TOPIK : FOTOSINTESIS 1

dokumen-dokumen yang mirip
MATERI POKOK : FOTOSINTESIS 1

FOTOSINTESIS. Pengertian Fotosintesis

ANABOLISME KARBOHIDRAT (FOTOSINTESIS)

Uraian Materi Anda suka makan ubi atau kentang rebus? Ubi jalar dan kentang sama-sama mengandung karbohidrat dalam bentuk amilum.

METABOLISME 2. Respirasi Sel Fotosintesis

FOTOSINTESIS. Pemanfaatan cahaya untuk membuat makanan. Pengungkapan fotosintesis perjalanan panjang para ilmuwan:

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal Dibawah ini adalah bahan bahan yang diperlukan dalam proses fotosintesis, kecuali...

PERTEMUAN IV: FOTOSINTESIS. Program Tingkat Persiapan Bersama IPB 2011

FOTOSINTESIS. Fotosintesis 1

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal 8.1. Autotrof. Parasit. Saprofit

Tabel Perbedan Reaksi terang dan Reaksi gelap secara mendasar: Tempat membran tilakoid kloroplas stroma kloroplas

TOPIK 7 : FOTOSINTESIS DAN ENERGI KEHIDUPAN

Pertemuan : Minggu ke 4 Estimasi waktu : 150 menit Pokok Bahasan : Fotosintesis : reaksi reduksi karbon Sub pokok bahasan : 1. Reaksi fiksasi dan

BAB V FOTOSINTESIS. 5. proses terjadinya rreaksi terang dan gelap dalam proses fotosintesis.

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal 8.2. Stroma. Grana. Membran luar

FAKTOR-FAKTOR FOTOSINTESIS 1 Oleh : Drs. Suyitno Al. MS 2. Fotosintesis merupakan aktivitas kompleks, dipengaruhi oleh banyak faktor,

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Fotosintesis

KEHIDUPAN SEL PELEPASAN ENERGI DALAM SEL

REAKSI GELAP DAN FOTORESPIRASI. terang. Reaksi gelap sering disebut dengan istilah daur Benson-Calvin, hal ini

BAB VIII PROSES FOTOSINTESIS, RESPIRASI DAN FIKSASI NITROGEN OLEH TANAMAN

Klorofil menangkap cahaya, kemudian energi yang ditangkap klorofil tersebut digunakan untuk memecah molekul air.

Peta Konsep. Kata Kunci. fotosintesis. klorofil autothrof. 126 IPA SMP/MTs Kelas VIII. Proses fotosintesis. Reaksi terang. Reaksi gelap.

Praktikum Ingenhousz : fotosintesis menghasilkan oksigen

6H 2 O + 6CO 2 > C 6 H 12 O 6 + 6O 2. cahaya menjadi energi kimia. molekul gula

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal ph (derajat keasaman) apabila tidak sesuai kondisi akan mempengaruhi kerja...

FOTOSINTESIS PADA TUMBUHAN

LAPORAN PRAKTIKUM MATA KULIAH FISIOLOGI TUMBUHAN FOTOSINTESIS

BAB IV METABOLISME. Proses pembentukan atau penguraian zat di dalam sel yang disertai dengan adanya perubahan energi.

Antiremed Kelas 12 Biologi

Sumber: ( ntos/2011/fotosintesis1.pdf)

KLOROPLAS. Oleh: Imroatul Mufidah

Giant Panda (Ailuropoda melanoleuca)

BAB I PENDAHULUAN. dalam tubuh makhluk hidup yang disebut dengan metabolisme

TIGA PILAR UTAMA TUMBUHAN LINGKUNGAN TANAH

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLatihan Soal 11.4

bio.unsoed.ac.id A. Tumbuhan C3 .l Disampaikan pada saatacara kunjungan SDITAIam Harapan Umat Purbalingga, pada tanggal 12 TUMBUHAN C3, C4,DAN CAM-)

Fotosintesis menghasilkan O 2

BAB III FOTOSINTESIS. Buku Pelajaran Sains SMP Kelas VIII 38. Fotosintesis

MODUL MATA PELAJARAN IPA

Fiksasi Fotosintesis. Pati. Sitosol

ACARA 2 METABOLISME. Kadar Simpanan Amilum dalam Daun Monokotil dan Dikotil

BAB VIII FOTOSINTESIS

LAPORAN EKSPERIMEN FOTO SISTESIS

luar yang mempengaruhi laju fotosintesis dan peranannya masing-masing 2. Mahasiswa mengetahui dan dapat menjelaskan faktorfaktor

LATIHAN TOPIK 5. Rajah Yang manakah di antara berikut TIDAK BENAR tentang struktur bunga dan fungsinya?

