BAB V STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA CIGUGUR BERBASIS TOLERANSI

dokumen-dokumen yang mirip
Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Cigugur Berbasis Toleransi

BAB I PENDAHULUAN. Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan

PEMERINTAH KABUPATEN SINTANG

BAB III METODE PENELITIAN. dorongan penuh terhadap keberhasilan pengembangan Cigugur sebagai Kawasan

BAB V ARAHAN PENGEMBANGAN WISATA KAMPUNG NELAYAN KELURAHAN PASAR BENGKULU

BAB 1 PENDAHULUAN. dan memiliki keanekaragaman flora dan fauna dunia. Terdapat banyak tempat yang

BAB 1 PENDAHULUAN. berbagai macam kebudayaan, agama, suku yang berbeda-beda, dan kekayaan

1. PENDAHULUAN. jenis flora dan fauna menjadikan Indonesia sebagai salah satu mega biodiversity. peningkatan perekonomian negara (Mula, 2012).

BAB I PENDAHULUAN. 2007). Indonesia merupakan salah satu Negara kepulauan terbesar yang memiliki

DAFTAR ISI. ABSTRAK... i ABSTRACT... i KATA PENGANTAR... ii UCAPAN TERIMA KASIH... iii DAFTAR ISI... vi DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR...

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

I. PENDAHULUAN. Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi wisata

BAB I PENDAHULUAN. Negara. Pembangunan pariwisata mulai digalakkan, potensi potensi wisata yang

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia terus meningkat dan merupakan kegiatan ekonomi yang bertujuan

BAB I PENDAHULUAN. dapat dijadikan sebagai prioritas utama dalam menunjang pembangunan

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN ACEH UTARA NOMOR : 6 TAHUN : 1997 SERI : C NOMOR : 2

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, diperoleh kesimpulan

BAB I PENDAHULUAN. npembangunan nasional. Hal ini dilakukan karena sektor pariwisata diyakini dapat

BAB VI KESIMPULAN. berikut : Investasi industri pariwisata dengan didukung keputusan politik ekonomi

I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG USAHA JASA PERJALANAN WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI,

BAB V STRATEGI DAN REKOMENDASI. 5.1 Strategi Pengembangan Pariwisata di Kecamatan Badau

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.36/Menhut-II/2014 TENTANG

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. perubahan iklim (Dudley, 2008). International Union for Conservation of Nature

BAB I PENDAHULUAN. Sumber daya alam hayati dan ekosistemnya yang berupa keanekaragaman

II. TINJAUAN PUSTAKA. pariwisata, seperti melaksanakan pembinaan kepariwisataan dalam bentuk

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 41 TAHUN 2010 TENTANG STANDARISASI PENGELOLAAN DAYA TARIK WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. berkaitan erat dengan pelestarian nilai-nilai kepribadian dan. pengembangan budaya bangsa dengan memanfaatkan seluruh potensi

PERATURAN DAERAH KABUPATEN GRESIK NOMOR 17 TAHUN 2001 TENTANG RETRIBUSI KAWASAN WISATA

BAB I PENDAHULUAN. pemandangan alam seperti pantai, danau, laut, gunung, sungai, air terjun, gua,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latarbelakang Masalah. Indonesia adalah salah satu Negara Berkembang yang sedang

BAB I PENDAHULUAN. Gejala Pariwisata telah ada semenjak adanya perjalanan manusia dari suatu

2 dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2004 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

PENGEMBANGAN KAWASAN HUTAN WISATA PENGGARON KABUPATEN SEMARANG SEBAGAI KAWASAN EKOWISATA TUGAS AKHIR

ANALISIS PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KOTA MEDAN

III. KERANGKA PEMIKIRAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. pendekatan biaya perjalanan (Travel Cost Method) sebesar

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB VII KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Kabupaten Tulungagung, didapatkan beberapa kesimpulan sebagai berikut.

PENGEMBANGAN MASJID AGUNG DEMAK DAN SEKITARNYA SEBAGAI KAWASAN WISATA BUDAYA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. tempat obyek wisata berada mendapat pemasukan dari pendapatan setiap obyek

V. KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa :

B A B 5 PROGRAM. BAB 5 Program Program SKPD

BAB I PENDAHULUAN. oleh bangsa Indonesia dan tersebar di seluruh penjuru tanah air merupakan modal

I. PENDAHULUAN. berkembangnya pembangunan daerah. Provinsi Lampung merupakan salah satu

STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA PANTAI KARTINI DI KABUPATEN JEPARA STRATEGY DEVELOPMEN OF PANTAI KARTINI IN JEPARA DISTRICT ZENY KURNIYATI D2B606051

LAMPIRAN. Lampiran 1. Kuisioner Penelitian Pemangku Kebijakan

BAB I PENDAHULUAN. pokok bagi mereka. Semakin berkembangnya persaingan bisnis di era globalisasi

Oleh : Slamet Heri Winarno

BAB I PENDAHULUAN. Di dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Jawa Tengah, Cilacap

DAFTAR ISI Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Keaslian Penelitian.

