LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEK

dokumen-dokumen yang mirip
PELATIHAN PENGISIAN KARTU PENGAWAS MINUM OBAT DAN PENEMUAN KASUS SUSPECT

LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M DIPA UNDIKSHA

LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M DIPA UNDIKSHA

Peningkatan Kemampuan Guru dalam Membuat Perencanaan, Penerapan, dan Penilaian berbasis Kurikulum 2013 di Gugus 1, 2, 3 Kecamatan Seririt

LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M DIPA UNDIKSHA JUDUL

LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M DIPA UNDIKSHA

PANDUAN PENGEMBANGAN SEKOLAH BERKARAKTER UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA (UNDIKSHA) BERBASIS KEARIFAN LOKAL

LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M DIPA UNDIKSHA

Penguatan Materi dan Pembelajarannya Bagi Guru-guru SD di Gugus II Kec. Sukasada

PELATIHAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH BAGI GURU-GURU SMP DI KECAMATAN PENEBEL

PELATIHAN PERMAINAN DAN PERATURAN SEPAK TAKRAW PANTAI (BEACH TAKRAW) BAGI GURU-GURU PENJASORKES SE-KECAMATAN MANGGIS, KABUPATEN KARANGASEM.

LAPORAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

PELATIHAN PENILAIAN KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM DAN UNIT SIMPAN PINJAM KOPERASI DI KABUPATEN BULELENG

PANDUAN PENGEMBANGAN DESA BINAAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA (UNDIKSHA) BERBASIS TRI HITA KARANA (THK)

PELATIHAN OLAHRAGA BOLATANGAN BAGI ANAK-ANAK USIA SEKOLAH DASAR KECAMATAN KADUDAMPIT KABUPATEN SUKABUMI

LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M DIPA UNDIKSHA

BAB I PENDAHULUAN. ini terbukti dari pertandingan dan perlombaan olahraga bola voli yang telah

PERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN BERAS DI KABUPATEN BULELENG TAHUN 2015

PANDUAN USULAN PROPOSAL P2M DAN DIPA UNDIKSHA TAHUN 2012

LAPORAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT KEJUARAAN PEKAN OLAHRAGA PELAJAR WILAYAH (POPWIL) III DI KABUPATEN BANTEN TAHUN 2012.

LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKS

LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M DIPA UNDIKSHA

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 118 TAHUN 2016 TENTANG

LAPORAN AKHIR PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (P2M)

PERSEDIAAN KARBOHIDRAT DI KABUPATEN BULELENG TAHUN 2015

KATA PENGANTAR. Seminar Tugas Akhir Pusat Olahraga Tenis Meja di Denpasar

NARASI KEGIATAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT (PPM) ASISTEN PELATIH TIM BOLAVOLI JUNIOR DIY DALAM KEJURNAS BOLAVOLI JUNIOR NASIONAL TAHUN 2010

PELATIHAN PERMAINAN DAN PERATURAN SEPAK TAKRAW PANTAI (BEACH TAKRAW) BAGI GURU-GURU PENJASORKES SE-KECAMATAN KLUNGKUNG, KABUPATEN KLUNGKUNG.

LAPORAN AKHIR P2M Penerapan Ipteks

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tema Kegiatan 1.2 Lokasi Kegiatan 1.3 Bidang Kegiatan 1.4 Latar Belakang

SOSIALISASI PERMAINAN BOLA SUNDUL BAGI GURU PENJASORKES DI KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG TAHUN Oleh:

NARASI KEGIATAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT (PPM)

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SDN SEKARAN 01 Jl. TAMAN SISWA KEC.GUNUNG PATI KOTA SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN. Bola voli sendiri tidak terpaku hanya untuk bermain di lapangan outdoor saja,

BAB I PENDAHULUAN. intrakurikuler, (2) ekstrakurikuler, dan (3) ko-kurikuler. Pelaksanaan kegiatan

Pendampingan Pelaksanaan Pembelajaran berbasis Kurikulum 2013 dengan Pola Lesson Study di Gugus I Kecamatan Sukasada

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) II DI SMK CUT NYA DIEN SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN. sasaran, sehingga untuk bisa bermain sepakbola diperlukan teknik-teknik

USULAN PROGRAM PPM INSTITUSIONAL PRODI PKO SOSIALISASI TES DAN PENGUKURAN KEBERBAKATAN OLAHRAGA KEPADA GURU GURU PENJAS DI D.I.

