TEST KEMAMPUAN DASAR FISIKA

dokumen-dokumen yang mirip
SP FISDAS I. acuan ) , skalar, arah ( ) searah dengan

Prediksi 1 UN SMA IPA Fisika

Uji Kompetensi Semester 1

TUJUAN :Mahasiswa memahami konsep ilmu fisika, penerapan besaran dan satuan, pengukuran serta mekanika fisika.

Momen Inersia. distribusinya. momen inersia. (karena. pengaruh. pengaruh torsi)

Fisika Umum (MA101) Kinematika Rotasi. Dinamika Rotasi

BAB 3 DINAMIKA GERAK LURUS

Keseimbangan Benda Tegar dan Usaha

HUKUM NEWTON TENTANG GERAK DINAMIKA PARTIKEL 1. PENDAHULUAN

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)

SOAL REMEDIAL KELAS XI IPA. Dikumpul paling lambat Kamis, 20 Desember 2012

Treefy Education Pelatihan OSN Online Nasional Jl Mangga III, Sidoarjo, Jawa WhatsApp:

BAB 3 DINAMIKA. Tujuan Pembelajaran. Bab 3 Dinamika

PETUNJUK UMUM Pengerjaan Soal Tahap 1 Diponegoro Physics Competititon Tingkat SMA

A. Pendahuluan. Dalam cabang ilmu fisika kita mengenal MEKANIKA. Mekanika ini dibagi dalam 3 cabang ilmu yaitu :

Dinamika. DlNAMIKA adalah ilmu gerak yang membicarakan gaya-gaya yang berhubungan dengan gerak-gerak yang diakibatkannya.

dengan g adalah percepatan gravitasi bumi, yang nilainya pada permukaan bumi sekitar 9, 8 m/s².

MEKANIKA UNIT. Pengukuran, Besaran & Vektor. Kumpulan Soal Latihan UN

MODUL 4 IMPULS DAN MOMENTUM

Pelatihan Ulangan Semester Gasal

LATIHAN USAHA, ENERGI, IMPULS DAN MOMENTUM

SILABUS MATAKULIAH. Revisi : 3 Tanggal Berlaku : 02 Maret 2012

LATIHAN SOAL MENJELANG UJIAN TENGAH SEMESTER STAF PENGAJAR FISIKA TPB

Satuan dari momen gaya atau torsi ini adalah N.m yang setara dengan joule.

K13 Revisi Antiremed Kelas 10 Fisika

K 1. h = 0,75 H. y x. O d K 2

MEKANIKA. Oleh WORO SRI HASTUTI DIBERIKAN PADA PERKULIAHAN KONSEP DASAR IPA. Pertemuan 5

PREDIKSI UAS 1 FISIKA KELAS X TAHUN 2013/ Besaran-besaran berikut yang merupakan besaran pokok adalah a. Panjang, lebar,luas,volume

Antiremed Kelas 10 FISIKA

Jawaban Soal OSK FISIKA 2014

MOMENTUM, IMPULS, DAN TUMBUKAN

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN

Latihan I IMPULS MOMENTUM DAN ROTASI

DINAMIKA GERAK LURUS

Kinematika. Hoga saragih. hogasaragih.wordpress.com 1

Dinamika Rotasi, Statika dan Titik Berat 1 MOMEN GAYA DAN MOMEN INERSIA

BAB IV DINAMIKA PARTIKEL. A. STANDAR KOMPETENSI : 3. Mendeskripsikan gejala alam dalam cakupan mekanika klasik sistem diskret (partikel).

Benda B menumbuk benda A yang sedang diam seperti gambar. Jika setelah tumbukan A dan B menyatu, maka kecepatan benda A dan B

DINAMIKA. Atau lebih umum adalah

BAB I PENDAHULUAN. fisika sejak kita kelas VII. Bila benda dikenai gaya maka benda akan berubah bentuk, benda

BAB 5: DINAMIKA: HUKUM-HUKUM DASAR

Statika dan Dinamika

Bab XI Momentum dan Impuls

Xpedia Fisika. Soal Mekanika

1. (25 poin) Sebuah bola kecil bermassa m ditembakkan dari atas sebuah tembok dengan ketinggian H (jari-jari bola R jauh lebih kecil dibandingkan

BAB MOMENTUM DAN IMPULS

KINEMATIKA 1. Fisika Dasar / Fisika Terapan Program Studi Teknik Sipil Salmani, ST., MS., MT.

