LAMPIRAN-LAMPIRAN 70

dokumen-dokumen yang mirip
No. 8/ 28 /DPBPR Jakarta, 12 Desember 2006 SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK PERKREDITAN RAKYAT DI INDONESIA

Akuntansi Modal Bank K E L O M P O K 4 : H A F I L I A P O N G G O H O N G S U S A N T I A S S A S A R W I N D A S A R I R I K I K U M A U N A N G

PINJAMAN SUBORDINASI

KATA PENGANTAR. Jakarta, April 2005 BANK INDONESIA Direktorat Perizinan dan Informasi Perbankan

KATA PENGANTAR. Jakarta, Oktober 2005 BANK INDONESIA Direktorat Perizinan dan Informasi Perbankan

Perhitungan Rasio Keuangan BPR Konvensional. Kas (0%) Sertifikat Bank Indonesia (0%) 0 0 0

PT. BPR BUMIASIH NBP 13 STABAT ANGGARAN DAN REALISASI BIAYA OPERASIONAL TAHUN 2008 KUMULATIP

DAFTAR ISI. I. DAFTAR ISI i. II. PENJELASAN ii. III. DAFTAR SINGKATAN iv. IV. DAFTAR ISTILAH v. V. DAFTAR RASIO vi. VI.

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data yang telah

BAB II KAJIAN PUSTAKA. keuangan yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap laporan keuangan.

RMK AKUNTANSI PERBANKAN DAN LPD AKUNTANSI MODAL BANK

CAKUPAN DATA. AKSES DATA Data Antar Bank Aktiva dapat di akses dalam website BI :

DAFTAR ISTILAH. Aktiva produktif baik yang sudah maupun yang mengandung potensi tidak memberikan penghasilan atau menimbulkan kerugian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. adalah Ibnu Fariz ini berjudul Pengaruh LDR,NPL, APB, IRR,PDN, BOPO,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini dan buku serta tulisan-tulisan lain yang berhubungan dengan

Laporan Gabungan Neraca (Aset)

Laporan Gabungan Neraca (Aset)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Ibnu Fariz ini berjudul Pengaruh LDR,NPL, APB, IRR,PDN, BOPO, PR, Dan

KONSOLIDASI POS-POS. Des 2005 Des 2004 Des 2005 Des 2004 AKTIVA 41,215 28,657

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Dinda Yani Kusuma (2011)

BAB II KAJIAN TEORI DAN PERUMUSAN PERTANYAAN PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dilakukan oleh Riestyana Indri Hapsari (2012) Pengaruh LDR, IPR, NPL, APYD, IRR, BOPO, FBIR,NIM, PR, dan FACR

NERACA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PER 31 MARET 2007 (Dalam Jutaan Rupiah)

PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) NERACA PER 30 SEPTEMBER 2003 & 2002

Lampiran 1 Surat Edaran Bank Indonesia No. 8 / 3 / DPNP tanggal 30 Januari 2006

A. KOMPONEN AKTIVA PRODUKTIF

NERACA BULANAN BPR BESERTA REKENING ADMINISTRATIF

Kredit yang Diberikan Keterangan Tahun Dana yang Diterima Keterangan Tahun Kredit yang Diberikan Keterangan Tahun 2012

No.8/26/DPbS Jakarta, 14 November 2006 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA BANK PERKREDITAN RAKYAT BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH DI INDONESIA

RINGKASAN EKSEKUTIF : : :

NERACA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PER 30 SEPTEMBER 2007 DAN 2006 (Dalam Jutaan Rupiah)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Anggraini Pudji Lestari (2010) dengan topik Pengaruh rasio Likuiditas, Kualitas

NERACA KONSOLIDASIAN

keuangan untuk menutupi risiko kerugian yang mungkin akan terjadi.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Peran perbankan dalam membangun ekonomi merupakan salah satu sektor

BAB II TEORI PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK. bank, maupun OJK selaku pemilik otoritas dalam mengawasi bank. 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Salah satu ukuran untuk melihat kinerja keuangan perbankan adalah melalui

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN METODE CAMEL PADA PD BPR BKK KANTOR CABANG TIRTOMOYO TAHUN NASKAH PUBLIKASI

BAB III METODE PENELITIAN. metode deskreptif pada perusahaan, yaitu dengan cara menganalisis data-data

Laporan Keuangan Triwulanan 30 September 2009

Posisi Desember Pos-Pos

ANALISIS KINERJA BANK

SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 8 /SEOJK.03/2016

PERHITUNGAN KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM. PT BANK BALI Tbk ( Induk Perusahaan ) Per 31 Maret 2002 dan 2001.