Semua informasi tentang buku ini, silahkan scan QR Code di cover belakang buku ini

HUBUNGAN KEKUATAN OTOT LENGAN DENGAN HASIL SERVIS ATAS BOLAVOLI PADA SISWA PUTRA EKSTRAKULIKULER MTs PEMBANGUNAN PACITAN TAHUN 2015 SKRIPSI

PROPOSAL KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (KKN-PPM)

BAB I PENDAHULUAN. G. Morgan pada tanggal 9 Februari 1895 di Holyoke Massachusetts (Amerika

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pada saat sekarang ini olahraga sangat digemari banyak orang diseluruh

I. PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan suatu usaha untuk mengembangkan kepribadian dan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN KKN TEMATIK REVOLUSI MENTAL UNIVERSITAS UDAYANA TEMA: INDONESIA BERSIH, INDONESIA TERTIB, DAN INDONESIA MELAYANI

SURAT TUGAS Nomor: 42/UN48.15/KP/2012

BAB I PENDAHULUAN. melakukan teknik-teknik gerakan yang sesuai dengan peraturan permainan. dengan pencapaian prestasi optimal yang hendak dicapai.

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) LOKASI SMK NEGERI 3 WONOSARI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Dea Gardea, 2013

LAPORAN AKHIR PROGRAM IPTEK BAGI MASYARAKAT (IbM)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. tetap dapat menempatkan diri pada kedudukannya yang mulia dan dapat

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN DALAM MENGGUNAKAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PETANI PENGGUNA PESTISIDA

Pembentukan dan Pembinaan Kondisi Fisik,

BAB I PENDAHULUAN. Olahraga saat ini perlu mendapatkan perhatian yang besar, baik untuk

BAB I PENDAHULUAN. yang telah dipelajari dari berbagai mata pelajaran. dalam pembinaan dan peningkatan olahraga khususnya cabang bolavoli.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkembangan teknologi pada jaman modern sekarang ini membuat

LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKS

ANALISIS SEKTOR POTENSIAL DAN KESEMPATAN KERJA SEKTORAL DI KABUPATEN BULELENG

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMK TEUKU UMAR SEMARANG

USULAN PROGRAM PPM PENERAPAN IPTEK KEPADA MASYARAKAT SOSIALISASI TES DAN PENGUKURAN PRIMA UTAMA KEPADA GURU GURU PENJAS DI D.I.

BAB I PENDAHULUAN. dan memiliki banyak penggemar di Indonesia. Perkembangan Bola Voli di

BUPATI BULELENG PROVINSI BALI

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 54 TAHUN 2015 TENTANG KAWASAN KOMODITAS PERKEBUNAN PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

JURNAL FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENCAPAIAN PRESTASI DI KLUB PANJAT TEBING KOPDAR SIDOARJO TAHUN 2016

LAPORAN KEGIATAN PPM

LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEK

BAB I PENDAHULUAN. istilah Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Pendidikan jasmani

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam salah satu cabang olahraga, ada permainan yang merupakan

UPAYA MENINGKATKAN KERJASAMA DALAM PERMAINAN BOLA VOLI MELALUI LATIHAN MODIFIKASI

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN II DI SMA NEGERI 2 GRABAG TAHUN AJARAN 2012/2013

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 di SMK N 9 SEMARANG

BUPATI BULELENG PROVINSI BALI KEPUTUSAN BUPATI BULELENG NOMOR 140 / / HK / 2017

PEDOMAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT STKIP PGRI LUBUKLINGGAU

PERBANDINGAN PENDEKATAN TAKNIS DAN PENDEKATAN TEKNIS TERHADAP HASIL BELAJAR PERMAINAN BOLA BASKET

BAB I PENDAHULUAN. dipertanggungjawabkan adalah melalui pendekatan ilmiah. Menurut Cholik

