EVOLUSI FOTOSINTESIS PADA TUMBUHAN
|
|
|
- Ade Kusuma
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 EVOLUSI FOTOSINTESIS PADA TUMBUHAN Nio Song Ai 1) 1) Program Studi Biologi FMIPA, Universitas Sam Ratulangi Jl. Kampus Unsrat Manado, ABSTRAK Fotosintesis adalah proses sintesis karbohidrat dari bahan-bahan anorganik (CO 2 dan H 2 O) pada tumbuhan berpigmen dengan bantuan energi cahaya matahari. Fotosintesis terdiri atas 2 fase, yaitu fase I yang berlangsung pada grana dan menghasilkan ATP dan NADPH 2 serta fase II yang berlangsung pada stroma dan menghasilkan karbohidrat. Molekul air tidak dipecah dalam fotosintesis primitif dan setelah evolusi molekul air dipecahkan melalui 2 fotosistem sehingga O 2 dilepaskan ke atmosfir. Fotosintesis berkembang menjadi lebih kompleks secara biokimia sampai terjadinya pemisahan antara respirasi dan fotosintesis beserta regulasinya. Evolusi tipe-tipe fotosintesis seperti C 4 dan CAM merupakan akibat menurunnya rasio CO 2 /O 2 dan radiasi yang intensif pada atmosfir. Kata kunci: C 3, C 4, CAM THE EVOLUTION OF PHOTOSYNTHESIS IN PLANT ABSTRACT Photosynthesis is the synthesis process of carbohydrate from inorganic materials (CO 2 dan H 2 O) in plants with pigments using light energy. There are 2 phases of photosynthesis, i.e. phase I that occurs in grana and results in ATP dan NADPH 2 and phase II that occurs in stroma and results in carbohydrate. The water molecule was not split apart in the primitive photosynthesis and after evolution the water molecule was oxidized via 2 photosystems, so that O 2 was released to the atmosphere. Photosynthesis developed biochemically to be more complex until photosynthesis and its regulation was separated from respiration. The evolution of photosynthesis types, such as C 4 and CAM, was resulted from the decrease of ratio CO 2 /O 2 and the intensive radiation in the atmosphere. Keywords: C 3, C 4, CAM PENDAHULUAN Masa depan manusia sedikit banyak ditentukan oleh produksi bahan makanan, bahan bakar dan serat melalui proses fotosintesis. Proses sintesis karbohidrat dari bahan-bahan anorganik (CO 2 dan H 2 O) pada tumbuhan berpigmen dengan bantuan energi cahaya matahari disebut fotosintesis dengan persamaan reaksi kimia berikut ini. cahaya matahari 6 CO H 2 O C 6 H 12 O O 2 pigmen fotosintesis Berdasarkan reaksi fotosintesis di atas, CO 2 dan H 2 O merupakan substrat dalam reaksi fotosintesis dan dengan bantuan cahaya matahari dan pigmen fotosintesis (berupa klorofil dan pigemen-pigmen lainnya) akan menghasilkan karbohidrat dan melepaskan oksigen. Cahaya matahari meliputi semua warna dari spektrum tampak dari merah hingga ungu, tetapi tidak semua panjang gelombang dari spektrum tampak diserap (diabsorpsi) oleh pigmen fotosintesis. Atom O pada karbohidrat berasal dari CO 2 dan atom H pada karbohidrat berasal dari H 2 O (Sasmitamihardja dan Siregar, 1996). Energi cahaya diubah menjadi energi kimia oleh pigmen fotosintesis yang terdapat pada membran interna atau tilakoid. Pigmen fotosintesis yang utama ialah klorofil dan karotenoid. Klorofil a dan b menunjukkan absorpsi yang sangat kuat untuk panjang gelombang biru dan ungu, jingga dan merah (lembayung) dan menunjukkan absorpsi yang sangat kurang untuk panjang gelombang
2 Nio Song: Evolusi Fotosintesis pada Tumuhan 29 hijau dan kuning hijau ( nm) (Sasmitamihardja dan Siregar, 1996). Klorofil merupakan komponen kloroplas yang utama dan kandungan klorofil relatif berkorelasi positif dengan laju fotosintesis (Li et al., 2006). Klorofil disintesis di daun dan berperan untuk menangkap cahaya matahari yang jumlahnya berbeda untuk tiap spesies. Sintesis klorofil dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti cahaya, gula atau karbohidrat, air, temperatur, faktor genetik, unsur-unsur hara seperti N, Mg, Fe, Mn, Cu, Zn, S dan O (Hendriyani dan Setiari, 2009). Karotenoid menunjukkan absorpsi kuat untuk panjang gelombang biru dan ungu; memantulkan dan mentransmisikan panjang gelombang hijau, kuning, lembayung, merah (kombinasi warna-warna tersebut tampak kuning) (Sasmitamihardja dan Siregar, 1996). Kompleks protein-klorofil merupakan komponen fotosintesis yang penting (van der Mescht et al. 1999). Radiasi cahaya yang diterima oleh tanaman dalam fotosintesis diabsorbsi oleh klorofil dan pigmen tambahan yang merupakan kompleks protein-klorofil. Selanjutnya energi radiasi akan ditransfer ke pusat reaksi fotosistem I dan II yang merupakan tempat terjadinya perubahan energi cahaya menjadi energi kimia (Li et al., 2006). Dua mekanisme yang terlibat dalam pembentukan kompleks protein-klorofil adalah distribusi klorofil yang baru disintesis dan redistribusi klorofil yang sudah ada. Klorofil b adalah hasil biosintesis dari klorofil a dan berperan penting dalam reorganisasi fotosistem selama adaptasi terhadap kualitas dan intensitas cahaya. Oleh sebab itu hilangnya klorofil a dan b berpengaruh negatif terhadap efisiensi fotosintesis (van der Mescht et al., 1999). Fotosintesis mengalami evolusi sehingga dikenal adanya tumbuhan C 3, C 4 dan CAM yang dapat diamati sebagai variasi dalam fotosintesis fase II atau reaksi fiksasi CO 2. Tulisan ini akan menguraikan penggolongan tumbuhan C 3, C 4 dan CAM, proses evolusi fotosintesis yang berkaitan dengan perubahan kondisi atmosfir bumi berserta faktor-faktor lingkungan yang menguntungkan bagi keberadaan tumbuhan dengan tipe-tipe fotosintesis tersebut. TUMBUHAN C 3, C 4 DAN CAM Fotosintesis pada tumbuhan tingkat tinggi terdiri atas 2 fase (Sasmitamihardja dan Siregar, 1996; Wirahadikusumah, 1985), yaitu: a. Fase I: reaksi fotokimia, reaksi fotolisis, reaksi Hill, reaksi fotofosforilasi, reaksi terang Reaksi ini berlangsung di grana dan membutuhkan cahaya. Energi matahari ditangkap oleh pigmen penyerap cahaya dan diubah menjadi bentuk energi kimia, yaitu ATP dan senyawa pereduksi, yaitu NADPH. Atom hidrogen dari molekul H 2 O dipakai untuk mereduksi NADP + menjadi NADPH dan O 2 dilepaskan sebagai hasil sampingan reaksi fotosintesis. Reaksi juga dirangkaikan dengan reaksi pembentukan ATP dari ADP dan Pi. Fase ini dapat ditulis sebagai persamaan reaksi: energi matahari H 2 O + NADP + + ADP + Pi O 2 + H + + NADPH + ATP Pembentukan ATP dari ADP dan Pi merupakan mekanisme penyimpanan energi matahari yang diserap dan kemudian diubah menjadi energi kimia, sehingga fase ini disebut fotofosforilasi. Fase I ini melibatkan 2 tipe kelompok pigmen fotosintesis, yaitu 1) Pigmen utama (pigmen primer, pusat reaksi): bentuk-bentuk klorofil a, seperti klorofil a 680 (P 680 ) dan klorofil a 700 (P 700 ), 2) Pigmen tambahan/pigmen antena (accessory pigment): berperan meneruskan energi cahaya ke pigmen utama, seperti klorofil a lainnya, klorofil b (λ nm), karotenoid (λ nm) b. Fase II: reaksi termokimia, reaksi fiksasi/reduksi CO 2, reaksi gelap Reaksi ini berlangsung di stroma dan sering kali disebut reaksi gelap, karena reaksi ini dapat berlangsung tanpa adanya cahaya, walaupun tidak harus berlangsung dalam keadaan gelap. Hal ini disebabkan karena enzim-enzim stroma kloroplas tidak membutuhkan cahaya untuk aktivitasnya, tetapi membutuhkan ATP dan NADPH 2. Fase II fotosintesis ini berlangsung pada stroma dan menghasilkan karbohidrat. Dalam reaksi ini senyawa kimia