N E R A C A Per 30 September 2009 Dan 2008 (Dalam Jutaan Rupiah) Pos - Pos

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Rasio permodalan diukur dengan membandingkan antara rasio Modal

PASAL DEMI PASAL. Pasal 1 Cukup jelas. Pasal 2 Cukup jelas.

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian.

Posisi Desember Pos-Pos

ANALISIS KESEHATAN LEMBAGA PERKREDITAN DESA (LPD) STUDI KASUS PADA LPD DESA ADAT KEDONGANAN KUTA BADUNG TAHUN

Dewan Komisaris - Presiden Komisaris : Humayunbosha - Komisaris : Fergus John Murphy - Komisaris : Shanti Lasminingsih Poesposoetjipto

NERACA KONSOLIDASI Tanggal 30 Juni 2002 dan 2001 ( Dalam jutaan rupiah )

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA KOPERASI LAUT SEJAHTERA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TEGAL SARI KOTA TEGAL

Dewan Komisaris - Presiden Komisaris : Humayunbosha - Komisaris : Fergus John Murphy - Komisaris : Shanti Lasminingsih Poesposoetjipto

NERACA KONSOLIDASI. Tanggal 30 September 2002 dan ( Dalam jutaan rupiah )

TUGAS AKHIR. Oleh : Rhomandani Mustika Budiarti

Dewan Komisaris - Presiden Komisaris : Humayunbosha - Komisaris : Robert Jan Van Zadelhoff *) - Komisaris : Shanti Lasminingsih Poesposoetjipto

NERACA PER 31 MARET 2005 & 2004 (Dalam Jutaan Rupiah) NO POS - POS

PENGURUS BANK PEMILIK BANK

Analisis Kinerja Keuangan I Made Suidarma dan I Gusti Nengah Darma Diatmika 143

Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan Neraca STANDARD CHARTERED BANK WISMA STANDARD CHARTERED,.JL.SUDIRMAN KAV 33 A, Telp.

LAPORAN NERACA PUBLIKASI PT BPR BEPEDE KUTAI SEJAHTERA Tanggal : 30 Juni 2017

Formulir 2 NERACA MINGGUAN PADA TANGGAL AKHIR PERIODE DATA LAPORAN

BAB II LANDASAN TEORI. dalam kondisi sehat. Tingkat kesehatan BPR Hasa Mitra periode 2006 sampai

LAPORAN NERACA PUBLIKASI PT BPR BEPEDE KUTAI SEJAHTERA Tanggal : 31 Maret 2017

- 1 - DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Perhitungan Nilai CAR BRI periode

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAMEL PADA BANK SYARIAH MANDIRI PERIODE ( ) MUHAMAD IHSAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

LAPORAN NERACA PUBLIKASI PT BPR DANA BINTAN SEJAHTERA Tanggal : 30 Juni 2017

LAPORAN NERACA PUBLIKASI PT BPR DANA BINTAN SEJAHTERA Tanggal : 31 Maret 2017

Pertanyaan-pertanyaan Manajemen

PT Bank Rabobank International Indonesia PENGURUS BANK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengaruh Risiko Usaha Terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR) pada

PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) NERACA PER 31 DESEMBER 2003 & 2002

BAB III METODE PENELITIAN. Sampel bank umum syariah yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bank Syariah Mandiri

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sensitifitas terhadap pasar, efisiensi, dan profitabilitas terhadap capital adequacy

LAPORAN NERACA PUBLIKASI PD. BPR BKK LASEM Tanggal : 30 Juni 2015

BAB IX ANALISIS KEBERHASILAN BANK. Alat likuid: uang kas di bank dan rekening giro yang disimpan di Bank Indonesia

II. TINJAUAN PUSTAKA Bentuk Hukum, Permodalan dan Kepemilikan Bank Syariah

Dewan Komisaris - Presiden Komisaris : Humayunbosha - Komisaris : Fergus John Murphy - Komisaris : Shanti Lasminingsih Poesposoetjipto

