PERKEMBANGAN SEPANJANG HIDUP

dokumen-dokumen yang mirip
TAHAP PERKEMBANGAN ANAK USIA TAHUN

TAHAPAN PERKEMBANGAN MANUSIA

HAKEKAT PERKEMBANGAN J E LASKAN H A K E KAT PER

Perkembangan Sepanjang Hayat

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 2. PERKEMBANGAN PADA MANUSiAlatihan soal 2.2

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 2. PERKEMBANGAN PADA MANUSiAlatihan soal 2.4

- keluarga besar. Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap perbedaan Individual

Organ Reproduksi Perempuan. Organ Reproduksi Bagian Dalam. Organ Reproduksi Bagian Luar. 2. Saluran telur (tuba falopi) 3.

MASA KANAK-KANAK AWAL. Masa ini dialami pada usia Masa Usia Pra Sekolah : 2-4 th Play group atau TK : 4 5,6 th

MASA PRANATAL. Siti Rohmah Nurhayati

PSIKOLOGI SEPANJANG HAYAT

Santi E. Purnamasari, M.Si., Psi.

Individu sebagai satu kesatuan

Dimulai saat konsepsi (pembuahan) yg terjadi secara alamiah sel. reprod. pria (spermatozoa) ± 280 hari sebelum lahir

TUMBANG PRENATAL, NEONATAL, BAYI COLTI SISTIARANI

dasar peran 1. Kepercayaan dasar >< Ketidakpercayaan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dan sebagainya). Dengan sendirinya pada waktu pengindraan sehingga

PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN. disampaikan dalam kuliah IKD 2 oleh nurul aini

SETIAWATI PSIKOLOGI UPI PERIODE PERKEMBANGAN

PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS REMAJA. Nanang E.G. 15 Juli 2008

MASA KANAK-KANAK AWAL. Masa ini dialami pada usia : 2 tahun 5/6 th Masa Usia Pra Sekolah : Play group atau TK

ABORSI DISUSUN OLEH: NOVIYANTI PUTRI AKADEMI KEBIDANAN ADILA BANDARLAMPUNG

SEKSUALITAS. endang parwieningrum Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan KB BKKBN

MEMBENTUK KEHIDUPAN BARU. Yulia Ayriz, Ph. D. Dr. Rita Eka izzaty, M. Si.

Yulia Ayriz, Ph. D. Dr. Rita Eka izzaty, M. Si.

Hereditas dan Lingkungan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Proses Keperawatan pada Remaja dan Dewasa. mira asmirajanti

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN. By: IRMA NURIANTI. SKM, M.Kes

KISI-KISI INSTRUMENT. Perhatikan gambar berikut.

BAB 2 Tinjauan Pustaka

Perkembangan Sepanjang Hayat

KARAKTERISTIK ANAK USIA SD Oleh : Sugiyanto

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. membaca dan keterampilan menulis. Anak-akan dituntut untuk dapat berbicara,

Perkembangan Manusia

BAB I PENDAHULUAN. masa kanak-kanak, masa remaja, masa dewasa yang terdiri dari dewasa awal,

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa

Perkembangan Sepanjang Hayat

BAB 1 PENDAHULUAN. produktif dan kreatif sesuai dengan tahap perkembangannya (Depkes, 2010).

MEMAHAMI DAN MENDIDIK ANAK PADA FASE PRA REMAJA. Anita Aisah Parenting SDIT BAIK Hotel Grand Palace, 22 Juli 2017

FASE FASE PERKEMBANGAN. Sosialisasi KTSP 1

Standar Kompetensi 1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia. Kompetensi Dasar 1.2. Mendeskripsikan tahapan perkembangan manusia

Rentang Perkembangan Manusia UMBY

Tahap-tahap Tumbuh Kembang Manusia

Deskripsi Mata Kuliah Psikologi Perkemb 1: Psikologi perkembangan menjabarkan tentang perkembangan manusia, meliputi perkembangan fisik, perkembangan

Tahapan Perkem Perk bang an Kognitif

PSIKOLOGI SEPANJANG HAYAT

Atas partisipasi dan kesediaan saudara/i sekalian untuk menjadi responden, peneliti mengucapkan terimakasih.

