PANGKALAN DATAA PENDIDIKAN TINGGI (PDDIKTI) Bidang Pangkalan Data Pendidikan Tinggi Pusat Data dan Informasi Iptek Dikti
AGENDA PEMBAHASAN FITUR TERBARU FEEDER SKEMA VALIDATOR NASIO ONAL PERMENRISTEKDIKTI NO 61 TAHUN 2016 TENTANG PDDIKTI DISKUSI DAN TANYA JAWAB
FITUR TERBARU RU FEEDER 2.0 3
Change Log Feeder 2.0 PDDIKTI Feeder 2.0 Integrasi dengan Aplikasi Validator Nasional Penambahan Validasi 1. NRP/NIM duplikat 2. Pembatasan KRS kelas paralel pada periode dan mhs yang sama 3. Status aktivitas kuliah mahasiswa hanya ada Aktif, Cuti dan Non Aktif 4. Pengisian SKS ajar dosen mandatory pada Aktivitas Mengajar 5. Kolom NIK/NO.KTP di Mahasiswa wajib diisi Penambahan Beberapa Atribut Mahasiswa 1. Jalur Masuk Mahasiswa 2. Data NIK ayah dan NIK Ibu 3. Penambahan Kolom NPWP dan NPSN
Change Log Feeder 2.0 PDDIKTI Feeder 2.0 Fitur Perubahan Data Dosen di Feeder ditutup, perubahan data dosen melalui aplikasi forlap yang dioperasikan oleh Subdit Karier dan Kompetensi Dosen Memfasilitasi pembukaan kelas MKDU dalam prodi MKDU Atribut No. Ijazah akan diproteksi ketika aplikasi penomoran ijazah nasional (PIN) sudah aktif Penyesuaian Feeder dan Web Service dengan Struktur Data Baru Update Fitur Keamanan Data Set Expires Date Feeder v2.0 adalah 31 Januari 2017
Modul Mahasiswa (Memasukkan Data)
Web Service (Penyesuaian) Versi 2.0 ------------------ 5 September 2016 Penambahan security untuk keamanan data Perubahan struktur database Perubahan field id_ptk menjadi id sdm di tabel dosen, dosen_pt dan dosen_pembimbing Field id_sp dan stat_pd di tabel mahasiswa dihilangkan NIK Wajib di isi (Mahasiswa dan Dosen) GetRecordset dan GetInsert mengalamai sedikit perubahan menyesuaikan dengan perubahan struktur tersebut Menambah tabel jalur_masuk ke Ref Menambah fungsi List-list yang dimiliki oleh Aplikasi Feeder. Fungsi ini berguna sebagai alternatif GetRecordset Menambah fungsi GetListValidasiPDDIKTI untuk melihat daftar validasi
ALUR PENGUMPULAN DATA Local Area Network INTEGR RATED SIAKAD Server Feeder SOA Sync Operator / Mahasiswa / Dosen / Kepegawaian Middlewaree PDDIKTI
SKEMA VALIDAT ATOR NASIONAL 9
SISTEM VALIDASI PDDIKTI 2.Validation 6. Evaluation 1.Entry FEEDER 3-7 Optimistic Sync Optimistic Sync Validator Pusat 5.Assesment 8.Correction 4.Issue Detection
VALIDATOR NASIONAL
IMPLEMENTASI VALIDATOR NASIONAL Rule Validasi awal Implementasi validasi Epsbed ke Validator Nasional Penyesuain dengan aturan Akademik Report Pembuatan Report Validasi di laman forlap dan Feeder Penyesuain Dashboard validasi
STATUS VALIDASI issued 1 Diperbaiki oleh PT 2 1. Vld diterbitkan invalid 2. Claim perbaikan oleh PT 3. Dinyatakan masih invalid 99. Sudah valid (closed). 3 Dinyatakan masih salah Perbaikan oleh PT Dinyatakan sudah benar 99
MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2016 T e n t a n g : ti forlap.ristekdikti.go.id Pusat Data dan Informasi Iptek Dikti Kemristekdikti
01 BAB I Ketentuan Umum 03 BAB III Ruang Lingkup Data 05 BAB V Pengelolaan PD DIkti BAB II Tujuan 02 BAB IV Pengelolaan PD DIkti 04 BAB VI Tugas dan Tanggung Jawab 06
