PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER

dokumen-dokumen yang mirip
ROUTING STATIS DAN DINAMIS

LAPORAN PRAKTIKUM IV MANAGEMENT INTERNETWORKING & ROUTER ROUTING ROUTING DINAMIS. Disusun oleh: Oktavia Indriani IK 3B

KONFIGURASI CISCO ROUTER

Static Routing & Dynamic Routing

menyangkut semua router dan konfigurasi-konfigurasi yang menggunakan IP. Routing IP adalah proses memindahkan paket dari satu network ke network lain

Dynamic Routing (OSPF) menggunakan Cisco Packet Tracer

MODUL 03 PRAKTIKUM TIM ASISTEN SISTEM OPERASI 2014

Dynamic Routing (RIP) menggunakan Cisco Packet Tracer

Analisis Routing EIGRP dalam Menentukan Router yang dilalui pada WAN

Modul Pelatihan Routing dengan Cisco NCC Teknik Informatika ITS

Modul 4 Routing RIP (Routing Information Protocol)

Sip, sekarang coba designkan saya sebuah jaringan Komputer seperti dibawah ini. Gambar 1 : Jaringan Komputer Lab A

Pendahuluan. 0Alamat IP berbasis kepada host dan network. 0Alamat IP berisi informasi tentang alamat network dan juga alamat host

PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER SEMESTER GENAP MODUL IV PENYETINGAN 2 ROUTER DENGAN ROUTING PROTOCOL DISTANCE VEKTOR MENGGUNAKAN PACKET TRACER

Gambar 18. Koneksi Peer to Peer. Switch. Komputer B. Gambar 19. Topologi Star menggunakan 3 PC

Percobaan 4 Jaringan Hybrid: Kabel dan Nirkabel

MODUL SISTEM JARINGAN KOMPUTER MODUL 6 DYNAMIC ROUTING

BAB IV CISCO PACKET TRACER

Modul Cisco Packet Tracer

MODUL III Membuat Server HTTP Pada Jaringan

Modul 9 Dasar Troubleshooting Router

INTERNETWORKING. Dosen Pengampu : Syariful Ikhwan ST., MT. Submitted by Dadiek Pranindito ST, MT,. SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM LOGO

MODUL SISTEM JARINGAN KOMPUTER MODUL 4 JARINGAN HYBRID

2 ) menggunakan simulator untuk mensimulasikan Routing & konfigurasi sebenarnya. 4 ) Mampu mengkonfigurasi Routing Dynamic RIP,EIGRP, OSPF

BAB IV PEMBAHASAN Teknik Pengkabelan Twisted Pair

Protokol Routing. Muhammad Zen Samsono Hadi, ST. MSc.

PERCOBAAN ROUTING INFORMATION PROTOCOL (RIP)

ROUTING. Melwin Syafrizal Daulay, S.Kom.,., M.Eng.

MODUL CISCO STATIC ROUTING

STATIC & DYNAMIC ROUTING. Rijal Fadilah, S.Si

PROTOKOL ROUTING. Budhi Irawan, S.Si, M.T

Distance Vector Routing Protocols

DYNAMIC ROUTING. Semua router memiliki informasi lengkap mengenai topologi, link cost. Contohnya adalah algoritma link state.

Modul 6 Routing dan protokol routing

Pengalamatan IP (IP Addressing) dan Konfigurasi TCP/IP

IP Address dan Pengkabelan

Pada bab 6 akan dijelaskan tentang konsep Routing dan jenisnya serta jenis-jenis protokol routing untuk komunikasi antar router di jaringan.

Routing LOGO. Muh. Izzuddin Mahali, M.Cs.

Mata kuliah Jaringan Komputer Jurusan Teknik Informatika - UNIKOM

RANGKUMAN CARA MEMBANGUN JARINGAN ANTARA A 2 KOMPUTER

SILABUS MATAKULIAH. Revisi : 0 Tanggal Berlaku : September 2013

LATAR BELAKANG DAN SEJARAH

9.1 Menghubungkan dua jaringan yang berbeda dengan satu router

TUTORIAL SOFTWARE SIMULASI JARINGAN KOMPUTER PACKET TRACER 5.0 (DILENGKAPI DENGAN CD PROGRAM DAN VIDEO TUTORIAL)

Kholid Fathoni, S.Kom., M.T.

