Mekanisme Konsultasi Publik

dokumen-dokumen yang mirip
Penger&an dan Ruang Lingkup Penanggulangan Bencana

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kedudukan negara Indonesia yang terdiri dari banyak pulau dan Daerah

Menurut Thomas R. Dye ada tujuh model dalam Kebijakan publik, yaitu : 1. Policy as a ins6tu6onal ac6vity, 2. Policy as group equilibrium; 3.

Negosiasi. Miko Kamal S.H., Bung Hatta LL.M., Deakin Ph.D Macquarie. ireformbumn (institut untuk Reformasi Badan Usaha Milik Negara)

Konsep Two- %er Board dan Organ Perseroan di Indonesia

IRE YOGYAKARTA. Membangun Asa Demokrasi Alternatif di Desa

Konsep Good Governance (Tata- kelola Pemerintahan yang baik)

PROVINSI RIAU BUPATI KEPULAUAN MERANTI PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI NOMOR 07 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2017 TENTANG PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH

- 1 - PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Mediasi. Miko Kamal S.H., Bung Hatta LL.M., Deakin Ph.D Macquarie. ireformbumn (institut untuk Reformasi Badan Usaha Milik Negara)

2017, No Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PARTISIPASI MASYARAKAT

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANDUNG BARAT,

Desentralisasi dan Devolusi Pengelolaan Sumber Daya Alam. Kuliah Pengelolaan Kolabora/f Sumberdaya Alam Soeryo Adiwibowo

NEGARA DAN WARGA NEGARA. Muchamad Ali Safa at

8. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pengesahan, Pengundangan dan Penyebarluasan Peraturan Perundang-undangan;

reformasi yang didasarkan pada Ketetapan MPR Nomor/XV/MPR/1998 berarti pada ketetapan MPR Nomor XV/MPR/1998 menjadi dasar pelaksanaan

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN TENTANG BENTUK DAN TATA CARA PERAN MASYARAKAT DALAM PENATAAN RUANG

BUPATI KEPULAUAN SELAYAR

PERHIMPUNAN PEREMPUAN LINTAS PROFESI INDONESIA (PPLIPI)

KONSULTASI PUBLIK NANIK PURWANTI SH., M.POL. ADMIN ASISTEN DEPUTI BIDANG HUKUM KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA JAKARTA, 16 MARET 2016

Model dan Mekanisme Pemberdayaan Masyarakat

Arbitrase. Pengertian arbitrase

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIDOARJO NOMOR 17 TAHUN 2016 TENTANG

Warta Kebijakan. Peran Serta Masyarakat dalam Penataan Ruang. Dasar Hukum

Kebijakan Bidang Pendayagunaan Aparatur Negara a. Umum

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANJAR NOMOR 06 TAHUN 2006 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH YANG ASPIRATIF DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. berpolitik di Indonesia baik secara nasional maupun regional. Salah satu agenda

BUPATI JEPARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 14 TAHUN 2012 TENTANG PENANAMAN MODAL DI KABUPATEN JEPARA

BAB I PENDAHULUAN. bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan kebijakan yang. daerahnya masing-masing atau yang lebih dikenal dengan sebutan

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2010 TENTANG BENTUK DAN TATA CARA PERAN MASYARAKAT DALAM PENATAAN RUANG

16. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia

PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2017 NOMOR 3

PEMERINTAH KABUPATEN LUWU UTARA

- 1 - GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH

SAMBUTAN KEPALA BAPPENAS Dr. Djunaedi Hadisumarto

TENTANG PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

PROSES PEMBUATAN PERATURAN DAERAH. Oleh : Biro Hukum SETDA Provinsi Jawa Tengah

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2010 TENTANG BENTUK DAN TATA CARA PERAN MASYARAKAT DALAM PENATAAN RUANG

BUPATI SERDANG BEDAGAI PROVINSI SUMATERA UTARA

Alternative Dispute Resolution (Alternatif Penyelesaian Sengketa, APS)

BAB 1 PENDAHULUAN. perkembangan pesat terhadap akses yang dapat dilakukan masyarakat untuk. masyarakat akan adanya suatu pengukuran kinerja.

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Penyusunan Materi Teknis Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Serdang Bedagai Tahun ;

MATERI TEKNIS RTRW PROVINSI JAWA BARAT

KEPALA BADAN PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2010 TENTANG BENTUK DAN TATA CARA PERAN MASYARAKAT DALAM PENATAAN RUANG

BUPATI KOTABARU PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTABARU NOMOR 09 TAHUN 2013 TENTANG

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 48 TAHUN 2008 TENTANG PENDANAAN PENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Pengantar

Strategi perencanaan pembangunan nasional by Firdawsyi nuzula

BAB I PENDAHULUAN. Reformasi telah membawa perubahan terhadap sistem politik, sosial,

BAB I PENDAHULUAN. Pada era keterbukaan sekarang ini maka reformasi sektor publik yang

