BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

dokumen-dokumen yang mirip
Pusat Sumber Belajar (PSB) BTKIP Kalimantan Tengah

Desain Program Informasi Pendidikan TV Edukasi Tahun 2014

PUSAT DATA DAN STATISTIK PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

DAFTAR ISI DAFTAR BAGAN DAFTAR GRAFIK DAFTAR TABEL DAFTAR DIAGRAM DAFTAR GAMBAR REKAM JEJAK 2017 PUSTEKKOM KATA PENGANTAR IKHTISAR EKSEKUTIF

BAB I PENDAHULUAN. wawasan. Di sini jugalah tempat kita membina bangsa kita. Tanggung jawab

CYBERPRENEUR COMPETITION Kementerian Koperasi Usaha Kecil Dan Menengah. Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat

BAB 1 PENDAHULUAN. mempunyai teknologi canggih. Kemampuan televisi untuk memberikan sebuah

BAB V PENUTUP. ( TV.E ) PUSTEKKOM Depdiknas Jakarta selama kurang lebih satu bulan. praktek di Televisi Edukasi ( TV.E ) PUSTEKKOM Depdiknas Jakarta,

Variasi Bahan Ajar pada Pembelajaran E-Learning Guna Menunjang Pembelajaran di Sekolah Menengah Atas ARTIKEL ILMIAH

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN. 1. Terdapat pengaruh blended learning berbasis edmodo terhadap hasil belajar

BAB I PENDAHULUAN. tersebut dimulai dari yang paling sederhana (komunikasi antar pribadi) hingga yang

Media Pembelajaran Fisika Berbasis ICT/TIK

Transformasi Nilai Kepahlawanan dalam Membagun Nasionalisme

BAB 1 PENDAHULUAN. pertukaran informasi di dunia maya ini dapat juga diterapkan pada proses belajar

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Bahan ajar inovatif dan interaktif dibutuhkan oleh siswa dan guru agar

Pedoman Pengembangan Materi e- Pembelajaran

RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA

BAB I PENDAHULUAN. tugas-tugas di dalam kelas saja, melainkan proses terjadinya interaksi antara guru,

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

E-learning, Cermin Pendidikan Masa Kini: Siapkah kita? Oleh : Christina Wahyu Cahyani Senin, 13 Pebruari :46

Peraturan...

BALAI PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PENDIDIKAN

1. MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN PENGADILAN

KISI-KISI UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN OLEH SATUAN PENDIDIKAN NONFORMAL

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2008 TENTANG

DAFTAR ISI PROGRAM PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN PUSAT SUMBER BELAJAR (PSB) SMA... 2

BAB I PENDAHULUAN. pada tahun 1962 adalah TVRI ( Televisi Republik Indonesia). Selama 27

PENGANTAR E-LEARNING Apa yang kita bahas? Perkembangan/Trends ICT Tantangan Pendidik Bagaimana menghadapinya?

Pedoman PenyelengGaraan KUIS KIHAJAR Penghargaan Tertinggi TIK untuk Pendidikan Bagi Siswa Indonesia

KUIS KIHAJAR (KITA HARUS BELAJAR) TAHUN 2016

KEBIJAKAN TEKNIS. Oleh: Winarno, M.Sc

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Sejalan perkembangan dunia

P E M B E L A JARAN JARAK JAUH

BAB I PENDAHULUAN. dimanfaatkan untuk membantu aktivitas manusia. Melalui internet, manusia

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah Bicara tentang pelajaran matematika tidak terlepas dari bagaimana persepsi

Kisi-Kisi Uji Kompetensi Kepala Sekolah, UKKS

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Penarikan simpulan ini dapat dilakukan setelah dilaksanakannya

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 2014 TENTANG

ICT Training for School

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

, 2015 PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL FACEBOOK SEBAGAI PENUNJANG KEGIATAN PEMBELAJARAN SISWA SMK NEGERI 4 BANDUNG

BAB III TINJAUAN UMUM DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA (DISKOMINFO) PROVINSI JAWA BARAT

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

pendidikan dan kebudayaan dengan memperkuat dan memperluas pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berbasis media audio dan radio

I. PENDAHULUAN. sekarang dunia pendidikan ikut memanfaatkan kemajuan teknologi untuk

BAB I PENDAHULUAN. tahunan UNESCO Education For All Global Monitoring Report 2012.