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.38/Menhut-II/2014 TENTANG

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2012 LAPORAN AKHIR REVIEW RENCANA INDUK PENGEMBANGAN PARIWISATA KABUPATEN TEMANGGUNG

BAB II PENGATURAN IZIN USAHA PARIWISATA BERDASARKAN PERATURAN DAERAH KOTA MEDAN NO. 4 TAHUN 2014 TENTANG KEPARIWISATAAN

OBYEK WISATA PILGRIM. (Studi Deskriptif tentang Potensi Obyek Wisata Pilgrim di Kabupaten Bangkalan) TUGAS AKHIR

BAB I PENDAHULUAN. maka peluang untuk menenangkan fikiran dengan berwisata menjadi pilihan

PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG KEPARIWISATAAN

BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 8 TAHUN 2016 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 16 TAHUN 2016 TENTANG

BAB VI SIMPULAN DAN SARAN. Bertolak dari kajian dan hasil analisis pada Bab sebelumnya maka dapat

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 13 TAHUN 2002 TENTANG IZIN USAHA SARANA PARIWISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TABALONG NOMOR 01 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA INDUK PENGEMBANGAN PARIWISATA DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. yang sedang diteliti. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT dan Importance

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... iii DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR... ix

KAJIAN PROSPEK DAN ARAHAN PENGEMBANGAN ATRAKSI WISATA KEPULAUAN KARIMUNJAWA DALAM PERSPEKTIF KONSERVASI TUGAS AKHIR (TKP 481)

VII PRIORITAS STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA TN KARIMUNJAWA

I. PENDAHULUAN. perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan yang lestari.

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

I. PENDAHULUAN. Pariwisata merupakan sektor penunjang pertumbuhan ekonomi sebagai

BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Obyek dan daya tarik wisata adalah suatu bentukan atau aktivitas dan fasilitas

WALIKOTA SEMARANG - 1 -

Strategi Pengembangan Pariwisata ( Ekowisata maupun Wisata Bahari) di Kabupaten Cilacap.

BAB VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. 6.1 Kesimpulan. sebagai berikut: Pertama, di Kawasan Candi Cetho masih terdapat berbagai

BAB II URAIAN TEORITI TENTANG PARIWISATA

GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG USAHA JASA PERJALANAN WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BALI,

Revitalisasi Pengembangan Obyek Wisata Air Panas Cipari

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB I PENDAHULUAN. Wisata merupakan kebutuhan hiburan untuk masyarakat yang cukup. penting untuk sedikit meregangkan pikiran setelah lelah bekerja dan

SKRIPSI HERIYANTO NIM : B

V. SIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka

BAB I PENDAHULUAN. berintikan tiga segi,yakni segi ekonomis (sumber devisa, pajak-pajak) segi

UJI PETIK RANCANGAN PERATURAN MENTERI KEBUDAYAAAN DAN PARIWISATA TENTANG PASAR PESONA BUDAYA

PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP PENGEMBANGAN OBYEK WISATA BUKIT BANAMA DI KECAMATAN BUKIT BATU KOTA PALANGKA RAYA. Dedy Norsandi

VI. KARAKTERISTIK PENGUNJUNG TAMAN WISATA ALAM GUNUNG PANCAR. dari 67 orang laki-laki dan 33 orang perempuan. Pengunjung TWA Gunung

Oleh HY. Agus Murdiyastomo.