IP ADDRESSING & SUBNETTING. M. Teguh Kurniawan Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom

TUTORIAL CISCO PACKET TRACER 5

KONFIGURASI ROUTING PROTOCOL RIP (ROUTING INFORMATION PROTOCOL) PADA JARINGAN WIDE AREA NETWORK (WAN) MELALUI SIMULASI DENGAN PACKET TRACER 5.

Tujuan Menjelaskan role (peran) protokol routing dinamis dan menempatkannya dalam konteks desain jaringan modern.

32 bit. Gambar 1. Panjang bit IP Address

Cara Setting IP Address DHCP di

RIP dan Static Routing

PRAKTIKUM KONEKSI JARINGAN MEDIA KABEL DAN WIFI LAPORAN. OLEH : SHOFIYATUN NAJAH NIM Offering E

SILABUS PENGANTAR SISTEM OPERASI DAN JARINGAN KOMPUTER

Modul 8 Cisco Router (Dynamic Routing)

TK 2134 PROTOKOL ROUTING

PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER SEMESTER GENAP MODUL V PENYETINGAN 2 ROUTER DENGAN ROUTING PROTOCOL LINK STATE MENGGUNAKAN PACKET TRACER

Troubleshooting Router

Cisco Packet Tracer 5.3.2

JARINGAN KOMPUTER S1SI AMIKOM YOGYAKARTA

DASAR-DASAR ROUTING IP PADA JARINGAN

INTERNETWORKING. Dosen Pengampu : Syariful Ikhwan ST., MT. Submitted by Dadiek Pranindito ST, MT,. SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM LOGO

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu

MODUL PRAKTIKUM. (Mengkonfigurasi Router dengan Metode Static Routing) Disusun Oleh : Yudi Firman Santosa, ST. Static Routing

Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Subnnetting

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

ROUTING. Pengiriman Langsung & Tidak Langsung

SINGUDA ENSIKOM VOL. 7 NO. 3/ Juni 2014

Modul 8 Cisco Router RIP

Routing. Institut Tekonolgi Sepuluh Nopember Surabaya

PRAKTIKUM ROUTING STATIK

BAB III METODE PENELITIAN. Metodologi penelitian yang digunakana dalam penulisan skripsi ini adalah

Materi Praktikum Studi Kasus Penyelesaian Subnetting dan Routing Static

Jaringan Komputer. Konfigurasi Dynamic Routing RIP

PETUNJUK PELAKSANAAN PRAKTIKUM ET3100 PRAKTIKUM TEKNIK TELEKOMUNIKASI 3: JARINGAN KOMPUTER

IMPLEMENTASI STATIC NAT TERHADAP JARINGAN VLAN MENGGUNAKAN IP DYNAMIC HOST CONFIGURATION PROTOCOL (DHCP)

UNIT I IP Address, Subnetting, VLSM dan IP Assignment

file:///c /Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/My%20Web%20Sites/mysite3/ebook/pc/konsep%20router.txt

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

KONFIGURASI ROUTING OSPF PADA ROUTER CISCO

INSTALASI DAN KONFIGURASI DASAR PC-ROUTER DENGAN LINUX REDHAT 9.0

Perancangan dan Analisis Redistribution Routing Protocol OSPF dan EIGRP

MODUL PRAKTIKUM TEKNIK KOMPUTER JARINGAN (TKJ) (NETWORKING WITH CISCO PACKET TRACER) Disusun Oleh : Alex C. Andaria, ST

Fungsi jembatan adalah menghubungkan dan mengintegrasikan 2 tempat yang terpisah.

Analisis Kinerja EIGRP dan OSPF pada Topologi Ring dan Mesh

Nugroho Agus H., M.Si.

PETUNJUK PELAKSANAAN PRAKTIKUM ET3100 PRAKTIKUM TEKNIK TELEKOMUNIKASI 3: JARINGAN KOMPUTER

AKHMAD FAJRI YUDIHARTO( ) Tugas 3. Vlan Menggunakan 2 Switch

MODUL 3 SUBNETTING & PENGATURAN IP PADA LOKAL AREA NETWORK

Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Routing Static

Networking BAB 5 ROUTER. 5.1 Router

KONFIGURASI ROUTING OSPF PADA ROUTER CISCO Kamaldila Puja Yusnika


BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

SETTING JARINGAN KOMPUTER

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

NETWORK LAYER. Lapisan jaringan atau Network layer adalah lapisan ketiga dari bawah dalam model referensi jaringan OSI

BAB IV PELAKSANAAN PEMASANGAN DATA INTERNET

Membuat simulasi Jaringan Router Serial dengan Packet Tracer

IP Subnetting dan Routing (1)

