Geotube Dewatering Technology

dokumen-dokumen yang mirip
TEKSTIL INDUSTRI Sistem Dewatering

Solusi TenCate untuk Perkuatan Lereng dan Dinding

Solusi TenCate untuk Perkuatan Lereng dan Dinding

Solusi TenCate Untuk Perkuatan Dasar Timbunan

Sistem Geotube Untuk Kanal & Tanggul

Solusi TenCate untuk Kelestarian Lingkungan Hidup

Solusi TenCate Untuk Perkuatan Dasar Timbunan

Solusi TenCate Untuk Kelestarian Lingkungan Hidup

PETUNJUK TEKNIS TATA CARA PEMBANGUNAN IPLT SISTEM KOLAM

JENIS DAN KOMPONEN SPALD

BAB PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI TEPUNG BERAS

PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK

STUDI OPTIMASI PERBANDINGAN PERANCANGAN SEWAGE TREATMENT PLANT UNTUK KAPAL CORVETE UKURAN 90 METER, DENGAN MENGGUNAKAN METODE BIOLOGI DAN KIMIAWI

ANALISIS KINERJA SISTEM INSTALASI PENGOLAHAN LUMPUR TINJA KOTA MAGELANG

PETUNJUK TEKNIS TATA CARA PERENCANAAN IPLT SISTEM KOLAM

INSTALASI PENGOLAHAN LUMPUR TINJA JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA BAB I PENDAHULUAN

TL-4140 Perenc. Bangunan Pengolahan Air Limbah L A G O O N / P O N D S

Petunjuk Operasional IPAL Domestik PT. UCC BAB 2 PROSES PENGOLAHAN AIR LIMBAH

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PENDAHULUAN. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1. Skema Proses Pengolahan Air Limbah

GEOSYSTEM GEOSYSTEM UNTUK APLIKASI BIDANG KELAUTAN. Perwakilan TenCate di Indonesia TenCate Geosynthetics Asia SDN BHD

Solusi TenCate untuk Konsolidasi Tanah Lunak

PERANCANGAN INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI GULA

Lokakarya Fungsional Non Penelti a) Sistem parit oksidasi b) Sistem kolam aerobik, yaitu suatu kolam yang tidak terlalu dalam dengan permukaannya yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TIN206 - Pengetahuan Lingkungan Materi #6 Genap 2014/2015. h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n. w e b l o g. e s a u n g g u l. a c.

KLASIFIKASI SISTEM PEMBUANGAN

PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK

Penyehatan Lingkungan Permukiman bertujuan untuk mewujudkan kawasan permukiman yang layak huni, sehat, aman, produktif dan berkelanjutan melalui

PETUNJUK UMUM UNTUK MERAWAT SISTEM SEPTIK TANK

BAB III PROSES PENGOLAHAN IPAL

Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Keputih, Surabaya

TINJAUAN PUSTAKA II.

INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) BOJONGSOANG

Buku Panduan Operasional IPAL Gedung Sophie Paris Indonesia I. PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya di kotakota

II. PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK GEDUNG SOPHIE PARIS INDONESIA

Kata Kunci: Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja, RAB, Dimensi Hidrolis, Dimensi Struktur TINJAUAN PUSTAKA

Kelompok 3. PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RSUP dr.sardjito

PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK disusun oleh : Dr. Sugiarto Mulyadi

Sewage Treatment Plant

MODUL 3 DASAR-DASAR BPAL

TL-3230 SEWERAGE & DRAINAGE. DETAIL INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH SISTEM SETEMPAT (On site system 1)

X. BIOREMEDIASI TANAH. Kompetensi: Menjelaskan rekayasa bioproses yang digunakan untuk bioremediasi tanah

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

Mekanisme : Air limbah diolah dengan aliran kontinyu Pengolahan lumpur dioperasikan tanpa resirkulasi

