HUBUNGAN MAKNA DAN KEBENARAN KALIMAT

dokumen-dokumen yang mirip
3/1/2017. Semantik struktural didefinisikan sebagai salah satu daripada komponen tatabahasa yang mengkhususkan representasi semantik kepada ayat.

Sejarah Perkembangan Ilmu Semantik

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. yang ada di luar bahasa yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal

Berbahasa Dengan Logika Oleh : Drs. Trismanto, M.Pd. Fakultas Bahasa dan Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penggunaan bahasa. Tujuan pembelajaran:

Semantik NORDIN BIN TAHIR INSTITUT PENDIDIKAN GURU KAMPUS IPOH

Unit 5 PENALARAN/LOGIKA MATEMATIKA. Wahyudi. Pendahuluan

Revelation 11, Study No. 41 in Indonesian Language. Seri kitab Wahyu, Pembahasan No. 41, oleh Chris McCann

BAB I PENDAHULUAN. Kailani (2001:76) menyatakan bahwa bahasa merupakan alat komunikasi yang

BAB I PENDAHULUAN. Manusia merupakan makhluk sosial yang selalu berinteraksi antara satu

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Ilmu Penalaran atau Logika

PERTEMUAN III PENGERTIAN, KATA, DAN TERM

Logika & Himpunan 2013 LOGIKA MATEMATIKA. Oleh NUR INSANI, M.SC. Disadur dari BUDIHARTI, S.Si.

Logika. Modul 1 PENDAHULUAN

UNSUR KESANTUNAN DALAM TAFSIR PIMPINAN AR-RAHMAN

PERANAN FILSAFAT BAHASA DALAM PENGEMBANGAN ILMU BAHASA

Seri Kitab Wahyu Pasal 14, Pembahasan #20 oleh Chris McCann

RELEVANSI LFS DALAM ANALISIS BAHASA

Modul Ilmu Mantiq/Logika. Dosen: Ahmad Taufiq MA

Alkitab. Persiapan untuk Penelaahan

Catt: kedua kalimat pertama dapat dibuktikan kebenarannya. Kedua kalimat terakhir dapat ditolak karena fakta yang menentang kebenarannya.

PENGERTIAN. 3. Pengertian, adalah tanggapan atau gambaran akal budi yang abstrak, yang batiniah, tentang inti sesuatu.

Dasar-dasar Logika. Proposisi. Ramdhan Muhaimin, M.Soc.Sc. Hubungan Masyarakat. Ilmu Komunikasi. Modul ke: Fakultas. Program Studi

Mencermati Kata, Kalimat dan Paragraf dalam Penulisan Ilmiah (part 2) By: Ns. Febi Ratnasari, S.Kep

BAB V DAPATAN DAN IMPLIKASI KAJIAN

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM )

Keterampilan Berpikir Kritis dengan Prinsip Logika

Latihan Materi LOGIKA MATEMATIKA. 1. Tentukan negasi dari pernyataan-pernyataan berikut ini.

Masalah Induksi : Raven Paradox

Peranan Filsafat Bahasa Dalam Pengembangan Ilmu Bahasa

PENGGUNAAN DEIKSIS DALAM BAHASA INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa adalah alat komunikasi antaranggota masyarakat yang berupa sistem

Please purchase PDFcamp Printer on to remove this watermark.

BAB 1 PENDAHULUAN. Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw, dengan perantara

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa-bahasa daerah di Indonesia mempunyai pengaruh dalam. Bahasa Karo, merupakan salah satu bahasa daerah di Indonesia yang masih

Simpulan bahasa Bandingan Perumpamaan Pepatah Bidalan Kata-kata hikmat

BAB I PENDAHULUAN. (Wirjosoedarmono dalam Husain Junus dan Arifin Banasuru, 1996: 14).