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, penggunaan

MONITORING DAN EVALUASI

1/22/2016. Gerakan Belajar Dengan TIK. Ari Santoso Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan

MENUJU DIKLAT JARAK JAUH (DJJ) ONLINE DI BDK MANADO Oleh: Kasmawati HP ABSTRAK

KATA PENGANTAR. Adanya dukungan dan fasilitasi institusi-institusi tersebut dalam penerapan sistem penjaminan mutu eksternal sesuai

I. PENDAHULUAN. fenomena alam ( Natural Philosophy). Hal ini berarti sains yang merupakan hasil

KISI-KISI UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH

BAB 1 PENDAHULUAN. dapat mencapai jutaan pendengar, namun cara penyampaiannya. ditujukannya pada pendengar secara perorangan, dan komunikasi tersebut

BAB 3 GAMBARAN UMUM SISTEM INFORMASI YANG SEDANG BERJALAN. Keberadaan Departemen Komunikasi dan Informatika (DepKementrian

Arah Kebijakan Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana

fesejarah Teknisi Jardiknas Written by Administrator Wednesday, 10 January 2007

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) LEMBAGA INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG TAHUN Visi. Misi

JAUH PA D A P E R G U R UAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

I. PENDAHULUAN. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) No.20 Tahun 2003

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (Information and

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kemajuan sebuah

BAB III ISU-ISU STRATEGIS Identifikasi Isu-Isu strategis Lingkungan Internal

IMPLEMENTASI E-LEARNING DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PENDIDIK DAN KEMANDIRIAN MAHASISWA.

BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

e-learning: Konsep dan Pemanfaatan Outline Definisi E-learning Konsep e-learning

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Di era globalisai ini, media merupakan suatu alat yang tidak pernah lepas dari

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Syaiful Rahman, 2014

Gambar 1.1 Struktur Organisasi Kemdiknas

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Belajar itu terjadi dalam diri seseorang, yang dipengaruhi oleh latar belakang,

D i s a m p a i k a n pada W o r k s o p A A

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan teknologi yang begitu cepat terjadi pada semua bidang,

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Latar Belakang Berdirinya Televisi Edukasi (TVE)

PETUNJUK TEKNIS KUIS KIHAJAR Penghargaan Tertinggi TIK untuk Pendidikan bagi Siswa Indonesia

JAWABAN TUGAS KB-02: Pembelajaran dan Model-Model Pembelajaran Mutakhir

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 63 TAHUN 2009 TENTANG SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. peralatan praktik, penyempurnaan kurikulum maupun peningkatan. profesionalisme guru yang dilakukan secara nasional.

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 63 TAHUN 2009 TENTANG SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Masalah

Belajar menjadi Mudah dan Menyenangkan

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMP NEGERI 11 MAGELANG KOTA MAGELANG

Transkripsi:

BAB II 2.1. Data Perusahaan 2.1.1. Identitas Perusahaan TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN Pustekkom pada saat ini mengelola yaitu Jaringan Pendidikan Nasional, yang menjadi Jembatan Informasi Digital Dunia Pendidikan. Pustekkom adalah salah satu lembaga dilingkungan Departemen Pendidikan Nasional. Model kegiatan pembelajaran berikutnya yang dikembangkan Pustekkom-Kemendikbud adalah yang memanfaatkan media internet. Melalui website yang dikembangkan Pustekkom-Kemendikbud, berbagai materi pelajaran dapat diakses oleh peserta didik atau masyarakat luas pada umumnya. Tidak hanya materi pelajaran yang tersedia, tetapi tersedia juga informasi tentang kebijakan pendidikan, pengetahuan ilmiah populer, pokok-pokok materi pelajaran, bimbingan belajar online, dan bank soal. Dan sebagai media edukasi seperti film, radio, dan televisi. Tugas dan Fungsi Pustekkom-Kemendikbud sesuai dengan Permendiknas No.36 Tahun 2010 : 1. Penyusunan kebijakan teknis dibidang teknologi informasi dan komunikasi pendidikan. 2. Pengembangan teknologi pembelajaran berbasis radio, televisi, film multimedia dan web. 3. Pengembangan dan pengelolaan jejaring teknologi informasi dan komunikasi pendidikan. 4. Fasilitas pengembangan dan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan. 5. Pemantauan dan evaluasi dibidang teknologi informasi dan komunikasi pendidikan 6. Penyusunan laporan pelaksanaan pengembangan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi pendidikan. Laporan Kerja Praktik 7