Pengolahan AIR BUANGAN

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN

SISTEM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PADA IPAL PT. TIRTA INVESTAMA PABRIK PANDAAN PASURUAN

BAB III PENCEMARAN SUNGAI YANG DIAKIBATKAN OLEH LIMBAH INDUSTRI RUMAH TANGGA. A. Penyebab dan Akibat Terjadinya Pencemaran Sungai yang diakibatkan

BAB I PENDAHULUAN. industri kelapa sawit. Pada saat ini perkembangan industri kelapa sawit tumbuh

KLASIFIKASI SISTEM PEMBUANGAN. Klasifikasi berdasarkan jenis air buangan:

Tabel 3.34 Daftar Program/Proyek Layanan Yang Berbasis Masyarakat Tabel 3.35 Kegiatan komunikasi yang ada di Kabupaten Merangin...

PEMANFAATAN DRUM PLASTIK BEKAS SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN SEPTIC TANK

PENGAWASAN BAB I PEMANTAUAN DAN EVALUASI SPALD

- 2 - MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK.

Sistem Aerasi Berlanjut (Extended Aeratian System) Proses ini biasanya dipakai untuk pengolahan air limbah dengan sistem paket (package treatment)

Desain Alternatif Instalasi Pengolahan Air Limbah Pusat Pertokoan Dengan Proses Anaerobik, Aerobik Dan Kombinasi Aanaerobik Dan Aerobik

Evaluasi Instalasi Pengolahan Air Limbah Hotel X di Surabaya

BAB 12 UJI COBA PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK INDIVIDUAL DENGAN PROSES BIOFILTER ANAEROBIK

MODEL PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

PENGOLAHAN LUMPUR IPAL. Edwan Kardena Teknik Lingkungan ITB

BAB III GAMBARAN UMUM LOKASI STUDI

EVALUASI SISTEM PENGELOLAAN IPLT KOTA SEMARANG ABSTRAK

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. melalui anus dan merupakan sisa dari proses pencernaan makanan di sepanjang

BAB PENGOLAHAN AIR LIMBAH RUMAH MAKAN / RESTORAN

BAB I PENDAHULUAN. permintaan pasar akan kebutuhan pangan yang semakin besar. Kegiatan

W ALIKOTA M AKASSAR PROVINSI SULAW ESI SELATAN

[Type text] BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. limbah yang keberadaannya kerap menjadi masalah dalam kehidupan masyarakat.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Limbah adalah sampah cair dari suatu lingkungan masyarakat dan

BAB I PENDAHULUAN. pesat. Hal ini tentu saja membawa berbagai dampak terhadap kehidupan

REGISTER TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN TERVERIFIKASI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KONSEP PENGELOLAAN LIMBAH CAIR DOMESTIK

SEWAGE DISPOSAL. AIR BUANGAN:

LAPORAN IPLT KEPUTIH KOTA SURABAYA PROPINSI JAWA TIMUR

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pelaksanaan pembangunan yang mempunyai wawasan lingkungan hidup

Zuhaelsi Zubir, ST.MT

BAB IV ANALISA DAN HASIL 4.2 SPESIFIKASI SUBMERSIBLE VENTURI AERATOR. Gambar 4.1 Submersible Venturi Aerator. : 0.05 m 3 /s

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black

PEMBUATAN TOILET KERING

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DENGAN KANDUNGAN AMONIAK TINGGI SECARA BIOLOGI MENGGUNAKAN MEMBRANE BIOREACTOR (MBR)

BAB III METODOLOGI PELAKSANAAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

EVALUASI LAYANAN SANITASI DI RUSUNAWA SEMANGGI KOTA SURAKARTA

PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK SECARA FISIKA, KIMIA, DAN BIOLOGI *) Oleh : Drs. Slamet Santoso SP., M.S **) bio.unsoed.ac.id

BAB I PENDAHULUAN. dan fasilitas pelayanan kesehatan yang membuang air limbahnya tanpa

BAB I PENDAHULUAN. dari kegiatan permukiman, perdagangan, perkantoran, perindustrian dan lainnya.

