Desi Mayasari, Suci Paramitasari Syahlani, Ahmadi

dokumen-dokumen yang mirip
Desi Mayasari, S.Pt. Dr. Ir. Suci Paramitasari Syahlani, M.M Ir. Ahmadi, SU

PENGARUH PERILAKU PEMIMPIN DAN KOMPENSASI TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PT.ASURANSI UMUM BUMIPUTERA MUDA 1967

Indah Dwi Purnama. Universitas Bina Nusantara, Jl. Kebon Jeruk Raya No. 27, Kebon Jeruk, Jakarta Barat

OLEH: ARDI YULIANTO LEMBONO

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, KOMPENSASI DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN CV. INDYFERYTO GROUP YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. dalam perkembangan organisasi. Kualitas kinerja yang baik tidak dapat diperoleh

BIOSFER: JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI (BIOSFERJPB) 2017, Volume 10 No 1, ISSN:

Supriyatin, Mieke Miarsyah, Melia Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Jakarta

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN

ENYKA CUMALLA SARI B100

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BALAI KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA BANDUNG

Abstrak. Abstract. Agnes Aroma Pratiguna 1), Marchaban 1) dan Edi Prasetyo Nugroho 2)

PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, KEMAMPUAN DIRI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KLATEN TESIS

ANALISIS PENGARUH PELATIHAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DIVISI SDM PT.OTANO MULTI MESINDO

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

The Effect of Political Organization On The Organization Commitment, Job Satisfaction, Job Performance and Organizational Citizenship Behavior (OCB)

ABSTRAK. Kata-kata kunci: gaya kepemimpinan demokratis, motivasi, kinerja

SKRIPSI OLEH : WASTI SEMBIRING

Budiawan Binus University, Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia. Abstrak. Kondominium Kintamani dengan memiliki 4 Tower yaitu Tower A, Tower B, Tower C,

ABSTRAK. Kata-kata kunci: gaya kepemimpinan, motivasi, dan kinerja karyawan. vii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata kunci : Gaya kepemimpinan, kompensasi, dan motivasi. vii. Universitas Kristen Maranatha

KEPRIBADIAN, KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, DAN PERILAKU KEWARGAORGANISASIAN

Nur Septi Aqmarina Hamidah Nayati Utami Arik Prasetya Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang

BAB I PENDAHULUAN. meningkat. Era globalisasi ditandai dengan terjadinya perubahan-perubahan pada

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

HARGA DIRI, ORIENTASI KONTROL, DAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

vii Universitas Kristen Maranatha

BAB 2 LANDASAN TEORI

OLEH : MARCELINO CUNDAWAN

PENGARUH KONFLIK PERAN DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KEPUASAN KERJA (STUDI PEGAWAI DIVISI KONSTRUKSI IV

Pengaruh Lingkungan Kerja, Karakteristik Pekerjaan, dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Cabang Jember

Abstrak. Kata Kunci: Kepemimpinan Transformasional, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi dan Organizational Citizenship Behavior.

ABSTRACT. Keywords: Total Quality Management, Leadership Style, Productive Behavior of Employees, Company Performance. Universitas Kristen Maranatha

THE EFFECT OF THE TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP ON THE EMPLOYEE JOB SATISFACTION Empirical Study of PT. Pos Indonesia (Company) Sumedang Subsidiary

BAB I PENDAHULUAN. Di era globalisasi dewasa ini, sebuah perusahaan bertaraf nasional maupun

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis dan Sumber Data. 1. Data Primer. mengenai kepemimpinan transformasional, work engagement, kinerja, dan OCB.

KOMITMEN ORGANISASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN DALAM PENERAPAN PENGANGGARAN BERBASIS KINERJA BADAN LAYANAN UMUM

BAB 1 PENDAHULUAN. Tinggi Swasta terkemuka di Bandung. UTama secara konsisten berkomitmen untuk

MAKALAH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL

BAB I PENDAHULUAN. Lingkungan bisnis dewasa ini tumbuh dan berkembang dengan sangat dinamis,

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Berikut adalah data jawaban dari hasil kuesioner yang diperoleh dari

1. PENDAHULUAN. Universitas Indonesia

Oleh I Ketut Ardiatmika Adnyana

PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASIONAL TERHADAP TURNOVER INTENTION KARYAWAN HIGH POINT SERVICED APARTMENT SURABAYA

ABSTRAK. Kata kunci : Partisipasi Anggaran, Komitmen Organisasi, Kinerja Karyawan

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini, dilakukan studi lapangan dimana disebut juga dengan

BAB II KERANGKA TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. Menurut Naderi, et al. (2014) Dalam dunia organisasi modern,

PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP MOTIVASI KERJA DOSEN PADA UNIVERSITAS YANG BERADA DI KOTA MADIUN

Pengaruh Stres, Kepuasan, dan Komitmen Organisasional terhadap Turnover Intention pada Karyawan Telkomsel Distribution Center Kabupaten Jember

BAB I PENDAHULUAN. sangat menarik dalam literatur manajemen karena dapat mempengaruhi efektifitas

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DENGAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN PT. DJITOE INDONESIAN TOBACCO SURAKARTA

L. Suhairi Hazisma Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Sriwijaya. Abstract

MODUL KELIMA KEPEMIMPINAN. Di Susun Oleh: Erna Multahada, M.Si

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. WENANG PERMAI SENTOSA Oleh : Anfferney Dallen Mewoh Riane Johnly Pio Sontje Sumayku

ABSTRACT Effect of Employee Competence And Physical Work Environment On Employee Performance at Green House Property.