BAHAN AJAR FISIKA KELAS XI IPA SEMESTER GENAP MATERI : DINAMIKA ROTASI

BAHAN AJAR FISIKA KELAS XI SMA SEMESTER 1 BERDASARKAN KURIKULUM 2013 USAHA DAN ENERGI. Disusun Oleh : Nama : Muhammad Rahfiqa Zainal NIM :

DINAMIKA GERAK FISIKA DASAR (TEKNIK SIPIL) Mirza Satriawan. menu. Physics Dept. Gadjah Mada University Bulaksumur, Yogyakarta

KINEMATIKA 1. Fisika Dasar / Fisika Terapan Program Studi Teknik Sipil Salmani, ST., MS., MT.

Bab 6 Momentum Sudut dan Rotasi Benda Tegar

DINAMIKA PARTIKEL KEGIATAN BELAJAR 1. Hukum I Newton. A. Gaya Mempengaruhi Gerak Benda

KINEMATIKA. Fisika. Tim Dosen Fisika 1, ganjil 2016/2017 Program Studi S1 - Teknik Telekomunikasi Fakultas Teknik Elektro - Universitas Telkom

Penulis : Fajar Mukharom Darozat. Copyright 2013 pelatihan-osn.com. Cetakan I : Oktober Diterbitkan oleh : Pelatihan-osn.com

v adalah kecepatan bola A: v = ωr. Dengan menggunakan I = 2 5 mr2, dan menyelesaikan persamaanpersamaan di atas, kita akan peroleh: ω =

Tarikan/dorongan yang bekerja pada suatu benda akibat interaksi benda tersebut dengan benda lain. benda + gaya = gerak?????

Fisika Umum suyoso Hukum Newton HUKUM NEWTON

BAB III APLIKASI METODE EULER PADA KAJIAN TENTANG GERAK Tujuan Instruksional Setelah mempelajari bab ini pembaca diharapkan dapat: 1.

ANTIREMED KELAS 11 FISIKA

Antiremed Kelas 12 Fisika

KINEMATIKA. A. Teori Dasar. Besaran besaran dalam kinematika

FISIKA. 2 SKS By : Sri Rezeki Candra Nursari

Agus Suroso. Pekan Kuliah. Mekanika. Semester 1,

MOMENTUM DAN IMPULS FISIKA 2 SKS PERTEMUAN KE-3

03. Sebuah kereta kecil bermassa 30 kg didorong ke atas pada bidang miring yang ditunjukan dengan gaya F hingga ketinggian 5 m.

Membahas mengenai gerak dari suatu benda dalam ruang 3 dimensi tanpa

PETUNJUK UMUM Pengerjaan Soal Tahap II Semifinal Diponegoro Physics Competititon Tingkat SMA

Antiremed Kelas 11 FISIKA

BAB 1 Keseimban gan dan Dinamika Rotasi

Fisika Umum (MA-301) Hukum Gerak. Energi Gerak Rotasi Gravitasi

KISI-KISI PENULISAN SOAL (KODE A )

MOMENTUM DAN IMPULS MOMENTUM DAN IMPULS. Pengertian Momentum dan Impuls

Jika sebuah sistem berosilasi dengan simpangan maksimum (amplitudo) A, memiliki total energi sistem yang tetap yaitu

Hukum Newton dan Penerapannya 1

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR MODUL 2 PESAWAT ATWOOD

Kegiatan Belajar 3 MATERI POKOK : JARAK, KECEPATAN DAN PERCEPATAN

Uraian Materi. W = F d. A. Pengertian Usaha

Fisika Umum (MA-301) Topik hari ini Hukum Gerak Momentum Energi Gerak Rotasi Gravitasi


MATERI PELATIHAN GURU FISIKA SMA/MA

Fisika Umum (MA-301) Gerak Linier (satu dimensi) Posisi dan Perpindahan. Percepatan Gerak Non-Linier (dua dimensi)

MATERI PENGAYAAN FISIKA PERSIAPAN UJIAN NASIONAL

Contoh Soal dan Pembahasan Dinamika Rotasi, Materi Fisika kelas 2 SMA. Pembahasan. a) percepatan gerak turunnya benda m.

DINAS PENDIDIKAN KOTA PADANG MKKS KOTA PADANG KISI-KISI PENULISAN SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL

FISIKA XI SMA 3

Fisika Dasar. Dinamika Partikel. Siti Nur Chotimah, S. Si, M. T. Modul ke: Fakultas Teknik

SELEKSI MASUK UNIVERSITAS INDONESIA

GERAK LURUS Standar Kompetensi Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika benda titik.

