PERMANEN MOLD CASTING

dokumen-dokumen yang mirip
11 BAB II LANDASAN TEORI

TUGAS PENGETAHUAN BAHAN TEKNIK II CETAKAN PERMANEN

PROSES MANUFACTURING

MODUL 7 PROSES PENGECORAN LOGAM

BAB V PROSES PENGECORAN BAB V PROSES PENGECORAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 3. PENGECORAN LOGAM

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. menunjukan bahwa material rockwool yang berbahan dasar batuan vulkanik

PEMBUATAN BRACKET PADA DUDUKAN CALIPER. NAMA : BUDI RIYONO NPM : KELAS : 4ic03

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

III. KEGIATAN BELAJAR 3 PEMBUATAN POLA DAN INTI. Setelah pembelajaran ini mahasiswa mampu menjelaskan pembuatan pola dan inti pada proses pengecoran.

BAB I PROSES MANUFAKTUR

MODUL PDTM PENGECORAN LOGAM

BAB II LANDASAN TEORI

ANALISIS HASIL PENGECORAN ALUMINIUM DENGAN VARIASI MEDIA PENDINGINAN

Metal Casting Processes. Teknik Pembentukan Material

BAB I PENDAHULUAN. dimana logam dicairkan dalam tungku peleburan kemudian. dituangkan kedalam rongga cetakan yang serupa dengan bentuk asli

BAB I PENDAHULUAN. tentang unsur tersebut. Berikut potongan ayat tersebut :

BAB II LANDASAN TEORI

Merencanakan Pembuatan Pola

MATERIAL TEKNIK LOGAM

PENENTUAN TEMPERATUR OPTIMUM PADA PENGECORAN INVESTMENT CASTING DENGAN MENGGUNAKAN CETAKAN TANAH LIAT

PROSES PRODUKSI I METALURGI SERBUK BY ASYARI DARYUS UNIVERSITAS DARMA PERSADA

Bab 3 Perancangan dan Pembuatan Reaktor Gasifikasi

3. Mesin Bor. Gambar 3.1 Mesin bor

PROSES PENGERJAAN PANAS. Yefri Chan,ST.MT (Universitas Darma Persada)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Studi Literatur. Persiapan Alat dan Bahan bahan dasar piston bekas. Proses pengecoran dengan penambahan Ti-B 0,05%

BAB 2 PROSES-PROSES DASAR PEMBENTUKAN LOGAM

BAGIAN-BAGIAN UTAMA MOTOR Bagian-bagian utama motor dibagi menjadi dua bagian yaitu : A. Bagian-bagian Motor Utama yang Tidak Bergerak

PROSES DASAR PEMBENTUKAN LOGAM

BAB I PENDAHULUAN. Luasnya pemakaian logam ferrous baik baja maupun besi cor dengan. karakteristik dan sifat yang berbeda membutuhkan adanya suatu

BAB II LANDASAN TEORI

III. METODE PENELITIAN. waktu pada bulan September 2015 hingga bulan November Adapun material yang digunakan pada penelitian ini adalah:

BAB III PROSES PENGECORAN LOGAM

BAB 1 PENDAHULUAN. Silinder liner adalah komponen mesin yang dipasang pada blok silinder yang

ANALISIS PENGARUH TEMPERATUR PENUANGAN DAN TEMPERATUR CETAKAN TERHADAP SIFAT MEKANIS BAHAN PADUAN Al-Zn

BAB II MESIN PENDINGIN. temperaturnya lebih tinggi. Didalan sistem pendinginan dalam menjaga temperatur

PERANCANGAN POROS DIGESTER UNTUK PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN KAPASITAS OLAH 12 TON TBS/JAM DENGAN PROSES PENGECORAN LOGAM

BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. harus mempunyai sebuah perencanaan yang matang. Perencanaan tersebut

ANALISIS STRUKTUR MIKRO CORAN PENGENCANG MEMBRAN PADA ALAT MUSIK DRUM PADUAN ALUMINIUM DENGAN CETAKAN LOGAM

II. TINJAUAN PUSTAKA

Ditinjau dari macam pekerjan yang dilakukan, dapat disebut antara lain: 1. Memotong

KONSENTRASI OTOMOTIF JURUSAN PENDIDIKAN TEKIK MOTOR

METODE PENGUJIAN KUAT TEKAN CAMPURAN BERASPAL

BAB III PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA PENELITIAN

MODUL 6 PROSES PEMBENTUKAN LOGAM

BAB 5 PEMUAIAN. Pemuaian. Kompetensi Dasar: Standar Kompetensi: Melakukan percobaan yang berkaitan dengan pemuaian dalam kehidupan sehari-hari.

