PENGARUH CITRA MEREK TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN

dokumen-dokumen yang mirip
PENGARUH KEPUASAN TERHADAP LOYALITAS NASABAH BANK

ANALISIS PENGARUH HARGA, KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN (Surve pada Cafe Kedai Mat Moen di Boyolali)

Jordyanto Hermanus Laemonta & Metta Padmalia, Pengaruh Inovasi dan Kualitas Layanan terhadap Loyalitas Konsumen Terang Bulan Martabak 93

Harry Christian Barus

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPATU KW (IMITASI) DI PASAR KLITHIKAN YOGYAKARTA

Bisma, Vol 1. No. 10, Februari 2017 PENGARUH BRAND EQUITY TERHADAP LOYALITAS NASABAH TABUNGAN BISNIS PADA PT BANK PANIN, Tbk. CABANG UTAMA PONTIANAK

PENGARUH 4P (PRODUCT, PRICE, PROMOTION & PLACE) BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SUSU ZEE DI KOTA BEKASI

PENGARUH BRAND IMAGE TERHADAP PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN (STUDI PADA PT. ASURANSI JIWASRAYA (PERSERO) BANDUNG BARAT BRANCH OFFICE)

PENGARUH STRATEGI MARKETING MIX (PRODUK, HARGA, PROMOSI DAN DISTRIBUSI) TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN BATIK DI SURABAYA

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN HARGA DAN FASILITAS TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN (Study Pada Pasien RSKU Surakarta)

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini perkembangan dunia usaha berjalan sangat pesat, banyak bidang

PENGARUH KEPERCAYAAN DAN KEPUASAN TERHADAP LOYALITAS NASABAH PERBANKAN SYARIAH

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada era moderenisasi saat ini menuntut masyarakat untuk mengikuti

PENGARUH PERSEPSI HARGA DAN KUALITAS MAKANAN CEPAT SAJI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN

PENGARUH CITRA MEREK, KUALITAS DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN AIR MINERAL MEREK AQUA (Studi pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta)

Bisma, Vol 1, No. 6, Oktober 2016 PENGARUH HARGA, PROMOSI DAN FASILITAS PENDUKUNG TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA HOTEL KINI DI PONTIANAK

PENGARUH DIMENSI EKUITAS MEREK TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PADA MEREK AZWA PERFUME DI KOTA PADANG ABSTRACT

BAB I PENDAHULUAN. dapat dilihat dari banyaknya Coffee Shop saat ini yang bermunculan, seperti

Grace Mandasari Suharyono Sunarti Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUME DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK AIR MINUM MERK AQUA

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PENGUNJUNG HOTEL DI KOTA MAKASSAR (Studi pada Hotel TM Makassar) H A D I D U STIE-YPUP Makassar

PENGARUH CITRA MEREK, HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PADA PERUSAHAAN PROPERTY DI KOTA BATAM

PENGARUH BRAND IMAGE TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN (SURVEY PADA PELANGGAN SPEEDY DI WILAYAH JAKARTA SELATAN)

Prosiding Manajemen Komunikasi ISSN:

ANALISIS PENGARUH LABEL HALAL,CITRA MEREK DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DENGAN KEPUASAN KONSUMEN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

David Yulianus Pribadi Program Studi Manajemen STIE Widya Dharma

PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN (Survei kepada Konsumen Kendaraan Merek Toyota di Univeritas Brawijaya Malang)

Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Produk Kopi Merk Kapal Api di Kantor Mabes Polri Jakarta Selatan. Nama : Muhammad Arif Adriansyah NPM :

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, HARGA DAN PROMOSI TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN BUS PARIWISATA MERPATI TRANS

KUALITAS TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN BEDAK WARDAH

FAKTOR KUALITAS LAYANAN TERHADAP LOYALITAS NASABAH KREDIT PADA PT. BANK PANIN TBK SURABAYA

Digest Marketing Vol. 1 No.1 Juli, 2015 ISSN:

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian (Kotler dan Amstrong, 2004;283)

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN (SERVICE QUALITY) TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA SOP AYAM PAK MIN KLATEN DI MALANG ABSTRACT

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM BERBELANJA DI TULIP SWALAYAN BANJARMASIN. An Noor Rizza Anova

PENGARUH RELATIONSHIP MARKETING TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN (Survei pada Pelanggan Savana Hotel dan Convention Malang)

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

PENGARUH BAURAN PEMASARAN JASA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (Survei pada Pelanggan yang Menggunakan Jasa Pengiriman di Kantor Pos Besar Kota Malang)

Diajukan Oleh: ILZA AJRIN ADZANIA B

Effect Of Attitude, Lifestyle And Store Atmosphere Against Consumer Decision In Choosing Nuno's Coffee Shop In Padang

Pengaruh Strategi Positioning Terhadap Perilaku Pascapembelian Handphone SAMSUNG Miftahul Fuad, Retna Ngesti S Abstrak: Kata Kunci:

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PRODUK, KUALITAS PELAYANAN, DAN KEPERCAYAAN PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DI CAFE HARMONY WARUJAYENG

PENGARUH EKUITAS MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SMART PHONE SAMSUNG GALAXY PADA PT. SAMSUNG ELECTRONICS CABANG MAKASSAR

PENGARUH CITRA MEREK DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN BLACKBERRY (Studi Kasus pada Mahasiswa S1 FISIP Universitas Diponegoro Semarang)

DAFTAR ISI... Halaman KATA PENGANTAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR GRAFIK... viii DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... ABSTRAKSI... BAB I PENDAHULUAN...