ABSTRACT. Keywords : Influence Leadership, Employee Performance. viii. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Sutarto dalam buku Usman (2009:146) dalam buku Manajemen : Teori,

PENGARUH LEADER MEMBER EXCHANGE, MOTIVASI KERJA DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN PO SUMBER ALAM

HUBUNGAN ANTARA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, MOTIVASI, IKLIM ORGANISASI, DAN KEDISIPLINAN KERJA GURU SEKOLAH SE-KOTA MOJOKERTO

PENGARUH KEPERCAYAAN DAN KEPUASAN TERHADAP LOYALITAS NASABAH PERBANKAN SYARIAH

Keywords: User competence, leadership style, and performance of accounting information system.

ABSTRACT. Keywords: Comprehension of good governance, leadership style, organizational culture,, audit structure, performance auditor.

PENGARUH DUKUNGAN SUPERVISOR DAN PEMBERDAYAAN TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. : Gaya Kepemimpinan Transformasional. B. Definisi Operasional

Faktor-Faktor Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Individual (Studi pada PDAM Kota Malang) Oleh : Bangun Kinarwanto

ABSTRACT. Key Words: Charismatic Leadership, Job Satisfaction, and Organizational Commitment. Universitas Kristen Maranatha

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS. Menurut Stephen P. (2002:135) Dalam suatu organisasi kepemimpinan

BAB I PENDAHULUAN. untuk memusatkan perhatian pada pengembangan SDM. soft skill yang di dalamnya terdapat unsur behavior dan attitude.

ABSTRAK. Kata-kata kunci: komitmen organisasional, dan kinerja karyawan

DAMPAK IKLIM ORGANISASI SEKOLAH TERHADAP MOTIVASI MENGAJAR GURU DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Abstrak. Universitas Kristen Maranatha

HUBUNGANKARAKTER KEPEMIMPINAN DENGAN KINERJA PENGUSAHA KECIL MAKANAN OLAHAN ABSTRAK

PENGARUH ANTARA PENGELOLAAN KONFLIK DAN MOTIVASI KERJA DENGAN KOMITMEN ORGANISASI GURU SD NEGERI GUGUS 03 KECAMATAN TAMPAN KOTA PEKANBARU

III. METODE PENELITIAN

ANALISIS PENGARUH SISTEM KOMPENSASI, KEPUASAN KERJA KARYAWAN DAN STRESS KERJA KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. VALVEINDO TEKNIK PRATAMA

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL i. LEMBAR PENGESAHAN ii. LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS LAPORAN PENELITIAN iii

ABSTRAK. Kata kunci : Sistem Pengendalian Manajemen, Gaya Kepemimpinan, Kinerja Karyawan. Universitas Kristen Maranatha

BAB III METODE PENELITIAN

Endah Tri Nursani Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Adelia Lukyta Arumsari 1 I Ketut Budiartha 2 ABSTRAK ABSTRACT

PERSEPSI TERHADAP PERILAKU SENIOR SELAMA KADERISASI DAN KOHESIVITAS KELOMPOK MAHASISWA TAHUN PERTAMA

PENGARUH MOTIVASI DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BALAI WILAYAH SUNGAI KALIMANTAN III DI MARINDA

Sri Rahayu SMP Negeri 4 Wonogiri

Titah Mustika Alam Taher Alhabsji Kusdi Rahardjo Fakultas Ilmu Administrasi

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KOMITMEN ORGANISASIONAL DENGAN KOMUNIKASI VERTIKAL DAN PEMBERDAYAAN PSIKOLOGI

PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN IKLIM ORGANISASI TERHADAP KINERJA GURU SD NEGERI SE-KECAMATAN REMBANG KABUPATEN REMBANG

ABSTRAK. Kata-kata kunci: Gaya kepemimpinan, motivasi, disiplin kerja, dan kinerja manajerial. vii. Universitas Kristen Maranatha

PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN PADA BANK BCA

STRUKTUR ORGANISASI, DESAIN KERJA, BUDAYA ORGANISASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN Studi kasus pada PT.

STUDI ANTESEDEN INTENSI BERWIRAUSAHA MAHASISWA. Woro Endah Sulistyaningrum Universitas Gadjah Mada

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KEDISIPLINAN KARYAWAN DAN KINERJA KARYAWAN SUKU DINAS PENDIDIKAN MENENGAH KOTA ADMINISTRASI JAKARTA SELATAN

BAB III METODE PENELITIAN. Semarang dan kantor cabang berlokasi di Desa Rejosari RT 02 RW 02 Brangsong

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN (STUDI PADA MERLYNN PARK HOTEL DI JAKARTA PUSAT)

ABSTRAK. Kata Kunci: Kepemimpinan Transaksional, Penempatan Karyawan, Kinerja Karyawan

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

Transkripsi:

