TRANSPORTASI VERTIKAL

dokumen-dokumen yang mirip
PERHITUNGAN BEBAN SIRKULASI VERTIKAL (LIFT)

TUGAS BESAR PERANCANGAN SISTEM MEKANIK

BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISIS

Perencanaan Lift Hotel Bertingkat Tiga Puluh Berdasarkan SNI Nomor:

Jenis transportasi vertikal. 1. elevator/lift 2. Gondola 3. Dumb waiters

Bagian IV: SISTEM TRANSPORTASI

MAKALAH ELEVATOR (LIFT) Disusun oleh: Jhon Fetra Sitepu Miftahudin TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ANALISIS KEBUTUHAN ELEVATOR PADA GEDUNG GRHA WIDYA MARANATHA

OPTIMASI PERHITUNGAN ULANG KEBUTUHAN LIFT PENUMPANG TYPE IRIS1-NV PA 20 (1350) CO105 PADA GEDUNG APARTEMEN 17 LANTAI

Program pemeliharaan. Proses pemeliharaan. Staf pemeliharaan. Catatan hasil pemeliharaan

BAB III METODE PERHITUNGAN

SISTEM PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN I

SISTEM TRANSPORTASI PADA BANGUNAN. Disiapkan Oleh: Muhammad Iqbal, ST., M.Sc Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Malikussaleh Tahun 2015

UTILITAS 02 PROGRAM STUDI TEKNIK ARSITEKTUR UNIVERSITAS GUNADARMA

BAB V KONSEP PERENCANAAN

Pengertian struktur. Macam-macam struktur. 1. Struktur Rangka. Pengertian :

TUGAS MEKATRONIKA SISTEM LIFT

BAB IV KONSEP. 4.1 Ide Awal

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR STASIUN INTERMODA DI TANGERANG

BAB V KONSEP PERENCANAAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

INTI BANGUNAN. Pertemuan 14: 7 Desember 2009

kondisi jalur di pusat perbelanjaan di jantung kota Yogyakarta ini kurang BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

SISTEM STRUKTUR PADA BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. V. 1 Konsep Dasar Perencanaan dan Perancangan. mengenai isu krisis energi dan pemanasan global.

ANALISIS KELAYAKAN ELEVATOR STUDI KASUS HOTEL GRAND TJOKRO DAN MATARAM CITY YOGYAKARTA

ALAT PENGANGKAT CRANE INDRA IRAWAN

SISTEM TRANSPORTASI PADA BANGUNAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB IV: KONSEP Pendekatan Aspek Kinerja Sistem Pencahayaan Sistem Penghawaan Sistem Jaringan Air Bersih

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. Pelatihan

BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAMPUS II PONDOK PESANTREN MODERN FUTUHIYYAH DI MRANGGEN

Bab V. PROGRAM PERENCANAAN dan PERANCANGAN MARKAS PUSAT DINAS KEBAKARAN SEMARANG. No Kelompok Kegiatan Luas

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB III TEORI PENUNJANG. penggerak frekuensi variable. KONE Minispace TM

TRANSPORTASI VERTIKAL ESKALATOR TRAVELATOR

LIFT (ELEVATOR) Berikut yang perlu diketahui tentang lift, antara lain : A. Jenis Jenis Motor Penggerak Lift. 1. Motor Gear

BAB VI HASIL RANCANGAN. ini merupakan hasil pengambilan keputusan dari hasil analisa dan konsep pada bab

BAB 5 KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. Pemikiran yang melandasi perancangan dari proyek Mixed-use Building

PERENCANAAN DAN EVALUASI KINERJA GEDUNG A RUSUNAWA GUNUNGSARI MENGGUNAKAN KONSTRUKSI BAJA BERBASIS KONSEP KINERJA DENGAN METODE PUSHOVER ANALYSIS

BAB V KONSEP PERANCANGAN CENGKARENG OFFICE PARK KONSEP DASAR PERANCANGAN

SIRKULASI (VERTIKAL & HORIZONTAL) PADA BANGUNAN BERTINGKAT.

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB III: GAMBARAN UMUM LOKASI STUDI

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB II DISKRIPSI BUKA TUTUP PINTU YANG DIBANGUN. Fungsi lift merupakan alat transportasi pada gedung atau bangunan bertingkat

BAB 5 KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. dengan lingkungannya yang baru.

BAB V KESIMPULAN ARSITEKTUR BINUS UNIVERSITY

Pemeriksaan Keandalan dan Kelaikan Bangunan Gedung

MODIFIKASI PERENCANAAN GEDUNG PERKANTORAN THE BELLEZZEA OFFICE JAKARTA SELATAN MENGGUNAKAN FLAT SLAB

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN STUDI BANDING

BAB II. Bioklimatik Desain. Bioklimatik berasal dari bahasa asing yaitu Bioclimatology. Menurut

MODIFIKASI PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG RAWAT INAP RUMAH SAKIT DENGAN SISTEM FLAT SLAB DAN SHEAR WALL

PUSAT MODIFIKASI MOBIL BAB V KONSEP PERANCANGAN KONSEP METAFORA PADA BANGUNAN Beban angin pada ban lebih dinamis.