Transkripsi:

MODUL PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA ST3 TELKOM PURWOKERTO 2015

A. Standar Kompetensi Mata Kuliah Semester MODUL I PENGKABELAN : Praktikum Jaringan Komputer : 1 (Satu) Alokasi Waktu : 100 menit Mampu membuat kabel UTP straight dan cross yang digunakan dalam jaringan komputer B. Kompetensi Dasar 1. Teori mengenai kabel UTP 2. Standar TIA/EIA 368 A dan TIA/EIA 368 B 3. Tipe penyambungan kabel UTP C. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti praktikum siswa diharapkan dapat: 1. Membuat susunan kabel UTP 2. Memasang kabel UTP pada konektor RJ-45 3. Membuat kabel UTP Straight-through dan Cross-over D. Dasar Teori Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) merupakan salah satu jenis media kabel yang digunakan dalam jaringan komputer (LAN). Kabel UTP berisi 4 pilinan kabel yang berpasangan (twisted pair). Kabel UTP digunakan untuk menghubungkan PC dengan PC atau PC dengan perangkat hub/switch. Kabel ini disebut unshielded karena tidak memiliki pelindung seperti halnya kabel STP (Shielded Twisted Pair). Dalam implementasi kabel UTP diperlukan RJ-45 yang berfungsi menghubungkan kabel UTP dengan perangkat. Gambar 1. Kabel UTP

Kabel UTP memiliki beberapa kategori, kategori kabel UTP yang sering digunakan dalam jaringan komputer adalah: Standar pengurutan kabel UTP ada 2 yaitu: T568A T568B Gambar 2. Kategori Kabel UTP[1] Gambar 3. Standar Pengurutan Warna Kabel UTP

I. Perangkat II. 1. Kabel UTP Cat 5 2. Konektor RJ-45 Prosedur Praktikum LEMBAR KERJA MODUL I Nama :... NIM :... Praktikum Membuat Susunan Kabel UTP Straight dan Cross 3. Crimp Tool 4. Cable Tester 1. Kupas salah satu ujung kabel UTP menggunakan pemotong pada crimp tool 2. Buka lilitan kabel dan luruskan 3. Susun urutan kabel sesuai standar T568B 4. Luruskan kabel, jepit menggunakan ibu jari dan telunjuk agar susunan kabel tetap lurus, ratakan ujung kabel dengan pemotong pada crimp tool 5. Tetap jepit kabel dengan ibu jari dan telunjuk kemudian masukkan kabel ke dalam RJ-45, dengan pin nomor 1 di sebelah kiri anda

III. 6. Pastikan ujung-ujung tembaga dari kabel menempel pada Rj-45 7. Gunakan crimp tool untuk menekan ujung Rj-45 sehingga kabel tidak terlepas 8. Lakukan hal yang sama pada ujung kabel yang lain, dengan ketentuan: a) Untuk kabel straight ujung yang lain menggunakan standar urutan yang sama yaitu T568B b) Untuk kabel cross ujung yang lain menggunakan standar urutan yang berbeda yatu T568A Hasil dan Evaluasi Setelah dua ujung terpasang, gunakan cable tester untuk melakkan cek apakah kabel dapat bekerja (Kolom bekerja akan ditandai oleh asisten) Jenis kabel YA Bekerja TIDAK Straight...... Cross...... Daftar Pustaka [1] Madcoms. 2010. Sistem Jaringan Komputer untuk Pemula. Penerbit Andi. Yogyakarta

A. Standar Kompetensi Mata Kuliah Semester MODUL II Konfigurasi TCP/IP : Praktikum Jaringan Komputer : 1 (Satu) Alokasi Waktu : 100 menit Menguasai konfigurasi TCP/IP pada sistem operasi Windows B. Kompetensi Dasar 1. Teori bilangan biner 2. Teori TCP/IP C. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti praktikum siswa diharapkan dapat: 1. Memahami jenis-jenis IP 2. Mampu mempraktekkan konfigurasi IP di Windows D. Dasar Teori Internet Protocol (IP) IP adalah protokol dalam TCP/IP yang bertugas mengirimkan pesan ke tujuan dalam jaringan komputer. Setiap host atau perangkat dalam jaringan komputer memiliki alamat IP. Alamat IP berfungsi seperti alamat rumah dalam dunia nyata. Format alamat IP v4 adalah berupa bilangan biner 32 bit yang dipisahkan dengan tanda titik (.) di setiap 8 bit-nya. xxxx.xxxx.xxxx.xxxx Contoh dalam bentuk biner: 10000100.1011100.1111001.00000001 Contoh dalam bentuk desimal: 132.92.121.1 32 bit ini terbagi menjadi dua field yaitu field yang menunjukkan alamat jaringan atau network (net id) dan field yang menunjukkan alamat host. Jumlah bit dari network id dan host id tergantung pada class IP. Jumlah alamat IP v 4 adalah : 255x255x255x255. Dengan semakin berkembangnya pengguna internet maka jumlah ipv4 sudah tidak mencukupi sehingga dikembangkan IPv6. Organisasi yang bertugas mengatur penomoran IP adalah internic dan IANA. Berikut ini pembagian class IP:

Gambar 1. Pembagian Class IP[1] Selain pembagian IP berdasarkan class juga terdapat pembagian klasifikasi IP private dan IP publik. Private IP digunakan dalam sebuah LAN sedangkan IP publik digunakan dalam internet. di dalam internet tidak mengenali privat IP sehingga diperlukan mekanisme NAT (Network Address

Translation) agar host dengan private IP dapat melakukan koneksi via internet. pembagian private IP berdasarkan class IP adalah sebagai berikut: Gambar 2. Pembagian Private IP

I. Perangkat II. 1. PC dengan sistem operasi Windows 2. Kabel UTP cross Prosedur Praktikum LEMBAR KERJA MODUL II Nama :... NIM :... Konfigurasi IP di Windows Di dalam sistem operasi Windows, IP dapat dikonfigurasi secara otomatis dan manual. Konfigurasi otomatis 1. Klik kanan My Network Places > Klik Properties sehingga muncul jendela Network Connection 2. Klik kanan pada Local Area Connection > klik Properties 3. Pilih tab General > klik TCP/IP > klik Properties 4. Klik pada pilihan Obtain IP Address Automatically Konfigurasi Manual (Studi Kasus: Kabel Cross) 1. Siapkan 2 buah host, dapat berupa PC atau laptop 2. Siapkan sebuah kabel cross 3. Hubungkan kedua buah host menggunakan kabel cross 4. Lakukan penyetingan alamat IP pada kedua buah host, sebagai contoh gunakan ketentuan IP berikut ini: a) Komputer A IP address = 192.168.100.1 dan subnet mask = 255.255.255.0 b) Komputer B IP address = 192.168.100.2 dan subnet mask = 255.255.255.0 5. Langkah penyetingan: a) Klik kanan My Network Places > Klik Properties b) Klik Ganda pada Internet Protocol TCP/IP c) Klik Use the Following IP Address d) Masukkan IP > OK

III. Hasil dan Evaluasi 1. Untuk memastikan bahwa kedua host terhubung, buka Command Prompt 2. Pada komputer A ketikkan C:\> ping 192.168.100.2 kemudian tekan Enter dan lakukan hal yang sama pada komputer 2 dengan alamat IP komputer 1. Apakah koneksi berhasil? Ya/Tidak (Diisi oleh asisten)

A. Standar Kompetensi Mata Kuliah Semester MODUL III Subneting VLSM : Praktikum Jaringan Komputer : 1 (Satu) Alokasi Waktu : 100 menit Mampu melakukan subnetting dengan metode VLSM B. Kompetensi Dasar Teori dasar-dasar pengalamatan IP Teori subnetting dengan metode VLSM C. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti praktikum siswa diharapkan dapat: 1. Melakukan alokasi IP menggunakan metode VLSM 2. Mensimulasikan jaringan komputer menggunakan packet tracer D. Dasar Teori Subnetting Subnet atau sub jaringan adalah segmen fisik di lingkungan TCP/IP yang menggunakan IP address yang diturunkan dari network ID tunggal[1]. Subnetting adalah kegiatan memecah network ID menjadi beberapa network ID yang lebih kecil. Gambar 1. Hasil Subnetting Metode subnetting ada 2 macam yaitu CIDR dan VLSM. Untuk CIDR, subnet mask yang digunakan hanya 1 yaitu mengikuti subnet mask dari subjaringan dengan jumlah host terbesar. Sedangkan dalam VLSM dapat menggunakan lebih dari 1 subnet mask.