ANALISIS INTERAKSI SOSIAL ATLET BOLA VOLI KLUB ANANTA KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2017

LOKASI SMA NEGERI 1 SANDEN

LAPORAN INDIVIDU PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN SEMESTER KHUSUS TAHUN AKADEMIK 2014/2015 SMK PI AMBARRUKMO 1 SLEMAN

LAPORAN AKHIR HIBAH KKN-PPM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENINGKATAN KETERAMPILAN DAN PRODUKTIVITAS USAHA PETERNAKAN BERBASIS IPTEK

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan jasmani ditandai dengan proses mempelajari gerak

Oleh: Dr. I Komang Sudarma, S.Pd., M.Pd Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd. Drs. I Wayan Romi Sudhita, M.Pd Drs. Ign. I Wayan Suwatra, M.Pd.

PROSEDUR PEMBERIAN KREDIT PENSIUNAN PADA PT. BANK BPD BALI KANTOR CABANG UBUD

BAB 1 PENDAHULUAN. Di dalam buku Coaching dan aspek aspek Psikologis dalam coaching

BUPATI BULELENG PROPINSI BALI KEPUTUSAN BUPATI BULELENG NOMOR 042/384/HK/2017

LAPORAN P2M Penerapan Ipteks

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga olahraga menjadi

BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan dan perkembangan motoriknya sehingga memberikan kemudahan

Transkripsi:

LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEK PELATIHAN POLA PEMBINAAN USIA DINI CABANG OLAHRAGA BOLA VOLI MINI BAGI GURU PENJASORKES SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN GEROKGAK KABUPATEN BULELENG Oleh: Wasti Danardani, S.Pd.,M.A. (Ketua) NIDN. 0001067801 Syarif Hidayat, S.Pd., M.Pd. (Anggota) NIDN. 0015117702 I Putu Darmayasa, S.Pd. M.For. (Anggota) NIDN. 0006026903 Dibiayai dari Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) Universitas Pendidikan Ganesha SKP No. : Tanggal : FAKULTAS OLAHRAGA DAN KESEHATAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA 2014

HALAMAN PENGESAHAN 1. Judul : Pelatihan Pola Pembinaan Cabang Olahraga Bolavoli Usia Dini Bagi Guru Penjasorkes Sekolah Dasar Di Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng 2. Ketua Pelaksana a. Nama dan gelar : Wasti Danardani, S.Pd., M.A. b. Jenis Kelamin : Perempuan c. NIP/NIDN : 197806012001122001/0001067801 d. Disiplin Ilmu : Kepelatihan Olahraga e. Pangkat/Golongan : Lektor/III/c f. Jabatan : Dosen g. Jurusan/Fakultas : Pend. Kepelatihan Olahraga/ FOK h. Alamat : Jln. Udayana no.11 Singaraja-bali/ i. Telp/faks/email : 0362-22570 j. Alamat rumah/telp : Jln. Bisma no. 3, Singaraja k. Telp/Fax/E-mail : 082135283112/wastidani@gmail.com 3. Jumlah Anggota Pelaksana : 2orang 4. Lokasi Kegiatan a. Nama Desa : Sanggalangit b. Kecamatan : Gerokgak c. Kabupaten : Buleleng d. Propinsi : Bali 5. Jumlah biaya kegiatan : Rp 9.500.000,00 6. Lama Kegiatan : 8 bulan Mengetahui Singaraja, 28 Agustus 2014 Dekan FOK Ketua Pelaksana Prof.Dr.I Nyoman Kanca, M.S Wasti Danardani, S.Pd., M.A. NIP. 195910181985031002 NIP. 197806012001122001 Menyetujui Ketua LPM Undiksha Singaraja Prof.Dr. Ketut Suma, M.S NIP 195901011984031003