PENATAAN DAN PENGEMBANGAN SIMPUL CURUG GEDE DI KAWASAN WISATA BATURADEN

BAB I PENDAHULUAN. perkiraan jumlah wisatawan internasional (inbound tourism) berdasarkan perkiraan

BAB I PENDAHULUAN. Yogyakarta terletak antara 70 33' LS ' LS dan ' BT '

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pariwisata merupakan suatu kegiatan yang berkaitan dengan wisata untuk

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Transkripsi:

BAB V STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA CIGUGUR BERBASIS TOLERANSI 5.1 Strategi Pengembangan Wisata Cigugur Berbasis Toleransi Keanekaragaman umat beragama, seluruh masyarakat cigugur menganut agama yang berbeda beda Dalam proses kehidupan beragama, Cigugur merupakan satu wilayah yang mempunyai keragaman beragama dibandingkan dengan wilayah lain di KabupatenKuningan. Hal ini dibuktikan dengan berkembangnya beberapa agama di Cigugur dan satu kepercayaan yang dianut masyarakat Cigugur, yaitu agama Islam, Katholik,Protestan, Hindu, Budha, Penganut Kepercayaan dan Penghayatan Kepada Tuhan yang Maha Esa. Oleh kerena itu berdasarkan isu permasalahan perlu adanya strategi pengembangan wisata cigugur untuk meredam potensi konfilik yang terjadi di Kecamatan Cigugur. Salah satu seperti strategi pengembangan wisata cigugur untuk meminimalis konflik yang akan terjadi di Kecamatan Cigugur 5.1.1 Objek Wisata Berkonotasi Islam Objek Wisata yang berkonotasi Islam di Kecamatan Cigugur yang memiliki potensi yang cukup tinggi untuk dikembangkan agar dapat meningkatkan penghasilan masyarakat cigugur dan untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung dan mengalami peningkatan setiap tahunya. Adapun strategi-strategi yang dilakukan sebagai berikut : Kolam Ikan Cigugur Objek Wisata Kolam Ikan Cigugur berdasarkan hasil analisis SWOT berada pada kuadran IV yang artinya meminimalisir kelemahan dan mengatasi ancaman. Strategi strategi yang dilakukan untuk pengembangan kolam ikan cigugur sebagai berikut : Mengembangkan sikap saling menghargai terhadap nilai-nilai dan norma sosial yang berbeda dari anggota-anggota masyarakat yang kita temui, tidak mementingkan kelompok, ras, etnik, atau kelompok agamanya sendiri dalam menjalankan tugas-tugasnya. 127

128 Mewujudkan sapta pesona dengan berkerja sama antara masyarakat sekitar,apparat dan pemerintah Menyediakan sarana ibadah selain umat muslim Menjaga Kelestarian sejarah yang berada pada setiap objek wisata Menciptakan citra yang baik bagi pribadi, masyarakat, dan daerah Meningkatkan Promosi dengan cara berkerja sama dengan pemerintah Memperbaiki sarana-prasarana pariwisata Situs Buyut Banantaka Objek Wisata Situs Buyut Banantaka berdasarkan hasil analisis SWOT berada pada kuadran IV yang artinya meminimalisir kelemahan dan mengatasi ancaman. Strategi strategi yang dilakukan untuk pengembangan Situs Buyut Banantaka sebagai berikut : Menciptakan tanda-tanda peringatan bahwa situs ini bukan untuk disembah Peningkatan pembangunan sarana dan prasarana pariwisata. Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak yang terkait dengan objek dan daya tarik wisata misal dengan Dinas pariwisata dan biro perjalanan wisata dan lain-lain. Adanya Promosi dari Dinas Pariwisata bahwa di Cigugur terdapat obyek wisata ziarah. Dalam wisata ziarah perlu adanya pemandu pariwisata. Pemandu wisata adalah orang yang memberi petunjuk informasi secara langsung kepada peziarah atau wisatawan sebelum dan selama perjalanan wisata. Selama ini pemandu wisata baru sebatas juru kunci makam, di kompleks makam Situs Buyut Banantaka Menyediakan papan peringatan di depan pintu masuk Situs Banantaka pemberitahuan untuk agar tidak terjadi kemusrikan kepada para wisatawan

129 Situs Winduherang Gambar 5.1 Contoh Papan Peringatan Pada Objek Wisata Makam Buyut Banantaka Objek Wisata Situs Buyut Banantaka berdasarkan hasil analisis SWOT berada pada kuadran IV yang artinya meminimalisir kelemahan dan mengatasi ancaman. Strategi strategi yang dilakukan untuk pengembangan Situs Winduherang sebagai berikut : Menciptakan tanda-tanda peringatan bahwa situs ini bukan untuk disembah Peningkatan pembangunan sarana dan prasarana pariwisata. Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak yang terkait dengan objek dan daya tarik wisata misal dengan Dinas pariwisata dan biro perjalanan wisata dan lain-lain. Adanya Promosi dari Dinas Pariwisata bahwa di Cigugur terdapat obyek wisata ziarah. Dalam wisata ziarah perlu adanya pemandu pariwisata. Pemandu wisata adalah orang yang memberi petunjuk informasi secara langsung kepada peziarah atau wisatawan sebelum dan selama perjalanan wisata. Selama ini pemandu wisata baru sebatas juru kunci makam. Menyediakan papan peringatan di depan pintu masuk Situs Winduherang pemberitahuan untuk agar tidak terjadi kemusrikan kepada para wisatawan

