Laporan Provinsi 433 Kalimantan Timur Lembuswana Lembuswana adalah hewan dalam mitologi rakyat Kutai yang hidup sejak zaman Kerajaan Kutai. Lembuswana menjadi lambang Kerajaan Kutai hingga Kesultanan Kutai Kartanegara. Hewan ini memiliki semboyan Tapak Leman Ganggayaksa.
434 Penghitungan Indeks Indonesia 2012-2014 Profil Kalimantan Timur Ibu : Samarinda Luas Wilayah : 129.067 km 2 Jumlah Penduduk : 3,55 juta Kepadatan Penduduk : 26 jiwa/km 2 PDRB/Kapita 2) : Rp 22,7 juta IPM : 73,82 Angka Pengangguran 3) : 7,38% Koefisien Gini 4) : 0,371 2014 Profil Jumlah Rumah Tangga Miskin : 226.810 Jumlah Penduduk Miskin : 995.259 Angka : 23,0% Keparahan : 40,04% Indeks : 0,092 Karakter Perbandingan 92,6% 50,8% 74,1% 17,4% 61,8% 9,8% 134.172 92.638 51,3% 44,9% 9,7% 0,0% 616.492 378.767 36,0% 15,1% 41,6% 37,8% 44,6% 0,149 IKM 0,057 Keterangan Simbol RT Miskin Persentase Penduduk Miskin Penduduk Miskin IKM Keparahan Indeks Keterangan 1) Semua perhitungan kecuali pada jumlah penduduk miskin IKM menggunakan standar rumah tangga 2) PDRB/kapita tanpa Migas 3) Data Agustus 2014 4) Data 2013
Laporan Provinsi 435 Peta Provinsi Kalimantan Timur 2013 MALINAU 9 NUNUKAN 23 2 TANA TIDUNG BULUNGAN 14 17 KOTA TARAKAN MAHAKAM ULU 0 KUTAI BARAT PENAJAM PASER UTARA 18 26 35 5 16 32 24 10 17 KUTAI KARTANEGARA PASER BERAU KUTAI TIMUR KOTA BONTANG KOTA SAMARINDA KOTA BALIKPAPAN Keterangan RT Miskin (%) >50 40-50 30-40 20-30 <20 n.a. Jumlah RT Miskin (dalam ribu) Keterangan Simbol Karakteristik Akses air bersih Sanitasi Pembantu Kelahiran Gizi Seimbang Anak Balita Partisipasi Sekolah Melek Huruf Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Bahan Bakar Memasak Sumber Penerangan Kondisi Atap Lantai Dinding Kepemilikan Aset Rumah
436 Penghitungan Indeks Indonesia 2012-2014 Analisis Kalimantan Timur Profil Provinsi Kalimantan Timur merupakan wilayah yang kaya akan bahan tambang dan perkebunan, terutama sawit. Namun, di beberapa daerah, masyarakatnya masih terbelit kemiskinan multidimensi. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Salah satu diantaranya adalah dengan memekarkan diri. Pada tahun 2012, lima kabupaten/kota di wilayah utara bergabung membentuk Provinsi Kalimantan Utara. Kelima daerah tersebut adalah Kabupaten Nunukan, Bulungan, Tanah Tidung, Malinau, dan Tarakan. Namun dalam pembahasan profil kemiskinan multidimensi ini, data Provinsi Kalimantan Timur masih mencakup wilayah Provinsi Kalimantan Utara. Dalam hal kemiskinan multidimensi, kondisi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur menunjukkan perbaikan pada kurun waktu 2012-2014. Perbaikannya ditunjukkan secara konsisten oleh kelima parameternya. Parameter tersebut adalah jumlah rumah tangga miskin, jumlah penduduk miskin, angka kemiskinan multidimensi, keparahan kemiskinan multidimensi, dan Indeks. Tabel 1 menunjukkan bahwa pada tahun 2012 jumlah rumah tangga