3 30 Jurnal Ilmiah Sains Vol. 12 No. 1, April 2012 berenergi tinggi yang dihasilkan pada fase I, yaitu NADPH dan ATP dipakai untuk reaksi reduksi CO 2 yang menghasilkan glukosa dengan persamaan reaksi: CO 2 + NADP + H + + ATP glukosa + NADP + + ADP + Pi Ada 4 macam reaksi fiksasi CO 2 (Sasmitamihardja dan Siregar, 1996), yaitu: 1) Daur C 3 (daur Calvin) Daur reaksi ini disebut daur C 3 karena senyawa yang pertama kali dihasilkan adalah senyawa dengan 3 atom karbon yaitu asam fosfogliserat dari CO 2 ; ribulosa-1,5-bifosfat dan H 2 O. Tumbuhan yang melaksanakan daur tersebut disebut tumbuhan C 3. Dalam daur ini satu molekul fosfogliseraldehida (PGAL) dibentuk dari fiksasi 3 molekul CO 2. Reaksi keseluruhan adalah sebagai berikut: 3 CO ATP + 6 NADPH 2 PGAL + 9 ADP + 8 ip + 6 NADP Selanjutnya PGAL akan diubah menjadi glukosa. Daur ini terjadi pada gandum, padi dan bambu. 2) Daur C 4 (daur Hatch dan Slack) Daur reaksi ini disebut daur C 4 karena sebagian besar senyawa yang pertama kali dihasilkan adalah senyawa dengan 4 atom karbon yaitu asam malat dan asam aspartat dan tumbuhan yang melaksanakan daur tersebut disebut tumbuhan C 4. Yang termasuk tumbuhan C 4 adalah beberapa spesies Gramineae di daerah tropis termasuk jagung, tebu, sorghum. Anatomi daun tumbuhan C 4 unik yang dikenal dengan anatomi Kranz, yaitu terdapat sel-sel seludang parenkim yang mengelilingi ikatan pembuluh dan memisahkannya dengan sel-sel mesofil. Pada tumbuhan C 4 terdapat pembagian kerja antara selsel mesofil dan sel-sel seludang parenkim, yaitu pembentukan asam malat dan aspartat dari CO 2 terjadi di sel-sel mesofil, sedangkan daur Calvin berlangsung di sel-sel seludang parenkim. 3) Daur CAM (Crassulacean Acid Metabolism) Daur CAM merupakan fiksasi CO 2 pada spesies sukulen anggota famili Crassulaceae (misalnya kaktus, nenas) yang hidup di daerah kering, mempunyai daun tebal dengan rasio permukaan terhadap volume rendah, laju transpirasi rendah, sel-sel daun mempunyai vakuola relatif besar dan lapisan sitoplasma yang tipis. Fiksasi yang menghasilkan asam malat terjadi pada malam hari pada saat stomata terbuka dan daur Calvin yang menghasilkan glukosa terjadi pada siang hari pada saat stomata tertutup. Jadi fiksasi CO 2 pada tumbuhan CAM mirip dengan tumbuhan C 4, perbedaannya pada tumbuhan C 4 terjadi pemisahan tempat sedangkan pada tumbuhan CAM terjadi pemisahan waktu. Kemampuan tumbuhan melaksanakan daur CAM ditentukan secara genetis, tetapi kemampuan ini juga dikontrol oleh lingkungan. Umumnya CAM berlangsung lebih cepat pada siang hari yang panas dengan tingkat cahaya yang tinggi dan malam hari yang dingin dan tanah yang kering seperti di gurun. Fiksasi CO 2 pada beberapa tumbuhan CAM dapat beralih ke daur C 3 setelah hujan atau suhu malam hari yang lebih tinggi daripada biasanya karena stomata terbuka lebih lama pada pagi hari (Campbell et al., 2006). Penggolongan tumbuhan menjadi tumbuhan C 3 dan C 4 adalah didasarkan pada senyawa yang diubah dari CO 2 pada fase II dari fotosintesis (reaksi fiksasi atau reduksi CO 2 ). Pada tumbuhan C 3, CO 2 diubah menjadi senyawa C 3 yaitu asam 3- fosfogliserat yang selanjutnya akan diubah menjadi glukosa. CO 2 + H 2 O Ribulosa-1,5-bifosfat > Enzim rubisco 3-fosfogliserat + 3-fosfogliserat Sedangkan pada tumbuhan C 4, CO 2 diubah menjadi senyawa C 4 yaitu asam oksaloasetat yang selanjutnya diubah menjadi asam malat dan asam aspartat. CO 2 + H 2 O Fosfoenol piruvat > fosfoenolpiruvat karboksilase asam oksaloasetat
4 Nio Song: Evolusi Fotosintesis pada Tumuhan 31 NADPH 2 NAD + oksaloasetat > malat NADPH 2 NAD + +CO 2 malat dehidrogenase > piruvat malat dehidrogenase piruvat dikinase oksaloasetat > aspartat (dioksidasi menghasilkan CO 2 untuk daur C 3 ) 4) Daur C 2 (daur glikolat atau fotorespirasi) Selain bereaksi dengan CO 2, enzim ribulosa bifosfat karboksilase yang mengkatalisis pembentukan fosfogliserat dalam daur C 3, juga dapat bereaksi dengan O 2, sehingga pada kondisi demikian enzim ini disebut ribulosa bisfosfat oksigenase. Aktivitas ribulosa bifosfat oksigenase adalah mengubah satu molekul ribulosa bifosfat menjadi satu molekul asam fosfoglikolat dan satu molekul asam fosfogliserat, bukan menjadi dua molekul asam fosfogliserat jika CO 2 yang difiksasi. Dengan demikian digunakan nama enzim rubisco (ribulosa bifosfat karboksilase oksigenase) untuk menyatakan keterlibatan enzim tersebut dalam fiksasi CO 2 dan O 2. Ada 4 hal penting yang perlu diperhatikan dalam jalur glikolat, yaitu: a) Jalur glikolat terjadi pada 3 tempat, yaitu kloroplas, peroksisom dan mitokondria. b) Reaksi oksidasi ini membentuk glikolat dan produk sampingan H 2 O 2 dan oksidan kuat yang beracun ini diuraikan oleh katalase dalam peroksisom. c) Asam amino glisin dan serin dihasilkan. d) Satu molekul CO 2 dihasilkan dan satu molekul O 2 diserap untuk tiap dua molekul glikolat yang dioksidasi. Oleh sebab itu daur glikolat disebut juga fotorespirasi karena terjadi pengambilan O 2 dan pembentukan CO 2 oleh jaringan yang berfotosintesis pada saat ada cahaya (Sasmitamihardja dan Siregar, 1996). Hipotesis tentang perkembangan evolusi fotosintesis dikemukakan oleh Schopf (1978) dalam Lawlor (1993) dan Bendall (1986) dalam Lawlor (1993). Bumi terbentuk kirakira 4,6 x 10 9 tahun yang lalu (Gambar 1) dan untuk 0,5 x 10 9 tahun pertama bumi menjadi dingin dan memadat. Jarak bumi dari matahari dan ukuran bumi menentukan panas yang diterima dan gaya yang menahan gas di permukaan, sehingga air dan atmosfir tetap ada di bumi. Atmosfir primitif sangat tereduksi dan mengandung metana (CH 4 ), H 2, H 2 S, CO 2, NH 3 dan lain-lain, tetapi tidak mengandung O 2 atau terdapat dalam kondisi anoksia (Lawlor, 1993). Kondisi tanpa O 2 ini sangat penting untuk evolusi kehidupan karena O 2 merusak molekul-molekul organik. Atmosfir bumi primitif juga tidak mengandung ozon yang merupakan lapisan tipis di atmosfir bagian atas dan berfungsi untuk menyerap sinar ultra violet (UV). Radiasi, temperatur tinggi dan berbagai macam gas yang terlibat dalam aktivitas vulkanik, memungkinkan terjadinya sintesis molekul-molekul organik. Cara kerja sistem biologi yang memperbanyak diri pada kondisi tersebut belum banyak diketahui. Tetapi fakta menunjukkan adanya organisme dengan ukuran dan struktur sel yang mirip dengan bakteri pada batuan yang berumur 3,5 x 10 9 tahun. Sejenis metabolisme yang melibatkan cahaya mungkin berlangsung pada masa itu karena derivat karotenoid terdeteksi pada batuan di zaman tersebut. Kemungkinan organisme primitif tersebut mensintesis ATP dengan proton yang digerakkan oleh cahaya seperti halnya pada bakteri Halobacterium halobium. Karbon organik dari deposit pada masa tersebut menunjukkan diskriminasi terhadap isotop 13 C dan hal ini membuktikan bahwa fotosintesis terjadi pada awal evolusi. Organisme tersebut mampu menyediakan ATP sendiri dengan mengeksploitasi sumber energi yang berlimpah (Lawlor, 1993). EVOLUSI FOTOSINTESIS Bukti-bukti geologis untuk evolusi fotosintesis sangat sedikit, karena fotosintesis merupakan proses biokimia yang melibatkan protein dan molekul-molekul organik lain yang cepat mengalami dekomposisi.