BENEFIT Jurnal Manajemen dan Bisnis Volume 14, Nomor 1, Juni 2010, hlm. 13-21 PERAN PENAMBAHAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL PADA GAYA KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL DALAM MEMPREDIKSI KINERJA, ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR, DAN SIKAP BAWAHAN TERHADAP ATASAN: Studi Empiris pada Perusahaan Peternakan Desi Mayasari, Suci Paramitasari Syahlani, Ahmadi Laboratorium Agrobisnis Bagian Sosial Ekonomi Peternakan UGM Jl. Fauna no 3, Bulaksumur, Yogyakarta, Phone. 0274-513363, HP. 0815 687 8525 email: ssyahlani@yahoo.com, suci.syahlani@ugm.ac.id Abstract: This study aims to measure the influence of transformational leadership style on performance, organizational citizenship behavior, and subordinates attitude toward the leader. The research design used in this study is survey. Respondents of this research were 140 subordinates that worked in three companies in livestock industry that has international and national market share. Random sampling was use to determine the respondents based on employee list. Data was analyzed by simple linear regression analysis and multiple linear regression analysis. The results of the analysis show that there is an increase explanation capability aplication of transformational leadership addition on transactional leadership to performance, organizational citizenship behavior, subordinates attitude towards the each leader were 2,3%, 8,3%, and 70,4% respectively. The results of this research lead to the conclusion that transformasional leadership addition gave stronger explanation of transactional leadership capability to predict performance, organizational citizenship behavior, and subordinates attitude towards the leader. As many as 17.1% variability of performance could be explained by addition transformational leadership on transactional leadership, while it was 12,3% dan 72,4% on variability of organizational citizenship behavior and attitude of subordinates respectively. Keywords: Performance, organizational citizenship behavior, attitude, transformational leadership Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh gaya kepemimpinan transformasional pada kinerja, organizational citizenship behavior, dan sikap bawahan terhadap atasan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Responden yang digunakan sebanyak 140 karyawan bawahan yang bekerja di tiga perusahaan peternakan yang mempunyai pangsa pasar dalam dan luar negeri. Sampel acak digunakan untuk menentukan responden berdasarkan daftar pekerja. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana dan analisis regresi linier ganda. Hasi dari analsis menunjukkan adanya pengaruh penambahan gaya kepemimpinan transaksional pada kepemimpinan transaksional terhadap kinerja, OCB, sikap bawahan terhadap atasan masing-masing sebesar 2,3%, 8,3%, dan 70,4%. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan gaya kepemimpinan transaksional meningkatkan kemampuan memprediksi kinerja, OCB, dan sikap bawahan terhadap atasan. Sebanyak 17,1% variabilitas kinerja dapat dijelaskan dengan penambahan kepemimpinan transformasional pada kepemimpinan transaksional, dan masing-masing 12,3% dan 72,4% pada variabilitas OCB dan sikap bawahan terhadap atasan. Kata Kunci: Kinerja, organizational citizenship behavior, sikap, kepemimpinan transformasional Volume 14, Nomor 1, Juni 2010: 13-21 Peran Penambahan Gaya Kepemimpinan 13

PENDAHULUAN Setiap organisasi membutuhkan penggerak untuk menghadapi persaingan yang semakin tinggi, yaitu pemimpin yang cakap dan berpengalaman untuk membawa kemajuan perusahaan. Pemimpin dalam mengarahkan sumberdaya dapat mengaplikasikan gaya kepemimpin yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Terdapat dua macam gaya kepemimpinan yang membahas corak interaksi antara pemimpin dengan bawahan, yaitu kepemimpinan transaksional dan transformasional (Munandar, 2001). Menurut Bass (1990), kepemimpinan transformasional didefinisikan sebagai kemampuan pemimpin dalam mengubah faktor yang terkait dengan suatu pekerjaan yaitu lingkungan, motivasi, pola, serta nilai-nilai yang dipersepsikan bawahan sehingga mereka lebih mampu mengoptimalkan kinerja untuk mencapai tujuan organisasi. Berbeda dengan kepemimpinan transformasional, gaya kepemimpinan transaksional cenderung untuk memusatkan pada kebutuhan keamanan dan fisik, karena gaya kepemimpinan ini lebih memfokuskan pada target ekonomi perusahaan. Pendekatan perilaku pemimpin yang efektif dipraktekkan dengan gaya kepemimpinan yang disesuaikan dengan kondisi bawahan (Rivai, 2004). Aplikasi gaya kepemimpinan yang tepat sehingga mempengaruhi kinerja para bawahan dalam hal ini menunjuk pada kemampuan bawahan dalam melaksanakan keseluruhan tugas-tugas yang menjadi tanggungjawab bawahan tersebut. Salah satu contoh studi yang dilakukan dalam perusahaan peternakan menunjukkan bahwa sikap dan perilaku karyawan rumah pemotongan hewan mempengaruhi kualitas daging yang dihasilkan (Coleman at al., 2003). Penilaian prestasi atas tugas-tugas tersebut dinilai dari indikator-indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan. Organisasi pada umumnya percaya bahwa untuk mencapai keunggulan maka kinerja individual yang maksimal dapat dicapai, karena hal tersebut akan mempengaruhi kinerja tim dan pada akhirnya mempengaruhi kinerja organisasi secara keseluruhan. Kinerja yang baik menciptakan perilaku sesuai yang diharapkan oleh perusahaan. Perilaku yang menjadi tuntutan organisasi saat ini adalah tidak hanya perilaku sebatas peraturan perusahaan dan perilaku inrole sesuai dengan job decription, melainkan juga perilaku extra-role atau yang disebut organizational citizenship behavior (OCB). OCB memfasilitasi terjadinya pembaruan, orientasi pada lingkungan, transfer sumberdaya, penghematan, peningkatan kualitas, peningkatan efisiensi dan kinerja (Polat, 2009). Keberhasilan seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya dapat dilihat dari keberhasilannya dalam mempengaruhi sikap, gagasan, perasaan, dan perilaku yang diinginkan pemimpin terhadap bawahannya. Industri peternakan di Indonesia mengalami perubahan teknologi dan modernisasi serta mengalami persaingan yang semakin kompetitif dengan variasi skala usaha yang lebar. Perubahan ini membutuhkan peran pemimpin untuk membawa organisasi dalam industri peternakan siap pada konsekwensi perubahan tersebut, sehingga penting untuk dilakukan studi empiris mengenai aplikasi gaya kepemimpinan yang sejauh ini belum pernah dilakukan di perusahaan peternakan. PENGEMBANGAN HIPOTESIS PENELITIAN Keberhasilan suatu perusahaan sangat bergantung pada kecakapan pemimpin dalam melaksanakan kepemimpinannya untuk mendorong kinerja, sikap kerja, dan loyalitas karyawan dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Kepemimpinan dikatakan berhasil bila mampu menciptakan suasana kerja yang harmonis antara pemimpin dengan karyawannya, produktivitas yang tinggi dan tidak adanya kemangkiran kerja pada karyawan. Gaya kepemimpinan transaksional mengedepankan kesesuaian pencapaian tujuan yaitu dengan imbalan. Aplikasi gaya ini ditujukan untuk dapat meningkatkan produktivitas karyawan karena kinerja akan berkaitan dengan imbalan yang diterima. Gaya kepemimpinan transaksional mempengaruhi kinerja bawahan yang ditunjukkan dengan besarnya motivasi kerja bawahan untuk memperoleh imbalan kerja dalam jumlah yang layak. 14 Desi Mayasari, Suci Paramitasari S, Ahmadi BENEFIT Jurnal Manajemen dan Bisnis