BAB I PENDAHULUAN. vertikal maupun beban puntir yang bekerja padanya. Disain bangunan tinggi harus bersifat flexible untuk pengaturan tata letak,

MODIFIKASI STRUKTUR GEDUNG WISMA SEHATI MANOKWARI DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM GANDA

Pertemuan 6: SISTEM PENGHAWAAN PADA BANGUNAN

MODIFIKASI PERENCANAAN GEDUNG APARTEMEN TRILIUM DENGAN METODE PRACETAK (PRECAST) PADA BALOK DAN PELAT MENGGUNAKAN SISTEM RANGKA GEDUNG (BUILDING

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

ANALISA KEBUTUHAN DAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN ELEVATOR PADA GEDUNG PERUM PERHUTANI UNIT I JAWA TENGAH

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. disesuaikan dengan tema bangunan yaitu sebuah fasilitas hunian yang

Dasar Dasar Utilitas. Perkuliahan Minggu ke 1

BAB V KONSEP. Gambar 5.1: Kesimpulan Analisa Pencapaian Pejalan Kaki

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB IV ANALISA PERENCANAAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB III LANDASAN TEORI. A. Evaluasi Sistem Proteksi Kebakaran Gedung

BAB II TINJAUAN UMUM

Konstruksi Rangka. Page 1

BAB V PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANAGAN

BAB V KONSEP. a. Memberikan ruang terbuka hijau yang cukup besar untuk dijadikan area publik.

KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB III: DATA DAN ANALISA

LOGO POMPA CENTRIF TR UGAL

BAB I PENDAHULUAN. perencana (arsitek, struktur & MEP) dan tim pelaksana (lapangan). Tim perencanaan

BAB III DASAR PERANCANGAN LIFT

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah daerah rawan gempa, untuk mengurangi resiko korban

BAB III METODOLOGI PERENCANAAN

PUSAT PERBELANJAAN, KANTOR SEWA DAN APARTEMENT DI MEGA KUNINGAN JAKARTA

JENIS-JENIS LIFT DAN FUNGSINYA

BAB V KONSEP DASAR DAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR

BAB V LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR STASIUN KERETA API TAMBUN BEKASI

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN ARSITEKTUR

PERANCANGAN MODIFIKASI STRUKTUR PENUNJANG MEDIS RSUD BOJONEGORO DENGAN SISTEM FLAT-SLAB

ANALISIS SISTEM PERAWATAN LIFT GEDUNG MOCH. ICHSAN BALAI KOTA SEMARANG

USAHA DAN ENERGI. Fisika Dasar / Fisika Terapan Program Studi Teknik Sipil Salmani, ST., MT., MS.

A. GAMBAR ARSITEKTUR.

Pencapaian pejalan kaki dalam hal ini khususnya para penumpang kendaraan ang

TUGAS AKHIR PERANCANGAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN JATISAMPURNA - BEKASI

Jenis dan besaran ruang dalam bangunan ini sebagai berikut :

Tabel 5.1. Kapasitas Kelompok Kegiatan Utama. Standar Sumber Luas Total Perpustakaan m 2 /org, DA dan AS 50 m 2

Transkripsi:

MEKANIKAL UNTUK BANGUNAN GEDUNG TRANSPORTASI VERTIKAL Dr. SUKAMTA, S.T., M.T. PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2015

Alat Transportasi Vertikal Lift, Tangga Umum dan Darurat Alat transportasi bangunan merupakan alat yang menunjang dan memfasilitasi sirkulasi di dalam suatu bangunan gedung,terutama gedung berlantai banyak. Selain itu alat transportasi merupakan sarana Prasarana yang memperlancar pergerakan manusia di dalam bangunan tersebut. Transportasi pada bangunan dapat dibagi secara vertical dan horizontal sertamanual dan mekanis

Transportasi Secara Vertikal dan Horizontal Transportasi vertical adalah metoda transportasi digunakan untukmengangkut suatu benda atau manusia dari bawah ke atas ataupun sebaliknya. Ada berbagai macam tipe transportasi vertical, di antaranya tangga, lift, travator, escalator, dan lain-lain.

Transportasi Manual dan Mekanis Transportasi Manual Sistem transportasi ini disebut juga dengan sistem transportasitanpa mesin. Sehingga sistem transportasi yang dipakai berupa tanggadan ramps. Sistem ini pun tidak perlu mengeluarkan banyak biayaseperti pada sistem mekanis.

Transportasi Manual dan Mekanis Transportasi Mekanis Berbeda dengan sistem manual, sistem transportasi ini disebut juga dengan sistem transportasi alat / mesin. Sistem ini tentunya akanmengeluarkan banyak biaya, diantaranya saat pemesanan,operasionalnya sehari- hari dan biaya untuk perawatannya. Sistemtransportasi mekanis ini berupa eskalator, konveyor, lift dan eskalator. BAGIAN BAGIAN A. Tangga Tangga merupakan salah satu alat transportasi dalam bangunanyang menghubungkan antar lantai satu dengan lantai lain dengan systemtransportasi manual. Penggunaan tangga pada bangunan bertingkat lebihdari tiga lantai, biasanya digunakan sebagai tangga darurat.tangga pada umumnya memiliki syarat: 1. Kemiringan sudutnya tidak diperbolehkan lebih dari 38 derajat. 2. Jika jumlah anak tangga lebih dari 12 anak tangga, aka harus menggunakan bordes. 3. Lebar anak tangga untuk satu orang cukup 90 cm, sedangkan untuk dua orang 110-120 cm. 4. Tinggi balustrade sekitar 80-90 cm.

