakan saat siswa tersebut berada di lingkungan rumahnya. Dengan demikian hipotesis penelitian yang berbunyi "Jika Metode Pembelajaran Inquiry diterapkan pada Pembelajaran IPS, maka hasil Belajar siswa meningkat di Kelas V SD Inpres Teratai Kabupaten Pohuwato".artinya dapat diterima. Kata Kunci; Hasil Belajar dan Metode Inquiry 1 Drs. H. Haris Mahmud, M.Si selaku dosen pada Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo; Muchtar Ahmad, S.Pd, M.Si; dan Retni Gani selaku Mahasiswa Program PPKHB S1 Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada Fakultas Ilmu Pendidikan. 2

Berdasarkan hasil pengamatan khususnya pada siswa kelas V SD Inpres Teratai menunjukkan bahwa tingkat hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS belum optimal. Dari 21 siswa kelas V hanya 10 orang siswa atau 48% yang memiliki hasil belajar baik atau tuntas, sedangkan 11 orang siswa lainnya atau 52% belum memiliki hasil belajar yang optimal. Kondisi riel yang teramati menunjukkan bahwa siswa kurang memiliki perhatian terhadap kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan guru di kelas. Kurangnya perhatian siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di kelas diduga disebabkan oleh kurangnya pemberian kesempatan kepada siswa untuk belajar mandiri. Guru lebih mendominasi pembelajaran sehingga kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk beraktivitas dalam memahami materi yang diajarkan. Meskipun guru telah berusaha maksimal untuk meningkatkan hasil belajar siswa namun belum menunjukkan hasil yang optimal. Terkait hal tersebut maka akan digunakan metode inquiri untuk meningkatkan hasil belajar IPS. Dalam konteks ini penggunaan teknik ini diharapkan mampu memotivasi siswa untuk belajar secara mandiri sehingga meningkatkan pemahamannya atas konsep yang diajarkan. Pada gilirannya hal ini diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan latar belakang masalah, maka dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut: 1. Hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS rendah. 2. Siswa kurang memiliki perhatian terhadap materi yang diajarkan guru. 3. Siswa kurang mendapatkan kesempatan untuk beraktivitas dalam belajar memahami materi yang diajarkan 4. Siswa kurang memeiliki literature saat belajar Adapun yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah: Apakah hasil belajar siswa pada materi Mengenal jenis-jenis usaha dan kegiatan ekonomi di Indonesia pada siswa kelas V SD Inpres Teratai Kabupaten Pohuwato dapat ditingkatkan dengan menggunakan metode inquiri. 3

Berdasarkan permasalahan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah: untuk mengetahui hasil belajar siswa pada materi Mengenal jenis-jenis usaha dan kegiatan ekonomi di Indonesia melalui metode inquiri pada siswa kelas V SD Inpres Teratai Kabupaten Pohuwato. Hasil belajar siswa merupakan salah satu faktor penting untuk mengukur keberhasilan seseorang dalam belajar. Hasil belajar dalam bahasa Inggris di sebut scholastic achievment. Sebelum memahami pengertian hasil belajar lebih lanjut maka terlebih dahulu akan di paparkan pengertian belajar sebagaimana yang pernah di kemukakan oleh para ahli pendidikan sebagai berikut: Bandura (dalam Gunarsa; 2009:184) bahwa belajar adalah suatu proses sosialisasi dengan memperhatikan orang lain melakukan sesuatu pekerjaan. Gace (dalam Gunarsa 2009;11) memandang belajar sebagai suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengjenis-jenisan. Pengertian ini menunjukkan bahwa belajar sebagai proses perubahan dalam diri seseorang pada tingkah laku sebagai akibat/hasil, interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhannya. Sudjana (2010;2) mengemukakan bahwa belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku pada diri seseorang. Perubahan sebagai hasil dari belajar dapat ditunjukkan dengan berbagai bentuk seperti berubah tingkah laku dan sikap pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, kecakapan dan kemampuan, daya realisnya, daya penerimaannya dan lain-lain yang ada pada diri individu. Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek yaitu pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi. Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah dan keempat aspek berikut termasuk kognitif tingkat tinggi. Ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek yaitu penerimaan, jawaban reaksi, penilaian, organisasi dan internaliasi.. 4

