BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

dokumen-dokumen yang mirip
PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO) MEDAN DAFTAR KEBUN

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

OLEH : ALEXANDER MAHA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA - III

BAB II PROFIL PERUSAHAAN PTPN III MEDAN. PT Perkebunan Nusantara III disingkat PTPN3 (Persero) beralamat di Jl.

BAB II PROFIL INSTANSI / LEMBAGA. 1. Sejarah Ringkas PT. Perkebunan Nusantara III Medan

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. PT Perkebunan Nusantara III (Persero) merupakan salah satu dari 14 Badan Usaha

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. Pembentukan perusahaan ini mempunyai lintasan sejarah yang diawali dengan

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. A. Sejarah Ringkas PT. Perkebunan Nusantara III (Persero)

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. PT Perkebunan Nusantara III Medan, berlokasi di Jl. Sei Batanghari No.2

8 Universitas Sumatera Utara BAB II PROFIL PERUSAHAAN. A. Sejarah Singkat Perusahaan

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. karet. Produk utama Perseroan adalah Minyak Sawit (CPO) dan Inti Sawit. tahun 1958, saat Pemerintah republik Indonesia

Kepada Para Pihak Yang Berkepentingan,

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

BAB II PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO) MEDAN. PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Holding merupakan Badan Usaha Milik

BAB 2 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. PT Perkebunan Nusantara III disingkat PTPN III (Persero), merupakan salah

BAB II PROFIL PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III MEDAN. No. 2 Medan. PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) selanjutnya disebut

BAB II PROFIL PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III MEDAN. PT Perkebunan Nusantara III disingkat PTPN III (Persero), merupakan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. PT Perkebunan Nusantara III merupakan salah satu dari 14 Badan

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO) Negara. Setiap perusahaan mempunyai sejarah masing-masing. Sejarah

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 09 tahun 1996 tentang Peleburan

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. karet. Dan secara efektif mulai beroperasi pada 09 April 1996 dengan kantor

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. A.Sejarah PT Perkebunan Nusantara III (Persero) restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang perkebunan.

BAB II PROFIL PERUSAHAAN PT.PERKEBUNAN NUSANTARA III KEBUN SEI SILAU

BAB 1 PENDAHULUAN. Manajemen rantai pasok, sebagai subyek penelitian, masih dalam masa

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. 2.1 Sekilas Mengenai PT.Perkebunan Nusantara III Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan

BAB II GAMBARAN UMUM PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PERSERO) A. Sejarah singkat PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero)

BAB II PT PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO) MEDAN. bidang usaha Agribisnis kelapa sawit dan karet. PTPN III merupakan hasil

BAB II PROFIL PT PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PERSERO) KEBUN SAWIT LANGKAT

BAB I PROFIL PERUSAHAAN

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Makmur didirikan pada tanggal 27 Mei 1996, dikantor Notaris Robert

BAB I PENDAHULUAN. berkembang pesat di Indonesia. Sejak tahun 2006 Indonesia telah menjadi

BAB II PROFIL PERUSAHAAN / INSTANSI. A. Gambaran Umum Sejarah PT PERKEBUNAN NUSANTARA III

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. A. Sejarah Singkat PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) Medan

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN. PT Perkebunan Nusantara XI (Persero) atau PTPN XI adalah badan usaha

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. A.Sejarah PT Perkebunan Nusantara III (Persero) restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang perkebunan.

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan sebagai sebuah sistem dalam keberlanjutan dan keseimbangannya tidak

BAB I PENDAHULUAN. Utara, baik yang dikelola oleh BUMN seperti PTPN 2, PTPN 3, dan PTPN 4

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. Industri Karet Nusantara adalah anak perusahaan dari PT. Perkebunan Nusantara

BAB I PENDAHULUAN. Sektor pertanian merupakan sektor terbesar yang mendorong

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Gambaran Umum PT. Perkebunan Nusantara III (Persero)

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. PT Perkebunan Nusantara IV ( Perusahaan) (dahulu PT Perkebunan

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. bidang usaha agroindustri PT. Perkebunan Nusantara IV mengusahakan

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. (BUMN) yang bergerak pada bidang usaha agroindustri PT Perkebunan Nusantara

BAB II PROFIL PT. KHARISMA PEMASARAN BERSAMA NUSANTARA (KPBN) CABANG MEDAN

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri Persero atau PT TASPEN

BAB III DESKRIPSI LEMBAGA/ INSTANSI A. SEJARAH

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. A. Sejarah Singkat PT Perkebunan Nusantara III (Persero)

BAB II GAMBARAN UMUM DAN LOKASI PENELITIAN. A. Sejarah Singkat PT Perkebunan Nusantara IV

1.1 Latar Belakang Masalah

PT. PERKEBUNAN NUSANTARA II (PERSERO) Tanjung Morawa Deli Serdang- Sumatera Utara - Indonesia

BAB II PT PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PERSERO) MEDAN. yang memiliki dua komoditi yaitu kelapa sawit dan teh.