FOTOSINTESIS. Fase perkembangan daun (muda/tua) Kedudukan daun

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 10. SISTEM ORGANISASI KEHIDUPANLatihan Soal 10.5

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal 8.6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal 8.5

LATIHAN SOAL ULANGAN HARIAN

SMA XII (DUA BELAS) BIOLOGI METABOLISME

Fotografi Cahaya Terhadap Pigmen Warna Tanaman

NUTRISI DAN ENERGI TUMBUHAN. Oleh: Drs. Taufik Rahman, MPd.

Untuk Sekolah Dasar Kelas V

ENERGI IPA UNTUK KELAS 7 SMP.

PENDAHULUAN. Indonesia. Kebutuhan kacang tanah dari tahun ke tahun terus meningkat sejalan

BIOLOGI JURNAL ANABOLISME DAN KATABOLISME MEILIA PUSPITA SARI (KIMIA I A)

I. PENDAHULUAN. perikanan. Pakan juga merupakan faktor penting karena mewakili 40-50% dari

Tim Dosen : Dr.H.Saefudin, M.Si Drs.Amprasto,M.Si

Ilmu Pengetahuan Alam

METABOLISME SEL; Dr. Refli., MSc Jurusan Biologi FST UNDANA Kupang, 2015

Setelah mempelajari bab ini, siswa diharapkan mampu:

7 Fotosintesis, Gerak,

FOTOSINTESIS 9/19/2011 FOTOSINTESIS. Oleh : Ade Salimah, Ir. Syariful Mubarok, S.P. FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2007

TINJAUAN PUSTAKA Pupuk dan Pemupukan

02. Jika laju fotosintesis (v) digambarkan terhadap suhu (T), maka grafik yang sesuai dengan bacaan di atas adalah (A) (C)

BIOLOGI. Nissa Anggastya Fentami, M.Farm, Apt

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

RESPIRASI DAN FOTOSINTESIS

II. TINJAUAN PUSTAKA. dan memiliki batang berbentuk segi empat. Batang dan daunnya berwarna hijau

II. TINJAUAN PUSTAKA. Kentang(Solanum tuberosum L) merupakan tanaman umbi-umbian dan

FOTOSINTESIS & LINGKUNGAN

LAPORAN PRAKTIKUM PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR II FOTOSINTESI PERCOBAAN SACH

LAPORAN PRAKTIKUM ANATOMI DAN FISIOLOGI TUMBUHAN. Stomata

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN RESPIRASI PADA TUMBUHAN. Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Fisiologi Tumbuhan

BAB II LANDASAN TEORI

METABOLISME KARBOHIDRAT PADA TUMBUHAN. MAKALAH Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Biokimia Yang dibina oleh Bapak Drs. I Wayan Sumberartha,M.

PENDAHULUAN. secara kimia (warna sintetis) dan warna yang dihasilkan oleh makhluk hidup yang biasa.

Laporan Praktikum Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan Acara I PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP LAJU FOTOSINTESIS

Perbedaan Transpirasi dengan. Evaporasi

Oleh : Suparman 1, Nurhasnah Abbas 2, Rusna Ladena 2. Kata kunci : Barang bekas, Percobaan sach, Ingenhous, Psikomotorik, SMP Negeri 3 Obi.

A. Struktur Akar dan Fungsinya

LAJU FOTOSINTESIS PADA BERBAGAI PANJANG GELOMBANG CAHAYA. Tujuan : Mempelajari peranan jenis cahaya dalam proses fotosintesis.

PEMBUATAN PREPARAT STOMATA METODE LEAF CLEARING DAN PREPAPAT STOMATA SEGAR. Laporan Praktikum Mikroteknik. OLEH : : M. Rizqun akbar : J1C112031

Proses Membuka dan Menutupnya Stomata pada Tumbuhan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Cabe (Capsicum annum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi penting di

GUTASI, TRANSPIRASI DAN EVAPORASI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. panjang gelombangnya atau frekuensinya. Semakin pendek panjang

EVOLUSI FOTOSINTESIS PADA TUMBUHAN

MODUL X FOTOSINTESIS

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tebu ( Saccharum officinarum L.)