07 BAB VII Pengendalian dan Pelaporan 09 BAB IX Ketentuan Peralihan BAB VIII Ketentuan Lain 08 BAB X Penutup 10
PASAL 1 dalam Peraturan Menteri ini yang Dimaksud: 1 ngkalan Data Pendidikan gi, yang selanjutnya disebut DDikti adalah sistem yang himpun data pendidikan tinggi eluruh perguruan tinggi yang rintegrasi secara nasional. 2 Data Pendidikan Tinggi ada kumpulan fakta mengenai penyelenggaraan pendidikan t yang dimanfaatkan untuk pembangunan pendidikan tin
PASAL 1 dalam Peraturan Menteri ini yang Dimaksud: 3 ormasi Pendidikan Tinggi Data Pendidikan Tinggi yang h diolah untuk tujuan tertentu. 4 Entitas Data Pendidikan Tin adalah objek Data Pendidika Tinggi
PASAL 1 dalam Peraturan Menteri ini yang Dimaksud: 5 a Pokok Pendidikan Tinggi alah variabel minimal yang presentasikan sejumlah orang, organisasi atau objek sebagai arat untuk penyelenggaraan pendidikan tinggi. 6 Data Referensi Pendidika Tinggi adalah kisaran nila dan/atau isian yang digunak untuk menyusun data lain ag terdapat keseragaman makna interpretasi.
PASAL 1 dalam Peraturan Menteri ini yang Dimaksud: 7 Transaksional Pendidikan inggi adalah representasi bahan data mengenai orang, organisasi atau objek yang masuk kategori Data Pokok Pendidikan Tinggi 8 Perguruan Tinggi adalah sat pendidikan yang menyelenggarakan pendidik tinggi.
PASAL 1 dalam Peraturan Menteri ini yang Dimaksud: 9 gram Studi adalah kesatuan kegiatan pendidikan dan embelajaran yang memiliki lum dan metode pembelajaran tu dalam satu jenis pendidikan ademik, pendidikan profesi, an/atau pendidikan vokasi 10 Satuan Manajemen Sumberdaya a kelompok program studi, lemba penelitian dan/atau lembaga penga masyarakat yang menyelenggara fungsi pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat pada Perg Tinggi
PASAL 1 dalam Peraturan Menteri ini yang Dimaksud: 11 n adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama nsformasikan, mengembangkan, dan yebarluaskan ilmu pengetahuan, ologi, dan seni melalui pendidikan, nelitian, dan pengabdian kepada masyarakat 12 Tenaga Kependidikan adalah ang masyarakat yang mengabdikan dir diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan tin
PASAL 1 dalam Peraturan Menteri ini yang Dimaksud: 13 asiswa adalah peserta didik pada jenjang pendidikan tinggi. 14 PDDikti Feeder adalah perangkat yang ditempatkan di Perguruan Ting memiliki struktur basis data replika basis data PDDikti yang digunak sebagai sarana pelaporan resm penyelenggaraan pendidikan tin seluruh Perguruan Tinggi.
PASAL 1 dalam Peraturan Menteri ini yang Dimaksud: 15 bservice adalah perangkat unak berbasis web untuk endukung interoperabilitas interaksi data antar sistem. 16 Pusat adalah Pusat Data da Informasi Ilmu Pengetahua Teknologi, dan Pendidikan Tin Kementerian Riset, Teknologi, Pendidikan Tinggi.
PASAL 1 dalam Peraturan Menteri ini yang Dimaksud: 17 t Utama adalah satuan kerja ngkat eselon I di lingkungan nterian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi 18 Lembaga Layanan Pendidik Tinggi yang selanjutnya dise L2Dikti adalah satuan kerja wilayah yang berfungsi memb peningkatan mutu penyelengga pendidikan tinggi.