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

Ilmu Komunikasi Sistem Komunikasi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Bahasa merupakan sebuah sarana yang digunakan manusia untuk

BAB I PENDAHULUAN. diperlukan adanya sarana agar komunikasi tersebut dapat berjalan dengan

BAB III METODE PENELITIAN

Pengenalan Logika. Modul 1 PENDAHULUAN

Realisasi Tuturan dalam Wacana Pembuka Proses Belajar- Mengajar di Kalangan Guru Bahasa Indonesia yang Berlatar Belakang Budaya Jawa

ERIZA MUTAQIN A

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA PENULISAN LATAR BELAKANG SKRIPSI MAHASISWA NON BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

HMT Teori dan Kaedah Penyelidikan Linguistik

BAB I PENDAHULUAN. penting guna menyimpan uang serta barang-barang berharga yang dianggap

BAB II KAJIAN TEORI. A. Kemampuan Penalaran Matematis. Menurut Majid (2014) penalaran adalah proses berpikir yang

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Sejak diberlakukannya kurikulum 1984 dalam pembelajaran bahasa Indonesia

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. Konsep adalah gambaran mental dari obyek, proses atau apa pun yang ada di luar

LOGIKA MATEMATIKA LOGIKA. Altien Jonathan Rindengan, S.Si, M.Kom

UNIT 6 SINTAKSIS: AYAT

6.1 PRINSIP-PRINSIP DASAR BERPIKIR KRITIS/LOGIS

BAB I PENDAHULUAN. tidak dapat hidup bermasyarakat. Dengan bahasa orang dapat. lambang bunyi, suara yang dihasilkan oleh alat ucap manusia (Keraf,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

BAB 3 METODOLOGI KAJIAN

PENGANTAR LOGIKA INFORMATIKA

BAB I PENDAHULUAN. maupun sebagai komunikan (mitra baca, penyimak, pendengar, atau pembaca).

Masmimar Mangiang, Dasar-dasar Penulisan materi kuliah Departemen Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Indonesia

Komunikasi Antar Budaya

TINDAK TUTUR LANGSUNG LITERAL DAN TIDAK LANGSUNG LITERAL PADA PROSES PEMBELAJARAN MICRO TEACHING

BAB I PENDAHULUAN. tidur sampai tidur lagi, bahkan bermimpi pun manusia berbahasa pula.

BAHASA INDONESIA SINONIM DAN ANTONIM

RAGAM DAN STRUKTUR FUNGSIONAL KALIMAT PADA TERJEMAHAN AL-QURAN SURAT AL-LAIL

Diajukan Oleh: ALI MAHMUDI A

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORETIK

: SRI ESTI TRISNO SAMI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sekunder yang akan mendukung penelitian, juga diperlukan untuk mengetahui sampai

Pengertian Kalimat Efektif

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Bahasa merupakan sarana yang sangat penting bagi kehidupan manusia untuk

BAB I PENDAHULUAN. peristiwa berkomunikasi. Di dalam berkomunikasi dan berinteraksi, manusia

PENELITIAN DAN METODE ILMIAH. BY: EKO BUDI SULISTIO

Unit 6 PENALARAN MATEMATIKA. Clara Ika Sari Budhayanti. Pendahuluan. Selamat belajar, semoga Anda sukses.

Septia Sugiarsih, M.Pd.

BAB I PENDAHULUAN. dibandingkan komunikasi dalam bentuk tulisan. bahasa Indonesia ragam lisan atau omong.

Logika Proposisi 3: Translasi Bahasa Alami ke Formula Logika Proposisi Masalah Dalam Inferensi Logika Proposisi

ANALISIS RAGAM KALIMAT DAN HUBUNGAN MAKNA ANTARKLAUSA DALAM KALIMAT MAJEMUK PADA TERJEMAHAN ALQURAN SURAT AR-RUM

HPW Pemikiran Kritis

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. bahasa, yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain (Kridalaksana,

Alkitab untuk Anak-anak memperkenalkan. Allah Memberkati Yusuf, sihamba

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

diperoleh mempunyai dialek masing-masing yang dapat membedakannya

PERTEMUAN VIII-IX SILOGISME KATEGORIS

b. Untuk memperkenalkan bahasa Batak Toba kepada masyarakat sebagai salah satu bahasa daerah yang turut memperkaya kebudayaan nasional.

