Konsep Sakit dan Penyakit

dokumen-dokumen yang mirip
Konsep Sakit dan Penyakit. Contact: Blog: suyatno.blog.undip.ac.id Hp/Telp: /

Sehat merupakan kondisi yang ideal secara fisik, psikis & sosial, tidak terbatas pada keadaan bebas dari penyakit dan cacad (definisi WHO)

Riwayat Alamiah Penyakit PERTEMUAN 6 IRA MARTI AYU FIKES/ KESMAS

PROSES PERJALANAN PENYAKIT SECARA UMUM DAPAT DIBEDAKAN ATAS :

Konsep Sehat. Oleh : Suyatno, Ir. MKes. Contact: Blog: suyatno.blog.undip.ac.id Hp/Telp: /

KONSEP DASAR EPIDEMIOLOGI. Putri Ayu Utami S. Kep, Ns.

tingkat Pencegahan Penyakit

(Natural History of Disease)

EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR. Hafni Bachtiar FK UNAND

EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR

KONSEP TERJADINYA PENYAKIT

KONSEP EPIDEMIOLOGI. Oleh : Suyatno, Ir. MKes

PENGANTAR EPIDEMIOLOGI KLINIK

Pencegahan dan penanggulangan PTM PERTEMUAN 6 Ira Marti Ayu Kesmas/ Fikes

KONSEP HOST-AGENT-ENVIRONMENT

Pengantar Epidemiologi. Aria Gusti, SKM, M.Kes Created for : Akbid PBH Batusangkar

Expected/S tandard/ goal. Observed/ Reality/ result. Gap/kesenjangan

PRODI DIII KEBIDANAN STIKES WILLIAM BOOTH SURABAYA

BATASAN EPIDEMIOLOGI

KONSEP PENYAKIT MENURUT EPIDEMIOLOGI. Desy Indra Yani

PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP ILMU SOSIAL

Penentuan Status Gizi

GIZI DAUR HIDUP: Gizi Anak Balita

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Campak merupakan penyakit pernafasan yang mudah menular yang

BAB 1 PENDAHULUAN. Asia Tenggara termasuk di Indonesia terutama pada penduduk yang

BAB I PENDAHULUAN. sedangkan penyakit non infeksi (penyakit tidak menular) justru semakin

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

Pengantar Epidemiologi Penyakit Menular. Jakarta, 5 Maret 2016 Universitas Esa Unggul Jakarta Kelas 11 Paralel

RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT. Handout Epidemiologi Penyakit Menular

RISIKO PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA PADA IBU HAMIL BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI JAWA TENGAH

SKRIPSI ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PADA ANAK DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT SURAKARTA

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT. OLEH IRMA NURIANTI, SKM. M.Kes

EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR DAN PENYAKIT TIDAK MENULAR

Faktor yang mempengaruhi sehat.

KONSEP PENYEBAB PENYAKIT

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh. Pemberantasan penyakit. berperanan penting dalam menurunkan angka kesakitan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. (innaparent infection), atau nyata ( infectious disease). Adanya kehidupan agent

SISTEM PELAYANAN KESEHATAN & SISTEM RUJUKAN. Dr. TRI NISWATI UTAMI, M.KES

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang

SCREENING. Pengertian. untuk mengidentifikasi penyakit2 yg tidak diketahui/tidak terdeteksi. menggunakan. mungkin menderita. memisahkan.

BAB 1 PENDAHULUAN. Tingginya angka kejadian Rabies di Indonesia yang berstatus endemis

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

INFEKSI NOSOKOMIAL OLEH : RETNO ARDANARI AGUSTIN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Screening Uji Tapis/Screening

KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Batasan anak balita adalah setiap anak yang berada pada kisaran umur

BAB I PENDAHULUAN. penyebabnya adalah gaya hidup dan lingkungan yang tidak sehat. Murwanti dkk,

Pengantar Ilmu Kesehatan Masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. Mycobacterium Tuberculosis dan paling sering menginfeksi bagian paru-paru.