INDOCEMENT AWARDS STR WRITING COMPETITION

BAB I PENDAHULUAN. seorangpun dapat bertahan hidup lebih dari 4-5 hari tanpa minum air. Selain

I. PENDAHULUAN. Limbah berbahaya adalah limbah yang mempunyai sifat-sifat antara lain

TEKNIK PENGOLAHAN LIMBAH DI INDUSTRI PETROKIMIA

BAB VI HASIL. Tabel 3 : Hasil Pre Eksperimen Dengan Parameter ph, NH 3, TSS

septic tank Septic tank

Transkripsi:

Geotube Dewatering Technology Dewatering Lumpur Limbah Perkotaan Protective Fabrics Space Composites Aerospace Composites Advanced Armour Geosynthetics Industrial Fabrics Grass

Dewatering Lumpur Perkotaan Air Limbah dan Lumpur Domestik Air limbah domestik berbahaya bagi lingkungan karena adanya materi yang membutuhkan sejumlah besar oksigen, nutrien padatan tersuspensi, organisme patogen, senyawa organik dan kontaminan lainnya. Lumpur dalam jumlah besar dihasilkan dari proses pengolahan air limbah. Lumpur tersebut harus melalui proses dewatering dahulul sebelum dibuang. Fungsi dewatering adalah: Mengurangi volume, menghemat biaya dalam penampungan dan pengangkutan. Menghilangkan cairan bebas sebelum menuju tempat pembuangan. Mengurangi kebutuhan bahan bakar bila residu tersebut akan dibakar atau dikeringkan. Teknologi Geotube Dewatering Teknologi Geotube Dewatering dari TenCate melibatkan kegunaan unit TenCate Geotube Dewatering yang berfungsi sebagai berikut: Wadah: Padatan terkumpul didalam unit TenCate Geotube Dewatering Dewatering: Air mengalir keluar dari unit TenCate Geotube Dewatering Konsolidasi: Seiring waktu, berlangsung pengeringan biosolid lebih lanjut. Pada akhir proses, unit TenCate Geotube Dewatering dapat disobek, padatan kering dewatering dapat dengan mudah diambil dan diangkut ke tempat lain. Unit TenCate Geotube Dewatering tersedia dalam berbagai ukuran, disesuaikan volume dan ketersediaan tempat Anda. Unit TenCate Geotube Dewatering dapat juga ditempatkan dalam roll-off container sehingga dapat dipindah-tempatkan sesuai kebutuhan dalam lingkup properti Anda. Ini adalah salah satu teknologi dewatering yang paling lengkap kegunaannya saat ini. Wadah. Dewatering. Konsolidasi 2 Dewatering Lumpur Limbah Perkotaan

RDT test setup. Lumpur, effluent dan padatan yang telah terkonsolidasi. Keuntungan teknologi Geotube Dewatering Teknologi Geotube Dewatering dari TenCate telah menjadi metode acuan fasilitas pengolahan air limbah di seluruh dunia. Keuntungan utama teknologi TenCate Geotube Dewatering adalah sebagai berikut: Teknologi yang sederhana dari TenCate Geotube Dewatering. Tidak seperti sistem mekanis, tidak ada bagian mekanikal dan bergerak yang bisa menjadi sumber kerusakan dan keausan mesin. Tidak membutuhkan investasi capital (sehingga sistem ini mudah dilaksanakan, terutama apabila instalasi pengolahan menghadapi lonjakan proses secara mendadak). Pada instalasi yang menggunakan kolam pengering (drying bed) untuk dewatering lumpur, penggunaan unit TenCate Geotube yang ditempatkan dalam drying bed ini mampu meningkatkan kapasitas drying bed yang ada menjadi beberapa kali lipat. Mampu menangkap padatan hingga lebih dari 98% (lihat Tabel 1). Mampu menangkap kontaminan dengan kadar yang tinggi (lihat Tabel 1). Effluent berupa air yang telah di filter seringkali mempunyai kualitas yang dapat digunakan kembali atau dikembalikan dalam proses pengolahan atau dialirkan ke saluran air bebas tanpa memerlukan pengolahan lanjutan. Secara dramatis mengurangi masalah bau tidak sedap. Relatif tidak berisik dalam operasionalnya, tidak seperti sistem mekanikal. Tidak ada waktu yang terbuang untuk start up dan shut down seperti pada sistem mekanikal. Tabel 1: Hasil tes dari Bonnechere Valley Studi di Kanada Item Tingkat tangkapan dalam unit Geotube Dewatering (%) Padatan tersuspensi 99.6 Fosfor 98.2 Nitrogen 82.3 E.coli 99.9 Arsenik 100 Timbal 98.8 Merkuri 99.9 Dewatering Lumpur Limbah Perkotaan 3