ANALISIS PENGARUH PROMOSI DAN INOVASI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK BATIK BUNGO PADA RUMAH BATIK VINTO MUARA BUNGO

DAVID SANTOSO ABSTRACT. Keywords: Brand Awareness; Brand Image; Brand Loyalty; Brand Extention; Parent Brand. PENDAHULUAN

Analisis kualitas pelayanan (service quality) terhadap kepuasan konsumen pada rumah makan sop ayam Pak Min Klaten di Malang

PENGARUH EKUITAS MEREK TERHADAP PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN TEH BOTOL SOSRO (Study Pada Mahasiswi Administrasi Bisnis Angkatan 2013 Telkom University)

By : Maya Yolanda 1, Mareta Kemala Sari 2, Nora Susanti 3 Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

PENGARUH ATRIBUT DAN POSITIONING PRODUK TERHADAP CITRA MEREK (Survei pada Pemilik Mobil Daihatsu Xenia di Kota Malang)

PENGARUH KULAITAS PELAYANAN SALESMAN TERHADAP KEPERCAYAAN PELANGGAN PADA PT. KALBE FARMA TRADING DAN DISTRIBUTION DI KOTA PALOPO

ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR TRUST IN A BRAND TERHADAP BRAND LOYALTY PADA KONSUMEN AIR MINUM AQUA DI KOTA YOGYAKARTA

PENGARUH PROMOSI, CITRA MEREK, DAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PEMBELIAN BERULANG PRODUK ELZATTA DI SURABAYA

PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN MEMBELI PRODUK OLAHAN AYAM DI RUMAH MAKAN RESTO GAMA MALANG

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LOYALITAS PELANGGAN PADA BENGKEL MOTOR CONDONG KOAR-KOAR DI GEDANGAN SIDOARJO

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. pemberian label, pelengkap, dan garansi 1. pembelian oleh konsumen masih ada. Untuk itu, penelitian ini mengusung

Irawati Iriani 1, dan Agus Hermani 2 Keywords: Customer Loyalty, Product Quality, Product Attributes

PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP PERILAKU KONSUMEN DALAM MEMBELI SEPEDA MOTOR HONDA BEAT DI PANGKALAN BUN. Winarti Setyorini

ANALISIS PENGARUH MEDIA IKLAN TELEVISI TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMBELI MINUMAN FANTA KEMASAN PADA MASYARAKAT PURWOREJO

Prosiding Manajemen ISSN:

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN KOPI LUWAK BERMEREK DI KOTA MEDAN ABSTRAK

Oleh : Dwi Astuti 1. Universitas PGRI Yogyakarta Kata Kunci: Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan, Harga, Kepuasan Konsumen.

PENGARUH BAURAN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN Studi Kasus: PT. Rasa Prima Selaras Palembang

BAB 2 LANDASAN TEORI. Menurut American Marketing Association (AMA) mendefinisikan merek sebagai:

PENGARUH ATRIBUT PRODUK TERHADAP PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN (Studi Pada Store Kosmetik MAKE OVER Paris Van Java Mall Bandung)

ANALISIS PENGARUH KETEPATAN WAKTU, HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP TINGKAT KEPUASAN DAN LOYALITAS PELANGGAN PADA PERUSAHAAN PERCETAKAN CV.

BAB I PENDAHULUAN. dibidang ini, semakin banyak pula pesaing yang dihadapi. Pada zaman sekarang ini

Prosiding Manajemen ISSN:

ANALISIS PENGARUH PERILAKU KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MOBIL MEREK DAIHATSU

PENGARUH PERLUASAN MEREK DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SAMPO DOVE DI SEMARANG

PENGARUH BAURAN RITEL TERHADAP CITRA TOKO (STUDI PADA KONSUMEN TOSERBA LARIS PURWOREJO)

ANALISIS PENILAIAN KONSUMEN TERHADAP EKUITAS MEREK KOPI BERONTOSENO

PENGARUH KUALITAS PRODUK TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DENGAN KEPUASAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI

ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM MEMILIH STARBUCKS COFFEE DI GALAXY MALL

Philander V. Massie, Ekuitas Merek Pengaruhnya Terhadap EKUITAS MEREK PENGARUHNYA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN XL MOBILE DATA SERVICE DI KOTA MANADO

PENGARUH ELECTRONIC WORD OF MOUTH PADA SOCIAL MEDIA INSTAGRAM TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (Studi Pada Konsumen What s Up Cafe Burangrang Bandung)

JURNAL OLEH : NURMAN ADRI SATRIYO NPM : FAKULTAS EKONOMI (FE) UNIVERSITAS NUSANTARA PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