Kumpulan Soal IPA Kelas 8 SMP MTs Hindayani.com

HASIL DAN PEMBAHASAN

LAPORAN PRAKTIKUM ANATOMI DAN FISIOLOGI TUMBUHAN. Jaringan pada Daun Monokotil dan Dikotil

BAB II LANDASAN TEORI


ORGAN DAN SISTEM ORGAN PADA TUMBUHAN

LEMBARAN SOAL. Mata Pelajaran : BIOLOGI Sat. Pendidikan : SMA Kelas / Program : XI IPA ( SEBELAS IPA )

5. Kerja enzim dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut, kecuali. a. karbohidrat b. suhu c. inhibitor d. ph e. kofaktor

Transkripsi:

1 TOPIK : FOTOSINTESIS 1 Oleh : Drs. Suyitno Al MS. 2 PENGANTAR Fotosintesis sudah akrab kita dengar. Pada dasarnya, fotosintesis merupakan proses penyusunan karbohidrat atau zat gula dengan menggunakan energi matahari. Matahari sebagai sumber energi utama bagi kehidupan di Bumi. Namun tidak semua organisma mampu secara langsung menggunakannya. Hanya golongan tumbuhan dan beberapa jenis bakteri saja yang mampu menyerap energi matahari dan memanfaatkannya untuk fotosinrtesis. Melalui fotosintesis, tumbuhan menyusun zat makanan yaitu karbohidrat (pati / gula). Karena kemampuan menyusun makanannya sendiri inilah, tumbuhan disebut organisma ototrof. Bagaimana fotosintesis itu dipahami oleh para ahli biologi? Untuk itu, perlu kita ikuti percobaan percobaan pada periode awal penemuannya. Sejarah Penemuan Fotosintesis Fenomena fotosintesis telah digali sejak lama oleh para ilmuwan, khususnya bidang fisiologi tumbuhan. Joseph Priestley (1972), seorang ahli kimia Inggris menemukan bahwa tumbuhan mengeluarkan suatu gas yang membuat api lilin dapat menyala walaupun dalam tabung gelas yang tertutup. Dalam sungkup tabung gelas tanpa tanaman, api lilin yang dinyalakan cepat padam. Namun setelah ke dalamnya disusupkan tanaman, pada beberapa hari kemudian ternyata lilin dapat dinyalakan lagi. Lilin tetap menyala selama gas dari tanaman itu masih ada. Pada waktu itu, Dia belum tahu bahwa gas itu adalah oksigen. Dua ratus tahun kemudian, banyak peneliti tertarik untuk ikut menggali lebih lanjut dari temuan Priestley tersebut. Jan Ingenhousz (1779), ahli fisiologi dari German melakukan eksperimen dengan menggunakan tumbuhan air (Hydrila verticilata). Dari percobaannya ditunjukkan tiga hal penting, meliputi : (1) gas yang dikeluarkan oleh tumbuhan itu ternyata adalah O2, (2) cahaya matahari dibutuhkan untuk proses tersebut, (3) bagian yang berhijau daun saja yang mengeluarkan O2. Gb.2 : Percobaan Ingenhousz 1 Disampaikan pada pendalaman materi Biologi Siswa-Siswi SMP Stella Duce 1, Yogyakarta : 29-10 - 05 2 Staf Pengajar Jurdik. Biologi FMIPA - UNY

