BAB II. PERJANJIAN KINERJA

dokumen-dokumen yang mirip
MATRIK RENSTRA DINAS PETERNAKAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA 2013

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA 2013

PENGUKURAN KINERJA DINAS PETERNAKAN PROVINSI JAWA TIMUR CAPAIAN TUJUAN

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI, DAN KEBIJAKAN

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP)

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA 2013

LAPORAN KINERJA 2014 BAB I. PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF

RENCANA STRATEGIS DINAS PETERNAKAN PROVINSI JAWA TIMUR

I. PENDAHULUAN. dalam pembangunan sektor pertanian. Pada tahun 1997, sumbangan Produk

I. PENDAHULUAN. Tabel 1. Data Perkembangan Koperasi tahun Jumlah

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA 2013

VISI. Terwujudnya masyarakat yang mandiri, sejahtera melalui peningkatan pembangunan peternakan.

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA 2013

I PENDAHULUAN. 2,89 2,60 2,98 3,35 5,91 6,20 Makanan Tanaman Perkebunan 0,40 2,48 3,79 4,40 3,84 4,03. Peternakan 3,35 3,13 3,35 3,36 3,89 4,08

BAB VI INDIKATOR DINAS PERTANIAN YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD RENSTRA D I N A S P E R T A N I A N RENSTRA VI - 130

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF

A. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM MATA KULIAH

I. PENDAHULUAN. kontribusi positif terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto Indonesia.

Ayam Ras Pedaging , Itik ,06 12 Entok ,58 13 Angsa ,33 14 Puyuh ,54 15 Kelinci 5.

BAB VI INDIKATOR DINAS PERTANIAN YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD RENSTRA D I N A S P E R T A N I A N RENSTRA VI - 130

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PERTANIAN KABUPATEN BANDUNG TENTANG INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) DINAS PERTANIAN KABUPATEN BANDUNG

FORMULASI PERHITUNGAN CAPAIAN KINERJA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN KABUPATEN LAMONGAN

OLEH DR. Drh. RAIHANAH, M.Si. KEPALA DINAS KESEHATAN HEWAN DAN PETERNAKAN ACEH DISAMPAIKAN PADA :

BUKU SAKU DATA PETERNAKAN DAN PERIKANAN 2014

LAPORAN REFLEKSI AKHIR TAHUN 2014 DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN PROVINSI SUMATERA UTARA

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA 2013

RENCANA KERJA (RENJA) PEMBANGUNAN PETERNAKAN KABUPATEN LUMAJANG TAHUN 2015

BAB I PENDAHULUAN. Tahun (juta orang)

I. PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN 2016

DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN, PERJANJIAN KINERJA, PENGUKURAN KINERJA, INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2016

I. PENDAHULUAN. Pembangunan pertanian di Indonesia merupakan bagian integral dari

PENETAPAN KINERJA DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN KABUPATEN JOMBANG TAHUN ANGGARAN 2015

CAPAIAN KINERJA KELUARAN (OUTPUT ) UTAMA APBN PKH TAHUN 2014

BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD

BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI NOMOR 11 TAHUN 2001 TENTANG PERIZINAN DAN PENDAFTARAN USAHA PETERNAKAN DI KABUPATEN KUTAI

I. PENDAHULUAN. Pembangunan pertanian, pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

KATA PENGANTAR. Dukungan Data yang akurat dan tepat waktu sangat diperlukan. dan telah dilaksanakan serta merupakan indikator kinerja pembangunan

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF

PEMERINTAH KABUPATEN SIAK

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA DAN PENDANAAN INDIKATIF

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL (Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul) Nomor : 1 Tahun : 2017

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA. Berikut ini merupakan gambaran umum pencapaian kinerja Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur :

PENDAHULUAN. Kemitraan merupakan hubungan kerjasama secara aktif yang dilakukan. luar komunitas (kelompok) akan memberikan dukungan, bantuan dan

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS PETERNAKAN PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN (Revisi Kedua)