5 32 Jurnal Ilmiah Sains Vol. 12 No. 1, April 2012 Beberapa proses dikaitkan dengan reaksi terang (fase I fotosintesis) dan aliran elektron serta ATP termasuk asimilasi N 2, CO 2 dan S. Tetapi molekul air tidak dipecah dalam fotosintesis primitif tersebut sampai 3,5 x 10 9 tahun yang lalu, sehingga tidak ada O 2 yang dihasilkan dalam fotosintesis dan atmosfir tereduksi. Setelah terjadinya evolusi proses pemecahan molekul air yang memerlukan energi cahaya melalui 2 fotosistem, air dapat teroksidasi dan O 2 dilepaskan ke atmosfir. Banyak bukti mendukung skala waktu evolusi untuk proses ini (Schopf 1978 dalam Lawlor 1993). Lapisan kapur fosil yang tebal dan disebut stromatolit, dibentuk 3 x 10 9 tahun yang lalu dan mengandung alga biru hijau yang juga ditemukan pada stromatolit masa kini. Tetapi produksi O 2 mungkin sudah terjadi sebelumnya. Beberapa proses geokimia juga mungkin mengkonsumsi O 2, misalnya ion ferro (Fe 2+ ) menghasilkan Fe 3 O 2 yang tidak larut. Kandungan Fe 2+ di lautan mungkin menipis karena deposisi bijih besi. Proses ini mengakibatkan terbentuknya lapisan merah dalam waktu 2,2 x ,7 x 10 9 tahun yang lalu. Oksigen yang dihasilkan oleh pemecahan molekul H 2 O oleh sinar UV terlalu sedikit untuk memungkinkan terjadinya penurunan Fe 2+ yang drastis. Uraninit (UO 2 ) adalah bijih uranium yang tidak larut dalam kondisi dengan konsentrasi O 2 di atas 1% dan deposit UO 2 yang berumur lebih muda dari 2 x 10 9 tahun yang lalu tidak ditemukan. Jadi, antara 3,5 x 10 9 dan 3,0 x 10 9 tahun yang lalu fotosintesis berkembang dengan menggunakan H 2 O sebagai reduktan dan O 2 di atmosfir meningkat (Lawlor, 1993). Deposisi karbon yang tereduksi mungkin berperan dalam penurunan kandungan karbon dan peningkatan O 2 di atmosfir. Pada zaman tersebut konsentrasi CO 2 mungkin beberapa ratus kali lebih besar daripada saat ini. Sampai dengan 1,5 x ,0 x 10 9 tahun yang lalu, kondisi bumi mulai bersifat aerob karena buffer kimia habis terpakai dan tekanan O 2 lebih dari 1 kpa. Oksigen di atmosfir bagian atas membentuk lapisan ozon yang menyerap radiasi ultra violet, sehingga terjadi evolusi organisme tingkat tinggi dan kehidupan di darat dimulai. O 2 meningkatkan jumlah energi untuk respirasi sebanyak 10 kali lipat dengan cara berperan sebagai reseptor terminal untuk proses fotosintesis. Sebagian besar organisme yang hidup saat ini, termasuk manusia, tergantung pada O 2 yang diproduksi dalam proses fotosintesis (Lawlor, 1993). Eukariot yang terdiri dari sel-sel bernukleus, mungkin berkembang dalam kehidupan bumi tahap awal, berdasarkan bukti adanya steran (molekul-molekul turunan sterol yang diperkirakan hanya dibuat oleh sel-sel bernukleus seperti eukariot) di batuan pada 1,7 x 10 9 tahun yang lalu. Eukariot ini berkembang pesat sejak 1 x 10 9 tahun yang lalu dan membentuk organismeorganisme makroskopis dan multinukleat (baik tumbuhan maupun hewan). Proses perkembangan ini mungkin berkaitan dengan perubahan iklim sekitar juta tahun yang lalu akibat aktivitas tektonik dan vulkanik, hilangnya sejumlah besar karbon dengan terkubur sebagai sedimen serta dimulainya perubahan iklim global termasuk terbentuknya sungai es. Bukti dari struktur dan fungsi asam nukleat pada kloroplas dan mitokondria tumbuhan tingkat tinggi menunjukkan bahwa organel-organel ini merupakan bakteri dan alga hijau biru yang masuk ke dalam sel-sel eukariotik yang tidak berfotosintesis (Lawlor, 1993). Fotosintesis berkembang menjadi lebih kompleks secara biokimia dan terjadi
6 Nio Song: Evolusi Fotosintesis pada Tumuhan 33 pemisahan antara respirasi dan fotosintesis beserta regulasinya. Fotosintesis membentuk biosfir baik secara langsung maupun melalui pengaruhnya pada iklim dan geologi bumi. Unsur karbon dari fotosintesis menyusun minyak, batu bara dan gas, sehingga CO 2 di atmosfir menurun dan rasio O 2 /CO 2 meningkat. Kondisi ini mungkin tidak menguntungkan bagi fotosintesis karena enzim ribulosa bifosfat karboksilase yang mengfiksasi CO 2 bekerja kurang efisien. Di daratan hilangnya air dari tumbuhan yang dicegah dengan adanya kutikula yang tebal, juga mengurangi persediaan CO 2. Evolusi tipe-tipe fotosintesis seperti C 4 dan CAM mungkin merupakan respons terhadap menurunnya rasio CO 2 /O 2 dan atmosfir yang lebih kering dengan radiasi yang intensif. Aktivitas manusia pada saat ini meningkatkan konsentrasi CO 2 di atmosfir dengan membakar bahan bakar fosil (Lawlor, 1993). Hal ini mungkin memperbaiki pertumbuhan tumbuhan dalam waktu singkat dan juga akan mempengaruhi iklim dunia. EVOLUSI DAN DISTRIBUSI TUMBUHAN C 4 Tumbuhan tingkat tinggi yang ada di bumi terdiri dari 5% tumbuhan C 4, 85% tumbuhan C 3 dan 10% tumbuhan CAM. Fotosintesis C 4 pertama kali ditemukan pada rumput-rumputan tahun yang lalu dan pada tumbuhan dikotil juta tahun yang lalu. Konsentrasi CO 2 di udara yang menurun sangat berpengaruh terhadap evolusi tumbuhan C 4. Penurunan konsentrasi CO 2 di udara disebabkan oleh aktivitas fotosintesis dan perubahan tektonik yang diikuti oleh perubahan geokimia. Tabrakan daratan India mengakibatkan terangkatnya Plateau Tibet, sehingga bagian kerak bumi yang terpapar pada udara bebas menjadi lebih luas. Reaksi kimia yang terjadi pada kerak bumi ialah CaSiO 3 + CO 2 CaCO 3 + SiO 2. Reaksi ini menyebabkan penurunan konsentrasi CO 2 di udara yang menyolok dan kondisi ini menguntungkan bagi tumbuhan C 4 (Lambers et al., 2008). Beberapa hal penting dalam proses pengikatan