Permasalahan Anak Usia Taman Kanak-Kanak Oleh: Nur Hayati, S.Pd PGTK FIP UNY

Permulaan Kehidupan Manusia

BAB II KAJIAN PUSTAKA. 1. Pengertian Perilaku Seksual Pranikah

SPESIALISASI UTAMA DALAM PSIKOLOGI

SEX EDUCATION. Editor : Nurul Misbah, SKM

Seksualitas Remaja dan Kesehatan Reproduksi Rachmah Laksmi Ambardini Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja adalah masa transisi dari anak-anak ke fase remaja. Menurut

BAB I PENDAHULUAN. Undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa

Setelah akhir dari perkuliahan ini, mahasiswa mampu mengembangkan lingkungan pendidikan yang dapat merangsang perkembangan potensi-potensi peserta

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Mayang Wulan Sari,2014

KUESIONER PENELITIAN PENGARUH MEDIA BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SANTRI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI PESANTREN DARUL HIKMAH TAHUN 2010

Erikson berpendapat bahwa perkembangan manusia melalui tahap tahap. psikososial dan tahap tahap perkembangan tersebut terus berlanjut sampai

RISIKO PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA PADA IBU HAMIL BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI JAWA TENGAH

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU ASERTIF DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA PUTRI. Skripsi

PSIKOLOGI PERKEMBANGAN II

Hakikat Perkembangan Anak

KESEHATAN REPRODUKSI. Dr. Tri Niswati Utami, M.Kes

BAB I PENDAHULUAN. generasi berikutnya (Jameela, 2010). fase ini individu mengalami perubahan dari anak-anak menuju dewasa

PENANGANAN ANAK BERMASALAH DENGAN KASIH SAYANG

PERIODISASI MASA REMAJA DAN CIRI KHASNYA; PUBERTAS, REMAJA AWAL DAN REMAJA AKHIR

GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU, DAN LINGKUNGAN SISWI SMU SANTA ANGELA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI

BAGIAN II PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

OLEH : NANDANG BUDIMAN

Perkembangan Individu dan Pengaruhnya dalam Proses belajar

Rita Eka Izzaty Staf Pengajar FIP-BK-UNY

TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI. Rita Eka Izzaty

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Beberapa teori akan dipaparkan dalam bab ini sebagai pendukung dari dasar

BAB II DASAR PEMIKIRAN.

Slide 1 BAB 1. Perkembangan Peserta Didik. Pengantar

KESEHATAN REPRODUKSI. Erwin Setyo Kriswanto PENDIDIKAN OLAHRAGA FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Perkembangan Sepanjang Hayat

BAB I PENDAHULUAN. Departemen Kesehatan RI pada tahun 2010 jumlah anak usia dini (0-4 tahun) di

BAB I PENDAHULUAN. keterbatasan fisik dan juga kelainan fisik yang sering disebut tunadaksa.

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 2. PERKEMBANGAN PADA MANUSiAlatihan soal 2.3

BAB I PENDAHULUAN. Manusia adalah makhluk hidup yang senantiasa berkembang dan

Psikologi Perkembangan 1

BAB I PENDAHULUAN. orang tua dengan anak. Orang tua merupakan makhluk sosial pertama yang

Kenali Dirimu. Perempuan. Laki-laki. Kesehatan Reproduksi Remaja Laki-laki Tingkat SD KRR-SD. ImamiFIK-UI 1. Imami Nur Rachmawati. Tim Pengmas FIK-UI

Periodisasi Perkembangan Peserta Didik

TUMBUH KEMBANG ANAK. By. Nur Asnah,S.S.Kep.Ns.M.Kep

TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN SISWA SMP

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. berhubungan dengan orang lain (Stuart & Sundeen, 1998). Potter & Perry. kelemahannya pada seluruh aspek kepribadiannya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Penyesuaian Sosial. Manusia adalah makhluk sosial.di dalam kehidupan sehari-hari manusia

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Bab ini menguraikan teori teori yang berkaitan dengan pola asuh orang tua, remaja, narkoba, kerangka berpikir dan hipotesis

Lampiran 2 SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN UNTUK IKUT SERTA DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT) Yang bertanda tangan dibawah ini:

2.1 Perkembangan anak sekolah dasar. Perkembangan anak usia sekolah disebut juga perkembangan masa

Perkembangan Kognitif dan Linguistik. Y. Joko Dwi Nugroho,S.Psi,M.Psi,Psikolog

Transkripsi:

PERKEMBANGAN SEPANJANG HIDUP

Setiap individu berkembang, ada yang sama dengan atau tidak sama dengan individu lain. Beberapa bagian dalam perkembangan manusia pasti melewati hal yang sama Misal : Perkembangan Motorik, Perkembangan bicara Bila kita hidup lebih lama, maka akan muncul kejadian2 alamiah seperti kehilangan pendengaran, kematian, dll.