DESKRIPSI FISIKA DASAR I (FIS 501, 4 SKS) Nama Dosen : Saeful Karim Kode Dosen : 1736

Fisika Dasar 9/1/2016

Lampiran 1. Tabel rangkuman hasil dan analisa. 16% siswa hanya mengulang soal saja.

Pertanyaan berhubungan dengan gambar di bawah ini serta pilihan yang ada.

MENERAPKAN HUKUM GERAK DAN GAYA

SILABUS MATAKULIAH. Revisi : 2 Tanggal Berlaku : September Indikator Pokok Bahasan/Materi Strategi Pembelajaran

Momentum Linier. Hoga saragih. hogasaragih.wordpress.com

Kinematika Sebuah Partikel

MOMENTUM & IMPULS. p : momentum benda (kg.m/s) m : massa benda (kg) v : kecepatan benda (m/s)

BAB V HUKUM NEWTON TENTANG GERAK

Jenis Gaya gaya gesek. Hukum I Newton. jenis gaya gesek. 1. Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan mekanika benda titik.

Transkripsi:

TEST KEMAMPUAN DASAR FISIKA Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan pernyataan BENAR atau SALAH. Jika jawaban anda BENAR, pilihlah alasannya yang cocok dengan jawaban anda. Begitu pula jika jawaban anda SALAH, pilihlah alasannya yang cocok dengan jawaban anda. 1. Dua besaran yang dijumlahkan harus mempunyai dimensi yang sama. a. Dua besaran fisika atau lebih dapat dijumlahkan dengan syarat memiliki dimensi yang sama b. Untuk dapat menjumlahkan dua besaran fisika atau lebih tidak perlu memperhatikan dimensinya 2. Dua besaran yang dikalikan harus mempunyai dimensi yang sama a. Dua besaran fisika atau lebih dapat dikalikan dengan syarat memiliki dimensi yang sama b. Untuk dapat mengalikan dua besaran fisika atau lebih tidak perlu memperhatikan dimensinya 3. Jika pada suatu saat kecepatan adalah nol, maka percepatan juga harus nol pada saat itu. a. Percepatan adalah rasio perubahan kecapatan v terhadap selang waktu t. Jika pada suatu saat kecepatan adalah nol, maka v belum tentu nol, sehingga percepatan belum tentu nol. b. Percepatan adalah rasio perubahan kecapatan v terhadap selang waktu t. Jika pada suatu saat kecepatan adalah nol, maka v juga tentu akan nol, sehingga percepatannya juga pasti nol. 4. Jika percepatan nol, benda tidak akan dapat bergerak. a. Percepatan adalah rasio perubahan kecapatan v terhadap selang waktu t. Suatu benda yang diam berarti kecepatannya nol. Karena itu benda tersebut memiliki v nol, sehingga percepatannya tentu nol. b. Percepatan adalah rasio perubahan kecapatan v terhadap selang waktu t. Jika suatu benda percepatannya nol, maka v juga tentu akan nol, sehingga benda tidak mengalami perubahan kecepatan atau kecapatannya konstan

5. jika percepatan nol, maka kurva posisi(x) terhadap waktu(t) adalah garis lurus. a. Jika kurva posisi(x) terhadap waktu (t) adalah garis lurus, berarti benda sedang bergerak lurus dengan perubahan posisi dalam selang waktu yang sama adalah sama. Dengan demikian, v -nya adalah nol dan percepatan juga berharga nol b. Jika kurva posisi(x) terhadap waktu (t) adalah garis lurus, berarti benda sedang mengalami percepatan tetap, sehingga percepatan belum tentu nol 6. Besar atau nilai jumlah dua vektor yang nilainya sama harus lebih besar daripada besar salah satu vektor. a. Jika dua buah vektor tersebut dijumlahkan, berapapun sudut yang diapit oleh kedua vektor tersebut, maka nilai jumlah dua vektor tersebut pasti lebih besar daripada salah satu vektornya. b. Jika dua buah vektor tersebut dijumlahkan dengan sudut apit tertentu, ada kemungkinan nilai jumlah dua vektor tersebut akan sama dengan nilai daripada salah satu vektornya. 7. Vektor kecepatan sesaat selalu searah dengan arah gerakan. a. Kecepatan sesaat adalah limit dari kecepatan rata-rata (v rata-rata = x ; x = t dx perpindahan, t = selang waktu) atau v =. Dengan demikian vektor dt kecepatan sesaat akan selalu searah dengan gerakan. x b. Kecepatan sesaat adalah limit dari kecepatan rata-rata (v rata-rata = ; x = dx perpindahan, t = selang waktu) atau v =. Dengan demikian vektor dt kecepatan sesaat belum tentu searah dengan gerakan. t

