1. PENDAHULUAN TUJUAN SASARAN

dokumen-dokumen yang mirip
PENGHARGAAN ADHIKARYA PANGAN NUSANTARA TAHUN 2016

PENGHARGAAN ADHIKARYA PANGAN NUSANTARA TAHUN 2016

DRAFT PEDOMAN UMUM PEMBERIAN PENGHARGAAN ADHIKARYA PANGAN NUSANTARA TAHUN 2016

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35/Permentan/KP.590/7/2016 TENTANG

PEDOMAN UMUM PEMBERIAN PENGHARGAAN ADHIKARYA PANGAN NUSANTARA TAHUN 2012 I. PENDAHULUAN

KERANGKA ACUAN KERJA PENGANUGERAHAN TANDA JASA KEPADA PNS PROV. JAWA TENGAH DAN PNS KAB. /KOTA SE JAWA TENGAH TAHUN 2017

PETUNJUK PELAKSANAAN PEMBERIAN PENGHARGAAN ADHIKARYA PANGAN NUSANTARA TAHUN 2015

KATA PENGANTAR. Semarang, Maret 2018

Buku Pedoman PENGHARGAAN ENERGI MENUJU DESA MANDIRI ENERGI DI JAWA TENGAH TAHUN 2015

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 61/Permentan/OT.140/11/2008 TENTANG

PEDOMAN PELAKSANAAN PENUMBUHAN DAN PENGEMBANGAN PENYULUH PERTANIAN SWADAYA TAHUN 2016

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 61/Permentan/OT.140/11/2008 TENTANG

PETUNJUK TEKNIS PENGHARGAAN KIHAJAR UNTUK KEPALA DAERAH 2017

PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA DEFINITIF KELOMPOKTANI DAN RENCANA DEFINITIF KEBUTUHAN KELOMPOKTANI BAB I PENDAHULUAN

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BARRU

PETUNJUK PELAKSANAAN PENILAIAN BAGI KEPALA DAERAH DAN PETANI BERPRESTASI TINGGI PENGELOLA LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA,

PROFIL BADAN KETAHANAN PANGAN

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, TENTANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR: 60/Permentan/HK.060/8/2007 TENTANG UNIT PERCEPATAN PENCAPAIAN SWASEMBADA DAGING SAPI TAHUN 2010

2017, No Penyesuaian/Inpassing Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Fungsional Bidang Pertanian; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014

Daftar Isi Daftar Isi... i KATA PENGANTAR... ii PENGHARGAAN ENERGI... 1 A. Latar Belakang... 1 B. Maksud, Tujuan, Sasaran, dan Dasar Hukum

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : P.42/Menhut-II/2012 TENTANG PENYULUH KEHUTANAN SWASTA DAN PENYULUH KEHUTANAN SWADAYA MASYARAKAT

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 55/Permentan/KP.120/7/2007 TENTANG PEDOMAN PENILAIAN PENYULUH PERTANIAN BERPRESTASI

2 Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lemb

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 03/Permentan/OT.140/1/2011 TENTANG

2016, No Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan L

PEDOMAN PEMBINAAN TENAGA HARIAN LEPAS TENAGA BANTU PENYULUH PERTANIAN BAB I PENDAHULUAN

PEDOMAN PELAKSANAAN PENINGKATAN KAPASITAS BP3K

KATA PENGANTAR Ungaran, Februari 2017

2017, No Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 12, Tambahan Le

KEMENTERIAN PERTANIAN RI DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN PEDOMAN TEKNIS PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN PETERNAK

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH

PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.84/MENLHK-SETJEN/KUM.1/11/2016 TENTANG PROGRAM KAMPUNG IKLIM

PEDOMAN PENILAIAN TENAGA HARIAN LEPAS TENAGA BANTU PENYULUH PERTANIAN TELADAN BAB I PENDAHULUAN

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 46 TAHUN 2013 TENTANG

BAB II SASARAN DAN PERSYARATAN. A. Sasaran THL-TB Penyuluh Pertanian yang mempunyai wilayah kerja dan berdomisili di wilayah kerjanya.

