PERUBAHAN MAKNA KATA UN 06

dokumen-dokumen yang mirip
Faktor penyebab perubahan makna kata : 1. Ilmu dan teknologi 2. Sosial dan budaya 3. Perbedaan bidang pemakaian 4. Adanya asosiasi 5.

MODUL. BAHASA dan SASTRA INDONESIA

A. Pengantar. B. Faktor Perubahan Makna

Modul #4 Sistem Representasi Darmawan Aji Page 1

Kehidupan itu terlalu penuh dengan kebahagian bagi orang yang menyadarinya Tommy membaca kalimat terakhir dari sebuah novel yang diterbitkan melalui

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

hangat hangat hangat hanyut hanyut hanyut haus haus haus

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 2015 TENTANG JAMINAN KECELAKAAN KERJA DAN JAMINAN KEMATIAN BAGI PEGAWAI APARATUR SIPIL NEGARA

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA TENGAH

BAB II PROFIL INFORMAN. mendasari mengapa penelitian gaya komunikasi manajemen konflik interpersonal

Bab 1. Awal Perjuangan

PEMERINTAH KABUPATEN KUDUS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUDUS NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

Partisipasi Penyandang Cacat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN TENTANG HUKUM ACARA PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAHASA INDONESIA D I K S I. Drs. SUMARDI, M. Pd. Modul ke: Fakultas SISTEM INFORMASI. Program Studi SISTEM INFORMASI.

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2006 TENTANG ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 77, Tamba

KUESIONER PENELITIAN HUBUNGAN PERAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN RISIKO JATUH PADA LANSIA TERHADAP KEJADIAN JATUH DI RW.06

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN TENTANG HUKUM ACARA PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN. manusia kedua setelah laki-laki. Tatanan sosial memberi kedudukan perempuan

PEMERINTAH KOTA SINGKAWANG

BUPATI MAGELANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI KABUPATEN MAGELANG

LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG

LAMPIRAN PERATURAN KEPALA BADAN PEMELIHARA KEAMANAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Asal Mula Candi Prambanan

TATA TERTIB PESERTA RAMAH TAMAH (RATAM) JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN TAHUN 2012

BUPATI DHARMASRAYA PERATURAN DAERAH KABUPATEN DHARMASRAYA NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

Bab 4 Kecakapan Komunikasi Dasar

PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT

LEMBARAN DAERAH KOTA SALATIGA NOMOR 13 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KOTA SALATIGA NOMOR 13 TAHUN 2013

1. Sklera Berfungsi untuk mempertahankan mata agar tetap lembab. 2. Kornea (selaput bening) Pada bagian depan sklera terdapat selaput yang transparan

SHIN HAIDO THE FINNEGANS SHADOWS #1. Penerbit FD Company IVAN DE FINNEGAN

BUPATI BADUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

PEMERINTAH KOTA SURABAYA

TRILOGI NOVEL MARITO

BUPATI BANGKA TENGAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA TENGAH NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG

BAB 1 PENDAHULUAN. Anak merupakan dambaan setiap orang, yang kehadirannya sangat dinanti-natikan

BAB II RINGKASAN CERITA. sakit dan mengantarkan adik-adiknya ke sekolah. Karena sejak kecil Lina

7. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 224, Tambahan Lembaran Negara Re

Tahap-tahap Tumbuh Kembang Manusia

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB I PENDAHULUAN. hak dan kewajiban yang baru atau ketika individu telah menikah, status yang

PEMERINTAH KABUPATEN MALINAU

DIKSI. (Pilihan Kata) Karina jayanti

PROFIL KELUARGA BAPAK H. SUMIDJAN DAN IBU SUTIJAH

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG. Nomor 07 Tahun 2010 PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 07 TAHUN 2010 TENTANG

Fitri Dwi Lestari DIKSI. (Pilihan Kata)

BAHASA INDONESIA KELAS X Oleh: Dra. M.M. Lies Supriyantini

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 2 TAHUN 2009 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG

PERATURAN PESERTA LKMM-TD XXVIII

SURAT EDARAN Nomor: SE 800/ 012 /BKD/2014

Gamba Sampul adalah hasil modifikasi dari gambar yang diambil dari

SD kelas 6 - BAHASA INDONESIA BAB 7. MEMBACA SASTRALatihan Soal 7.11

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUARA ENIM NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

BAB V PENUTUP. penelitian, maka penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut : 1. Prosesi Sebambangan Dalam Perkawinan Adat Lampung Studi di Desa

Kalender Doa Agustus 2015 Berdoa Bagi Wanita Korban Kekerasan Rumah Tangga

LEMBAR KUISIONER. Judul Penelitian : Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Risiko Jatuh Pada