PENGARUH BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX) TERHADAP CITRA DEPARTMENT STORE (STUDI PADA TRONA DEPARTMENT STORE KOTA JAMBI)

PENGARUH RELATIONSHIP MARKETING, KEPUASAN DAN BRAND IMAGE TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN RESTORAN SEDERHANA MASAKAN PADANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

PENERAPAN GREEN MARKETING MELALUI DESAIN PRODUK DAN PROMOSI TERHADAP BRAND IMAGE DAN KEPUTUSAN PEMBELIAN ABSTRAK

Pengaruh Harga, Kualitas Produk dan Brand Equity. terhadap Keputusan Pembelian di Waroeng Makan Spesial Sambal Tembalang, Semarang

PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUASSAN PENGGUNA UNIVERSITAS CIPUTRA LIBRARY SURABAYA. Oleh Diajeng Variant C ( )

PENGARUH CITRA MEREK, KUALITAS PRODUK, DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN ULANG HANDPHONE SAMSUNG JENIS ANDROID DI MAGELANG

PENGARUH PRODUCT BUNDLING TERHADAP PEMBELIAN HANDPHONE MEREK NEXIAN DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO

Ilham et al., Analisis Pengaruh Merek, Persepsi Harga dan Daya Tarik Iklan Terhadap Minat Beli...

BABS SIMPULAN DAN SARAN

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN HARGA TERHADAP KEPUASAN PENGUNJUNG NEW STAR CINEPLEX JEMBER

ANALISIS CITRA MEREK DAN KESADARAN MEREK TERHADAP EKUITAS MEREK SABUN MANDI LUX DI SAMARINDA

PENGARUH BRAND IMAGE DAN SERVICE QUALITY TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA PENGGUNA JASA PENGIRIMAN PAKET PT. POS INDONESIA (PERSERO)

DAFTAR PUSTAKA. Griffin, Jill, Customer Loyalty : How to Earn It, how to Keep It. Simon and Chuster, Inc. New York.

Transkripsi:

PENGARUH CITRA MEREK TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN INDRA WIJAYANTO SRI SETYO IRIANI Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya, Kampus Ketintang Surabaya 60231 E-mail: Indrawijayantommy@gmail.com Abstract: Trend drinking coffee in Surabaya in recent years shows the developments and be part of the globalization trend lifestyle even sold for four or five times the price of a coffee shop and lure middleclass suburb of the metropolis. Since the entry of Starbucks Coffee, Seattle coffee shop American origin, the true ministry-actually ensuring its customers that want a perfect all-round service (perfectionist). The population in this study is consumers who've been at Starbucks Coffee and consume more than 3 times the minimum population size is unknown where the (infinite). So that samples taken in this study amounted to 110 with accidental sampling technique with multiple linear regression analysis techniques were processed through SPSS 16. Results of the analysis in this study shows that there is significant influence of brand image on consumer loyalty either partially or simultaneously. Keywords: influence of brand image and loyalty. PENDAHULUAN Budaya minum kopi di Indonesia sebenarnya sudah terbilang 'tua'. Masyarakat di Indonesia, pada mulanya menikmati secangkir kopi hitam atau kopi susu di warung kopi atau di rumah bersama keluarga dengan penyajian yang sangat sederhana dengan harga secangkir kopi yang relatif murah dan terjangkau. Namun, kondisi seperti ini telah berubah seiring dengan tuntutan masyarakat yang telah menjadikan kopi sebagai bagian dari gaya hidup (lifestyle). Trend minum kopi dalam beberapa tahun terakhir ini menunjukkan betapa Surabaya kian berkembang dan menjadi bagian dari globalisasi. Sebetulnya, fenomena ini tidak berbeda dengan warung kopi yang ada dalam komunitas masyarakat biasa sebab sudah lama masyarakat di Surabaya suka minum kopi, begadang dan membahas banyak hal. Sesuai perubahan zaman, lokasi minum kopi, desain maupun tempat minum kopi, dan kemasan kopi yang diciptakan wah serta memikat kalangan menengah atas metropolitan meski dijual dengan harga empat atau lima kali lipat dari harga warung kopi pinggiran. Penduduk kota metropolitan seperti Surabaya menghabiskan waktu mereka lebih banyak diluar rumah dari pada di rumah mereka sendiri dan biasanya bila ada waktu senggang mereka akan lebih banyak pergi ke mal atau ke tempat-tempat yang santai seperti cafe, restoran dan tempat-tempat yang menyediakan fasilitas untuk beristirahat sejenak. Sebagai dampaknya usaha dalam bidang makanan dan minuman (food and beverage) semakin berkembang pesat juga. Agar dapat menarik konsumen sebanyak mungkin, para pengusaha makanan dan minuman saling bersaing dalam meningkatkan mutu, dengan cara menata komposisi menu, tingkat kandungan gizi, tata warna makanan dan minuman (desain produk makanan dan minuman), cara menata hidangan yang menarik, rasa yang nikmat, sajian yang sehat serta bersih dan 910 Jurnal Ilmu Manajemen Volume 1 Nomor 3 Mei 2013