Development = pola pergerakan atau perubahan mulai dari tahap konsepsi sampai ke kematian. Pandangan Tradisional = menekankan perubahan besar dari kelahiran-remaja, perubahan sedikit pada masa dewasa, dan penurunan pada masa tua Life-Span approach = menekankan perubahan perkembangan dari masa kanak-kanak sampai dewasa.

Perkembangan memiliki sifat : 1. Lifelong 2. Multi dimensi 3. Multi direksional 4. Plastis 5. Multi displin 6. Kontekstual

Perkemb adalah sepanjang hidup/lifelong Melibatkan : pertumbuhan dan penurunan Jadi sifatnya = continue Masa desawa muda bukan merupakan titik akhir dari perkembangan Tidak ada periode waktu yang mendominasi Perkemb adalah Multidimensional Terdiri atas beragam dimensi biologis, motorik, kognitif, dan sosio-emosional Di dalam tiap dimensi pun terdapat beragam dimensi lainnya.

Perkemb adalah Multidirectional Beberapa dimensi atau komponen perkembangan, ada yang meluas (menuju kematangan), namun ada juga yang menurun Perkemb sifatnya plastis Plasticity: kemampuan untuk berubah Perkemb melibatkan Multidisciplinary Perkemb merupakan minat para psikolog, sosiologist, anthropologists, neuroscientists, and medical researchers

Perkemb dipengaruhi Konteks Setiap perkembangan terjadi berkat interaksi berbagai situasi Setiap situasi dipengaruhi oleh faktor sejarah, ekonomi, sosial dan budaya.

Perkemb dipengaruhi Konteks Konteks terkadang berubah, perubahan ini dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu: Usia normatif : sesuai dengan usia sebaya misal: di seluruh dunia masuk SD itu umur 6 thn, menaopause dan pubertas Tinjauan sejarah secara normatif: sudah biasa terjadi pada individu pada generasi tertentu karena historical circumstances Kejadian dalam kehidupan di luar norma: kejadian tidak biasa yang memiliki efek besar pada kehidupan individu

Perkemb merupakan produk dari proses biologis, kognitif, dan sosial-emosional. Biologis: perubahan pada fisik individu kognitif: perubahan pada kemampuan berpikir, inteligensi, dan bahasa. Sosio-emosional: perubahan pada hubungannya dengan orang lain, perubahan emosi, dan perubahan kepribadian.

Periode Perkembangan : kerangka waktu yang selalu ada pada setiap kehidupan individu yang memiliki ciri khasnya tertentu. 1. Periode Pranatal: konsepsi sampai kelahiran 2. Masa bayi (lahir 18/24 bulan) 3. Masa kanak-kanak awal (akhir masa bayi 5/6 thn) 4. Masa kanak-kanak tengah dan akhir (6-11 thn) 5. Masa remaja (10-12 atau 18-22 thn) 6. Masa dewasa muda (remaja akhir 30 an thn 7. Masa dewasa tengah (40-60 thn) 8. Masa dewasa akhir (60/70-an kematian)

1. Periode Pranatal: konsepsi sampai kelahiran ( 9 months) Ciri khas : Perkembangan yang sangat pesat.

Perkembangan Pranatal dibagi menjadi 3: 1. Germinal Dimulai dari pembuahan saat sperma laki-laki menyatu dengan ovum perempuan. Sel telur yang dibuahi zigot 10-14 hari terjadi sekumpulan sel yang melakat ke dinding rahim. Bagian luar sel tali plasenta Bagian dalam sel embrio

2. Embrionik Berlangsung sampai minggu kedelapan setelah konsepsi. Masa pembentukan jenis kelamin. Selama minggu ke-4 dan ke-8, hormon testosteron akan dikeluarkan oleh testis embrio yang secara genetik laki-laki. Tanpa hormon ini, secara anatomis menjadi perempuan. 3. Fetal Dimulai setelah minggu ke-8. Sering disebut janin (fetus). Menunjukkan perkembangan organ dan sistem yang selama tahap embrionik masih belum sempurna.

