BAB II PROFIL PERUSAHAAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II PROFIL UNIT PEMBANGKITAN MUARA KARANG

BAB II PROFIL UNIT PEMBANGKIT PLTU MUARA KARANG

BAB III PENGUMPULAN DATA. Pusat Listrik Tenaga Uap ( PLTU ) Muara Karang terletak ditepi pantai

BAB II TINJAUAN UMUM PT. PJB (PEMBAKITAN JAWA BALI) UP MUARA KARANG

BAB II PLTU MUARA KARANG

Prinsip kerja PLTG dapat dijelaskan melalui gambar dibawah ini : Gambar 1.1. Skema PLTG

MODUL V-C PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS UAP (PLTGU)

SKRIPSI / TUGAS AKHIR

Pratama Akbar Jurusan Teknik Sistem Perkapalan FTK ITS

BAB II LANDASAN TEORI

Dosen Pembimbing : Ir. Teguh Yuwono Ir. Syariffuddin M, M.Eng. Oleh : ADITASA PRATAMA NRP :

MAKALAH PEMBANGKIT LISRIK TENAGA GAS (PLTG) DAN PEMBANGKIT LISRIK TENAGA GAS UAP (PLTGU)

ANALISIS PERUBAHAN TEKANAN VAKUM KONDENSOR TERHADAP KINERJA KONDENSOR DI PLTU TANJUNG JATI B UNIT 1

Apa itu PLTU? Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) adalah pembangkit yang mengandalkan energi kinetik dari uap untuk menghasilkan energi listrik.

KONVERSI ENERGI PANAS BUMI HASBULLAH, MT

MODUL 5A PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III SISTEM PLTGU UBP TANJUNG PRIOK

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS (PLTG)

BAB I PENDAHULUAN. Pusat listrik tenaga gas (PLTG) adalah Salah satu jenis pembangkit listrik

ANALISIS PEMBANGUNAN PLTU MADURA KAPASITAS 2 X 200 MW SEBAGAI PROGRAM MW PT. PLN BAGI PEMENUHAN KEBUTUHAN LISTRIK DI PULAU MADURA

BAB I Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. mendirikan beberapa pembangkit listrik, terutama pembangkit listrik dengan

ANALISIS UNJUK KERJA HEAT RECOVERY STEAM GENERATOR (HRSG) PADA PLTGU MUARA TAWAR BLOK 5 ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. listrik. Adapun pembangkit listrik yang umumnya digunakan di Indonesia yaitu

Gbr. 2.1 Pusat Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU)

1. PENDAHULUAN PROSPEK PEMBANGKIT LISTRIK DAUR KOMBINASI GAS UNTUK MENDUKUNG DIVERSIFIKASI ENERGI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

ANALISIS PENGARUH PEMAKAIAN BAHAN BAKAR TERHADAP EFISIENSI HRSG KA13E2 DI MUARA TAWAR COMBINE CYCLE POWER PLANT

Efisiensi PLTU batubara

BAB II ISI. 2.1 Komponen Penting PLTU Penanganan Batubara

Analisa Pengaruh Variasi Pinch Point dan Approach Point terhadap Performa HRSG Tipe Dual Pressure

BAB III DASAR TEORI SISTEM PLTU

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pengoperasian pltu. Simple, Inspiring, Performing,

GLOSSARY STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG JASA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TENAGA LISTRIK

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

ANALISA HEAT RATE DENGAN VARIASI BEBAN PADA PLTU PAITON BARU (UNIT 9)

ANALISA PEMBEBANAN DAN BIAYA PRODUKSI ENERGI LISTRIK PADA PLTU BATUBARA

ANALISIS SIKLUS KOMBINASI TERHADAP PENINGKATAN EFFISIENSI PEMBANGKIT TENAGA

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN

SEJARAH DAN STRUKTUR ORGANISASI PT INDONESIA POWER

BAB 1 PENDAHULUAN. Persaingan antar perusahaan di bidang manufaktur dan jasa sangat ketat. Hal ini

MAKALAH PEMBANGKIT LISRIK TENAGA UAP

BAB VI PENATAAN PIPA BAHAN BAKAR MFO UNTUK MAIN DIESEL

BAB I PENDAHULUAN. Energi listrik merupakan energi yang dihasilkan dari sumber energi lain

Tenaga Uap (PLTU). Salah satu jenis pembangkit PLTU yang menjadi. pemerintah untuk mengatasi defisit energi listrik khususnya di Sumatera Utara.