aroma sajian yang menggugah selera. Sejak masuknya Starbucks Coffee, kedai kopi asal Seattle Amerika, bisnis kedai kopi mulai marak di Indonesia. Starbucks bukan sekedar tentang gerai kopi dengan kualitas tinggi. Starbucks juga tentang layanan dan kenyamanan. Starbucks is an experience, paling tidak itulah persepsi yang berusaha dihadirkan ke dalam benak konsumen. Di samping itu Starbucks Coffee juga menawarkan pelayanan yang benar-benar menjaga kenyamanan pelanggannya yang menginginkan sebuah pelayanan yang serba sempurna (perfectionist). Secara tidak langsung ini akan membawa dampak terhadap loyalitas konsumen, konsumen akan semakin memiliki rasa konsumtif untuk membeli produk di Starbucks Coffee. Konsumen yang loyal tidak hanya menjadi dasar kuat bagi perusahaan tetapi juga mencerminkan potensi pertumbuhan perusahaan dimasa mendatang. KAJIAN PUSTAKA Strategi Pemasaran Strategi pemasaran adalah logika pemasaran yang dengan unitunit usaha berharap dapat mencapai tujuan pemasarannya menurut Kotler dan Armstrong (2001:53). Sedangkan menurut Assauri (2004:198) strategi pemasaran adalah himpunan asas yang secara tepat, konsisten, dan layak dilaksanakan oleh perusahaan guna mencapai sasaran pasar yang dituju (target market) dalam jangka panjang dan tujuan perusahaan jangka panjang (objectives), dalam situasi persaingan tertentu. Bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran taktis produk, harga, promosi, distribusi yang dipadukan untuk menghasilkan respon yang diinginkan pasar (Kotler dan Amstrong, 2001:71). Bauran pemasaran terdiri dari 4 unsur atau variabel yaitu produk, harga, promosi dan tempat. Atribut produk merupakan unsur produk yang dianggap penting dan dijadikan pertimbangan oleh konsumen sebagaimana produk tersebut dapat memenuhi keinginan dari konsumen. Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan (Kotler dan Armstrong, 2001:346). Secara konseptual produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas sesuatu yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan kegiatan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli pasar. Atribut produk adalah unsur-unsur produk yang dianggap penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian (Tjiptono, 2008:103). Stanton (1991:284-298) atribut-atribut yang melekat pada sebuah produk yang mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan untuk melakukan pembelian, antara lain: (1) merek, (2) kemasan, (3) label, (4) desain produk, (5) wana, (6) kualitas produk, (7) pelayanan produk, dan (8) distribusi. Menurut Zeithaml dan Mary (1996) tujuan akhir keberhasilan perusahaan menjalin hubungan relasi dengan pelanggannya adalah untuk membentuk loyalitas yang kuat. Indikator dari loyalitas yang kuat adalah: (1) say positive things, adalah mengatakan tentang produk yang telah dikonsumsi kepada orang lain dalam bentuk kata-kata secara positif tentang suatu penyedia jasa, biasanya berupa ulasan, cerita atau uraian pengalaman. (2) recommend friend, adalah merekomendasikan produk yang telah dikonsumsi 911 Jurnal Ilmu Manajemen Volume 1 Nomor 3 Mei 2013