miskin multidimensi sebesar 276.000. Dua tahun kemudian turun menjadi 226.000 rumah tangga. Penurunan jumlah rumah tangga ini menyebabkan angka kemiskinan multidimensi juga ikut turun menjadi 22,9 persen pada tahun 2014. Dua tahun sebelumnya masih tercatat sebesar 28,9 persen. Demikian pula dengan keparahan kemiskinan multidimensi semakin membaik selama tiga tahun tersebut. Ini berimbas pada kondisi Indeks yang juga cenderung membaik. Meski secara umum kemiskinan multidimensi Kaltim menurun, keparahan multidimensi di perdesaan pada tahun 2014 justru meningkat, padahal pada tahun 2013 angkanya turun. Semula tahun 2012 keparahan di perdesaan tercatat 41,2 persen. Setahun Tabel 1 Profil Kalimantan Timur 2012-2014 Keterangan Jumlah Rumah Tangga Miskin Jumlah Penduduk Miskin (Jiwa) Angka (%) Keparahan (%) Indeks 2012 2013 2014 + + + 159.985 116.126 276.111 138.274 109.273 247.547 134.172 92.638 226.810 675.306 471.029 1.146.335 593.700 448.684 1.042.384 616.492 378.767 995.259 43,6 19,8 29,0 37,3 17,8 25,2 36,0 15,1 23,0 41,2 39,7 40,6 41,1 39,4 40,4 41,6 37,8 40,0 0,180 0,079 0,118 0,153 0,070 0,102 0,149 0,057 0,092
Laporan Provinsi 437 kemudian kondisinya membaik menjadi 41,1 persen. Kemudian pada tahun 2014 meningkat menjadi 41,6 persen. Angka Selama periode 2012-2014, angka kemiskinan multidimensi di Provinsi Kaltim menunjukkan tren penurunan. Pola yang sama terjadi pula di wilayah perdesaan dan perkotaan. Sama halnya dengan tren di level nasional. Adapun pola kemiskinan moneternya sedikit berbeda. Pada awalnya relatif stabil pada tahun 2013, kemudian menurun pada tahun 2014. Grafik 1 menunjukkan bahwa pada tahun 2012, angka kemiskinan multidimensi sebesar 29 persen. Setahun kemudian kondisinya membaik menjadi 25,2 persen. Pada tahun 2014 kembali membaik menjadi 23 persen. Adapun pola kemiskinan yang dihitung berdasarkan pengeluaran rumah tangga pada tahun 2013 stabil, sama dengan tahun sebelumnya, yaitu sebesar 6,38 persen. Kemudian pada tahun 2014 kondisinya membaik menjadi 6,31 persen. Dibandingkan dengan angka kemiskinan nasional, kondisi Provinsi Kaltim masih lebih baik. Pada tahun 2014, angka kemiskinannya sebesar 23 persen, sedangkan level nasional sebesar 29,7 persen, seperti terlihat pada Grafik 2. Demikian pula kondisi di perdesaan dan perkotaan masih lebih baik dibandingkan dengan kondisi perdesaan dan perkotaan nasional. Jika dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Kalimantan, Provinsi Kaltim paling sejahtera. Kondisinya hanya di bawah Provinsi DKI Jakarta, DIY, Kepulauan Bangka Belitung, dan Bali. Namun, kemiskinan multidimensi menjadi masalah yang serius bagi masyarakat perdesaan. Baik di tingkat provinsi maupun nasional, angka kemiskinan perdesaan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan angka kemiskinan di perkotaan. Setidaknya pada tahun 2014, 36 persen rumah tangga miskin