KRITERIA PENILAIAN SNI AWARD 2018

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. PT Perkebunan Nusantara VII (Persero) didirikan berdasarkan Peraturan

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

BAB V PENUTUP. Pontianak untuk merancang dan memperkenalkan balanced scorecard sebagai

KEADAA UMUM LOKASI MAGA G

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Pe elitian

MANAJEMEN DAN PERENCANAAN SDM DI LINGKUNGAN PNS

BAB II PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO) MEDAN

BAB II PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO)

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki sumber daya alam yang beraneka

BAB III PROFIL PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan. Unsur-unsur yang menjadi bagian pembentuk laba adalah pendapatan

BAB I PENDAHULUAN. dan biaya. Dengan mengelompokkan unsur-unsur pendapatan dan biaya, akan

METODE MAGANG. Tempat dan Waktu

KEADAAN UMUM Sejarah

PT PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO)

BAB I PENDAHULUAN. bisnis yang akan menimbulkan kesulitan dalam perencanaan dan. pengendalian manajemen. Manajemen perusahaan yang baik merupakan

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. Group atau Astra International Group dimana perusahaan ini bergerak dalam

BAB III PROFIL PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. penggabungan kebun-kebun yang berada diwilayah Sumatra Utara dan Akte

PENDAHULUAN. agar mampu bersaing dalam pasar bebas yang kuncinya adalah efisiensi, PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Selain efisiensi secara finansial,

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

KRITERIA PENILAIAN SNI AWARD 2017

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. merupakan cikal bakal berdirinya Kebun/Unit PT. Perkebunan Nusantara V

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

SEMINAR TUGAS AKHIR DISUSUN OLEH : NAMA :HENRIK FRANSISKUS AMBARITA NIM : : BUDIDAYA PERKEBUNAN PEMBIMBING : Ir. P.

I. PENDAHULUAN. Kondisi krisis perekonomian yang berlanjut pada kr~sis multi dimens~ di

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung

PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA NOMOR 11 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN PT. PEMBANGUNAN PRASARANA SUMATERA UTARA

BAB II LANDASAN TEORI

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. A. Sejarah PT Perkebunan Nusantara VII (Persero) penataan kembali (Restrukturisasi / Konsolidasi) BUMN Sub Sektor

BAB II PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PERSERO) MEDAN. PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) merupakan Badan Usaha

BAB II PT. RAZZA PRIMA TRAFO. PT. Razza Prima Trafo adalah perusahaan jasa yang bergerak di bidang

I. PENDAHULUAN. makin ketat, sejalan dengan kecenderungan globalisasi perekonomian dan

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. A. Sejarah Singkat PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero)

BAB I PENDAHULUAN. sendiri, tetapi harus berhubungan dengan pihak dari luar,baik sesama instansi

BAB III ANALISA SISTEM BERJALAN. PT Sintang Raya di Kabupaten Kubu Raya merupakan PT (Perseroan

Transkripsi:

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaa n PT. Perkebunan Nusantara III disingkat PTPN III (Persero), merupakan salah satu dari 14 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perkebunan yang bergerak dalam bidang usaha perkebunan, pengolahan, dan pemasaran hasil perkebunan. Kegiatan usaha perseroan mencakup usaha budida ya da n pengolahan tanaman kelapa sawit dan karet. Produk utama perseroan adalah minyak sawit (CPO) dan inti sawit (krenel) dan produk hilir karet. Sejarah perseroan diawali dengan proses pengambilalihan perusahaanperusahaan perkebunan milik Belanda oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1958 yang dikenal dengan proses Nasionalisasi Perusahaan Perkebunan Asing menjadi Perseroan Perkebunan Negara (PPN). Pada tahun 1968 PPN direstrukturisasi menjadi beberapa kesatuan Perusahaan Negara Perkebunan (PNP) yang selanjutnya pada tahun 1974 bentuk badan hukumnya diubah menjadi PT.Perkebunan (Persero). Guna meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan usaha perusahaan BUMN, Pemerintah merestrukturisasi BUMN sub sektor, perkebunan dengan melakukan penggabungan usaha berdasarkan wilayah eksploitasi dan perampingan struktur organisasi. Diawali dengan langkah penggabungan manajemen pada