PASAL 1 dalam Peraturan Menteri ini yang Dimaksud: 19 enterian adalah Kementerian t, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. 20 Menteri adalah Menteri Ris Teknologi, dan Pendidikan Tin
PASAL 2 PDDikti bertujuan untuk: a ujudkan basis data tunggal m perencanaan, pengaturan, mbinaan, dan pengawasan pendidikan tinggi; b Mewadahi pertukaran Data Pend Tinggi bagi semua unit kerja lingkungan Kementerian agar ter konsistensi data di semua unit k dan mendorong peningkatan kua data secara sistematis;
PASAL 2 PDDikti bertujuan untuk: c ngkatkan efisiensi, efektivitas, sinergi kegiatan pengumpulan yang terintegrasi dalam satu alan data untuk bersama-sama nakan oleh Kementerian dan ruh pemangku kepentingan; d Menyediakan data, informa penerapan, dan luaran siste penjaminan mutu internal yan dilakukan oleh Perguruan Ting
PASAL 2 PDDikti bertujuan untuk: e enyediakan data, informasi nerapan, dan luaran sistem jaminan mutu eksternal atau kreditasi Program Studi dan ruan Tinggi yang dilakukan oleh n Akreditasi Nasional Perguruan gi dan/atau lembaga akreditasi mandiri; f Menyediakan informasi bag Kementerian dalam melakuk pengaturan, perencanaan, pengawasan, pemantauan evaluasi, serta pembinaan d koordinasi pendidikan tingg
PASAL 2 PDDikti bertujuan untuk: g nyediakan informasi bagi syarakat mengenai kinerja gram Studi dan Perguruan Tinggi; dan h Menyediakan data bagi peningkatan standar Perguru Tinggi secara nasional.
PASAL 3 (1) DDikti menghimpun Data didikan Tinggi yang dikelola engan kaidah basis data terintegrasi. (2) Basis data terintegrasi sebagaima dimaksud pada ayat (1) mencatat hubu antar entitas data dengan menjag kelengkapan dan kebenaran data, seh hubungan antar entitas data dapat diha dari pengolahan data secara langsung melakukan pemadanan/pemetaan antar data secara manual.
PASAL 3 (3) Data Pendidikan Tinggi sebag gaimana dimaksud pada ayat (1) terdirii atas: a. Data Pokok Pendidikan Tinggi; b. Data Referensi Pendidikan Tinggi; dan c. Data Transaksional Pendidikan Tinggi.
PASAL 4 (1) Data Pendidikan Tinggi aimana dimaksud pada pasal ayat (1) bersifat individual, lasional, dan longitudinal. (2) Data individual sebagaima dimaksud pada ayat (1) mendeskripsikan setiap Entitas Pendidikan Tinggi secara rinci.
PASAL 4 (3) ta relasional sebagaimana aksud pada ayat (1) saling gaitkan antara Entitas Data Pendidikan Tinggi. (4) Data longitudinal sebagaimana dim pada ayat (1) dikumpulkan dar pendeskripsian atau pencatatan be atas Entitas Data Pendidikan Tingg sama dalam periode semester aka yang berbeda.
SAL 5 (1) Pokok Pendidikan Tinggi aimana dimaksud dalam l 3 ayat (3) huruf a memuat s Data Pendidikan Tinggi terdiri atas: erguruan tinggi; gram studi; atuan manajemen sumberdaya; sen; naga kependidikan; hasiswa; stansi pendidikan tinggi; dan ivitas tridharma perguruan tinggi.
SAL 5 (2) ansi pendidikan tinggi aimana dimaksud pada ayat (1) memuat ilmu, pengetahuan, ogi, dan seni yang diajarkan dan bangkan dalam ruan Tinggi. SAL 5 (3) tas tridharma perguruan tinggi aimana dimaksud pada ayat (1) huruf uat data proses pembelajaran, tian, dan pengabdian kepada rakat.