LEMBAR KERJA MODUL III Nama :... NIM :... Subnetting I. Perangkat 1. PC dengan sistem operasi Windows 2. Software Packet Tracer II. Prosedur Praktikum 1. Diketahui jaringan komputer dalam sebuah instansi dibagi menjadi 3 subnet name yaitu: subnet pimpinan dengan jumlah host=4, subnet administrasi dengan jumlah host=10 dan subnet guru dengan jumlah host=25. IP yang diberikan adalah 192.168.10.0/24 2. Lakukan subnetting dengan metode VLSM untuk jaringan tersebut dimulai dengan subnet yang memiliki jumlah host terbanyak. Langkah-langkah subnetting VLSM: a. Pilih host terbanyak yaitu host guru = 25 host Useable IP <= 2 n -2 25 <= 2 5-2 25 <= 32-2 25<= 30 Sehingga didapatkan jumlah useable IP untuk host adalah sebanyak 30 IP b. 15 10 =1111 2 bit untuk alamat host akan menempati 4 bit terakhir, sehingga network prefix adalah 28 bit Sehingga subnet mask= 1111 1111. 1111 1111. 1111 1111. 1111 0000 Subnet ID 255. 255. 255. 240 Host ID c. IP yang dihasilkan adalah 192.168.10.0 s.d 192.168.10.31 (32 IP dengan 30 IP untuk hist) d. Hasil Alokasi IP: Subnet ID untuk Subnet Guru : 192.168.10.0 tidak dapat digunakan sebagai subnet ID karena berdasarkan aturan protokol RIPv1, subnet ID tidak boleh 0 atau 255 Sehingga subnet ID untuk subnet guru adalah 192.168.10.1 Rentang IP useable untuk host : 192.168.10.2 sd 192.168.10.30 IP broadcast : 192.168.10.31 e. Pilih subnet dengan jumlah host terbanyak kedua yaitu subnet Administrasi dengan jumlah host sebanyak 10. Lakukan langkah-langkah subnetting seperti dalam poin a kemudian isikan hasilnya pada tabel dibawah ini: Subnet ID untuk Subnet Administrasi... Rentang IP useable untuk host...

IP broadcast... f. Lakukan subnetting untuk subnet guru dan isikan hasilnya pada tabel dibawah ini: Subnet ID untuk Subnet Pimpinan... Rentang IP useable untuk host... IP broadcast... 3. Pembuatan simulasi jaringan dengan packet tracer 1. Jalankan aplikasi packet tracer 2. Susun PC dan 2 buah switch seperti pada Gambar dibawah ini 3. Klik pada text PC0, PC1, PC2 dan seterusnya untuk mengganti nama PC menjadi seperti pada tabel di bawah ini: PC0 Administrasi1 PC2 Administrasi2 PC1 Guru1 PC3 Guru2 PC4 Pimpinan1 PC5 Pimpinan2 4. Lakukan pengaturan IP untuk masing-masing PC sesuai dengan hasil subnetting yang telah dilakukan sebelumnya. Untuk mengisikan IP pada masing-masing PC, klik pada PC yang dimaksud > klik Desktop > Klik IP Configuration 5. Pilih pilihan Static pada IP Configuration, kemudian isikan alamat IP dan subnet mask

Konfigurasi IP untuk PC Guru1 Konfigurasi IP untuk PC Guru2 Konfigurasi IP untuk PC Administrasi1

Konfigurasi IP untuk PC Administrasi2 Konfigurasi IP untuk PC Pimpinan1 Konfigurasi IP untuk PC Pimpinan2

III. 6. Pilih ikon Automatically Choose Connection Type yang berada di bagian panel bawah Packet Tracer 7. Klik pada salah satu PC kemudian tarik ke arah switch untuk menghubungkannya. Lakukan pada setiap PC dan antara switch sehingga terbentuk koneksi seperti pada Gambar dibawah ini: 8. Apabila setting berhasil maka warna dot/titik yang sebelumnya berwarna merah akan berubah menjadi warna hijau. Hasil dan Evaluasi Apakah setting dalam simulasi jaringan berhasil? Ya/Tidak (Diisi oleh asisten)