Ancaman yang membahayakan pada periode pranatal: 1. Campak jerman : kehilangan pendengaran 2. Radiasi sinar X/radiasi lain/zat beracun: cacat, abnormalitas kognitif, IQ rendah 3. Penyakit menular seksual (PMS): keterbatasan mental, buta, gangguan fisik 4. Merokok: keguguran, kelahiran prematur, detak jantung fetus abnormal 5. Alkohol: membunuh neuron sepanjang perkembangan otak fetus, merusak kemampuan mental, meningkatkan risiko fetal alcohol syndrom (FAS): berat lahir rendah, ukuran otak lebih kecil, cacat wajah, kurang koordninasi, keterbelakangan mental 6. Narkoba: kokain dapat menyebabkan gangguan kognitif, bahasa dan kemampuan mengelola dorongan

2. Masa Bayi: Kelahiran sampai usia 18-24 bulan Ciri khas : Sangat tergantung dengan orang dewasa Masa berkembangnya aktivitas psikologis

Kelekatan (Attachment) Figur ibu obyek utama kelekatan pada bayi. pada budaya tertentu: ayah, saudara kandung, kakek-nenek. Kelekatan dimulai dari menyentuh secara fisik dan saling memeluk antara bayi dan orang tua. Contact comfort: kesenangan mendasar yang berasal dari kontak fisik jarak dekat (disentuh, dipeluk, digendong) Kecemasan karena perpisahan (separation anxiety) Tekanan/kecemasan yang dirasakan saat pengasuh utama anak meninggalkan mereka untuk sementara waktu (anak 6-8 bulan dan berlanjut sampai 2 tahun)

Faktor-faktor yang mempengaruhi kelekatan yang kurang aman: Penelantaran dan kekurangan kasih sayang sepanjang 2 tahun pertama. Gaya pengasuhan yang penuh kekerasan, ketidakpedulian, atau orang tua yang tidak bertanggung jawab dan mengalami depresi. Temperamen anak yang dipengaruhi faktor genetis. Situasi yang berubah-ubah dan penuh tekanan dalam keluarga.

Pembentukan bahasa pada bayi dimulai pada usia dua bulan pertama: Dapat merespon nada suara, intensitas, emosi, ritme suara dan bunyi bahasa Usia 2 bulan pertama Kemampuan Bahasa Menangis & bersuara tanpa makna, merespon emosi & ritme suara orang lain 4-6 bulan Bayi mulai mengenali bunyi huruf hidup dan huruf mati yang sering digunakan dlm bahasa ibu 6 bulan 1 tahun Akhir tahun pertama Peningkatan pengenal struktur suara dalam bahasa ibu, dapat membedakan kata dalam kalimat, mengenali kata sama yang diucapkan oleh orang berbeda Menamai benda berdasarkan konsep umum, menggunakan bahasa tubuh untuk komunikasi 18-24 bulan Anak mulai bicara dalam 2/3 kata 2-6 tahun Anak cepat memahami kata-kata baru dalam konteks dimana mereka mendengar kata itu.

3. Masa kanak-kanak awal : akhir masa bayi sampai usia 5-6 tahun - Masa Pra sekolah - Self-sufficiency dan bermain 4. Masa kanak-kanak tengah dan akhir: 6-11 tahun - Calistung - Berfokus pada prestasi dan kontrol diri

Tahap perkembangan kognitif anak (Jean Piaget): 1.Tahap sensorimotorik (lahir-2 tahun) Bayi belajar melalui aksi konkrit: melihat, menyentuh, memasukkan benda ke mulut, menghisap. Pencapaian: konsep permanensi objek. 2. Tahap Praoperasional (2-7 tahun) Penggunaan bahasa dan simbol meningkat, namun anak belum punyak kemampuan kognitif untuk memahami konsep-konsep abstrak, konsep konservasi dan operasi mental. Konsep konservasi: pemahaman bahwa karakteristik hakiki benda tidak berubah meskipun bentuk / penampilannya berubah karakter: egosentris.

3. Tahap Operasional Konkrit (7-12 tahun) Kemampuan kognitif berkembang lebih pesat, sedikit membuat kesalahan logika. Namun kemampuan baru ini umumnya dihubungkan dengan informasi yang konkrit, yakni pengalaman aktual atau konsep yang memiliki arti dan dipahami oleh anak. Masih membuat kesalahan untuk berpikir abstrak atau hal-hal lain yang tidak tampak. Sudah memahami operasi mental, konsep pemutarbalikan, hubungan sebab-akibat, mengelompokkan dan mengurutkan benda

4. Tahap Operasional Formal (12 Dewasa) Remaja sudah dapat berpikir abstrak. Ide dapat dikelompokkan dan dibandingkan seperti benda. Mereka dapat memahami hal yang tidak dialami mereka secara langsung dan memikirkan konsekuensinya. Mampu mencari jawaban secara sistematis, mengambil kesimpulan secara logis.