2 Seorang ahli botani dari Swiss, Jean Senebier menemukan bahwa CO2 juga dibutuhkan untuk fotosintesis. Peneliti lain, ahli kimia dan ahli fisiologi Swiss yaitu Nicholas de Saussure (1804) menunjukkan bahwa tanaman tumbuh dari air dan CO2 yang diserapnya. Sachs (1860) menunjukkan bahwa fotosintesis menghasilkan zat gula atau karbohidrat yang disebut amilum. Berdasar temuan-temuan itu maka pemahaman tentang fotosintesis menjadi semakin lengkap. Fotosintesis kemudian dirumuskan dalam persamaan reaksi kimia sbb : n CO2 + n H2O + Energi Matahari klorofil [ CH2O ]n + no2 zat gula Darimanakah gas O2 yang dilepaskan itu? Semula orang mengira bahwa O2 yang dikeluarkan adalah berasal dari pemecahan gas CO2. Van Niel adalah orang pertama yang menyatakan bahwa O2 itu berasal dari pemecahan air. Hal itu didasarkan dari hasil temuannya tentang fotosintesis bakteri Sulfur (gb x2). Dengan energi matahari, bakteri Sulfur ternyata juga mampu menyusun zat gula dari CO2 dan gas belerang (H2S), bukan dengan air (H2O) seperti pada tumbuhan. Bakteri ini melepaskan S, yang tentu berasal dari pemecahan H2S. Persamaan reaksinya dinyatakan sbb : Gb. Bakteri Sulfur CO2 + H2S Energi Matahari [ CH2O ] + 2S + H2O (zat gula) Gb x2 : bakteri sulfur Senada dengan hal itu, maka Van Niel menduga bahwa O2 yang dilepaskan pada fotosintesis tumbuhan adalah berasal dari pemecahan air (H2O). Tahun 1941, Ruben dan Kamen melakukan percobaan fotosintesis dengan menggunakan air bertanda. Pada air tersebut, komponen O-nya diberi tanda yang mudah dikenali dengan alat tertentu. Dengan cara ini, Dia berhasil membuktikan bahwa gas yang dilepaskan itu adalah O 2 yang bertanda. Oksigen itu tentu berasal dari pemecahan air bertanda. Pemecahan air dengan energi cahaya yang diserap oleh sel-sel daun yang berfotosintesis ini disebut fotolisis. Dengan demikian, persamaan fotosintesis yang lengkap adalah sbb : n CO 2 + 2n H 2 O + Energi Matahari [ CH 2 O ]n + n O 2 + n H 2 O klorofil ( zat gula )

3 Berdasar uraian di atas dapat kita tarik beberapa pengertian : (1) Fotosintesis menggunakan energi matahari untuk menyusun zat gula sederhana. (2) Zat gula disusun dari bahan dasar yaitu berupa H2O dan CO2. (3) Fotosintesis menghasilkan bahan sisa berupa O2 dan H2O. (4) Fotosintesis hanya dapat dilakukan oleh tumbuhan dan beberapa jenis bakteri. Fotosintesis menyusun zat gula dari air dan karbon dioksida (CO2), sehingga sering disebut pula asimilasi karbon. Tempat dan Perangkat Alat Fotosintesis Fotosintesis ibarat suatu proses yang terjadi dalam sebuah pabrik. Pada umumnya, pabrik tempat fotosintesis adalah daun. Sel-sel daun memiliki kelengkapan alat untuk menangkap energi matahari. Pada tumbuhan tertentu yang tidak berdaun seperti bangsa Kaktus, kelengkapan alat fotosintesisnya terdapat pada sel-sel lapisan luar dari batangnya. Di bagian manakah fotosintesis berlangsung? Untuk memehami hal ini, coba perhatikan contoh susunan anatomi daun tumbuhan Dikotil, pada gambar x3 berikut. Daun tersusun atas beberapa lapis sel atau jaringan (gambar 3), meliputi : (1) (2) (3) (4) (a) (b) (c) Gb3. Daun, Susunan Anatomi dan kloroplas Keterangan : (1) jaringan epidermis (atas dan bawah), (2) jaringan tiang (palisade), (3) jaringan bunga karang (spons), (4) jaringan pengangkutan. Jaringan tiang dan bunga karang merupakan bagian yang disebut daging daun (mesofil). Perhatikan sel-sel mesofilnya pada gb 3-c. Di dalam sel-selnya terdapat banyak organela sel berbentuk bulat atau lonjong yang berwarna hijau, yang disebut kloroplas. Kloroplas paling banyak terdapat pada sel-sel jaringan tiangnya. Pada setiap selnya, dapat memiliki 50 atau lebih kloroplas. Pada lapisan epidermisnya tidak ditemukan kloroplas, kecuali pada sel penutup mulut daunnya. Kloroplas Kloroplas merupakan alat atau organela sel yang khas pada sel-sel daging daun. Bentuknya bermacam-macam, tergantuing jenis tumbuhannya. Selain bulat atau lonjong,