A. Standar Kompetensi Mata Kuliah Semester MODUL IV Routing Statis : Praktikum Jaringan Komputer : 1 (Satu) Alokasi Waktu : 100 menit Mampu melakukan konfigurasi static routing B. Kompetensi Dasar 1. Teori subnetting dengan metode VLSM 2. Teori dasar-dasar routing 3. Teori routing statis C. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti praktikum siswa diharapkan dapat: 1. Memahami konfigurasi routing static 2. Mampu melakukan konfigurasi routing static D. Dasar Teori Dasar- Dasar Routing Routing adalah istilah untuk pengambilan sebuah paket dari sebuah perangkat dan mengirimkannya melalui jaringan ke perangkat lain yang berada di jaringan yang berbeda. Alat yang digunakan dalam proses routing disebut sebagai router. Hal-hal yang harus diketahui oleh sebuah router agar dapat melaksanakan tugasnya antara lain: 1. Alamat tujuan 2. Router-router tetangga 3. Route yang mungkin ke semua network remote 4. Route terbaik untuk setiap network remote 5. Bagaimana menjaga dan memverifikasi informasi routing Secara garis besar cara kerja router adalah: 1. Jika router terhubung langsung ke sebuah jaringan, maka router sudah otomatis mengetahui bagaimana cara menguhubungi jaringan tersebut.

2. Jika router tidak terhubung langsung dengan sebuah jaringan maka router harus mempelajari bagaimana cara menghubungi jaringan tersebut dengan cara menggunakan routing statis atau melalui routing dinamis. Routing protocol Routing protocol digunakan oleh router untuk menemukan semua jaringan di dalam internetwork secara dinamis dan memastikan bahwa semua router memiliki routing table yang sama. Contoh routing protocol adalah RIP, IGRP, EIGRP dan OSPF. Routed protocol Setelah semua router mengetahui semua jaringan, routed protocol akan digunakan untuk mengirimkan data user melalui jaringan yang sudah ada. Contoh routed protocol adalah IP dan IPX. Routing statis Pada routing statis, route pada routing table dari setiap router ditambahkan secara manual. Keunggulan routing statis: 1. CPU router tidak mengalami overhead 2. Tidak memerlukan bandwidth di antara router 3. Dari sisi keamanan, administrator dapat memilih untuk mengizinkan akses routing ke jaringan tertentu saja. Kerugian routing statis: 1. Administrator harus benar-benar memahami internetwork dan bagaimana setiap router dihubungkan agar dapat mengkonfigurasi router dengan benar 2. Jika ada sebuah jaringan baru yang dihubungkan maka administrator harus menambahkan sebuah route ke semua router secara manual 3. Tidak cocok digunakan untuk jaringan berskala besar Syntax perintah yang digunakan untuk menambahkan sebuah route statis ke salam routing table: ip route [destination_network] [mask] [next-hop_address or exitinterface] [administrative_distance] [permanent] Penjelasan dari perintah diatas: ip route : perintah untuk menciptakan route statis destination_network: jaringan yang akan ditempatkan di routing table mask: subnet mask yang digunakan di network next-hop_address: alamat router di hop berikutnya

exitinterface: dapat digunakan untuk menggantikan next-hop_address (pada point to point) administrative_distance: secara default router statis memiliki sebuah administrative distance 1 atau 0. Permanent: opsi ini digunakan apabila menginginkan entri route ini tetap berada pada routing table meskipun interface dimatikan.

LEMBAR KERJA MODUL IV Nama :... NIM :... Routing Statis I. Perangkat 1. PC dengan sistem operasi Windows 2. Software Packet Tracer II. Prosedur Praktikum 1. Jalankan aplikasi packet tracer 2. Susun 2 buah router, 2 buah PC seperti pada Gambar dibawah ini! Gunakan router Generic-PT dan switch-pt. Untuk koneksi antar router gunakan serial DCE di interface serial 2/0. 3. Masuk ke CLI (Command Line Interface) pada Router sebelah kiri (Router2 pada gambar) Konfigurasi router sebelah kiri dengan perintah berikut ini: a. Jika ada pertanyaan awal ketik no aja b. Kemudian Enter dan Enter sampai muncul seperti ini c. Router>enable --> mengaktifkan router d. Router#configure terminal --> configurasi router e. Router(config)#interface fa 0/0 --> mengaktifkan ethernet 0/0 sesuaikan dengan pengaturan awal 0/0 atau 0/1 f. Router(config-if)#ip address 192.168.1.20 255.255.255.0 --> memberikan ip address dan subnet mask g. Router(config-if)#no shutdown --> router tidak boleh mati h. Router(config-if)#exit --> keluar dari Ethernet 0/0 i. Router(config)#interface s2/0 --> mengaktifkan Serial 2/0 j. Router(config-if)#ip address 172.16.10.1 255.255.255.252 --> memberikan ip address dan subnet mask k. Router(config-if)#no shutdown --> router tidak boleh mati l. Router(config-if)#exit --> keluar dari Serial 2/0 m. Router(config)#exit --> keluar dari konfigurasi router n. Router#write --> menyimpan perintah-perintah sebelumnya agar router dapat berjalan normal