8. Vektor percepatan sesaat selalu searah dengan arah gerakan. v a. Percepatan sesaat adalah limit dari percepatan rata-rata (a rata-rata = ; t 2 d x v = perpindahan, t = selang waktu) atau a = Dengan demikian 2 dt vektor percepatan sesaat akan selalu searah dengan gerakan. v b. Percepatan sesaat adalah limit dari percepatan rata-rata (a rata-rata = ; t 2 d x v = perpindahan, t = selang waktu) atau a = Dengan demikian 2 dt vektor percepatan sesaat belum tentu searah dengan gerakan. 9. Jika kelajuan konstan, percepatan harus nol. a. Kelajuan adalah nilai dari kecepatan. Sedangkan percepatan adalah rasio perubahan kecapatan v terhadap selang waktu t. Suatu benda yang memiliki kelajuan konstan, belum tentu kecepatannya konstan, Sehingga percepatannya tidak sama dengan nol. b. Kelajuan adalah nilai dari kecepatan. Sedangkan percepatan adalah rasio perubahan kecapatan v terhadap selang waktu t. Suatu benda yang memiliki kelajuan konstan, pasti kecepatannya konstan, Sehingga percepatannya haruslah sama dengan nol. 10. Jika percepatan nol, kelajuan adalah konstan. a. Kelajuan adalah nilai dari kecepatan. Sedangkan percepatan adalah rasio perubahan kecapatan v terhadap selang waktu t. Suatu benda yang memiliki percepatan nol, pasti perubahan kecepatnnya nol, sehingga kelajuannya konstan. b. Kelajuan adalah nilai dari kecepatan. Sedangkan percepatan adalah rasio perubahan kecapatan v terhadap selang waktu t. Suatu benda yang memiliki percepatan nol, belum tentu perubahan kecepatnnya nol, sehingga kelajuannya konstan.

11. Tidaklah mungkin mengelilingi suatu kurva tanpa percepatan. a. Percepatan adalah rasio perubahan kecapatan v terhadap selang waktu t. Suatu benda yang mengelilingi suatu kurva akan mengalami perubahan besar dan arah kecepatan secara terus-menerus, sehingga setiap saat percepatan selalu ada. b. Percepatan adalah rasio perubahan kecapatan v terhadap selang waktu t. Suatu benda yang mengelilingi suatu kurva belum tentu mengalami perubahan besar dan arah kecepatan, sehingga ada kemungkinan ia dapat mengelilingi kurva tanpa percepatan. 12. Waktu yang dibutuhkan sebuah peluru yang ditembakkan secara horizontal untuk mencapai tanah adalah sama dengan jika peluru dijatuhkan dari keadaan diam dari ketinggian yang sama. a. Pada gerak peluru, gerakaan horizontal dan vertikal adalah saling bebas. Gerakan horizontal mempunyai kecepatan konstan yang bernilai sama dengan komponen horizontal kecepatan awal. Gerakan vertikal sama dengan gerakan satu dimensi dengan percepatan konstan akibat gravitasi g yang berarah ke bawah. Dengan demikian waktu yang dibutuhkan sebuah peluru yang ditembakkan secara horizontal untuk mencapai tanah adalah sama dengan jika peluru dijatuhkan dari keadaan diam dari ketinggian yang sama. b. Pada gerak peluru, gerakaan horizontal dan vertikal adalah saling bebas. Gerakan horizontal mempunyai kecepatan yang tidak konstan. Gerakan vertikal sama dengan gerakan satu dimensi dengan percepatan yang tidak konstan akibat gravitasi. Dengan demikian waktu yang dibutuhkan sebuah peluru yang ditembakkan secara horizontal untuk mencapai tanah belum tentu sama dengan jika peluru dijatuhkan dari keadaan diam dari ketinggian yang sama. 13. Jika tidak ada gaya yang bekerja pada sebuah benda, maka benda tidak akan dipercepat. a. Percepatan adalah rasio perubahan kecapatan v terhadap selang waktu t. Suatu benda akan mengalami perubahan kecepatan jika pada benda dikerjakan resultan gaya. b. Percepatan adalah rasio perubahan kecapatan v terhadap selang waktu t. Oleh karena itu suatu benda mungkin saja mengalami perubahan kecepatan, walaupun tidak ada resultan gaya yang bekerja padanya.

