Obat tradisional 11/1/2011

dokumen-dokumen yang mirip
Resep Alam, Warisan Nenek Moyang. (Jamu untuk Remaja, Dewasa, dan Anak-anak)

Penggolongan sederhana dapat diketahui dari definisi yang lengkap di atas yaitu obat untuk manusia dan obat untuk hewan. Selain itu ada beberapa

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Pengertian jamu dalam Permenkes No. 003/Menkes/Per/I/2010 adalah bahan atau

DRA. HELNI, APT, M.KES

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN... TENTANG PENGELOMPOKAN OBAT BAHAN ALAM

PERATURAN OBAT ASLI INDONESIA

TANAMAN BERKHASIAT OBAT. By : Fitri Rahma Yenti, S.Farm, Apt

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. khasiat sebagai obat. Bahkan, sekitar 300 spesies dimanfaatkan sebagai bahan

Mengenal Perbedaan Logo Jamu, Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka Serta Obat Untuk Diabetes

BAB I PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang Penelitian. Luka merupakan keadaan yang sering dialami oleh setiap orang, baik

BAB I TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : HK TENTANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

Biodiversitas adalah berbagai variasi yang ada di antara makhluk hidup dan lingkungannya Sekitar 59% daratan Indonesia merupakan hutan hujan tropis

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN DAN KEHUTANAN NOMOR: 453/Kpts/TN.260/9/2000 TENTANG OBAT ALAMI UNTUK HEWAN MENTERI PERTANIAN DAN KEHUTANAN,

M E M U T U S K A N : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PEREDARAN OBAT TRADISIONAL IMPOR BAB I KETENTUAN UMUM.

KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN PRODUK HERBAL BERBASIS RISET

ISU KONTEMPORER DALAM FARMAKOLOGI KEPERAWATAN

Kontroversi Pemakaian Obat Alami Untuk Diabetes

BAB I PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang. Indonesia memiliki sumber daya hayati dan merupakan salah satu negara

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu adil dan merata baik di pusat daerah,

dan minyak atsiri (Sholikhah, 2006). Saponin mempunyai efek sebagai mukolitik (Gunawan dan Mulyani, 2004), sehingga daun sirih merah kemungkinan bisa

BAB I PENDAHULUAN. bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian atau galenik, atau

terhadap masalah kesehatan melalui pengobatan tradisional sangat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, contohnya yaitu menggunakan ramuan-ramuan

BAB I PENDAHULUAN. sumber daya alam yang tinggi. Kekayaan hayati yang dimiliki Indonesia diperkirakan

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 007 TAHUN 2012 TENTANG REGISTRASI OBAT TRADISIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. tumbuhan, hewan, mineral, sediaan sarian (galenika) atau campuran dari bahanbahan

TINJAUAN PUSTAKA. obat tradisional, yaitu spesies tumbuhan yang diketahui atau dipercayai

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78 TAHUN 1992 TENTANG OBAT HEWAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Setiap masyarakat atau suku bangsa pada umumnya memiliki berbagai

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

ABSTRAK HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN UMUR TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG OBAT TRADISIONAL DI APOTEK AULIA BANJARMASIN.

OUTLINE. Drs. Hary Wahyu T., Apt. Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen A. PENDAHULUAN

2016, No Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 42,

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA. bahan hewan, bahan mineral, sediaan galenik atau campuran dari bahan-bahan

TUGAS SAINTIFIKASI JAMU Peran Apoteker dalam Saintifikasi Jamu dan Quality Assurance

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. kesehatannya banyak cara yang dilakukan oleh masyarakat mulai dari melakukan

-2- yang optimal dengan tetap menjamin kelestarian Sumber Daya Ikan dan lingkungannya. Adapun pokok materi muatan yang diatur dalam Peraturan Pemerint