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Diagram Alir Diagram alir penelitian selama proses penelitian dapat diperlihatkan pada Gambar 3.1 dibawah ini : Mulai

TUGAS AKHIR PERENCANAAN POMPA SENTRIFUGAL PENGISI KETEL DI PT. INDAH KIAT SERANG

BAB I PENDAHULUAN. Karet merupakan bahan atau material yang tidak bisa dipisahkan. dari kehidupan manusia, sebagai bahan yang sangat mudah didapat,

Momentum, Vol. 12, No. 1, April 2016, Hal ISSN , e-issn

METALURGI SERBUK (POWDER METALLURGY) Metalurgi Serbuk : Teknologi pemrosesan logam dimana part-part diproduksi dari serbuk metal.

Pengaruh kadar air pasir cetak terhadap kualitas coran paduan Aluminium

MATERIAL PLASTIK DAN PROSESNYA

BAB I PENDAHULUAN. industri terus berkembang dan di era modernisasi yang terjadi saat. ini, menuntut manusia untuk melaksanakan rekayasa guna

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI Alat-alat Pembantu Untuk Meningkatkan Produksi Pada Mesin. dan kecepatannya sayatnya setinggi-tingginya.

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

Momentum, Vol. 10, No. 2, Oktober 2014, Hal ISSN

BAB III DESAIN DAN MANUFAKTUR

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN REAKTOR GASIFIKASI

BAB I PENDAHULUAN. Penemuan logam memberikan manfaat yang sangat besar bagi. kehidupan manusia. Dengan ditemukannya logam, manusia dapat

Materi Kuliah PROSES GERINDA. Oleh: Dwi Rahdiyanta FT-UNY

PERANCANGAN PENGECORAN KONSTRUKSI CORAN DAN PERANCANGAN POLA

siswa mampu menentukan hubungan tekanan, gaya yang bekerja dan luas permukaan. tanah liat, nampan, balok kayu, balok besi, balok alumunium.

KRIYA LOGAM. Oleh: B Muria Zuhdi JURUSAN PENDIKAN SENI RUPA FAKULTAS BAHASA DAN SENI UIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

BAB I. PENDAHULUAN. keseluruhan juga akan berkurang, sehingga akan menghemat pemakaian bahan

II. TINJAUAN PUSTAKA

PENERAPAN KONSEP FLUIDA PADA MESIN PERKAKAS

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

TATA CARA PEMBUATAN DAN PERAWATAN BENDA UJI KUAT TEKAN DAN LENTUR TANAH SEMEN DI LABORATORIUM

TUGAS AKHIR STUDI UKURAN, BENTUK, DAN KEKERASAN HASIL COR ULANG SERBUK HASIL ATOMISASI SEMPROT UDARA KARBON DUA ARAH TIMAH PUTIH

BAB I PENDAHULUAN. Aluminium merupakan logam ringan yang mempunyai sifat ketahanan

BAB II LANDASAN TEORI

ANALISIS HASIL PENGECORAN SENTRIFUGAL DENGAN MENGGUNAKAN MATERIAL ALUMINIUM

PENGECORAN SENTRIFUGAL (CENTRIFUGAL CASTING) dimana : N = Kecepatan putar (rpm) G factor = Faktor gaya normal gravitasi selama berputar

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilakukan di Laboratorium Terpadu Jurusan Teknik Mesin

II. KEGIATAN BELAJAR 2 DASAR DASAR PENGECORAN LOGAM. Dasar-dasar pengecoran logam dapat dijelaskan dengan benar

BAB III PERANCANGAN SISTEM ATAP LOUVRE OTOMATIS

MACAM MACAM SAMBUNGAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang selalu. sehingga tercipta alat-alat canggih dan efisien sebagai alat bantu dalam