4 ada juga yang berbentuk pita. Pada daun Hydrila, kloroplasnya bulat atau lonjong, berukuran cukup besar dan mudah diamati dibawah mikroskop. Gb. Kloroplas dan bagian-bagiannya: Grana dan stroma Organela ini mudah dikenali dengan warnanya yang hijau karena banyak mengandung zat warna atau pigmen hijau daun yang disebut klorofil. Ada dua macam klorofil pada tumbuhan darat yaitu klorofil a dan klorofil-b. Coba perhatikan gambar susunan alat di dalam kloroplas (Gb. 4). Kloroplas tersusun dari dua bagian, meliputi : a. Bangunan seperti tumpukan piring, disebut grana b. Bahan yang mengisi di luar grana, disebut matrik stroma Pada bagian grana, terdapat seluruh perangkat alat penangkap energi matahari. Perangkat alat itu adalah ibarat antena penerima. Alat penerima tersebut berupa kumpulan bermacam-macam zat pigmen. Pigmen adalah suatu zat yang berfungsi menangkap atau memantulkan jenis sinar atau warna cahaya tertentu. Pigmen daun paling banyak adalah klorofil. Sekelompok pigmen yang merupakan satu kesatuan alat penerima energi cahaya ini disebut fotosistem. Ada dua fotosistem yang dibutuhkan untuk mendukung satu proses fotosintesis, yaitu fotosistem I dan II. Komponen utama fotosistem adalah klorofil, khususnya klorofil-a. Selain fotosistem, juga ada komponen lain yang membantu mengalirkan energi matahari. Informasi lebih dalam akan kamu pelajari kelak pada jenjang pendidikan berikutnya.

5 Tahapan Fotosintesis Pada dasarnya, fotosintesis terjadi dalam dua tahapan. Kedua tahap itu berlangsung dalam kloroplas, namun pada dua bagian yang berbeda (lihat gb-x4). Tahap I adalah proses penangkapan energi surya atau proses-proses yang bergantung langsung pada keberadaan cahaya. Seluruh proses pada tahap ini disebut reaksi cahaya. Tahap II adalah proses-proses yang tidak bergantung langsung pada keberadaan cahaya. Proses-proses atau reaksi-reaksi pada tahap ini disebut reaksi gelap. Peristiwa penting apakah yang terjadi pada kedua tahapan tersebut? Gb. Penangkapan energi surya (foton) dan aliran elektron dalam membran tilakoid grana (reaksi cahaya / Reaksi terang) Reaksi-reaksi cahaya berlangsung pada bagian grana kloroplas. Sebagian energi matahari yang diserap akan diubah menjadi energi kimia, yaitu berupa zat kimia berenergi tinggi. Selanjutnya, zat itu akan digunakan untuk proses penyusunan zat gula. Sebagian energi matahari juga digunakan untuk fotolisis air (H 2 O) sehingga dihasilkan ion hidrogen (H + ) dan O 2. Ion hidrogen tersebut akan digabungkan dengan CO 2 membentuk zat gula (CH 2 O)n. Sedangkan O 2 -nya akan dikeluarkan.

Reaksi-reaksi gelap terjadi pada bagian matrik stroma kloroplas. Pada bagian ini, terdapat seluruh perangkat untuk reaksi-reaksi penyusunan zat gula. Reaksi tersebut memanfaatkan zat berenergi tinggi yang dihasilkan pada reaksi terang. Reaksi penyusunan ini tidak lagi bergantung langsung pada keberadaan cahaya, walaupun prosesnya berlangsung bersamaan dengan proses-proses reaksi cahaya. Karena itulah, reaksi-reaksi pada tahap ini disebut reaksi gelap. Reaksi tersebut dapat terjadi karena adanya enzim-enzim fotosintesis. Sesuai dengan nama penemunya yaitu Benson dan Calvin, maka daur reaksi penyusunan zat gula ini disebut daur Benson Calvin. Hasil awal fotosintesis adalah berupa zat gula sederhana yang disebut glukosa (C 6 H 12 O 6 ). Selanjutnya, sebagian akan diubah menjadi amilum (zat tepung = pati) yang ditimbun di daun, atau organ-organ penimbunan yang lain. 6