14. Jika sebuah benda tidak dipercepat, maka pasti tidak ada gaya yang bekerja padanya. a. Suatu benda akan mengalami perubahan kecepatan jika pada benda dikerjakan resultan gaya. Jika benda tidak mengalami percepatan, berarti resultan gaya yang bekerja pada benda sama denga nol, akan tetapi sejumlah gaya tetap saja bekerja pada benda tersebut. b. Jika benda tidak mengalami percepatan, berarti resultan gaya yang bekerja pada benda sama denga nol, ini berarti tidak ada gaya yang bekerja pada benda tersebut. 15. Gerakan sebuah benda selalu dalam arah gaya resultan. a. Suatu benda akan mengalami perubahan kecepatan jika pada benda dikerjakan resultan gaya. Dalam dinamika dikenal percepatan negatif atau perlambatan. Perlambatan itu terjadi jika adanya resultan gaya yang arahnya berlawanan dengan arah gerak benda. b. Tidak mungkin gerakkan sebuah benda tidak searah dengan gaya resultan 16. Gaya aksi reaksi tidak pernah bekerja pada benda yang sama a. Gaya aksi reaksi atau gaya interaksi selalu terjadi berpasangan, jika benda A mengerjakan sebuah gaya pada benda B, maka gaya yang sama besar dan berlawanan arah dikerjakan oleh benda B pada benda A. Dengan demikian gaya aksi reaksi selalu bekerja pada dua benda yang berlainan. b. Sekalipun namanya gaya aksi reaksi atau gaya interaksi, kedua gaya ini bisa saja muncul pada benda yang sama, seperti gaya Normal dan gaya Berat yang bekerja pada suatu benda yang terletak pada suatu bidang datar, besarnya sama dan arahnya berlawanan. 17. Massa sebuah benda bergantung pada lokasinya. a. Massa adalah sifat instrinsik dari sebuah benda yang menyatakan resistansinya terhadap percepatan. Massa sebuah benda dapat dibandingkan dengan massa benda lain dengan menggunakan gaya yang sama pada masingmasing benda dengan mengukur percepatannya. Sehingga massa benda bergantung pada lokasinya. b. Massa adalah sifat instrinsik dari sebuah benda yang menyatakan resistansinya terhadap percepatan. Sehingga dengan demikian massa benda tidak bergantung pada lokasinya.

18. Gaya gesekan akan bertambah dengan bertambahnya kelajuan. a. Bila dua benda dalam keadaan bersentuhan, maka keduanya dapat saling mengerjakan gaya gesekan. Gaya-gaya gesekan ini sejajar dengan permukaan benda-benda di titik persentuhan. Misalnya benda yang bergerak dalam fluida seperti udara atau air, benda mengalami gaya hambat yang melawan gerakkannya, gaya hambat ini bertambah dengan bertambahnya kelajuan. b. Bila dua benda dalam keadaan bersentuhan, maka keduanya dapat saling mengerjakan gaya gesekan. Gaya-gaya gesekan ini sejajar dengan permukaan benda-benda di titik persentuhan. Misalnya benda yang bergerak dalam fluida seperti udara atau air, benda mengalami gaya hambat yang melawan gerakkannya, gaya hambat ini terus berkurang dengan bertambahnya kelajuan. 19. Kelajuan terminal sebuah benda bergantung pada bentuk benda dan medium yang dilewatinya. a. Bila sebuah benda bergerak dalam fluida seperti udara atau air, benda mengalami gaya hambat yang terus berkurang dengan bertambahnya kelajuan.jika benda dijatuhkan dari keadaan diam, kelajuannya bertambah sampai gaya hambat sama dengan gaya gravitasi, setelah itu benda akan mengalami kelajuan terminal yang tak bergantung pada bentuk benda dan medium yang dilewatinya. b. Bila sebuah benda bergerak dalam fluida seperti udara atau air, benda mengalami gaya hambat yang terus bertambah dengan bertambahnya kelajuan.jika benda dijatuhkan dari keadaan diam, kelajuannya bertambah sampai gaya hambat sama dengan gaya gravitasi, setelah itu benda akan mengalami kelajuan terminal yang bergantung pada bentuk benda dan medium yang dilewatinya. 20. Gaya semu hanya ada dalam kerangka acuan noninersial (dipercepat) a. Hukum Newton tidak berlaku dalam kerangka acuan yang dipercepat (noninersial). Namun hukum Newton itu dapat digunakan jika gaya semu tertentu yang bergantung pada percepatan kerangka dihadirkan. b. Hukum Newton berlaku dalam kerangka acuan inersial maupun yang dipercepat (noninersial). Oleh karena itu gaya semu selalu ada dalam kedua kerangka acuan tersebut.