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO KONSENTRASI TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS GUNADARMA

MAKALAH SEMINAR KERJA PRAKTEK. PROSES SINKRON GENERATOR PADA PEMBANGKIT di PT. GEO DIPA ENERGI UNIT I DIENG

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Flow Chart Flow chart diagram alir digunakan untuk menggambarkan alur proses atau langkah-langkah secara berurutan.

BAB I PENDAHULUAN. BAB I Pendahuluan

Permasalahan. - Kapasitas terpasang 7,10 MW - Daya mampu 4,92 MW - Beban puncak 31,75 MW - Defisit daya listrik 26,83 MW - BPP sebesar Rp. 1.

Memahami sistem pembangkitan tenaga listrik sesuai dengan sumber energi yang tersedia

Tekad Sitepu, Sahala Hadi Putra Silaban Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara

I. PENDAHULUAN. EKSERGI Jurnal Teknik Energi Vol 11 No. 2 Mei 2015; 47-52

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

ADLN - Perpustakaan Universitas Airlangga DAFTAR ISI

BAB II TEORI DASAR. Dasar dari teknologi turbin gas adalah pemanfaatan energi dari gas bersuhu % sebagai pendingin, antara lain

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

PLTU (PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP)

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS LAUT BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

ANALISIS TERMODINAMIKA PERFORMA HRSG PT. INDONESIA POWER UBP PERAK-GRATI SEBELUM DAN SESUDAH CLEANING DENGAN VARIASI BEBAN

PRINSIP KONSERVASI ENERGI PADA TEKNOLOGI KONVERSI ENERGI. Ir. Parlindungan Marpaung HIMPUNAN AHLI KONSERVASI ENERGI

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

STEAM TURBINE. POWER PLANT 2 X 15 MW PT. Kawasan Industri Dumai

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 21 TAHUN 2008

BAB IV 4.1. UMUM. a. Unit 1 = 100 MW, mulai beroperasi pada tanggal 20 januari 1979.

EFISIENSI OPERASIONAL PEMBANGKIT LISTRIK DEMI PENINGKATAN RASIO ELEKTRIFIKASI DAERAH

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1. Potensi dan kapasitas terpasang PLTP di Indonesia [1]

BAB III TURBIN UAP PADA PLTU

BAB I PENDAHULUAN I.1

BAB IV HASIL DAN ANALISIS

BAB III METODE PENELITIAN. fenomena serta hubungan-hubunganya. Tujuan penelitian kuantitatif adalah

ANALISIS EFISIENSI TURBIN GAS TERHADAP BEBAN OPERASI PLTGU MUARA TAWAR BLOK 1

BAB IV ANALISIS DATA LAPANGAN. Ananlisi ini menjadi salah satu sarana untuk mencari ilmu yang tidak

ANALISA EFISIENSI PERFORMA HRSG ( Heat Recovery Steam Generation ) PADA PLTGU. Bambang Setyoko * ) Abstracts

BAB I PENDAHULUAN. Bertambahnya perindustrian di Indonesia menyebabkan peningkatan

BAB 1 PENDAHULUAN. generator. Steam yang dibangkitkan ini berasal dari perubahan fase air

BAB I PENDAHULUAN. Turbin uap berfungsi untuk mengubah energi panas yang terkandung. menghasilkan putaran (energi mekanik).