2.1 Penelitian Terdahulu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bersama-sama guna mengetahui hubungan diantara pos-pos tertentu baik dalam

PT Bank Rabobank International Indonesia

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

Transkripsi:

LAMPIRAN-LAMPIRAN 70

71 LAMPIRAN I Neraca, Laporan Laba Rugi dan Laporan Perkembangan Per 31 Desember 2011-2013

72 LAMPIRAN II Perhitungan Penyediaan Modal Minimum Per 31 Desember 2011-2013

73 PERHITUNGAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM BANK MENURUT BANK INDONESIA Periode Desember 2011 Keterangan Bobot Resiko (%) Nominal I. Aktiva Tertimbang Menurut Resiko A. Aktiva Neraca 1. Kas 134.751 0 2.SBI - 0 3.Kredit yang dijamin dengan Deposito Berjangka & Tabungan pada Bank Lain - 0 4. Giro, Deposito Berjangka, Sertifikat Deposito, ATMR Tabungan serta tagihan lainnya pada Bank lain 6.901.933 20 1.380.387 5. Kredit kepada Bank lain Pemerintah Daerah 20 6. Kredit yang dijamin oleh Bank lain Pemerintah daerah 20 7. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dijamin Hipotik pertama dengan tujuan untuk dihuni 20 8. Tagihan kepada atau yang dijamin oleh : a. BUMD 100 b. Perorangan 29.970.740 100 29.970.740 c. Koperasi 100 d. Perusahaan Lainnya 100 e. Lain-Lain 100 9. Aktiva Tetap & Inventaris ( Nilai Buku ) 393.016 100 393.016 10. Aktiva Lainnya selain tersebut diatas 470.136 100 470.136 B. Jumlah ATMR 37.870.576 32.214.279 Total Asset 36.497.824

74 Keterangan Jml Setiap Komponen Batas Maks Jumlah II. Modal 1. Modal Inti a. Modal disetor 4.000.000 100 4.000.000 b. Modal sumbangan 100 c. Cadangan umum 1.892.926 100 1.892.926 d. Cadangan tujuan 1.828.419 100 1.828.419 e. Laba ditahan 100 f. Laba bersih tahun lalu 100 g. Rugi tahun lalu 100 h. Laba bersih tahun berjalan 2.395.764 50 1.197.882 i. Rugi tahun berjalan 100 *Sub total 10.117.109 8.919.227 j. Good Will 100 k. Kekurangan PPAP 100 Jumlah Modal inti 10.117.109 8.919.227 2. Modal pelengkap a. Cadangan Revaluasi aktiva Tetap 100 b. Cadangan Penghapusan Aktiva yang Diklasifikasikan (maks 1,25 % X ATMR ) 402.678 125 402.678 c. Modal Kuasi / Modal Pinjaman 100 d. Pinjaman Subordinasi 50 (maksimum 100 % dari modal inti ) # jumlah modal pelengkap 402.678 402.678 # jumlah modal pelengkap yang diperhitungkan (maksimum 100% dari modal inti) 3. Jumlah modal 9.321.905 III Modal Minimum per Des 8% X ATMR 2.577.142 IV Kelebihan / kekurangan modal 6.744.763 V CAR ( Modal : ATMR ) 28,94 PERHITUNGAN

75 PENYEDIAAN MODAL MINIMUM BANK MENURUT BANK Keterangan INDONESIA Jml Setiap Komponen Batas Maks Jumlah Periode Desember 2012 Keterangan I. Aktiva Tertimbang Menurut Resiko A. Aktiva Neraca Nominal Bobot Resiko 1. Kas 263.096 0 ATMR 2.SBI 0 3.Kredit yang dijamin dengan Deposito Berjangka & Tabungan pada Bank Lain 0 4. Giro, Deposito Berjangka, Sertifikat Deposito, Tabungan serta tagihan lainnya pada Bank lain 5.995.136 20 1.199.027 5. Kredit kepada Bank lain Pemerintah Daerah 20 6. Kredit yang dijamin oleh Bank lain Pemerintah daerah 20 7. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dijamin Hipotik pertama dengan tujuan untuk dihuni 20 8. Tagihan kepada atau yang dijamin oleh : a. BUMD 100 b. Perorangan 32.081.882 100 32.081.882 c. Koperasi 100 d. Perusahaan Lainnya 100 e. Lain-Lain 100 9. Aktiva Tetap & Inventaris ( Nilai Buku ) 345.655 100 345.655 10. Aktiva Lainnya selain tersebut diatas 29.000 100 29.000 B. Jumlah ATMR 38.714.769 33.655.564 Total Asset 37.639.514