di perdesaan tidak mampu mengakses kebutuhan dasar yang layak. Adapun di perkotaan hanya sekitar 15,1 persen rumah tangga miskin yang tidak mampu mengakses kebutuhan dasar. Tingkat kemiskinan multidimensi kabupaten/kota di Kalimantan Timur cukup bervariasi berkisar 11,8-55,2 persen. Daerah yang tertinggi angka kemiskinan multidimensinya adalah Kabupaten Nunukan, Tana Tidung, dan Malinau. Ketiga daerah tersebut sekarang bergabung di Provinsi Kalimantan Utara. Adapun daerah dengan angka kemiskinan terendah terdapat di perkotaan, yaitu Bontang. Keparahan Keparahan kemiskinan multidimensi menunjukkan tingkat keparahan kemiskinan Grafik 1 Perbandingan Angka dengan Angka Moneter (%) 35,0% 30,0% 25,0% 29,0% 25,2% 23,0% 20,0% 15,0% 10,0% 5,0% 0,0% 6,38% 6,38% 6,31% 2012 2013 2014 Tahun Angka Angka Moneter (BPS)
438 Penghitungan Indeks Indonesia 2012-2014 dari tiga dimensi, yaitu pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidup. Secara umum, keparahan kemiskinan di Provinsi Kaltim menunjukkan tren penurunan. Namun, sedikit berbeda dengan tingkat nasional yang kondisinya stabil pada rentang waktu 2013-2014. Jika diperdalam di tingkat perdesaan dan perkotaan, kondisi keparahan kemiskinan di perdesaan cenderung meningkat pada tahun 2014. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada persoalan yang belum tertangani di wilayah perdesaan. Grafik 3 menunjukkan bahwa kondisi keparahan multidimensi Kaltim membaik pada tahun 2013 menjadi 40,4 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 40,6 persen. Setelah setahun kemudian, kondisinya membaik menjadi sebesar 40 persen rumah tangga miskin. Namun, keadaan ini berbeda dengan rumah tangga yang tinggal di perdesaan. Keparahan kemiskinan meningkat pada tahun 2014. Pada tahun 2013 kondisinya turun menjadi 41,1 persen yang setahun sebelumnya sebesar 41,2 persen. Adapun pada tahun 2014, keparahannya memburuk menjadi 40,6 persen. Dibandingkan dengan tingkat nasional, kondisi keparahan kemiskinan multidimensi Kaltim lebih baik. Persentasenya sedikit di Grafik 2 Angka (%) menurut - 50,0 45,0 40,0 35,0 30,0 25,0 20,0 15,0 10,0 5,0-43,6 47,6 42,2 37,3 40,8 35,0 36,0 29,0 30,8 29,7 25,2 22,2 19,8 23,0 19,4 17,8 18,5 15,1 + + 2012 2013 2014 Kalimantan Timur Nasional Grafik 3 Keparahan (%) menurut - 44,0 43,0 42,0 41,0 40,0 39,0 38,0 37,0 36,0 35,0 43,4 42,7 41,1 41,6 40,6 41,2 40,4 40,0 39,739,4 37,8 42,7 42,4 41,8 41,8 40,3 40,0 39,6 + + 2012 2013 2014 Kalimantan Timur Nasional
