Identifikasi Gen Abnormal Oleh : Nella ( )

dokumen-dokumen yang mirip
ANALISA HASIL TRANSFORMASI DENGAN MENGGUNAKAN PCR KOLONI DAN RESTRIKSI

Teknik-teknik Dasar Bioteknologi

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

BAB XII. REAKSI POLIMERISASI BERANTAI

BAB IX. DASAR-DASAR TEKNOLOGI DNA REKOMBINAN

Pengertian TEKNOLOGI DNA REKOMBINAN. Cloning DNA. Proses rekayasa genetik pada prokariot. Pemuliaan tanaman konvensional: TeknologiDNA rekombinan:

BIO306. Prinsip Bioteknologi

Di dalam bab ini akan dibicarakan pengertian teknologi DNA rekombinan. beserta tahapan-tahapan kloning gen, yang secara garis besar meliputi

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN BAHASAN. Oligonukleotida sintetis daerah pengkode IFNα2b sintetis dirancang menggunakan

replikasi akan bergerak melebar dari ori menuju dua arah yang berlawanan hingga tercapai suatu ujung (terminus).

REKAYASA GENETIKA. By: Ace Baehaki, S.Pi, M.Si

URAIAN MATERI 1. Pengertian dan prinsip kloning DNA Dalam genom sel eukariotik, gen hanya menempati sebagian kecil DNA kromosom, selain itu merupakan

REPLIKASI DNA. Febriana Dwi Wahyuni, M.Si.

SUBSTANSI HEREDITAS. Dyah Ayu Widyastuti

4 Hasil dan Pembahasan

Saintek Vol 5, No 6, Tahun 2010 POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) Zuhriana K.Yusuf

POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR)

Bimbingan Olimpiade SMA. Paramita Cahyaningrum Kuswandi ( FMIPA UNY 2012

TUGAS TERSTRUKTUR BIOTEKNOLOGI PERTANIAN VEKTOR DNA

BERANDA SK / KD INDIKATOR MATERI LATIHAN UJI KOMPETENSI REFERENSI PENYUSUN SELESAI. psb-psma rela berbagi iklas memberi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

REKAYASA GENETIKA ( VEKTOR PLASMID )

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Sintesis fragmen gen HA Avian Influenza Virus (AIV) galur

KATAPENGANTAR. Pekanbaru, Desember2008. Penulis

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN BAHASAN

Metode-metode dalam biologi molekuler : isolasi DNA, PCR, kloning, dan ELISA

Pengertian TEKNOLOGI DNA REKOMBINAN. Cloning DNA. Proses rekayasa genetik pada prokariot. Pemuliaan tanaman konvensional: TeknologiDNA rekombinan:

TINJAUAN PUSTAKA. Elaeidobius kamerunicus Faust. (Coleoptera : Curculionidae) Kumbang ini mengalami metamorfosis sempurna (holometabola), yakni

MATERI GENETIK. Oleh : TITTA NOVIANTI, S.Si., M. Biomed.

SUBSTANSIGENETIK 1. KROMOSOM 2. GEN - DNA

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

REVERSE TRANSKRIPSI. RESUME UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH Genetika I Yang dibina oleh Prof. Dr. A. Duran Corebima, M.Pd. Oleh

Pengujian DNA, Prinsip Umum

BIO306. Prinsip Bioteknologi

TINJAUAN PUSTAKA. Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Menurut Kottelat dkk., (1993), klasifikasi dari ikan lele dumbo adalah.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. AMPLIFIKASI DAN PURIFIKASI GEN NS1 VIRUS DENGUE. Proses amplifikasi gen NS1 virus dengue merupakan tahap awal

DAFTAR ISI DAFTAR SINGKATAN DAN LAMBANG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Mitokondria merupakan organel yang terdapat di dalam sitoplasma.