CO 2 pada tumbuhan C 4 dibandingkan dengan tumbuhan C 3 (Lambers et al. 2008) adalah sebagai berikut: 1. Membutuhkan lebih banyak ATP, 2. Sintesis glukosa berlangsung lebih luas per satuan luas daun, 3. Berlangsung lebih efisien dalam keadaan intensitas cahaya yang tinggi, 4. Afinitas enzim fosfoenolpiruvat karboksilase yang besar terhadap CO 2, 5. Proses fotosintesis dapat berlangsung dengan cukup baik pada saat konsentrasi CO 2 yang sangat sedikit di udara, 6. Tidak terjadi atau sedikit sekali terjadi fotorespirasi (pernafasan dalam keadaan terang di kloroplas). Enzim rubisco tidak dapat bekerja secara efisien pada saat konsentrasi CO 2 yang rendah dan konsentrasi O 2 yang tinggi di udara. Konsentrasi CO 2 yang rendah di udara akan meningkatkan fotorespirasi yang lebih banyak terjadi pada tumbuhan C 3. Keadaan ini menguntungkan untuk perkembangan tumbuhan C 4. Bukti-bukti morfologi, ekogeografi dan molekular (analisis urutan nukleotida yang mengkode subunit glisin dekarboksilase) menunjukkan bahwa tumbuhan C 4 berkembang dari tumbuhan C 3 melalui evolusi konvergen (Lambers et al., 2008) Di samping konsentrasi CO 2 yang rendah di udara, faktor-faktor lingkungan lain juga menentukan evolusi dan distribusi tumbuhan C 4. Analisis komposisi karbon isotop pada komponen lapisan lilin daun menunjukkan bahwa iklim regional menentukan kepadatan relatif tumbuhan C 3 dan C 4. Faktor-faktor lingkungan yang dimaksud antara lain daerah kering dengan latituda (garis lintang) rendah, temperatur tinggi dengan kondisi kering dan kadar garam tinggi akibat pemanasan global dan kebakaran. Tumbuhan C 4 banyak ditemukan di daerah tropis dengan altituda rendah (ketinggian dari permukaan laut), padang rumput di dataran rendah baik di daerah tropis maupun daerah temperata dengan curah hujan tinggi di musim panas (Lambers et al. 2008). Tidak seperti halnya tumbuhan C 3, tumbuhan C 4 tumbuh subur di di ekosistem yang terbuka dengan temperatur tinggi. Hal ini disebabkan karena enzim rubisco pada tumbuhan C 3 akan lebih banyak berikatan dengan O 2 daripada dengan CO 2, sehingga terjadi fotorespirasi dan mengurangi atau menghambat reaksi fiksasi atau reduksi CO 2. Kondisi ini akan mengakibatkan laju
7 34 Jurnal Ilmiah Sains Vol. 12 No. 1, April 2012 fotosintesis menurun. Sebaliknya tumbuhan C 4 tidak berproduksi optimal di daerah beriklim dingin. Hal ini disebabkan karena enzim piruvat dikinase (enzim penting dalam lintas C 4 ) sangat sensitif terhadap temperatur rendah. Compatible solutes (solut yang tidak mengganggu metabolisme sel pada konsentrasi yang tinggi) dapat menurunkan sensitivitas enzim tersebut terhadap temperatur rendah, sehingga memungkinkan penyebaran tumbuhan C 4 ke daerah temperata di masa mendatang. Akan tetapi peningkatan konsentrasi CO 2 di udara akhir-akhir ini akan menguntungkan kelangsungan hidup tumbuhan C 3 (Lambers et al. 2008). KESIMPULAN 1. Evolusi fotosintesis dimulai dengan tidak dipecahnya molekul air dan tanpa pelepasan oksigen sampai dengan terjadinya pemisahan antara fotosintesis dan respirasi. 2. Evolusi tipe-tipe fotosintesis seperti C 4 dan CAM merupakan respons terhadap menurunnya rasio CO 2 dan O 2 dan kondisi atmosfir dengan radiasi yang intensif. 3. Tumbuhan C 4 berkembang dari tumbuhan C 3 melalui evolusi konvergen yang dipengaruhi oleh rendahnya konsentrasi CO 2 di atmosfir, latituda, altituda, temperatur dan kadar garam. 4. Konsentrasi CO 2 di atmosfir yang meningkat akhir-akhir ini menguntungkan tumbuhan C Fiksasi CO 2 pada beberapa tumbuhan CAM dapat berubah menjadi tumbuhan C 3 setelah hujan atau temperatur lingkungan yang tinggi pada malam hari. Lawlor, D.W Photosynthesis: Molecular, Physiological and Environmental Processes. 2nd Ed. Longman Scientific & Technical. England. pp Sasmitamihardja, D. and A.H. Siregar Fisiologi Tumbuhan. Proyek Pendidikan Akademik Dirjen Dikti. Depdikbud. Bandung. pp Wirahadikusumah, M Biokimia: metabolisme, energi, karbohidrat, dan lipid. Penerbit ITB. Bandung. pp Hendriyani, I.S. and N. Setiari Kandungan klorofil dan pertumbuhan kacang panjang (Vigna sinensis) pada tingkat penyediaan air yang berbeda. J. Sains & Mat. 17 (3): Li, R., P. Guo, M. Baum, S. Grando and S. Ceccarelli Evaluation of chlorophyll content and fluorescence parameters as indicators of drought tolerance in barley. Agric. Sci. in China 5 (10): Van der Mescht, A., J.A. de Ronde & F.T. Rossouw Chlorophyll fluorescence and chlorophyll content as a measure of drought tolerance in potato. South African J. of Sci. 95: DAFTAR PUSTAKA Campbell, N.A., J.B. Reece & L.G. Mitchell Biology. Concepts & Connections. 5th Ed. Addison Wesley Longman Inc. pp 118. Lambers, H., T.L. Pons & F.S. Chapin III Plant Physiological Ecology. 2nd Ed. Springer Science + Bussiness Media LLC. New York. USA. pp
METABOLISME 2. Respirasi Sel Fotosintesis
METABOLISME 2 Respirasi Sel Fotosintesis Jalur Respirasi Aerobik dan Anaerobik Rantai respirasi Fotosintesis Fotosintesis merupakan proses sintesis molekul organik dengan menggunakan bantuan energi
PERTEMUAN IV: FOTOSINTESIS. Program Tingkat Persiapan Bersama IPB 2011
PERTEMUAN IV: FOTOSINTESIS Program Tingkat Persiapan Bersama IPB 2011 FOTOSINTESIS Pokok Bahasan: Peran Tumbuhan dan Fotosintesis Tumbuhan sebagai produser Tempat terjadinya Fotosintesis Pemecahan air
Uraian Materi Anda suka makan ubi atau kentang rebus? Ubi jalar dan kentang sama-sama mengandung karbohidrat dalam bentuk amilum.