Laporan Provinsi 439 bawah nasional. Pada tahun 2014, tingkat keparahan Kaltim sebesar 40 persen, sedangkan level nasional sebesar 41,8 persen. Dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Kalimantan, Provinsi Kaltim masih lebih baik kondisi masyarakatnya. Secara nasional, posisi Kaltim di bawah DIY, DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, dan Jawa Tengah. Indeks Menurunnya angka dan keparahan kemiskinan multidimensi di Kaltim mendorong menurunnya Indeks. Pada kurun waktu 2012-2014, Indeks menunjukkan tren penurunan. Kondisi ini sejalan pula dengan kondisi di perdesaan, perkotaan, dan tingkat nasional. Grafik 4 menunjukkan bahwa pada tahun 2012 Indeks sebesar 0,118. Setahun kemudian, indeksnya turun menjadi 0,102. Selanjutnya pada tahun 2014 terus membaik menjadi 0,092. Jika dilihat dari status wilayahnya, indeks kemiskinan di perdesaan lebih tinggi dibandingkan dengan perkotaan. Pada tahun 2014 kondisi di perdesaan sebesar 0,149, sedangkan di perkotaan sebesar 0,057. Terbatasnya akses layanan publik menjadi salah satu penyebab tingginya kemiskinan di perdesaan. Posisi Kaltim masih paling baik di antara provinsi di Pulau Kalimantan. Jika terhadap nasional, posisinya masih lebih baik. Kondisi kesejateraan masyarakatnya hanya di bawah DKI Jakarta, DIY, Kepulauan Bangka Belitung, dan Bali. Sementara itu, di tingkat kabupaten/kota, daerah yang paling tinggi Indeks nya terdapat di Kabupaten Nunukan, Tana Tidung, dan Malinau. Sekarang, ketiga daerah ini tergabung di Provinsi Kalimantan Utara. Adapun tiga daerah yang terendah terdapat di perkotaan, yaitu Bontang, Samarinda, dan Balikpapan. Kesimpulan dan Rekomendasi Kesimpulan Masalah di Kalimantan Timur adalah air bersih, sumber penerangan, asupan gizi yang tidak seimbang pada anak balita, sanitasi, dan akses pada layanan pendidikan prasekolah. Persoalan air bersih menjadi persoalan utama bagi rumah tangga miskin di Kaltim. Bahkan dalam kurun waktu 2012-2014 kondisinya cenderung meningkat. Pada tahun 2012 rumah tangga yang tidak mampu men- Grafik 4 Indeks menurut - 0,250 0,200 0,150 0,100 0,050 0,180 0,153 0,149 0,118 0,102 0,092 0,079 0,070 0,057 0,207 0,180 0,174 0,090 0,077 0,074 0,149 0,129 0,124 - + + Kalimantan Timur Nasional 2012 2013 2014
440 Penghitungan Indeks Indonesia 2012-2014 gakses air bersih yang layak sekitar 90,3 persen rumah. Dua tahun kemudian kondisinya memburuk menjadi 92,6 persen. Bertambahnya persen rumah tangga miskin yang tidak mampu mengakses air bersih yang sehat ini dipengaruhi oleh meningkatnya rumah tangga miskin di perdesaan yang tidak mampu mengakses air bersih pada tahun 2014. Kebutuhan air bersih masyarakat perdesaan harus bersaing dengan kegiatan penambangan dan perkebunan sawit. Kondisi ini banyak dijumpai di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur. Kegiatan penambangan menyebabkan hilangnya sumber-sumber air bersih di sekitar masyarakat perdesaan. Ditambah lagi adanya ekspansi perkebunan kelapa sawit yang sangat membutuhkan air banyak. Jika ketersediaan air bersih terbatas, dampaknya akan berimbas pada kondisi sanitasi yang tidak sehat. Sanitasi yang tidak layak menjadi persoalan di rumah tangga miskin. Masyarakat miskin akhirnya memanfaatkan air kotor untuk kegiatan MCK-nya. Meski