tahun 1994, 3 (tiga) BUMN Perkebunan yang terdiri dari PT. Perkebunan III (Persero), PT.Perkebunan IV (Persero), PT.Perkebunan V (Persero) disatukan pengelolaannya kedalam manajemen PT. Perkebunan Nusantara III (Persero). Selanjutnya melalui Peraturan Pemerintah (PP) No.8 Tahun 1996 tanggal 14 Februari 1996, ketiga perseroan tersebut digabung dan diberi nama PT. Perkebunan Nusantara III Persero yang berkedudukan di Medan, Sumatera Utara. PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) didirikan dengan Akte Notaris Harun Kamil, SH, No.36 tanggal 11 Maret 1996 dan telah disahkan Menteri Kehakiman Republik Indo nesia de ngan Surat Keputusan No.C2-8331.HT.01.01.th.96 tanggal 8 Agustus 1996 yang dimuat didalam Berita Negara Republik Indonesia No.81 tahun 1996 Tambahan Berita Negara No. 8674 Tahun 1996. Selanjutnya melalui peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 1996 tanggal 14 Februari 1996, ketiga perseroan tersebut digabung dan diberi nama PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) yang berkedudukan di Medan, Sumatera Utara. Atau lebih lengkapnya adalah sebagai berikut : Nama : Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perkebunan Nusantara III Disingkat menjadi PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Alamat : Jl. Sei Batanghari No. 2 Medan Telepo n : ( 061 ) 8452244 ( 061 ) 8453100

Fax : ( 061 ) 8455177 ( 061 ) 8454728 Email : kandir@ptpn3.co.id Website : www.ptpn3.co.id Daftar nama-nama Kebun/Unit milik PT. Perkebunan Nusantara III yang berkantor pusat di Medan dapat dilihat pada Tabel 2.1. Tabel 2.1. U nit Kebun PT. Perkebunan Nusantara NAMA KEBUN 00 Kantor Direksi 01 Distrik Manage r Labuhan Batu I ( DLAB - 1 ) 02 Kebun Sei Meranti ( KSMTI ) 03 Kebun Sei Daun ( KSDAN ) 04 Kebun Torgamba ( KTORA ) 05 Pabrik Kelapa Sawit Sei Meranti ( PSMTI ) 06 Pabrik Kelapa Sawit Sei Daun ( PSDAN ) 07 Pabrik Kelapa Sawit Torgamda ( PTORA ) 08 Kebun Bukit Tujuh ( KBUTU ) 09 Distrik Manage r Labuhan Batu II ( DLAB - 2 ) 10 Kebun Sei Baruhur ( KSBAR ) 11 Kebun Aek Torop ( KATOR ) 12 Kebun Sisumut ( KSSUT ) 13 PIR- Aek Raso ( KPARO ) 14 PIR- Lokal Selatan ( KPSEL ) 15 Pabrik Kelapa Sawit Sei Baruhur ( PSBAR ) 16 Pabrik Kelapa Sawit Aek Raso ( PPARO ) 17 Pabrik Kelapa Sawit Sisumut ( PSSUT ) 18 Pabrik Kelapa Sawit Aek Torop ( PATOR ) 19 Distrik Manage r Labuhan Batu III ( DLAB - 3 ) 20 Kebun Aek Nabara Utara ( KANAU )

Tabel 2.1. Unit Kebun PT. Perkebunan Nusantara (lanjutan) 21 Kebun Aek Nabara Selatan ( KANAS ) 22 Kebun Rantau Prapat ( KRPPT ) 23 Kebun Mambang Muda ( KMMDA ) 24 Kebun Labuhan Haji ( KLAJI ) 25 Kebun Merba u Selatan ( KMSTN ) 26 PIR- Lokal Utara ( KPUTA ) 27 Pabrik Kelapa Sawit Aek Nabara Selatan ( PANAS ) 28 Distrik Manager Asahan ( DASAH ) 29 Kebun Sei Dadap ( KSDDP ) 28 Distrik Manager Asahan ( DASAH ) 29 Kebun Sei Dadap ( KSDDP ) 30 Kebun Pulau Mandi ( KPMDI ) 31 Kebun Ambalutu ( KAMBT ) 32 Kebun Sei Silau ( KSSIL ) 33 Kebun Bandar Selamat ( KBDSL ) 34 Kebun Huta Padang ( KHTPD ) 35 Pabrik Kelapa Sawit Sei Silau ( PSSIL ) 36 PIR- Lokal Asahan ( KPPLA ) 37 Distrik Manager Simalungun ( DSIMA ) 38 Kebun Sei Mangkei ( KSMKI ) 39 Kebun Bangun ( KBANG ) 40 Kebun Bandar Betsy ( KBDBY ) 41 Pabrik Kelapa Sawit Sei Mangkei ( PSMKI ) 42 PIR- Lokal Bandar Tinggi Partimbalan ( KPBTP ) 43 Distrik Manage r Deli Serdang I ( DSER-1 ) 44 Kebun Gunung Pamela ( KGPMA ) 45 Kebun Gunung Monaco ( KGMNO ) 46 Kebun Silau Dunia ( KSDUN ) 47 Kebun Gunung Para ( KGPAR ) 48 Pabrik Kelapa Sawit Rambutan ( PRBTN ) 49 Distrik Manage r Deli Serdang II ( DSER-2 ) 50 Kebun Sei Putih ( KSPTH ) 51 Kebun Sarang Giting ( KSGGI ) 52 Kebun Tanah Raja ( KTARA ) 54 Kebun Rambutan ( KRBTN ) 55 Distrik Manager Tapanuli Selatan ( DTAPS ) 56 Kebun Hapesong ( KHPSG ) 57 Kebun Batang Toru ( KBGTU ) 58 General Manager Rumah Sakit ( GRPAM )