BAB I PENDAHULUAN. Plastik merupakan bahan baku yang berkembang saat ini. Penggunaan material plastik sebagai bahan dasar pembuatan

PENGARUH TEMPERATUR TUANG DAN TEMPERATUR CETAKAN PADA HIGH PRESSURE DIE CASTING (HPDC) BERBENTUK PISTON PADUAN ALUMINIUM- SILIKON

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Mengetahui cara mengoperasian mesin las GMAW

BAB III PROSES PRODUKSI KABEL PADA MESIN EKSTRUDER 15 JA

KEGUNAAN MAGNET PADA KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Melalui sedikit kelebihan gas dalam api dapat dicegah terjadinya suatu penyerapan arang (jika memang dikehendaki) dicapai sedikit penambahan

1. Baja dan Paduannya 1.1 Proses Pembuatan Baja

14.1 Proses Pembuatan Komposit Material Plastik yang Diperkuat Serat Proses Pencetakan Terbuka (Open-Mold Processes)

BAB III METODOLOGI PELAKSANAAN. penggerak belakang gokart adalah bengkel Teknik Mesin program Vokasi

SOAL LATIHAN 1 TEORI KEJURUAN PEMESINAN

1. Pengertian Perubahan Materi

BAB 5 TEKANAN. Tekanan merupakan gaya yang bekerja pada satuan luas bidang tekan, atau dengan definisi lain bahwa tekanan adalah gaya persatuan luas.

Membuat Cetakan Pasir dan Inti

Frekuensi yang digunakan berkisar antara 10 hingga 500 khz, dan elektrode dikontakkan dengan benda kerja sehingga dihasilkan sambungan la

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Transkripsi:

PERMANEN MOLD CASTING Permanen mold casting adalah pembuatan logam dengan cetakan dipadukan dengan tekanan hidrostastik. Cara ini tidak praktis untuk pengecoran yang berukuran besar dan ketika menggunakan logam dengan titik didih tinggi. Logam bukan baja seperti alumunium, seng, timah, magnesium, perunggu bila dibuat dengan cara ini hasilnya baik. Cetakan ini terdiri atas dua atau lebih bagian yang digabung dengan sekrup, klam, plat atau alat lain yang dapat dilepas setelah produk mengeras. Pada umumnya, permanen molds dibuat dari close-grain dan dijepit satu sama lain. Cetakan ini biasanya dilapisi dengan bahan perekat tahan panas (heatresisting wet mixture) dan jelaga yang akan menjaga cetakan agar tidak lengket dan mengurangi efek dingin pada logam. Setelah cetakan disiapkan, kemudian ditutup dan seluruh bagian inti atau bagian yang bebas dikunci ditempat. Kedua biji besi dan biji baja dapat digunakan dalam cetakan jenis ini. Untuk mengantisipasi suhu logam dilakukan dengan menuangkan air kedalam cetakan melalui pintu yang terbuka. Setelah hasil cetakan cukup dingin, bagian yang bebas ditarik dan cetakan dibuka dan hasil cetakan diangkat. Cetakan tersebut kemudian dibersihkan dan susun kembali bagian-bagian cetakan, cetakan pun siap dituangi lagi (digunakan lagi). Alat ini sebagian besar digunakan untuk mencetak piston dan bagian-bagian mesin kendaraan, mesin disel dan mesin kapal. Peneraapan lainnya banyak ditemukan di industri yang membuat beberaba marteri seperti gear pada mesin cuci, bagian-bagian pada vacum cleaner, tutup kipas angin, bagian untuk alat-alat portable, perlengkapan lampu luar ruangan, dan lain-lain. Permanent mold casting mempunyai hasil ahir permukaan yang bagus dan detail yang tajam. Diperoleh keseragaman hasil dengan berat 1ons sampai 50 pound. Toleransinya berkisar dari 0.0025 inchi sampai 0.010 inchi. Permanent mold casting termasuk otomatis, sehingga dapat diperoleh produk yang cukup banyak.