Kritik terhadap Piaget: 1. Kemampuan kognitif berkembang seperti gelombang: terus menerus, bergerak, tumpang tindih. Bukan dalam tahapan atau langakah-langkah yang terpisah. 2. Anak usia pra-sekolah tidak seegosentris yang diduga Piaget. 3. Anak-anak memiliki pemahaman lebih baik daripada yang dibayangkan oleh Piaget. 4. Perkembangan kognitif dipicu oleh bertambahnya kecepatan dan efisiensi dalam pemrosesan informasi. 5. Perkembangan kognitif dipengaruhi oleh latar belakang budaya anak

5. Remaja : Fase remaja bervariasi dari 10-12 sampai 18-22 tahun. - Perubahan fisik yang cepat - Mengalami pubertas kemampuan reproduksi secara seksual - Perempuan: menarche, pinggul dan payudara membesar, tumbuh rambut di beberapa area - Laki-laki: mimpi basah, membesarnya testis, skrotum, dan penis, suara pecah, jakun dan tumbuh rambut di beberapa area. - Mencari kemandirian dan identitas - Tiga masalah yang cenderung muncul: konflik dengan orang tua, mood berubah dan perilaku beresiko

6. Masa Dewasa Awal: remaja akhir 30 tahun-an - Mandiri secara pribadi dan ekonomi - Mencari pasangan hidup 7. Dewasa Tengah : usia 40-60 tahun - keterlibatan dan tanggung jawab - menemani dan mengarahkan generasi selanjutnya.

Dewasa Akhir: usia 60-70an sampai kematian - Peninjauan kehidupannya mereka - Penyesuaian terhadap peran sosial yang baru. - masa yang paling panjang dlm rentang kehidupan.

Tantangan/tugas dalam tahap perkembangan: 1. Kepercayaan vs Ketidakpercayaan Tahun pertama kehidupan: tergantung sepenuhnya pada orang lain (makan, minum, kenyamanan, kontak fisik, kehangatan) 2. Otonomi vs rasa malu Di bawah usia 3 tahun: belajar mandiri dalam melakukan sesuatu 3. Inisiatif vs perasaan bersalah Usia pra sekolah: mempelajari keterampilan fisik dan mental yang baru, menikmati bakat, cara mengendalikan dorongan 4. Kompetensi vs inferioritas Usia sekolah: belajar membuat sesuatu, keterampilan, menggunakan alat-alat.

5. Identitas vs kebingungan peran Usia remaja: menentukan siapa mereka, apa yang akan mereka lakukan dan apa harapan-harapan mereka 6. Keintiman vs isolasi Usia dewasa muda: membagi diri dengan orang lain, belajar membuat keputusan, mengembangkan relasi yang intim/hangat/respek dengan pasangan. 7. Generativitas vs stagnasi Usia paruh baya: kreativitas, pembaruan, produktif, membimbing generasi berikutnya 8. Integritas vs keputusasaan Masa lanjut usia: kebijaksanaan, integritas, ketenangan spiritual, penerimaan hidup.

Conceptions of Age Seberapa relevan chronological age dengan perkembangan psikologis manusia? Konsep Usia: Chronological age: jumlah tahun sejak kelahiran Biological age: usia individu berdasarkan kesehatan biologisnya. Psychological age: kemampu adaptif dari individu yang dibandingkankan dengan individu lain seusianya. Social age: peran sosial dan harapan sosial yang dikaitkan dengan usia individu tersebut.

Nature and Nurture: suatu term yang menunjukkan apakah perkembangan itu dipengarui oleh genetik dan atau pengalaman lingkungan. Stability and Change: seberapa jauh trait dan karakteristik menetap sepanjang kehidupan. Stabillitas: trait dan karakteristik dilihat sebagai hasil genentik dan pengalaman pertama di awal kehidupan Change: trait dan karakteristik dapat dibentuk dengan pengalaman-pengalaman yang ada Role of early and later experiences is hotly debated

Continuity and Discontinuity: berfokus pada apakah perkembangan itu Suatu proses yang gradual, dan berkelanjutan (continuous), atau Merupakan tahapan yang berbeda (discontinuous)