BAB VI INDIKATOR KINERJA YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan daerah pada hakekatnya merupakan bagian integral dan

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1977 TENTANG USAHA PETERNAKAN

Bab 4 P E T E R N A K A N

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Uraian Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

PEDOMAN FORMASI JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS BIBIT TERNAK BAB I PENDAHULUAN

I. PENDAHULUAN. Tabel 1. Jumlah Tenaga Kerja Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Lapangan Pekerjaan Tahun 2011

DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN JL. Soekarno Hatta no Telp. (0321) , Fax (0321)

PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 50 TAHUN 2012 TENTANG IZIN USAHA PETERNAKAN DAN PENDAFTARAN PETERNAKAN RAKYAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 82/Permentan/OT.140/12/2012 TENTANG PEDOMAN FORMASI JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS BIBIT TERNAK

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BUPATI MALANG BUPATI MALANG,

LAPORAN TAHUNAN DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN TAHUN ANGGARAN 2013

DOKUMEN REVIEW PERJANJIAN KINERJA TAHUN ANGGARAN 2014

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) DINAS KELAUTAN, PERIKANAN DAN PETERNAKAN KABUPATEN GRESIK TAHUN 2015

DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2015

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1977 TENTANG USAHA PETERNAKAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KATA PENGANTAR. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) merupakan laporan kinerja tahunan yang berisi pertanggungjawaban

I. PENDAHULUAN. Daging ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling

LAPORAN KINERJA (LKjIP) 2016 DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1977 TENTANG USAHA PETERNAKAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKA DINAS PERKEBUNAN DAN PETERNAKAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

BAB 2 Perencanaan Kinerja

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) Pada Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang Tahun 2015

I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki sumber daya melimpah

DESKRIPSI HARGA JUAL DAN VOLUME PENJUALAN PEDAGANG PENGUMPUL AYAM POTONG DI KOTA MAKASSAR

BAB I PENDAHULUAN. Potensi usaha peternakan di Indonesia sangat besar. Dengan kondisi geografis

KATA PENGANTAR. Lamongan, Agustus 2016 KEPALA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN LAMONGAN

PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 18 TAHUN 2003 TENTANG IZIN USAHA BUDIDAYA PETERNAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TARAKAN,

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

LKjIP Dinkannak Tahun 2017

I. PENDAHULUAN Kebijakan otonomi daerah yang bersifat desentralisasi telah merubah

Revisi ke 05 Tanggal : 27 Desember 2017

BAB III METODOLOGI. struktur organisasi dan pembagian tugas berdasarkan Keputusan Presiden R.I. No.

KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PETERNAKAN DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN Jalan Patriot No. 14, (0262) Garut

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN Visi dan Misi Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Tasikmalaya

PERJANJIAN KINERJA PERUBAHAN TAHUN 2017

PEMERINTAH KOTA MAGELANG

BAB I PENDAHULUAN. penyedia protein, energi, vitamin, dan mineral semakin meningkat seiring

Transkripsi:

BAB II. PERJANJIAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS TAHUN 2009-2014 Rencana Stategis Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Tahun 2009 2014 mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2009 2014. Pembangunan subsektor peternakan yang tercantum dalam RPJMD Jawa Timur dilaksanakan melalui 5 (lima) program prioritas, yaitu : (1) Kesejahteraan Petani; (2) Program Pencegahan ; (3) Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan; (4) Pemasaran Hasil Produksi Peternakan; (5) Program Pengembangan Agribisnis. Untuk mendukung program diatas, maka telah ditetapkan visi, misi tujuan/sasaran kebijakan pembangunan peternakan Provinsi Jawa Timur. 2.1.1. VISI Dalam rangka memberikan arah pandangan kedepan terkait dengan kinerja dan peranan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur serta untuk memberikan gambaran tentang kondisi masa depan yang ingin diwujudkan oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, maka perlu dirumuskan visi SKPD yang mencerminkan keadaan yang ingin dicapai pada akhir periode perencanaan. Visi dimaksud juga diperlukan untuk menyatukan persepsi dan fokus arah tindakan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi setiap unit kerja dan individu serta sebagai panduan serta acuan dalam menjalankan tugas dan fungsi dalam mencapai sasaran atau target yang ditetapkan. Visi yang dirumuskan tentunya harus selaras dengan arah kebijakan dan program pembangunan daerah yang ditetapkan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Timur 2009 2014. 2.1.2. MISI Terwujudnya peningkatan kontribusi subsektor peternakan terhadap perekonomian Jawa Timur. Sejalan dengan visi Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, maka diperlukan rumusan mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi yang mencerminkan apa yang akan dapat dicapai (pada level dampak) dan bagaimana mencapainya dalam periode tertentu, beserta ukuran-ukuran pencapaiannya. Misi yang dirumuskan menggambarkan tindakan atau upaya sesuai dengan tugas dan fungsi Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Selanjutnya misi diharapkan dapat menjadi pedoman untuk mencapai tujuan, sasaran, strategi, kebijakan dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, yaitu : 1. Menjamin pemenuhan kebutuhan aman, sehat, utuh, dan halal. 2. Mengendalikan dan menanggulangi penyakit hewan. DINAS PETERNAKAN PROVINSI JAWA TIMUR II- 9

3. Memberdayakan peternak lokal agar dapat mengembangkan produk pertenakan unggulan yang berdaya saing. 2.1.3. TUJUAN Tujuan merupakan kondisi yang ingin diwujudkan oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur pada lima tahun mendatang, dimana tujuan tersebut selaras dengan visi dan misi. Perumusan tujuan menggambarkan hasil-hasil serta manfaat yang akan diberikan oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Dengan berdasarkan pada hasil analisis lingkungan internal dan eksternal, maka tujuan strategis Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dirumuskan sebagai berikut : Tujuan 1. Meningkatkan produksi ternak dengan pendayagunaan sumber daya lokal. 2. Meningkatkan unit usaha memenuhi syarat kesmavet dan 3. Meningkatkan status kesehatan hewan. 4. Meningkatkan nilai tambah hasil peternakan melalui penanganan pasca panen. Tabel 2.1 Matrik Hubungan antara Misi dan Tujuan MISI TUJUAN INDIKATOR 1 Meningkatkan produksi ternak dengan pendayagunaan sumber daya lokal. Menjamin pemenuhan kebutuhan produk hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal. 2 Meningkatkan unit usaha memenuhi syarat kesmavet dan 1.1 Meningkatnya produksi hasil Daging Telur Susu 2.1 Meningatnya unit usaha produk hewan yang memperoleh sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner. Mengendalikan dan menanggulangi penyakit hewan. Memberdayakan peternak lokal agar dapat mengembangkan produk pertenakan unggulan yang berdaya saing. 3 Meningkatkan status kesehatan hewan 4 Meningkatkan pendapatan peternak melalui penanganan pasca panen. 3.1 Menurunnya rasio kasus penyakit brucellosis pada sapi perah 3.2 Menurunnya kasus penyakit Avian Influenza pada unggas. 4.1 Meningkatnya pendapatan peternak DINAS PETERNAKAN PROVINSI JAWA TIMUR II- 10