Observasi Klinik Jamu Sebagai Dasar Ilmiah Terapi Kedokteran Modern

DASAR KOMPETENSI KEJURUAN DAN KOMPETENSI KEJURUAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Latar Belakang. Teori Umum. Deinisi :

BAB I PENDAHULUAN. Obat tradisional telah dikenal dan banyak digunakan secara turun. temurun oleh masyarakat. Penggunaan obat tradisional dalam upaya

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

Lampiran 1. Indikator dan Parameter Faktor Internal. No Indikator Parameter Skor 1. Ketersediaan bahan baku obat tradisional

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. pilihan alternatif solusi kesehatan masyarakat. Oleh karena harga obat tradisional

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Inflamasi merupakan reaksi lokal jaringan terhadap infeksi atau cedera dan melibatkan lebih banyak mediator

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BPOM. Uji Klinik. Persetujuan. Tata Laksana. Pencabutan.

2. KETENTUAN UMUM Obat tradisional Bahan awal Bahan baku Simplisia

A. Guntur H. Subbagian Alergi-Imunologi Tropik Infeksi Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fak. Kedokteran UNS Solo

BAB I PENDAHULUAN. apoteker Indonesia, masih belum dapat menerima jamu dan obat herbal terstandar

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan merupakan kebutuhan terpenting bagi manusia sehingga

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN OBAT HERBAL BIOMUNOS PADA PT. BIOFARMAKA INDONESIA, BOGOR

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan akan kesehatan. Gaya hidup yang kembali ke alam (Back to nature)

tradisional, daun sirih digunakan sebagai pelengkap dalam upacara adat, misalnya dalam perkawinan adat Jawa (Anonim, 2010). Umumnya masyarakat

Evaluasi penerapan cara pembuatan obat tradisional yang baik (CPOTB) di industri obat tradisional di Jawa Tengah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

PERAN INDUSTRI KECIL OBAT TRADISIONAL DALAM PENGEMBANGAN INDUSTRI AGRO DI JEMBER

MATERIA MEDIKA HERBAL

pengolahan, kecuali pengeringan. Standarisasi simplisia dibutuhkan karena kandungan kimia tanaman obat sangat bervariasi tergantung banyak faktor

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 760/MENKES/ PER/ lx/1992 TENTANG FITOFARMAKA

DALAM PENGAWASAN DAN PENINGKATAN DAYA SAING

PANDUAN PENGISIAN FORMULIR PERMOHONAN PENDAFTARAN OBAT ALAMI UNTUK HEWAN SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BINA PRODUKSI PETERNAKAN

BAB 1: ILMU KEFARMASIAN

ANALISIS DAYA SAING, STRATEGI DAN PROSPEK INDUSTRI JAMU DI INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. Akhir-akhir ini di Indonesia, pemanfaatan tanaman obat sebagai obat tradisional

upaya penyediaan bahan baku untuk industri obat tradisional sebagian besar berasal dari tumbuhtumbuhan yang tumbuh di alam liar atau dibudidayakan

Aspek CPOTB/CPKB Pengawasan Mutu

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN UJI KLINIK OBAT HERBAL

Sejarah perkembangan konsep penilaian pemakaian obat dalam kedokteran

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78 TAHUN 1992 TENTANG OBAT HEWAN

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. seperti tumbuhan yang sudah dibudidayakan maupun tumbuhan liar. Obat herbal

PENUNTUN SKILLS LAB BLOK 4.3 ELEKTIF Topik 3A. OBAT TRADISIONAL. (Seri: Ketrampilan Komunikasi)

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

SKRIPSI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan. Mencapai derajat sarjana S-1. Diajukan Oleh : Afini Rahmawati J Kepada : FAKULTAS KEDOKTERAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA. Nomor : HK T e n t a n g

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

AKFAR ISFI BANJARMASIN (Jl. Flamboyan III NO. 7B Telp Fax KAYU TANGI BANJARMASIN 70123)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Transkripsi:

Disampaikan oleh: Nita Pujianti, S.Farm.,Apt.,MPH Obat tradisional Bahan atau ramuan bahan yang berasal dari tumbuhan, hewan, mineral, sediaan galenik (sarian) atau campuran bahan-bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan. 1

OBAT TRADISIONAL TANAMAN OBAT (HERBAL MEDICINE) Obat-obatan tradisional : a. Teruji empiris bermanfaat bagi kesehatan b. Lebih mudah dijangkau masyarakat (harga maupun ketersediaannya) c. Lebih aman daripada penggunaan obat modern karena memiliki efek samping yang relatif lebih rendah daripada obat modern. 2

DATA WHO: Negara-negara di Afrika (80%), Asia, dan Amerika Latin menggunakan obat herbal sebagai pelengkap pengobatan primer yang mereka terapkan. Di Indonesia sendiri, saat ini tercatat 40% penduduk menggunakan pengobatan tradisional dan 70% berada di pedesaan. Jika penggunaannya benar, obat tradisional atau tanaman obat tidak memiliki efek samping. Kalaupun ada, efek sampingnya relatif kecil. SEES (Side Effect Eleminating Subtanted). Tanaman obat sangat efektif untuk penyakit yang sulit disembuhkan dengan obat kimia. Harganya murah, bahkan tidak memakan biaya sama sekali karena bisa ditanam sendiri. Harga tanaman obat menjadi mahal jika dikemas dalam bentuk isolat 3

Diagnosa jelas pengobatan dapat dilakukan sendiri Merupakan gabungan seluruh bahan aktif yang terdapat pada satu atau beberapa tanaman obat. Efeknya lambat, tetapi bersifat stimulan dan konstruktif. Efek farmakologisnya lemah. Bahan baku obat belum standar. Bersifat higroskopis mudah rusak Umumnya, pengujian bahan-bahan pengobatan tradisional belum sampai tahap uji klinis. Mudah tercemar berbagai jenis mikroorganisme. 4

1. Diagnosis 2. Takaran/sendok yang digunakan 3. Pembuatan 4. Cara pemakaian 5. Waktunya 1. Jamu (Empirical Based Herbal Medicine) 2. Bahan Ekstrak Alami (Scientific Based Herbal Medicine) 3. Fitofarmaka (Clinical Based Herbal Medicine) 5

Di Indonesia, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mempunyai tanggung jawab dalam peredaran obat tradisional di masyarakat. Pada pertengahan bulan Juli 2000, Menteri Kesehatan RI mengeluarkan imbauan agar dokter menggunakan obat asli Indonesia berupa obat tradisional yang terbuat dari racikan beberapa tanaman obat. Obat yang diolah secara tradisional, baik dalam bentuk serbuk, seduhan, pil, maupun cairan yang berisi seluruh bagian tanaman. Dibuktikan secara empirik keamanan & khasiatnya Belum ada penelitian ilmiah untuk mendapatkan bukti klinik mengenai khasiat tersebut. Bahan-bahan jamu umumnya berasal dari semua bagian, bukan hasil ekstraksi/isolasi mengenai bahan aktifnya saja. 6

Obat tradisional yang dibuat dari ekstrak atau penyarian bahan alami yang dapat berupa tanaman obat, binatang maupun mineral. OBAT HERBAL TERSTANDAR (OHT) Telah ditunjang dengan pembuktian ilmiah berupa penelitian-penelitian praklinis Pembuatannya disesuaikan dengan pembuatan obat secara modern sehingga lebih higienis. Ada 17 macam OHT di Indonesia sampai dengan saat ini 7

obat tradisional dari bahan alami yang dapat disejajarkan dengan obat modern karena proses pembuatannya yang telah distandardisasi serta ditunjang dengan bukti ilmiah sampai dengan uji klinis pada manusia. Jumlah fitofarmaka di Indonesia hingga tahu 2011 hanya ada 5: Stimuno, X-Gra, Tensigard, Rheumaneer, dan Nodiar. 8

