BAB III TEORI DASAR KONDENSOR

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II LANDASAN TEORI

BAB III DASAR TEORI SISTEM PLTU

KONVERSI ENERGI PANAS BUMI HASBULLAH, MT

BAB II MESIN PENDINGIN. temperaturnya lebih tinggi. Didalan sistem pendinginan dalam menjaga temperatur

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO KONSENTRASI TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS GUNADARMA

BAB II LANDASAN TEORI

Gbr. 2.1 Pusat Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pirolisator merupakan sarana pengolah limbah plastik menjadi

BAB IV PEMILIHAN SISTEM PEMANASAN AIR

BAB I PENDAHULUAN. Turbin uap berfungsi untuk mengubah energi panas yang terkandung. menghasilkan putaran (energi mekanik).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. mendirikan beberapa pembangkit listrik, terutama pembangkit listrik dengan

BAB III TURBIN UAP PADA PLTU

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN

Pipa pada umumnya digunakan sebagai sarana untuk mengantarkan fluida baik berupa gas maupun cairan dari suatu tempat ke tempat lain. Adapun sistem pen

BAB II LANDASAN TEORI. panas. Karena panas yang diperlukan untuk membuat uap air ini didapat dari hasil

BAB III PERBAIKAN ALAT

PENGOLAHAN AIR SUNGAI UNTUK BOILER

BAB III METOLOGI PENELITIAN

3.2 Pembuatan Pipa Pipa aliran air dan coolant dari heater menuju pipa yang sebelumnya menggunakan pipa bahan polimer akan digantikan dengan menggunak

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Prinsip kerja PLTG dapat dijelaskan melalui gambar dibawah ini : Gambar 1.1. Skema PLTG

BAB III APLIKASI TERMODINAMIKA PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI

JURUSAN TEKNIK MESIN POLITEKNIK NEGERI MEDAN MEDAN 2015

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1. Potensi dan kapasitas terpasang PLTP di Indonesia [1]

1. Bagian Utama Boiler

IV. METODOLOGI PENELITIAN

LAPORAN TUGAS AKHIR BAB II DASAR TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. kemampuan yang memadai untuk melayani proses yang berlangsung di dalamnya.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

ANALISIS PERUBAHAN TEKANAN VAKUM KONDENSOR TERHADAP KINERJA KONDENSOR DI PLTU TANJUNG JATI B UNIT 1

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Gambar 1.1. Proses kerja dalam PLTU

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II DASAR TEORI. Laporan Tugas Akhir. Gambar 2.1 Schematic Dispenser Air Minum pada Umumnya

GLOSSARY STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN ENERGI BARU DAN TERBARUKAN

Gambar 2.2 Flow Diagram PLTP Kamojang

BAB II PESAWAT PENGUBAH PANAS (HEAT EXCHANGER )

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Dalam proses PLTU dibutuhkan fresh water yang di dapat dari proses

BAB II LANDASAN TEORI

BAB VII PENDINGINAN MOTOR

BAB II STUDI LITERATUR

ANALISA PERPINDAHAN KALOR PADA KONDENSOR PT. KRAKATAU DAYA LISTRIK

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 4 ANALISA KONDISI MESIN

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN REAKTOR GASIFIKASI

BAB III PERANCANGAN SISTEM DAN ANALISIS

PLTU (PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP)

Gambar 2.21 Ducting AC Sumber : Anonymous 2 : 2013

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Cara Kerja AC dan Bagian-Bagiannya

Program Studi Teknik Mesin BAB I PENDAHULUAN. berfungsi untuk melepaskan kalor. Kondensor banyak digunakan dalam

STEAM TURBINE. POWER PLANT 2 X 15 MW PT. Kawasan Industri Dumai

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

REAKTOR GRAFIT BERPENDINGIN GAS (GAS COOLED REACTOR)