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 80/Permentan/OT.140/8/2013 TENTANG

PEDOMAN UJI KOMPETENSI BAGI PEJABAT FUNGSIONAL PENGAWAS BIBIT TERNAK BAB I PENDAHULUAN

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 23/Permentan/OT.140/4/2012 TENTANG PEDOMAN PENILAIAN TENAGA HARIAN LEPAS TENAGA BANTU PENYULUH PERTANIAN TELADAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 84 TAHUN 2000 TENTANG PEDOMAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG INSENTIF PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN

PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN KOORDINASI PENYULUHAN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.52, 2010 Kementerian Pertanian. Pelatihan. Pertanian Swadaya. Pedoman.

PEDOMAN SISTEM KERJA LATIHAN DAN KUNJUNGAN BAB I PENDAHULUAN

Penetapan dan Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG INSENTIF PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 63 TAHUN 2015

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 91/Permentan/OT.140/9/2013 TENTANG PEDOMAN EVALUASI KINERJA PENYULUH PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KUALIFIKASI TENAGA AHLI. ( untuk program BSPS 2017 )

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BOGOR

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUMAS NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

- 1 - PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR 30 TAHUN 2013 TENTANG MEKANISME KERJA DAN METODE PENYULUHAN PERTANIAN, PERIKANAN, DAN KEHUTANAN

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 130/Permentan/SR.130/11/2014 TENTANG

2 menetapkan Peraturan Menteri Pertanian tentang Pedoman Uji Kompetensi Pejabat Fungsional Medik Veteriner; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 16 Tahu

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

3. Indikator Kinerja Aktivitas (IKA)

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 132/Permentan/OT.140/12/2014 TENTANG PEDOMAN UJI KOMPETENSI PEJABAT FUNGSIONAL MEDIK VETERINER

PEMERINTAH KABUPATEN BENGKULU TENGAH

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG SISTEM PENYELENGGARAAN PENYULUHAN PERTANIAN DI KABUPATEN BANJAR. BAB I KETENTUAN UMUM.

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 07/Permentan/OT.140/1/2013 TENTANG PEDOMAN PENGEMBANGAN GENERASI MUDA PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH,

- 1 - MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

PEDOMAN EVALUASI KINERJA PENYULUH PERTANIAN

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN WAKATOBI

BUPATI BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN

PETUNJUK PELAKSANAAN PEMBERIAN PENGHARGAAN ADHIKARYA PANGAN NUSANTARA PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2017

2 d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pertanian tentang Pedoman Uji K

GUBERNUR KALIMANTAN BARAT

KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERTANIAN: Upaya Peningkatan Produksi Komoditas Pertanian Strategis

04/PP/DITDIKTENDIK/2011 PEDOMAN UMUM PEMILIHAN PUSTAKAWAN BERPRESTASI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 61 TAHUN 2014

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 133/Permentan/OT.140/12/2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERTANIAN. NOMOR : 49/Permentan/OT.140/10/2009 TENTANG KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENYULUHAN PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 130/Permentan/SR.130/11/2014 TENTANG

Transkripsi:

1. PENDAHULUAN TUJUAN 1. Menumbuhkan dan mendorong semangat, kreativitas, serta partisipasi masyarakat; 2. Memberikan motivasi kepada aparatur pemerintah dalam rangka mewujudkan Kedaulatan Pangan, Kemandirian Pangan, dan Ketahanan Pangan SASARAN 1. Masyarakat : perseorangan, kelompok masyarakat, kelembagaan masyarakat, dan pelaku usaha pangan 2. Pemerintah : aparatur pemerintah, pejabat pemerintah 2

2. BENTUK, KATEGORI, PENGERTIAN KATEGORI, JUMLAH PENERIMA PENGHARGAAN 2.1. Bentuk Penghargaan 2.2. Kategori Penghargaan 2.3. Pengertian Kategori Penghargaan 2.4. Jumlah Penerima Penghargaan