Instalasi Pengolahan Air Limbah Perkotaan Studi Kasus Proyek Lokasi Digested Sewage Sludge Dewatering USA Tahun 1999, 1.700m 3 lumpur limbah tercerna (digested sewage sludge) di-dewatering menggunakan teknologi Geotube Dewatering di Kansas City Municipal Sewage Treatment Plant. Sepuluh buah kantong Geotube Dewatering berukuran 9,1m keliling dan sembilan buah yang berukuran 13,7m keliling, dengan panjang 9,1m sampai 45,7m digunakan untuk proyek ini. Kantong Geotube Dewatering diletakkan pada area parkir beraspal yang dilapisi dengan geomembran untuk mengumpulkan air effluent yang diolah kembali di instalasi pengolahan. Sebuah pompa submersible berdiameter 100mm dipakai disertai dengan water jet untuk memecah lapisan lumpur supaya dapat dipompa ke dalam kantong Geotube Dewatering. Air mengalir keluar dari kantong Geotube Dewatering sampai tingginya separuh dari tinggi awal dan kemudian di isi ulang 3 sampai 4 kali. Konsentrasi padatan awal lumpur dalam digester sekitar 20%. Lumpur kemudian dipompa dengan konsentrasi padatan yang diencerkan yaitu sekitar 9%. Pada akhir proses dewatering, bagian atas kantong Geotube Dewatering disobek. Residu dewatering diangkut ke tempat pembuangan dengan relatif 1,2 dan konsentrasi padatan 25%. Masalah yang biasa terjadi di suatu instalasi pengolahan air limbah sederhana, yaitu lumpur yang harus dikeringkan pada drying bed, jumlahnya bisa dengan mudah melampaui kapasitas drying bed yang ada. Hal ini dapat terjadi, misalnya, akibat lonjakan jumlah lumpur seiring meningkatnya jumlah populasi penduduk. Sistem TenCate Geotube Dewatering terus bertambah penggunaannya sebagai sarana menyederhanakan proses dewatering lumpur dan secara efektif meningkatkan volume kapasitas penanganan lumpur pada drying bed. Padahal dahulu drying bed harus dikosongkan secara reguler, dan dengan penggunaan unit TenCate Geotube Dewatering, waktu pengosongan drying bed bisa lebih lama beberapa bulan. Penghematan yang signifikan juga dihasilkan dari segi handling dan transportasi. Lumpur yang telah ditambahkan flokulan dipompa ke dalam unit TenCate Geotube Dewatering dimana padatan tertahan sementara air merembes keluar melalui pori-pori TenCate Geotube Dewatering. Proses ini dapat berlangsung berulang kali sampai unit TenCate Geotube Dewatering mencapai kapasitas tampung padatan. Instalasi pengolahan air limbah yang lebih besar juga dapat menggunakan unit TenCate Geotube Dewatering untuk wadah penampung dan dewatering lumpur sebagai alternatif selain mesin belt-press dan/atau centrifuge. Dapat juga digunakan sebagai alat bantu darurat bila terjadi kerusakan pada peralatan dewatering mekanis. 4 Dewatering Lumpur Limbah Perkotaan