kepada teman yang berujung pada mengajak pihak lain untuk ikut menikmati penyedia jasa tersebut akibat dari pengalaman positif yang dirasakan. (3) continue purchasing, adalah sikap untuk membeli ulang terus-menerus oleh konsumen tersebut pada penyedia jasa tertentu sehingga menimbulkan perulangan yang dapat dilandasi dari kesetiaan. Citra Merek Menurut Rangkuti (2009:43) citra merek adalah sekumpulan asosiasi merek yang terbentuk dibenak konsumen yang terbiasa menggunakan merek tertentu cenderung memiliki konsistensi terhadap brand image atau hal ini disebut juga dengan kepribadian merek. Citra merek adalah seperangkat keyakinan konsumen mengenai merek tertentu (Kotler dan Amstrong, 2001:225). Sedangkan menurut Keller (2003:66) citra merek dapat didefinisikan sebagai persepsi tentang merek yang tercermin oleh asosiasi merek yang diselenggarakan di memori konsumen. Citra merek adalah persepsi dan keyakinan yang dilakukan oleh konsumen, seperti yang tercermin dalam asosiasi yang terjadi dalam memori konsumen (Kotler dan Keller, 2007:346). Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa citra merek adalah persepsi dan keyakinan terhadap sekumpulan asosiasi suatu merek yang terjadi di benak konsumen. Hubungan yang erat diantara asosiasi merek dengan citra merek dimana asosiasi yang terjalin pada suatu merek pada pembentuk citra merek, suatu asosiasi merek adalah segala sesuatu hal yang berkaitan dengan ingatan mengenai sebuah merek. Asosiasi dan pencitraan keduanya mewakili berbagai persepsi yang mungkin mencerminkan realitas dan objektifitas tentang suatu produk. Menurut Keller (2003:71-73) menyatakan bahwa komponenkomponen citra merek (brand image) yang dapat dievaluasi oleh konsumen ada tiga, antara lain: (1) kekuatan asosiasi merek, (2) keuntungan asosiasi merek, (3) keunikan asosiasi merek. Loyalitas Konsumen Menurut Griffin (2002:4) loyality is defined as non random purchase expressed over time by some decision making unit. Berdasarkan definisi tersebut terlihat bahwa loyalitas lebih ditujukan kepada suatu perilaku, yang ditujukan dengan pembelian rutin, didasarkan pada unit pengambilan keputusan. Kotler (2000:39) mengatakan: the long term success of the a particular brand is not based on the number of consumer who purchase it only once, but on the number who become repeat purchase. Dalam hal ini dapat diartikan bahwa konsumen yang loyal tidak diukur dari berapa banyak dia membeli, tapi dari berapa sering dia melakukan pembelian ulang termasuk merekomendasikan orang lain untuk membeli. Menurut penelitian yang dilakukan Widjaja, et al., (2007) yang merupakan Top of mind bagi konsumen adalah Starbucks merupakan kedai kopi yang mempunyai tingkat ekuitas merek paling tinggi. Kepercayaan adalah suatu gagasan deskriptif yang dianut oleh seseorang tentang sesuatu. Kepercayaan akan membentuk citra terhadap merek dan produk, orang berbuat sesuai dengan kepercayaannya (Kotler, 1996:251). Menurut Mowen dan Minor (2002:312) kepercayaan konsumen (consumer beliefs) adalah semua pengetahuan yang dimiliki oleh konsumen dan semua kesimpulan yang dibuat konsumen tentang 912 Jurnal Ilmu Manajemen Volume 1 Nomor 3 Mei 2013

obyek, atribut dan manfaatnya. Konsumen yang mempunyai loyalitas jasa terhadap suatu merek yang tinggi dapat dilihat dari penggunaan suatu jasa tertentu secara terusmenerus meskipun ada layanan jasa pesaing yang ditawarkan dengan harga, kenyamanan dan bentuk yang lebih baik. Indikator untuk mengukur loyalitas konsumen menurut Zeithaml dan Mary (1996), antara lain: (1) say positive things, (2) recommend friend, (3) continue purchasing. Citra Merek dan Loyalitas Konsumen Citra merek adalah sekumpulan asosiasi merek yang terbentuk dibenak konsumen yang terbiasa menggunakan merek tertentu cenderung memiliki konsistensi terhadap brand image atau hal ini disebut juga dengan kepribadian merek. Citra merek dapat diukur melalui kekuatan asosiasi merek, keuntungan asosiasi merek, keunikan asosiasi merek. Suatu merek yang memiliki asosiasi yang saling berhubungan akan menimbulkan suatu rangkaian yang disebut citra merek. Asosiasi yang terjalin pada suatu merek dapat membantu proses mengingat kembali informasi yang berkaitan dengan merek tersebut. Semakin banyak asosiasi yang saling berhubungan, semakin kuat citra merek yang dimiliki merek tersebut. Pada umumnya asosiasi merek terutama yang membentuk brand image menjadi pijakan konsumen dalam keputusan pembelian dan loyalitas pada merek tersebut. Berdasarkan telaah teoritis dan telaah empiris, maka hipotesis dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: H 1 : Citra merek yang terdiri dari kekuatan asosiasi merek, keuntungan asosiasi merek, dan keunikan asosiasi merek H 2 : METODE secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas konsumen Starbucks Coffee. Citra merek yang terdiri dari kekuatan asosiasi merek, keuntungan asosiasi merek, dan keunikan asosiasi merek secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas konsumen Starbucks Coffee. Jenis penelitian ini adalah riset kausal yaitu suatu penelitian yang mencari adanya hubungan sebab-akibat (hubungan kausal) dan pengaruh variabel-variabel penelitian untuk ditarik kesimpulan. Populasi dalam penelitian inii bersifat infinite yaitu jumlah populasi yang diteliti tidak diketahui. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang yang telah ikut terlibat dalam pembelian di Starbucks Coffee. Dengan sampel 110 orang berdasarkan pada teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah accidental sampling. Lokasi penelitian di Tunjungan Plaza 4 Ground Floor yang berlokasi di Jl. Embong Malang No.7-21 Surabaya, Jawa Timur. Variabel pada penelitian ini dibagi menjadi dua, yakni variabel terikat dan variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah citra merek. Citra merek adalah persepsi dan penilaian yang ada dibenak konsumen mengenai merek. Citra merek diukur dengan: kekuatan asosiasi merek, keuntungan asosiasi merek, dan keunikan asosiasi merek. Variabel bebas dari penelitian ini adalah loyalitas konsumen. Loyalitas konsumen merupakan suatu perilaku, yang ditujukan dengan pembelian rutin scara terus-meneus. Dimana loyalitas konsumen di Starbucks Coffee dapat diukur dengan indikator: 913 Jurnal Ilmu Manajemen Volume 1 Nomor 3 Mei 2013