7 Pemanfaatan hasil fotosintesis Zat gula hasil fotosintesis akan digunakan untuk berbagai kepentingan tubuh tumbuhan. Sebagian zat gula akan dirombak untuk menghasilkan energi. Energi sangat dibutuhkan untuk berbagai aktivitas tubuh. Sebagian akan digunakan untuk membangun atau membentuk tubuh tumbuhan. Tumbuhan butuh tumbuh, berkembang, membentuk anakan atau bertunas, membentuk bunga, buah, biji, dsb. Sebagian akan dijadikan bahan baku untuk menyusun zat-zat penting lain yang dibutuhkan. Misalnya, protein, lemak dan vitamin. Sebagian yang lain akan ditimbun dalam jaringan penimbunan. Misalnya dalam bentuk ubi, umbi, buah dan biji. Contoh Tempat-tempat Penimbunan Hasil Fotosintesis No Contoh Tumbuhan Jaringan penimnbunan utama 1 Ketela rambat (Ipomoea batatas) akar (ubi) 2 Singkong (Manihot utilisima) akar (ubi) 3. Kentang (Solanum tuberosum) / Umbi kentang Lycopersicum esculentum 4 Tebu (Sacharum oficinarum) Batang 5 Gadung (Dioscorea sp ) Umbi 6. Entong-entongan Batang (berdaging = sukulen) 7. Katibung (Tuber accesorium) Umbi (Menggantung pada batang) 8. Bangkuang (Pacchyrrhizus erosus) Umbi akar 9. Dahlia Umbi akar 10. Padi (Oriza sativa)_ Biji padi (beras) 11. *)Tumbuhan berbuah berbiji Buah dan biji FAKTOR FOTOSINTESIS Fotosintesis dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor dari dalam maupun faktor dari luar. Faktor dalam antara lain adalah : 1) umur daun, 2) keadaan stomata 3) jenis tumbuhan. Faktor luar antara lain adalah : 1) CO2 dan O2, 2) Ketersediaan air, 3) Kelembaban dan suhu udara 4) Keadaan cahaya. Selain 4 faktor tersebut, bahan-bahan beracun juga akan mempengaruhi fotosintesis. Misalnya herbisida, tumpahan minyak dan air sabun, logam-logam berat, dsb. Cahaya matahari merupakan sumber energi utama fotosintesis. Albert Einstein menyebut energi matahari sebagai foton (kuantum). Cahaya mempengaruhi fotosintesis dalam tiga hal, yaitu : (1) intensitas, (2) lama pencahayaan dan (3) warna cahayanya. Menurut warna cahayanya, cahaya matahari terdiri atas 7 jenis

8 warna sinar. Bukti bahwa cahaya matahari tersusun atas bermacam-macam warna sinar dapat kita lihat pada peristiwa pelangi. Ke tujuh warna sinar memiliki panjang gelombang yang berbeda-beda. Berdasar urutan panjang gelombangnya dari panjang ke pendek adalah meliputi sinar merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Untuk memudahkan menghafal, sering disingkat me-ji-ku-hi-bi-ni-u. Tetapi tidak semua jenis sinar tersebut dimanfaatkan atau diserap secara optimal oleh tumbuhan. Coba perhatikan grafik penyerapan cahaya matahari oleh klorofil pada gambar x7. Klorofil menyerap semua warna sinar, kecuali sinar hijau. Sinar yang paling banyak diserap untuk fotosintesis adalah sinar merah (± 700 nm) dan biru (± 450 nm). Jenis sinar yang lain juga diserab energinya walaupun dalam tingkat yang lebih rendah. Sinar hijau justru dipantulkan oleh klorofil, sehingga daun tampak berwarna hijau. Gb. x7 : Penyerapan cahaya matahari Untuk fotosintesis dibutuhkan intensitas cahaya minimal tertentu. Pada intensitas cahaya yang kurang, fotosintesisnya akan lambat. Sebaliknya, pada intensitas yang lebih tinggi, fotosintesis akan lebih cepat. Hal itu nyata, terutama pada tumbuhtumbuhan rumput, seperti jagung, tebu dan golongan rumput yang lain. Kadar CO2 juga menjadi faktor penting. Fotosintesis cenderung meningkat bila kadar CO2-nya lebih tinggi. Sebaliknya, keberadaan O2 justru akan menghambat fotosintesis. TIPE-TIPE FOTOSINTESIS Berdasarkan senyawa pertama yang dibentuk dari hasil fiksasi atau pengikatan CO2, fotosintesis dibedeakan menjadi dua tipe, yaitu tipe C3 dan C4. 1) Tipe C3, senyawa pertama yang dibentuk dari hasil fiksasai CO2 dari luar (udara / atmosfir) adalah senyawa asam organik 3 karbon (3-C), yaitu Asam Fosfogliserat (PGA). Proses reaksi ini langsung menjadi bagian dari daur Calvin. Enzim yang membantu pengikatan CO2 adalah RubisCo (Ribulosa Bifosfat Karboksilase Oksigenase). Oleh RubisCo, CO2 digabungkan dengan senyawa gula sederhana 5-C yaitu Ribulosa di(bi)-fosfat (Ru-BP). 2) Tipe C4, senyawa pertama yang dibentuk dari fiksasi karbon dari udara bebas adalah berupa asam organik 4 karbon (4-C), yaitu Asam Oksalo Asetat (OAA). Senyawa OAA akan segera diubah menjadi : 1) Asam Malat, atau