DIE CASTING Berjuta ton besi karbon, alumunium, seng, magnesium, kuningan, pada tahun ini dijual ke pasaran bermula dari die casting. Mereka dibuat dengan jenis yang bagus, produk itu dibuat dengan berbagai macam. Produk die-casting memasuki tingkat jutaan ton Penggunaan didalam rumah tangga, kendaraan bermotor, peralatan kecil, dan motor listrik, yang artinya kemungkinan besar dibuat oleh industri diecasting. Die-castig dapat didefinisikan sebagai proses pemaksaan logam dengan ditekan oleh hydrolic atau pneumatic sampai menjadi besi mati atau hasil cetakan. Tekanan yang digunakan berkisar antara 80-40.000 psi. Mesin die-casting bisa digolongkan menjadi (1) hot chamber (ruang panas) dan (2) cold chamber (ruang dingin). HOT-CHAMBER PROSES. Didalam proses hot-chamber, wadah lelehan disertakan pada mesin. Lelehan logam dipaksakan kedalam cetakan dengan cara disedot atau ditekan. Keduanya penyedot logam dan mekanisme die dilakukan oleh sistem hidrolik pada jenis mesin pengisap. Setelah lelehan logam dimasukkan kedalam mesin, mesin akan bekerja secara otomatis. Gerakan kebawah dari mesin pengisap akan menghasilkan tekanan yang akan menyebabkan logam menjadi terdorong kedalam ruang. Pada pengerasn logam,adalah membebaskan tekanan dan dies akan terbuka. Akhir dari pencetakan adalah pengeluaran oleh penjepit. Tekanan pada pengoperasian mesin ini adalah antara 5.600 sampai 22.000 psi Proses Detail Mesin ini dioperasikan dengan bantuan udara, dalam proses pengecorannya dilengkapi dengan sebuah leher angsa yang dioperasikan dengan alat pengangkat. Awal dari opreasi pengecoran dimulai dengan leher angsa yang menurun sampai

wadah logam cair berada. Leher angsa diisi melalui pipa oleh pengaruh gravitasi. Puncak dari mekanisme ini adalah leher angsa terangkat sampai bersentuhan dengan lubang cetakan dan terkunci pada posisi tersebut, lalu udara bertekanan masuk ke dalam cetakan, pada saat itu proses solidifikasi sedang berlangsung. Setelah logam menjadi solid tekanan udaranya dilepaskan dan leher angsa kembali ke posisi semula untuk menerima logam kembali. Cetakan terbuka dan hasil pengecoran dikeluarkan. Proses produksi pun dapat dilakukan kembali. Ukuran tekanan udara yang digunakan berkisar antara 80-600 psi. Gb. Alat peenyedot bahan yang akan dicetak (plunger). Alat ini digunakan terutama untuk nencetak campuran seng. COLD-CHAMBER PROCESS 1. Salah satu ciri dari cold chamber process mesin penuang terdiri dari ruang berbentuk silinder bertekanan, umumnya beroperasi secara hidrolis, yang mana memberikan tekanan kepada piston, kemudian cetakanya tertutup. Hanya logam cair yang diserok ke dalam silinder. Penekan dijalankan dan ditekan sampai menutup. Setelah logam solid lalu pusatnya dilepas, tekanannya dihilangkan, dan hasil pengecoran dikeluarkan dari separo cetakan yang diam atau tetap. Mesin Coldchamber dapat digunakan untuk pengecoran aluminium, magnesium, atau kuningan. Dengan metode ini dapat dihasilkan produk mulai dari 100 sampai 150 buah per jam.