Polimerase DNA : enzim yang berfungsi mempolimerisasi nukleotidanukleotida. Ligase DNA : enzim yang berperan menyambung DNA utas lagging

TINJAUAN PUSTAKA Sapi Perah Friesian Holstein

BAB XIII. SEKUENSING DNA

Ada 2 kelompok basa nitrogen yang berikatan pada DNA yaitu

M A T E R I G E N E T I K

BAB III METODE PENELITIAN Bagan Alir Penelitian ini secara umum dapat digambarkan pada skema berikut:

PCR Cabinet, Thermocycler (PCR Mechine) and Real Time -PCR

MAKALAH BIOLOGI PERBEDAAN DNA DAN RNA

PERANAN TEKNIK POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) TERHADAP PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN KARYA TULIS ILMIAH. Oleh

DNA (Deoxyribo Nukleid Acid) adalah macam asam nukleat yang berhubungan dengan

Fakultas Biologi Unsoed

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bagi sel tersebut. Disebut sebagai penghasil energi bagi sel karena dalam

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN Isolasi DNA Genomik Sengon

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN. Pengambilan sampel. Penyiapan templat mtdna dengan metode lisis sel

Proses biologis dalam sel Prokariot (Replikasi) By Lina Elfita

BAB III METODE PENELITIAN. Secara garis besar langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini

REKAYASA GENETIKA. Genetika. Rekayasa. Sukarti Moeljopawiro. Laboratorium Biokimia Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

KLONING. dari kata clone yang diturunkan dari bahasa Yunani klon, artinya potongan yang digunakan untuk memperbanyak tanaman.

REFERAT ILMU KEDOKTERAN FORENSIK PERANAN TES DNA DALAM IDENTIFIKASI FORENSIK

GENETIKA DASAR Rekayasa Genetika Tanaman. Definisi. Definisi. Definisi. Rekayasa Genetika atau Teknik DNA Rekombinan atau Manipulasi genetik

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III. SUBSTANSI GENETIK

EKSPRESI GEN 3. Ani Retno Prijanti FKUI 2010

STRUKTUR KIMIAWI MATERI GENETIK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Tubuh manusia tersusun atas sel yang membentuk jaringan, organ, hingga

Enzim-enzim Yang Terlibat Dalam Bioteknologi ( Kuliah S2)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

REPLIKASI DAN POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR)

DAFTAR ISI DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...

I. PENDAHULUAN. perempuan di dunia dan urutan pertama untuk wanita di negara sedang

Bagian-bagian kromosom

Kasus Penderita Diabetes

Ada ORI dan helikase yang membuka pilinan terus sampai terbentuk replication bubble.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. ISOLASI DNA GENOM PADI (Oryza sativa L.) KULTIVAR ROJOLELE,

III. METODE PENELITIAN

Dr. Dwi Suryanto Prof. Dr. Erman Munir Nunuk Priyani, M.Sc.

EKSTRAKSI DNA. 13 Juni 2016

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pada penelitian ini terdapat lima tahapan penelitian yang dilakukan yaitu

ketebalan yang berbeda-beda dan kadang sangat sulit ditemukan dengan mikroskop. Namun, ada bukti secara kimiawi bahwa lamina inti benar-benar ada di

SINTESIS DAN PENGKLONAAN FRAGMEN GEN tat (TRANSAKTIVATOR) HIV-1 KE DALAM VEKTOR EKSPRESI PROKARIOT pqe-80l EKAWATI BETTY PRATIWI

Gambar 2.1 udang mantis (hak cipta Erwin Kodiat)

DIAGNOSTIK MIKROBIOLOGI MOLEKULER

LAPORAN PRAKTIKUM BIOTEKNOLOGI PERTANIAN ISOLASI DNA

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Topik 4 DNA Sebagai Bahan Genetik

BIO306. Prinsip Bioteknologi

MACAM-MACAM TIPE PCR DAN TEKNIK PEMOTONGAN PROTEIN DENGAN METODE EDMAN SEBAGAI DASAR KERJA ANALISIS SEKUENSING

Replikasi DNA atau duplikasi DNA atau disebut juga sintesa DNA. Replikasi DNA artinya satu untai (single strand) DNA mencetak satu untai pasangannya.