130 5.1.2 Objek Wisata Berkonotasi Nasrani Gambar 5.2 Contoh Papan Peringatan Pada Objek Wisata Situs Winduherang Objek Wisata yang berkonotasi Nasrani di Kecamatan Cigugur yang memiliki potensi yang cukup tinggi untuk dikembangkan agar dapat meningkatkan penghasilan masyarakat cigugur dan untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung dan mengalami peningkatan setiap tahunya. Adapun strategi-strategi yang dilakukan sebagai berikut : Gua Maria dan Makam Van Beck Objek Wisata Gua Maria berdasarkan hasil analisis SWOT berada pada kuadran IV yang artinya meminimalisir kelemahan dan mengatasi ancaman. Strategi strategi yang dilakukan untuk pengembangan Gua Maria sebagai berikut : Mengembangkan sikap saling menghargai terhadap nilai-nilai dan norma sosial yang berbeda dari anggota-anggota masyarakat yang kita temui, tidak mementingkan kelompok, ras, etnik, atau kelompok agamanya sendiri dalam menjalankan tugas-tugasnya.

131 Menyediakan sarana ibadah selain umat muslim Memperbolehkan selain umat nasrani membuka lapangan pekerjaan di kawasan pariwisata gua maria Menyediakan tempat ibadah umat muslim di sekitar objek wisata gua maria Menciptakan citra yang baik bagi pribadi, masyarakat, dan daerah Menciptakan perilaku masyarakat yang ramah dan sopan dalam berkomunikasi, Mengijinkan selain umat nasrani memasuki objek wisata gua maria Mengupayakan pengetahuan serta kesadaran masyarakat dan wisatawan dalam menjaga dan melestarikan sumberdaya alam yang ada dengan membuat poster tentang ancaman kerusakan ekosistem 5.1.3 Objek Wisata Berkonotasi Kepercayaan/Madrais Objek Wisata yang berkonotasi Nasrani di Kecamatan Cigugur yang memiliki potensi yang cukup tinggi untuk dikembangkan agar dapat meningkatkan penghasilan masyarakat cigugur dan untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung dan mengalami peningkatan setiap tahunya. Adapun strategi-strategi yang dilakukan sebagai berikut : Gedung Paseban Tri Panca Tunggal Objek Wisata Gedung Paseban Tri Panca Tunggal berdasarkan hasil analisis SWOT berada pada kuadran IV yang artinya meminimalisir kelemahan dan mengatasi ancaman. Strategi strategi yang dilakukan untuk pengembangan Gedung Paseban Tri Panca Tunggal sebagai berikut : Mengembangkan sikap saling menghargai terhadap nilai-nilai dan norma sosial yang berbeda dari anggota-anggota masyarakat yang kita temui, tidak mementingkan kelompok, ras, etnik, atau kelompok agamanya sendiri dalam menjalankan tugas-tugasnya. Mewujudkan kebijakan sapta pesona dengan berkerja sama antara masyarakat sekitar,apparat dan pemerintah Menyediakan sarana ibadah seluruh umat beragama Menyediakan tempat ibadah umat muslim di sekitar objek wisata gua maria