2. Ciri lain dari mesin cold-chamber adalah menggunakan logam dalam keadaan semi cair atau dalam bentuk yangt liat (mudah diubah-ubah), yang mana pengoperasianya dapat dilakukan pada temperatur rendah di banding jika menggunakan logam lain. Masa pakai cetakan juga jadi lebih lama. Proses ini tidak memerlukan temperatur yang tinggi. Panas yang berlebihan dari cetakan dapat diturunkan dari penggunaan logam dalam bentuk semi cair, dan mengurangi penyebab rusaknya cetakan. Pendingin air pada cetakan berguna untuk melindungi dari panas yang berlebihan. Logam diserok dengan tangan (manual) ke dalam ruang kompresi. Ini berarti bahwa ruang compresi adalah bagian dari cetakan logam. Logam dituangkan ke dalam ruang cetakan pada bagian atas dan ditekan ke dalam ruang cetakan, lalu penumbuk dikeluarkan, cetakan di buka, dan cor-coran dikeluarkan. Logam yang cacat dibuang pada proses pengerjaan akhir. Cetakan pengecoran Cetakan untuk pengecoran umumnya dibuat menjadi dua bagian. Satu bagian adalah tetap, bagian depan dan yang lain berfungsi untuk mengeluarkan logam. Masing-masing dlengkapi dengan dua Pin (penyemat) atau alat lain untuk meluruskan kedua bagian, kebanyakan seperti pola yang terpisah. Kedua bagian cetakan bertemu pada garis pemisah, dan bergabung dengan sistem penguncian ketika dalam posisi tertutup. Dalam proses pengerasan cor-coran menciut ke inti Pin, dan akan ditahan oleh bagian pendorong dari cetakan. Saat laogam cair sudah mendingin, plat pendorong yang terdapat pada bagian yang bebas dimajukan secukupnya, tujuannya untuk mendorong cor-coran dari rongga. Proses produksi pun dapat dilakukan kembali. Cetakan dapat dikelompokan menjadi berikut : 1. Cetakan satu rongga 2. Cetakan multi rongga 3. Cetakan kombinasi 4. Cetakan unit

Cetakan pengecoran ini didesain untuk logam setengah cair atau dalam bentuk yang liat. Cetakan rongga tunggal hanya memproduksi satu cor-coran pada tiap operasinya. Dalam produksi dengan jumlah yang banyak, digunakan cetakan multi rongga, tujuannya untuk menghasilkan beberapa cor-coran dalan waktu yang sama. Cetakan kombinasi mempunyai dua atau lebih bentuk yang berbeda, yang mana dituang dalam waktu yang sama, pada saat itu pula sebuah penyangga cetakam menyangga atau memegang di beberapa cetakan pada waktu yang sama. Keuntungan Pengecoran Pengecoran ditujukan untuk produksi cepat dan dalam jumlah relatif banyak, sehingga biaya produksi relatif kecil. Selain itu, dihasilkan barang dengan bentuk dan ukuran yang relatif sama dibandingkan dengan menggunakan metode lain. Permukaan produknya pun relatif bagus. Yang paling bermanfaat dari pengecoran adalah kekuatan fatigue dari barang yang dihasilkan relative kuat. Pengecoran juga dapat menghasilkan barang dengan lekukan-lekukan rumit tanpa proses yang memakan waktu. Proses ini dapat digunakan untuk bahan seperti seng, alumunium, magnesium, tembaga, dan timah.

PENGECORAN LOGAM DAN CAMPURANNYA Campuran dasar seng Industri pengecoran menggunakan logam-logam tanpa campuran besi. Salah satu campuran dasarnya adalah seng. Umumnya seng dicampur dengan alumunium, magnesium, dan tembaga. Hasilnya berupa campuran seng yang kuat dan liat pada suhu normal. Campuran seng dapat dipadu dengan nikel atau kromium untuk memperindah tampilan. Campuran ini biasanya digunakan untuk pegangan rem pada motor, knalpot,dll. Campuran seng mempunyai titik leleh rendah yaitu 715-750 F. Sehingga waktu pemanasan lebih singkat dan mengurangi biaya produksi. Campuran dasar alumunium Dewasa ini banyak industri pengecoran yang menggunakan alumunium sebagai campuran dasar pengecoran, dikarenakan sifat alumunium yang ringan, mempunyai sisi yang bagus, dan tidak mudah berkarat. Akan tetapi alumunium lebih sukar dicetak daripada seng. Selain itu juga cetakan akan cepat rusak, dikarenakan campuran alumunium cenderung merusak logam cetakan jika bersinggungan terlalu lama. Silicon, tembaga dan magnesium adalah campuran yang digunakan dalam pengecoran alumunium. Pada umumnya campuran yang digunakan adalah alumunium-tembaga. Campuran dasar tembaga Diperlukan cetakan logam tahan panas apabila digunakan untuk pembuatan kuningan dan perunggu. Temperaturnya antara 1600-1900 F. Supaya cetakan tahan lama, campuran tembaga dicairkan di dapur pembantu, dan dipindah ke penghisap cold-chamber machine. Biaya produksi menjadi lebih mahal dibandingkan campuran yang lain, karena cetakannya cepat rusak.