BAB I PENDAHULUAN. daerah diharapkan mampu menciptakan kemandirian daerah dalam mengatur dan

PERATURAN DAERAH KOTA KUPANG NOMOR 18 TAHUN 2007 TENTANG MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN KELURAHAN DAN KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA KEDIRI PERATURAN DAERAH KOTA KEDIRI NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB 1 PENDAHULUAN. menjadi suatu fenomena global termasuk di Indonesia. Tuntutan demokratisasi ini

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat ini diidentifikasi dari tahapan-tahapan dalam pembentukan Peraturan

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN PENDIDIKAN MASYARAKAT KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 03 TAHUN 2016 TENTANG

2016, No Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga P

Materi Teknis RTRW Kabupaten Pidie Jaya Bab VIII

GUBERNUR SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH

PROFIL PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN

LOGICAL FRAMEWORK ANALYSIS (LFA) KONSIL LSM INDONESIA HASIL PERENCANAAN STRATEGIS MARET 2011

RANCANGAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NOMOR : 1 TAHUN 2010 TENTANG PENYUSUNAN DAN PENGELOLAAN PROGRAM LEGISLASI DAERAH

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. Berakhirnya pemerintahan orde baru telah mengubah dasar-dasar

BUPATI SUMBA BARAT DAYA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan berdasarkan manajemen

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

BAB I PENDAHULUAN. berubah menjadi sistem desentralisasi atau yang sering dikenal sebagai era

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN STANDAR PELAYANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LD NO.14 PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 14 TAHUN 2012 TENTANG PENANAMAN MODAL I. UMUM

BUPATI BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 6 TAHUN 2016 TENTANG

PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH, PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN DANA ALOKASI UMUM TERHADAP PENGALOKASIAN ANGGARAN BELANJA MODAL

4&L Jk Am /L. GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. melibatkan partisipasi masyarakat sebagai elemen penting dalam proses. penyusunan rencana kerja pembangunan daerah.

Transkripsi:

Mekanisme Konsultasi Publik Miko Kamal Ins2tut untuk Reformasi Badan Usaha Milik Negara (ireformbumn) miko kamal 1

Beberapa penger2an Suatu rangkaian proses yang dijalankan oleh pembuat atau inisiatornya dalam pembuatan kebijakan, peraturan dan perizinan (KPP) yang melibatkan para pihak yang terkena atau terkait dengan KPP tersebut baik secara langsung maupun 2dak langsung (Sembiring). miko kamal 2

Beberapa cont. 'sebuah mekanisme peran serta yang memadukan berbagai aspirasi. Kegiatan ini merupakan suatu cara agar berbagai kelompok sosial ekonomi dalam suatu sektor atau daerah diberdayakan dan dapat mengembangkan kemapuannya untuk memainkan peran yang ak2f dan dinamis dalam proses pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan pembangunan atau aturan hukum yang secara langsung ataupun 2dak langsung akan berpengaruh kepada kehidupan mereka. Disamping itu masyarakat dapat mengawasi dan mengevaluasi alterna2f 2ndakan yang bisa dilakukan dalam rangka pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan dan berkeadilan' (KEHATI) miko kamal 3

Beberapa cont. 'Mekanisme konsultasi publik adalah sebuah media yang dilindungi oleh aturan hukum untuk menjamin par2sipasi publik dalam mengakses informasi, memberikan masukan dalam penentuan kebijakan publik dan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi agenda pembangunan serta pelaksanaan tugas oleh badan publik (Perda Kabupaten Magelang No. 10/2004 dan Perda Provinsi Lampung No. 8/2012 tentang Mekanisme Konsultasi Publik) miko kamal 4

Beberapa cont. MKP adalah sebuah mekanisme penyusunan produk hukum yang memosisikan masyarakat sebagai social shareholders dan user produk hukum yang akan dilahirkan oleh negara itu sebagai faktor pen2ng dalam proses pembuatan sebuah produk hukum. Logikanya, se2ap produk hukum (misalnya Perda) yang hendak dilahirkan oleh negara secara ideal adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar dapat hidup layak sebagaimana cita- cita ideal pendirian sebuah negara. Misalnya, agar ekonomi masyarakat bergerak maju dibutuhkan investasi, dimana agar investasi tersebut tepat sasaran dibuatkanlah Perda tentang Investasi. Dan, Perda investasi akan menguntungkan semua pihak (investor maupun masyarakat) apabila Perda tersebut mengakomodir dua kepen2ngan tersebut. miko kamal 5

Landasan Hukum dan Poli2k MKP Pasal 96 UU No. 12/2011: Se2ap masyarakat berhak memberikan masukan baik secara lisan maupun tertulis dalam proses pembentukan perundang- undangan (termasuk Perda). Amandemen ke- 2 UUD 1945 pasal 28F yang menyebutkan bahwa se2ap orang berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia; miko kamal 6