(1) Data Pokok Pendidikan Tinggi sebag dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) memi (2) Atribut sebagaimana dimaksud pa ayat (1) merupakan elemen data ya melekat pada Entitas Data Pendidik Tinggi. 6 (3) Atribut Perguruan Tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi data identitas, lokasi, pelengkap, spasial, citra, sarana dan prasarana. PASAL
(4) Atribut Program Studi sebagaimana dimaksu pada ayat (2) meliputi data identitas, jenjang pendidikan, bidang ilmu pendidikan, gelar, kapasitas, kompetensi, capaian pembelajaran lokasi, pelengkap, spasial, dan citra, sarana dan prasarana (5) Atribut Satuan Manajemen Sumberdaya sebagaimana dimaksu pada ayat (2) meliputi data identitas, sumber daya, struktur organisasi, lok 6 pelengkap, spasial, citra, sarana dan prasarana. (6) Atribut Dosen dan Tenaga Kependidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliput identitas, nomor induk kependudukan, alamat kepegawaian, riwayat pendidikan, publikasi, kompetensi, kualifikasi, sertifikasi, dan penghargaan., PASAL
(7) Atribut Mahasiswa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi data identitas, nomor induk kependudukan, keluarga, pembiayaan, kepesertaan pada prodi dan prestasi. (8) Atribut substansi pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (2 meliputi data kompetensi, materi dan capaian pembelajaran, penilaian, kurikulum, bidang penelitian, dan 6 pengabdian kepada masyarakat (9) Atribut aktivitas tridharma perguruan tingg sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliput proses pembelajaran, pembimbingan, penilaia penelitian, kerja sama dan pengabdian kepad masyarakat. PASAL
(1) Data Referensi Pendidikan Tinggi diverifik dan divalidasi keabsahannya untuk memenu kualifikasi sebagai acuan. PASAL (2) Data Referensi Pendidikan Ting sebagaimana dimaksud pada ayat (1) atas referensi data wilayah, referensi d operasional, dan referensi nomor iden 7 (3) Kualifikasi sebagai acuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan identitas tunggal.
PASAL 7 (4) (5) Referensi data wilayah sebagaiman dimaksud pada ayat (2) merupakan pengkodean yang mengatur kode wil dari tingkat provinsi dan kabupaten/ko Referensi data operasional sebagai dimaksud pada ayat (2) merupakan Pengkodean yang mewakili semua ki atau enumerasi nilai yang valid untuk mengisi atribut Data Pokok Pendidika Tinggi.
PASAL 7 (6) a. b. c. d. e. f. g. Referensi nomor identitas sebagaim dimaksud pada ayat (2) meliputi: Kode Perguruan Tinggi yang merupakan pengkod referensi Perguruan Tinggi; Kode Program Studi yang merupakan pengkodea referensi Program Studi; Kode Satuan Manajemen Sumberdaya yang meru pengkodean referensi Satuan Manajemen Sumbe Nomor Induk Dosen Nasional, Nomor Induk Dose Khusus, dan Nomor Urut Pengajar yang merupak pengkodean referensi pendidik; Nomor Ijazah Nasional; Nomor pokok badan penyelenggara yang merupa pengkodean referensi badan penyelenggara yang mengelola perguruan tinggi swasta; dan Kode bidang ilmu yang merupakan penyatuan ref bidang ilmu Program Studi, bidang kompetensi pe bidang kompetensi tenaga kependidikan, bidang penelitian, bidang pengabdian kepada masyaraka bidang kerja sama dalam satu struktur.
(7)Penerbitan nomor identitas sebagaimana dimaksud pada ay (6) ditetapkan oleh Unit Utama. PASAL 7 (8)Pusat mengelola Data Referens Pendidikan Tinggi untuk menjam integritas data.
PASAL 8 1 ransaksional Pendidikan Tinggi pakan data untuk mencatat atau la perubahan status, mutasi, proses asi, hasil evaluasi, dan aliran uang rang yang melibatkan entitas pokok kan tinggi secara kronologis dengan mengedepankan aspek pertanggungjawaban. 2 Data Transaksional Pendidikan T sebagaimana dimaksud pada aya dihasilkan oleh sistem informas transaksional yang berada di Unit U lembaga akreditasi, dan sumber eks lain.
PASAL 8 3 PDDikti menyimpan semua data transaksional yang diperlukan untuk mewujudkan tujuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2.
PASAL 9 1 uk menjamin ketersediaan Data ndidikan Tinggi, dilaksanakan taan penyelenggaraan pendidikan tinggi melalui PDDikti. 2 Pendataan penyelenggaraan pendid tinggi sebagaimana dimaksud pada (1) meliputi: a. pengumpulan; b. pengolahan; dan c. penyajian data.
PASAL 9 3 ngumpulan data sebagaimana ksud pada ayat (2) berasal dari: a. pelaporan Perguruan Tinggi; b. unit Utama; dan c. sumber data eksternal. 4 Data hasil pengumpulan sebagaim dimaksud pada ayat (3) diintegras untuk diolah dan disajikan oleh Pu
PASAL 9 5 Data yang terintegrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (4) disimpan pada infrastruktur yang dikuasai Kementerian.