Namun demikian, gaya kepemimpinan transformasional yang lebih mengedepankan rasa sosial, perhatian, dan saling memberikan penghormatan dapat menggerakkan motivasi bawahan untuk mencapai tujuan. Pemimpin dengan gaya kepemimpinan transformasional selalu memberikan motivasi kerja dengan menitikberatkan pada hubungan sosial kepada karyawan agar mampu mencapai kinerja yang baik. Dalam gaya kepemimpinan transformasional, nilai-nilai budaya ketimuran seperti rasa sosial yang tinggi, pentingnya nilai kekerabatan, kekeluargaan, dan penghormatan terhadap setiap individu mempengaruhi budaya kerja. Masyarakat Indonesia yang menganut nilai-nilai budaya ketimuran lebih terdorong untuk meningkatkan kinerja melalui motivasi sosial yang ada pada kepemimpinan transformasional. Pemahaman pemimpin dalam menghargai nilai ketimuran tersebut diharapkan dapat meningkatkan gairah kerja karyawan yang pada akhirnya akan menghasilkan tingkat kinerja yang tinggi. Rivai (2004) mengatakan bahwa pemimpin yang selalu melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan, menempatkan bawahannya sebagai mitra kerja serta mengedepankan rasa sosial akan menumbuhkan sikap positif dari bawahan. Bawahan yang berada dibawah kepemimpinan transformasional benar-benar mau mengerjakan keinginan atasannya. Bawahan tidak akan menolak atau mengabaikan keinginan pemimpin, sehingga pada kepemimpinan ini tingkat kemangkiran kerja lebih rendah. Yukl (2007) menyatakan bahwa penerapan gaya kepemimpinan transformasional dapat meningkatkan kinerja karena kepemimpinan transformasional berusaha untuk mengembangkan pengetahuan dan potensi karyawan. Pemimpin dengan gaya kepemimpinan transformasional memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada bawahannya untuk melaksanakan tugas sesuai dengan pola pikirnya dengan tetap mengarah pada tujuan perusahaan. Berdasar uraian tersebut di atas, dapat disusun hipotesis sebagai berikut: H1 : Faktorfaktor gaya kepemimpinan transformasional memberikan tambahan yang positif pada pengaruh faktor-faktor kepemimpinan transaksional dalam memprediksi kinerja. Pemimpin memberikan peranan yang sangat penting dalam mendorong pencapaian OCB. Pemimpin merupakan faktor eksternal yang dibutuhkan dalam membentuk OCB (Oguz, 2010). Pemimpin gaya transformasional memberikan kepercayaan, apresiaso dan memperlakukan bawahan dengan hormat, sehingga motivasi bawahan akan meningkat lebih dari yang diharapkan. Bass dalam Koh et al., (1995) menyatakan bahwa kepemimpinan transfomasional akan memiliki dampak yang lebih besar dibanding kepemimpinan transaksional pada OCB. Pemimpin dengan gaya kepemimpinan transaksional meningkatkan hasil kerja bawahan dengan cara memperjelas sasaran-sasaran kerja dan imbalan yang terkait. Di sisi lain pemimpin dengan gaya kepemimpinan transformasional membangun inspirasi dan kepercayaan diri bawahan melalui pendekatan individual, sehingga pemimpin mampu menciptakan usaha dan kinerja yang melebihi apa yang telah ditetapkan oleh atasan. Adanya OCB dalam organisasi akan menguntungkan organisasi yang tidak bisa ditumbuhkan atas dasar kewajiban peran formal (Organ dalam Williams and Anderson, 1991). Pemimpin memainkan peran yang sangat penting dalam mendorong pencapaian OCB dengan cara meningkatkan sikap positif karyawan melalui kepuasan kerja, keadilan dan komitmen organisasi. Berdasar uraian tersebut, dapat dituliskan hipotesis sebagai berikut: H2 : Faktor-faktor gaya kepemimpinan transformasional memberikan tambahan yang positif pada pengaruh faktor-faktor kepemimpinan transaksional dalam memprediksi OCB. Kepemimpinan transformasional dapat memiliki pengaruh tambahan yang signifikan pada kepemimpinan transaksional dalam memprediksi sikap para bawahan pada atasannya. Sikap para bawahan terhadap pemimpin adalah salah satu indikator umum dari kepemimpinan yang efektif. Sikap bawahan ini ditunjukkan dari rasa, suka, hormat, percaya, dan kagum kepada atasannya. Perilaku bawahan lain yang mencerminkan sikap adalah kemauan atau penolakan bawahan dalam mengerjakan keinginan pemimpin (Yukl, 2007). Orang akan meniru sikap dari individu-individu yang mereka kagumi serta hormati (Rivai, 2004) Volume 14, Nomor 1, Juni 2010: 13-21 Peran Penambahan Gaya Kepemimpinan 15