INTISARI MATERI GENETIK

RNA (Ribonucleic acid)

BIOTEKNOLOGI. Perubahan Genetik, Replikasi DNA, dan Ekspresi Gen

Paramita Cahyaningrum Kuswandi ( FMIPA UNY 2013

Pembuatan Media Kultur Bakteri Pemanenan sel bakteri. Isolasi DNA kromosom bakteri. Kloning DNA

METODE PENELITIAN. Tabel 1 Sampel yang digunakan dalam penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

5. Kerja enzim dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut, kecuali. a. karbohidrat b. suhu c. inhibitor d. ph e. kofaktor

JADWAL PRAKTIKUM BIOKIMIA

SINTESIS PROTEIN. Yessy Andriani Siti Mawardah Tessa Devitya

ADI HADIANA CUCU FITRIANI IGUS JULIUS MOCHAMAD SAEFFULLOH WINDA YUNI DENINTA YANTI SUSILAWATI

BAB II KAJIAN PUSTAKA. sel pada tubuh memiliki DNA yang sama dan sebagian besar terdapat pada

Transkripsi:

Identifikasi Gen Abnormal Oleh : Nella (10.2011.185)

Identifikasi gen abnormal Pemeriksaan kromosom DNA rekombinan PCR

Kromosom waldeyer Kromonema : pita spiral yang tampak pada kromatid Kromomer : penebalan pada kromonema. Didalam kromomer terdapat protein yang mengandung molekul DNA Sentromer : bagian kromosom yang terletak pada daerah penyempitan primer diantara lengan-lengan kromosom

Kromosom Telomer: bagian ujung-ujung kromosom yang menghalangi bersambungnya ujung kromosom yang satu dengan yang lain Satelit : tonjolan yang terdapat pada ujung kromosom. Tidak semua kromosom memiliki satelit

Bentuk kromosom Bentuk kromosom A. Telosentris B. Akrosentris C. Submetasentris D. Metasentris

Kromosom 1. Autosom : Tidak berperan dalam penentuan jenis kelamin. Jumlah 22 pasang 2. Gonosom : penentu jenis kelamin. Jumlah 1 pasang

Pemeriksaan Kromosom Teknik Metode Q : - Digunakan zat warna tertentu Banding - Kromosom diperiksa dengan mikroskrop ultraviolet - Terbentuk jalur Q (terang-gelap) - Setiap kromosom memiliki distribusi jalur berbeda, sehingga gen abnormal mudah dikenal

Teknik Banding Metode G - Digunakan zat warna Giemsa - PH 9 - Terbentuk jalur melintang pada kromosom Metode R - Denaturasi sel terlebih dahulu - Diberi warna - Terbentuk jalur (teranggelap)

Ciri DNA Rantai ganda atau double helik Basa nitrogen : guanine dan sitosin serta timin dan adenine Terdiri atas deoksiribosa

Fungsi DNA Fungsi DNA Membawa informasi genetic Membentuk RNA Mengontrol aktivitas sel Berperan penting dalam proses sintesis protein Pembawa sifat keturunan

Dna Rekombinan Teknik untuk mengidentifikasi gen cacat yang berkaitan dengan suatu penyakit

1.Perusakan dinding sel Mekanik : tekanan tinggi Enzimatis : lisozim Isolasi DNA 2.Diekstrak dengan protease dan Rnase 3.Dipanaskan 90 derajat 4.Diendapkan dengan penambahan alkohol

Pemotongan molekul DNA Dengan enzim restristik Setiap enzim restriksi mempunyai tempat pemotongan yang spesifik pada suatu urutan molekul DNA Enzim restriksi mengenal dan memotong DNA pada sekuens spesifik yang panjangnya empat sampai enam pasang basa.