say positive things, recommend friend, dan continue purchasing. Variabel loyalitas konsumen dapat didefinisikan dengan mengatakan tentang produk yang telah dikonsumsi kepada orang lain dalam bentuk kata-kata secara positif tentang suatu penyedia jasa, biasanya berupa ulasan, cerita atau uraian pengalaman konsumen. Merekomendasikan produk yang telah dikonsumsi kepada teman yang berujung pada mengajak pihak lain untuk ikut menikmati penyedia jasa tersebut akibat dari pengalaman positif yang dirasakan. Sikap untuk membeli ulang terus-menerus oleh konsumen tersebut pada penyedia jasa tertentu sehingga menimbulkan perulangan yang dapat dilandasi dari kesetiaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebar angket kepada responden. Angket tersebut merupakan indikator-indikator yang digunakan dalam penelitian ini dan berupa daftar pernyataan yang telah ditentukan. Teknik yang digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas, yaitu citra merek (X) terhadap loyalitas konsumen (Y) yaitu dengan rumus regresi linear berganda. HASIL Hasil Analisis Deskriptif Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, maka diketahui nilai koefisisen regresi dari masing-masing variabel bebas memiliki tanda positif. Hal ini menunjukkan hubungan yang searah antara variabel kekuatan asosiasi merek, keuntungan asosiasi merek dan keunikan asosiasi merek dengan loyalitas konsumen. Nilai koefisien determinasi (R 2 ) sebesar 42,7% menunjukkan hubungan yang kuat dari perubahan variabel loyalitas konsumen yang dipengaruhi tiga variabel, yaitu kekuatan asosiasi merek, keuntungan asosiasi merek dan keunikan asosiasi merek. Sedangkan sisanya sebesar 57,3% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel yang digunakan dalam penelitian ini seperti Strategi Customer Relationship Management dan Promotional Mix. Berdasarkan nilai thitung kekuatan asosiasi merek (X 1 ) sebesar 3,061 berada pada tingkat probabilitas signifikansi di bawah 0,05 yaitu 0,003. Berdasarkan nilai t hitung variabel keuntungan asosiasi merek (X 2 ) sebesar 2,960 berada pada tingkat probabilitas signifikansi di bawah 0,05 yaitu 0,004. Nilai t hitung variabel keunikan asosiasi merek (X 3 ) sebesar 3,135 berada pada tingkat probabilitas signifikansi di bawah 0,05 yaitu 0,002. variabel keunikan asosiasi merek (X 3 ) adalah 0,284 lebih besar dari nilai Beta variabel kekuatan asosiasi merek (X 1 ) yaitu 0,269 dan variable keuntungan asosiasi merek (X 2 ) yaitu 0,257. Hal ini menunjukkan bahwa keunikan asosiasi merek (X 3 ) memiliki pengaruh yang lebih dominan dari pada variabel kekuatan asosiasi merek (X 1 ) dan variable keuntungan asosiasi merek (X 2 ) dalam mempengaruhi loyalitas (Y). Hasil Analisis Linier Berganda Tabel 1 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Variabel Unstandardized Coefficient (B) Standardized Coefficients (Beta) R = 0,653 R 2 = 0,427 Adjusted R square = 0,410 SEE = 0,33780 = 0,05 F hitung = 26,299 Probabilitas signifikansi = 0,000 Sumber: Data yang diolah oleh peneliti t hitung Sig (Constant) 0,077-0,175 0,862 X 1 0,376 0,269 3,061 0,003 X 2 0,308 0,257 2,960 0,004 X 3 0,329 0,284 3,135 0,002 914 Jurnal Ilmu Manajemen Volume 1 Nomor 3 Mei 2013