A. LOGIKA DALAM FILSAFAT ILMU

Nota Sains Islam. Hasanul Arifin

Naskah Khotbah KEMURAHAN ALLAH KEPADA KITA (Matius 20:1-16) BUBY TICOALU

BAB 1 PENDAHULUAN. yaitu perlawanan kata. Perlawan kata dalam pelajaran bahasa Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. yang saling berhubungan untuk menghasilkan rasa kepaduan atau rasa kohesi

BAB I PENDAHULUAN. kelompok sosial untuk bekerjasama, berkomunikasi dan mengidentifikasi

BAB I PENDAHULUAN. Buku cerita bilingual Kumpulan Cerita Anak Kreatif - Tales for Creative

ANALISIS WACANA KRITIS : ALTERNATIF MENGANALISIS WACANA

: Perkembangbiakan Hewan dan Tumbuhan Sub tema 1 : Perkembangbiakan dan Daur Hidup Hewan

HMA PENGANTAR BAHASA MALAYSIA

HAND OUT V KEPUTUSAN atau PROPOSISI

BAB I PENDAHULUAN. Semantik merupakan ilmu tentang makna, dalam bahasa Inggris disebut meaning.

BAB SATU PENGENALAN. 1.0 Pendahuluan. Istilah merupakan perkataan atau paduan perkataan-perkataan yang

Transkripsi:

HUBUNGAN MAKNA DAN KEBENARAN KALIMAT Mahriyuni Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan ABSTRAK Kajian ini mengidentifikasi sejumlah hubungan semantik yang ada diantara kalimat, sinonim, memerlukan dan penyangkalan kontradiksi. Pendekatan yang mencirikan hubungan yang benar, menggunakan kebenaran linguistik dan logika. Falsafah bahasa merupakan ilmu yang meneliti dan menyelidiki kebenaran ilmu linguistik melibatkan kajian terhadap unsur bahasa, peringkat bunyi, kata, kalimat dan makna. Dengan demikian, hubungan antara kalimat, sebagai pernyataan kebenaran dengan makna adalah erat antara satu sama lain, dan merupakan unsur-unsur penting dalam kajian falsafah bahasa. Kata kunci : makna, kebenaran, logika. PENDAHULUAN Semua bahasa bergantung kepada makna dalam perkataan dan kalimat, lazimnya dikaitkan sekurang-kurangnya dengan satu makna. Dalam semua bahasa, perkataan dapat disusun untuk membentuk kalimat dan makna. Kalimat bergantung pada perkataan yang terdapat dalam kalimat tersebut (Kempson, 1991:3). Urutan perkataan dalam kalimat kadang kala dapat mengubah makna dan kadang kala tidak, misalnya ayat kucing mengejar anjing dengan anjing mengejar kucing adalah berbeda makna, tetapi kalimat semalam dia pergi ke kedai dengan dia pergi ke kedai semalam tidak berbeda makna. Hubungan antara tata bahasa dan makna sangat penting dalam penyusunan kalimat-kalimat suatu bahasa karena kalimat yang benar itu terdiri dari kalimat-kalimat yang cukup syaratnya dari segi tata bahasa dan membawa makna penuh. 1. Budi minum air putih Kalimat ini cukup syarat tata bahasa dan mengandung makna. Tetapi lihat pula kalimat berikut : 2. Budi minum angin Kalimat ini menunjukkan angin sebagai objek dari kata-kata kerja minum. Angin tidak boleh diminum. Walaupun air putih dan angin adalah jenis kata nama. Oleh karena itu kalimat ini cukup syarat dari tata bahasa, tetapi tidak bermakna. Jadi kalimat ini menyimpang. Kalimat yang sempurna, mestilah memenuhi kedua-dua syarat dan makna (Hasan, 1984:230) Biasanya, dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan kalimat bukan perkataan untuk menyampaikan maksud atau pesan, karena kalimat merupakan pengucapan yang sempurna dari segi makna atau juga dari segi tata bahasa. Sebenarnya kalimat tidak lain dari susunan perkataan-perkataan yang dibentuk berdasarkan hukum tata bahasa yang betul dan logika bahasa itu. Jika susunan tidak berdasarkan hukum