Uraian Materi Anda suka makan ubi atau kentang rebus? Ubi jalar dan kentang sama-sama mengandung karbohidrat dalam bentuk amilum. Dari manakah asal kandungan amilum pada ubi jalar dan kentang? Amilum yang
FOTOSINTESIS. Fotosintesis 1
FOTOSINTESIS Fotosintesis 1 CAKUPAN MATERI Peran Fotosintesis Sejarah Fotosintesis Tempat terjadinya Fotosintesis Reaksi-reksi Fotosintesis Reaksi Terang Reaksi Gelap Tumbuhan C3, C4 dan CAM Fotosintesis
6H 2 O + 6CO 2 > C 6 H 12 O 6 + 6O 2. cahaya menjadi energi kimia. molekul gula
FOTOSINTESIS Fotosisntesis 6H 2 O + 6CO 2 > C 6 H 12 O 6 + 6O 2 1. REAKSI CAHAYA: mengubah bhenergi cahaya menjadi energi kimia 2. REAKSI KARBON: siklus Calvin, merakit molekul gula An overview of photosynthesis
SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal 8.2. Stroma. Grana. Membran luar
SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal 8.2 1. Proses fotosintesis berlangsung dalam dua tahap, yaitu reaksi terang dan reaksi gelap. Reaksi terang berlangsung di... Membran tilakoid Stroma
Tabel Perbedan Reaksi terang dan Reaksi gelap secara mendasar: Tempat membran tilakoid kloroplas stroma kloroplas
Tabel Perbedan Reaksi terang dan Reaksi gelap secara mendasar: Reaksi Terang Reaksi Gelap Tempat membran tilakoid kloroplas stroma kloroplas Kebutuhan Cahaya membutuhkan cahaya tidak membutuhan cahaya
FOTOSINTESIS. Pemanfaatan cahaya untuk membuat makanan. Pengungkapan fotosintesis perjalanan panjang para ilmuwan:
FOTOSINTESIS Pemanfaatan cahaya untuk membuat makanan Pengungkapan fotosintesis perjalanan panjang para ilmuwan: Fisika (Belgia) : Jan Bastista van Helmont (tumbuhan - air) meruntuhkan mitos bahwa makanan
ANABOLISME KARBOHIDRAT (FOTOSINTESIS)
ANABOLISME KARBOHIDRAT (FOTOSINTESIS) Fotosintesis adalah proses sintesis / penyusunan/ pembentukan senyawa organik karbohidrat dari zat anorganik CO 2 dan H 2 O yang terjadi pada tumbuhan yang berklorofil
FOTOSINTESIS. Pengertian Fotosintesis
FOTOSINTESIS Pengertian Fotosintesis Fotosintesis merupakan proses yang dilakukan oleh organisme autotrof, dengan menggunakan energi dari cahaya matahari yang diserap oleh klorofil untuk membuat bahan
TOPIK 7 : FOTOSINTESIS DAN ENERGI KEHIDUPAN
TOPIK 7 : FOTOSINTESIS DAN ENERGI KEHIDUPAN TIK : Setelah mengikuti kuliah ini, anda dapat menjelaskan Fotosintesis dan energi kehidupan. Pengantar Ilmu Pertanian 1 Energi Energi Surya / Energi Elektromagnetik
BAB IV METABOLISME. Proses pembentukan atau penguraian zat di dalam sel yang disertai dengan adanya perubahan energi.
BAB IV METABOLISME Proses pembentukan atau penguraian zat di dalam sel yang disertai dengan adanya perubahan energi METABOLISME ANABOLISME Proses Pembentukan Contoh: Fotosintesis, Kemosintesis Sintesis
BAB VIII PROSES FOTOSINTESIS, RESPIRASI DAN FIKSASI NITROGEN OLEH TANAMAN
BAB VIII PROSES FOTOSINTESIS, RESPIRASI DAN FIKSASI NITROGEN OLEH TANAMAN 8.1. Fotosintesis Fotosintesis atau fotosintesa merupakan proses pembuatan makanan yang terjadi pada tumbuhan hijau dengan bantuan
REAKSI GELAP DAN FOTORESPIRASI. terang. Reaksi gelap sering disebut dengan istilah daur Benson-Calvin, hal ini
REAKSI GELAP DAN FOTORESPIRASI A. Reaksi Gelap Reaksi gelap merupakan bagian dari reaksi fotosintesis yang dalam prosesnya tidak membutuhkan energi cahaya. Reaksi ini terjadi setelah reaksi terang. Reaksi
BAB V FOTOSINTESIS. 5. proses terjadinya rreaksi terang dan gelap dalam proses fotosintesis.
BAB V FOTOSINTESIS A. STANDAR KOMPETENSI Mahasiswa mampu memahami proses fotosintesis dan mampu menguraikan mekanisme terjadinya fotosintesis pada tumbuhan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. B.
Pertemuan : Minggu ke 4 Estimasi waktu : 150 menit Pokok Bahasan : Fotosintesis : reaksi reduksi karbon Sub pokok bahasan : 1. Reaksi fiksasi dan
Pertemuan : Minggu ke 4 Estimasi waktu : 150 menit Pokok Bahasan : Fotosintesis : reaksi reduksi karbon Sub pokok bahasan : 1. Reaksi fiksasi dan reduksi karbon pada tumbuhan C-3. 2. Reaksi fiksasi dan
KEHIDUPAN SEL PELEPASAN ENERGI DALAM SEL
KEHIDUPAN SEL PELEPASAN ENERGI DALAM SEL Gimana UTSnya??? LUMAYAN...????!!? SILABUS PERTEMUAN KE- TGL MATERI 8 15 NOV 9 22 NOV 10 29 NOV KEHIDUPAN SEL (PELEPASAN ENERGI DALAM SEL) KEHIDUPAN SEL (PELEPASAN
KLOROPLAS. Oleh: Imroatul Mufidah
KLOROPLAS Oleh: Imroatul Mufidah 121810401007 JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JEMBER 2013 KLOROPLAS Di dalam sel terdapat berbagai organel yang berfungsi sebagai
Giant Panda (Ailuropoda melanoleuca)
Giant Panda (Ailuropoda melanoleuca) METABOLISME merupakan keseluruhan reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Transformasi energi selalu mengikuti setiap proses metabolisme. Transformasi
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Fotosintesis
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Fotosintesis (Fisiologi Tumbuhan) Disusun oleh J U W I L D A 06091009027 Kelompok 6 Dosen Pembimbing : Dra. Tasmania Puspita, M.Si. Dra. Rahmi Susanti, M.Si. Ermayanti,
luar yang mempengaruhi laju fotosintesis dan peranannya masing-masing 2. Mahasiswa mengetahui dan dapat menjelaskan faktorfaktor
Pertemuan : Minggu ke 5 Estimasi waktu : 150 menit Pokok Bahasan : Faktor-faktor yang mempengaruhi laju fotosintesis Sub pokok bahasan : 1. Faktor-faktor dan dalam tubuh tumbuhan 2. Faktor-faktor dan lingkungan
MODUL MATA PELAJARAN IPA
KERJASAMA DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA DENGAN FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA MODUL MATA PELAJARAN IPA Fotosintesis untuk kegiatan PELATIHAN PENINGKATAN MUTU GURU DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA
METABOLISME SEL; Dr. Refli., MSc Jurusan Biologi FST UNDANA Kupang, 2015
Fotosintesis & Respirasi Dr. Refli., MSc Jurusan Biologi FST UNDANA Kupang, 2015 Materi Kuliah Biologi Dasar. Jurusan Biologi FST Universitas Nusa Cendana. 2015 Pengertian METABOLISME SEL; Fotosintesis
FOTOSINTESIS. Fase perkembangan daun (muda/tua) Kedudukan daun
FOTOSINTESIS Komposisi bahan kering total tanaman sebagian besar terdiri atas bahan Carbon Karbohidrat bahan penyusun struktur tubuh tanaman dan sebagai sumber energi proses metabolisme Hill (seorang ahli
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Ekosistem Sungai Air merupakan salah satu sumber daya alam dan kebutuhan hidup yang penting dan merupakan sadar bagi kehidupan di bumi. Tanpa air, berbagai proses kehidupan
FAKTOR-FAKTOR FOTOSINTESIS 1 Oleh : Drs. Suyitno Al. MS 2. Fotosintesis merupakan aktivitas kompleks, dipengaruhi oleh banyak faktor,
FAKTOR-FAKTOR FOTOSINTESIS 1 Oleh : Drs. Suyitno Al. MS 2 Fotosintesis merupakan aktivitas kompleks, dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Faktor internal menyangkut kondisi
SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal Dibawah ini adalah bahan bahan yang diperlukan dalam proses fotosintesis, kecuali...
SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal 8.3 1. Dibawah ini adalah bahan bahan yang diperlukan dalam proses fotosintesis, kecuali... A. Air cahaya CO 2 O 2 Kunci Jawaban : D Bahan-bahan yang
Fotosintesis menghasilkan O 2
Cahaya Faktor esensial pertumbuhan dan perkembangan tanaman Cahaya memegang peranan penting dalam proses fisiologis tanaman, terutama fotosintesis, respirasi, dan transpirasi Fotosintesis : sebagai sumber
LAPORAN PRAKTIKUM MATA KULIAH FISIOLOGI TUMBUHAN FOTOSINTESIS
LAPORAN PRAKTIKUM MATA KULIAH FISIOLOGI TUMBUHAN FOTOSINTESIS Oleh : Bayu Widhayasa 0910480026 PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2010 BAB I PENDAHULUAN A. Latar
1 Asimilasi nitrogen dan sulfur
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tumbuhan tingkat tinggi merupakan organisme autotrof dapat mensintesa komponen molekular organik yang dibutuhkannya, selain juga membutuhkan hara dalam bentuk anorganik
Fiksasi Fotosintesis. Pati. Sitosol
Biosintesis BIOSINTESIS KARBOHIDRAT Chairani Shafira Utami/ 1306370732 Prodi S-1 Teknik Kimia, Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, Depok ABSTRAK Karbohidrat adalah senyawa
Fotografi Cahaya Terhadap Pigmen Warna Tanaman
Fotografi Cahaya Terhadap Pigmen Warna Tanaman Kasma Rusdi (G11113006) Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar, 2014 Abstrak Warna hijau pada daun merupakan salah
TOPIK : FOTOSINTESIS 1
1 TOPIK : FOTOSINTESIS 1 Oleh : Drs. Suyitno Al MS. 2 PENGANTAR Fotosintesis sudah akrab kita dengar. Pada dasarnya, fotosintesis merupakan proses penyusunan karbohidrat atau zat gula dengan menggunakan
Pertemuan : Minggu ke 7 Estimasi waktu : 150 menit Pokok Bahasan : Respirasi dan metabolisme lipid Sub pokok bahasan : 1. Respirasi aerob 2.
Pertemuan : Minggu ke 7 Estimasi waktu : 150 menit Pokok Bahasan : Respirasi dan metabolisme lipid Sub pokok bahasan : 1. Respirasi aerob 2. Respirasi anaerob 3. Faktor-faktor yg mempengaruhi laju respirari
SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal 8.1. Autotrof. Parasit. Saprofit
SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal 8.1 1. Makhluk hidup yang dapat berfotosintesis adalah makhluk hidup... Autotrof Heterotrof Parasit Saprofit Kunci Jawaban : A Makhluk hidup autotrof
TIGA PILAR UTAMA TUMBUHAN LINGKUNGAN TANAH
EKOFISIOLOGI TIGA PILAR UTAMA TUMBUHAN TANAH LINGKUNGAN Pengaruh salinitas pada pertumbuhan semai Eucalyptus sp. Gas-gas atmosfer, debu, CO2, H2O, polutan Suhu udara Intensitas cahaya, lama penyinaran
FOTOSINTESIS 9/19/2011 FOTOSINTESIS. Oleh : Ade Salimah, Ir. Syariful Mubarok, S.P. FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2007
FOTOSINTESIS Oleh : Ade Salimah, Ir. Syariful Mubarok, S.P. FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2007 FOTOSINTESIS A. PENGANTAR FOTOSINTESIS B. KLOROPLAS & IKHTISAR FOTOSINTESIS C. CAHAYA DAN PIGMEN
SMA XII (DUA BELAS) BIOLOGI METABOLISME
JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN SMA XII (DUA BELAS) BIOLOGI METABOLISME Metabolisme adalah seluruh reaksi kimia yang dilakukan oleh organisme. Metabolisme juga dapat dikatakan sebagai proses
RESPIRASI SELULAR. Cara Sel Memanen Energi
RESPIRASI SELULAR Cara Sel Memanen Energi TIK: Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa dapat menjelaskan cara sel memanen energi kimia melalui proses respirasi selular dan faktorfaktor yang mempengaruhi
Pertemuan : Minggu ke 3
Pertemuan : Minggu ke 3 Estimasi Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : 150 menit : Fotosintesis : reaksi cahaya : 1. Struktur dan peran organ fotosintesis 2. Fotolisis air dan fotofosforilasi Tujuan Khusus
TEORI PEMBENTUKAN ATP, KAITANNYA DENGAN PERALIHAN ASAM-BASA. Laurencius Sihotang BAB I PENDAHULUAN
TEORI PEMBENTUKAN ATP, KAITANNYA DENGAN PERALIHAN ASAM-BASA Laurencius Sihotang BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Semua kehidupan di bumi ini bergantung kepada fotosintesis baik langsung maupun tidak
Tim Dosen : Dr.H.Saefudin, M.Si Drs.Amprasto,M.Si
Tim Dosen : Dr.H.Saefudin, M.Si Drs.Amprasto,M.Si Tujuan Perkuliahan Memiliki pemahaman tentang konsep dan prinsip ekofisiologi, Menerapkan prinsip-prinsip ekofisiologi baik pada tumbuhan maupun hewan.
SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal ph (derajat keasaman) apabila tidak sesuai kondisi akan mempengaruhi kerja...
SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal 8.4 1. ph (derajat keasaman) apabila tidak sesuai kondisi akan mempengaruhi kerja... Klorofil Kloroplas Hormon Enzim Salah satu faktor yang mempengaruhi
02. Jika laju fotosintesis (v) digambarkan terhadap suhu (T), maka grafik yang sesuai dengan bacaan di atas adalah (A) (C)
Pengaruh Kadar Gas Co 2 Pada Fotosintesis Tumbuhan yang mempunyai klorofil dapat mengalami proses fotosintesis yaitu proses pengubahan energi sinar matahari menjadi energi kimia dengan terbentuknya senyawa
BIOLOGI JURNAL ANABOLISME DAN KATABOLISME MEILIA PUSPITA SARI (KIMIA I A)
BIOLOGI JURNAL ANABOLISME DAN KATABOLISME MEILIA PUSPITA SARI (KIMIA I A) PROGRAM STUDI KIMIA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA Jalan Ir. H. Juanda No. 95
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tebu ( Saccharum officinarum L.)
3 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tebu (Saccharum officinarum L.) Saccharum officinarum L., merupakan spesies tebu yang termasuk dalam kelas monokotiledon, ordo Glumaceae, famili Graminae, dan genus Saccharum
LAPORAN EKSPERIMEN FOTO SISTESIS
LAPORAN KARYA TEKNOLOGI TEPAT GUNA LAPORAN EKSPERIMEN FOTO SISTESIS Oleh: Supratman, S.Pd. SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 12 BENGKULU 2009 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Fotosintesis berasal dari kata
Metabolisme Energi. Pertemuan ke-4 Mikrobiologi Dasar. Prof. Ir. H. Usman Pato, MSc. PhD. Fakultas Pertanian Universitas Riau
Metabolisme Energi Pertemuan ke-4 Mikrobiologi Dasar Prof. Ir. H. Usman Pato, MSc. PhD. Fakultas Pertanian Universitas Riau Sumber Energi Mikroba Setiap makhluk hidup butuh energi untuk kelangsungan hidupnya
Secara sederhana, oksidasi berarti reaksi dari material dengan oksigen. Secara kimiawi: OKSIDASI BIOLOGI
Proses oksidasi Peranan enzim, koenzim dan logam dalam oksidasi biologi Transfer elektron dalam sel Hubungan rantai pernapasan dengan senyawa fosfat berenergi tinggi Oksidasi hidrogen (H) dalam mitokondria
BIOLOGI. Nissa Anggastya Fentami, M.Farm, Apt
BIOLOGI Nissa Anggastya Fentami, M.Farm, Apt Metabolisme Sel Metabolisme Metabolisme merupakan totalitas proses kimia di dalam tubuh. Metabolisme meliputi segala aktivitas hidup yang bertujuan agar sel
Oleh: Tim Biologi Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya 2013
Energi & METABOLISME Oleh: Tim Biologi Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya 2013 Sesuatu yang diperlukan untuk aktivitas seluler, seperti pertumbuhan, gerak, transport molekul maupun ion
Mit Mi ochondria ochondri
RESPIRASI 6O 2 + C 6 H 12 O 6 6CO 2 + 6H 2 O + Energy Cellular Respiration: Perubahan Glucose menjadi ATP dengan menggunakan O 2 Proses pembentukan ATP melalui penguraian Glucose dengan adanya Oksigen
Dr. Dwi Suryanto Prof. Dr. Erman Munir Nunuk Priyani, M.Sc.