76 II. Modal 1. Modal Inti a. Modal disetor 4.000.000 100 4.000.000 b. Modal sumbangan 100 c. Cadangan umum 2.372.078 100 2.372.078 d. Cadangan tujuan 2.307.572 100 2.307.572 e. Cadangan belum ditentukan tujuannya 2.431.456 100 2.431.456 f. Laba ditahan 100 g. Laba bersih tahun lalu 100 h. Rugi tahun lalu 100 i. Laba bersih tahun berjalan 2.431.456 50 1.215.728 j. Rugi tahun berjalan 100 *Sub total 13.542.562 12.326.834 k. Good Will 100 l. Kekurangan PPAP 100 Jumlah Modal inti 13.542.562 12.326.834 2. Modal pelengkap a. Cadangan Revaluasi aktiva Tetap 100 b. Cadangan Penghapusan Aktiva yang Diklasifikasikan (maks 1,25 % X ATMR ) 420.695 125 420.695 c. Modal Kuasi / Modal Pinjaman 100 d. Pinjaman Subordinasi 50 (maksimum 100 % dari modal inti ) # jumlah modal pelengkap 420.695 420.695 # jumlah modal pelengkap yang diperhitungkan (maksimum 100% dari modal inti) 3. Jumlah modal 12.747.529 III Modal Minimum per Des 8% X ATMR 2.692.445 IV Kelebihan / kekurangan modal 10.055.084 V CAR ( Modal : ATMR ) 37,88

77 PERHITUNGAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM BANK MENURUT BANK INDONESIA Periode Desember 2013 Keterangan Nominal Bobot Resiko ATMR I. Aktiva Tertimbang Menurut Resiko A. Aktiva Neraca 1. Kas 184.409 0 2.SBI 0 3.Kredit yang dijamin dengan Deposito Berjangka & Tabungan pada Bank Lain 0 4. Giro, Deposito Berjangka, Sertifikat Deposito, Tabungan serta tagihan lainnya pada Bank lain 6.507.191 20 1.301.438 5. Kredit kepada Bank lain Pemerintah Daerah 20 6. Kredit yang dijamin oleh Bank lain Pemerintah daerah 20 7. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dijamin Hipotik pertama dengan tujuan untuk dihuni 20 8. Tagihan kepada atau yang dijamin oleh : a. BUMD 100 b. Perorangan 36.093.295 100 36.093.295 c. Koperasi 100 d. Perusahaan Lainnya 100 e. Lain-Lain 100 9. Aktiva Tetap & Inventaris ( Nilai Buku ) 278.511 100 278.511 10. Aktiva Lainnya selain tersebut diatas 29.000 100 29.000 B. Jumlah ATMR 43.092.406 37.702.244 Total Asset 42.253.550

78 Jml Setiap Komponen Batas Maks Keterangan Jumlah II. Modal 1. Modal Inti a.modal disetor 4.700.000 100 4.700.000 b. Modal sumbangan 100 c. Cadangan umum 2.858.369 100 2.858.369 d. Cadangan tujuan 2.793.863 100 2.793.863 e. Cadangan belum ditentukan tujuannya 2.519.350 100 2.519.350 f. Laba ditahan 100 g. Laba bersih tahun lalu 100 h. Rugi tahun lalu 100 i. Laba bersih tahun berjalan 2.519.350 50 1.259.675 j. Rugi tahun berjalan 100 *Sub total 15.390.932 14.131.257 100 k. Good Will 100 l. Kekurangan PPAP Jumlah Modal inti 15.390.932 14.131.257 2. Modal pelengkap 100 a. Cadangan Revaluasi aktiva Tetap 100 b. Cadangan Penghapusan Aktiva yang Diklasifikasikan (maks 1,25 % X ATMR ) 471.278 125 471.278 c. Modal Kuasi / Modal Pinjaman 100 d. Pinjaman Subordinasi 50 (maksimum 100 % dari modal inti ) # jumlah modal pelengkap 471.278 471.278 # jumlah modal pelengkap yang diperhitungkan (maksimum 100% dari modal inti) 3. Jumlah modal 14.602.535 III Modal Minimum per Des 8% X ATMR 3.016.180 IV Kelebihan / kekurangan modal 11.586.355 V CAR ( Modal : ATMR ) 38,73