karena bawahan yang mempunyai sikap positif terhadap atasannya akan menjadikan atasannya sebagai contoh teladan dalam melaksanakan pekerjaannya. Hal tersebut mengarahkan pada hipotesis sebagai berikut: H3 : Faktor-faktor gaya kepemimpinan transformasional memberikan tambahan yang positif pada pengaruh faktor-faktor kepemimpinan transaksional dalam memprediksi sikap bawahan terhadap atasan. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan desain survei dengan menggunakan metode wawancara. Responden penelitian ini adalah karyawan di tiga perusahaan yang bergerak dalam industri peternakan pada level persuahaan dengan pangsa pasar internasional dan nasional. Karyawan yang dimaksud adalah bagian dari suatu organisasi yang terstruktur yang terdiri atas pimpinan dan bawahan. Sampel ditentukan dengan random sampling berdasar data karyawan perusahaan. Jumlah responden sampel penelitian yang terlibat dalam penelitian ini adalah 140 responden. Sejumlah 48 responden diambil dari perusahaan peternakan A yang memiliki pangsa pasar internasional dan sejumlah 47 dan 45 reponden diambil dari perusahaan B dan C yang memiliki pangsa pasar nasional. Kuesioner dikembangkan untuk mengukur kepemimpinan transformasional, kepemimpinan transaksional, kinerja, OCB, dan kinerja dengan menggunakan skala Likert. Uji kualitas data dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas. Kuesioner didasarkan atas sistem penilaian skala Likert. Item pertanyaan yang digunakan dalam kuesioner ini menggunakan Multifactor Leadership Questionnaire atau MLQ (Bass dan Avolio,1990). MLQ merupakan kuesioner untuk kepemimpinan transaksional dan transformasional. Sehubungan dengan adanya penilaian atasan, peneliti memberikan keyakinan pada responden bahwa jawaban responden bersifat rahasia, sehingga diharapkan responden tidak memiliki keraguan dalam mengisi kuesioner. Hasil uji validitas menunjukkan adanya validitas diskriman pada variabel yang diteliti. Tabel 1 menunjukkan tidak adanya nilai korelasi diantara variabel penelitian yang melebihi 0,80, sehingga tidak ada efek yang akan mengganggu pada uji regresi yang akan dilakukan. Uji reliabilitas menunjukkan adanya konsistensi item pertanyaan pada setiap variabel. Tabel 1 menunjukkan nilai Cronbach á lebih dari 0.60 sehingga dapat dikatakan semua variabel yang diukur memiliki konsistensi item pertanyaan yang baik. Tabel 1. Uji korelasi untuk pengujian validitas diskriminan Transak Transfor Sikap Kinerja OCB sional Masional Bawahan Transaksional Pearson Correlation 1 -.328 -.279 -.308 -.296 Sig. (2-tailed)..077.135.097.112 Transformasional Pearson Correlation -.328 1.632(**).774(**).783(**) Sig. (2-tailed).077..000.000.000 Kinerja Pearson Correlation -.279.632(**) 1.798(**).748(**) Sig. (2-tailed).135.000..000.000 OCB Pearson Correlation -.308.774(**).798(**) 1.655(**) Sig. (2-tailed).097.000.000..000 SikapBawahan Pearson Correlation -.296.783(**).748(**).655(**) 1 Sig. (2-tailed).112.000.000.000. ** Korelasi signifikan pada level 0.01. 16 Desi Mayasari, Suci Paramitasari S, Ahmadi BENEFIT Jurnal Manajemen dan Bisnis