BIO210 Mikrobiologi Dr. Dwi Suryanto Prof. Dr. Erman Munir Nunuk Priyani, M.Sc. Kuliah 4-5. METABOLISME Ada 2 reaksi penting yang berlangsung dalam sel: Anabolisme reaksi kimia yang menggabungkan bahan
ACARA 2 METABOLISME. Kadar Simpanan Amilum dalam Daun Monokotil dan Dikotil
ACARA 2 METABOLISME Kadar Simpanan Amilum dalam Daun Monokotil dan Dikotil I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pati atau amilum, polisakarida simpanan pada tumbuhan, adalah suatu polimer yang secara keseluruhan
Antiremed Kelas 12 Biologi
Antiremed Kelas 12 Biologi UTS BIOLOGI latihan 1 Doc Name : AR12BIO01UTS Version : 2014-10 halaman 1 01. Perhatikan grafik hasil percobaan pertumbuhan kecambah di tempat gelap, teduh, dan terang berikut:
Sumber: (http://www.vet.unicen.edu.ar/html/areas/biologia%20celular%20y%20sistematica/docume ntos/2011/fotosintesis1.pdf)
FOTOSINTESIS Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti penyusunan. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organik H 2 O dan CO 2 menjadi senyawa organik
SIKLUS OKSIGEN. Pengertian, Tahap, dan Peranannya
SIKLUS OKSIGEN Pengertian, Tahap, dan Peranannya Apa yang terbesit dalam pikiran anda bila mendengar kata oksigen? Seperti yang kita tahu, oksigen bagian dari hidup kita yang sangat kita butuhkan keberadaannya.
Peta Konsep. Kata Kunci. fotosintesis. klorofil autothrof. 126 IPA SMP/MTs Kelas VIII. Proses fotosintesis. Reaksi terang. Reaksi gelap.
Peta Konsep Proses fotosintesis Reaksi terang Reaksi gelap Fotosintesis Faktor-faktor yang memengaruhi fotosintesis Air (H 2 O Karbondioksida (CO 2 Cahaya matahari Suhu Oksigen (O 2 Kata Kunci fotosintesis
Secara sederhana, oksidasi berarti reaksi dari material dengan oksigen OKSIDASI BIOLOGI
Proses oksidasi Peranan enzim, koenzim dan logam dalam oksidasi biologi Transfer elektron dalam sel Hubungan rantai pernapasan dengan senyawa fosfat berenergi tinggi Oksidasi hidrogen (H) dalam mitokondria
A. Respirasi Selular/Aerobik
UNSYIAH Universitas Syiah Kuala Pendahuluan METABOLISME Pengantar Biologi MPA-107, 3 (2-1) Kuliah 4 SEL: RESPIRASI Tim Pengantar Biologi Jurusan Biologi FMIPA Unsyiah ANABOLISME (Pembentukan molekul kompleks
I. PENDAHULUAN. perikanan. Pakan juga merupakan faktor penting karena mewakili 40-50% dari
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pakan merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam budidaya perikanan. Pakan juga merupakan faktor penting karena mewakili 40-50% dari biaya produksi. Pakan
5 Kimia dalam Ekosistem. Dr. Yuni. Krisnandi
5 Kimia dalam Ekosistem Dr. Yuni. Krisnandi 13-10-06 Pendahuluan: apakah ekosistem itu? Suatu ekosistem teridiri dari komunitas biologi yang terjadi di suatu daerah, dan faktor-faktor kimia dan fisika
Metabolisme : Enzim & Respirasi
Metabolisme : Enzim & Respirasi SMA Regina Pacis Ms. Evy Anggraeny August 2014 1 Pengantar Metabolisme Yaitu modifikasi reaksi biokimia dalam sel makhluk hidup Aktivitas sel Metabolit Enzim/fermen Macamnya
TINJAUAN PUSTAKA Karakteristik dan Klasifikasi Bakteri Metanotrof Metanotrof sebagai Bakteri Pengoksidasi Metan
TINJAUAN PUSTAKA Karakteristik dan Klasifikasi Bakteri Metanotrof Bakteri metanotrof adalah bakteri Gram negatif, bersifat aerob dan menggunakan metan sebagai sumber karbon dan energi (Auman 2001). Karakteristik
LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TANAMAN: FOTOSINTESIS. Nama : Sonia Tambunan NIM : Kelompok : Senin, Asisten : Abdulah Mujahid
LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TANAMAN: FOTOSINTESIS Nama : Sonia Tambunan NIM : 105040201111171 Kelompok : Senin, 11.00 Asisten : Abdulah Mujahid PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS
BAB VII PEMBANGKITAN TENAGA DI DALAM SEL
BAB VII PEMBANGKITAN TENAGA DI DALAM SEL I. PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan proses-proses pembangkitan energi dalam sel yang terjadi pada mitokondria, sitosol maupun dalam kloroplas. Struktur dan fungsi
bio.unsoed.ac.id A. Tumbuhan C3 .l Disampaikan pada saatacara kunjungan SDITAIam Harapan Umat Purbalingga, pada tanggal 12 TUMBUHAN C3, C4,DAN CAM-)
TUMBUHAN C3, C4,DAN CAM-) Oleh: Dr. Murni Dwiati, M.Si **) PENDAHULUAN Berdasarkan tipe fotosintesis, tumbuhan dibagi ke dalam tiga kelompok besar, yaitu C3, C4, dan CAM (Crassulacean Acid Metabolism).
LATIHAN SOAL ULANGAN HARIAN
LATIHAN SOAL ULANGAN HARIAN Mata Pelajaran Materi Kelas/Sem Waktu Guru Sekolah : Ilmu Pengetahuan Alam : Fotosintesis : VIII/2 : 80 menit : Heri Priyanto, S.Si., M.Si : SMP N 4 Kalikajar Wonosobo 1. Perhatikan
LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN RESPIRASI PADA TUMBUHAN. Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Fisiologi Tumbuhan
LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN RESPIRASI PADA TUMBUHAN Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Fisiologi Tumbuhan yang diampu oleh Drs.Dahlia, M.Pd Disusun oleh : Kelompok II/Offering A 1. Annas
BAB 4 SIKLUS BIOGEOKIMIA
Siklus Biogeokimia 33 BAB 4 SIKLUS BIOGEOKIMIA Kompetensi Dasar: Menjelaskan siklus karbon, nitrogen, oksigen, belerang dan fosfor A. Definisi Siklus Biogeokimia Siklus biogeokimia atau yang biasa disebut
BAB III FOTOSINTESIS. Buku Pelajaran Sains SMP Kelas VIII 38. Fotosintesis
BAB III FOTOSINTESIS Apakah fotosintesis itu? Dimanakah terjadinya proses fotosintesis? Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi proses fotosintesis? Masalah apa yang akan dibahas? Tu mb uha n mer upa kan
SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal 8.5
SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal 8.5 1. Hasil fotosintesis berupa... Oksigen dan karbondioksida Karbondioksida dan amilum Oksigen dan amilum Karbondioksida dan selulosa Pada proses
Klorofil menangkap cahaya, kemudian energi yang ditangkap klorofil tersebut digunakan untuk memecah molekul air.