KATA PENGANTAR Puja dan puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmatnya laporan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Kecamatan Gerokgak dapat terlaksana dengan baik Laporan dibuat dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan kegiatan dan memberikan informasi tentang proses perencanaan dan pelaksanaan dari awal hingga akhir kegiatan serta hasil yang didapat dari pelaksanaan kegiatan ini. Didasari bahwa isi dari laporan ini jauh dari kesempurnaan, sehingga perlu sumbangsih dari para pembaca terutama hal yang terkait tentang tata tulis dan substansi laporan. Terlaksananya kegiatan ini dari awal hingga pembuatan laporan berkat bantuan dari berbagai pihak, melalui kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sedalm dalamnya kepada 1. Prof.Dr. Ketut Suma, M.S selaku ketua LPM Undiksha Singaraja atas bantuannya dalam hal memberikan fasilitas sehubungan dengan pengurusan dana untuk pelaksanaan kegiatan. 2. Prof. Dr. I Nyoman Kanca, M.S selaku dekan FOK Undiksha Singaraja yang telah memberikan kemudahan dalam pengurusan ijin peminjaman alat-alat yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan. 3. Para peserta, atas kerjasamanya dalam mengikuti pelatihan sehingga pelaksanaan P2M dapat berjalan sesuai rencana 4. Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu atas segala bantuannya baik pemikiran maupun material pada kegiatan ini Demikian laporan pengabdian pada masyarakat ini, semoga atas segala bantuan yang diberikan mendapat imbalan yang sepadan dari Tuhan yang Maha Esa. Singaraja, 28 Agustus 2014 Ketua Kegiatan P2M

Daftar Isi Halaman Muka Pengesahan Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar Bab I Pendahuluan a. Analisis Situasi b. Identifikasi dan Rumusan Masalah c. Tujuan Kegiatan d. Manfaat Kegiatan Bab II Metode Pelaksanaan Bab III Hasil dan Pembahasan BABIV Penutup a. Simpulan b. Saran Daftar Pustaka Lampiran a. Absensi Peserta Kegiatan b. Foto-foto Kegiatan c. Peta Lokasi

BAB I PENDAHULUAN a. ANALISIS SITUASI Kabupeten Buleleng adalah merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Bali, yang terdiri dari 9 kecamatan yaitu: Kecamatan Gerokgak, Seririt, Busungbiu, Banjar, Buleleng, Sukasada, Sawan, Tejakula dan Kubutambahan. Topografi daerah Kabupaten Buleleng adalah daerah perbukitan, dimana hanya sebagian dari seluruh wilayahnya merupakan dataran rendah yang dikeliling oleh pantai. Dengan demikian dapat dikatakan Kabupaten Buleleng memiliki gunung dan pantai (nyegara gunung). Wilayah kabupaten Buleleng mempunyai karakteristik alam yang berbeda dengan daerah lain di Propinsi Bali. Kabupaten Buleleng mempunyai wilayah laut dengan bentangan pantai sepanjang 144 km dan pegunungan yang membentang dari ujung timur sampai ujung barat (secara geografis terletak pada posisi 8 0 03 40-8 0 23 00 lintang selatan dan 114 0 25 55 145 0 27 28 bujur timur). Salah satu kecamatan di Kabupaten Buleleng adalah Kecamatan Gerokgak dengan kondisi geografis dengan luas wilayah 356.57 km2. Kecamatan Gerokgak merupakan kecamatan terluas, yakni 26,11% dari luas kabupaten Buleleng. Desa di kecamatan Gerogak yaitu: Desa Sumber Klampok, Desa Pejarakan, Desa Sumberkima. Desa Pemuteran, Desa Banyu poh, Desa Penyabangan, Desa Musi, Desa Sangga Langit, Desa Gerokgak, Desa Patas. Sebagai kecamatan yang terluas di Kabupaten Buleleng, kecataman Gerokgak mempunyai potensi yang sangat besar. Potensi tersebut antara lain: potensi pertanian dalam arti luas juga merupakan unggulan Kecamatan Gerokgak di mana produk yang di hasilkan berupa tanaman palawija dan holtikultura seperti kelapa, jagung, kacang- kacangan dan buahbuahan (pisang, mangga, anggur). ini merupakan kekuatan Sumber Daya Alam yang jika dimanfaatkan secara maksimal akan menunjang laju pembangunan khususnya peningkatan produksi pertanian untuk kesejahteraan masyarakat ( Petani). Potensi kelautan, di mana Laut Gerokgak merupakan kawasan atau lahan pembudidayaan Kerang, Mutiara, Keramba Jaring Apung, Kerapu, Tambak Udang, Ikan Hias, dan Rumput Laut. Budi daya kelautan seperti itu tidak ada di kecamatan lain di Buleleng sehingga ini merupakan kekuatan yang sangat potensial dalam pengembangan dan peningkatan pembangunan di kecamatan khususnya.