Tabel 2.1. U nit Kebun PT. Perkebunan Nusantara (lanjutan) 59 Rumah Sakit Sei Dadap ( RSDAP ) 60 Rumah Sakit Aek Nabara ( RSANS ) 61 Rumah Sakit Mambang Muda ( RSMMA ) 62 Rumah Sakit Sri Torgamda ( RSTOR ) 63 Rumah Sakit Sri Pamela ( RSPAM ) 65 Instalasi Belawan ( INBEL ) 66 Kebun Aek Raso ( KIARO ) 67 Kebun Sei Kebara ( KSBAR ) Sumber : Unit Perkebunan PTPN III Medan 2.2. Visi dan Misi Perusahaa n Sebagai pedoman dalam mengelola perusahaan, Direktur PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) telah menetapka n visi da n misi yang harus dike tahui, dihayati dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh setiap karyawan sebagai be rikut: 1. Visi Menjadi perusahaan agribisnis kelas dunia dengan kinerja prima dan melaksanakan tata kelola bisnis terbaik 2. Misi Misi PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) antara lain: a. Mengembangkan Industri Hilir berbasis Perkebunan secara berkesinambungan. b. Menghasilkan produk yang berkualitas untuk pelanggan.

c. Memperlakukan karyawan sebagai aset strategik dan mengembangkannya secara optimal. d. Berupa ya menjadi perusahaan terpilih yang memberikan timbal balik terbaik bagi para investor. e. Menjadi pe rusahaan yang paling menarik untuk b ermitra bisnis. f. Memotivasi karyawan untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan komunitas. g. Melaksanakan seluruh aktivitas perusahaan yang berwawasan lingkungan. 2.3. Lokasi Perusahaan PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) adalah salah satu perkebunan terbesar dan terbaik di Indonesia dan khususnya di Sumatera Utara. Kedudukan kantor pusat atau Kantor Direksi terletak di Jalan Sei Batanghari No. 2 Medan, Sumatera Utara dengan letak yang sangat strategis ditengah kota. 2.4. Kegiatan Usaha Perusahaan

PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan. Perkebunan yang dimiliki oleh PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) diba gi menjadi dua jenis perkebunan sebagai berikut: 1. Perkebunan Kelapa Sawit Dalam perkebunan kelapa sawit, PT.Perkebunan Nusantara III (PERSERO) memiliki dua strategi kegiatan yaitu jangka panjang dan jangka pendek. Adapun strategi jangka panjang: a. Penggunaan kecambah dengan beberapa sumber penghasil kecambah terbaik seperti PPKS, SOCFINDO, LONSUM yang mempunyai produktivitas tinggi, laju pertumbuhan tinggi lambat, tahan terhadap serangan ekologi. b. Melaksanakan peremajaan tanaman tua de ngan po la percepatan untuk c. mendapatkan komposisi tanaman yang ideal. d. Melaksanakan seleksi bibit secara ketat untuk mendapatkan bibit yang terbaik dengan masa TBM yang lebih singkat. e. Peremajaan dilaksanakan dengan standar kultur teknis terbaik, sehingga dapat memberikan potensi produksi maksimal pada usia produktif tanaman.

Adapun strategi dari jangka pendek sebagai berikut : a. Melaksanaka n pe mupukan de ngan pupuk majemuk sesuai kebut uhan tanaman dengan prinsip 4 T (tepat waktu, tepat dosis, tepat aplikasi, tepat jenis). b. Menerbitkan pelaksanaan panen sesuai dengan Instruksi Kerja, sehingga diperoleh kwantitas dan kualitas produksi yang terbaik. c. Meningkatkan keterampilan permanen dengan melaksanakan pelatihan Kav School. d. Menambah permanen sesuai kebutuhan. e. Memenuhi alat panen dan perbaikan infrastruktur yang mendukung proses panen. f. Melaksanakan kerjasama dengan Pusat Penelitian PPKS untuk mengadopsi teknologi dan pengawalan produksi. g. Melaksanakan kastrasi untuk merangsang pertumbuhan generatif. h. Melaksanakan polination di areal yang memerlukan.