Perhitungan optrede dan antrede mempengaruhi kenyamanan bagi pengguna tangga agar tidak cepat lelah bagi yang naik dan tidak mudahtergelincir bagi yang turun. Hal ini juga berkaitan dengan estetika dari bangunan itu sendiri.

B.Tangga darurat Keriteria dan persyaratan sebuah tangga darurat diantaranya: a. Kemiringan maximum 40 ; b. Letak antar tangga darurat dalam bangunan 30-40 m (+100 feet) ; c. Dilengkapi penerangan yang cukup dengan listrik cadanganmenggunakan baterai selama listrik bangunan dimatikan karenakeadaan darurat; d. Harus terlindung dengan material tahan api termasuk dinding (beton)dan pintu tahan api(metal); e. Suplai udara segar diatur / dialirkan (menggunakan Exhaust fan atau Smoke Vestibule pada puncak / ujung tangga) sehingga pernafasantidak terganggu; f. Dilengkapi peralatan darurat; g. Pintu pada lantai terbawah terbuka langsung ke arah luar gedung; h. Pada tangga darurat, tiap lantai harus dihubungkan dengan pintumasuk ke dalam ruang tangga tersebut

ELEVATOR atau LIFT Lift adalah alat transportasi vertikal yang digunakan untuk mengangkut orang atau barang. Lift terhubung antar lantai dalam bangunan bertingkat secara menerus dengan menggunakan tenaga mesin (mekanik). Umumnya digunakan di gedung-gedung bertingkat tinggi; biasanya lebih dari tiga atau empat lantai. Gedung-gedung yang lebih rendah biasanya hanya mempunyai tangga atau eskalator.

Persyaratan Umum Lift / Elevator a. Bangunan lebih dari 3 lantai harus dilengkapi dengan elevator / lift b. Jika menggunakan traction system, dimensi kabel yang dapatdigunkan minimum 12 mm c. Jumlah kabel minimal 3 buah d. Balok pemikul dari baja / beton bertulang e. Rel Lift dari bahan bajaf. f. Saat operasi ruang Lift harus tertutup rapat. g. Lubang masuk lift hanya satu tidak boleh lebih. h. Jarak tepi cabin lift dengan tepi lantai maksimal 4 cmi. i. Tiap lift harus memiliki motor penggerak dan panel kontrol sendiri. j. Dasar lubang lift harus memiliki pondasi kedap airk. k. Pintu otomatisl. l. Panel Control yang jelas pada cabin.

Lanjutan, m. Elevator barang tidak diperkenankan menjadi satu dengan tanggadaruratn. n. Elevator berdiri sendiri / satu kesatuan. Tabung lift meneruskepuncak bangunano. o. Ruang mesin lift memiliki ketinggian minimal 2,1 m, terhindar dari petir, air, api.

ELEVATOR atau LIFT Lift menurut fungsinya dapat dibagi menjadi empat, yaitu : 1. Lift penumpang, (passanger elevator) digunakan untuk mengangkut manusia 2. Lift barang, (fright elevator) digunakan untuk menngangkut barang 3. Lift uang/ makanan (dumb waiters) 4. Lift pemadam kebakaran (biasanya berfungsi sekaligus sebagai lift barang) Untuk menentukan kriteria perancangan lift penumpang yang perlu diperhatikan adalah : 1. Type dan fungsi dari bangunan 2. Banyaknya lantai 3. Luas tiap lantai 4. Dan intervalnya

Sistem penggerak dalam elevator dibedakan dalam : Sistem gearless Yaitu mesin yang berada diatas, untuk perkantoran, hotel, apartemen, rumah sakit dan sebagainya (sekarang ada juga lift yang mesinnya disamping). Sistem hydrolic Yaitu mesin dibawah, hanya terbatas pada 3-4 lantai, biasanya digunakan untuk lift makanan dan uang. Sekarang system hydrolic juga dipakai untuk penumpang manusia contoh di Bandara Kuala Lumpur. Rumah lift dapat dibagi dalam 3 bagian yaitu : Lift pit Merupakan tempat pemberhentian akhir yang paling bawah, berupa buffer sangkar dan buffer beban penyeimbang. Karena letaknya yang paling bawah, harus dibuat dari dinding kedap air. Ruang luncur (hoistway) Tempat meluncurnya sangkar/kereta lift, terdapat pintu2 masuk ke kereta lift, tempat meluncurnya beban penyeimbang, meletakkan rel peluncur dan beban penyeimbang. Ruang mesin Tempat meletakkan mesin/ motor traksi lift, dan tempat control panel (yang mengatur jalannya kereta)

Macam-Macam Elevator / Lift Bentuk dan macam lift tergantung pada fungsi dan kegunaan gedung 1. Lift Penumpang (yang tertutup) Lift yang sering kita jumpai di kantor keempat sisinya tertutup dan disesuaikan dengan kebutuhan standart. 2. Lift Penumpang (yang transparan) Lift yang salah satu atau semua sisi interiornya tembus pandang (kaca) biasanya disebut juga lift panorama. Dalam gedung (mall, pusat perbelanjaan) biasanya diletakkan di Hall 3. Lift untuk Rumah Sakit Karena fungsinya untuk RS maka dimensi besarannya memanjang dengan 2 pintu pada sisinya. Ranjang pasien dapat terakomodasi dengan layak 4. Lift untuk kebakaran (barang) Ruangannya tertutup, interior sederhana, digunakan jika terjadi kebakaran. Interiornya harus tahan kebakaran minimal 2 jam dengan ruang peluncurnya terbuat dari beton (dinding tahan api).