Di sisi lain kekuatan yang di mliki terdapat juga kelemahan-kelemahan yang di hadapi di antaranya adalah Heterogenetas penduduk dimana penduduk kecamatan Gerokgak sangat Pluralisme baik dari segi agama, budaya, dan adat. Hal ini jika tidak mendapat manajemen yang baik sangat potensial terjadi kerawanan sosial dan gangguan kamtibmas sehingga akan berpengaruh pada pencitraan keamanan yang negatip terhadap parab Investor yang akan mengembangkan usaha atu menanamkan modalnya di Kecamatan Gerokgak. Kondisi wilayah yang berhawa panas juga merupakan salah satu kelemahan pembangunan wilayah dan masyarakat di kecamatan Gerokgak. faktor sumber daya manusia yang masih rendah juga sangat berpengaruh dalam pembangunan di mana di Kecamatan Gerokgak masih banyak anak anakyang tidak dapat melanjutkan pendidikan di SMA karena faktor ekonomi dan terbatas nya sarana dan prasarana pendidikan. Dari potensi yang ada baik keunggulan dan kelemahan diatas tersirat bahwa Kecamatan Gerokgak sangat berpotensi untuk dikembangkan bidang keolahragaan khususnya bolavoli. Hal tersebut mengacu pada kateristik masyarakat Kecamatan Gerokgak sangat terbuka terhadap toleransi bermasyarakat, karena bolavoli adalah olahraga beregu yang memerlukan kerjasama antar pemain. Potensi yang sangat mendukung adalah banyaknya sekolah-sekolah yang membina cabang olahraga bolavoli, tetapi karena keterbatasan pemahaman pelatih yang menangani pembinaan usia dini, maka potensi ini belum bisa memunculkan atlet berprestasi yang berlaga di level tinggi. PORPROV Bali Tahun 2011 di Kabupaten Jembrana kontingen Kabupaten Buleleng mengalami penurunan peringkat yaitu peringkat IV, setelah Badung, Denpasar, dan Jembrana. Hal tersebut juga dialami cabang olahraga bolavoli. Ini terbukti dari rangking/prestasi bolavoli baik tim putra maupun tim putri kabupaten Buleleng belum lolos dari penyisihan grup. Dari kenyataan ini tentunya muncul dalam benak kita suatu pertanyaan kenapa hal ini terjadi sedangkan jumlah penduduk Kabupaten Buleleng cukup banyak bahkan kalau kita lihat di desa maupun di kota banyak terdapat klub-klub bolavoli. Kabupaten Buleleng adalah Kabupaten terluas di Provinsi Bali. Potensi ini harus dioptimalkan dengan baik tidak terkecuali bidang olahraga. Cabang olahraga sangat mungkin dapat dikembangkan adalah cabang olahraga permainan bolavoli. Permasalahan yang muncul saat ini menurut kenyataan yang ada dan pengamatan penulis secara langsung di lapangan adalah belum efektifnya pelatihan khususnya cabang permainan bolavoli di klub yang ada di kabupaten Buleleng. Kondisi rendahnya mutu pelatihan permainan bola voli di klub disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya terbatasnya kemampuan dan pengetahuan para pembina dan pelatih tentang permainan