Dari hasil analisis data juga dapat diketahui bahwa koefisien determinasi atau R squared sebesar 0,427. Berarti kontribusi secara simultan variabel bebas yaitu kekuatan asosiasi merek (X 1 ), keuntungan asosiasi merek (X 2 ) dan keunikan asosiasi merek (X 3 ) secara bersama-sama adalah sebesar 42,7% terhadap variabel terikat yakni loyalitas konsumen. Sedangkan sisanya sebesar 57,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model regresi linier berganda seperti Strategi Customer Relationship Management dan Promotional Mix. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah citra merek Starbucks coffee yang terdiri dari (1) kekuatan asosiasi merek (X 1 ), merupakan kesesuaian antara kualitas yang ada dengan proses informasi yang diterima oleh konsumen, semakin dalam konsumen memikirkan tentang informasi suatu produk akan membuat konsumen mengeluarkan pengetahuan akan kedai kopi merek Starbucks Coffee yang dimilikinya, dan akhirnya yang terkuat akan menghasilkan asosiasi merek Starbucks Coffee meliputi Popularitas dan kredibilitas. (2) keuntungan asosiasi merek (X 2 ) merupakan keyakinan konsumen terhadap bahwa merek tersebut memiliki relevansi antara atribut dan manfaat Starbucks Coffee yang dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen meliputi penawaran produk dan manfaat bagi pelanggan. (3) keunikan asosiasi merek (X 3 ) merupakan merek Starbucks Coffee yang mempunyai suatu keunggulan kompetitif yang berkelanjutan atau keunikan preposisi penjualan yang memberikan alasan mengapa konsumen harus membeli merek Starbucks Coffee. Perbedaan tersebut disampaikan secara eksplisit dengan membuat perbandingan langsung terhadap pesaingnya meliputi atribut produk dan non produk. Variabel terikat dari penelitian ini adalah loyalitas konsumen (Y). Loyalitas konsumen merupakan tindakan yang diambil konsumen dalam melakukan pembelian ulang di Starbucks Coffee yang terdiri dari say positive things, adalah mengatakan tentang produk yang telah dikonsumsi kepada orang lain dalam bentuk kata-kata secara positif tentang suatu penyedia jasa, biasanya berupa ulasan, cerita atau uraian pengalaman (Y 1 ). Recommend Friend, adalah merekomendasikan produk yang telah dikonsumsi kepada teman yang berujung pada mengajak pihak lain untuk ikut menikmati penyedia jasa tersebut akibat dari pengalaman positif yang dirasakan (Y 2 ). Continue Purchasing, adalah sikap untuk membeli ulang terus-menerus oleh konsumen tersebut pada penyedia jasa tertentu sehingga menimbulkan perulangan dilandasi dari kesetiaan (Y 3 ). Data yang diperoleh menggunakan skala likert, yang dipakai untuk mengukur atau melihat tanggapan responden terhadap variabel kekuatan asosiasi merek, keuntungan asosiasi merek dan keunikan asosiasi merek dan loyalitas, dimana tanggapan responden atas setiap variabel. PEMBAHASAN Berikut akan dibahas temuan penelitian atas analisis data empiris sehubungan dengan hipotesis yang diajukan, yaitu pengaruh citra merek terhadap loyalitas konsumen. Citra Merek Berpengaruh secara Simultan terhadap Loyalitas Konsumen Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra merek mempengaruhi loyalitas konsumen di Starbucks 915 Jurnal Ilmu Manajemen Volume 1 Nomor 3 Mei 2013

Coffee. Menurut Kotler dan Keller, (2007:346) citra merek adalah persepsi dan keyakinan yang dilakukan oleh konsumen, seperti yang tercermin dalam asosiasi yang terjadi dalam memori konsumen. Hubungan yang erat diantara asosiasi merek dengan citra merek dimana asosiasi yang terjalin pada suatu merek pada pembentuk citra merek, suatu asosiasi merek adalah segala sesuatu hal yang berkaitan dengan ingatan mengenai sebuah merek. Asosiasi dan pencitraan keduanya mewakili berbagai persepsi yang mungkin mencerminkan realitas dan objektifitas tentang suatu produk. Semakin banyak asosiasi yang saling berhubungan, semakin kuat citra merek yang dimiliki merek tersebut. Pada umumnya asosiasi merek terutama yang membentuk brand image menjadi pijakan konsumen dalam keputusan pembelian dan loyalitas pada merek tersebut. Oleh karena itu pemasar berusaha untuk menciptakan citra merek yang positif dibenak konsumen terhadap suatu produk dan jasa yang dihasilkan dengan melalui pengukuran tanggapan konsumen terhadap faktor-faktor citra merek yaitu kekuatan asosiasi, keuntungan asosiasi dan keunikan asosiasi. Hasil penelitian itu juga menunjukkan bahwa variabel bebas yaitu citra merek memiliki pengaruh yang signifikan secara simultan terhadap loyalitas konsumen di starbucks coffee dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Citra Merek Berpengaruh Secara Parsial terhadap Loyalitas Konsumen Berdasarkan hasil uji t diketahui bahwa Kekuatan asosiasi merek (X 1 ) keuntungan asosiasi merek (X 2 ) dan keunikan asosiasi merek (X 3 ) memiliki pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap loyalitas konsumen (studi pada Starbucks Coffee Plaza Tunjungan 4 Surabaya). Sejak masuknya Starbucks Coffee, kedai kopi asal Seattle Amerika, bisnis kedai kopi mulai marak di Indonesia. Starbucks bukan sekedar tentang gerai kopi dengan kualitas tinggi. Starbucks juga tentang layanan dan kenyamanan. Starbucks is an experience, paling tidak itulah persepsi yang berusaha dihadirkan ke dalam benak konsumen. Berdasarkan nilai thitung kekuatan asosiasi merek (X 1 ) sebesar 3,061 berada pada tingkat probabilitas signifikansi di bawah 0,05 yaitu 0,003. Jadi berdasarkan tingkat probabilitas signifikansinya, dapat disimpulkan bahwa variabel kekuatan asosiasi merek (X 1 ) memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap variabel loyalitas konsumen (Y). Berdasarkan nilai thitung variabel keuntungan asosiasi merek (X 2 ) sebesar 2,960 berada pada tingkat probabilitas signifikansi di bawah 0,05 yaitu 0,004. Jadi berdasarkan tingkat probabilitas signifikansinya, dapat disimpulkan bahwa variabel keuntungan asosiasi merek (X 2 ) memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap variabel loyalitas konsumen (Y). Nilai t hitung variabel keunikan asosiasi merek (X 3 ) sebesar 3,135 berada pada tingkat probabilitas signifikansi di bawah 0,05 yaitu 0,002. Jadi berdasarkan tingkat probabilitas signifikansinya, dapat disimpulkan bahwa variabel keunikan asosiasi merek (X 3 ) memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap variabel loyalitas konsumen (Y). Nilai Beta (Hair, 2006) variabel keunikan asosiasi merek (X 3 ) adalah 0,284 lebih besar dari nilai Beta variabel kekuatan asosiasi merek (X 1 ) yaitu 0,269 dan variable keuntungan asosiasi merek (X 2 ) yaitu 0,257 sehingga disimpulkan H 0 ditolak dan H a diterima. Hal ini menunjukkan bahwa keunikan asosiasi merek (X 3 ) 916 Jurnal Ilmu Manajemen Volume 1 Nomor 3 Mei 2013