2.1. Bentuk Penghargaan Bentuk Penghargaan : 1. Trofi 2. Piagam 3. Hadiah 4

2.2. Kategori Penghargaan No Kategori APN 2015 1. Pelopor Ketahanan Pangan 2. Pemangku Ketahanan Pangan 3. Pelaku Pembangunan Ketahanan Pangan 4. Pelayanan Ketahanan Pangan 5. Pembina Ketahanan Pangan 5

2.3. Pengertian Kategori Penerima Tahun 2014 Kategori Penerima 1. Pelopor Ketahanan Pangan Pengertian perseorangan (bukan tokoh organisasi formal) yang merintis pemanfaatan sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya finansial, sumber daya teknologi, dan sumber daya sosial di daerah/wilayahnya dalam mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan. 6 6

Lanjutan Kategori Penerima 2. Pemangku Ketahanan Pangan Pengertian Perseorangan yang menjadi tokoh masyarakat setempat/adat (bukan PNS /pejabat pemerintah, bukan isteri/suami pejabat pemerintah), mempunyai pengaruh besar, kharisma, dan berhasil menggerakkan masyarakat untuk melestarikan kearifan lokal dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan. 7 7

Lanjutan Kategori Penerima 3. Pelaku Pembangunan Ketahanan Pangan Pengertian kelompok/ gabungan kelompok masyarakat/kelembagaan ekonomi pelaku usaha pangan skala kecil dan menengah yang berhasil mengelola kegiatan produksi pangan/pemberdayaan masyarakat/ pengembangan industri pangan olahan/perakitan/perekayasaan teknologi pangan dalam mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan. 8

Lanjutan Kategori Penerima 4. Pelayanan Ketahanan Pangan Pengertian perseorangan yang berprestasi dan aktif memberikan pengabdian/pelayanan kepada masyarakat dalam mewujudkan Kemandirian Pangan dan Ketahanan Pangan di wilayahnya yang melampaui tugas pokoknya dan/atau prestasi luar biasa. Lingkup pengabdian/pelayanan mencakup antara lain penyuluhan, penelitian/pengembangan, pengawasan/ pengendalian di bidang pangan, kesehatan hewan dan ikan, serta bentuk pelayanan fungsional lainnya dalam rangka pembangunan Ketahanan Pangan. 9

Lanjutan Kategori Penerima 5. Pembina Ketahanan Pangan a. Kepala Desa/Lurah Pengertian Berhasil menggerakkan perangkatnya dan masyarakat di wilayahnya dalam mengurangi kemiskinan/kerawanan pangan/gizi buruk; Meningkatkan produksi pangan sesuai potensi daerah, dan mempercepat diversifikasi pangan a. Gubernur, Bupati/Walikota Kepala daerah tingkat provinsi/kabupaten/kota yang berhasil melampaui penugasannya dalam mencapai swasembada padi, jagung, dan kedelai (PAJALE) dari target yang ditetapkan 10

3. PANITIA PENYELENGGARA Panitia penyelenggara terdiri dari : perwakilan instansi anggota Dewan Ketahanan Pangan Di tingkat Pusat : SK Ketua Harian DKP Di tingkat Daerah : SK Ketua DKP Provinsi/ Kabupaten/ Kota TUGAS a. Menyebarluaskan informasi tentang pencalonan Penghargaan APN kepada perseorangan, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, instansi pemerintah, media, dan sebagainya; dan b. Menerima, melakukan verifikasi, menilai, dan mengusulkan calon penerima penghargaan. 11

4. PENJARINGAN/PENGUSULAN CALON PENERIMA A.Penjaringan Secara Berjenjang DKP Kab/Kota DKP Provinsi Dewan Ketahanan Pangan Untuk 5 kategori B. Pengusulan Secara Langsung Oleh Kelompok Masyarakat dan/atau ormas (Kategori pelopor dan pemangku) pengusulannya disertai rekomendasi dari instansi terkait Oleh Kementerian atau Lembaga anggota DKP termasuk eselon I lingkup Kementan (Kategori Pelopor (3), Pelayanan (3), Pelaku (3) dan Pemangku (3)) Oleh DKP Pusat untuk Kategori Pembina (Gubernur dan Bupati/Walikota) PENGUSULAN DISAMPAIKAN KEPADA SEKRETARIAT DKP DI PUSAT 12