II. TINJAUAN PUSTAKA

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Thermodinamika Teknik Mesin

Apa itu PLTU? Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) adalah pembangkit yang mengandalkan energi kinetik dari uap untuk menghasilkan energi listrik.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. suatu pembangkit daya uap. Siklus Rankine berbeda dengan siklus-siklus udara

KAJIAN EKSPERIMEN COOLING WATER DENGAN SISTEM FAN

BAB III. DESKRIPSI SOLVENT EXTRACTION PILOT PLANT, ALAT PENY ANGRAI DAN BOILER

PENGOPERASIAN BOILER SEBAGAI PENYEDIA ENERGI PENGUAPAN PADA PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF CAIR DALAM EVAPORATOR TAHUN 2012

STUDI DESAIN KONSEPTUAL SISTEM BALANCE OF PLANT (BOP) PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) SKALA KECIL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TES TERTULIS. 1. Terkait Undang-Undang RI No 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan Bab XI Pasal 2 apa kepanjangan dari K2 dan berikut tujuannya?

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

POLSRI 2013 COOLING TOWER LIA FITRI FUJIARSI NUR FITRIANY RIDHOLLAHI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Definisi Pengkondisian Udara

SISTEM PENGKONDISIAN UDARA (AC)

BAB III PERANCANGAN, INSTALASI PERALATAN DAN PENGUJIAN

I. Pendahuluan. A. Latar Belakang. B. Rumusan Masalah. C. Tujuan

Skema proses penerimaan radiasi matahari oleh bumi

Turbin Uap BOILER. 1 4 konderser

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. relatif antara putaran rotor dengan medan putar (rotating magnetic field) yang dihasilkan

BAB IV PERCOBAAN, ANALISA DATA DAN PERHITUNGAN

BAB III PROSES PERPINDAHAN KALOR DESTILASI DAN ANALISA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Nama : Nur Arifin NPM : Jurusan : Teknik Mesin Fakultas : Teknologi Industri Pembimbing : DR. C. Prapti Mahandari, ST.

PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADAP SISTEM UAP EKSTRAKSI PADA DEAERATOR PLTU TANJUNG JATI B UNIT 2

RESUME PENGAWASAN K3 PESAWAT UAP DAN BEJANA TEKAN

Pengaruh Temperatur Air Pendingin Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Motor Diesel Stasioner di Sebuah Huller

BUKU V SISTEM ALAT BANTU

PERPINDAHAN PANAS PIPA KALOR SUDUT KEMIRINGAN

UNIVERSITAS GADJAH MADA PUSAT INOVASI AGROTEKNOLOGI

I. PENDAHULUAN. EKSERGI Jurnal Teknik Energi Vol 11 No. 3 September 2015; 61-68

BAB II DASAR TEORI. BAB II Dasar Teori

BAB I PENDAHULUAN. PLTU 3 Jawa Timur Tanjung Awar-Awar Tuban menggunakan heat. exchanger tipe Plate Heat Exchanger (PHE).

Sistem pendingin siklus kompresi uap merupakan daur yang terbanyak. daur ini terjadi proses kompresi (1 ke 2), 4) dan penguapan (4 ke 1), seperti pada

TUGAS TEKNIK DAN MANAJEMEN PERAWATAN SISTEM PEMELIHARAAN AC CENTRAL

Bab 3 Perancangan dan Pembuatan Reaktor Gasifikasi

BAB II. Prinsip Kerja Mesin Pendingin

BAB III SPESIFIKASI PERALATAN PROSES

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Transkripsi:

BAB III TEORI DASAR KONDENSOR 3.1. Kondensor PT. Krakatau Daya Listrik merupakan salah satu anak perusahaan dari PT. Krakatau Steel yang berfungsi sebagai penyuplai aliran listrik bagi PT. Krakatau Steel dan anak perusahaan lainnya. Pada PT. Krakatau Daya Listrik sendiri terdapat pula sarana sarana pendukung beroperasinya turbin uap yang berputar yang berhubungan dengan generator yang selanjutnya menghasilkan daya listrik. Diantara penunjang/pendukung hal tersebut diatas salah satunya adalah kondensor. Seperti pada gambar di bawah ini. KONDENSOR Gambar 3.1. Sistem Kerja Pada Kondensor (Ref gambar: [6] ) Kondensor merupakan alat untuk mendinginkan uap bekas dan merubah uap bekas tersebut menjadi air kembali setelah dipakai untuk menggerakkan sudu sudu turbin tekanan rendah, dengan menggunakan bantuan media pendingin air laut, sambil tetap mempertahankan tekanan vakum. Universitas Mercu Buana 15

Gambar 3.2 Instalasi Kondensor (Ref gambar : [6] ) Di dalam kondensor, ruangan untuk uap dan air pendingin saling berhubungan menjadi satu, dimana media pendingin (air laut) dilalui dalam sebuah pipa yang berdiameter 23 mm dengan ketebalan 1 mm sebanyak 3840 buah, dimana pada bagian bawah kondensor terdapat ruangan pengumpul air kondensor yang dinamakan Hot Well. Air kondensat yang telah terkumpul di Hot Well ini akan disirkulasikan kembali dengan menggunakan pompa kondensat dan akan berfungsi sebagai air pengisi ketel yang sebelumnya ditampung di Feed Water Tank (FWT). Permukaan kondensor berpendingin air laut dibangun oleh pelat mantel berbentuk silinder yang masing masing sisinya ditutup oleh plat berlubang tempat penyangga pipa pipa pendingin (boden) dan melalui sebuah penopang kondensor yang dihubungkan dengan turbin tepat dimana uap keluar. Pada kedua boden (dalam hal keluar masuknya air pendingin tidak terletak pada satu sisi yang sama) ditutup dengan penutup yang dapat dilepas, dan ruangan yang ada disini disebut dengan bilik air (water chamber). Ruangan ini dimaksudkan sebagai tempat masuk atau keluar, serta mengarahkan atau membagikan air pendingin ke pipa kondensor. Universitas Mercu Buana 16

Apabila air pendingin masuk dan keluar terletak pada satu titik saja, maka satu sisi lain berfungsi untuk membelokkan aliran air pendingin tersebut. Bagian bagian mantel, boden dan bilik air disambung dengan las atau baut satu dengan yang lainnya. Pada bagian penutup kondensor menurut aturannya selalu dilengkapi dengan manhole, guna keperluan kontrol atau pun pekerjaan kecil yang diperlukan. Pada bagian terendah kondensor dibuatkan bak penampung yang biasa disebut Hot Well. a c e b d e i h j g f Keterangan : a. Mantel kondensor b. Boden c. Penopang d. Pipa kondensor e. Bilik air f. Pemasukan air pendingin g. Pengeluaran h. Dinding pelat penyangga i. Manhole j. Hotwell Gambar 3.3. Bagian dari sebuah permukaan kondensor (Ref gambar : [6] ) Universitas Mercu Buana 17