Lampiran 1 SURAT PERSETUJUAN SEBAGAI SUBJEK PENELITIAN ( INFORMED CONCENT) Bapak/Ibu diundang untuk berpartisipasi dalam studi hubungan dukungan

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 2017 TENTANG PELAKSANAAN PENGASUHAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KOTA SURAKARTA PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA

BAB VII SEJARAH DAN PENGALAMAN MOBILITAS PENDUDUK PEREMPUAN DESA KARACAK

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

BAB III PENYAJIAN DATA

SMP kelas 9 - BAHASA INDONESIA BAB 4. Ketrampilan BersastraLatihan Soal 4.2. Pengenalan. Klimaks. Komplikasi. Penyelesaian

HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION INDONESIAN 2/3 UNIT (COMMON) LISTENING SKILLS TRANSCRIPT

PERATURAN DAERAH KOTA PALEMBANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN NOMOR 16 TAHUN 2010

Ada-ada saja! 6 bulan baru tahu kalau istrinya laki-laki!

PENETAPAN. Nomor 0173/Pdt.G/2015/PA.Plg DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. menjatuhkan penetapan dalam perkara Cerai Gugat antara :

STANDAR OPERATIONAL PROSEDUR (SOP) PT. ARFAK INDRA

BAB I PENDAHULUAN. generasi penerus bangsa, sehingga setiap anak berhak atas kelangsungan. memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 2015 TENTANG JAMINAN KECELAKAAN KERJA DAN JAMINAN KEMATIAN BAGI PEGAWAI APARATUR SIPIL NEGARA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 1981 TENTANG PERAWATAN, TUNJANGAN CACAD, DAN UANG DUKA PEGAWAI NEGERI SIPIL

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SRAGEN NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

1. Berikut ini yang bukan merupakan fungsi rangka adalah. a. membentuk tubuh c. tempat melekatnya otot b. membentuk daging d.

IV. GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. A. Sejarah Singkat Punguan Pomparan Raja Silahisabungan dan Punguan Pomparan Raja Toga Manurung

Om Dompet. Pijak-pijak Sastra

Trainers Club Indonesia Surabaya Learning Forum episode 28. Rabu 29 Juli 2009 WILLEM ISKANDAR

LEMBAR KUESIONER. : Permohonan Mengisi Lembar Kuesioner. Judul Skripsi : Hubungan Pengetahuan tentang Penggunaan Kacamata Las

NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

WALIKOTA PONTIANAK PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH KOTA PONTIANAK NOMOR 10 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

SD kelas 6 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 12. RANGKA DAN SISTEM ORGAN PADA MANUSIALatihan soal 12.2

KUESIONER : ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK. :Pola Pengasuhan Anak Di Daerah Pemukiman Kumuh Kota Medan

BAB III PENYAJIAN DATA A. PERSEPSI PENDENGAR TERHADAP PROGRAM MUSIK RADIO SIARAN PT. BBC (BAGAN BANDAR CITRANUSA) 102,8 FM BAGAN BATU ROKAN HILIR

BAB II GAMBARAN UMUM DESA SIMPANG PELITA. A. Geografis dan demografis desa Simpang Pelita

PEMERINTAH KABUPATEN SAMBAS

BAB IV ANALISA DATA. A. Analisa Makna Pernikahan di Gereja Bethany Nginden Surabaya. untuk menghasilkan keturunan. kedua, sebagai wujud untuk saling

01FDSK. Persepsi Bentuk. Denta Mandra Pradipta Budiastomo, S.Ds, M.Si.

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KATINGAN NOMOR : 5 TAHUN 2011 TENTANG ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

Transkripsi:

PERUBAHAN MAKNA KATA 1

Macam macam Perubahan Makna Kata 1. Meluas 2. Menyempit 3. Amelioratif 4. Peyoratif 5. Sinestesia 6. Asosiatif 2

1. Meluas (generalisasi) Cakupan makna sekarang (kini) lebih luas daripada makna yang lama. 3

Contoh : a. Pelayaran ke negara Perancis itu dipimpin oleh Kapten Sugianto. Kata pelayaran dulu atau asalnya bermakna mengarungi lautan dengan perahu layar. Kini kata pelayaran bermakna mengarungi lautan dengan kapal bermesin. 4

b. Siapa yang Ibu cari di sini? Kata ibu memiliki makna asal orang tua kandung yang wanita. Kata ibu saat dapat untuk menyebut wanita yang berkedudukan lebih tinggi daripada kita. 5

c. Pak Ari akhirnya menduduki kursi direktur di perusahaan itu. Kata kursi memiliki makna asal tempat duduk yang berkaki dan bersandaran. Kata kursi kini juga memiliki makna kedudukan atau jabatan. 6

d. Saat peringatan hari Kartini anak putra dan putri mengenakan pakaian nasional. Kata putra dan putri semula digunakan hanya untuk menyebut anak anak raja. Kata putra putri pada kalimat tersebut untuk menyebut anak laki laki dan perempuan pada umumnya. 7