SAL 10 erguruan Tinggi harus menyampaikann poran penyelenggaraan Pendidikann nggi PDDikti secara berkala pada semester njil, semester genap, dan semester antara. i laporan sebagaimana dimaksud pada at (1) terdiri atas: pembelajaran; penelitian; dan pengabdian masyarakat.
ASAL 10 oran pembelajaran sebagaimana aksud pada ayat (2) huruf a paling sedikit iri atas: encana studi; dan asil studi. laporan rencana studi sebagaimanaa aksud pada ayat (3) huruf a untuk ester ganjil dan semester genap paling bat 2 (dua) bulan sejak perkuliahan ulai.
SAL 10 elaporan hasil studi sebagaimana maksud pada ayat(3) huruf b untuk mester ganjil dan semester genap paling mbat 2 (dua) bulan setelah perkuliahan lesai. laporan rencana studi dan hasil mester antara paling lambat 1 lan setelah perkuliahan selesai. studi (satu)
SAL 10 rguruan Tinggi yang tidak menyampaikan oran penyelenggaraan Pendidikan Tinggi PDDikti secara berkala sebagaimanaa aksud pada ayat (1) dikenai sanksi sesuai gan ketentuan peraturan perundangangan. baharuan data semester lampau hanya at dilakukan atas persetujuan Pusat.
PASAL 11 1 Penyampaian laporan oleh uan Tinggi sebagaimana dimaksud m pasal 10 ayat (1) dilaksanakan n mekanisme pengisian instrumen aplikasi PDDikti Feeder. 2 Pengisian PDDikti Feeder sebagaimana dimaksud pada aya dilaksanakan oleh pengelola PDD
PASAL 11 3 ngelola PDDikti sebagaimana sud pada ayat (2) ditetapkan oleh pemimpin Perguruan Tinggi. 4 Pengiriman data dari PDDikti Fe ke PDDikti dilaksanakan melal mekanisme sinkronisasi.
PASAL 11 5 at memberikan akun PDDikti er kepada Perguruan Tinggi. 6 Pusat melakukan pengembang pemeliharaan, dan pemutakhi PDDikti Feeder dan mekanism sinkronisasi.
PASAL (1) Perguruan Tinggi wajib menyampaikan data penyelenggaraan pendidikan tinggi yang valid ke PDDikti. (2) Pemimpin Perguruan Tinggi bertangg jawab atas kelengkapan, kebenaran, ketepatan, dan kemutakhiran data penyelenggaraan pendidikan tinggi ya 12 dilaporkan ke PDDikti. (3) Perguruan Tinggi yang memasukkan data penyelenggaraan pendidikan tinggi yang tida valid ke PDDikti dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
PASAL 13 1 penyelenggaraan pendidikan gi yang tidak valid dan telah orkan ke PDDikti tidak dapat pus, namun dapat diperbaiki elalui mekanisme validasi nasional. 2 Kesalahan data penyelenggar pendidikan tinggi yang dilapor oleh Perguruan Tinggi dan perbaikannya merupakan rek jejak pelaporan Perguruan Tin
(1) Pusat mengumpulkan data pokok dan data transaksional pendidikan dari semua sumber data pendidikan yang terdapat pada Unit Utama, lembaga akreditasi, dan sumber eksternal lain. (2) Pusat melakukan interkoneksi data m webservice atau mekanisme lainnya dengan Unit Utama, lembaga akredita dan sumber eksternal lain. 14 (3) Pusat menjaga kerahasiaan data individual dikategorikan sebagai informasi yang dikecualikan. PASAL
PASAL 15 1 t melakukan Pengolahan Data dikan Tinggi berdasarkan hasil umpulan data sebagaimana imaksud dalam Pasal 14. 2 Pengolahan Data Pendidikan T sebagaimana dimaksud pada (1) melalui validasi dan verifik
PASAL 15 3 asi dan verifikasi melibatkan pemangku kepentingan. 4 Proses validasi menggunaka aplikasi validator nasional ya terdiri atas berbagai fungsi assessment Data Pendidika Tinggi.