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengoperasian instalasi kondensor antara lain : 1. Tingkat kemurnian uap harus dapat dipertahankan dalam air kondensat. Dengan kata lain pada uap yang beradioaktif (PLTN) tidak akan menimbulkan pencemaran lingkungan, dengan mengusahakan pemisahan yang baik antara uap, air kondensat dan media pendingin. 2. Mempunyai tingkat kevakuman yang tinggi. Kondensor serta kelengkapannya harus dibuat/direncanakan sedemikian rupa, sehingga agar dalam segala perubahan kondisi media pendinginnya (temperatur, jumlah aliran kemampuan serap panas) selalu dihasilkan vakum tertentu. 3. Mempunyai air kondensat yang hangat. Temperatur air kondensat tidak terlalu rendah dari temperatur uap jenuh ketika memasuki kondensor, untuk menghindarkan terjadinya subcooling yang dapat menambah kehilangan panas di kondensor serta akan memperkaya kadar oksigen di dalam kondensat. 4. Oksigen bebas di air kondensat. Instalasi instalasi yang bekerja pada tekanan tinggi, menuntut tingkat kemurnian air boiler. Semakin rendah kandungan oksigen di air kondensat, menuntut deaerator yang dapat bekerja secara sempurna, guna mengurangi kemungkinan terjadinya bahaya korosi di pemanas mula tekanan rendah. Untuk hal tersebut kondensor pun harus mampu memisahkan oksigen bebas dengan seeffisien mungkin. 5. Pendinginan campuran uap dan udara. Melalui bocoran bocoran flens, perapat, katup dan lain sebagainya, kondensor dapat dimasuki udara luar (atau gas gas lain yang tidak dapat dikondensasikan) bersama-sama sebagian uap yang kemudian terjaring di daerah kantong udara haruslah diusahakan lebih didinginkan, hal ini masih lebih menguntungkan, meskipun terpaksa mempengaruhi efek pendinginan dan daya isap campuran uap dan udara. Universitas Mercu Buana 18

Dari macam macam media pendingin yang digunakan, maka cara pengkondensasian dapat dibedakan : a. Surface Condenser berpendingin air Cara ini merupakan cara yang paling umum digunakan di dalam instalasi pembangkit listrik. Pemisahan antara bagian sisi air pendingin dan air kondensat (melalui surface condenser) dalam hal ini mutlak diperlukan. Apabila air pendinginnya berasal dari air sungai atau laut, maka diistilahkan sebagai fresh water cooling. Oleh adanya keterbatasan penyediaan air pendingin, maka dapat dilakukan pensirkulasian air pendingin melalui pendinginan kembali dengan cooling tower, cooling spray system dan lain lain dan cara ini dikenal dengan closed cooling operation. b. Surface Condenser berpendingin udara Dalam hal penyediaan air pendingin tidak memungkinkan, maka terpaksa dilakukan proses pengkondensasian dengan udara (melalui surface condenser). Dan dalam hal ini biasa digunakan dua cara, yaitu : - Cara langsung (direct). - Cara tidak langsung (indirect), dalam hal ini kondensat disemprotkan ke dalam uap sehingga terjadi kondensasi, dan kemudian barulah kondensat tersebut didinginkan dengan udara melalui suatu alat penukar panas. 3.2. Data Kondensor Posisi kondensor di PT. Krakatau Daya Listrik untuk semua unitnya berada di bawah turbin tekanan rendah, yaitu dimaksudkan untuk mengkondensasikan uap bekas yang telah dipakai untuk memutar turbin tekanan rendah dengan cara pipa-pipa yang ada pada kondensor tersebut dialiri oleh air laut sebagai media pendinginnya. Universitas Mercu Buana 19

Gambar. 3.4. Pandangan depan Kondensor PT. Krakatau Daya Listrik Data data kondensor untuk semua unitnya adalah sebagai berikut : Spesifikasi alat : > Material Kondensor : ST 37 > Material Pipa pendingin : Cu Zn 20 Al > Media Pendingin : Air Laut Data Teknik > Diameter luar pipa pendingin : 23 mm > Diameter dalam pipa pendingin : 21 mm > Tebal pipa : 1 mm > Panjang pipa : 6660 mm > Jumlah pipa : 2 x 3840 buah > Temperatur uap masuk kondensor : 150 C > Temperatur uap keluar kondensor : 140 C > Temperatur air laut masuk kondensor : 28 C > Temperatur air laut keluar kondensor : 35 C Universitas Mercu Buana 20

> Temperatur permukaan pipa : 145 C > Kecepatan media pendingin ( air laut ) : 1,8 m/s > Kapasitas pengaliran uap bekas : 119 T/jam > Luas permukaan pendingin bagian luar : 1830 m 2 > Tekanan kondensor : 0,094 atm > Laju aliran air pendingin : 8650 m 3 /jam Universitas Mercu Buana 21