BAB I PENDAHULUAN. daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. Pencapaian tujuan

PENGANTAR ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

LEMBAGA KEMASYARAKATAN (LEMBAGA SOSIAL)

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Kesehatan merupakan sesuatu yang sangat kompleks, bila dilihat secara

HOST. Pejamu, adalah populasi atau organisme yang diteliti dalam suatu studi. Penting dalam terjadinya penyakit karena :

SURVAILANCE KESEHATAN. Dr. Tri Niswati Utami, M.Kes

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT MODUL - 2 PENILAIAN DAN KLASIFIKASI ANAK SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan

BAB 1 PENDAHULUAN. Bencana dalam UU No. 24 tahun 2007 didefinisikan sebagai peristiwa atau

Bagian XIII Infeksi Nosokomial

Pengukuran Kejadian Penyakit

BAB I PENDAHULUAN. merupakan akibat buruk merokok, baik secara langsung maupun tidak langsung.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Flaviviridae dan ditularkan melalui vektor nyamuk. Penyakit ini termasuk nomor dua

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. kuman TBC (Microbecterium Tuberkalosis). Sebagian besar kuman TBC

Konsep Sehat-Sakit Dalam Sosial Budaya. 3/23/2011 Fakultas Ilmu Keperawatan UNISSULA

PALLIATIVE CARE HENDRA

BAB 1 PENDAHULUAN. gejala atau infeksi ringan sampai penyakit yang parah dan. parenkim paru. Pengertian akut adalah infeksi yang berlangsung

Pengantar Ilmu Kesehatan Masyarakat ELVI SUNARSIH, S.KM.,M.KES

MEMBANGUN KEKEBALAN TUBUH, MENGHAPUS SERATUS PENYAKIT

PENGARUH KOINSIDENSI DIABETES MELITUS TERHADAP LAMA PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT SURAKARTA TAHUN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

AGEN, HOST, DAN LINGKUNGAN SERTA HUBUNGANNYA

Expected/S tandard/ goal. Observed/ Reality/ result. Gap/kesenjangan

BAB I PENDAHULUAN. balita di dunia, lebih banyak dibandingkan dengan penyakit lain seperti

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Tuberkulosis Dapat Disembuhkan

UKURAN DALAM EPIDEMIOLOGI

BAB 1 KONSEP DASAR EPIDEMIOLOGI

DETEKSI DAN MANAJEMEN PENYAKIT SISTEMIK PADA PASIEN GIGI-MULUT DENGAN KOMPROMIS MEDIS. Harum Sasanti FKG-UI, Departemen Ilmu Penyakit Mulut

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan kesehatan di Indonesia saat ini dihadapkan pada dua

BAB I PENDAHULUAN. Penanganan terhadap beberapa penyakit yang terjadi di Kota Yogyakarta

EPIDEMIOLOGI GIZI. Saptawati Bardosono

BAB 1 PENDAHULUAN. Salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang meresahkan adalah penyakit

FAKTOR EKOLOGI SEBAGAI INDIKATOR STATUS GIZI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. dapat menyebabkan kematian. Scabies merupakan salah satu penyakit kulit yang

ANALISA DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT TUBERKULOSIS (TBC) DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Gagal ginjal kronik atau penyakit ginjal tahap akhir adalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pengobatan sendiri (swamedikasi) merupakan bagian dari upaya

WALIKOTA PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENYAKIT MENULAR

BAB 1 PENDAHULUAN. aktivitas fisik dan meningkatnya pencemaran/polusi lingkungan. Perubahan tersebut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. ketika kulit terpapar suhu atau ph, zat kimia, gesekan, trauma tekanan dan radiasi.

KESEHATAN MASYARAKAT Epidemiologi

BAB 1 PENDAHULUAN. HIV di Indonesia termasuk yang tercepat di Asia. (2) Meskipun ilmu. namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

HEPATITIS FUNGSI HATI

Transkripsi:

Konsep Sakit dan Penyakit Oleh : Suyatno, Ir. MKes Contact: E-mail: suyatnofkmundip@gmail.com Blog: suyatno.blog.undip.ac.id Hp/Telp: 08122815730 / 024-70251915

Sejarah tentang Konsep Penyakit Awal peradapan manusia: Mengaitkan penyakit dengan hal gaib, mistik, takyul, dan sampai sekarang hal tsb masih ada Yunani Kuno (Hippocrates): teori constitution dan buku: air, waters and places : Lebih empiris dan rasional, penyakit terjadi berkaitan dengan masalah lingkungan dan gaya/cara hidup manusia setempat Abad pertengahan dark ages : Mengalami kemunduran, dikaitkan dengan alam gaib, mistik, tahyul dan dogma kepercayaan Ikm - Suyatno 2