2. Perkebunan Karet Dalam perkebunan karet, PT.Perkebunan Nusantara III (PERSERO) memiliki dua strategi kegiatan yaitu jangka panjang dan jangka pendek. Adapun strategi jangka panjang: a. Penggunaan klon-klon unggulan (Quick Stater), dengan produktivitas tinggi seperti klon seri PB, seri RRIM dan seri IRR. b. Melaksanakan seleksi bibit yang lebih ketat, sehingga bibit yang ditanam merupakan bibit terbaik sehingga mempercepat masa TBM. c. Pelaksanaan Tanaman Ulang (TU) sebaik mungkin dengan mempersiapkan media tumbuh sebaik mungkin dan menanam Kacangan Munuca Brachteata. d. Mengendalikan penyakit terutama serangan JAP dari mulai persiapan bibit, TU, TBM dan TM. e. Tanaman yang populasi rendah dengan mempercepat pelaksanaan Peremajaan. f. Mengadakan pengawalan produksi dengan Pusat Penelitian Karet Sei Putih. g. Melaksanakan pengaturan tinggi percabangan (Manajemen Canopy), sehingga kerapatan pohon dapat dipertahankan.

Adapun strategi dari jangka pendek sebagai berikut : a. Menertibkan pelaksanaan penyadapan sesuai dengan norma. b. Meningkatkan keterampilan penyadap dengan melaksanakan pelatihan. c. Melaksanakan rasionalisasi acak dengan penambahan penyadap sesuai kebutuhan dilapangan. d. Memenuhi alat panen dan mutu alat panen sesuai dengan kebutuhan. e. Aplikasi dan stimulasi sesuai dengan norma, dengan jenis cair (GEA, SES) dan jenis Gas (Latene Gas, RRIM FLOW). f. Tanaman populasi rendah dan situasi Panel deres yang telah rusak, dengan melaksanakan/menyesuaikan system deres yang tepat. 2.5. Makna Logo Perusahaan PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) mempunyai sebuah logo yang menggambarkan ciri khas serta kegiatan perusahaan. Adapun logo perusahaan PT. Perkebunan Nusantara III dapat dilihat pada Gambar 2.1.

Gambar 2.1. Logo PT. Perkebunan Nusantara III (Sumber : PTPN III) Makna logo perusahaan PT. Perkebunan Nusantara III tersebut adalah sebagai berikut : 1. Gambar 12 helai daun kelapa sawit disebelah kiri bola dunia dan 7 urat pada daun karet yang berwarna hijau disebelah kanan bola dunia, melambangkan bahwa PTPN III memiliki 12 Paradigma Baru dan 7 Strategi Bisnis, yang saling mendukung agar tercapai tujuan PTPN III, yaitu selalu menjadi Perusahaan Perkebunan terbaik dengan Team Work yang Solid dan Inovatif, serta ditunjang dengan Green Teknologi, Green Business dan ramah lingkungan. 2. Gambar 5 garis lintang horizontal dan vertikal yang berwarna biru, melingkari bola dunia, melambangkan bahwa PTPN III memiliki 5 Tata Nilai dan harus mampu mengimbangi kemajuan teknologi yang berkembang, agar selalu menjadi yang terdepan dalam peningkatan usaha. 3. Gambar 2 Meteor yang mengelilingi bumi sehingga membentuk angka 3, melambangkan PTPN III bergerak dinamis dengan semangat yang tinggi

untuk menguasai pasar global. Meteor yang berwarna putih bermakna produksi Lateks dan produk turunannya sedangkan yang berwarna orange adalah produksi CPO beserta turunannya, yang memancar tanpa henti untuk memenuhi kebutuhan pasar dunia. Secara keseluruhan logo baru ini adalah lambang dari niat dan motivasi tinggi seluruh personal PTPN III, untuk mewujudkan VISI dan MISI PTPN III yang telah dicanangkan bersama. 2.6. Organisasi dan Manajemen 2.6.1. Struktur Orga nisas i PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) Strukt ur or ganisasi PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) terus berkembang dikarenakan adanya dorongan oleh faktor internal dan external perusahaan. Struktur organisasi PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) Medan adalah berbentuk garis dan pada manajemen puncak telah dilakukan penataan fungsi dan peran kerja yang lebih koordinatif. Upaya ini diikuti pula dengan berbagai penyempurnaan struktur organisasi perusahaan. Adapun struktur organisasi dari PT. Perkebunan Nusantra III (PERSERO) dapat dilihat pada Gambar 2.2.

Gambar 2.2. Struktur Organisas i Perusahaa n PT. Pe rkebunan Nusantara I II (PERSERO) Sumber : bagian s dm PT. Perkebunan Nusantra III (PERS ERO) 2.6.2. Uraian Jabatan Adapun uraian jabatan pada PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) sebagai berikut: 1. Direkt ur Utama Fungsi utama dari direktur utama adalah mengarahkan, memberdayakan, seluruh sumber daya perusahaan secara optimal untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan. Adapun sasaran dari direktur utama adalah : a. Terciptanya perusahaan kelas dunia yang berbasis agribisnis dengan skor Baldrige minimum 750.