Tabel 2. Nilai Cronbach alpha pada pengujian reliabilitas Variabel Jumlah item Cronbach α Kepemimpinan transaksional 12 0, 761 Kepemimpinan transformasional 14 0, 910 OCB 9 0, 779 Sikap bawahan terhadap atasan 8 0, 949 Kinerja karyawan 20 0, 910 Sumber: Data primer terolah (2009) Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji regresi linier sederhana untuk mengukur pengaruh gaya kepemimpinan transaksional terhadap OCB, sikap bawahan terhadap atasan, dan kinerja karyawan. Uji regresi linier berganda digunakan untuk mengukur pengaruh gaya kepemimpinan transaksional dengan penambahan gaya kepemimpinan transformasional terhadap OCB, sikap bawahan terhadap atasan, dan kinerja karyawan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Hasil pengujian menunjukkan bahwa hipotesis pertama terdukung dalam penelitian ini yaitu kepemimpinan transformasional memberikan tambahan positif pada kepemimpinan transaksional dalam membentuk kinerja. Aplikasi kedua gaya kepemimpinan baik transformasional dan transaksional berhubungan dengan pencapaian kinerja bawahan. Semakin erat hubungan sosial yang terjalin antara pimpinan dengan bawahan dapat meningkatkan kinerja bawahan. Begitu juga semakin besar imbalan atau penghargaan yang diberikan oleh pimpinan juga akan mendorong kinerja karyawan. Shamir, et al., (1993) berpendapat lebih dari 20 penelitian menemukan adanya pengaruh positif kepemimpinan transaksional dan trans-formasional terhadap kinerja, sikap, dan per-sepsi karyawan. Hasil analisis kepemimpinan transaksional maupun kepemimpinan transformasional berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, meskipun kepemimpinan transformasional mempunyai pengaruh positif yang lebih kuat dibanding dengan kepemimpinan transaksional terhadap kinerja karyawan. Peningkatan kinerja salah satunya terbentuk dari adanya peningkatan kepuasan kerja dari aplikasi gaya kepemimpinan transformasional baik secara langsung ataupun tidak diantaranya melalui efektivitas tim kerja (Nielsen et al., 2009). Tabel 3. Hasil pengujian pengaruh gaya kepemimpinan transaksional dan penambahan gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja Variabel Koef. Regresi Signifikasi Keterangan N R 2 Konstanta 4,967 0,000 Pengaruh gaya 140 0,048 Gaya kepemimpinan 0,155 0.009 kepemimpinan transaksional transaksional terhadap kinerja Konstanta 3,911 0,000 Pengaruh penambahan gaya 140 0,171 Gaya kepemimpinan 0,153 0,006 kepemimpinan transformasional transaksional Gaya kepemimpinan 0,197 0,000 pada kepemimpinan tran- saksional terhadap kinerja transformasional Tambahan nilai R 2 2,3% Sumber: Data primer terolah (2009) Volume 14, Nomor 1, Juni 2010: 13-21 Peran Penambahan Gaya Kepemimpinan 17

Tabel 3 menunjukkan adanya peningkatan nilai R 2 pada pengaruh kepemimpinan transaksional dengan kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan yaitu sebesar 2,3%. Hasil ini sesuai dengan penelitian Birasnav (2010) bahwa kepemimpinan transformasional meningkatkan keuntungan bagi sumberdaya manusia yang direfleksikan dalam bentuk pengembalian investasi yang lebih cepat, karir dan pendapatan karyawan yang lebih baik. Tipe kepemimpinan transformasional dinilai lebih mampu meningkatkan pemaknaan tugas yang diberikan atasan kepada bawahannya, menjadikan bawahan memiliki kompetensi yang lebih baik, memiliki peran penting dalam organisasi, dan memiliki komitmen yang kuat terhadap organisasi (Fuller et al., 1999). Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Terhadap OCB Hasil pengujian hipotesis kedua pada Tabel 4 menunjukkan hasil yang mendukung dalam hal ini adanya pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap OCB. Tabel 4. Hasil pengujian pengaruh gaya kepemimpinan transaksional dan penambahan gaya kepemimpinan transformasional terhadap OCB. Variabel Koef. Regresi Sig Keterangan N R 2 Konstanta 6,27 0,000 Pengaruh gaya kepemimpinan 140 0,040 Gaya kepemimpinan transaksional terhadap OCB -0,182 0.018 transaksional Konstanta 5,145 0,000 Pengaruh penambahan gaya 140 0,123 Gaya kepemimpinan transaksional kepemimpinan transformasional -0,184 0,013 pada kepemimpinan transaksional Gaya kepemimpinan transformasional 0,209 0,000 terhadap OCB Tambahan nilai R 2 8,3% Sumber: data primer terolah Tabel 2 menunjukkan adanya kenaikan nilai R 2 pada kepemimpinan transaksional dengan kepemimpinan transformasional terhadap OCB. Hasil ini konsisten dengan penelitian Koh et al., (1995) yang menyatakan bahwa kepemimpin-an transformasional punya pengaruh tambahan yang signifikan pada kepemimpinan transaksional dalam memprediksi OCB, komitmen organisasi, dan kepuasan dengan atasan. Studi Oguz (2010) menunjukkan hasil yang serupa bahwa gaya kepemimpinan transformasional memiliki hubungan positif yang berarti pada OCB. Karyawan dibawah kepemimpinan transformasional merasa percaya dan hormat pada pemimpinnya sehingga mereka termotivasi untuk bekerja lebih dari yang diharapkan. Proses ini akan meningkatkan OCB melalui peningkatan sikap positif diantara para bawahan. Hal ini dikarenakan para pemimpin transformasional cenderung memperhatikan bawahan secara individual, saling berbagi rasa, dan memperlakukan masing-masing secara individu. Gaya kepemimpinan transformasional membawa perbedaan dalam hal ketaatan pada peraturan organisasi, pemenuhan tugas yang diberikan atasan, motivasi bawahan dan proses perubahan jika dibandingkan dengan gaya kepemimpinan transaksional (Oguz, 2005). Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Terhadap Sikap Bawahan dengan Atasan Pengujian hipotesis ketiga pada Tabel 5 menunjukkan hasil dari analisis variabel kepemimpinan transaksional tidak berpengaruh. Hasil analisis terhadap variabel kepemimpinan transformasional berpengaruh secara signifikan. Gaya 18 Desi Mayasari, Suci Paramitasari S, Ahmadi BENEFIT Jurnal Manajemen dan Bisnis