2.1.2. Sejarah Singkat Perusahaan Pustekkom-Kemendikbud didirikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1978 tertanggal 31 Agustus 1978 dan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 0145/O/1979 tertanggal 30 Juni 1979 yang diperbaharui dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 0222g/O/1980. Strategi pembelajaran yang diterapkan di SMP biasa (konvensional) adalah sepenuhnya bersifat tatap muka. Sedangkan di SMP Terbuka, strategi pembelajaran yang diterapkan bersifat belajar mandiri. Hanya sebagian kecil saja waktu belajar peserta didik yang digunakan untuk belajar secara tatap muka dengan guru mata pelajaran (tutorial tatap muka). Sebagian besar dari waktu kegiatan belajar mandiri dilaksanakan pada sore hari (pukul 14.00-16.00) di gedung SD atau di tempat lain yang mudah dijangkau oleh para peserta didik di bawah bimbingan atau supervisi tutor (guru pamong). Guru Pamong tidak berkaulitas mengajar di SMP karena tugas mereka bukanlah untuk mengajar mengajar tetapi hanya mengelola kegiatan pembelajaran dan mengarahkan peserta didik untuk belajar optimal. Yang menjadi Guru Pamong pada umumnya adalah guru-guru dan Kepala Sekolah SD. Dewasa ini, SMP Terbuka dijadikan sebagai salah satu pola pendidikan Wajib Belajar 9 Tahun. Model pendidikan Sekolah Menengah tingkat Pertama Terbuka (SMP Terbuka) diusulkan sebagai alternatif pemecahan masalah yang bersifat inovatif untuk mengatasi ledakan lulusan SD yang dihasilkan sebagai dampak dari penerapan kebijakan pembangunan SD secara besar-besaran (SD Inpres) sehingga di dirikan lah Pustekkom. Laporan Kerja Praktik 8

Warna merah dipakai untuk mewakili semangat dari Pustekkom- Kemendikbud untuk penacapaian tujuan dari Pustekkom-Kemendikbud itu sendiri yaitu terus mencerdaskan peserta didik dan tenaga pengajar melalui produk-produk ataupun pelayanan dari Pustekkom-Kemendikbud yang diberikan kepada pembaca, sebagaimana tujuan dari Pustekkom-Kemendikbud itu sendiri. Warna putih melambangkan persatuan bahwa produk-produk dan pelayanan Pustekkom-Kemendikbud dapat diterima oleh masayarakat luas khususnya peserta didik dan tenaga pengajar dari berbagai golongan masyarakat. 2.1.4. Visi, Misi dan Komitmen Perusahaan 2.1.4.1. Visi Perusahaan Tersenggaranya layanan prima pendidikan nasional untuk membentuk insan Indonesia yang cerdas dan komprehensif, dan terwujudnya proses dan stuktur pendidikan media pembelajran yang berbasis TIK seperti website, multimedia, dan media komunikasi sebagai alat untuk memenuhi dan kemampuan peserta didik dalam mengembangkan pembelajaran sepanjang hayat. 2.1.4.2. Misi Perusahaan 1. Meningkatkan ketersedian layanan pendidikan, dengan mengembangkan dan memperluas peserta dididk menggunakan TIK dalam pelaksanaan pembelajran aktif, kreatif, dan kolaboratif. 2. Meningkatkan keterjangkauan layanan pendidikan, dengan pemanfaatan TIK yang terintegrasi dari kurikulum, pembelajaran dan penilaian. 3. Meningkatkan kualitas atau mutu dan revansi layanan pendidikan, dengan memperkuat pendidik dan tenaga kependidikan dalam menggunkan TIK secara aktif dalam pengembangan profesionalisme dan kapasitas pribadi. Laporan Kerja Praktik 11