b. Tercapainya Net Profit margin (NPM)15% dan Return On Assets (ROA) 20%. Adapun tugas dari direktur utama adalah. a. Membangun perusahaan kelas dunia yang berbasis agribisnis. b. Melaksanakan prinsip tata kelola perusahaan yang ba ik (GCG) disemua jajaran. c. Meningkatkan nilai perusahaan melalui pelaksanaan The Business Success Model yang tercermin dalam indikator kerja utama (IKU). d. Mewujudkan portofolio bisnis perusahaan yang memberikan keuntungan dan nilai tambah. e. Mensukseskan pelaksanaan sistem manajemen ISO 9000, ISO 14000 dan SMK3. f. Menetapkan sistem saran dan prasarana informasi melalui teknologi informasi yang terintegrasi dan berbasis data base, serta memberdayagunakan secara maksimal. 2. Direktur Produksi Adapun fungsi utama direktur produksi adalah mengelola dan memberdayakan sumber daya produksi, sarana dan prasarana sehingga tercapainya kinerja bidang produksi secara optimal. Adapun sasaran dari direktur

produksi adalah. a. Tercapainya komposisi umur tanaman kelapa sawit (TBM 12%,dan TM 84%), Karet (TBM 16% dan TM 80%), peremajaan tanaman kelapa sawit/karet 4% setiap tahun dan komposisi komoditi tanaman kelapa sawit 70% serta tanaman karet 30%. b. Produktivitas tanaman kelapa sawit sebesar 25 ton TBS/Ha/Thn dan produktivitas tanaman karet sebesar 1600 Kg KK/Ha/Thn. c. Tersedianya kapasitas olahan PKS min.90% untuk 30 Ton TBS/Jam dan 83% untuk 60 Ton /Jam dengan tingkat efisiensi sebesar 91-93% dan kapasitas pabrik karet sesuai dengan permintaan dan tidak melampauai kapasitas tersedia. d. Tercapainya rendemen CPO sebesar 24% dan inti sawit sebesar 5%. e. Tercapainya kualitas hasil olah produksi sesuai standard. f. Tercapainya harga pokok produksi (harga pokok kebun) 65% terhadap harga jual. g. Terwujudnya proses produksi sesuai dengan standard ISO 9000, ISO 14000 dan SMK3. Tugas dari direktur produksi adalah: a. Menetapkan dan mewujudkan sasaran strategi dibidang produksi.

b. Menetapkan upaya strategi dibidang produksi c. Menetapkan sistem kerja (work system) bidang produksi untuk mewujudka n operational excellence. d. Menterjemahkan kebutuhan pasar menjadi pelaksanaan operasional bidang produksi. e. Melaksanakan program sertifikasi ISO 9000 dan ISO 14000 dan SMK3. f. Mengendalikan biaya produksi pada tingkat yang lebih efisien. g. Menetapkan sistem sarana da n prasarana infor masi melalui teknologi informasi (TI) yang terintegrasi dan berbasis data base, serta memberdayagunakan secara maksimal. 3. Direktur Keuangan Adapun fungsi utama dari direktur keuangan adalah mengelola dan memberdayakan sumber daya keuangan secara tepat guna, sehingga tercapainya cash flow, dan biaya operasional perusahaan yang efektif dan efisien. Adapun sasaran dari direktur keuangan adalah : a. Terciptanya cost effectiveness pada tingkat harga pokok (FOB) = 80% dari nilai pe njualan, da n tercapa inya Assets Turn Over (ATO) sebe sar 1,1kali. b. Terpeliharanya solvabilitas pada tingkat DER = 40:60.

c. Terpeliharanya likuaditas pada tingkat = 150%. Tugas dari direktur keuangan adalah. a. Menjaga keseimbangan antara pertumbuhan profitabilitas perusahaan. b. Melaksanakan Assets Assesment secara berkesinambungan untuk memberdayakan aset potensial. c. Memonitor dan mengevaluasi biaya produksi (harga pokok FOB) melalui pemanfaatan Activity Based Costing (ABC). d. Memelihara Cash Reserve Requirment minimum 2 (dua) bulan kebutuhan dana operasional. e. Mengkoordinasi dan memberikan pengarahan dalam penyusunan KAP/RKOP dan RJP. f. Mencari sumber dana bagi pertumbuhan perusahaan. g. Membuat laporan manajemen interim dan laporan keuangan konsolidasian. h. Menjalin hubungan yang harmoni dengan stakeholders. i. Membangun sarana dan prasarana informasi menejemen keuangan melalui teknologi informasi (TI) yang terintegrasi dan berbasis data base, serta memberdayagunakan secara maksimal. j. Mensukseskan pe laksanaan sistem manajemen ISO 9000 dan ISO

14000 dan SMK3. k. Menetapkan system sarana dan prasarana informasi melalui teknologi informasi yang terintegrasi dan berbasis data base, serta memberdayagunakan secara maksimal. 4. Direktur Pemasaran Adapun fungsi utama direktur pemasaran adalah mengelola dan memberdayakan sumber daya pemasaran dan pengadaan secara optimal, sehingga tercapainya kepuasan pelanggan dan pemasok. Adapun sasaran direkt ur pemasaran adalah. a. Tercapainya peningkatan nilai penjualan sebesar 10% setiap tahun. b. Terwujudnya kepuasan pelanggan dengan indeks kepuasan pelanggan 80%. c. Tercapainya Account Recivable (A/R) Turn Over = 14 hari. d. Tercapainya finished goods inventory turn over 16 kali. e. Tercapainya inventory turn over 8 kali. f. Tercapainya economic order quantity 2 kali (pupuk) dan 4 kali (barang lainnya). g. Tercapainya kepuasan pemasok pada tingkat 70%.