kepemimpinan transformasional memberikan efek secara langsung pada tingkat kepercayaan bawahan pada pimpinan (Zeinabadi, 2010) dan perilaku positif terhadap pimpinan (Yukl, 2007). Hal ini mendukung pendapat Bass (1990) bahwa pemimpin dapat mempengaruhi perilaku para bawahan melalui gaya atau pendekatan yang digunakan. Kepemimpinan transformasional lebih proaktif dan lebih efektif dibanding kepemimpinan transaksional dalam hal memotivasi bawahan untuk mencapai performa yang lebih baik. Terdapat peningkatan nilai R 2 pada pengaruh kepemimpinan transaksional dengan kepemimpinan transformasional terhadap sikap bawahan dengan atasan yaitu sebesar 70,4%. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memberikan pengaruh yang besar pada sikap bawahan terhadap atasan (Koh et al., 1995). Nilai R 2 pada pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap sikap bawahan sebesar 0,724. Hal ini berarti sebesar 72,4% sikap bawahan terhadap atasan dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan transformasional dari atasan. Kepemimpinan transformasional berguna untuk mendukung sikap dan tingkah laku yang lebih positif dalam sebuah organisasi (Koh et al., 1995). Analisis Berdasarkan Tipologi Perusahaan dalam Industri Peternakan Salah datu determinan yang memberikan tipe perusahaan adalah luas cakupan bisnis atau pangsa pasar perusahaan. Terdapat tiga macam tipologi perusahaan berdasarkan pangsa pasar yaitu: 1) global merupakan perusahaan yang pangsa pasarnya mencakup ke seluruh dunia, 2) regional yaitu perusahaan yang pangsa pasarnya mencakup beberapa negara terdekat, dan 3) nasional yaitu perusahaan yang pangsa pasarnya hanya mencakup pada beberapa wilayah dalam satu negara (Robbins, 1998). Pada perusahaan peternakan yang pertama (Perusahaan A) kegiatan pemasaran mencakup ekspor dan impor ke berbagai penjuru dunia, sehingga dapat digolongkan pada perusahaan global. Perusahaan kedua (Perusahaan B) dan perusahaan ketiga (Perusahaan C) tergolong pada perusahaan nasional karena kegiatan pangsa pasar hanya mencakup pada wilayah dalam negeri. Analisis efek gaya kepemimpinan dilakukan pada masing-masing tipe perusahaan yang tercakup dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi perbedaan efek penambahan gaya kepemimpinan transformasiional berdasarkan kenaikan nilai R 2. Kenaikan nilai R 2 terbesar terdapat di perusahaan A, yaitu sebesar 20.8% untuk kinerja, 9.2% untuk OCB, dan 82.9% untuk sikap bawahan terhadap atasan dibandingkan dengan kedua perusahaan lainnya. Perubahan ini dimungkinkan karena pada perusahaan besar terdapat kapasitas yang lebih besar bagi perusahaan untuk memperhatikan karyawan (Robbins, 2005) yang didukung visi dan kemampuan finan- Tabel 5. Hasil pengujian pengaruh gaya kepemimpinan transaksional dan penambahan gaya kepemimpinan transformasional Variabel Koef. Signifikasi Keterangan N R 2 Regresi Konstanta 4,967 0,000 Pengaruh gaya kepemimpinan 140 0,020 transaksional terhadap Gaya kepemimpinan transaksional sikap bawahan dengan atasan 0,155 0,570 Konstanta 0,010 0,980 Pengaruh penambahan gaya 140 0,724 Gaya kepemimpinan transaksional 0,061 0,362 kepemimpinan transformasional pada kepemimpinan Gaya kepemimpinan transformasional bawahan dengan atasan transaksional terhadap sikap 0,996 0,000 Tambahan nilai R 2 70,4% Sumber: data primer terolah Volume 14, Nomor 1, Juni 2010: 13-21 Peran Penambahan Gaya Kepemimpinan 19