Jaman Pembaharuan (renaissance), mulai abad 16: Mulai meninggalkan konsep penyebab penyakit terkait dg hal gaib, mistik, tahyul dogma sesat Muncul teori contagion (Giralomo Fracastoro, 1478-1553): Penyakit ditularkan melalui zat penular (tranference) yang disebut contagion. Contagion terdiri dari: zat halus yang merupakan benih penyk Awal abad 18 muncul teori Miasma: Sebagai uap yang dihasilkan sesuatu yang membusuk atau limbah yang menggenang, bila seseorang menghirupnya akan terjangkit penyakit Abad 19: era bacteriologi Ikm - Suyatno 3

PROSES SEHAT - SAKIT ZAMAN KUNO ZAMAN PASTEUR ZAMAN MODERN CUACA BURUK MICROBIOLOGI INTER AKSI LINGKUNGAN S A K I T

Definisi Penyakit Penyakit sebagai keadaan tidak nyaman (discomfort), keadaan dimana kesehatan badan terganggu secara nyata, penyimpangan dari keadaan sehat, perubahan dalam badan sehingga penampilan fungsi-fungsi vitalnya terganggu (Kamus Webster) Penyakit sebagai keadaan dari badan atau sebagian dari organ badan dimana fungsinya terganggu atau menyimpang (Oxford English Dictionary) Kritik: seakan penyakit kondisi statis, padahal proses dinamis pelan/mendadak, lama/singkat yang berakhir sembuh, cacat atau kematian Ikm - Suyatno 5

Makna Sakit dari Apek Sosial: Penghapus dosa Untuk istirahat Untuk memperoleh perhatian Penebus kegagalan Ikm - Suyatno 6

Penyakit dari Segi Ekologi Penyakit sebagai gangguan penyesuaian dari organisme tubuh manusia dengan lingkungannya (fisik, biologi, sosiokultural dll) Dengan demikian penyakit, meliputi penyimpangan: Fisik Sosial Perilaku Kultural Spiritual dll Ikm - Suyatno 7

Jenis Penyakit Fisik Penyakit Infeksi: Malaria, Ispa, TB-Paru, Diare, DB, Hepatitis, Campak, Depteri dll Penyakit Non-infeksi/degeneratif (penyakit kebudayaan) : Ca paru, Keracunan, PJK, Hepertensi, Stoke, DM, Masalah Gizi dll. Ikm - Suyatno 8

Natural History Of Disease Ikm - Suyatno 9

Tahap Riwayat Alamiah Penyakit Tahap Pre-Patogenesis ( Stage of Susceptibility) sudah terjadi interaksi antara host dengan bibit penyakit serta lingkungan interaksi ini masih berada diluar tubuh. penyakit belum ditemukan daya tahan tubuh host masih kuat. kondisi seseorang masih terlihat sehat. Ikm - Suyatno 10

Tahap inkubasi (Stage of Pre symptomatic Disease) bibit penyakit sudah masuk ke dalam tubuh host gejala penyakit belum tampak dlm keadaan latent atau sub klinik (bisa dikenali dg uji serologi). masa inkubasi yang berbeda-beda, ada yang beberapa jam, hari, minggu, bulan bahkan sampai bertahun-tahun. tahap inkubasi dimulai dari masuknya bibit penyakit sampai sesaat sebelum timbulnya gejala. Jika daya tahan tubuh tidak kuat maka penyakit akan berjalan terus yang mengakibatkan terjadinya gangguan pada bentuk dan fungsi tubuh, sehingga pada suatu saat penyakit makin bertambah hebat dan timbul gejalanya. Horison Klinik : adalah garis yang membatasi antara tampak atau tidaknya gejala penyakit. Ikm - Suyatno 11

Tahap Penyakit Dini ( Stage of Clinical Disease) dihitung mulai dari munculnya gejala penyakit. penjamu sudah merasakan sakit tetapi sifatnya masih ringan. umumnya penderita masih dapat melakukan aktifitas sehari-hari shg sering tdk datang berobat. Perawatan penderita pada tahap ini biasanya cukup dengan berobat jalan. Jika tidak diobati dapat mendatangkan masalah lanjutan yang makin besar antara lain: penyakitnya akan semakin parah dan memerlukan perawatan yang relatif mahal. dapat menularkan kepada orang lain dan dapat menimbulkan KLB atau wabah di masyarakat. Ikm - Suyatno 12