Adapun tugas direktur pemasaran adalah sebagai berikut : a. Menetapkan dan mengevaluasi upaya strategik dan kebijakan pemasaran serta pengadaan barang dan jasa. b. Mencari dan membina hubungan dengan mitra bisnis (pemasok dan pelanggan) serta mitra aliansi. c. Menetapkan system pengendalian persediaan hasil produksi serta bahan baku dan pelengkap. d. Menetapkan pedoman hara barang dan jasa. e. Menetapkan kebijakan dan menyiasati perkembangan pasar dan perilaku pesaing (market intelligence). f. Menginformasikan kebutuhan pasar sacara berkesinambungan. kepada direktur produksi. g. Merancang proses bisnis dan work system bidang pemasaran dan bidang pengadaan barang dan jasa untuk mewujudkan operational axcellence. h. Memasarkan produk dengan biaya penjualan yang efisien, nilai penjualan optimal tercapainya kepuasan pelanggan. i. Melaksanakan pengadaan barang dan jasa secara efektif dan efisien, serta terwujudnya pembinaan pemasok.

j. Mengendalikan biaya penjualan dan biaya pengadaan pada tingkat yang efisien. k. Mensukseskan pelaksanaan system manajemen ISO 9000, ISO 14000 serta SMK3. l. Menetapkan sistem saran dan prasarana informasi melalui teknologi informasi (TI) yang terintegrasi dan berbasis data base, serta memberdayagunakan secara maksimal. 5. Direktur SDM da n Umum Fungsi Utama direktur SDM dan Umum adalah mengelola dan memberdayakan sumber daya manusia dan sarana pendukung lainnya sehingga tercapain kinerja bidang SDM dan Umum yang optimal. Adapun sasaran direkt ur SDM dan Umum sebagai berikut : a. Terwujudnya jumlah tenaga kerja sesuai dengan rasio yang ditetapka n. b. Terwujudnya competence level index (CLI) :10 c. Terwujudnya employee satisfaction index (ESI) : 75%. d. Terwujudnya seluruh aspek legal perusahaan pada tingkat Zero Risk. e. Terwujudnya lingkungan kerja yang aman pada tingkat Conflict dabt Zero Accident.

Adapun tugas direktur SDM dan Umum sebagai berikut : a. Menetapkan kebutuhan SDM (kompetensi, kuantitas dan waktu) sesuai dengan kebutuhan perusahaan. b. Menetapkan sistem kerja (work sistem) bidang SDM untuk mewujudkan operational excellence. c. Melaksanakan mapping personil secara periodik. d. Menetapka n dan melaksanakan sistem pe ndidika n da n pe latihan. e. Menetapkan dan melaksanakan sistem penilaian karya. f. Menetapkan sistem kompensasi dan remunerasi. g. Menetapka n sistem rekrutmen karyawan. h. Menetapkan sistem jenjang karir karyawan. i. Menetapkan program peningkatan kesejahteraan (Quality Of Life). j. Menetapka n sistem sur vey kepuasan ka ryawan. k. Menetapkan kebijakan untuk memenuhi aspek legal perusahaan. l. Menjalin hubungan yang harmonis de ngan stake holders. m. Menetapkan kebijakan dan mengevaluasi pelaksanaan bina lingkungan. n. Mengendalikan biaya Pembinaan SDM da n Umum secara efisien.

o. Mensukseskan pelaksanaan sistem Manajemen ISO 9000, ISO 14000 serta SMK3. p. Menetapkan sistem sarana dan prasarana informasi melalui teknologi informasi (TI) yang terintegrasi dan berbasis data base, serta memberdayagunakan sacara maksimal. 6. Kepala Bagian Sekretaris Korporat Fungsi Utama Kepala Bagian Sekretaris Korporat adalah melaksanakan fungsi manajemen dengan memberdayakan sumber daya yang berhubungan de ngan aspek legal dan kepatuhan, aspek manajemen hubungan dengan investor sehingga terwuj udnya Image Corporate yang positif dari stakeholders. Adapun sasaran Kepala Bagian Sekretaris Korporat sebagai berikut : a. Terkordinasinya pencapaian strategik target perusahaan setiap tahun. b. Terwujudnya opini positif dari stakeholders terhadap perusahaan dengan tingkat Zero Complain. Adapun tugas dari Kepala Bagian Sekretaris Korporat sebagai berikut : a. Memberi informasi kepada direksi mengenai mitra strategik, privatisasi perkembangan pasar modal dan peraturan pelaksanaanya. b. Membuat dan mengusulkan Annual Report da n Company Profile. c. Mengusulkan penetapan kebijakan investasi.