5. ALUR MEKANISME PENJARINGAN SECARA BERJENJANG Pusat 1 2 3 4 Dewan Ketahanan Pangan 5 Provinsi Kab/Kota Anggota DKP (BKP, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Perkebunan, Bakorluh, dll) Anggota DKP (BKP, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Perkebunan, Bakorluh, dll) - Pelopor (1) - Pemangku (1) - Pelaku (3) - Pelayanan (3) - Pembina (1) - Pelopor (1) - Pemangku (1) - Pelaku (3) - Pelayanan (3) - Pembina (1) Gambar Mekanisme pengusulan dan seleksi calon penerima Penghargaan APN secara berjenjang untuk 75 (tujuh puluh lima) calon penerima 13

6. PERSYARATAN CALON PENERIMA a. Kategori Pelopor 1. Telah merintis sesuatu usaha baru yang luar biasa dalam pemanfaatan sumberdaya alam, sumberdaya manusia, sumber daya finansial, sumberdaya teknologi, dan sumberdaya sosial untuk mewujudkan kedaulatan, kemandirian, dan ketahanan pangan di daerah/wilayahnya; 2. Kegiatan yang dilakukan memberikan dampak positif terhadap lingkungan sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitarnya; dan 3. Berkelakuan baik. 14

Lanjutan b. Kategori Pemangku Ketahanan Pangan 1. Tokoh masyarakat/tokoh adat yang memiliki kharisma; 2. Berhasil menggerakkan serta mempengaruhi masyarakat dalam pemanfaatan sumberdaya setempat dalam memenuhi kebutuhan Pangan di wilayahnya untuk mewujudkan kedaulatan, kemandirian, dan ketahanan pangan serta melestarikan kearifan lokal; 3. Kegiatan yang dilakukan memberikan dampak positif terhadap lingkungan sosial dan ekonomi bagi masyarakat luas; dan 4. Berkelakukan baik. 15

Lanjutan c. Kategori Pelaku Pembangunan Ketahanan Pangan 1. Berhasil mengelola kegiatan baik produksi, pengolahan pangan, perakitan/perekayasaan teknologi pangan, dan pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan Kemandirian Pangan dan Ketahanan Pangan minimal selama 3 (tiga) tahun; 2. Berhasil mengembangkan usahanya secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya; dan 3. Berkelakuan baik. 16

Lanjutan d. Kategori Pelayanan Ketahanan Pangan 1. telah memberikan pengabdian minimal selama 3 (tiga) tahun dalam meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan berupa penyuluhan, penelitian/pengembangan, pengawasan/ pengendalian di bidang pangan, kesehatan hewan dan ikan, serta bentuk pelayanan fungsional lainnya dalam rangka pembangunan Ketahanan Pangan; 2. telah bekerja secara profesional dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat di wilayahnya untuk mewujudkan Kemandirian Pangan dan Ketahanan Pangan; 3. aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat melampaui tugas pokoknya; 4. berkelakuan baik. 17

Lanjutan e. Kategori Pembina Ketahanan Pangan 1) Kepala Desa/Lurah a) telah menjabat minimal 3 (tiga) tahun; b) mampu melaksanakan tugas pokoknya dalam penyelenggaraan pemerintahan seperti pelayanan, regulasi, prakarsa dan fasilitasi untuk mewujudkan Kedaulatan Pangan, Kemandirian Pangan, dan Ketahanan Pangan; dan c) bebas atau tidak pernah/terkait dengan kasus tindak pidana korupsi atau tindak pidana lainnya. 1) Gubernur, Bupati/Walikota a) berhasil melampaui penugasannya dalam mencapai swasembada padi, jagung, dan kedelai (PAJALE) dari target yang ditetapkan; b) bebas atau tidak pernah/terkait dengan kasus tindak pidana korupsi atau tindak pidana lainnya; dan c) memiliki Badan/Kantor Ketahanan Pangan, selaku sekretariat Dewan Ketahanan Pangan. 18