demikian, dalam kurun waktu tiga tahun kondisinya terus membaik. Pada tahun 2012 kondisinya sebesar 56,5 persen. Dua tahun kemudian tercatat sebesar 51,3 persen. Anak balita di rumah tangga miskin kebanyakan kurang mendapatkan gizi yang berimbang. Kondisinya memprihatinkan selama kurun waktu tiga tahun. Pada tahun 2012, persentase rumah tangga yang memiliki anak balita dengan gizi tidak seimbang tercatat 48,1 persen. Dua tahun kemudian bertambah 13,6 persen menjadi 61,8 persen. Provinsi Kaltim termasuk daerah sumber energi, seperti minyak bumi dan tambang batu bara, tetapi kenyataannya masih banyak masyarakat miskinnya yang belum terlayani listrik dengan baik. Meskipun demikian, selama kurun waktu tiga tahun kondisinya menunjukkan perbaikan. Pada tahun 2012, rumah tangga miskin yang tidak mampu mengakses sumber penerangan yang layak tercatat 85,2 persen. Pada tahun 2014 kondisinya membaik menjadi 74,1 persen. Selain dimensi kesehatan dan kualitas hidup, salah satu indikator pendidikan juga berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari, yaitu akses pada layanan pendidikan prasekolah. Pendidikan prasekolah ini penting karena menjadi salah satu tempat awal untuk membentuk generasi muda yang berkualitas selain lingkup keluarga. Data menunjukkan, rumah tangga miskin masih sulit mengakses pendidikan prasekolah seperti taman kanak-kanak, pendidikan anak usia dini, dan kelompok bermain. Rekomendasi Penanggulangan kemiskinan multidimensi di Provinsi Kaltim mesti menyentuh sasaran yang tepat, terutama pada persoalan-persoalan akses air bersih, sumber penerangan, dan gizi yang seimbang bagi anak balita pada keluarga miskin. Pemerintah daerah perlu memberi perhatian khusus sebab rumah tangga miskin yang tidak memiliki akses air bersih menunjukkan tren yang meningkat. Hal yang sama terjadi pada persoalan asupan gizi yang seimbang bagi anak balita, serta akses pada layanan pendidikan prasekolah. Cakupan wilayah yang luas serta kondisi geografi yang relatif sulit untuk diakses menjadikan tantangan untuk menanggulangi kemiskinan multidimensi semakin besar. Belum lagi adanya migrasi penduduk antarwilayah yang tergolong tinggi membuat penanganan persoalan-persoalan kependudukan menjadi lebih rumit. Hal ini masih terjadi sebab didorong oleh masih terkonsentrasinya kegiatan-kegiatan ekonomi, baik pertambangan maupun perkebunan di sejumlah wilayah tertentu di provinsi ini. Keunggulan Provinsi Kaltim dalam hal ukuran ekonominya seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mendorong percepatan kesejahteraan masyarakat dalam dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup. Saat ini, tidak kurang dari dua pertiga nilai kegiatan ekonomi Pulau Kalimantan, yang ditunjukkan dari produk domestik regional bruto (PDRB), merupakan hasil kontribusi dari Provinsi Kaltim. Provinsi ini sendiri masih mengandalkan kegiatan pertambangan dan penggalian yang bersifat ekstraktif. Dengan memperhatikan permasalahan utama yang dialami oleh rumah tangga miskin, upaya penanggulangan kemiskinan mul-