Ranah psikomotorik berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. Ada enam aspek ranah psikomotorik yakni 1) gerakan reflex, 2) keterampilan gerakan dasar, 3) kemampuan perceptual, 4) keharmonisan atau ketepatan, 5) gerakan keterampilan kompleks dan 6) gerakan ekspresif dan interpretative. Ketiga ranah tersebut menjadi objek penilaian hasil belajar. Diantara ketiga ranah tersebut ranah kognitiflah yang paling banyak dinilai guru di sekolah karena berkenaan dengan kemampuan para siswa dalam menguasai isi bahan pengajaran. Metode inquiri merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengembangkan keterampilan siswa melalui upaya untuk membangun pengetahuan melalui kegiatan mandiri. Istilah metode inquiri berasal dari dua kata yaitu metode dan inquiri. Menurut Surakhmad (dalam Uno: 2007:45) bahwa metode adalah cara yang di dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan. Hal ini berlaku baik bagi guru (metode mengajar) maupun bagi siswa (metode belajar). Makin baik metode yang dipakai, makin efektif pula pencapaian tujuan. Sementara itu menurut Roestiyah (2008;75) mengemukakan bahwa inquiry merupakan suatu teknik atau cara yang digunakan guru untuk mengajar di depan kelas. Adapun pelaksanaanya sebagai berikut, guru membagi tugas meneliti sesuatu masalah ke kelas. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompokk, dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus dikerjakan. Kemudian mereka mempelajari, meneliti atau membahas tugasnya di dalam kelompok. Setelah hasil kerja mereka dalam kelompok didiskusikan, kemudian dibuat laporan yang tersusun dengan baik. Akhirnya hasil laporan kelompok dilaporkan ke siding pleno, dan terjadilah diskusi secara luas. Dari siding plenolah kesimpulan akan dirumuskan sebagai kelanjutan hasil kerja kelompok. Dan kesimpulan terakhir bila masih ada tindak lanjut yang harus dilaksanakan, hal itu perlu diperhatikan. Lanjut Roestiyah (2008;76) dalam metode inquiry ini, guru menggunakan teknik ini sewaktu mengajar memiliki tujuan, agar demikian siswa terangsang oleh 5

tugas, dan aktif mencari serta meneliti sendiri pemecahan masalah itu. Mencari sumber sendiri, dan mereka belajar bersama dalam kelompok. Diharapkan juga siswa mampu mengemukakan pendapatnya dan berdebat, menyanggah dan mempertahankan pendapatnya, metode inquiry mengandung proses mental yang lebih tinggi tingkatannya, seperti merumuskan masalah, merencanakan eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisa data, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan uraian di atas jelas menunjukkan bahwa metode inquiri merupakan metode yang dilakukan untuk mengembangkan potensi siswa sebagai pembelajar yang mandiri dalam upaya mengembangkan potensi mereka sehingga berkembang dengan optimal sesuai karakteristiknya. Metode Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Inpres Teratai Kabupaten Pohuwato. Yang menjadi subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas V SD Inpres Teratai yang berusia rata-rata 11 12 tahun yang berjumlah 21 orang yang terdiri laki-laki 11 orang dan siswa perempuan 10 orang. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas meliputi kegiatan pengajuan proposal pengumpulan data sampai dengan penyusunan laporan penelitian direncanakan berlangsung selama 3 bulan, dimulai bulan September sampai dengan Desember 2013. Adapun prosedur penelitian terdiri dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pemantauan dan evaluasi serta tahap analisis dan refleksi. Data dalam penelitian tindakan kelas ini digunakan beberapa instrumen pengumpul data yang terdiri dari observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Analisis data dilaksanakan secara kualitatif dan kuantitatif pada setiap akhir siklus pembelajaran.data yang dianalisis meliputi observasi kegiatan guru dan aktivitas siswa serta data hasil belajar siswa. 6

Hasil Penelitian dan Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa perolehan hasil pengamatan awal peneliti dari 21 orang siswa tersebut hanya 10 orang siswa atau 48% dapat berhasil dengan baik, dan sekitar 52% atau 11 orang siswa yang masih belum mencapai criteria ketuntasan minimal. Sementara hasil nilai pada Siklus I setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan metode inquiry diperoleh hasil pembelajaran tentang materi jenis kegiatan perekonomian dalam masyarakat di kelas V SD Inpres Teratai mengalami peningkatan keberhasilan belajar sebesar 71% atau 15 orang siswa tuntas hasil belajarnya dan belum tuntas hasil belajarnya 6 orang (29%). Dan hasilnya belajar setelah dilakukan penindakan pada siklus II di peroleh nilai dengan nilai rata-rata kelas V SD Inpres Teratai dalam peningkatan keberhasilan belajar tentang materi jenis-jenis badan usaha dalam masyarakat melalui metode inquiry siswa dikelas V SD Inpres Teratai sebanyak 20 orang (95%) tuntas hasil belajarnya dan belum tuntas hasil belajarnya 1 orang (5%). Setelah dilakukan perbaikan siklus II masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar, hal ini diakibatkan oleh karena motivasi diri dan dorongan orang tua belajar lebih aktif kurang dilaksanakan saat siswa tersebut berada di lingkungan rumahnya. Temuan peneliti lainnya adalah dukungan pimpinan satuan pendidik disekolah juga sangat penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa, disamping itu dukungan saran dan prasarana pembelajaran yang memadai hal ini akan lebih meningkatkan mutu belajar siswa disekolah secara berkesinambungan dimasa datang. Dengan demikian hipotesis penelitian yang berbunyi bahwa Jika metode inqury ini diterapkan maka hasil belajar siswa di kelas V SD Inpres Teratai akan meningkat, dapat diterima. 7