A. Reaksi dan Dosis Obat Tradisional Salah satu prinsip kerja obat tradisonal adalah proses (reaksinya) yang lambat (namun bersifat konstruktif), tidak seperti obat kimia yang bisa langsung bereaksi (tapi bersifat destruktif). Obat tradisional bukan senyawa aktif. Obat tradisional berasal dari bagian tanaman obat yang diiris, dikeringkan, dan dihancurkan. 9

Dosis jamu biasanya tertera pada kemasan, kecuali jamu gendong. Dosis sebenarnya juga tidak sembarangan ditentukan. Penentuan dosis minimal harus melalui penelitian praklinis (uji coba ke hewan) agar khasiat yang diharapkan tepat. B. Penanganan Pascapanen yang Tepat Pengumpulan Sortasi basah Pencucian Pengeringan Sortasi kering Pengawetan Pengemasan 10

C. Tanggal Kadaluarsa Serbuk jamu yang bagus biasanya kering dan tidak lembap. Minum jamu sebaiknya juga jangan sampai menjadi ketergantungan., meskipun sifatnya lebih untuk pencegahan atau pengobatan. Sebaiknya jangan setiap hari dikonsumsi. Berikan selang waktu, misalnya minum dua hari sekali. PEMBUATAN OBAT TRADISIONAL HARUS BERPEDOMAN PADA CARA PEMBUATAN OBAT TRADISIONAL YANG BAIK (CPOTB) 11

Dengan adanya peluang obat tradisional untuk menjadi bagian dari farmakologi obat dalam pencegahan dan pengobatan penyakit, obat tradisional perlu dikembangkan lebih lanjut agar bisa mencapai standar kualitas, keamanan dan efficacy fitofarmaka. 1. Mencari tumbuh-tumbuhan baru yang dapat dipakai sebagai obat. 2. Memilih (seleksi) simplisia berdasarkan informasi yang dikumpulkan baik dari masyarakat atau penelusuran pustaka 3. Menyelidiki kandungan bahan-bahan obat secara ilmiah (skrining zat aktif) secara laboratorium 4. Uji skrining biologis pada hewan coba yang meliputi uji toksisitas akut dan uji farmakologi 5. Uji farmakodinamik 6. Uji toksisitas lanjut pada hewan coba 7. Pengembangan formulasi 8. Uji klinis 12

Uji klinik fase I Setelah data farmakologi eksperimental dan toksisitas serta farmakokinetika terkumpul lengkap, dilanjutkan pengujian khasiat terhadap manusia sehat, yang secara sukarela menyediakan diri sebagai orang coba. Penelitian ini ditujukan untuk meneliti farmakodinamika dan farmakokinetika dari bahan pada manusia, apakah ada kesamaan antara hewan dengan manusia. Uji klinik fase II Berbeda dengan fase I, pada fase ini pengujian dilakukan terhadap manusia sakit untuk melihat efektivitasnya terhadap kelainan dan penyakit tertentu. Uji klinik fase III Merupakan kelanjutan dari fase II dengan penelitian yang lebih mendalam, sehingga dapat ditetapkan dosis, lama penggunaan dan indikasi penggunaan. Pada tahap ini dilakukan monitoring efek samping, terutama pada manusia dengan kelainan dan penyakit yang beragam. Uji klinik fase IV Setelah obat mendapat izin beredar dan pemasaran, maka dilakukan uji klinik fase IV. Uji ini diperlukan untuk menambah data tentang pemakaian dan akibat yang ditimbulkan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Uji ini dilakukan sepanjang obat tersebut masih dipakai dalam pengobatan. 13

Program khusus terhadap penelitian dan pengembangan serta latihan penelitian tentang antifertilitas. Program khusus penelitian untuk penyakit tropis Penelitian tentang drug dependence Penelitian terhadap obat kanker 14