Macam-macam Lift / Elevator

Eskalator Escalator atau tangga berjalan adalah alat transportasi antarlantai, sebagaimana tangga (manual) yang menghubungkan satu lantaidengan satu lantai yang di atasnya maupun di bawahnya denganmenggunakan system tangga yang berjalan dengan bertenaga/bergerakatas bantuan tenagamesin.. Secara horizontal dibutuhkan ruang cukupluas untuk fasilitas ini, karenanya, Escalator biasa digunakan pada bangunan yang bersifat public seperti mall, bandar udara, dll.

Syarat eskalator: a. Dilengkapi dengan railing, b. Tidak ada celah antara lantai dengan anak tangga pada Escalator dan Sebaiknya didesain secara otomatis. PERLETAKAN ESKALATOR: A. Paralel. Diletakkan secara paralel. Perencanaannya lebih menekankansegi arsitektural dan memungkinkan sudut pandang yang luas. B. Cross Over. Perletakan bersilangan secara menerus (naik saja atauturun saja). Kurang efisien dalam sistim sirkulasi tetapi bernilai estetis tinggi. C. Double Cross Over. Perletakan bersilangan antara naik dan turun,sehingga dapat mengangkut penumpang dengan dalam jumlah lebih banyak.

PERLETAKAN ESKALATOR:

Bangunan-bangunan tinggi dalam Arsitektur tidaklah menjadi hasil karya para Arsitek dan Insinyur struktur saja, tetapi menjadi paduan karya berbagai keahlian antara lain juga Insinyur Mesin, Elektro dan Fisika Teknik, yang merupakan paduan antara karya seni dan Teknologi. PERHITUNGAN ELEVATOR (LIFT) Alat untuk transportasi vertikal dalam bangunan bertingkat adalah lift atau elevator. Hal ini akan memakan volume gedung yang akan menentukan efisiensi gedung. Kriteria kualitas pelayanan elevator adalah : 1. Waktu menunggu (Interval, waiting time) 2. Daya angkut (Handling Capacity) 3. Waktu perjalanan bulak-balik lift (round trip time)

2. WAKTU MENUNGGU ( Interval, Waiting Time ) Kesabaran orang untuk menunggu lift tergantung kota dan negara dimana gedung itu ada. Orang-orang dikota besaar lazimnya kurang sabar disbanding dengan orang-orang di kota kecil. Untuk proyek-proyek komersiil perkantoran diperhitungkan waktu menunggu sekitar 30 detik. Waktu menunggu = waktu perjalanan bolak-balik dibagi jumlah lift. Waktu menunggu juga sangat variabel terantung jenis gedung. Contoh-contohnya sebagai berikut : a. Perkantoran 25 45 detik b. Flat 50 120 detik c. Hotel 40 70 detik d. Asrama 60 80 detik Waktu menunggu minimum adalah sama dengan waktu pengosongan lift ialah kapasitas lift x 1,5 detik per penumpang.

3. DAYA ANGKUT LIFT ( Handling Capacity ) Daya angkut lift tergantung dari kapasitas dan frekuensi pemuatannya. Standard daya angkut lift diukur untuk jangka waktu 5 menit jam-jam sibuk (rush-hour). Daya angkut 1 lift dalam 5 menit adalah : 5x60xm 5x60xmxN M = = w T Dimana : m = Kap lift (org) dan daya angkut 75 kg/org T/N. w = Waktu menunggu (waitingtime/interval) dalam detik = 5 M = x 60 T x m

4. WAKTU PERJALANAN BOLAK-BALIK LIFT ( Round Trip Time ) Round Trip Time dapat dihitung secara pendekatan, sebab perjalanan lift antar lantai pasti tidak akan mencapai kecepatan yang menjadi kemampuan lift itu sendiri dan pada perjalanan lift non stop, kecepatan kemampuannya baru tercapai setelah lift bergerak beberapa lantai dulu. Waktu perjalanan bolak-balik lift terdiri dari : a. Masuk lift di lantai dasar 1,5 m detik b. Pintu lift menutup kembali 2 detik c. Pintu lift membuka di Setiap lantai tingkat (n-1)2 detik d. Meninggalkan lift di setiap Lantai dalam 1 zone sebanyak (n-1) lantai : (n-1) x m/n-1 x 1,5 detik 1,5 m detik e. Pintu lift menutup kembali disetiap lantai tingkat : (n-2)2 detik. f. Perjalanan bolak-balik dalam 1 zone (2(n-1)h detik s g. Pintu membuka dilantai daras 2 detik Jumlah : T = (2h + 4s)(n -1) s + s(3m + 4) detik

Dimana : T = Waktu Perjalanan bolak-balik lift (Round trip time) h = Tinggi Lt s = Kecepatan rata-rata lift n = Jmh Lt dalam 1 zone m = Kapasitas lift 5. Beban Puncak Lift (Peak Load) Beban puncak diperhitungkan berdasarkan pesentasi empiris terhadap jumlah Penghuni gedung, yang diperhitungkan harus terangkat oleh lift-lift dalam 5 menit pertama jam-jam padat (rushhour). Untuk Indonesia persentasi tersebut adalah: a. Perkantoran 4% x Jml penghuni gedung b. Flat 3% x Jml penghuni gedung c. Hotel 5% x Jml penghuni gedung Data-data penaksiran jumlah penghuni gedung : a. Perkantoran 4 m 2 /orang b. Flat 3 m 2 /orang c. Hotel 5 m 2 /orang