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 21 TAHUN 2008

SEMINAR ELEKTRIFIKASI MASA DEPAN DI INDONESIA. Dr. Setiyono Depok, 26 Januari 2015

ANALISA PERFORMANSI KETEL UAP DENGAN KAPASITAS 260 TON/JAM DAN TEKANAN 86 BAR DI UNIT 3 PADA PLTU SEKTOR PEMBANGKIT BELAWAN

MAKALAH PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS (PLTG)

BAB III PENGGUNAAN ENERGI LISTRIK PADA INDUSTRI MAKANAN PT. FORISA NUSAPERSADA

PENGARUH PENURUNAN VACUUM PADA SAAT BACKWASH CONDENSER TERHADAP HEAT RATE TURBIN DI PLTU

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III TEORI DASAR KONDENSOR

IV. GAMBARAN UMUM PLTU DI INDONESIA

ANALISA PERFORMANSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS UAP (PLTGU) SICANANG BELAWAN

BAB I PENDAHULUAN. Dalam proses PLTU dibutuhkan fresh water yang di dapat dari proses

BAB I PENDAHULUAN. Demikian juga halnya dengan PT. Semen Padang. PT. Semen Padang memerlukan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PRESENTASI P3 SKRIPSI PENENTUAN PARAMETER TURBIN GAS UNTUK PENAMBAHAN HEAT RECOVERY STEAM GENERATOR DAN PENINGKATAN PERFORMA PADA BLOK 2 PLTGU GRATI

BAB I PENDAHULUAN. modern ini, Indonesia sudah banyak mengembangkan kegiatan pendirian unit -

BAB II TEKNOLOGI PENINGKATAN KUALITAS BATUBARA

BAB III. DESKRIPSI SOLVENT EXTRACTION PILOT PLANT, ALAT PENY ANGRAI DAN BOILER

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Transkripsi:

BAB II PROFIL PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Singkat Unit Pembangkitan Muara Karang, dioperasikan pertama kali pada tahun 1979 oleh PLN Pembangkitan dan Penyaluran Jawa bagian barat (PLN KJB) yang dikenal dengan sebutan Sektor Muara Karang. Restrukturisasi di PT PLN (Persero) melahirkan dua anak perusahaan pada tanggal 3Oktober 1995, yakni PT PLN Pembangkitan Tenaga Listrik Jawa Bali I dan II yang lazim disebut PJB I dan II. Sektor Muara Karang termasuk dalam salah satu unit kerja PT PLN Pembangkitan Tenaga Listrik Jawa Bali II(PLN PJB II). Ditahun 1997, nama Sektor Muara Karang berubah menjadi PT PLN Pembangkitan Tenaga Listrik Jawa-Bali II Unit Pembangkitan Muara Karang (UP Muara Karang). Seiring dengan berkembangnya organisasi, sejak tanggal 3Oktober 2000, PT Pembangkitan Tenaga Listrik Jawa Bali berubah nama menjadi PT Pembangkitan Jawa- Bali( PT PJB). 2.2 Kegiatan Usaha Kegiatan inti UP Muara Karang adalah memproduksi energi listrik. Rata-rata 5.286 Gwh per tahun dengan total daya 1.208MW. Energy tersebut disalurkan melalui jaringan Transmisi Tegangan Tinggi 150 KV sistem Jawa-Madura-Bali. UP Muara Karang mempunyai peran utama dalam memenuhi kebutuhan listrik IbuKota Jakarta, terutama daerah-daerah VVIP seperti Istana Presiden, Gedung MPR/DPR, Bandara Soekarno Hatta. PT. PJB Muara Karanng 5

TABEL 2.1 PLTU UNIT 1-5 PJB Muara Karang Jenis Pembangkit Unit Daya Terpasang ( MW) Bahan Bakar Tahun Operasi PLTU 1 1 1x100 MFO 20-Feb-79 PLTU 2 2 1x100 MFO 28-Feb-79 PLTU 3 3 1x100 MFO 28-Jun-79 PLTU 4 4 1x200 MFO/Gas 26-Nov-81 PLTU 5 5 1x200 MFO/Gas 07-Okt-82 PLTGU Muara Karang GT1.1 1X108 Gas GT1.2 1X108 Gas GT1.3 1X108 Gas 26-Okt-92(Open Cycle) 1995(Combined Cycle) 26-Okt-92(Open Cycle) 1995(Combined Cycle) 26-Okt-92(Open Cycle) 1995(Combined Cycle) UP Muara Karang 1.210 ST1.0 1X186 Gas 1995(Combined Cycle) Sumber : Leaflet PLTU Muara Karang UP Muara Karang menggunakan tiga jenis bahan bakar yaitu : PLTU Unit 1-2-3 Muara Karang menggunakan bahan bakar MFO yang dipasok dengan kapal tanker/tongkang kemudian ditampung di Bunker. PT. PJB Muara Karanng 6