2.1.4. STRATEGIS Sasaran yang hendak dicapai atau dihasilkan oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dalam kurun waktu 5 tahun (2009 2014), dapat dirumuskan berdasarkan tujuan yang ada, yaitu : Tujuan 1: Meningkatkan produksi ternak dengan pendayagunaan sumber daya lokal. a. Meningkatnya populasi ternak dan produksi hasil peternakan. Tujuan 2: Meningkatkan unit usaha memenuhi syarat kesmavet dan a. Meningkatnya unit usaha memenuhi standar hygiene sanitasi. Tujuan 3: Meningkatkan status kesehatan hewan. a. Menurunnya kasus penyakit Brucellosis pada Sapi Perah. b. Menurunnya kasus penyakit Avian Influenza pada unggas. Tujuan 4: Meningkatkan nilai tambah hasil peternakan melalui penanganan pasca panen. a. Meningkatnya pendapatan peternak. Tabel 2.2 Matrik Hubungan antara Tujuan dan Sasaran TUJUAN URAIAN INDIKATOR URAIAN INDIKATOR 1. Meningkatkan produksi ternak Jumlah produksi hasil Meningkatnya populasi ternak dan produksi hasil Jumlah populasi dengan -Daging peternakan. -Sapi potong pendayagunaan -Telur -Sapi perah sumber daya lokal. -Susu -Kerbau -Kuda -Kambing -Domba -Babi -Ayam buras -Ayam ras petelur -Ayam ras pedaging -Itik -Entok Jumlah produksi hasil -Daging -Telur -Susu 2. Meningkatkan unit usaha produk hewan yang memenuhi syarat kesmavet dan Unit usaha produk hewan yang memnuhi standar hygiene sanitasi Meningkatnya unit usaha memenuhi standar hygiene sanitasi. Jumlah unit usaha memperoleh sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner. DINAS PETERNAKAN PROVINSI JAWA TIMUR II- 11

3 Meningkatkan status kesehatan hewan TUJUAN URAIAN INDIKATOR URAIAN INDIKATOR Kasus penyakit Brucellosis Menurunnya kasus Rasio kasus penyakit pada sapi perah penyakit Brucellosis pada Brucellosis pada sapi 4 Meningkatkan nilai tambah hasil peternakan melalui penanganan pasca panen. Kasus penyakit Avian Influenza pada unggas Pendapatan peternak Sapi Perah. Menurunnya kasus penyakit Avian Influenza pada unggas. Meningkatnya pendapatan peternak perah Jumlah kasus penyakit Avian Influenza pada unggas Jumlah peternak pendapatan 2.2. PERJANJIAN KINERJA Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah menjelaskan bahwa Perjanjian Kinerja merupakan dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi (Gubernur) kepada pimpinan instansi yang lebih rendah (Kepala Dinas) untuk melaksanakan program/ kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja, sebagaimana dapat dilihat pada Lampiran. Ringkasan perjanjian kinerja dapat dilihat pada tabel 2.3. DINAS PETERNAKAN PROVINSI JAWA TIMUR II- 12

STRATEGIS 1. Meningkatnya populasi ternak dan produksi hasil peternakan. Tabel 2.3 Ringkasan Perjanjian Kinerja Tahunan 2014 PROGRAM INDIKATOR TARGET Jumlah populasi -Sapi potong 4.071.391 -Sapi perah 238.867 1. 2. Kesejahteraan Petani Produksi Hasil Peternakan ANGGARAN (Rp) 65.571.500.000,00 34.700.000.000,00 -Kerbau 28.174 -Kuda 10.582 3. Program Pengembangan Agribisnis 6.300.000.000,00 -Kambing 2.982.050 -Domba 1.205.625 -Babi 46.099 -Ayam buras 34.314.067 -Ayam ras petelur 43.927.688 -Ayam ras pedaging 163.919.118 -Itik 4.263.940 -Entok 951.055 Jumlah produksi hasil -Daging 359.378 -Telur 347.717 -Susu 423.914 2. Meningkatnya unit usaha produk hewan yang memenuhi standar hygiene sanitasi. 3. Menurunnya kasus penyakit Brucellosis pada Sapi Perah. 4. Menurunnya kasus penyakit Avian Influenza pada unggas. 5. Meningkatnya pendapatan peternak. Jumlah unit usaha memperoleh sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner. Rasio kasus penyakit Brucellosis pada sapi perah (positif brucellosis/ sampel) Jumlah kasus penyakit Avian Influenza pada unggas Jumlah pendapatan peternak 199 1. Program Pencegahan 0,041 1. Program Pencegahan 18.195.252 1. 84 1. Program Pencegahan 2. Kesejahteraan Petani Pemasaran Hasil Produksi Peternakan 65.571.500.000,00 4.400.000.000,00 DINAS PETERNAKAN PROVINSI JAWA TIMUR II- 13