9 2) Aspartat) Zat CO2 udara (senyawa 1-C) ditangkap oleh enzim PEP-karboksilase. Oleh enzim itu, CO2 akan digabungkan dengan senyawa PEP (fosfoenol-piruvat ; senyawa 3-C) menjadi asam organik 4-C, yaitu OAA. Selanjutnya, kedua senyawa itulah yang akan menjadi sumber CO2 untuk sintesis gula dalam daur Calvin. Artinya, CO2 yang ditangkap oleh enzim RubisCo untuk membentuk zat gula dalam daur Calvin tidak langsung diambil dari CO2 udara bebas, melainkan dari hasil pemecahan asam Malat atau Aspartat. Pada tumbuhan yang tipe fotosintesisnya C-4 (tumbuhan C-4), peristiwa pengikatan CO2 udara bebas terjadi di sel-sel mesofil daun. Sedangkan reaksi penyusunan zat gula (daur Calvin) terjadi di sel-sel seludang berkas angkutan di daun. Jadi ada proses transpor asam organik sumber CO2, yaitu transpor malat atau aspartat, dari daerah sel-sel mesofil daun menuju sel seludang berkas. Bentuk timbunan sumber CO2 ini tergantung dari jenis tumbuhan C-4 nya. Penemu adanya tipe fotosintesis ini adalah Hatch and Slack, maka daur fotosintesisnya juga disebut daur Hatch Slack. Pada tumbuhan C-4, zat gula dibentuk atau ditemukan di sel seludang berkas, bukan di sel mesofil daun. Keunggulan tumbuhan C4 dibanding tumbuhan C-3 antara lain adalah : 1. Lebih tahan terhadap lingkungan yang terik dan kering 2. Proses fotosintesis lebih efektif, terutama pada intensitas dan kadar CO2 yang lebih tinggi

10 3. Penghambatan fotosintesis oleh O2 lebih rendah karena rasio CO2 / O2 dalam jaringan daun lebih besar. Fotorespirasi-nya lebih rendah. BEDA PERANGKAT FOTOSINTESIS C-3 DAN C-4 Antara tumbuhan C3 dan C4 terdapat perbedaan yang cukup menyolok pada perangkat dan aktivitas fotosintesisnya. No Hal Tumbuhan C-3 Tumbuhan C-4 1 Daun Calvin Ada (di matrik stroma kloroplas sel mesofil) 2 Penerima CO2 dari Ru-BP udara bebas 3 Enzim pengikat CO2 RubisCo udara bebas 4 Produk awal fiksasi Asam fosfo-gliserat CO2 udara (PGA) 5 Daya ikat enzim Sedang karboksilase thdp CO2 Ada (di matriok stroma kloroplas sel seludang) PEP PEP karboksilase Asam Oksalo-asetat (OAA) Besar 6 Tempat fotosintesis Jaringan mesofil saja Mesofil dan seludang berkas 7 Kloroplas Satu jenis, Relatif kecil, Grana-stroma berkembang Dua Jenis : - Kloroplas mesofil kecil - Kloroplas sel seludang besar, tetapi grana tidak 8 Penghambatan fotosintesis oleh adanya O2 (Fotorespirasi) Besar berkembang Kecil FOTOSINTESIS TIPE CAM Selain tipe C3 dan C4, terdapat tipe fotosintesis lain, yaitu tipe Crassulacean Acid Metabolism (CAM). Fotosintesis tipe CAM pada dasarnya mirip dengan tipe C-4, dilakukan oleh beberapa golongan tumbuhan yang hidup di gurun. Bagaimana keadaan lingkungan gurun? Gurun memiliki kondisi udara (klimatik) dan tanah (edafik) yang sangat ekstrim. Pada siang hari, matahari sangat terik, udara panas, dan udara kering (kelembaban rendah). Di samping itu, tanah gurun sangat kering, tandus dan berbatu. Untuk menghindari kehilangan air jaringan yang berlebih, maka stoma menutup di siang hari dan membuka di malam hari. Karena itu, fotosintesis tumbuhan CAM terjadi dalam dua waktu, yaitu siang dan malam. Fiksasi CO2 dilakukan pada malam hari saat stoma membuka. Sedangkan siangnya terjadi aktivitas penyusunan zat gula melalui daur Calvin.