bolavoli modern dan terbatasnya sumber-sumber yang ada untuk mendukung proses pelatihan permainan bolavoli. Mereka belum berhasil melaksanakan tanggung jawab untuk mendidik atlet secara sistematis melalui pelatihan permaian bola voli. Pelatihan yang efektif adalah yang mampu mengembangkan kemampuan dan keterampilan anak secara menyeluruh, baik fisik, mental maupun intelektual (Kantor Menpora, 1983). b. IDENTIFIKASI DAN PERUMUSAN MASALAH. Permasalahan yang ada saat ini adalah keterpurukan prestasi cabang olahraga permainan bola voli di Kabupaten Buleleng di sebabkan pengetahuan pelatih klub usia dini bolavoli di Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng masih rendah. Selain itu sarana pelatihan yang masih kurang dari cukup. Namun ketersediaan prasarana cukup memadai Dengan demikian melalui pengabdian masyarakat ini permasalahan yang akan atasi yaitu: 1. Pengetahuan dasar permainan bolavoli mini untuk usia dini. 2. Pengenalan model pelatihan bolavoli bagi anak usia dini. 3. Peraturan permainan bolavoli mini. c. TUJUAN KEGIATAN 1. Sebagai upaya memberikan pelatihan bagi pelatih teknik bolavoli usia dini di Kecamatan Gerokgak. 2. Sebagai upaya memberikan pelatihan bagi pelatih fisik melaui model-model pelatihan bolavoli usia dini di Kecamatan Gerokgak. 3. Sebagai usaha mensosialisasikan peraturan permainan bolavoli mini. d. MANFAAT KEGIATAN Adapun manfaat yang diharapkan dari program ini adalah: 1. Bagi Pelatih bolavoli di Kecamatan Gerokgak terjadi peningkatan kemampuan melaksanakan pelatihan fisik dan teknik dalam permainan bolavoli usia dini di Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng. 2. Bagi UPT Pendidikan Kecamatan Gerokgak akan banyak atlet pelajar cabang bolavoli yang di muncul untuk memperkuat tim pelajar kecamatan 3. Bagi PBVSI Kabupaten Buleleng, semakin banyak pilihan untuk membentuk tim bolavoli yang berlaga di PORPROV Bali. 4. Bagi UNDIKSHA khususnya jurusan PKO, semakin banyak klub usia dini, maka semakin banyak pilihan untuk tempat praktek melatih.

BAB II METODE PELAKSANAAN a. MEKANISME PELAKSANAAN KEGIATAN 1. Mengkoordinasikan dan membagi tugas pada tim. 2. Mengumpulkan dokumen dan arsip. 3. Melaksanakan P2M. 4. Merumuskan hasil P2M untuk dijadikan dasar meningkatkan mutu pengabdian masyarakat. b. NARASUMBER Nara sumber dalam kegiatan ini adalah : 1. Syarif Hidayat, M.Pd. menyampaikan materi teknik bermain bolavoli dan peraturan permainan bolavoli mini. 2. I Putu Darmayasa, S.Pd., M.For. menyampaikan materi permainan sebagai pemanasan. c. PESERTA Anggota khalayak sasaran yang strategis untuk dilibatkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah; 1. Pelatih Bolavoli pada klub bolavoli usia dini yang ada di Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng. 2. UPT Pendidikan Kecamatan Gerokgak. 3. Guru Penjasorkes di Kecamatan Gerokgak. d. TEMPAT DAN TANGGAL PELAKSANAAN Tempat : GOR desa Sanggalangit, Kec Gerokgak. Tanggal : 1. Kegiatan sosialisasi 17 Juli 2014 1. Pelaksanaan dan pendampingan bulan juli-agustus 2014 2. Evaluasi melalui kompetisi antar klub bolavoli SD 28 Agustus 2014

e. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN Dalam pelaksanaan P2M di Kecamatan Gerokgak dilakukan dengan 3 tahapan pelaksanaan. Pada tiap pelaksanaan itu menggunakan 3 metode pelaksanaan yang berbeda. Pada tahapan awal berupa penyampaian informasi kepada guru sebagai calon pelatih bolavoli mini. Pada tahap ini menggunakan metode ceramah dan pelatihan. Untuk tahap ke dua berupa pelaksanaan pelatihan di sekolah-sekolah oleh guru kepada siswa peserta ekstrakurikuler. Disini melakukan pendampingan kepada sekolah yang membutuhkan bantuan melatih. Serta pada tahap ke tiga merupakan tahap evaluasi dilakukan dengan melaksanakan kompetisi bagi siswa peserta ekstrakurikuler pada sekolah dasar di kecamatan Gerokgak.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN a. HASIL Pada pelaksanaan P2M di Kecamatan Gerokgak, yang memiliki tujuan 1. Sebagai upaya memberikan pelatihan bagi pelatih teknik bolavoli usia dini di Kecamatan Gerokgak. 2. Sebagai upaya memberikan pelatihan bagi pelatih fisik melaui model-model pelatihan bolavoli usia dini di Kecamatan Gerokgak. 3. Sebagai usaha mensosialisasikan peraturan permainan bolavoli mini. Telah terlaksana dengan baik, terbukti diakhir kegiatan ada beberapa sekolah yang mencoba menunjukan kemampuan siswa yang telah dilatih. Walaupun belum menguasai kemampuan yang cukup baik. b. PEMBAHASAN Diawal perencanaan pelaksanaa P2M Pelatihan Pola Pembinaan Cabang Olahraga Bolavoli Usia Dini Bagi Guru Penjasorkes Sekolah Dasar di Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng untuk jumlah peserta dalam sosialisasi sejumlah 20 guru pelatih. Namun pada hari pelaksanaan terdaftar 45 orang guru pelatih yang hadir. Seluruh peserta yang hadir pada tanggal 17 Juli 2014 menerima dan memperaktekan secara simulasi tentang materi permainan untuk pemanasan dan teknik bermain bolavoli mini. Pada kegiatan pertama ini telah disampaikan bahwa setiap sekolah hendaknya membina klub olahraga seperti program yang telah dicanangkan pemerintah dalam mendukung pelaksanaan kurikulum 2013. Pembekalan ini merupakan usaha untuk meningkatkan kemampuan guru pelatih. Melatih ketrampilan olahraga pelatih harus jeli dalam melaksanakan aktifitasnya antara lain seorang pelatih harus jelas dalam memberi penjelasan baik secara lisan maupun praktek dilapangan. Contoh demokrasi dapat dilakukan oleh pelatih maupun dari anggota latihan ( Atlet ) yang diangaap baik dan mampu, gambar atau film (Suharno 1982 ). Pelaksana P2M memberikan kesempatan bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan bantuan pendampingan selama rentang waktu Juli Agustus 2014 dalam melakukan pembinaan terhadap siswa. Pendampingan akan dilakukan oleh mahasiswa jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) dengan pengawasan dari pelaksana P2M. Pada

kegiatan ini jumlah sekolah yang berminat menurun secara tajam, dari 45 guru yang hadir hanya tinggal 12 guru dari 8 sekolah yang telah membina bolavoli maupun yang baru mencoba membina bolavoli. Pendampingan diminta berdasarkan keinginan sekolah, bukan berdasarkan keinginan dari pelaksana P2M. Pada tahap ke 3 tanggal 28 Agustus 2014, dilakukan kompetisi antar sekolah yang telah membina bolavoli. Pertandingan terbagi 2 kelompok, putra dan putri. Pada putra ada 10 regu dan putri diikuti oleh 4 regu. Terlihat sekali perbedaan permainan antar sekolah, dimana satu sekolah telah membina bolavoli dengan baik bahkan dapat mencetak atlet-atlet bola voli Buleleng. Namun ada pula sekolah yang baru mengawali pembinaan sehingga kemampuan siswa masih sangat minim. Pada kegiatan ini sebagai imbalan keikut sertaan sekolah dalam kompetisi dibagikan bantuan bolavoli sebagai sarana penunjang latihan. Selain itu bagi pemenangakan diberikan piala sebagai penghargaan dan tambahan bola bagi juara satu disetiap kelompok. Adapun hasil kompetisi antar SD se Kecamatan Gerokgak yaitu, SD 2 Musi sebagai juara I, SD 3 Gerokgak sebagai Juara II dan SD 3 Sanggalangit sebagai juara III pada bagian putra. Serta pada bagian putri sebagai juara I SD 1 Musi, juara II SD 2 Musi dan MIN Gondol sebagai Juara III. Sangat wajar bila hasil latihan hanya sekedarnya, artinya kemampuan yang kurang dan masih memerlukan proses yang panjang dalam pembinaan. Hal ini sesuai dengan pendapat para ahli. Prestasi tinggi dalam cabang olahraga merupakan hasil keras yang berlangsung bertahun tahun Bompa (1999). Sedangkan menurut Harre dan Martin dalam Nossek yang dikutip Sukadiyanto (1999) pelatihan adalah suatu proses penyempurnaan kemampuan berolahraga dengan pendekatan ilmiah, memakai prinsip pendidikan yang terencana dan teratur, sehingga dapat mempengaruhi kesiapan dan kemampuan olahragawan UPP Kecamatan Gerokgak menyambut baik pengabdian yang dilaksanakan. Menurut pengawas guru Penjasorker bapak Made Dresta, S.Pd., kegiatan ini sangat diharapkan terutama pada bagian kompetisi bolavoli mini antar SD se Kecamatan Gerokgak. Jika memungkinkan dapat dilakukan secara berkala setiap tahun. Kegiatan pengabdian dalam bentuk kompetisi sebagai evaluasi akhir kegiatan sangat menarik dan telah direcanakan pada bulan September tepatnya untuk memperingati Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) tiap tanggal 9 September. Di sebabkan jadwal berakhir P2M pada tanggal 10 September maka kegiatan tersebut di ajukan pada tanggal 28 Agustus 2014. Perubahan jadwal ini menyebabkan kurangnya jumlah peserta yang turut serta dalam kompetisi tersebut.