memiliki pengaruh yang lebih dominan dari pada variabel kekuatan asosiasi merek (X 1 ) dan variabel keuntungan asosiasi merek (X 2 ) dalam mempengaruhi loyalitas konsumen (Y). KESIMPULAN Berdasarkan penelitian diatas dapat diketahui bahwa: (1) citra merek yang terdiri atas kekuatan asosiasi merek, keuntungan asosiasi merek dan keunikan asosiasi merek secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas konsumen di Starbucks Coffee Plaza Tunjungan 4 Surabaya. (2) citra merek yang terdiri atas kekuatan asosiasi merek, keuntungan asosiasi merek dan keunikan asosiasi merek secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas konsumen (studi pada Starbucks Coffee Plaza Tunjungan 4 Surabaya). Keunikan asosiasi merek (X 3 ) memiliki pengaruh yang lebih dominan dari pada variabel kekuatan asosiasi merek (X 1 ) dan variable keuntungan asosiasi merek (X 2 ) dalam mempengaruhi loyalitas konsumen (Y). SARAN Dari penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa variable pengaruhnya paling kecil adalah keuntungan asosiasi merek (X 2 ). Maka, peneliti menyarankan: (1) pihak perusahaan sebaiknya lebih meningkatkan penawaran produknya misalnya dengan mengembangkan varian produk agar dapat menimbulkan kepercayaan diri pada konsumen Starbucks Coffee. Selain itu, meningkatkan faktor pelayanan serta kenyamanan di Starbucks Coffee untuk menambah manfaat bagi konsumen. (2) bagi peneliti selanjutnya sebaiknya menambahkan variabel lain yang mendukung terciptanya loyalitas pelanggan dengan, Strategi customer relationship management dan Promotional Mix. DAFTAR PUSTAKA Assauri, Sofjan. 2004. Manajemen Pemasaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada Griffin, Jill. 2002. Customer Loyalty How to Earn It, How to Keep It I. Kentucky: Mc Graw Hill. Keller, K. L. 2003. Strategic Brand Management: Building, Measuring, and Managing Brad Equity, 2th edition. New Jersey: Prentice Hall. Kotler, Philip. 2000. Marketing Prentice Hall. Ninth Edition, New Jersey: Englewood Cliffs. Kotler, Philip dan Armstrong, Gary. 2001. Marketing: An Introduction, (Third Edition), New Jersey: Prentice Hal, Inc. Kotler, Philip dan Keller, Kevin Lane. 2007. Manajemen Pemasaran. Edisi ke-12, Jilid 1. Jakarta: Indeks. Kotler, Philip and Armstrong, Gary. 2001. Marketing: An Introduction, (Third Edition). New Jersey: Prentice Hal, Inc. Widjaja, Maya., Serly, Wijaya dan Regina, Jokom. 2007. Analisa Penilaian Konsumen Terhadap Ekuitas Merek Coffe Shops di Surabaya. Jurusan Manajemen Perhotelan 3 (2): 89-101. Mowen, John C. dan Minor, Michael. 2002. Behavior Consumers. Translation by lina Salim. Jakarta: PT.Publisher Erland. Rangkuti, Fredy. 2009. The Power Of Brand. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Stanton, William J.Buskirk, Richard H. Gulo, D.H. 1991. Taktik dan Strategi Pemasaran. Jakarta: Arikha Media Cipta. Tjiptono, Fandy. 2008. Pemasaran 917 Jurnal Ilmu Manajemen Volume 1 Nomor 3 Mei 2013

Strategik. Yogyakarta: Andi. Zeithaml, Valarie A. dan Mary Jo Bitner. 1996. Service Marketing Integrating Customer Focus Across The Firm. Fourth Edition. New York: Mc Graw-Hill Inc. 918 Jurnal Ilmu Manajemen Volume 1 Nomor 3 Mei 2013