2. Menyempit (spesialisasi) Cakupan makna kata yang sekarang lebih sempit atau terbatas daripada makna yang dulu atau makna asalnya. 8

Contoh : a. Saya bercita cita ingin menjadi sarjana pendidikan. Kata sarjana dulu dipakai untuk menyebut cendekiawan atau orang pintar atau orang berilmu. Sekarang kata sarjana dipakai untuk menyebut orang yang telah lulus dari jenjang strata satu di perguruan tinggi 9

b. Sekarang ini di kota kota besar banyak terdapat biro jasa yang menyalurkan para pembantu. Makna asal kata pembantu orang yang membantu. Sekarang kata pembantu dipakai untuk menyebut pembantu rumah tangga atau pelayan. 10

c. Dari tadi aku mencium bau bangkai di sekitar sini. Makna asal kata bau semua jenis bau bauan (wangi dan tidak enak). Kini kata bau lebih mengarah pada makna bau tidak enak/busuk. 11

d. Ustad Harun sedang pergi melakukan ibadah umroh. Makna asal kata ustad guru. Makna kata ustad yang sekarang terbatas pada guru mengaji atau guru agama Islam. 12

3. Membaik (Amelioratif) Suatu proses perubahan makna yang membuat makna kata baru dirasakan lebih tinggi atau lebih baik nilai rasa bahasanya daripada makna kata lama. 13

Contoh : a. Anak anak penyandang tunarungu pun berhak mengeyam pendidikan. Kata tunarungu dirasakan lebih halus dan sopan nilai rasa bahasanya daripada kata tuli. 14

b. Dalam acara perpisahan siswa kelas III kepala sekolah hadir bersama istri. Kata istri dirasakan lebih tinggi atau lebih baik nilai rasa bahasanya daripada kata bini. 15

c. Jenazah para korban kecelakaan itu dibawa ke rumah sakit terdekat untuk diotopsi. Kata jenazah dirasakan lebih baik nilai rasa bahasanya daripada kata bangkai atau mayat. 16

d. Pada hari ini kakakku akan menikah. Kata menikah nilai rasa bahasanya lebih halus atau lebih baik daripada digunakan kata kawin. 17

4. Memburuk (Peyoratif) Suatu proses perubahan makna yang membuat makna kata baru dirasakan lebih rendah nilai rasa bahasanya daripada nilai pada makna kata lama. 18

Contoh : a. Direktur perusahaan ini ternyata berbini bini tiga. Kata bini dianggap baik pada masa lampau, tetapi sekarang dirasakan kasar. 19

b. Empat narapidana kabur dari lembaga pemasyarakatan itu. Kata kabur dianggap baik pada masa lampau, yaitu lari,, tetapi sekarang dirasakan kurang baik, yaitu menghilang. 20

c. Orang itu dipecat dari perusahaan tempat ia bekerja. Kata dipecat untuk pemakaian sekarang nilai rasanya kurang sopan. Sekarang masyarakat lebih senang menggunakan kata di PHK atau dirumahkan. 21

d. Kaki tangan teroris berhasil dibekuk polisi. Kata kaki tangan dulu berarti kaki dan tangan,, tetapi sekarang dipakai dalam arti yang kurang baik, yaitu mata mata atau orang yang diperalat orang lain untuk membantu. 22

5. Sinestesia Perubahan makna kata akibat pertukaran tanggapan antara dua indra yang berlainan. Misalnya: pengecap pendengaran penglihatan pendengaran pengecap pengecap 23

Contoh : a. Suara penyanyi Erni Johan sampai saat ini masih empuk. Kata empuk sebenarnya yang merasakan adalah indra peraba (kulit) dengan makna lunak atau tidak keras. Akan tetapi, pada kalimat tersebut kata empuk yang merasakan adalah indra pendengar( telinga) dengan makna merdu. 24

b. Pidatonya hambar. Kata hambar sebenarnya yang merasakan adalah indra pengecap (lidah) dengan makna tawar atau tidak ada rasanya. Kata hambar dalam kalimat tersebut yang merasakan indra pendengar (telinga) dengan makna monoton atau kurang menggairahkan 25

c. Model bajunya manis. Kata manis sebenarnya yang merasakan adalah indra pengecap (lidah) dengan makna legi atau rasa seperti rasa gula. Dalam kalimat tersebut kata manis yang menangkap adalah indra penglihatan (mata) dengan makna menarik. 26

d. Permen itu ramai rasanya. Kata ramai sebenarnya yang merasakan adalah indra pendengaran dengan makna riuh rendah,meriah, orang banyak. Akan tetapi, dalam kalimat tersebut kata ramai yang merasakan adalah indra pengecap dengan makna bermacam macam. 27