d. Melaksanakan surat menyurat intern dan ekstern. e. Mengkoordonir penyelenggaraan press release dan press conference serta kegiatan wawancara dengan para insan pers. f. Melaksanakan prosedur pemakaian uang kerja direksi. g. Mendistribusika n hasil keputusan rapat direks i, dengan dewan ko misaris dan RUPS. h. Membina hubungan dengan masyarakat, mass media, calon investor, kreditor, lembaga keuangan dan relasi bisnis dengan cara mempublikasikan perusahaan sehingga tercipta citra perusahaan yang baik. i. Membina dan menjalin hubungan dengan instansi luar, seperti instansi pemerintah Badan Usaha Milik Negara dan Swasta, media massa, serta melakukan ke giatan perusahaan yang bersifat protoko ler. j. Mengusulkan RKAP/Rencana Kerja Operasional (RKO) Bagian Sekretaris Korporat. k. Menyiapkan bahan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Rencana Jangka Panjang (RJP), Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP), dan lapor an Tahunan. l. Mengusulkan Strategik Planning (SO) dan Rencana Jangka Panjang di Bagian CS.

m. Melaksanakan sistem manajemen ISO 9000, ISO 14000, dan SMK3. n. Melaksanakan Sistem Penilaian Karya (SPK). o. Melaksanakan pengendalian sistem komputerisasi yang terintegrasi berbasis data base secara konsisten dan up to date. 2.7. Tenaga Kerja dan Jam Kerja Perusahaan 2.7.1. Tenaga Kerja PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) memiliki total karyawan sebanyak 28.362 dan semua merupakan karyawan tetap. Susunan karyawan PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) Medan dapat dilihat pada Tabel 2.2. Tabel 2.2. Rekapitulasi Jumlah Karyawan PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) Tahun 2012 NO Uraian/ Golongan Pendidikan Jumlah SD SLTP SLTA Dip lo ma S1 S2 S3 Prof 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 KARYAWAN PIMPINAN 1 Ckp 4 92 1 97 2 IIIA 86 3 202 7 298 3 IIIB 41 7 124 8 180 NO Uraian/ Golongan Pendidikan Jumlah 4 IIIC 28 4 29 3 64

Tabel 2.2. Rekapitulasi Jumlah Karyawan PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) Tahun 2012 (lanjutan) 5 IIID 16 8 109 13 146 6 IVA 8 4 69 12 93 7 IVB 1 4 37 13 55 8 IVC 1 2 26 10 39 9 IVD 1 3 16 15 1 36 Jlh. Pimp inan 186 35 704 82 1 1.008 Kary. Pelaksana 1 IA 4.297 2.929 5.443 14 85 12.768 2 IB 4.709 2.036 2.644 21 76 9.486 3 IC 246 415 1.407 57 59 2.184 4 ID 141 250 1.054 31 74 1.550 5 IIA 29 68 376 19 18 1 511 6 IIB 24 53 295 23 21 416 SD SLTP SLTA Dip lo ma S1 S2 S3 Prof 7 IIC 4 18 152 26 16 216 8 IID 4 3 140 64 12 223 Jlh,Kary Pelaksana Jlh. Pimp + pelak 9.454 5772 11.511 255 361 1 27.354 9.454 5.772 11.697 290 1.065 83 1 28.362 Sumber: PT.Perkebunan Nusantara III (PERSERO)

2.7.2. Jam Kerja Penentuan waktu kerja, istirahat dan lembur diatur dalam KEP.37/MEN/2000 perjanjian bersama PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) 1. Hari kerja dibagi menjadi dua bagian yaitu untuk karyawan kantor dan karyawan pabrik/lapangan. Untuk karyawan kantor diberlakukan 5 (lima) hari jam kerja dalam satu minggu. Sedangkan untuk karyawan lapangan diberlakukan 7 (tujuh) hari jam kerja dalam satu minggu. Dengan jam produtif bagi karyawan kantor selama 10 (sepuluh) jam dalam satu hari. Sedangkan untuk karyawan lapangan jam produktifitas selama 12 (dua belas) jam dalam satu hari. 2. Untuk karyawan lapangan diterapkan kerja secara bergilir (shift) diatur dengan penetapan oleh manajemen setempat yang disesuaikan dengan ketentuan yang be rlaku. 3. Fleksibilitas hari kerja, jam kerja, dan waktu istirahat kerja diatur oleh manajemen setempat setelah dimusyawarahkan dengan serikat pekerja dengan tetap memperhatikan kapasitas operasional (CPTD), kondisi geografis, dan tingkat persaingan usaha serta dengan mempertimbangkan waktu libur dan istirahat karyawan, produktivitas, efektivitas dan efisiensi.