6. EFISIENSI BANGUNAN ( Building Efficiency ) Efisiensi lantai adalah persentasi luas lantai yang dapat dihuni atau disewakan terhadap luas lantai kotor. Untuk proyek perkantoran adalah : 10 Lantai :.. 85% 20 Lantai : Lantai 1 10 80% Lantai 11 20 85% 30 Lantai : Lantai 1 10. 75% Lantai 11 20. 75% Lantai 21 30. 85% 40 Lantai : Lantai 1 10. 75% Lantai 11 20 80% Lantai 21 30. 85% Lantai 31 40. 90%

7. PERHITUNGAN JUMLAH LIFT DALAM 1 ZONE Puncak lift dalam suatu gedung diperhitungkan sebesar P % x Jumlah penghuni gedung atas dasar a m 2 per orang luas lantai netto, maka beban puncak lift : Dimana : L = P P = Persentasi empiris beban puncak lift (%) (a - a" a = Luas lantai kotor/tk (m2) n = Jml lantai k = Luas inti gedung (m2) a = Luas lantai netto/org Sedangkan : Maka: k)n K = 5 x N x m x 0,3 =1,5 m N L = P (a a" - k)n

Daya angkut 1 lift dalam 5 menit : 5 x 60 x m 300m M = = w T Daya angkut 1 lift dalam 5 menit : 300 m N M N = T Persamaan : L = MN P (2a - 3 mn)n 300 m N = 2a" T 2 ant P N = 3m (200a" + Dimana : ntp) N = Jumlah lift dalam 1 zone a = Luas lantai kotor per tingkat. P= persentasi jumlah penghuni gedung yang diperhitungkan sebagai beban puncak lift T = waktu perjalanan bolak-balik lift m= kapasitas lift a = luas lantai netto per orang. n = Jumlah lantai dalam 1 zone.

8. KORELASI JUMLAH LANTAI DALAM 1 ZONE KAPASITAS LIFT DAN JUMLAH LIFT Daya angkut lift dalam 5 menit : = 5 x 60 x m = 300m M w w Beban puncak lift : = Luas lantai netto dalam1 zone L P% x Luas lantai netto per orang = na' L P a" Dimana : n a adalah luas lantai netto dalam 1 zone. Persamaan : M = L 300 m = a' np w a" Maka : n n N 300 a" m = & a' w P 300 a" m N = a' P T a' n P T = 300 a" m a' nwp 300a"

9. SISTEM ZONE BANYAK ( Multi Zone System ) Untuk meningkatkan efisiensi bangunan, orang berusaha memperkecil volume gedung yang dipergunakan untuk sirkulasi vertikal, terutama dalam bangunan tinggi ( lebih dari 20 lantai ). Juga untuk memperpendek waktu perjalanan bolak-balik lift dan waktu menunggu lift terutama di lantai dasar. Untuk tujuan ini orang melakukan Zoning lift artinya pembagian kerja kelompok-kelompok lift, misalnya 4 lift melayani lantai 1-15, 4 lift melayani 16-30, jadi tidak berhenti di lantai 1-15. Contoh perhitungan : Suatu gedung 30 lantai dengan luas rata-rata a = 1200 m 2, tinggi lantai sampai dengan lantai h = 3,60 m dibagi dalam 2 zone ; zone bawah 15 lantai, dan zone atas 15 lantai. Gedung tersebut direncanakan untuk dilayani oleh lift-lift berkecapatan rata-rata 4 m/detik dan kapasitas m = 20 orang/lift. Perhitungan Zone-2 Waktu perjalanan bolak-balik lift (1-15 non-stop) dengan kecepatan ratarata S 2 =5 m/detik.

- + - + + T = 2(n 1)h (2h 4S )(n 1) S (3m 4) 1 + 2 2 2 2 S2 S2 - + + - + + = 2h(n1 1) (2h 4S 2)(n2 1) S 2(3m 4) T 2 S2 Untuk : h = 3.60 m n 1 = 15 n 2 = 15 S 1 = 3 m/det S 2 = 5 m/det m = 20 org/lift Maka : T 2 = 160,32 detik Beban puncak lift untuk zone-2 : L 2 = n 2 x (2a - 3 m N 2 a" Daya angkut lift dlm 5 menit untuk zone-2 : 300 m M = 2 T 2 N 2 2 )

Persamaan : L2=M2 Maka : 2 = 2 an T P N 2 2 2 600 a"m + 3mn T P Untuk : a = 1200 m 2 n 2 = 15 = 160,32 detik T 2 P = 4% a = 4 m 2 /orang m = 20 orang/lift n 2 P (2a - 3m N 2 2a" 2 2 ) 300 m N = T Maka : N 2 = 4 lift @ 20 orang w 2 = 40,08 detik > w min = 30 detik < w max = 45 detik Perhitungan zone-1 Beban puncak lift untuk zone-1: 2