yang benar maka kesimpulan kalimat itu salah. Misalnya orang yang berbogel itu terjun melalui tingkap dan terbang ke angkasa mengikuti hukum tata bahasa kalimat itu benar, dan oleh sebab itu, kita paham maksudnya, maka kalimat itu penuh bermakna. Tetapi kita tidak tahu bahwa dari segi makna, ayat itu mustahil, tidak benar dan menyalahi logika, karena manusia tanpa pesawat tidak boleh terbang. Sebuah model linguistik, akan mempertimbangkan beberapa komponen terkait pada kebenaran dan makna setiap perkataan : (1) bahasa itu sendiri, (2) deskripsi tata bahasa bagi bahasa ibu, (3) bahasa yang logika, (4) intensional bagi proposisi, (5) ekstensional. Secara formal, ekstension suatu ungkapan ialah satu set ensiti yang didenotasikan oleh ungkapan itu, sementara intension merupakan apa saja yang mengidentifikasikan set tersebut. Jadi ekstension untuk lembu merupakan set semua lembu di dunia ini, tetapi intensionnya adalah ciri yang dideskripsi sebagai sesuatu bersifat lembu. Kesukaan utama bagi perlakuan kebenaran bersyarat ialah masalah hubungan antara pernyataan analisis dan sintesis. Hal ini dapat dibandingkan : Semua orang bujang tak kawin Semua orang bujang adalah gembira Yang pertama ialah kebenaran analisis yang tidak tergantung kepada pengetahuan kita mengenal dunia, tetapi kebenaran yang kedua itu sintesis, dan hanya boleh dibuktikan melalui pemerhatian. Kerelevanan dunia kemungkinan adalah jelas. Suatu kebenaran analisis adalah benar di dalam semua dunia : tidak ada dunia dimana orang bujang itu berkawin. Suatu kebenaran sintesis hanya benar di dalam dunia dan dunia lain yang tertentu : walaupun memang bahwa orang bujang itu gembira : Hal itu tentulah tidak benar dalam menggambarkan situasi dunia. LOGIKA DAN BAHASA Istilah logik dan logika bermaksud dapat diterima oleh akal tetapi ada arti yang lebih merujuk pada sistem logik formal, yang memiliki persamaan dengan sistem matematik yang melibatkan kesahihan inferensi. Berikut satu contoh yang digunakan dalam buku-buku teks tentang logik ialah : Semua manusia fana Socrates adalah seorang manusia Jadi, Socrates adalah fana. Sepintas lalu, dapat dilihat bahwa kesimpulan ini tidak tepat, karena Socrates boleh jadi nama seekor kucing. Jadi, biasanya membuat kesimpulan dengan cara begini dengan tidak menyatakan semua premisnya. Kalau premis-premis itu benar, kesimpulan yang dibuat juga benar. Pandangan bahwa kalimat mempunyai nilai kebenaran bergantung pada konteksnya tidak lagi dipersoalkan seperti yang berlaku pada satu masa dulu. Logika proporsional menjadi relevan dalam sebuah kalimat, Raja Prancis adalah botak. Hal ini menegaskan bahwa Raja Prancis itu ada dan baginda botak. Struktur logikanya akan berbentuk p dan q. Untuk pengasian tidak biasa digunakan, sebab tidak boleh mengatakan sama ada Raja Prancis tidak botak baginda berambut lebat atau Raja Prancis tidak botak tidak ada Raja Prancis, kita boleh menjelaskan hal ini dengan mudah bahwa p dan q adalah tidak benar. Jika sama ada p dan q adalah palsu. Dalam analisis Raja Prancis adalah botak tidaklah pula membuat prasuposisi bahwa Raja Prancis itu ada. Ia mengimplikasikannya (secara logika) karena (p dan q) p. Kalau Raja Prancis tidak ada, atau kalau baginda tidak botak, maka kalimat itu tidak benar, karena p (p dan q) dan q (p dan q). satu keunggulan pendekatan ini, dikatakan bahwa kalimat