SAL 16 asil pengumpulan data melalui PDDikti enjadi dasar penerbitan data statistik ndidikan tinggi yang memberikan informasi pada para pemangku kepentingan. sat mendistribusikan hasil pengolahan ta PDDikti kepada seluruh Unit Utama, mbaga akreditasi, dan sumber eksternal in.
SAL 16 usat menyajikan informasi dan elaksanakan diseminasi informasi pada masyarakat. ublikasi data PDDikti secara daring rus menggunakan domain resmi ementerian.
PASAL 17 1 engumpulan Data Pokok didikan Tinggi hanya dapat ilakukan melalui PDDikti. 2 Unit Utama, lembaga akredita dan sumber eksternal lain dap mengusulkan tambahan atrib Data PokokPendidikan Ting kepada Pusat.
PASAL 18 1 a PDDikti merupakan satuya acuan dalam pelaksanaan tan, kajian, dan pengambilan usan terkait entitas pendidikan tinggi yang didata 2 Unit Utama, lembaga akredita dan sumber eksternal lain dap membangun sistem untuk mengumpulkan data transaksio
PASAL 18 3 ransaksional sebagaimana dimaksud a ayat (2) memuat data perubahan tus, mutasi, proses evaluasi, hasil si, dan aliran uang atau barang yang tkan entitas pokok pendidikan secara logis dengan mengedepankan aspek pertanggungjawabannya. 4 Data transaksional sebagaim dimaksud pada ayat (2) merup atribut data tambahan yang ti terdapat pada PDDikti.
PASAL 18 5 transaksional harus mengacu pokok PDDikti secara daring gan menggunakan data yang paling mutakhir. Setiap sistem transaksiona berkontribusi memperkaya info PDDikti dengan memberikan va output sistem transaksional ters menjadi bagian PDDikti. 6
PASAL 18 7 Mekanisme integrasi sistem transaksional dengan PDDikti ditentukan oleh Pusat.
Bab vi tugas dan tanggung jawab
PASAL 19 Pusat memiliki tugas dan tanggun jawab: a. b. c. d. e. Merancang basis data PDDikti; Merancang, mengembangkan, dan memutakhirkan instrumen pendataan yang diperlukan PDDikti; Membangun dan memelihara pusat data Kementerian untuk menampung dan mengintegrasikan semua data yang dihasilk kegiatan pengumpulan data; Membangun dan memelihara sistem untuk melakukan verifikasi dan validasi untuk dipa satuan kerja dan institusi lain yang mempun kemampuan dan/atau otoritas sebagai valid Menetapkan struktur standar dan mekanism standar bagi sistem/aplikasi lain dalam beri dengan PDDikti dan mengevaluasi pemenu
PASAL 19 Pusat memiliki tugas dan tanggung jawab: f. g. h. i. Memastikan komitmen institusi lain penggun dalam ikut menjaga kerahasiaan Data Pendi Tinggi; Mengoordinasikan Unit Utama, lembaga akreditasi, dan sumber eksternal lain yang te dalam pengumpulan data PDDikti guna tercip kegiatan pengumpulan data PDDikti yang terintegrasi dalam satu sistem pendataan yan efektif dan efisien; Menyediakan sistem layanan helpdesk terpu kepada seluruh pemangku kepentingan PDD dan Mendukung sistem identitas tunggal kependudukan.
PASAL 20 Unit Utama memiliki tugas dan tanggung jawab a ggunakan data dan informasi yang tersedia di PDDikti; b Melakukan pengumpulan da transaksional sesuai denga kebutuhan;
PASAL 20 Unit Utama memiliki tugas dan tanggung jawab c kukan verifikasi dan validasi s data sesuai wewenang dan gung jawab masing-masing; d Menyampaikan dan memasti kesesuaian sistem PDDikti den proses bisnis Unit Utama ya berlaku;
PASAL 20 Unit Utama memiliki tugas dan tanggung jawab e nerbitkan nomor identitas agaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (7); Menetapkan pengelola PDDikti setiap Unit Utama; f
PASAL 20 Unit Utama memiliki tugas dan tanggung jawab g kontribusikan output sistem saksional ke dalam PDDikti; h Mengelola secara bersama sis layanan helpdesk terpusat ya diatur oleh Pusat; dan
PASAL 20 Unit Utama memiliki tugas dan tanggung jawab i Mendukung sistem identitas tunggal kependudukan.