4. Konfigurasi router sebelah kanan dengan perintah berikut ini: a. Jika ada pertanyaan awal ketik no aja b. Kemudian Enter dan Enter sampai muncul seperti ini c. Router>enable d. Router#configure terminal e. Router(config)#interface fa 0/0 f. Router(config-if)#ip address 192.168.2.20 255.255.255.0 g. Router(config-if)#no shutdown h. Router(config-if)#exit i. Router(config)#interface S2/0 j. Router(config-if)#ip address 172.16.10.2 255.255.255.252 k. Router(config-if)#no shutdown l. Router(config-if)#exit m. Router(config)#exit n. Router#write 5. Lakukan konfigurasi IP untuk PC, Atur IP address PC0 menjadi 192.168.1.10 dengan subnet mask 255.255.255.0 gateway 192.168.1.20 6. Atur ip address PC1 menjadi 192.168.2.10 dengan subnet mask 255.255.255.0 gateway 192.168.2.20 7. Lakukan test menggunakan perintah ping pada PC sebelah kiri, maka hasilnya akan menjadi seperti gambar dibawah ini: 8. Hal tersebut terjadi karena routing tabel belum diatur. Lakukan pengaturan routing tabel menggunakan perintah ip route: Pada router sebelah kiri a. Press RETURN to get started. --> langsung aja enter b. Router>enable --> mengaktifkan router kembali c. Router#configure terminal --> masuk pada konfigurasi router d. Router(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 172.16.10.2 e. Router(config)#exit --> keluar dari konfigurasi router f. Router#write --> lakukan penyimpanan Pada router sebelah kanan g. Press RETURN to get started. --> langsung aja enter h. Router>enable --> mengaktifkan router kembali i. Router#configure terminal --> masuk pada konfigurasi router

III. j. Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 172.16.10.1 k. Router(config)#exit --> keluar dari konfigurasi router l. Router#write --> lakukan penyimpanan 9. Lakukan tes menggunakan perintah ping pada masing-masing PC Hasil dan Evaluasi Apakah setting dalam simulasi jaringan berhasil? Ya/Tidak (Diisi oleh asisten)

A. Standar Kompetensi Mata Kuliah Semester MODUL V Routing Dinamis : Praktikum Jaringan Komputer : 1 (Satu) Alokasi Waktu : 100 menit Mampu melakukan konfigurasi dynamic routing B. Kompetensi Dasar 1. Teori pengalamatan IP 2. Teori dasar-dasar routing 3. Teori routing dinamis C. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti praktikum siswa diharapkan dapat: 1. Memahami konfigurasi routing dynamic 2. Mampu melakukan konfigurasi routing dynamic D. Dasar Teori Dasar- Dasar Routing Dynamic Routing dynamic menggunakan routing protocl. Routing protocol digunakan oleh router untuk menemukan semua jaringan di dalam internetwork secara dinamis dan memastikan bahwa semua router memiliki routing table yang sama. Contoh routing protocol adalah RIP, IGRP, EIGRP dan OSPF. Keuntungan routing dinamis diantaranya : Hanya mengenalkan alamat yang terhubung langsung dengan router. Tidak perlu mengetahui semua alamat network yang ada. Bila terjadi penambahan suatu network baru hanya router-router yang berkaitan yang melakukan konfigurasi.. Kerugian routing dinamis diantaranya: Beban kerja router lebih berat karena selalu memperbarui ip table pada setiap waktu tertentu. Kecepatan pengenalan dan kelengkapan ip table cukup lama karena router membroadcast ke semua router sampai ada yang cocok sehingga setelah konfigurasi harus menunggu saat agar setiap router mendapat semua alamat IP yang ada.