mengendalikan nilai benar manakala penjelasan prasuposisi melibatkan nilai kebenaran yang ketiga, tidak benar tidak palsu. HUBUNGAN MAKNA DAN KEBENARAN Dalam teori kebenaran telah dikatakan bahwa pencarian yang dimaksudkan tentang makna itulah yang merupakan teori semantik. Menurut teori kebenaran, kalimat kebenaran dikemukakan dengan menggunakan formula :A bermakna S = seharusnya A benar jika dan hanya jika S. dengan A merupakan kalimat dan S merupakan syarat yang memastikan kebenaran kalimat tersebut. Hal ini menyiaratkan bahwa makna satu-satu ayat yang memerlukan pengetahuan tentang syarat-syarat yang menjadikan kalimat itu benar. Hal ini dapat terlihat pada contoh kalimat matahari memancar, langit biru. Mungkin memang benar apabila matahari memancar, langit biru, tetapi kita tentu tidak mau kesimpulan ini bahwa kebiruan langit merupakan syarat tunggal yang menjamin kebenaran matahari memancar, atau lebih dahsyat lagi, langit biru itu menjadi penentu makna untaian matahari memancar, namun formula ini memberikan tafsiran yang lain. Tambahan lagi, skema ini tidak membedakan antara pengganti A dengan S untuk menghasilkan. Salju itu putih benar jika dan hanya jika rumput itu hijau. Dari satu segi manakah dari segi yang lain tidak membedakan penggantian A dengan S untuk menghasilkan formula seperti yang berikut ini: Seorang budak lelaki telah bergegas ke rumahnya benar jika dan hanya. Jika seorang kanak-kanak lelaki dengan cepat pergi ke tempat kediaman. John menyebabkan kematian Dill benar jika dan hanya jika John telah menyebabkan Dill mati. Christ kekal benar jika dan hanya Christ hidup selama-lamanya. Padanan pasangan formula itu disempurnakan syarat kebenaran, perlu diberikan penjelasan tentang makna perkataan dan hubungannya dengan makna kalimat. Agar kalimat itu benar-benar betul kebenaran oleh karena itu formulanya: A bermakna S = A benar jika dan hanya S Hendaklah dikatakan menjadi A bermakna S = seharusnya A benar jika dan hanya jika S Formula yang lebih terbatas ini dapat disamakan dengan pencirian makna sebagai seperangkat syarat yang paling kecil untuk menjamin kebenaran kalimat tersebut. KALIMAT DAN KEBENARAN Kebenaran ialah ilmu yang mengatur alam semesta yang dinyatakan dalam kalimat. Kebenaran adalah kalimat yang dikenali dalam linguistik terdiri daripada benda dan cerita atau subjek dan predikat (Lutfi Abas, 1985). Kebenaran kalimat ialah apabila penegasan atau proposisi tentang situasi, bersifat faktual ialah benar secara fakta, apakah fakta itu benda/perkara yang boleh ditanggapi oleh pancaindera saja? Seperti yang dinyatakan banyak benda/perkara yang boleh ditanggapi pancaindera yang wujud sebagai fakta dalam alam realitas ini. Jadi, fakta ialah perkara yang dapat ditanggapi pancaindera dan juga pemikiran logika berdasarkan pancaindera, sains, falsafah dan juga wahyu. Apakah semua kalimat melambangkan proposisi? Semua makna bagi kalimat itu merupakan proposisi atau penegasan ayat tetapi ada proposisi yang benar dan salah, dan ada pula proposisi yang bukan benar dan bukan salah.