tidimensi di provinsi ini perlu diarahkan sebagai berikut: 1. Peningkatan jaringan air bersih terutama untuk konsumsi di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Nunukan, dan Samarinda. 2. Perbaikan asupan gizi pada anak balita di rumah tangga miskin di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Balikpapan, dan Samarinda 3. Perbaikan sanitasi lingkungan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Nunukan, Kutai Timur, dan Samarinda 4. Meningkatkan akses sumber penerangan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Nunukan, dan Samarinda 5. Meningkatkan akses pendidikan prasekolah di Kabupaten Nunukan, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Balikpapan. Laporan Provinsi 441
442 Penghitungan Indeks Indonesia 2012-2014 Lampiran 1 Jumlah RT Miskin Menurut Dimensi dan Indikator 2012-2014 2012 2013 2014 Indikator + + + 108.618 47.489 156.107 87.245 40.686 127.932 79.945 36.465 116.410 147.543 101.717 249.259 126.469 98.705 225.174 128.284 81.849 210.134 27.769 11.455 39.225 26.332 13.563 39.895 32.303 7.165 39.468 64.716 68.181 132.897 69.278 65.738 135.015 82.056 58.019 140.075 14.195 7.790 21.986 12.779 8.641 21.420 14.151 8.162 22.313 18.758 7.420 26.179 17.662 7.017 24.679 18.564 3.491 22.055 64.738 61.301 126.039 61.848 60.572 122.420 61.602 53.557 115.160 149.373 85.775 235.148 126.663 78.770 205.433 111.370 56.764 168.134 118.137 58.117 176.254 87.430 40.664 128.094 74.734 26.356 101.090 1.473 624 2.097 283-283 - - - 43.153 77.157 120.309 35.154 77.293 112.447 34.732 67.007 101.740
Laporan Provinsi 443 Lampiran 2 Menurut Kabupaten/ 2012 Kode KABUPATEN/KOTA Jumlah RT Miskin Angka (%) Keparahan (%) Indeks 6401 Pasir 26.700 42,5 40,8 0,173 6402 Kutai Barat 17.944 43,2 40,9 0,177 6403 Kutai 44.458 26,2 38,6 0,101 6404 Kutai Timur 32.720 43,2 41,9 0,181 6405 Berau 21.644 45,5 40,4 0,184 6406 Malinau 7.057 46,9 45,1 0,211 6407 Bulungan 14.066 47,5 41,5 0,197 6408 Nunukan 20.992 56,0 44,3 0,248 6409 Penajam Paser Utara 11.929 31,8 39,7 0,126 6410 Tana Tidung 2.553 58,0 45,0 0,261 6471 Balikpapan 14.343 9,8 38,7 0,038 6472 Samarinda 34.470 17,8 37,7 0,067 6473 Tarakan 20.101 39,7 42,7 0,170 6474 Bontang 7.136 17,8 38,7 0,069 64 KALTIM 276.111 Lampiran 3 Menurut Kabupaten/ 2013 Kode KABUPATEN/KOTA Jumlah RT Miskin Angka (%) Keparahan (%) Indeks 6401 Pasir 17.204 25,8 41,0 0,106 6402 Kutai Barat 16.459 38,9 39,7 0,155 6403 Kutai 35.020 21,1 39,9 0,084 6404 Kutai Timur 25.731 32,3 41,1 0,133 6405 Berau 18.020 36,6 39,1 0,143 6406 Malinau 8.731 50,5 41,6 0,210 6407 Bulungan 13.732 47,1 40,1 0,189 6408 Nunukan 22.655 55,5 44,3 0,246 6409 Penajam Paser Utara 10.244 26,9 40,9 0,110 6410 Tana Tidung 2.079 52,2 41,1 0,214 6471 Balikpapan 23.976 15,8 39,0 0,061 6472 Samarinda 31.820 15,2 38,6 0,059 6473 Tarakan 17.158 34,9 41,3 0,144 6474 Bontang 4.719 11,8 37,6 0,045 64 KALTIM 247.547