PLTU Unit 4-5 Muara Karang menggunakan System Dual Firing,sehingga bisa menggunakan bahan bakar Gas saja, bahan bakar minyak (MFO) atau campuran Gas dan Minyak PLTGU Muara Karang menggunakan bahan bakar Gas atau HSD yang berasal dari sumur gas alam di lepas pantai laut Jawa yang disalurkan melalui pipa bawah laut Air penambah dan air service untuk proses produksi berasal dari proses destilasi air laut, sedangkan air pendingin utama untuk kondensor menggunakan air laut dengan sistem sirkulasi terbuka satu kali laluan (one trough) 2.3 Proses Produksi 2.3.1 Alur Proses Produksi PLTU Muara Karang Proses Produksi Gambar 2.1 Alur Proses Produksi PLTU Muara Karang Sumber : Pamflet PLTU Muara Karang Peralatan utama PLTU Muara Karang adalah Boiler, Turbin, dan Generator, dan peralatan bantunya seperti Desalination Plant dan Water Treatment, dan lain-lain. Dalam proses produksi energi listrik, air tawar yang digunakan sebagai media kerja diperoleh PT. PJB Muara Karanng 7

dari air laut yang diolah melalui peralatan Desalination Plant, diolah lagi melalui Water Treatment hingga air tersebut memenuhi syarat untuk Boiler. Air Tawar yang memenuhi syarat, disalurkan dan dipanaskan ke dalam Boiler dengan menggunakan bahan bakar gas dan atau bahan bakar residu. Uap hasil Produksi Boiler dengan tekanan dan temperature tertentu disalurkan ke Turbin. Uap yang disalurkan ke Turbin akan menghasilkan tenaga mekanis untuk memutar Generator dan menghasilkan tenaga listrik disalurkan ke Sistem Jawa-Bali 2.3.2 Alur Proses Produksi PLTGU Muara Karang Gambar 2.2 Alur Produksi PLTGU Muara Karang Sumber : Pamflet PLTU Muara Karang Proses Pruduksi Dalam Proses Pruduksi energi listrik, PLTGU Muara Karang menggunakan system daur ulang (Combine Cycle) yang peralatan utama terdiri dari turbin gas dengan PT. PJB Muara Karanng 8

generatornya, HRSG (Heat Recovery Steam Generator), Turbine Uap dengan generatornya dan alat pendukungnya. 1. Turbin Gas, diawali dengan menjalankan motor starter (Penggerak Mula) memutar Kompresor untuk memampatkan udara pada ruang bakar diinjeksikan bahan bakar gas bumi atau HSD, kemudian dinyalakan dengan Igniter (untuk awal pembakaran) maka terjadilah pembakaran di ruang bakar. Setelah gas hasil pembakaran mampu memutar turbin, Kompresor dan Generator, secara otomatis motor starter akan mati pada putaran 2100 rpm. Putaran turbin kompresor terus naik sampai 3000rpm (full speed to load), selanjutnya generator menghasilkan energi listrik untuk diparalelkan dengan jaringan interkoneksi Jawa Bali. Disamping menghasilkan Listrik, Turbin Gas mengeluarkan Gas Buang. 2. HRSG, Gas buang dari turbin Gas (dengan temperature diatas 500 o C) dialirkan melalui HRSG sehingga menghasilkan uap tekanan rendah. Proses pemanasan air di HRSG ini tidak menggunakan bahan bakar tambahan, jadi semata-mata menggunakan gas buang dari turbin gas. 3. Turbin Uap, Uap hasil produksi Ketel /HRSG digunakan untuk menggerakan turbin uap, uap dari saluran tekanan tinggi masuk ke turbin tekanan tinggi selanjutnya bersama-sama uap dari salurran tekanan rendah masuk kedalam turbin tekanan rendah dan di kondensasikan di kondensor. Air kondensor dipanaskan kembali ke ketel/hrsg sehingga kembali terbentuk uap untuk memutar turbin. Energi mekanik turbin digunakan memutar generator dan menghasilkan energi listrik kemudian di paralelkan dengan jaringan interkoneksi Jawa Bali. Demikian, sehingga terjadi proses kombinasi Turbin Gas dengan proses Turbin Uap. 2.4 Organisasi dan Sumber daya manusia Menyadari bahwa karyawan adalah asset terpenting dalam perusahaan, maka setiap karyawan diberikan kesempatan untuk berkembang, dan diberikan pendidikan serta pelatihan agar menjadi SDM yang professional. Dengan dukungan sikap profesionalisme PT. PJB Muara Karanng 9