Sistem Septic Tank Banyak perumahan tidak memiliki akses menuju instalasi pengolahan air limbah perkotaan dan umumnya mengandalkan sistem onsite treatment. Sistem onsite treatment umumnya adalah suatu sistem septic tank yang terdiri dari sebuah septic tank, kotak distribusi dan lapangan serapan (absorption field) atau proses yang sejenis untuk effluent treatment. Fungsi utama dari septic tank adalah untuk menghilangkan partikel berukuran besar dan lemak, yang bila tidak dihilangkan dapat menyumbat proses effluent treatment. Padatan yang berat akan mengendap di dasar berupa lapisan lumpur dan menjalani penguraian biologis. Septic tank juga digunakan untuk mengolah air lmbah domestik dimana effluent-nya dialirkan melalui pipa ke instalasi pengolahan terpusat. Sistem pengolahan air limbah ini adalah pengembangan sistem septic tank konvensional dan sistem pengolahan air limbah perkotaan dengan keuntungan yaitu pemakaian pipa-pipa berukuran kecil untuk mengalirkan effluent dan biaya konstruksi yang lebih murah. Septic tank tersebut selalu membutuhkan proses pembuangan lumpur tinja secara berkala, biasanya dilakukan oleh operator jasa khusus untuk hal ini. Lumpur dipompa keluar dari septic tank ke dalam mobil tangki pengangkut lumpur dan dibawa ke instalasi pengolahan yang memiliki fasilitas drying bed untuk proses dewatering. Sistem TenCate Geotube Dewatering sangat ideal untuk proses dewatering lumpur septic tank. Lumpur tersebut dapat dipompa langsung ke dalam unit TenCate Geotube Dewatering, seringkali tidak membutuhkan adanya penambahan polimer. Padatan akan tertahan di dalamnya sementara air merembes keluar dari pori-pori unit TenCate Geotube Dewatering. Proses tersebut diulang berulang kali sampai ketika unit TenCate Geotube Dewatering tersebut mencapai kapasitas maksimal sebagai penampung padatan. Studi Kasus Proyek Lokasi Pembuangan lumpur tinja Kanada Pada tahun 2002, di Ontario - Kanada, suatu kebijakan baru dibuat untuk mengakhiri penggunaan lahan terbuka untuk menampung lumpur tinja yang berasal dari septic tank. Sementara 90% penduduk di Ontario memiliki akses saluran air buangan yang lebih sehat, masih terdapat satu juta penduduk di pinggiran kota yang menggunakan septic tank. Jasa pengangkutan lumpur tinja di kota Ontario berada dalam posisi sulit, berlomba mencari metode lain untuk mengolah dan membuang lumpur tinja tersebut. Kemudian di tahun 2004, Teknologi Geotube Dewatering dari TenCate dipresentasikan kepada Eganville Wastewater Treatment Plant di Bonnechere Valley. Aplikasi percobaan dilakukan dan menunjukan hasil lumpur tinja dengan konsentrasi padatan 3% dapat meningkat mendekati 40% dalam unit TenCate Geotube Dewatering. Tes laboratorium menunjukan tingkat tangkapan padatan dan kontaminan yang sangat baik (lihat Tabel 1 hal.3). Suatu fasilitas pengolahan dan dewatering yang permanen dibangun pada tahun 2008, dilengkapi sebuah tangki penampung lumpur tinja bawah tanah. Truk pengangkut dengan mudah mengosongkan tangkinya langsung ke tangki bawah tanah. Dalam proses dewatering, lumpur tinja dipompa dari tangki penampung bawah tanah ke dalam unit Geotube Dewatering. Hasil pengetesan menunjukan bahwa padatan hasil proses dewatering dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan unsur hara tanah. Dewatering Lumpur Limbah Perkotaan 5