444 Penghitungan Indeks Indonesia 2012-2014 Lampiran 4 Karakteristik 2012-2014 0,0 0,1 0,8 9,7 10,0 9,5 9,8 8,7 8,0 17,4 16,1 14,2 44,9 45,4 43,6 44,6 51,7 50,8 49,5 45,6 54,5 48,1 51,3 51,7 56,5 61,8 63,8 74,1 83,0 85,2 92,6 91,0 90,3 0,0 10,0 20,0 30,0 40,0 50,0 60,0 70,0 80,0 90,0 2014 2013 2012
Laporan Provinsi 445 Lampiran 5 Jumlah RT Miskin Menurut Karakteristik 2012 (Ribu) KABUPATEN/ KOTA Jumlah RT Miskin Dimensi Kesehatan Dimensi Pendidikan Dimensi Standar Kualitas Hidup Pasir 26,7 14,7 25,4 4,5 11,8 2,2 4,1 10,6 25,2 18,2 1,0 7,6 Kutai Barat 17,9 13,8 16,6 3,0 7,3 2,1 0,9 7,2 17,7 14,3-1,9 Kutai 44,5 28,1 42,5 3,1 19,3 5,1 2,7 21,0 38,1 20,6 0,2 15,4 Kutai Timur 32,7 17,8 31,5 5,9 16,5 2,4 1,0 13,6 32,0 21,5-16,6 Berau 21,6 13,9 17,6 1,2 7,0 1,7 2,1 9,7 19,0 19,0-9,3 Malinau 7,1 4,6 5,0 1,9 3,0 0,8 2,0 3,5 6,5 7,0-1,7 Bulungan 14,1 7,4 13,3 2,4 5,5 0,8 1,7 4,9 12,2 13,7 0,1 5,6 Nunukan 21,0 14,7 19,1 7,9 8,9 1,2 3,6 8,6 18,8 17,3 0,2 6,7 Penajam 11,9 7,6 10,0 2,8 5,7 0,8 2,3 4,3 10,5 7,2 0,3 2,9 Paser Utara Tana Tidung 2,6 1,1 2,4 1,1 1,6 0,2 0,4 0,9 2,5 2,5 0,0 0,6 Balikpapan 14,3 4,8 12,4 1,4 9,0 1,8 2,0 6,5 11,3 3,5 0,3 10,2 Samarinda 34,5 13,4 28,5 1,7 20,5 1,4 1,8 20,2 23,8 11,7-25,4 Tarakan 20,1 10,6 18,8 1,6 12,5 1,1 0,9 11,7 11,3 18,6-11,3 Bontang 7,1 3,6 6,2 0,7 4,2 0,5 0,7 3,4 6,1 1,1 0,1 5,1 KALTIM 276 156 249 39 133 22 26 126 235 176 2 120
446 Penghitungan Indeks Indonesia 2012-2014 Lampiran 6 Jumlah RT Miskin menurut Karakteristik 2013 (Ribu) KABUPATEN/ KOTA Jumlah RT Miskin Dimensi Kesehatan Dimensi Pendidikan Dimensi Standar Kualitas Hidup Pasir 17,2 11,1 16,4 2,0 9,8 1,4 2,0 7,9 16,3 9,6-4,4 Kutai Barat 16,5 12,1 15,5 1,6 7,0 1,4 1,1 7,6 16,3 10,5-1,9 Kutai 35,0 20,9 32,6 7,7 23,2 2,6 3,2 19,3 28,7 8,0-13,1 Kutai Timur 25,7 12,5 24,3 5,6 13,1 1,6 2,3 13,6 23,9 13,5 0,0 10,7 Berau 18,0 10,1 16,2 1,6 7,0 1,4 1,5 6,2 15,5 15,7-6,1 Malinau 8,7 5,4 5,8 1,2 3,3 0,9 2,1 4,5 7,8 8,7 0,0 1,4 Bulungan 13,7 7,6 12,5 2,2 5,1 1,6 2,1 4,0 11,3 13,3-3,9 Nunukan 22,7 12,9 21,6 7,8 11,7 2,0 2,7 10,1 20,0 18,0-8,4 Penajam 10,2 5,2 8,8 1,7 6,0 2,0 2,2 5,7 8,1 4,0 0,2 3,2 Paser Utara Tana Tidung 2,1 0,8 2,1 0,6 1,0 0,1 0,5 0,5 1,9 2,0-0,3 Balikpapan 24,0 6,7 19,8 4,9 17,8 1,5 0,9 15,6 16,6 3,6-18,9 Samarinda 31,8 13,1 29,2 1,5 17,7 2,8 2,9 15,4 26,2 4,9-26,7 Tarakan 17,2 8,4 16,6 0,7 9,5 1,3 0,7 9,3 9,3 15,8-9,5 Bontang 4,7 1,2 3,8 0,6 2,9 0,5 0,5 2,7 3,5 0,5 0,0 3,8 KALTIM 248 11 16 2 10 1 2 8 16 10-4
Laporan Provinsi 447 Lampiran 7 Peta Indikator Indikator KABUPATEN/KOTA Kutai Samarinda Nunukan Kutai Timur Kutai Samarinda Kutai Timur Nunukan Kutai Balikpapan Samarinda Kutai Timur Nunukan Kutai Kutai Timur Balikpapan Kutai Samarinda Kutai Timur Nunukan