21. Hanya gaya netto yang bekerja pada sebuah benda yang dapat melakukan usaha mekanik. a. Usaha mekanik adalah transfer energi lewat gaya. Kuantitas usaha mekanik total yang dikerjakan oleh sejumlah gaya konstan pada suatu benda adalah r r W = F x ; dimana F r haruslah Gaya Netto. b. Usaha mekanik adalah transfer energi lewat gaya. Kuantitas usaha mekanik total yang dikerjakan oleh sejumlah gaya konstan pada suatu benda adalah r r W = F x ; F r disini bukan hanya gaya netto. 22. Tidak ada usaha yang dilakukan pada sebuah partikel yang tetap diam. a. Dalam fisika usaha diberi definisi yang berbeda dengan pemakaian seharihari.usaha yang dilakukan pada sebuah partikel oleh sebuah gaya hanya ada bila titik tangkap gaya itu bergerak melewati suatu jarak dan ada komponen gaya sepanjang lintasan geraknya. b. Walaupun dalam fisika usaha diberi definisi yang berbeda dengan pemakaian sehari-hari, namun usaha yang dilakukan pada sebuah benda oleh sebuah gaya tetap ada walaupun benda tetap diam. 23. Kerja adalah luas daerah di bawah kurva gaya terhadap waktu. 24. Gaya yang selalu tegak lurus kecepatan partikel tidak melakukan usaha pada partikel itu. 25. Kilowatt-jam adalah satuan daya. 26. Momentum benda yang berat adalah lebih besar dari momentum benda ringan yang bergerak dengan kelajuan yang sama. 27. Pada tumbukkan tak elastis sempurna, semua energi kinetik benda-benda yang bertumbukan akan hilang. 28. Momentum sebuah sistem dapat kekal meskipun energi mekaniknya tidak kekal. 29. Pada tumbukkan elastik, energi kinetik sistem kekal. 30. Pada tumbukan elastik, kelajuan menjauh relatif setelah tumbukan sama dengan kelajuan mendekat relatif sebelum tumbukan. 31. Kecepatan pusat massa sebuah sistem sama dengan momentum total sistem dibagi dengan massa totalnya. 32. Kecepatan anguler dan linear mempunyai dimensi yang sama. 33. Semua bagian dari roda yang berputar mempunyai kecepatan anguler yang sama. 34. Semua bagian dari roda yang berputar mempunyai percepatan anguler yang sama. 35. momen inersia sebuah benda bergantung pada lokasi sumbu putarnya. 36. Momen inersia sebuah benda tergantung pada kecepatan anguler benda. 37. Jika torsi netto pada sebuah benda sama dengan nol, maka momentum angulernya harus sama dengan nol.

38. Jika torsi netto pada sistem yang berputar sama dengan nol, maka kecepatan anguler sistem tersebut tidak dapat berubah. 39. Hukum Kepler tentang luasan yang sama menyatakan bahwa gravitasi berubah secara terbalik dengan kuadrat jarak. 40. Planet yang paling dekat dengan matahari, secara rata-rata mempunyai periode putaran mengelilingi matahari yang paling pendek. 41. Gaya-gaya yang menyebabkan apel jatuh mempunyai asal yang sama dengan gaya yang menyebabkan bulan bergerak dalam lingkaran mengelilingi bumi. 42. Gaya apung pada benda yang tecelup tergantung pada bentuk benda. 43. Modulus Young mempunyai dimensi yang sama dengan tekanan. 44. Jika kerapatan sebuah benda lebih besar dari kerapatan air, benda tidak dapat terapung di permukaan. 45. Dalam aliran viskos, turunnya tekanan sepanjang sebuah pipa sebanding dengan laju aliran. 46. Pulsa gelombang pada tali adalah gelombang transversal. 47. Bila pulsa gelombang dipantulkan, pulsa tersebut selalu terbalik.