Santi E. Purnamasari 2016

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN. (2013) adalah sebuah metode penelitian yang digunakan untuk mencari

TEKNIK SAMPLING MODUL: 7

BAB III METODE PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN BISNIS

BAB III METODE PENELITIAN A.

III. METODE PENELITIAN. relibilitas, dalam bab ini dikemukakan hal-hal yang menyangkut identifikasi

Prof. Dr. Ir. Zulkifli Alamsyah, M.Sc. Program Studi Agribisnis UNIVERSITAS JAMBI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dapat terjadi, untuk menghindari hal tersebut maka diberikan penjelasan beberapa

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode merupakan cara yang ditempuh dalam suatu penelitian dengan


Lanjutan Prosedur Penelitian. Mengumpulkan Data Analisis Data Menarik Kesimpulan Menyusun Laporan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Perlakuan dalam penelitian ini adalah pembelajaran matematika dengan model

POPULASI DAN SAMPLING. MUSLIM, MPH Blog: HP:

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian eksperimen.

Sebelum dihidangkan, masakan anda perlu diketahui rasanya. Apa yang harus anda lakukan? Mencicipi, artinya mengambil. yang akan dihidangkan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel. Adapun variabel yang dimaksud, sebagai berikut: : Stereotip daya tarik fisik dan kesepian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh penerapan pembelajaran berbasis

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Bandar Sribhawono yang berlokasi

TEKNIK SAMPLING. METODE TIDAK ACAK (unprobability sampling)

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimen

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Bendungan Uwai, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar.

BAB III METODE PENELITIAN

Dasar-dasar Metode Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam bab ini akan diuraikan hal-hal yang berkaitan dengan metode

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 5 VALIDITAS EVALUASI HASIL BELAJAR

BAB III METODE PENELITIAN. perlakuan, yaitu penerapan strategi pembelajaran Inquiry pada pembelajaran. matematika dan pembelajaran konvensional.

BAB III METODE PENELITIAN

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PERSETUJUAN... ii HALAMAN PENGESAHAN TIM PENGUJI... iii PERNYATAAN KEASLIAN KARYA... iv PERSEMBAHAN...

BAB III METODE PENELITIAN. KH. Ahmad Dahlan 130, Kota Yogyakarta. Adapun mengenai pelaksanaan. Sabtu, 28 November 2015 tahun ajaran 2015/2016.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mempengaruhi pemahaman konsep matematika siswa. Penelitian ini

Pengantar Psikodianostik

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimen yang digunakan adalah desain eksperimen semu (quasi experimental

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

Oleh: Herien Puspitawati Tin Herawati

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. desain Pretest-Posttest Control Group.Menurut Azwar (2012) penelitian eksperimental

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini diarahkan sebagai penelitian Quasi Eksperimen, karena

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen karena peneliti tidak

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah weak-experiment karena tidak

BAB III METODE PENELITIAN

Analisis Butir/Item Uji Validitas Uji Reliabilitas. tedi last 10/16

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain pretest dan

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2012:3) Metode penelitian pada dasarnya merupakan

BAB 3 METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Peneliti menggunakan dua variabel dalam penelitian ini, yaitu:

PRINSIP-PRINSIP PENELITIAN EKSPERIMEN. Oleh: Lia Aulia Fachrial

BAB III METODE PENELITIAN. exsperimen (eksperimen semu) dengan desain Nonequivalent Control Group

BAB III METODE PENELITIAN. variabel dependen adalah minat beli konsumen.

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksprimen semu (quasi eksprimen ),

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. komparatif dengan pendekatan eksperimen. Penelitian komparatif adalah

BAB III METODE PENELITIAN. A. Metode, Bentuk, dan Rancangan Penelitian. Sugiyono (2013: 2) bahwa Metode penelitian adalah cara ilmiah

METODOLOGI PENELITIAN. suatu penelitian yang bersifat membandingkan. Menguji hipotesis komparatif

Modul ke: Psikometri. Validitas 1. Fakultas PSIKOLOGI. Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog. Program Studi Psikologi.

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III MODEL PENELITIAN. 3.1.Jenis, Desain, Validitas Internal Eksternal, dan Lokasi Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini diarahkan sebagai penelitian Quasi Eksperimen, karena

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen. Adapun

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. Subjective Well-being ditinjau dari faktor demografi pada petani sawit di Desa Rawa Bangun

III. METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Eksperimen Semu (quasi

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Jenis penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE DAN DESAIN PENELITIAN. keadaan praktis yang didalamnya tidak mungkin untuk mengontrol semua

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

M E T O D E P E N G A M B I L A N C O N T O H R A M D A N B U D I A W A N E 5 0

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian tidak memungkinkan untuk dikontrol secara penuh, tetapi peneliti

BAB III METODE PENELITIAN

Populasi dan Sampel. 1. Pengertian Populasi dan Sampel 2. Teknik Pengambilan Sampel 3. Normalitas Data

BAB III METODE PENELITIAN. rancangan penelitian preeksperimental dan pendekatan one group pre test

Transkripsi:

Santi E. Purnamasari 2016

Definisi Sampel yang baik adalah sampel yang dapat mewakili populasi. Artinya sampel memiliki ciri atau karakteristik yang sama dengan populasi.