dari 223 karyawannya, UP Muara Karang berhasil menunjukan presetasi seperti yang terlihat dari hasil kinerjanya. 2.5 Struktur Organisai Gambar 2.3 Struktur Organisasi PLTU Muara Karang Sumber : Leaflet PLTU Muara Karang 2.6 Kepedulian Lingkungan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Sesuai dengan Visi Perusahaan yang peduli akan lingkungan, UP Muara Karang selalu berusaha menjadi perusahaan yang ramah lingkungan dan memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar. Untuk pengendalian polusi udara dan air, unit pembangkit dilengkapi : Cerobong yang cukup tinggi untuk mendapatkan distribusi penyebaran gas buang secara luas Instalasi Pengolah Air Limbah(IPAL) untuk menetralkan air buangan unit sebelum di buang ke sungai dan laut Oli Separator, untuk memisahkan minyak pada airbuangan yang berasal dari area bunker BBm PT. PJB Muara Karanng 10

Dust collector/dust Handling untuk menangkap debu hasil pembakaran yang akan dibuang melalui cerobong Saluran inlet 2.7 PUSAT LISTRIK TENAGA UAP ( PLTU ) MUARA KARANG 2.7.1 Uraian singkat Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Muara Karang unit 1,2,3,4 dan 5 diangun di Muara Karang yang berlokasi di teluk Jakarta di atas tanah seluas +/- 41,5 hektar yang terdiri dari +/-12 hektar untuk bangunan sentraldan 29,5 hektar untuk sarana penunjang seperti gudang, perumahan operator dan lain-lain Pembangunan Pembangunan proyek PLTU Muara Karang dibagi dalam dua tahap : Tahap I Unit 1,2, dan 3 ( 3X 100MW) Tahap II Unit 4 dan 5 (2X 200MW) Tahap I Sinkronisasi dengan jaringan9 Sistem0 pertama kali adalah sebagai berikut : Unit I, tanggal 20 Januari 1979 Unit II, tanggal 28 Februari 1979 Unit III, tanggal 28 Juni 1979 Tahap II Sinkronisasi dengan jaringan(sistem) pertama kali sebagai berikut : Unit IV, tanggal 26 November1981 PT. PJB Muara Karanng 11

Unit V, tanggal 7 Juni 1982 Biaya Pembangunan Biaya seluruhnya untuk pembangunan PLTU MuaraKarang unit 1,2,3,4 dan 5 sebesar ekivalen US$ 296.030.108,95 Terdiri dari : 1. Biaya pembangunan PLTU unit 1,2, dan 3 : - APBN Rp. 18.115.031.671,20 - APLN Rp. 975.231.663,65 Jumlah Rp. 19.090.263.334,85 Jumlah valuta asing yang digunakan adalah ekivalen US$ 142.012.078 atau PLTU 473 Kw 2. Biaya Pembangunan PLTU unit 4 dan 5 ; - Dana rupiah Rp. 21.656.489.711,- - Dana valuta asing US$ 119.367.647,42 Total biaya pembangunan ekivalen US$ 154.018.030,95 atau US$ 385 Kw Sistem penyediaanbahan bakar Minyak residu( MFO ) sebagai bahan bakar utama PLTU MuaraKarang dipasok oleh kapal tanker yang berlabuh di pelabuhan minyak PLTU MuaraKarang sejauh +/- 4Km dari pantai melalui saluran pipa dasar laut. Untuk menimbun bahan bakar tersebut disediakan 4buah tangki dengan kapasitas 2 x 19.000 Kl, serta 2 tangki HSD dengan kapasitas 2x250 Kl yang di pergunakan untuk alat bantu. PT. PJB Muara Karanng 12