Landasan cont. Nota kesepakatan Pemerintah Indonesia dengan IMF, huruf A, tentang Desentralisasi (7/9/2000). Diantaranya menyatakan bahwa kebijakan dan kerangka ins2tusi pemerintah Indonesia dalam pengelolaan sumberdaya alam akan berfokus pada 2ga persoalan kunci yang diantaranya adalah lebih meningkatkan konsultasi dan par6sipasi para pihak yang terkait dalam pengambilan keputusan yang menyangkut sumberdaya alam, terutama dalam pengembangan kebijakan baru. miko kamal 7

Landasan cont. Undang- Undang No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas KKN menyebutkan bahwa masyarakat berhak untuk mencari, memperoleh dan memberikan informasi dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan, dan berhak untuk menyampaikan pendapat dan masukan terhadap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. miko kamal 8

Landasan cont. Peraturan Pemerintah No. 69 Tahun 1996 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 5 Tahun 1998, yang memberikan peluang pelibatan masyarakat dalam penataan ruang. miko kamal 9

Tujuan MKP Perda yang dihasilkan nan2nya mendapat pengakuan dari masyarakat; Konflik ver2kal dan horisontal terhadap obyek yang diatur dalam Perda yang dibuat dapat dicegah, sekaligus mengurangi biaya sosial yang mungkin 2mbul akibat konflik; miko kamal 10

Tujuan cont. Pemda dan DPRD memiliki pedoman dalam memenuhi prinsip- prinsip penyelenggaraan pemerintahan yang baik, yaitu adanya transparansi, pelibatan masyarakat dan akuntabilitas publik; Terbuka peluang dan mekanisme yang jelas bagi masyarakat untuk menyalurkan aspirasinya; miko kamal 11

Tujuan cont. Kemungkinan Perda yang keluar nan2nya ditolak atau 2dak dapat diimplementasikan dapat dicegah; Kepercayaan masyarakat kepada pemda dan DPRD dapat pulih; Kemungkinan keluarnya Perda yang hanya menguntungkan pribadi atau kelompok tertentu dapat dicegah; miko kamal 12

Tujuan cont. Perda yang dihasilkan memperoleh dukungan substansi dari para pihak karena pihak- pihak yang terlibat dalam MKP adalah mereka yang memiliki perha2an dan kepen2ngan dalam Perda tersebut. miko kamal 13

Persyarat MKP Kemauan poli,k dari pemerintah (Pusat/ Daerah) dan DPR/D Pemda dan DPRD, khususnya, perlu menyadari pen2ngnya pelibatan masyarakat dalam proses pembuatan suatu produk hukum melalui MKP, sehingga penyusunan produk hukum yang bersifat top- down (dari atas ke bawah) selama ini dapat dihindari. Sejalan dengan semangat otonomi daerah, penerapan MKP dalam penyusunan KPP oleh pemerintah (Pusat maupun Daerah) dan DPR/D mensyaratkan adanya keikhlasan untuk membuka diri dalam mencari dan menampung aspirasi masyarakat. miko kamal 14

Prasyarat cont. Pemahaman dan kepedulian masyarakat untuk berperan serta. Kemauan poli2k pemda dan DPRD saja 2dak akan mampu membuat MKP menjadi efek2f. Hal ini harus didukung dengan pemahaman dan kepedulian masyarakat untuk turut berperan serta. Upaya memberikan pemahaman dan kepedulian masyarakat untuk berperanserta antara lain dapat dilakukan melalui pendidikan hak- hak kewarganegaraan (civic educa6on). Selain itu, perlu juga dilakukan diskusi dengan masyarakat untuk membuka wacana dan memberikan pemahaman tentang aspek kebijakan dan hukum mengenai hal yang akan diatur. Dengan pemahaman- pemahaman tersebut, masyarakat akan menyadari bahwa mereka bukan hanya objek, tetapi juga merupakan subjek dalam pembangunan. miko kamal 15

Prasyarat cont. Perkiraan biaya dan waktu Pelaksanaan MKP membutuhkan dukungan biaya dan waktu yang memadai. Meskipun biaya yang dibutuhkan rela2f besar dengan jangka waktu yang rela2f panjang, namun hasil yang akan dicapai nan2nya juga akan sangat berar2. Adanya dukungan masyarakat terhadap produk hukum yang tercipta itu akan menjadikan pengaturan di dalamnya memungkinkan untuk diterapkan secara masiksimal. Dengan demikian, social cost akibat konflik terhadap obyek pengaturan dapat ditekan menjadi sangat minim. miko kamal 16

Beberapa jenis MKP Rapat dengar pendapat umum atau public hearing. Kunjungan kerja. Sosialisasi dan seminar, lokakarya, dan/atau diskusi. Membuka kotak pos saran. Di beberapa negara, kotak pos juga bermanfaat dalam menjaring kemauan masyarakat tentang sesuatu yang hendak diputuskan oleh pengambil kebijakan. miko kamal 17