[ + N )] n P 2a - 3m (N = 1 1 1 2a" n P 2a - 3m (N N = 4; L = 1 1 2 1 2a" L 2 + 4) Daya angkut lift dalam zone-1 sebanyak N 1 buah selama 5 menit. 300 m N 1 M = 1 T1 (2h+ 4s) 1 (n - 1 1) + s1 (3m+ 4) Sedangkan : T = 1 1 Persamaan : L 1 =M 1 n P(2a-3m(N + 4) 300mN 1 1 = 1 2a" T 1 2n T P (a - 6 m) N = 1 1 Untuk : 1 3m (200 a" + n T P) 1 1 a = 1200 m 2 n 1 = 15 m = 20 h = 3,60 m s 1 = 3 m/detik a = 4 m 2 /orang P = 4 % T 1 = 153,6 detik s

Maka : N 1 = 4 lift @ 20 org W 1 = 38,4 det > W min = 30 detik < W max = 45 detik Jadi : Zone-1 dan zone-2 masing-masing dilayani 4 lift @ 20 orang dengan kecepatan rata- rata 3 m/detik dan 5 m/detik. 10. SISTEM ZONE BANYAK DENGAN SKYLOBBY Untuk bangunan yang sangat tinggi dengan jumlah puluhan lantai mendekati 100 lantai atau lebih perlu diadakan penghematan volume inti gedung dengan mengadakan zoning pelayanan elevator ditambah lobby-lobby antara (sky lobby) yangdapat dicapai dari lantai dasar dengan lift-lift express yang langsung menuju skylobby-skylobby tersebut. Skylobby berfungsi sebagai : 1. Lantai perpindahan menuju lift-lift lokal dalam zone di atasnya. 2. Tempat berkumpul sementara (mengungsi) pada waktu ada keadaan darurat. 3. Karena ada lift-lift lokal yang melayani zone-zone, maka diperlukan ruang mesin lift langsung di atasnya.

Kebutuhan ruang mesin lift disatukan pula dengan kebutuhan ruang mesin AC, ruang mesin-mesin pompa air, reservoir antara untuk persediaan air bersih dan lain-lain. Ruang mesin tersebut berupa ruang beton tulang yang padat dan kokoh yang berfungsi pula sebagai penghadang menjalarnya kebakaran ke atas. Sedangkan skylobby-sklylobby tersebut terletak di atas ruang-ruang mesin yang kokoh tersebut. Adanya ruang-ruang antara tersebut juga sangat menghemat energi listrik untuk pemompaan air bersih, penghawaan mekanis dan AC dan penghematan rongga-rongga untuk tabung-tabung instalasi listrik, AC maupun pemipaan. Secara struktural, ruang mesin yang kokoh tersebut, pasti dapat menambah ketahanan gedung terhadap gaya-gaya horizontal akibat gempa ataupun angin. PERHITUNGAN JUMLAH LIFT Suatu gedung dengan luas lantai rata rata 2190 m 2 dan jumlah lantai 63 dibagi dalam 5 zone dengan 5 skylobby. Setiap zone mengandung 11 lantai termasuk skylobby

1. Perhitungan lift lokal Luas lantai -rata a = 2190 m 2 Jumlah lantai Waktu menunggu n = 10(non Skylobby) w = 30 detik Luas lantai netto a = 1814 m 2 Luas lantai netto/org a = 4 m 2 /org Persentasi penghuni untuk beban puncak lift p = 4% Tinggi lantai s/d lantai Kapasitas lift h = 3,60 m a'n w P m = = 18 0rg/lift 300 a" Kecepatan rata - rata lift Waktu perjalanan bolak - balik lift : s= 3 m/detik. ( )( ) ( ) Jumlah lift lokal: 2h+ 4s n-1 + s 3m+ 4 T = s T = 126,4detik.

a'npt N = = 5lift /18org 300a"m 126,4 w = = 25,28det< w min= 1,5m= 27det. 5 Dicoba dengan lift lokal kapasitas 20 org/lift. Diketahui : T= 132,4 det, N= 4 lift @ 20 org Maka : w= 33 det > w min = 30 det. Jadi setiap zone dilayani lift lokal sebanyak 4 buah dengan kapasitas 20 orang/lift dan kecepatan rata-rata 2 m/detik. 2. Perhitungan lift express a. Untuk mencapai skylobby diatas zone-1. n = 14 s = 2 m/detik h = 3,60 m W minimum = 24 detik W maximum = 45 detik Kapasitas lift = 20 orang/lift.

Waktu perjalanan bolak-balik lift : Pintu lift membuka di Lantai dasar Penumpang masuk lift @ 1,5 detik/orang = 20 x 1,5 Pintu lift menutup kembali di lantai dasar Pintu lift membuka dan menutup di skylobby Penumpang keluar lift di skylobby @ 1,5 detik/orang Perjalanan bolak-balik lift 2 (14-1) 3,60 2 Beban puncak lift express diatas zone-1: Beban puncak lift lokal : 0,04 x 10 x 1814 Jumlah lift : 4 N a'n P T = 300 a" m N 1814 x 10 x 0,04 x 114,8 = 300 x 4 x 20 Waktu menunggu w 114,8 = 4 = 4 = 28,7 T det = 2 detik =30 detik = 2 detik = 4 detik = 30 detik = 46,8 detik = 114,8 detik

Jadi skylobby di atas zone-1 dilayani 4 lift @ 20 orang. b. Untuk mencapai skylobby di atas zone-2 : n = 26 s = 3,5m/detik h = 3,60 m m = 20 orang/lift w min = 24,3 detik w max = 45 detik Waktu perjalanan bolak-balik lift T : Pintu membuka dan menutup di lantai dasar = 4 detik Pintu lift membuka dan menutup di skylobby = 4 detik Penumpang masuk di lantai dasar = 20 x 1,5 detik = 30 detik Penumpang keluar di skylobby = 20 x 1,5 detik = 30 detik Perjalanan bolak-balik lift = 2(26-1)3,60 = 51,43 detik 3,5 T = 119,43 detik