SAL 21 kti memiliki tugas dan tanggung jawab: embantu Sekretariat Jenderal melakukan rifikasi dan validasi data peserta didik, ndidik, Tenaga Kependidikan, dan erguruan Tinggi pada PDDikti sesuai ngan wilayah masing-masing; emanfaatkan data yang dihasilkan dari Dikti untuk mendukung pengawasan, ngendalian, dan pembinaan di wilayah asing-masing; engalokasikan anggaran untuk endukung kebutuhan operasional ndataan PDDikti di daerah;
SAL 21 kti memiliki tugas dan tanggung jawab: emfasilitasi dan menegur kepada semua tuan pendidikan di wilayah kerja masing- ta secara berkala; asing yang tidak melakukan pemutakhiran enyediakan dan memelihara infrastruktur ndataan di wilayah masing-masing; engelola secara bersama-sama sistem yanan helpdesk terpusat yang diatur oleh sat;
SAL 21 kti memiliki tugas dan tanggung jawab: enggunakan/memfasilitasi validasi data laporan hanya dengan aplikasi PDDikti eder dan Validator Nasional kepada rguruan Tinggi di wilayah masing-masing; n endukung sistem identitas tunggal pendudukan.
PASAL 22 Perguruan Tinggi memiliki tugas dan tanggung jawab a elakukan pengisian dan giriman data melalui PDDikti Feeder; b Menyampaikan laporan penyelenggaraan pembelajara PDDikti secara berkala sesu ketentuan sebagaimana dimak dalam Pasal 10 ayat (1);
PASAL 22 Perguruan Tinggi memiliki tugas dan tanggung jawab c akukan pengelolaan PDDikti n satuan kerja yang jelas dan etahui oleh para pemangku kepentingan; d Menyiapkan pegawai tetap, sa prasarana dan insentif bagi sa kerja yang melakukan pengelo PDDikti di internal Perguruan T
PASAL 22 Perguruan Tinggi memiliki tugas dan tanggung jawab e riksa dampak data yang telah rkan melalui PDDikti Feeder di jumlah sistem transaksional Kementerian; Menjamin kelengkapan, keben dan kemutakhiran data yan dikirimkan; dan f
PASAL 22 Unit Utama memiliki tugas dan tanggung jawab g Mendukung sistem identitas tunggal kependudukan.
Bab vii pengendalian & pelaporan
SAL 22 ngendalian hak akses, data referensi, kronisasi, verifikasi, dan validasi, serta grasi Data Pendidikan Tinggi dilakukan h Pusat. sat menyusun dan menerapkan stand dar gelolaan PDDikti. doman mengenai standar pengelolaan Dikti ditetapkan dengan Keputusan kretaris Jenderal.
PASAL 23 1 tiap personil, unit, institusi tau pihak lain yang diberi hak s penggunaan PDDikti wajib enjaga kerahasiaan dan keamanan data. 2 Setiap pelanggaran terhada kerahasiaan dan keamanan d sebagaimana dimaksud pada (1) dikenai sanksi sesuai deng ketentuan peraturan perundan undangan.
PASAL 23 3 uh Unit Utama bersama-sama nsosialisasikan PDDikti dan tem transaksionalnya yang mengacu pada PDDikti. 4 Pusat melakukan evaluasi sec berkala untuk perbaikan siste PDDikti dan proses bisnis.
PASAL 24 Pusat melaporkan secara berkala hasil pengelolaan PDDikti kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal.
Bab viii ketentuan lain
PASAL 25 Dengan berlakunya Pera aturan Menteri ini, semua ketentuan mengenai pelaporan data penyelenggaraan pendidikan tinggi yang telah ada sebelum Peraturan Menteri ini ditetapkan, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku
Bab ix ketentuan peralihan
PASAL 26 Dalam hal L2Dikti belum ter rbentuk, tugas dan tanggung jawab L2Dikti sebagaimanaa dimaksud dalam Peraturan Menteri ini dilaksanakan oleh Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta.
Bab x penutup
PASAL 27 Peraturan Menteri ini mu ulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.