Proses Fotosintesis dan Latihan Soal FOTOSINTESIS Materi : Fotosintesis Tahapan-tahapan Fotosintesis 1. Rekasi terang 2. Reaksi gelap REAKSI TERANG Klorofil menangkap cahaya, kemudian energi yang ditangkap
Praktikum Ingenhousz : fotosintesis menghasilkan oksigen
Praktikum Ingenhousz : fotosintesis menghasilkan oksigen Ada beberapa jenis praktikum yang berkaitan dengan bab fotosintesis, mulai disain untuk mengamati produk fotosintesis hingga membuktikan faktor-faktor
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. panjang gelombangnya atau frekuensinya. Semakin pendek panjang
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Spektrum Elektromagnetik Spektrum gelombang elektromagnetik dapat dikelompokkan berdasarkan panjang gelombangnya atau frekuensinya. Semakin pendek panjang gelombangnya semakin
2. TINJAUAN PUSTAKA. kondisi yang sulit dengan struktur uniseluler atau multiseluler sederhana. Contoh
2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mikroalga Nannochloropsis sp. Mikroalga merupakan mikroorganisme prokariotik atau eukariotik yang dapat berfotosintesis dan dapat tumbuh dengan cepat serta dapat hidup dalam kondisi
FOTOSINTESIS PADA TUMBUHAN
1: ILMU PENGETAHUAN ALAM KELAS V FOTOSINTESIS PADA TUMBUHAN Ayo belajar Disusun oleh: retno Safitri Dwi Sunarih 111134079/4a PGSD USD 2: ILMU PENGETAHUAN ALAM KELAS V SEMESTER Disusun oleh : Retno Safitri
BAB VIII FOTOSINTESIS
BAB VIII FOTOSINTESIS Apakah fotosintesis itu? Dimanakah terjadinya proses fotosintesis? Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi proses fotosintesis? Masalah apa yang akan dibahas? Bunga indah merekah,
organel yang tersebar dalam sitosol organisme
STRUKTUR DAN FUNGSI MITOKONDRIA Mitokondria Mitokondria merupakan organel yang tersebar dalam sitosol organisme eukariot. STRUKTUR MITOKONDRIA Ukuran : diameter 0.2 1.0 μm panjang 1-4 μm mitokondria dalam
Atmosphere Biosphere Hydrosphere Lithosphere
Atmosphere Biosphere Hydrosphere Lithosphere Atmosfer Troposfer Lapisan ini berada pada level yang paling rendah, campuran gasgasnya adalah yang paling ideal untuk menopang kehidupan di bumi. Di lapisan
SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLatihan Soal 11.4
1. Perubahan energi yang trjadi didalam kloropas adalah.... SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLatihan Soal 11.4 Energi cahaya menjadi energi potensial Energi kimia menjadi energi gerak
PENDAHULUAN. Indonesia. Kebutuhan kacang tanah dari tahun ke tahun terus meningkat sejalan
PENDAHULUAN Latar Belakang Kacang tanah adalah komoditas agrobisnis yang bernilai ekonomi cukup tinggi dan merupakan salah satu sumber protein dalam pola pangan penduduk Indonesia. Kebutuhan kacang tanah
Peta Konsep. komponen enzim. Ko-enzim. Cara kerja enzim. Bekerja secara spesifik Sifat-sifat enzim. Glikolisis. Siklus krebs.
Bab 2 Metabolisme Sel Bab 2 Metabolisme Sel Pengertian metabolisme Peta Konsep komponen enzim Gugus prostetik Ko-enzim Ion-ion organik Cara kerja enzim Teori gembok dan anak kunci Teori kecocokan yang
TUGAS PRESENTASI ILMU PENGETAHUAN BUMI & ANTARIKSA ATMOSFER BUMI
TUGAS PRESENTASI ILMU PENGETAHUAN BUMI & ANTARIKSA ATMOSFER BUMI ATMOSFER BUMI 6.1. Awal Evolusi Atmosfer Menurut ahli geologi, pada mulanya atmosfer bumi mengandung CO 2 (karbon dioksida) berkadar tinggi
BAB X TAHAP-TAHAP TERBENTUKNYA KEHIDUPAN
10-1 BAB X TAHAP-TAHAP TERBENTUKNYA KEHIDUPAN Berdasarkan fakta di alam dan hasil-hasil percobaan di laboratorium hanya teori evolusi biokimia yang paling dapat memberi penjelasan secara ilmiah tentang
METABOLISME MIKROORGANISME
METABOLISME MIKROORGANISME Mengapa mempelajari metabolisme? Marlia Singgih Wibowo School of Pharmacy ITB Tujuan mempelajari metabolisme mikroorganisme Memahami jalur biosintesis suatu metabolit (primer
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.1 Botani Kacang Tanah (Arachis hypogaeal.) Fachruddin (2000), menjelaskan bahwa klasifikasi tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) adalah sebagai berikut. Divisi : Spermatophyta
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Biologi Spirulina sp.
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Biologi Spirulina sp. Spirulina sp. merupakan mikroalga yang menyebar secara luas, dapat ditemukan di berbagai tipe lingkungan, baik di perairan payau, laut dan tawar. Spirulina
PERANAN MIKROORGANISME DALAM SIKLUS UNSUR DI LINGKUNGAN AKUATIK
PERANAN MIKROORGANISME DALAM SIKLUS UNSUR DI LINGKUNGAN AKUATIK 1. Siklus Nitrogen Nitrogen merupakan limiting factor yang harus diperhatikan dalam suatu ekosistem perairan. Nitrgen di perairan terdapat
DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Medan 2009
PEROKSISOM BIOGENESIS, STRUKTUR, DAN FUNGSI Oleh Ratna Rosanty Lahay NIP 131836670 DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Medan 2009 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis
FOTOSINTESIS & LINGKUNGAN
FOTOSINTESIS & LINGKUNGAN 6CO 2 + 12H 2 O C 6 H 12 O 6 + 6O 2 + 6H 2 O Sumber Carbon Dioxide: CO 2 masuk ke dalam daun lewat stomata melalui proses diffusi (Passive Process) Larut dalam air tanaman menjadi
SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 10. SISTEM ORGANISASI KEHIDUPANLatihan Soal 10.5
SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 10. SISTEM ORGANISASI KEHIDUPANLatihan Soal 10.5 1. Perubahan energi yang trjadi didalam kloropas adalah.... Energi kimia menjadi energi gerak Energi cahaya menjadi energi potensial
BAB I PENDAHULUAN. diakibatkan akumulasi emisi karbondioksida (CO 2 ). Kelangkaan bahan bakar fosil
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penduduk dunia di masa mendatang akan menghadapi dua permasalahan yang serius, yaitu kelangkaan bahan bakar fosil dan perubahan iklim global yang diakibatkan akumulasi
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Perubahan Ion Leakage Ion merupakan muatan larutan baik berupa atom maupun molekul dan dengan reaksi transfer elektron sesuai dengan bilangan oksidasinya menghasilkan ion.
METABOLISME KARBOHIDRAT PADA TUMBUHAN. MAKALAH Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Biokimia Yang dibina oleh Bapak Drs. I Wayan Sumberartha,M.
METABOLISME KARBOHIDRAT PADA TUMBUHAN MAKALAH Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Biokimia Yang dibina oleh Bapak Drs. I Wayan Sumberartha,M. Sc Disusun oleh: Kelompok 6 Offering A 2016 Adek Larasati Sanjaya
LAJU FOTOSINTESIS PADA BERBAGAI PANJANG GELOMBANG CAHAYA. Tujuan : Mempelajari peranan jenis cahaya dalam proses fotosintesis.
LAJU FOTOSINTESIS PADA BERBAGAI PANJANG GELOMBANG CAHAYA Tujuan : Mempelajari peranan jenis cahaya dalam proses fotosintesis. Pendahuluan Fotosintesis merupakan proses pemanfaatan enegi matahari oleh tumbuhan
Setelah mempelajari bab ini, siswa diharapkan mampu:
Yuuukk! Kita cari tau lebih banyak dari yang kita tau Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini, siswa diharapkan mampu: 1. Mengetahui dan memahami konsep fotosintesis. 2. Mengetahui tempat terjadinya
4. Respirasi aerob menghasilkan produk berupa A. sukrosa B. glukosa C. CO D. oksigen
1. Pada respirasi terjadi proses pemakaian karbohidrat menjadi piruvat yang disebut... A. siklus Krebs B. siklus Calvin C. fermentasi D. glikolisis E. fiksasi Pada proses glikolisis, glukosa (C6) di pecah
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Tinggi Bibit (cm) Dari hasil sidik ragam (lampiran 4a) dapat dilihat bahwa pemberian berbagai perbandingan media tanam yang berbeda menunjukkan pengaruh nyata terhadap tinggi
3. ARUS ENERGI DAN DAUR MATERI DALAM EKOSISTEM
3. ARUS ENERGI DAN DAUR MATERI DALAM EKOSISTEM 3.1. PENGERTIAN ARUS ENERGI DAN DAUR MATERI Semua organisme memerlukan energi untuk tumbuh, berkembang biak, bergerak dan melaksanakan fungsi-fungsi tubuhnya.