Kolam Stabilisasi Limbah Studi Kasus Proyek Lokasi Proyek Pantai 2 Malaysia Pantai Sewage Lagoons dibangun berpuluh tahun yang lalu ketika area tersebut masih belum berkembang. Pembangunan kawasan perkotaan yang cepat di Kuala Lumpur menyebabkan perumahan dan apartemen didirikan makin mendekati laguna air limbah tersebut. Proyek Pantai 2 Sewage Treatment Plant adalah suatu proyek transformasi yang ramah lingkungan. Sebuah instalasi pengolahan air limbah perkotaan yang baru dan modern akan dibangun di lokasi laguna itu sendiri. Air limbah yang biasanya ditampung dalam laguna lama dialihkan ke instalasi pengolahan lain sementara laguna tersebut dikuras. Teknologi Geotube Dewatering digunakan dalam proses dewatering lumpur yang terakumulasi dalam laguna. Lahan yang ada terbatas untuk meletakan unit-unit Geotube Dewatering. Sebagai awal, sebuah bagian kecil laguna diperuntukan untuk konstruksi lantai kerja Geotube Dewatering. Hal ini dilakukan dengan membentuk gundukan tanah sebagai tanggul memotong melintasi laguna sebelum lumpur dibagian laguna tersebut dipompa ke dalam laguna utama. Unit-unit Geotube Dewatering kemudian diletakkan di atas lantai kerja dewatering yang telah dibuat. Dengan berjalannya proses dewatering lumpur maka makin tersedia lantai kerja dewatering yang dapat dibuat dan keseluruhan proses tadi dikerjakan berulang kali sampai semua lumpur dalam semua laguna telah di-dewatering. Kolam, laguna atau danau buatan penampung air limbah (impoundment) digunakan dalam pengolahan air limbah secara biologis. Berbagai jenis kolam tersebut digolongkan sebagai kolam stabilisasi limbah, termasuk di dalamnya kolam aerobik, kolam fakultatif, kolam anaerobik, kolam polishing dan laguna aerasi. Kesemuanya dibuat bisa dengan penggalian atau dengan membuat tanggul yang mengelilingi suatu area. Cara tersebut dapat mengurangi BOD dan SS dengan tingkat yang sama seperti pada instalasi pengolahan mekanis. Dan karena waktu tinggal air limbah dalam laguna yang lebih lama, pembuangan bakteri dan virus patogen yang mati-alami lebih besar dibandingkan dalam instalasi pengolah air limbah dengan lumpur aktif (waktu tinggalnya hanya beberapa jam). Lumpur terbentuk di dasar kolam stabilisasi limbah dan proses pengurangan lumpur (desludging) secara periodik mungkin akan diperlukan. Urbanisasi dan pembangunan perumahan yang semakin mendekati kolam stabilisasi limbah sering menyebabkan penutupan kolam-kolam tersebut dan suatu instalasi pengolahan air limbah perkotaan dibangun sebagai sistem pengganti. Teknologi Geotube Dewatering dari TenCate adalah ideal untuk proses onsite dewatering untuk lumpur kolam stabilisasi limbah, baik itu secara periodik ataupun proses desludging untuk penutupan kolam. Lumpur disedot dari kolam stabilisasi limbah dan setelah diolah dengan suatu flokulan lumpur tersebut dipompa masuk ke dalam unit TenCate Geotube Dewatering dimana padatan tertahan di dalam sementara air merembes keluar dari pori-pori unit TenCate Geotube Dewatering. Proses ini dapat dilakukan berulang kali sampai unit TenCate Geotube Dewatering mencapai batasan kapasitas tampung padatan. Unit-unit TenCate Geotube Dewatering dapat disusun bertumpuk untuk mengurangi kebutuhan lahan untuk lantai kerja Geotube Dewatering. 6 Dewatering Lumpur Limbah Perkotaan