Tabel 6. Kenaikan nilai R 2 pada pengaruh penambahan variabel kepemimpinan transformasional terhadap kinerja, OCB, dan sikap bawahan di perusahaan A, B, dan C (%) Perusahaan Kinerja Kinerja OCB A Pengaruh gaya kepemimpinan transaksional Pengaruh penambahan gaya kepemimpinan transformasional pada kepemimpinan transaksional Sikap bawahan 6.00 3.40 0.10 26.8 12.60 83.00 Tambahan R 2 20.8 9.20 82.90 B Pengaruh gaya kepemimpinan transaksional Pengaruh penambahan gaya kepemimpinan transformasional pada kepemimpinan transaksional 14.80 16.20 0.30 23.50 21.00 79.50 Tambahan R 2 8.70 4.80 79.47 C Pengaruh gaya kepemimpinan transaksional 2.30 0.20 4.70 Pengaruh penambahan gaya kepemimpinan transformasional pada kepemimpinan transaksional 15.60 18.20 51.00 Tambahan R 2 13.30 18.10 46.30 Sumber: data primer terolah sial yang lebih baik. Perhatian bagi karyawan memberikan efek timbal balik yang positifi dalam hal ini karyawan tersebut akan berupaya untuk selalu memberikan yang terbaik bagi perusahaan selain juga dimungkinkan adanya keinginan karyawan untuk tetap berada dalam sistem tersebut. Karyawan akan berupaya lebih keras untuk meningkatkan kinerjanya dan menunjukkan sikap positif terhadap rekan kerja maupun atasannya (Kreitner dan Kinicki, 1995). Perusahaan besar juga memiliki efektivitas pemanfaatan sumber daya yang lebih tinggi termasuk sumber daya manusia dengan adanya rentang komando yang lebih baik. Rentang kendali yang baik diantaranya memperhatikan kapasitas pimpinan dalam membawahi karyawan sehingga memungkinkan atasan melakukan pendekatan personal yang lebih baik diantaranya dengan penambahan aspek gaya kepemimpinan transformasional. Pada perusahaan dengan skala pangsa pasar yang lebih kecil, penambahan aspek gaya kepemimpinan transformasional tetap menambah efek kinerja, OCB dan sikap bawahan terhadap atasan meskipuntidak seefektif pada perusahaan besar. Hasil ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional mampu menggairahkan, membangkitkan, dan mengilhami para karyawan untuk berupaya ekstra membantu mencapai tujuan perusahaan. Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional lebih erat dengan tingkat keluarnya karyawan yang rendah, produktivitas yang tinggi, dan loyalitas karyawan yang lebih besar (Robbins, 2002). KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif pada kinerja, OCB dan sikap bawahan terhadap atasan. Penambahan gaya kepemimpinan transformasional meningkatkan kemampuan dalam memprediksi kinerja, OCB dan 20 Desi Mayasari, Suci Paramitasari S, Ahmadi BENEFIT Jurnal Manajemen dan Bisnis

sikap bawahan terhadap atasan. Perusahaan besar dengan kapabilitas yang lebih baik dalam membentuk struktur organisasi yang lebih efektif relatif lebih dapat menarik manfaat yang lebih besar dari penambahan gaya kepemimpinan transformasional. DAFTAR PUSTAKA Bass, B. M. 1990. Bass and Stogdill s Handbook of Leadership. 3 rd. Free Press, New York. Bass, BM and B. J. Avolio. 1990. Transaksional Leadership Development. Consulting Phychologist Press Inc. Palo Alto, California. Birasnav, M., S. Rangnekar and A. Dalpati. 2010. Transformational Leadership, Interim Leadership, and Employee Human Capital Benefits: an Empirical Study. Procedia Social and Behavioral Sciences. 5. 1037-1042. Coleman, G. J., M. McGregor, P. H. Hemsworth, J. Boyce, and S. Dowling. The Relationship Between Beliefs, Attitudes and Observed Behavours of Abattoir Personnel in the Pig Industry. Applied Animal Behaviour Sciences. 82. 189-200. Fuller, J. B. Marrison, R., Jones, L., Bridger, D., Brown, V. (1999). The Effects of Psychogical Empowerment on Transformational Leader and Job Satisfaction. The Journal of Social Psychology, 139 (3) 389-391. Kreitner, R. and A. Kinicki. 1995. Organizational Behavior.3 rd edition. Von Hoffmann Press, Inc. United States of Amerika. Koh, W. L., Steers. R. M., and Terborg, J. R., 1995. The Effect of Transformational Leadership on Attitudes and Student Performance in Singapore. Journal of Organizational Behavior, 16: 319-333. Oguz, E. 2010. The Relationship Between the Leadership Styles of the School Administrator and the Organization Citizenship Behaviours of Teachers. Procedia Social ane Behavioral Sciences. 9. 1188-1193. Munandar, A. S. 2001. Psikologi Industri dan Organisasi. Cetakan 4. UI Press, Jakarta. Nielsen, K., J. Yarker, R. Randall and F. Munir. 2009. The Mediating effects of Team and Self Efficacy on the Relationship Between Transformational Leadership, and Job Satisfaction and Psychological Well-Being in Healthcare Proffesional: A Cross- Sectional Questionnaire Survey. International Journal of Nursing Studies. 46. 1236-1244. Podsakoff, P.M., S. MacKenzie, R. Moorman, R. Fetter. 1990. Transformational Leader Behaviors and Their Effects on Flollower s Trust in their Leader, Satisfaction and Organizational Citizenship Behaviors. Leadership Quarterly. 1. 107-142 Polat, S. 2009. Organizational Citizenship Behavior (OCB) Display Levels of the Teacher at Secondary Schools According to the Perceptions of the School Administrator. Procedia Social and Behavioral Science. 1. 1591-1596. Rivai, V. 2004. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. Edisi kedua. Pt. Raja Grafindo Persada, Jakarta. Robbins, S. P. 2005. Organizational Behavior. 11 th edition. Pearson Education, Inc. New Jersey. Shamir, B., House, R. J. and Arthur M. B. 1993. The Motivations Effectif Charismatic Leadership: A Self Concept Bassed Theory. Journal of Organizational Science, 4: 577-594. Williams, L. J, and Anderson, S. E. 1991. Job Satisfaction an Organizational Commitment as Predictors of OC and In-Role Behavior. Journal of Management, 17 (3): 601 617. Yukl, G. 2007. Leadership in Organizational. 5 th edition. Prentice Hall, New Jersey. Zeinabadi, H. and H. Rastegarpour. 2010. Factors Affecting Teacher Trust in Pricipal: Testing the Effect of Transformational Leadership and Procedural Justice. Procedia Social and Behavioral Sciences. 5. 1004-1008. Volume 14, Nomor 1, Juni 2010: 13-21 Peran Penambahan Gaya Kepemimpinan 21