1814 x 10 x 0,04 x 119,43 N = = 4 300 x 4 x 20 lift @ 20 Waktu menunggu w = 4 43 = 29,86 det c. Untuk mencapai skylobby di atas zone - 3 Diketahui : n = 38 s = 5 m/det ik h = 2,60 m m = 20 or ang/lift W min = 24 det ik W max = 45 det ik Waktu perjalanan bolak - balik lift : 0. Pintu membuka dan menutup di lantai dasar = 4 detik 1. Pintu lift membuka dan menutup di skylobby = 4 detik 2. Penumpang masuk di Lt dasar = 20 x 1,5 det ik = 30 detik 3. Penumpang keluar di skylobby = 20 x 1,5 detik = 30 detik 4. Perjalanan bolak - balik lift = 2(38-1)3,60 = 53,28 det ik 5 T =121,28 det ik N = 1814 x 10 x 0,04 x 121,28 = 4 lift @ 20 orang 300 x 4 x 20 Waktu menunggu w = 121,28 4 = 30,32 detik org

d. Untuk mencapai skylobby di atas zone - 4 Diketahui : n = 50 s = 7 m/det ik h = 3,60 m m = 20 orang/lift w min = 24 detik w max= 45 detik Waktu perjalanan bolak-balik lift : 0. Pintu membuka dan menutup di lantai dasar = 4 detik 1. Pintu lift membuka dan menutup di skylobby = 4 detik. 2. Penumpang masuk di lantai dasar = 20 x 1,5 det ik = 30 detik 3. Penumpang keluar lift di skylobby = 20 x 1,5 detik = 30 detik 4. Perjalanan bolak - balik lift = 2 (50-1) 3,60 = 50,4 detik 7 T = 118,4 detik N = 1814 x 10 x 0,04 x 118,4 300 x 4 x 20 = 4lift @ 20 orang w = 118,4 4 = 29,60 detik

e. Untuk mencapai skylobby di atas zone -5 Diketahui : n = 62 s = 8,5 m/det ik h = 3,60 m m = 20 or ang/lift w min = 24 det ik w max = 45 det ik Waktu perjalanan bolak- balik lift : 0. Pintu membuka dan menutup di lantai dasar = 4 detik 1. Pintu lift membuka dan menutup di skylobby = 4 detik 2. Penumpang masuk di Lantai dasar= 20 x 1,5 det ik= 30 detik 3. Penumpang keluar lift di skylobby = 20 x 1,5 det ik= 30 detik 4. Perjalanan bolak- - balik lift =2 (62-1) 3,60 = 51,67 detik 8,5 T = 119,67 detik N = 1814x10x 0,04x119,67= 300x 4 x 20 4lift@20org w = 119,67 = 4 29,92detik

10. PROYEK PERKANTORAN BENTUK TOWER Perhitungan Lift 2 Zone Jumlah Lantai 30 Data : Luas lantai bertulang/typ ical a = 42 x 42=176 m 2 Kapasitas lift m = 20 orang Kecepatan lift zone - 1 s1 = 3,5 m/det ik Satuan luas kantor/or ang a = 4 m 2/orang Tinggi lantai sama dengan lantai h = 3,60 m Jumlah lantai zone - 1 n1 = 15 Waktu menunggu min imum w 1 = 30 det ik. Waktu perjalanan bolak- balik : Zone-1 T (2h 4s ) (n 1) s (3m 4) 1 = + 1 1 - + 1 + s1 T (2 x 3,6 4 x 3,5) (15-1) (3 20 4) 1 = + + + + = 3,5 148,8 detik N 0,8 x1764 x15 x 0,04 x148,8 1 = = 5 lift kap20 orang w 148, 5 8 300 x 4 x 20 1 = = 30 detik.

Zone -2: n1=15 ; s2= 7 m/det. T = 2(n -1)h (2h + 4s ) (n -1) + s (3m + 1 + 4) 2 2 2 s 2 s 2 T = 2(15-1) 3,6 + (2 x3,6+ 4 x7)(15-1) + 7(3x 20x 4) 2 7 7 = 148,8detik. N = 0,8 x1764x15 x 0,04 x148,8 = 2 5 lift kapasitas 300 x 4 x 20 20 orang. w = 148,8 = 2 30 detik 5 Luas lantai produktif total = 30 x 0,8 x 1764 = 42.336 m 2. Perhitungan Lift 3 Zone dengan 2 Skylobby Jumlah Lantai T otal 45. Perhitungan lift lokal sertiap zone sama dengan sistem 1- zone A 15 lantai, dengan hasil 5 lift kapasitas 20 orang kecepatan 3,5 m/det (700 FPM), waktu menunggu 30 detik. Perhitu ngan lift ekspres di atas -1 zone 0. Jumlah lantai pencapaian lift ekspres ne -1 = 11 1. Kecepatan lift ekspres se -1 = 4 m/det ik.