Heat Rate PLTU unit 1,2,3 merupakan siklus sederhana( non-heat) mempunyai heat rate design 2.170 kcal/k.wh, PLTU unit 4 dan 5 merupakan silus reheat dengan heat rate design 2.002 kcal/kwh. Apabila factor kapasitas harian sebesar 80% akan memerlukan BBm 2.533 ton/hari Fasilitas penyediaan air serta pengolahan Air penambah/ pengisi ketel untuk kebutuhan PLTU MuaraKarang unit 1 sampai dengan unit 5 diperoleh dari proses distilasi air laut dengan menggunakan Desalination plant yang mempunyai kapasitas 40 ton/jam, di tamping di tangki Make- Up. Air dari Make-Up ini diolah lagi dalam Demin Plant 1 yang mempunyai kapasitas 864 ton/hari dan ditampung dalam tangki Demin dan tangki Kondensate dengan kapasitas 2x380 ton dan 1x760 ton Sistem pendingin Untuk keperluan air pendingin kondensor yang cukup dan bersih, maka saluran air masuk(kanal) di buat menjorok kelaut sepanjang 500 meter, air ini disaring dengan saringan kasar(dolpin Fender) kemudian disaring dengan Bar Screen serta travelling screen kemudian dipompakan kedalam kondensor, dimana sebelum masuk kondensor air tersebut disaring lagi dengan debris filter. Untuk memenuhi kebutuhan air pendingin seluruh kondensor dipasang 3buah pompa untuk unit 1,2 dan 3 ditambah 1 buah untuk cadangan dengan kapasitas 19.680 ton/jam dan 4buah pompa untuk unit 4dan 5 ditambah 1buah untuk cadangan dengan kapasitas 33.600 ton/jam. Hydrogen Plant Untuk pendingin generator digunakan gas hydrogen yang di peroleh dari hasil proses elektrolisa air pada hydrogen plant yang terdiri dari 4sel dengan kapasitas 0,7 m 3 /jam tiap sel dengan kemurnian 90%hidrogen PT. PJB Muara Karanng 13

Hypochlorite Plant Peralatan untuk membuat gas cair dengan system electrolisa yang digunakan untuk mematikan/memabokan pangton-plangton/jasad renik/tritip yang terbawa pada system air pendingin karena bila kehidupan laut terbawa dan berkembangbiak maka akan menghambat perpindahan panas pada alat pendingin(kondensor) bahkan bila jumlahnya banyak akan membuat buntu dan akan mematikan unit. Kapasitas dari peralatan tersebut 220m 3 /jam per unit dan terpasang sebanyak 4 buah. Bola Taprogge dan Debris Filter Alat bantu untuk kondensor, bila system pendingin masih terbawa sampahsampah maka akan tersaring pada debris filter dan bila kotoran yang terbawa kotoran/sampah yang lebih halus maka akan menempel pada peralatan pendingin(kondensor) untuk itu diperlukan bola taprogge untuk membersihkan, karena bila tidak dibersihkan peralatan tersebut akan menurun kemampuannya. Penyaluran Tegangan Tinggi Tenaga listrik dari PLTU MuaraKarang disalurkan melalui kabel udara 150KV ke gardu induk Angke, gardu induk Duri Kosambi, dan melalui kabel tanah 150KV ke gardu induk Budi Kemulyaan yang diteruskan untuk pemakaian Istana Presiden dan sekitarnya. Tempat penting yang mendapat aliran dari PLTU MuaraKarang ialah Bandara Sukarno Hatta,Gedung DPR dan sekitarnya. PT. PJB Muara Karanng 14