Tampaknya seolah-olah ada sesuatu yang keliru disini. Berikut ini beberapa situasi, yaitu : 1. Makna fakta atau factual meaning, yang tentu boleh benar dan boleh salah, misalnya kalau dinyatakan dalam kalimat Namanya Ahmad kalau namanya bukan Ahmad, maka proposisi kalimat itu salah dan kalau namanya memang Ahmad, maka proposisi itu benar. 2. Makna hal keadaan atau situasi, yang boleh jadi ada atau tidak atau mungkin ada. Misalnya Roket itu terbang ke puncak angkasa lepas menerapkan satu situasi yang tidak ada, karena angkasa lepas tidak ada puncak tidak ada bawah. 3. Makna bukan penegasan atau pernyataan, yaitu kalimat-kalimat perintah dan seruan. Misalnya pukul berapa sekarang bukan merupakan penegasan sesuatu fakta atau situasi, tetapi suatu persoalan itu tidak benar. Demikian juga kalimat perintah yang merupakan suruhan, jemputan : tidak ada penegasan. Misalnya sila masuk merupakan pelawan bukan penegasan sesuatu fakta (Musa, 1994:73). CIRI-CIRI KALIMAT YANG BENAR Apakah yang dimaksudkan kalimat yang benar? Kalimat yang benar adalah kalimat yang mempunyai ciri-ciri tertentu yang menjadikannya sebagai kalimat kalimat yang mengandung nilai kebenaran. Menurut (Abas, 1988), kalimat yang benar adalah: a. Kalimat yang subjeknya memang terdapat di dunia. 1. Lembu bertanduk dua (subjek : Lembu) 2. Rebab bertali tiga (subjek : Rebab) Manakala kalimat yang tidak benar ialah: Unicorn bertanduk satu (subjek : unicorn tidak ada di dunia) b. Kalimat yang sedemikian rupa sehingga pengalaman pendengar atau pembaca diperlukan untuk membuktikan bahwa predikatnya adalah : 1. Salah satu sifat nama yang dipunyai oleh subjeknya 2. Perbuatan yang dilakukan oleh subjeknya atau 3. Nama yang memang benar boleh dikaitkan dengan subjeknya. Contoh: 1. Dia pandai 2. Dia memandu kapal terbang 3. Dia guru Kalimat tidak benar ialah : 1. Petani cabai itu mempunyai sejuta euro 2. Petani cabai itu memandu kapal angkasa 3. Petani cabai itu datang dari sebuah planet yang jauh dari bumi kita 4. Petani cabai itu makhluk angkasa. c. Kalimat yang predikatnya tidak perlu dibuktikan lagi kebenarannya untuk subjeknya. (musanif, 2001) 1. Tuhan ada 2. Bumi bundar 3. Gadis belum kawin 4. Abang lebih tua daripada adik 5. Rebab bertali tiga. Manakala kalimat-kalimat yang tidak benar adalah :

1. Manusia tidak akan mati 2. Bumi berbentuk segitiga 3. Gadis bersuami 4. Abang lebih muda daripada adik 5. Rebab bertali satu. Penggunaan kalimat yang benar seperti diatas merupakan hal yang penting. Dalam perspektif Islam, kebenaran atau Al-Haq meliputi akidah tutur kata (kalimatkalimat) dalam amal perbuatan (Al-rahman, 1988). Menurut banyak tafsiran juga kebenaran atau Al-Haq adalah menunjuk pada soal aqidah (iman) yang membicarakan tentang kebesaran dan keagungan Allah, pencipta, dan pemelihara sekalian alam. KESIMPULAN Dalam menguraikan konsep makna kebenaran dan logika telah dilakukan oleh ahli-ahli bahasa dalam penggunaannya dalam tuturan (kalimat). Semua dilakukan untuk menuju ke arah penekanannya hubungan antara aspek makna, pengetahuan, dan tata bahasa. Hubungan makna dan tata bahasa berdasarkan tuturan yang dibentuk berdasarkan hukum tata bahasa yang benar dan logika bahasa itu. Jika susunan tidak berdasarkan hukum yang benar maka kebenaran kalimat menjadi salah, dan kalimat yang dianggap benar berdasarkan ciri-cirinya dan fakta di dunia. DAFTAR PUSTAKA Abas, Lutfi. 1985. Falsafah Bahasa. Brunei, Darul salam : Dewan Bahasa dan Pustaka.

Kempson, R.M. 1991. Teori Semantik. Kuala Lumpur : DBP (Terjemahan Zaitoon Abd. Rahman). Musanif. 2001. Analisis Makna dan Kebenaran. Kuala Lumpur : Monograf : Universitas Putra Malaysia. Palmer, F.R. 1989. Semantik. Kuala Lumpur : DBP (Terjemahan Abdullah Hasan). Tarski, A. 1933. The Concept of Truth in the Languages of the Deductive Sciences Logic Semantiqs and mathematics. Oxford University Press. Sekilas tentang penulis : Dr. Mahriyuni, M.Hum. adalah dosen Jurusan Bahasa Asing Program Studi Bahasa Perancis dan sekarang menjabat sebagai Ketua Jurusan Bahasa Asing FBS Unimed.