Pengujian dan Software Geotube TenCate Water & Enviroment Group dapat membantu Anda merancang proses aplikasi TenCate Geotube Dewatering. TenCate Geotube RDT adalah suatu uji sederhana singkat yang dapat digunakan untuk memilih jenis tekstil dewatering yang cocok dan menentukan apakah suatu bahan kimia pengakselerasi dibutuhkan dan pada dosis optimum berapa yang sesuai. TenCate Geotube GDT adalah suatu uji yang akan menentukan konsentrasi akhir dari padatan hasil proses dewatering dan padatan terkonsolidasi yang dapat dicapai. TenCate Geotube Simulator software akan membantu menentukan keti saat pengisian, sedangkan TenCate Geotube Estimator software akan menghitung berapa jumlah unit TenCate Geotube Dewatering yang dibutuhkan, lama waktu proses pengisian serta berat dan volume padatan akhir proses Geotube dewatering. GDT test setup Aplikasi Geotube Dewatering Aplikasi TenCate Geotube Dewatering adalah sederhana dan dapat digambarkan sebagai berikut: 1. Tentukan bagian lahan yang datar (level) untuk digunakan sebagai lantai kerja dewatering. 2. Hamparkan lembaran geomembran dengan lapisan proteksi nonwoven (tidak diperlukan apabila digunakan sand drying bed). 3. Letakkan lapisan tipis agregat drainase (tidak diperlukan dalam beberapa kasus). 4. Letakkan gulungan unit TenCate Geotube Dewatering di atas lantai kerja dewatering. 5. Posisikan unit TenCate Geotube Dewatering sesuai yang dibutuhkan dan atur posisi chemical dosing system (bila diperlukan) dan sistem perpipaan. 6. Pompa lumpur ke dalam unit TenCate Geotube Dewatering. Effluent. Material yang telah terkonsolidasi. 1 2 3 4 5 6 Dewatering Lumpur Limbah Perkotaan 7

TenCate mengembangkan dan membuat material yang berfungsi untuk meningkatkan kinerja, mengurangi biaya dan memberikan hasil yang terukur dengan bekerja bersama pelanggan kami untuk menghasilkan solusi yang lebih canggih. Kantor Perwakilan TenCate di Indonesia TenCate Geosynthetics Asia Sdn Bhd Graha Simatupang Tower 1D, Lt. 4 Jl. TB Simatupang Kav. 38 Jakarta 12540 Indonesia 200 308-gb-03 13 (PF_Indo) Telp: +62 21 782 8963 Fax: +62 21 782 8664 TenCate Geosynthetics Asia Sdn Bhd 14 Jalan Sementa 27/91 Seksyen 27 40400 Shah Alam Selangor Darul Ehsan Malaysia Tel: +60 3 5192 8568 Fax: +60 3 5192 8575 Email: info.asia@tencate.com www.tencategeosynthetics.com TenCate Geosynthetics North America 365 South Holland Drive Pendergrass Georgia 30567 United States of America Tel: +1 706 693 2226 Fax: +1 706 693 4400 Email: marketing.info@tencate.com TenCate Geosynthetics Netherlands bv Hoge Dijkje 2 P.O. Box 9 7440 AA Nijverdal The Netherlands Tel: +31 546 544475 Fax: +31 546 544490 Email: geotube@tencate.com TenCate Geotube adalah merek dari Royal Tencate. Informasi yang kami sajikan adalah berdasarkan pengetahuan terbaik yang kami miliki, namun karena lingkungan dan kondisi setempat adalah diluar kendali kami, maka kami tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan yang timbul baik secara langsung maupun tidak langsung atas penggunaan informasi ini, dan kami juga tidak menawarkan jaminan atau kekebalan terhadap segala resiko atas pelanggaran hak paten. 2013 TenCate Geosynthetics Asia Sdn. Bhd. All Rights Reserved.