BAB IV PENUTUP a. SIMPULAN Kegiatan P2M Pelatihan Pola Pembinaan Cabang Olahraga Bolavoli Usia Dini Bagi Guru Penjasorkes Sekolah Dasar di Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng, telah direncanakan dan dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang ditetapkan. Pelatihan ini memberikan manfaat bagi Guru Pelatih di wilayah Kecamatan Gerokgak, serta menumbuhkan rasa kepercayaan guru dalam membina siswa pada cabang olahraga bolavoli. Selain itu dapat dijadikan sarana pengembangan kepribadian siswa, sesuai sejalan dengan penerapan kurikulum 2013. b. SARAN Pengembangan ekstrakurikuler pada sekolah-sekolah yang merupakan pendukung kurikulum 2013, dapat dijadikan sarana pengembangan kemampuan Mahasiswa Jurusan PKO melalui Praktek Kuliah Lapangan (PKL). Sebagai salah satu program pengabdian dari Undiksha Khususnya jurusan PKO. Hal ini dipandang lebih mengaplikasikan pada ilmu pengetahuan, dan dapat diterapkan sebagai kegiatan sejenis dengan KKN. Demikian laporan ini disusun berdasarkan pelaksanaan kegiatan P2M Pelatihan Pola Pembinaan Cabang Olahraga Bolavoli Usia Dini Bagi Guru Penjasorkes Sekolah Dasar di Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng. Adapun kurang lebihnya kami mohonkan permakluman sebagai perbaikan dimasa akan dating.

DAFTAR PUSTAKA Bompa, T. 1999. Periodization: Theory And Methodology Of Trainning. York University. Human Kinetic. Suharno. 1989. Ilmu Kepelatihan Olahraga. Makalah disajikan Pada Kursus Wasit Dan Pelatih Bolavoli Tingkat Nasional, FPOK IKIP Yogyakarta Sukadiyanto. 1999 Tenis Mini: Metode Pembelajaran Menuju permainan Tenis. Olahraga. Volume 5. Nomor 2. Agustus 1999.pp. 97-109.

LAMPIRAN I DAFTAR HADIR

LAMPIRAN III DOKUMENTASI Gambar 1. Spanduk kegiatan P2M Gambar 2. Presensi kehadiran peserta

Gambar 3. Pemaparan materi oleh Syarif Hidayat, S.Pd., M.Pd. Gambar 4. Peserta P2M

Gambar 7. Pelatihan praktek permainan oleh I Putu Darmayasa, S.Pd., M.For. Gambar 8. Pelatihan praktek permainan oleh I Putu Darmayasa, S.Pd., M.For.

Gambar 9. Praktek permainan oleh peserta. Gambar 7. Praktek permainan oleh peserta.

Gambar 11. Tahap pelatihan di sekolah Gambar 12. Tahap pelatihan di sekolah

Gambar 13. Tahap pelatihan di sekolah Gambar 14. Tahap pelatihan di sekolah

Gambar 15.Pemanasan atlet dalam kompetisi GGambar 16. Pengarahan sebagai pembukaan kompetisi

Gambar 17. Penyerahan bantuan bola kepada peserta Gambar 18. Permainan tim putri

Gambar 19. Permainan tim putri Gambar 20. Permainan tim putri

Gambar 21. Permainan tim putra Gambar 22. Permainan tim putra