Waktu perjalanan bolak - balik lift ekspres : Pintu membuka dan menutup di lobby dasar dan skylobby = 8 detik. Penumpang ke luar dan masuk di lobby dan skylobby 2 x 20x 1,5 detik = 60 det ik. 2. Waktu perjalanan bolak - balik = 2 (11-1) 3,60 4 = 18 detik T = 86 det ik Jumlah lift ekspres : N = 11x 0,8x1764x 0,04x 86 = 2 lift A 20org 300x 4 x 20 Waktu menunggu w : w = 86 = 43detik 2 w = 1,5x 20 = min 30 detik Lift ekspres di atas Zone -2 : n E 2 = 26 ; s E 2 = 7 m/det T = 2(26-68 93,7 7 1)3,60 + = N w = 15 = x 93,7 3 0,8 x 1764 x 0,04 300 x 4 x 20 = 31,2 det 30 x detik detik 93,7 = 3 lift A 20 org

Jumlah lift eks pres = 5 Luas lantai produksi = 35 x 0,8 x1764 +2 x 2 x 0,36 x 1764= 51.862 m 2 (Setiap skybolly mengurangi 2 x 0,64 x 1764 m + 2 x 1764 m2 ) N = 0,75x1764x13 x 0,04x138,8 = 300x 4 x 20 4 lift A 20org w = 138,8 = 4 34,7det. Luas lantai produktif total= 50 x 0,75 x 1764 +2 x 2 x 0,36 x 1764= 68.690 m2 Catatan : Lift ekspres 1 dan 2 masing - masing melayani sebagian penghuni zone -3 dan zone -4 3. Perhitungan Lift 4 Z one dengan 2 Skylobby Jumlah Lantai T otal 60 Perhitungan lift lokal: Zone - 1 : n=13; s=3 m/det; m=20 T = (2 x 3,6 + 4 x 3) (13-1) + 3(3 x 20 + 4) = 3 140,8det N = 0,75 x1764 x13 x 0,04 x140,8 = 300 x 4 x 20 4 lift A 20 org w = 140,8 = 4 35,2det.

Skema Lift Bangunan Tinggi. Multizone + Skylobby Skylobby M & E n = 60 n = 45 n = 30 Zone-2 : s = 6 m/det; n1= n2; m = 20

T 2(13-1)3,6 = 6 = 139,54 det (2 x 3,6 + + 4 x 6) (13-1) 6 + 6(3 x 20 + 4) N 0,75 x 1764 x 13 x 0,04 = 300 x 4 x 20 = 4 lift A 20 org x 139,54 139,54 w = 4 = 34,9 det Lift ekspres di atas zone-2 : N=24; s=2,5 m/det; m=20 2(24-1)3,6 T = 2,5 0,75 x 1764 x 13 x0,04 N = 300 x 4 x 20 = 4 lift A 20 org w 134,24 = 4 + 68 = 33,6 det = 134,24 x det 134,24

Lift ekspres ke skylobby puncak : n = 60; s = 6 m/det; m = 20 2(60-1)3,6 T = + 68= 138, 8det 6 12. DAYA LISTRIK UNTUK LIFT Daya listrik yang diperlukan untuk satu kelompok lift sangat tergantung kapasitas, kecepatan dan jumlah lift. Suatu lift dengan kapasitas m dan kecepatan s m/det memerlukan daya: 0,75x mx75xs E = HP = 0,75mskw. 75 Sedangkan faktor kebutuhan daya untuk suatu kelompok lift adalah : lift 2 3 4 5 6 7 10 15 20 25 daya 0.85 0.77 0.72 0.67 0.63 0.59 0,52 0,44 0,40 0,35

Contoh : Lift dengan kapasitas 3500 lb = 1587,6 kg dan kecepatan 3 m/det memerlukan daya listrik. 0,75 x 1587,6 75 Untuk 5 lift = 0,67 x 5 x 48 HP = 160 HP Catatan : x 3 HP 48 HP 1 orang diperhitungkan 75 kg. Penggunaan daya listrik oleh lift(10 jam/hari): 0,746kw Kwh= 0,20x160HPx x10jam HP = 240 kwh 13. BEBAN PANAS RUANG MESIN LIFT Beban panas ruang mesin lift maximum diperhitungkan 1/3 x jumlah HP Dimana 1 HP = 2500 Btu (1 Btu=0,25 calori). Temperatur ruang mesin lift harus dipertahankan antara 60-90 o F. Suatu lift dengan kapasitas 2000 lb dan kecepatan 2,5 m/det memerlukan daya Listrik:

0,75 x 2000 x 0,4536 x 2,5 HP = 23 HP 75 (1 pound=0,4536 kg; 1 HP = 75 kg m/det; 1 HP = 0,746 KVA) beban panas = 1/3 x 23 x 2500 btu = 19,167 btu 14. LIFT BARANG Setiap gedung bertingkat baik dalam bentuk perkantoran, flat, atau penggunaan campuran dengan gedung komersiil pasti memerlukan sarana sirkulasi vertikal untuk barang disamping untuk orang. Kriteria untuk lift barang yang penting ialah ukuran dan berat barang yang harus diangkut. Perkiraan yang dapat digunakan dalam perencanaan ialah untuk setiap 5 lift orang diperlukan 1 lift barang. Kapasitas lift barang berkisar antara 1-5 ton dengan ukuran dlm antara 1.60 x 2.10 m sampai 3.10 x 4.20 m dan kecepatan bergerak 1,5 2 m/det maximum atau rata-rata 0,25 1 m/detik.

Thank You Make Presentation much more fun