132 Menciptakan citra yang baik bagi pribadi, masyarakat, dan menciptakan saling menghargai dan menghormati kepada pemeluk agama lainya Menciptakan perilaku masyarakat yang ramah dan sopan dalam berkomunikasi, Menyediakan transportasi untuk mencapai objek wisata Ged.Tri Panca Tunggal Mempertahankan atraksi seren taun yang ada. Menyediakan papan peringatan di depan pintu masuk Gedung Paseban pemberitahuan untuk agar boleh umat muslim mengunjungi tetapi tidak mengikuti kegiatan acara 5.1.4 Objek Wisata Berkonotasi Animisme Objek Wisata yang berkonotasi Animisme di Kecamatan Cigugur yang memiliki potensi yang cukup tinggi untuk dikembangkan agar dapat meningkatkan penghasilan masyarakat cigugur dan untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung dan mengalami peningkatan setiap tahunya. Adapun strategi-strategi yang dilakukan sebagai berikut : Taman Purbakala Cipari dan Situs Menhir Batu Tilu Cisumur Objek Wisata Gedung Paseban Tri Panca Tunggal berdasarkan hasil analisis SWOT berada pada kuadran IV yang artinya meminimalisir kelemahan dan mengatasi ancaman. Strategi strategi yang dilakukan untuk pengembangan Taman Purbakala Cipari sebagai berikut : Mengembangkan sikap saling menghargai terhadap nilai-nilai dan norma sosial yang berbeda dari anggota-anggota masyarakat yang kita temui, tidak mementingkan kelompok, ras, etnik, atau kelompok agamanya sendiri dalam menjalankan tugas-tugasnya. Menjaga kelestarian situs-situs di Taman Purbakala Cipari Meningkatkan sarana dan prasarana seperti warung souvenir Bekerjasama dengan dinas kependidikan dan Mempromosikan objek wisata purbakala cipari sebagai objek wisata pendidikan sejarah Meningkatkan Sarana Transportasi untuk menuju Taman Purbakala Cipari

133 Menyediakan papan peringatan di depan pintu masuk Taman Purbakala Cipari pemberitahuan untuk tidak boleh menyembah batuan-batuan yang ada objek wisata taman Purbakala Cipari karena hanya Allah SWT tempat untuk meminta dan memohon hajat 5.1.5 Objek Wisata Berkonotasi Netral Objek Wisata yang berkonotasi Netral di Kecamatan Cigugur yang memiliki potensi yang cukup tinggi untuk dikembangkan agar dapat meningkatkan penghasilan masyarakat cigugur dan untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung dan mengalami peningkatan setiap tahunya. Adapun strategi-strategi yang dilakukan sebagai berikut : Bumi Perkemahan Palutungan & Curug Putri Objek Wisata Bumi Perkemahan Palutungan dan Curug Putri berdasarkan hasil analisis SWOT berada pada kuadran IV yang artinya meminimalisir kelemahan dan mengatasi ancaman. Strategi strategi yang dilakukan untuk pengembangan Bumi Perkemahan Palutungan dan Curug Putri sebagai berikut : Menjaga kelestarian alam Bumi Perkemahan Palutungan dan Curug Putri Meningkatkan dan memperbaiki sarana prasarana seperti warung souvenir dan tempat parkir Bekerjasama dengan dinas kependidikan dan Mempromosikan objek wisata bumi perkemahan palutungan dan curug putri sebagai objek wisata pendidikan dan perkemahan Meningkatkan Sarana Transportasi untuk menuju Bumi Perkemahan Palutungan dan Curug Putri Menjaga Kebudayaan masyarakat sekitar Curug Landung Objek Wisata Curug Landung berdasarkan hasil analisis SWOT berada pada kuadran IV yang artinya meminimalisir kelemahan dan mengatasi ancaman. Strategi strategi yang dilakukan untuk pengembangan Curug landung sebagai berikut : Menjaga kelestarian alam Curug landung Meningkatkan dan memperbaiki sarana prasarana seperti warung souvenir dan tempat parkir

134 Bekerjasama dengan dinas kependidikan dan Mempromosikan objek wisata alam curug landung Meningkatkan Sarana Transportasi untuk menuju objek wisata curug landung Memperbaiki jalan menuju wisata curug landung Hutan Kota Bungkirit Objek Wisata Hutan Kota Bungkirit berdasarkan hasil analisis SWOT berada pada kuadran IV yang artinya meminimalisir kelemahan dan mengatasi ancaman. Strategi strategi yang dilakukan untuk pengembangan Hutan Kota Bungkirit sebagai berikut : Bekerjasama dengan dinas kependidikan dan Mempromosikan objek wisata hutan kota bungkirit agar dapat meningkatkan pengunjung pariwisata Meningkatkan Sarana Transportasi untuk menuju objek wisata Hutan Kota Bungkirit Menjaga kelestarian lingkungan yang sudah ada Taman Mayasih Objek Wisata Taman Mayasih berdasarkan hasil analisis SWOT berada pada kuadran IV yang artinya meminimalisir kelemahan dan mengatasi ancaman. Strategi strategi yang dilakukan untuk pengembangan Taman Mayasih sebagai berikut : Menjaga kelestarian dan kebudayaan objek wisata taman mayasih Meningkatkan dan memperbaiki sarana prasarana seperti warung souvenir dan tempat parkir Bekerjasama dengan dinas kependidikan dan Mempromosikan objek wisata Taman Mayasih untuk meningkatkan jumlah pengunjung wisata Meningkatkan Sarana transportasi untuk menuju objek wisata Taman Mayasih Bumi Perkemahan IPUKAN Objek Wisata Taman Mayasih berdasarkan hasil analisis SWOT berada pada kuadran IV yang artinya meminimalisir kelemahan dan mengatasi ancaman. Strategi strategi yang dilakukan untuk pengembangan Taman Mayasih sebagai berikut :