11 Pada Malam Pada Siang Fiksasi CO2 Asam malat ditimbun di vakuola sel-sel jaringan fotosintetik Asam malat dipecah melepaskan CO2 Reaksi cahaya dan Asimilasi CO2 menjadi zat gula (daur Calvin) Hasil fiksasi CO2 dari udara bebas adalah berupa asam organik 4-C, yaitu OAA, seperti pada tumbuhan C-4 umumnya. OAA ini akan segera diubah menjadi asam malat dan ditimbun di vakuola sel. Pada sianghari, asam malat akan pecah untuk melepaskan CO2. Peristiwa ini disebut dekarboksilasi. Selanjutnya, CO2 tersebut digunakan untuk menyusun zat gula melalui daur Calvin. TUMBUHAN C-3, C-4 DAN CAM Pada umumnya, terutama dari golongan tumbuhan dikotil, tipe fotosintesisnya adalah tipe C-3. Sedangkan tumbuhan monokotil umumnya melakukan fotosintesis tipe C-4. Berikut beberapa contoh golongan tumbuhan dan tipe fotosintesisnya. Klasis Familia Jumlah Species Tipe C-4 Tipe CAM Dikotil Amaranthaceae 56 - Asteraceae 39 10 Cactaceae - 94 Chenopodiaceae 104 - Crassulaceae - 95 Euhorbiaceae 75 30 Nyctaginaceae 18 - Portulacaceae 8 4 Monokotil Agave - 14 Bromeliaceae - 66 Cyperaceae 31 - Liliaceae 1 24 Orchidaceae - 44 Poaceae (Graminae) 575 -

12 RINGKASAN 1. Fotosintesis (asimilasi karbon) merupakan proses pengubahan energi cahaya (energi fisika) menjadi energi kimia (zat gula). 2. Fotosintesis berlangsung dalam dua tahap, yaitu reaksi cahaya dan reaksi gelap. 3. Fotosintesis menyusun zat gula (CH2O) dari air (H2O) dan gas asam arang (CO2) dengan bantuan energi surya. 4. Sinar merah dan sinar biru paling banyak diserap daun untuk fotosintesis 5. Fotosintesis terjadi pada sel-sel daun, terutama di bagian mesofil daun, yaitu jaringan tiang dan bunga karang. 6. Fotosintesis dilakukan oleh organisme yang berhijau daun (berklorofil). 7. Zat gula hasil fotosintesis digunakan untuk sumber energi, cadangan makanan, atau menjadi bahan baku untuk menyusun zat-zat penting lain. 8. Hasil fotosintesis digunakan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan, berkembang biak dan berbagai aktivitas lain. 9. Fotosintesis dipengaruhi oleh faktor luar dan faktor dalam 10. Ada tiga tipe fotosintesis, meliputi tipe C-3, C-4 dan CAM 11. Fotosintesis tipe CAM dilakukan oleh beberapa golongan tumbuhan gurun atau tumbuhan yang berasal dari gurun, terutama golongan Crassulaceae dan Cactaceae. 12. Pada tumbuhan C-3, hasil fiksasi CO2 paling awal adalah PGA, sedang pada tumbuhan C-4 dan CAM berupaasam OAA. 13. Pada tumbuhan C-4, fotosintesis berlangsung didua tempat, yaitu mesofil dan jaringan seludang berkas angkutan. 14. Pada tumbuhan CAM, fotosintesis berlangsungdalam dua waktu, yaitu malam (fiksasi CO2 udara) dan siang (reaksi terang dan daun Calvin).