6. Asosiatif Perubahan makna kata yang terjadi karena persamaan sifat. 28

Contoh : a. Orang itu mencatut nama pejabat untuk mencari sumbangan. Kata catut berarti alat untuk menarik atau mencabut paku dan sebagainya. Berdasarkan persamaan sifat ini, kata catut dipakai untuk menyatakan makna mengambil sesuatu yang bukan haknya. 29

b. Janganlah kita membiasakan diri memberi amplop dalam mengurus sesuatu! Kata amplop berarti alat untuk menyimpan surat. Berdasarkan sifat ini, kata amplop dipakai untuk menyatakan makna memberi uang sogokan atau uang pelicin. 30

c. Menurut kacamata saya, perbuatan Anda tidak benar. Kata kacamata memiliki makna lensa tipis untuk mata guna menormalkan dan mempertajam penglihatan. Kata kacamata pada kalimat tersebut berarti pandangan seseorang terhadap suatu hal. 31

CONTOH SOAL 32

1. Kata yang mengalami penyempitan makna terdapat pada kalimat a. Firdaus mengajar di Madrasah Tsanawiyah Randugunting. b. Saudara kami mohon hadir dalam temu warga di kelurahan. c. Kakakku dikaruniai seorang putra dan seorang putri. d. Sepulang berlayar,, Donny membuat rumah. 33

2. Kalimat yang menggunakan kata beramelioratif adalah a. Dengan wajah dingin Winda menerima kedatanganku. b. Pencopet itu tewas akibat tertabrak bajaj. c. Para narapidana mendapat pembinaan yang intensif. d. Ketika menyanyi, suara Stacia terang sekali. 34

3. (1) Para penyandang tunadaksa dari berbagai wilayah DKI mengikuti lomba melukis di aula kantor gubernur. (2) Aku merasa senang sebab ibuku beranak lagi. (3) Kita harus berlapang dada menerima kenyataan ini. (4) Pikiran Citra tajam sehingga ia diterima di SMA favorit tersebut. (5) Dalih yang dikeluarkan hanya siasat untuk mengalihkan perhatian saja. 35

Kalimat yang menggunakan kata berpeyoratif ditandai nomor a. (1) dan (2) b. (2) dan (3) c. (3) dan (4) d. (2) dan (5) 36

4. (1) Ratna Mahartika, seorang gadis yang memang manis. (2) Hobinya menyanyi, baik lagu pop, barat, bahkan dangdut. (3) Dengan modal suara empuk, ia pernah ditawari untuk rekaman. (4) Namun, ia tidak mau menerima tawaran itu. Kata bersinestesia dalam paragraf tersebut terdapat pada kalimat. a. (1) dan (2) c. (2) dan (3) b. (1) dan (3) d. (2) dan (4) 37

5. Kalimat yang menggunakan kata berpeyorasi adalah a. Preman preman pasar yang bermasalah ditangani polisi. b. Jumlah tunawisma di Jakarta semakin banyak. c. Sudah dua tahun kakakku bekerja sebagai pramugari di Matahari. d. Setelah bekerja selama tiga puluh tahun, kini bapakku menjalani purnabakti. 38

6. Kata yang mengalami penyempitan makna terdapat pada kalimat a. Kedua orang tuaku tinggal di Surabaya. b. Putra putri Indonesia mengadakan Kongres Pemuda tahun 1928. c. Para anggota Pramuka Penggalang bersama kakak pembina sedang mengikuti jambore daerah. d. Mohon maaf, Dik,, di mana Jalan Raden Saleh itu? 39

7. (1) Kata katanya sangat pedas. (2) Sebelum pergi ke undangan pernikahan, kami menyiapkan amplop. (3) Pedih sekali luka di tanganku. (4) Coklat ini bukan coklat biasa, tetapi coklat dengan rasa besar. Kalimat yang menggunakan kata bersinestesia ditandai nomor a. (1) dan (2) c. (3) dan (4) b. (2) dan (3) d. (1) dan (4) 40

8. Tim Penertiban Masyarakat DKI membawa para yang biasa tidur bawah jembatan layang ke panti rehabilitasi. Kata berameliorasi untuk melengkapi kalimat tersebut adalah a. gelandangan b. pengemis c. peminta minta d. tunawisma di 41