7. Kriteria Penilaian Kriteria penilaian tersebut sekurang-kurangnya mencakup: 1. Pemenuhan persyaratan; 2. Jenis kegiatan (memperhatikan kategori penghargaan); 3. Tingkat kebaruan dan kreativitas (teknologi dan inovasi); 4. Ukuran cakupan (scope) kegiatan (cakupan wilayah, kelompok, dan individu); 5. Frekuensi dan intensitas kegiatan (kontinuitas/keberlanjutan); 6. Jangka waktu kegiatan (minimal tiga tahun, sehingga dapat dilihat dampak, manfaat, dan ada yang mengadopsi); 7. Adanya swadana dan/atau swadaya masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan; 8. Tingkat keberhasilan (antara lain prestasi, produktivitas, penghargaan yang diterima); 9. Prakarsa dan motivasi (terutama untuk kategori Pelopor Ketahanan Pangan); dan 10.Manfaat, prospek dan dampak terhadap lingkungan sosial dan ekonomi di wilayahnya. 19

8. BATAS WAKTU PENGIRIMAN PROFIL, WAKTU DAN TEMPAT PEMBERIAN PENGHARGAAN APN A. Batas Akhir Pengiriman Profil Calon*) Dari Kab/Kota Provinsi (Tanggal 6 Juli 2015) Dari Provinsi-Pusat (Tanggal 24 Agustus 2015 cap pos) B. Waktu Pelaksanaan Pemberian Penghargaan Waktu pelaksanaan : Bulan November 2014 (disesuaikan dengan agenda kenegaraan Presiden) Tempat : di Istana Negara *) Diatur lebih lanjut dalam Petunjuk Pelaksanaan Pemberian Penghargaan APN Tahun 2015 20

9. PEMBINAAN DAN EVALUASI 11.1. Pembinaan Masing-masing penerima penghargaan diharapkan dapat mempertahankan prestasi/kinerja yang telah diperolehnya. Untuk itu, Pemerintah dan Pemerintah Daerah mempunyai tanggung jawab untuk melakukan pembinaan sehingga dampak pemberian penghargaan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat. 21

Lanjutan 11.2. Evaluasi Sekretariat Dewan Ketahanan Pangan Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota dapat melakukan evaluasi terhadap penerima penghargaan untuk melihat perkembangan pasca pemberian penghargaan, sehingga dapat diketahui permasalahan yang dihadapi dan dicarikan pemecahannya. 1. Evaluasi dilaksanakan sekurang-kurangnya sekali dalam 5 (lima) tahun yang mencakup: 2. Keadaan ketika ditetapkan sebagai penerima penghargaan; 3. Keadaan setelah ditetapkan sebagai penerima penghargaan; 4. Permasalahan yang dihadapi; 5. Upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah; dan 6. Perkembangan dan keberlanjutan dari keberhasilan yang telah dicapai. 22

10. JADWAL PEMBERIAN PENGHARGAAN APN 2014 No Kegiatan Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov 1 Persiapan: - Penetapan Panitia Penyelenggara - Penyusunan Pedoman Umum - Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan X X X X X 2 Sosialisasi kegiatan APN : - Pusat-Provinsi - Provinsi -Daerah 3 Penjaringan dan Seleksi Calon 4 Verifikasi dan Penilaian X X X X X X X X X X 5 Penetapan Calon Penerima APN X X 6 Penyerahan Penghargaan Keterangan: Jadwal disesuaikan dengan agenda kenegaraan Presiden X 23

KELENGKAPAN BERKAS PENGAJUAN CALON Formulir pengajuan Ringkasan profil keberhasilan (maksimal 10 halaman) yang menyampaikan usaha/kegiatan dan keberhasilan yang telah dicapai. Khusus bagi calon dari kategori pelopor dan pemangku yang diusulkan secara langsung oleh kelompok masyarakat/organisasi kemasyarakatan harus disertai dengan rekomendasi dari instansi terkait di kabupaten/ kota dan ditembuskan kepada Sekretaris DKP provinsi. Data pendukung seperti artikel, karya ilmiah, foto kegiatan, contoh produk, audiovisual disampaikan dalam bentuk soft copy bersamaan dengan penyampaian ringkasan profil.