4. Meningkatkan kesetaraan dalam memperoleh layanan pendidikan, dengan mengembangkan dan memperluas pemnfaatan TIK dalam pengelolaan administrasi dan manajemen satuan pendidikan dan satuan kerja pendidikan. 5. Meningkatkan jaminan kepastian memperoleh layanan pendidikan, dengan menyediakan infrastuktur untuk mendukung penggunaan TIK secara luas dan efektif. 2.1.4.3. Komitmen Perusahaan Komitmen Pustekkom-Kemendikbud akan menjadi perusahaan yang memberikan kemudahan dan terus menjangkau mengenai informasi baik dari segi produk-produk yang dihasilkan Pustekkom-Kemendikbud maupun dari segi pelayanan yang diberikan kepada masyarakat luas khususnya tenaga pengajar dan peserta didik di seluruh Indonesia. 2.1.5. Kebijakan Managemen Perusahaan Pustekkom-Kemendikbud berkomitmen terhadap kebijakan mutu dengan melakukan peningkatan kulitas produk dan layanan yang bekelanjutan. Berikut adalah strategi untuk peneranpan dalam kebijakan Pustekko-Kemendikbud : 1. Menguatkan TIK ke dalam kurikulum, pedalogi dan penilaian. 2. Mengintegrasikan berbagai konten, media, model dan solusi e-pembelajaran yang atraktif, interaktif dan kolaboratif. 3. Meningkatkan kapasitas Pendidik dan tenaga kependidikan dalam pemanfaatan TIK. 4. Mereplikasikan hasil inovasi e-pembelajaran dan e-administrasi kepada pemangku kepentingan. 5. Mengintegrasikan layanan e-pembelajaran dan e-administrasi. 6. Menguatkan kebijakan dalam implementasi TIK untuk pendidikan. Laporan Kerja Praktik 12

2.1.6. Penghargaan yang diraih Berikut adalah penghargaan-penghargaan yang pernah diraih oleh Pustekkom-Kemendikbud : 1. Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) memberikan penghargaan kepada para pengembang program e-pendidikan di Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Departemen Pendidikan Nasional di Yogyakarta pada 9-10 Desember 2009. 2. Rumah belajar Saraba Kawa yang dikembangkan oleh perkumpulan putera/puteri Saraba Kawa, Tabalong, Kalimantan Selatan, mendapat penghargaan Gold Award dari kementerian sosial dalam ajang Indonesia corporate social responsibility 2011. 2.1.7. Kerja sama dengan Perusahaan lain 1. Univesitas Terbuka, sudah bekerja sama sejak tahun 1984, untuk membuat program-program televisi UT melalui TV Edukasi dan penyampaian materimateri UT melalui Rumah Belajar yang dikelola oleh Pustekkom- Kemendikbud. 2. Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang. Pemerintah akan saling support, dimana Pemkot akan memajukan sistem pembelajaran dengan sistem teknologi informasi dan komukasi dengan mencakup seluruh sekolah yang ada di kota Pangkalpinang. 3. Focus Grup Discussion (FGD) dalam menyelenggarakan Pra Rekernas pada tahun 2013, untuk pemanfaatan komunikasi dan informasi dikalangan generasi muda Pesantren. Dengan pembahasan etika dalam bermedia sosial. 4. BPPK untuk bekerja sama dalam penayangn salah satu materi bahan ahar program percepatan akuntabilitas keuangan pemerintah dengan metode e- learning pada TV Edukasi. 5. MUI bekerja sama untuk membuat pembelajran pembentukan karakter anak bangsa melalui media multimedia. Laporan Kerja Praktik 13

2.2. Cakupan Bidang Usaha Pustekkom-Kemendikbud berpusat untuk pembuatan produk-produk yang berbasis website, multimedia dan media komunikasi, Pustekkom-Kemendikbud dengan acuan materi dari Buku, Buku elektronik (BSE), dan juga LKS yang sudah tersedia. Adapun divisi-divisi yang dibawah naungan Pustekkom-Kemdikbud yaitu terdiri dari website dan multimedia yaitu Mobile Learning (belajar cepat tanpa sekat), PPDB Online tersedia dalam e-modul, Rumah Belajar (belajar untuk semua). Adapun produk-produk yang bergerak dalam bidang komunikasi yaitu Radio Edukasi, Suara Edukasi dan Televisi Edukasi. Ada juga beberapa pelayanan yang diberikan Pustekkom-Kemedikbud kepada tenaga pengajar dan peserta didik yaitu Co-Location salah satu layanan data center menempatkan server dengan koneksi internet, Domain untuk kebutuhan akses mendapatkan sumber belajar, Hosting untuk pemberian ruang server kepada instansi untuk mengelola website. Kunjungan kerja sebagai unit kerja yang mendukung unit kerja lain dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi. Laporan Kerja Praktik 14