Campuran dasar magnesium Campuran dasar magnesium adalah campuran yang paling ringan. Magnesium dicampur dengan alumunium, tetapi juga bisa dicampur dengan sedikit seng, tembaga dan nikel. Campuran magnesium dicetak dalam coldchamber machine (hampir sama dengan alumunium). Suhu penuangan sekitar 1200-1300 F. campuran ini biasa digunakan untuk alat-alat rumah tangga, komponen pesawat terbang, dll.

CENTRIFUGAL CASTING Pencetakan sentrifugal dilakukan dengan cara menuangkan lelehan logam ke dalam cetakan yang berputar, hingga produk mengeras. Logam itu menempel pada dinding cetakan, dikarenakan adanya gaya sentrifugal cetakan. Pada beberapa jenis centrifugal casting, inti digunakan untuk membentuk ruangan di dalam pencetakan. Produk yang didapat dengan cara ini mempunyai sifat-sifat fisik yang unggul dan ketelituian yang tinggi, dibanding dengan menggunakan cetakan pasir. Proses ini banyak memberikan perkembangan pada industri penecetakan pipa besi. ada tiga cara sentrifugal casting, yaitu : 1. True centrifugal 2. Semicentrifugal, dan 3. Centifuge. Besi tuang, pipa baja, tabung, dan benda silinder lainnya dihasilkan dengan proses itu, dikenal dengan true centrifugal casting. Cetakan diputar mendatar atau tegak lurus secara otomatis oleh mesin. Kecepatan putaran menghasilkan satu tenaga, yang dapat mempertahankan hasil cetakan agar tetap menempel pada permukaan dalam cetakan, hingga produk mengeras. Permukaan dalam cetakan berisi penggaris, yang dapat membuat material menjadi keras. Dalam metode pencetakan ini, inti tidak diperlukan. Ketebalan pipa diatur oleh jumlah logam yang dituangkan ke dalam cetakan. Kecepatan untuk metode ini harus diperkirakan dengan tepat. Kecepatan yang digunakan berkisar antara 50 sampai 3000 rpm, tergantung ukuran benda yang akan dibuat. Ada beberapa jenis cetakan yang digunakan dalam centrifugal casting. Tentunya, jenis tersebut digunakan tergantung pada benda yang akan dicetak dan jenis mesin yang akan digunakan untuk mencetak. Cetakan tersebut berisi selongsong yang terbuat dari besi atau baja, dan akan diputar sesuai dengan mekanisme yang terkendali. Cetakan itu akan baik bila dibuat dari biji pasir, yang kemudian dibakar dan ditempatkan didalam longsongan baja. Dengan cara ini hanya satu produk yang dapat dihasilkan dalam satu waktu.

Dalam proses pencetakan untuk logam bukan baja, digunakan cetakan permanen untuk campuran besi atau campuran baja. Bagian dalam cetakan berbentuk meruncing, sehingga memudahkan produk untuk mengeras. Ujung selongsongan ditutup dengan piringan (plat), dan logam dimasukkan kedalam cetakan. Jenis dari cetakan ini gepeng. Ini digunakan untuk pencetakan pendek. Misalnya gear, roda gigi, baling-baling kapal kecil, dll. Metode semicentrifugal dikerjakan ketika mencetak benda kecil atau menengah, seperti dalam membentuk tumpukan, yang dicetak dalam satu cetakan. Cara ini dapat menghasilkan cetakan yang padat. Untuk pembuatan ruang tengahnya dapat dikerjakan dengan pengoperasian yang terpisah/berlainan. Metode semicentrifugal menghasilkan ketebalan, dan kekuatan pada bagian luar. Gambar mesin centrifugal casting untuk membuat pipa baja, (dilihat dari samping) Gb. Mesin centrifugal casting (diligat dari atas)