79 LAMPIRAN III Laporan Perhitungan Kualitas Aktiva produktif Per 31 Desember 2011-2013 Tabel I

80 Perhitungan Kualitas-Aktiva Produktif Periode Tahun 2011 Keterangan Nominal Bobot Jumlah I. Aktiva produktif yang diklasifikasikan (APYD) 1. Kredit yang diberikan a. Kurang Lancar 282.472 50% 141.236 b. Diragukan 258.579 75% 193.934 c. Macet 1.884.443 100% 1.884.443 Jumlah APYD 2.219.613 II. Aktiva Produktif 1. Kredit yang diberikan 29.970.740 2. Penempatan pada bank lain 6.901.933 Jumlah AP 36.872.673 III. Jumlah cadangan penghapusan aktiva produktif (PPAP) 1.372.752 IV Penyisihan penghapusan aktiva produktif yang wajib dibentuk (PPAPWD) 1. Kredit yang diberikan a. Lancar 25.825.046 0,50% 129.125 b. Kurang Lancar 282.472 10% 28.247 c. Diragukan 258.579 50% 129.290 d. Macet 1.884.443 100% 1.884.443 Jumlah PPAPWD 2.171.105

81 Tabel II Perhitungan Kualitas-Aktiva Produktif Periode Tahun 2012 Keterangan Nominal Bobot Jumlah I. Aktiva produktif yang diklasifikasikan (APYD) 1. Kredit yang diberikan a. Kurang Lancar 219.680 50% 109.840 b. Diragukan 256.717 75% 199.288 c. Macet 1.966.476 100% 1.966.476 Jumlah APYD 2.305.604 II. Aktiva Produktif 1. Kredit yang diberikan 32.081.882 2. Penempatan pada bank lain 5.995.136 Jumlah AP 38.077.018 III. Jumlah cadangan penghapusan aktiva produktif (PPAP) 1.487.752 IV Penyisihan penghapusan aktiva produktif yang wajib dibentuk (PPAPWD) 1. Kredit yang diberikan a. Lancar 3.477.680 0,50% 172.238 b. Kurang Lancar 219.680 10% 219.680 c. Diragukan 256.717 50% 132.859 d. Macet 1.966.476 100% 1.966.476 Jumlah PPAPWD 2.323.541

82 Tabel III Perhitungan Kualitas-Aktiva Produktif Periode Tahun 2013 Keterangan Nominal Bobot Jumlah I. Aktiva produktif yang diklasifikasikan (APYD) 1. Kredit yang diberikan a. Kurang Lancar 242.341 50% 121.171 b. Diragukan 116.959 75% 87.719 c. Macet 1.669.662 100% 1.669.662 Jumlah APYD 1.878.552 II. Aktiva Produktif 1. Kredit yang diberikan 36.093.295 2. Penempatan pada bank lain 6.507.191 Jumlah AP 42.600.486 III. Jumlah cadangan penghapusan aktiva produktif (PPAP) 1.390.446 IV Penyisihan penghapusan aktiva produktif yang wajib dibentuk (PPAPWD) 1. Kredit yang diberikan a. Lancar 34.064.333 0,50% 170.322 b. Kurang Lancar 242.341 10% 24.234 c. Diragukan 116.959 50% 58.480 d. Macet 1.669.662 100% 1.669.662 Jumlah PPAPWD 1.922.697

83 LAMPIRAN IV Perhitungan Kualitas Kolektibilitas, Kredit Yang Diberikan Dan Dana Yang Diterima Per 31 Desember 2011-2013

84 Tabel IV Kredit yang diberikan dan Dana yang diterima Periode tahun 2011-2013 Keterangan 2011 2012 2013 I. Kredit yang diberikan 29.970.740 32.081.882 36.093.295 II. Dana yang diterima 1. Dana pihak ketiga dari pinjaman a.tabungan 6.047.695 6.299.075 6.210.152 b.deposito berjangka 18.686.650 18.922.550 21.917.550 c.pinjaman yang diterima 0 0 0 2.Modal Inti 8.919.227 12.326.834 14.131.257 Jumlah dana yang diterima 33.653.572 37.548.459 42.258.959