2. Analisis Teknologi Pembelajaran Adalah yang menangani apakah materi yang sudah dibuat oleh penyusun dan penulis naskah baik dari segi materi penulisan, penggunaan ilustrasi yang mendukung, dan soal-soal latihan untuk media pembelajaran layak dan sesuai dengan peserta didik dan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk proses pembelajaran. Disini adanya peranan pengkaji materi. 3. Desain Teknologi Pembelajaran Adalah yang menangani segala hal yang terkait dengan ilustrasi yang terdapat pada naskah. Mengerjakan semua ilustrasi atau pun gambar yang terdapat pada naskah, dengan disesuaikan dengan pembaca terutama peserta didik dan pengajar. Dimana ilustrasi atau gambar yang terdapat dalam naskah, dapat lebih dipahami dan informasinya sampai kepada pembaca. 2.3.1.2. Direktoarat Teknologi dan Komunikasi Pembelajaran 1. Edukasi.Net Edukasi.Net yaitu portal yang menyediakan konten pembelajaran dengan berbasis mobile learning, sehingga konten tersebut dapat dimanfaatkan dengan menggunakan media handphone,smartphone atau gadget yang mendukung file macromedia flash. Portal ini dikembangkan oleh Balai Pengembangan Multimedia (BPM) Semarang yang merupakan salah satu unit pelaksana teknis yang berada di bawah Pustekkom-Kemendikbud. Untuk dapat memanfaatkan portal ini dengan optimal pengguna harus registrasi. 2. Rumah Belajar Portal Rumah belajar adalah portal yang di bangun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memfasilitasi ketersediaan konten Laporan Kerja Praktik 16

bahan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh pendidik dan peserta didik, seperti bahan belajar interaktif yang dilengkapi dengan media pendukung gambar, animasi, video dan simulasi. Dengan portal ini diharapkan proses belajar mengajar akan semakin baik. 3. PPDB Online Pustekkom Kemdiknas melalui DIPA Tahun 2009 menyediakan aplikasi Sistem Penerimaan Siswa Baru (PSB) Online 2009 dengan modul pendaftaran jenjang SMP, SMA dan SMK, kemudian melalui DIPA 2012 dikembangkan menjadi Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online 2012/2013 yang dilengkapi modul pendaftaran jenjang SD. Sistem PPDB Online terbukti mampu memenuhi harapan masyarakat tentang implementasi sebuah sistem penerimaan peserta didik (siswa) baru yang objektif, transparan, akuntabel, cepat, dan akurat. Sistem PPDB Online ini dikembangkan oleh Tim Pengembang PPDB Online yang berpengalaman lebih dari 6 tahun. 4. Suara Edukasi Pusktekkom memanfaatkan media radio untuk menyampaikan kontenkonten pembelajaran. Dengan memanfaatkan frekuensi 1440 AM, diharapkan lokasi jangkauan penerimaan siaran menjadi lebih luas. Sekarang suara edukasi dapat di dengarkan secara online melalui akses ke suaraedukasi.kemdikbud.go.id. 5. Radio edukasi Radio Edukasi (RE) adalah produk unggulan BPMRP yang berbentuk radio station yang menyajikan komposisi acara siaran pendidikan (baik formal maupun nonformal), informasi/berita pendidikan, hiburan, dan acara pendidikan yang mendidik (edutainment). Radio Edukasi (RE) Laporan Kerja Praktik 17

mengudara pada frekuensi AM 1251 KHz mulai pukul 12:25 sampai 19:30 WIB 6. Televisi Edukasi TVE merupakan salah satu stasiun televisi pemerintah yang berkedudukan dibawah Pustekkom Kemdikbud yang memiliki peran serta dalam upaya pencerdasaan anak bangsa dengan menghadirkan berbagai layanan siaran pendidikan yang berkualitas untuk menunjang tujuan pendidikan nasional. Visi TVE adalah menjadi siaran televisi pendidikan yang santun dan mencerdaskan. Misi yang diemban adalah menyiarkan program yang mencerdas-kan masyarakat, menjadi tauladan masyarakat, menyebarluaskan informasi dan kebijakankebijakan Depdiknas, dan mendorong masyarakat gemar belajar. Televisi Edukasi juga bisa diakses secara online di: tve.kemdikbud.go.id. Laporan Kerja Praktik 18