Tahap Penyakit Lanjut: Apabila penyakit makin bertambah hebat, penyakit masuk dalam tahap penyakit lanjut. penderita sudah tidak dapat melakukan pekerjaan jika datang berobat umumnya telah memerlukan perawatan (bad rest). Tahap Akhir Penyakit Perjalanan penyakit pada suatu saat akan berhenti. Bisa menjadi beberapa keadaan yaitu: a. Sembuh Sempurna b. Sembuh dengan cacat c. Karier d. Kronis e. Meninggal Dunia Ikm - Suyatno 13

a. Sembuh Sempurna bentuk dan fungsi tubuh kembali semula seperti keadaan sebelum menderita penyakit. b. Sembuh dengan cacat kesembuhannya tidak sempurna karena ditemukan adanya kondisi cacat pada pejamu. kondisi cacat bisa berupa cacat fisik, fungsional, mental dan sosial. c. Karier perjalanan penyakit seolah-olah terhenti karena gejala penyakit memang sudah tidak tampak lagi. sebenarnya dalam diri pejamu masih ditemukan bibit penyakit yang pada suatu saat penyakit dapat timbul kembali bila gaya tahan tubuh menurun. tidak hanya membahayakan dirinya sendiri tetapi juga masyarakat, karena bisa menjadi sumber penularan penyakit. Ikm - Suyatno 14

d. Kronis Pada tahap ini perjalanan penyakit tampak berhenti karena gejala penyakit tidak berubah, artinya tidak bertambah berat dan ataupun tidak bertambah ringan. pada dasarnya pejamu tetap berada dalam keadaan sakit. e. Meninggal Dunia Terhentinya perjalanan penyakit bukan karena sembuh tetapi karena pejamu meninggal dunia. bukan keadaan yang diharapkan. Ikm - Suyatno 15

Healthy Disease onset Symptoms Seek care Diagnosis Treatment Outcome : Cure Control Disability Death Pada umumnya masyarakat yang mencari pelayanan kesehatan : Setelah muncul symstoms/gejala penyakit Ikm - Suyatno 16

Variation in severity of Disease A. Inapparent Infection Frequent B. Clinical Disease Common; Few Deaths C. Infections Usually Fatal 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Keterangan : 1. In apparent / tanpa gejala 2. Mild / gejala ringan 3. Moderate / gejala sedang 4. Severe (non-fatal) / gejala berat 5. Fatal Ikm - Suyatno 17

A. In apparent Infection Frequent Banyak penderita tanpa gejala atau hanya disertai gejala ringan saja, di mana penyakit tidak menampakkan diri pada berbagai tingkatan. Penyakit dengan Patogenesitas yang rendah, dimana hanya sebagian kecil yang menampakkan diri secara klinis dan sangat sedikit yang menjadi berat atau meninggal dunia. Iceberg PHENOMENON contoh TBC B. Clinical Disease Common; Few Deaths Sebagian besar penderita tampak secara klinis dan dapat dengan mudah didiagnosis. Diantara mereka yang menderita, hanya sebagian kecil saja yang menjadi berat atau berakhir dengan kematian. Contoh : Campak (Measles), cacar air (Chickenpox) Ikm - Suyatno 18

C. Infections Usually Fatal Penyakit yang menunjukkan proses kejadian yang umumnya berakhir dengan kematian. Secara klinik penyakit ini selalu disertai gejala yang berat, dan sebagian besar meninggal. Contoh : penyakit rabies (gila anjing) Ikm - Suyatno 19

Fenomena Gunung Es Penyakit (the ice-berg phenomenon of diseases) Gunung dipermukaan air: Bagian penyakit yang dapat dikenali Permukaan Air Prev. tanpa keluhan Laten, sub klinik, tidak manifest Bagian prev. yang tercatat/terlaporkan Bagian yang tidak Tercatat/dilaporkan Bagian air dekat es adalah Kelp risiko tinggi Ikm - Suyatno 20