RIP (Routing Information Protocol) adalah routing protocol yang paling sederhana yang termasuk jenis distance vektor. RIP menggunakan jumlah lompatan (hop count) sebagai metric dengan 15 hop maksimum. Jadi hop-count yang ke-16 tidak dapat tercapai dan router akan memberikan pesan error?destination is unreachable? (tujuan tidak tercapai). Daftar tabel route RIP ini akan di-update setiap 30 detik dan administrative distance untuk RIP adalah 120. Untuk menerapkan RIP ke suatu router. Router(config)#router rip Router(config-router)#network <network ID IGRP (Interior Gateway Routing Protocol) adalah juga protocol distance vector yang diciptakan oleh perusahaan Cisco untuk mengatasi kekurangan RIP. Jumlah hop maksimum menjadi 255 dan sebagai metric, IGRP menggunakan bandwidth, MTU, delay dan load. IGRP adalah protocol routing yang menggunakan Autonomous System (AS) yang dapat menentukan routing berdasarkan system, interior atau exterior. Administrative distance untuk IGRP adalah 100. Router(config)#router igrp 101 Router(config-router)#network <net ID> EIGRP ( Enhanched Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protocol yang hanya diadopsi oleh router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada cisco, dimana EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router cisco. EIGRP menggunakan formula berbasis bandwidth dan delay untuk menghitung metric yang sesuai dengan suatu rute. EIGRP melakukan konvergensi secara tepat ketika menghindari loop. EIGRP menggunakan protokol routing enhanced distance vector, dengan karakteristik sebagai berikut: 1. Menggunakan protokol routing enhanced distance vector. 2. Menggunakan cost load balancing yang tidak sama. 3. Menggunakan algoritma kombinasi antara distance vector dan link -state. 4. Menggunakan Diffusing Update Algorithm (DUAL) untuk menghitung jalur terpendek.

LEMBAR KERJA MODUL V Nama :... NIM :... Routing Dinamis I. Perangkat 1. PC dengan sistem operasi Windows 2. Software Packet Tracer II. Prosedur Praktikum 1. Jalankan packet tracer 2. Buat susunan router dan PC seperti pada Gambar dibawah ini: 3. Atur ip address PC01 menjadi 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0 gateway 192.168.1.3 4. Atur ip address PC02 menjadi 172.10.10.10 dengan subnet mask 255.255.0.0 gateway 172.10.10.20 5. Klik 2x router dan atur setiap interfacenya dengan masuk pada tab CLI 6. Lakukan konfigurasi pada router 0 : a. Router>enable --> mengaktifkan router b. Router#configure terminal --> configurasi router c. Router(config)#interface fa 0/0 --> mengaktifkan ethernet 0/0 sesuaikan dengan pengaturan awal 0/0 atau 0/1 d. Router(config-if)#ip address 192.168.1.3 255.255.255.0 --> memberikan ip address dan subnet mask e. Router(config-if)#no shutdown --> router tidak boleh mati f. Router(config-if)#exit --> keluar dari Ethernet 0/0 g. Router(config)#interface fa 0/1 --> mengaktifkan Ethernet 0/1 h. Router(config-if)#ip address 192.168.0.1 255.255.255.252 --> memberikan ip address dan subnet mask i. Router(config-if)#no shutdown --> router tidak boleh mati j. Router(config-if)#exit --> keluar dari Ethernet 0/1 k. Router(config)#exit --> keluar dari konfigurasi router

l. Router#write --> menyimpan perintah-perintah sebelumnya agar router dapat berjalan normal 7. Lakukan hal yang sama pada router 1 : a. Router>enable b. Router#configure terminal c. Router(config)#interface fa 0/0 d. Router(config-if)#ip address 172.10.10.20 255.255.0.0 e. Router(config-if)#no shutdown f. Router(config-if)#exit g. Router(config)#interface fa 0/1 h. Router(config-if)#ip address 192.168.0.2 255.255.255.252 i. Router(config-if)#no shutdown j. Router(config-if)#exit k. Router(config)#exit l. Router#write 8. Selanjutnya adalah setting EIGRP 9. Pada router 0 a. Router>enable --> mengaktifkan router kembali b. Router#configure terminal --> masuk pada konfigurasi router c. Router(config)#router eigrp 10 --> masuk pada pengaturan router eigrp 10 d. Router(config-router)#network 192.168.1.0 --> atur network gateway atau fa 0/0 e. Router(config-router)#network 192.168.0.0 --> atur network fa 0/1 f. Router(config-router)#exit --> keluar dari konfigurasi router eigrp g. Router(config)#exit --> keluar dari konfigurasi router h. Router#write --> lakukan penyimpanan 10. Lanjut pada router 1 a. Router>enable b. Router#configure terminal c. Router(config)#router eigrp 10 d. Router(config-router)#network 172.10.0.0 e. Router(config-router)#network 192.168.0.0 f. Router(config-router)#exit g. Router(config)#exit h. Router#write 11. Tes koneksi menggunakan perintah ping

III. Hasil dan Evaluasi Apakah setting dalam simulasi jaringan berhasil? Ya/Tidak (Diisi oleh asisten)