135 Menjaga kelestarian flora dan fauna wisata Bumi Pekemahan IPUKAN Meningkatkan dan memperbaiki sarana prasarana seperti warung souvenir dan tempat parkir Memperbaiki sarana jalan menuju Bumi perkemahan Ipukan Bekerjasama dengan dinas kependidikan dan Mempromosikan objek wisata Taman Mayasih untuk meningkatkan jumlah pengunjung wisata Meningkatkan Sarana transportasi untuk menuju objek wisata Taman Mayasih 5.2 Rekomendasi Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, maka ada beberapa rekomendasi yang dapat dipertimbangkan untuk mencegah terjadinya konflik sara adalah mengembangkan potensi wisata-wisata di Kecamatan Cigugur dan memperbaiki sarana-prasarana wisata pada objek wisata yang berada di Kecamatan Cigugur untuk meningkatkan jumlah pengunjung pariwisata karena dapat meningkatkan pendapatan sebagai peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat di Kecamatan Cigugur. Terutama bagi pemerintah daerah, pihak swasta sebagai investor dan masyarakat setempat, yang diharapkan dapat bermanfaat untuk pengembangan Kawasan Wisata Bandungan. Beberapa rekomendasi tersebut adalah : 1. Dalam pengembangan Kawasan Wisata Cigugur, keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengembangkan kawasan wisata ini kedepannya, supaya masyarakat sekitar dapat merasakan secara langsung dampak dari pengembangan Kawasan Wisata Cigugur ini. Hal ini dapat mengembangkan tingkat toleransi yang cukup tinggi di masyarakat cigugur sehingga dapat meminimalisasikan konflik sara di sekitar masyarakat cigugur 2. Dalam pengembang objek wisata cigugur di beri tanda/peringatan bahwa wisata yang berada di Kecamatan Cigugur ada yang merupakan merupakan wisata religi rohani seperti islam,animisme,nasrani,madrais dan netral 3. Pemerintah, swasta dan masyarakat ikut berusaha mempromosikan Kawasan Wisata Cigugur ke seluruh wilayah terutama antar kota agar dapat membuka peluang banyaknya wisatawan yang berkunjung.

136 Dapat juga bekerjasama dengan biro perjalanan/paket wisata untuk mencantumkan Kawasan Wisata Cigugur sebagai paket tujuan wisata di Jawa Barat 4. Pemerintah harus menangani permasalahan kekurangan sarana dan prasarana pariwisata yang berada di Kecmatan Cigugur seperti perbaikan toilet,mushola,dan transportasi menuju objek wisata cigugur 5. Adanya peran pemerintah agama dan keamanan dalam penyeluruhan terhadap orang-orang yang berdatangan untuk berwisata di Kecamatan Cigugur seperti : Disediakanya pos-pos penyeluruhan di setiap pintu masuk objek wisata seperti di objek wisata kolam ikan cigugur, situs buyut banantaka,situs menhir batu tilu cisumur,situs makam winduherang dan objek gedung paseban tri panca tunggal untuk membagikan brosur-brosur kecil pada setiap wisata yang datang sebagai tanda peringatan untuk tetap teguh dengan keyakinan dan tidak menyimpang dari ajaran agama yang dianut. 5.3 Kelemahan Studi Baik dalam proses analisis maupun penyusunan strategi Kawasan Wisata Bandungan ini, masih terdapat kelemahan-kelemahan yang tidak dapat dihindari, antara lain : 1. Kurangnya ketelitian di dalam pengetikan, penggunaan tata bahasa, cara menerangkan maupun dalam memvisualisasikan kondisi yang terjadi secara detail. 2. Penelitian yang dilakukan pada studi ini belum cukup akurat, dikarenakan keterbatasan data dan waktu menjadi alasan utama dan khususnya mengenai peran masyarakat lokal terhadap pengembangan Wisata Cigugur.