Simpulan dan Saran Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka dapat disimpulkan beberapa hal dalam penelitian ini bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa perolehan hasil pengamatan awal peneliti dari 21 orang siswa tersebut hanya 10 orang siswa atau 48% dapat berhasil dengan baik, dan sekitar 52% atau 11 orang siswa yang masih belum mencapai criteria ketuntasan minimal. Sementara hasil nilai pada Siklus I setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan metode inquiry diperoleh hasil pembelajaran tentang materi jenis kegiatan perekonomian dalam masyarakat di kelas V SD Inpres Teratai mengalami peningkatan keberhasilan belajar sebesar 72% atau 15 orang siswa tuntas hasil belajarnya dan belum tuntas hasil belajarnya 6 orang (29%). Dan hasil belajar setelah dilakukan penindakan pada siklus II di peroleh nilai dengan nilai rata-rata kelas V SD Inpres Teratai dalam peningkatan keberhasilan belajar tentang materi jenis-jenis usaha dalam masyarakat melalui metode inquiry siswa dikelas V SD Inpres Teratai sebanyak 20 orang (95%) tuntas hasil belajarnya dan belum tuntas hasil belajarnya 1 orang (5%). Setelah dilakukan perbaikan siklus II masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar, hal ini diakibatkan oleh karena motivasi diri dan dorongan orang tua belajar lebih aktif kurang dilaksanakan saat siswa tersebut berada di lingkungan rumahnya. Dengan demikian hipotesis penelitian yang berbunyi "Jika Metode Pembelajaran Inquiry diterapkan pada Pembelajaran IPS, maka hasil Belajar siswa meningkat di Kelas V SD Inpres Teratai Kabupaten Pohuwato".artinya dapat diterima. Saran Berdasarkan kesimpulan yang telah dipaparkan di atas, maka peneliti memberikan saran kepada : 1. Siswa : Dengan menggunakan metode inquiry tugas kepada siswa dapat memberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk melatih kemampuan mereka dalam melakukan inovasi atau pengalaman secara mandiri. 8

2. Guru : Agar kiranya dalam membelajarkan IPS guru menggunakan metode Inquiry. 3. Peneliti : Sebagai suatu pengalaman dalam membelajarkan IPS dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan tingkatan pola pikir siswa SD pada khususnya Daftar Pustaka Depdiknas. 2006. Permen Diknas No 26 tentang Standar Isi. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Djamara, Syaiful Bahri dan Aswan Zain, 2006 Strategi Belajar Mengajar, Jakarta, Rineka Cipta. Dimyati dan Mudjiono, 2010. Belajar dan Pembelajaran, Jakarta. Penerbit Rineka Cipta. Gunarsa, Singgih,D.2009. Dasar Dan Teori Perkembangan Anak. Jakarta: PT Bpk Gunung Mulia Siregar, Eveline & Nara, Hartini 2010, Teori Belajar dan Pembelajaran, Bogor; Ghalia Indonesia Sudjana. Nana. 2008. Evaluasi Hasil Belajar. Bandung: Alfabetha Sudjana, Nana.2010. Pedoman Praktis Mengajar, Merencanakan Dan Melaksanakan Pengajaran. Jakarja: Proyek Penulisan PA pada SMU Roestiyah. 2008. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta; Rineka Cipta Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivis. Surabaya. Penerbit Pustaka Publisher Uno, Hamzah.B. 2007. Metode Pembelajaran : Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta. Bumi Aksara. Wina Sanjaya. 2011. Strategi Pembelajaran Beorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana 9

Badrudin.Agus. 2009. Konsep Pendidikan IPS Dan Karakteristik Pendidikan IPS di SD (online) Tersedia di http://74.125.153.132/search?q=cache:zf3hacjbwxgj: smpn11medan.files.wordpress.com/2008/05/silabus-ips1.pdf+karakteristik + IP S &cd= 1&hl=id&ct=clnk&gl=id Sugiarto. Hadi. 2009.Pembelajaran IPS (Online) Tersedia di http://www.zairahaes.wordpress.com Joko. 2008. Pengaruh Metode Pembelajaran Inquiridalam belajar Sains terhadap Motivasi Belajar Siswa..http://www.erlangga.co.id. 10