Tipe Enzim Restristik Tipe I Memotong DNA secara acak dan jauh dari sekuen pengenalannya. Enzim ini tidak dapat menghasilkan potongan fragmen DNA yang diinginkan sehingga tidak diproduksi

Tipe Enzim Restristik Tipe II Mengenali urutan tertentu sepanjang empat hinggan tujuh basa di dalam molekul dna Memotong ke dua untai molekul DNA ditempat tertentu Menghasilkan fragmen-fragmen DNA Tipe ini yang umum digunakan adalah EcoRI

Tipe Enzim Restristik Tipe III Enzim yang tidak digunakan dalam laboratorium, hal ini dikarenakan enzim ini memotong diluar situs pengenalan

Enzim restristik Yang digunakan dalam teknik DNA rekombinan adalah Tipe II

Enzim EcoRI enzim EcoRI yang selalu memotong DNA pada posisi G menghasilkan potongan DNA dengan bentuk sticky ends (ujung lancip) sehingga mampu berpasangan dengan basa yang cocok/sesuai.

Enzim EcoRI

Potongan DNA Sticky ends : EcoRI Blunt ends : HaeIII

Penyambungan ( Ligasi ) - Penyambungan potongan-potongan DNA menggunakan enzim ligase yang berperan sebagai lem biologi - DNA baru membawa segmen DNA cangkokan

Memasukkan DNA DNA ditransfer ke sel inang dengan metode transformasi, yaitu dengan elektroporasi, pemanasan dalam larutan NaCl, dll. Selanjutnya, bakteri ini melakukan replikasi dengan cara membelah diri. Melalui proses ini, diperoleh plasmid-plasmid hsil DNA rekombinan

Elektroporesis teknik pemisahan komponen atau molekul bermuatan berdasarkan perbedaan tingkat dalam medan listrik Yang dibahas elektroforesis gel

Elektroporasi Diberikan kejutan listrik Kejutan listrik ini menyebabkan membran untuk sementara tidak stabil dengan membentuk pori-pori kecil. Melalui pori-pori sementara ini, DNA gen donor dapat

Elektroforesis gel untuk memisahkan sampel DNA berdasarkan atas ukuran (berat molekul) dan struktur fisik molekulnya mengurutkan basa nitrogen Dengan gel agarosa

PCR Selanjutnya bakteri ini akan melakukan replikasi sehingga diperoleh plasmid hasil transplantasi gen. jika ingin mendapatkan jumlah banyak dalam waktu singkat dapat menggunakan teknik PCR atau teknik reaksi polimerisasi berantai/polymerase chain reaction

Definisi PCR PCR (Polymerase Chain Reaction) merupakan suatu teknik perbanyakan (amplifikasi) potongan DNA secara in vitro pada daerah spesifik yang dibatasi oleh dua buah primer oligonukleotida

Denaturasi Selama proses denaturasi, DNA untai ganda akan membuka menjadi dua untai tunggal. Hal ini disebabkan karena suhu denaturasi yang tinggi menyebabkan putusnya ikatan hidrogen diantara basa-basa yang komplemen. Pada tahap ini, seluruh reaksi enzim tidak berjalan

Penempelan primer DNA polymerase akan berikatan sehingga ikatan hidrogen tersebut akan menjadi sangat kuat dan tidak akan putus kembali apabila dilakukan reaksi polimerisasi selanjutnya

Reaksi polimerisasi (extension) Primer (sepasang DNA tunggal atau oligonukleotida pendek yang menginisiasi sekaligus membatasi reaksi pemanjangan rantai atau polimerisasi DNA) yang telah menempel tadi akan mengalami perpanjangan pada sisi 3 nya dengan penambahan dntp yang komplemen dengan templat oleh DNA polimerase.

PCR deteksi gen abnormal Sesudah amplifikasi oleh PCR pada DNA sasaran, gen normal dan abnormal dapat dibedakan berdasarkan kekuatan 2 hibridasi dengan 2 probe oliglonukleotida