Lanjutan. Tujuannya adalah agar hasil penelitian kita dapat digeneralisasikan pada populasi. Seberapa luas generalisasi yang dilakukan terhadap populasi tergantung pada seberapa terwakilinya data yang diperoleh dari sampel.

Probality Sampling Metode ini sering disebut dengan random selection, artinya bahwa setiap anggota memliki kesempatan yang sama untuk menjadi subjek penelitian. Ada 3 jenis proses pengambilan sampel secara random yaitu : simple random sampling, stratified random sampling dan cluster sampling.

Simple random sampling Setiap subjek yang ada dalam populasi memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi subjek penelitian. Jika dalam suatu populasi terdapat 1 juta orang maka tiap orang tersebut berhak menjadi subjek. Melalui proses ini maka peneliti dapat memahami populasi tersebut tanpa harus mempelajari subjeknya satu persatu. Teknik adalah dengan menggunakan dadu, atau membuat daftar kemudian dipilih secara acak ataupun dengan metode lotere.

Stratified random sampling Apabila peneliti mengetahui bahwa populasi penelitian terdiri dari beberapa kelompok yang berbeda, maka pengambilan subjek dapat dilakukan dengan metode stratified random sampling. Caranya adalah dengan melakukan random pada tiap sub kelompok yang ada, dimana proporsi sampel adalah sama dengan proporsi populasi

Cluster sampling Teknik ini digunakan saat jumlah populasi sangat besar dan sangat tidak praktis untuk melakukan random satu persatu. Random dilakukan tidak terhadap individu atau sub kelompok namun terhadap cluster-nya atau kelompoknya

Non Probability Sampling Quota sampling Convenience sampling

Quota sampling Peneliti mengambil subjek berdasarkan jumlah yang telah ditentukan sebelumnya. Misalnya peneliti ingin mengambil data dari 40 subjek yaitu 20 mahasiswa perempuan dan 20 mahasiswa laki-laki di suatu universitas. Tidak ditentukan bagaimana caranya untuk mendapatkan subjek tersebut, sepanjang jumlahnya 40 maka itu sudah dianggap memenuhi. Kelemahannya adalah data yang diperoleh mungkin saja tidak mewakili seluruh populasi yang ada dari universitas tersebut. mungkin saja 20 mahasiswa yang diambil, baik perempuan maupun laki-laki adalah yang datang pertama ke kampus. Sehingga yang berhak untuk menjadi subjek penelitian adalah hanya mahasiswa yang datang di pagi hari.

Convenience sampling Metode ini sering disebut dengan accidental sampling dan mendasarkan pada pemilihan subjek dengan menggunakan kelompok-kelompok yang ada dalam masyarakat. Misalnya kelompok pemuda, kelompok mahasiswa psikologi, kelompok pencinta bola, dll. Metode ini dianggap sangat lemah karena peneliti tidak melakukan kontrol pada keterwakilan subjek yang dipilih terhadap populasinya. Untuk itu, peneliti harus hati-hati dalam mengambil kesimpulan atas hasil penelitiannya. Hal ini disebabkan oleh subjek yang dipilih mungkin saja tidak dapat mewakili populasinya secara menyeluruh.

Definisi Suatu alat ukur dikatakan reliabel apabila alat tersebut dapat digunakan pada lebih dari satu kali eksperimen dan cara kerjanya sama antara satu eksperimen dengan eksperimen lain. Selain itu, hasilnya juga akan relatif sama tiap kali digunakan. Akan lebih aman jika alat tersebut telah terstandardisasi. Jika belum terstandardisasi maka pastikan prosedurnya jelas, definisinya pun jelas dan konkrit.

Interrater reliability Yaitu 2 atau lebih rater menilai suatu respon atau aitem yang sama. Jika terbangun kesepakatan antara mereka maka dikatakan bahwa respon atau aitem tersebut reliabel.

Test-retest reliability Yaitu dengan membandingkan skor subjek antara pengukuran 1 dan 2 (yang diberikan tes yang sama). Jika hasilnya relatif sama maka dapat dikatakan reliabel.

Interitem reliability Bagian dari tes/kuisioner/alat ukur yang dirancang untuk satu variabel yang sama dan menghasilkan hasil yang konsisten. Biasanya skor antar tiap aitem menunjukkan korelasi yang tinggi.

Validitas Validitas artinya adalah mengukur apa yang harus diukur. Misalnya mengukur mengenai kecemasan maka pertanyaannya harus yang mengungkap masalah kecemasan. Nama tesnya pun adalah skala kecemasan

Face validity Dikenal dengan sebutan validitas tampang. Yaitu jika peneliti ingin mengukur suatu variabel maka ia harus menggunakan alat yang tepat. Misalnya mengukur tinggi badan harus menggunakan alat ukur tinggi badan. Misalnya mengukur berat badan maka harus menggunakan timbangan badan

Content validity Yaitu mengukur apa yang menjadi tujuan ukur. Artinya aitem-aitem yang disusun haruslah mengarah pada variabel yang diukur

Predicitive validity Maknanya hampir sama dengan content validity, yaitu peneliti haruslah dapat mengukur apa yang harusnya diukur sehingga peneliti dapat melakukan prediksi terhadap jawaban subjek.

Concurrent validity Validitas ini dicapai dengan membandingkan antara alat yang dibuat peneliti dengan alat lain yang ada yang mengukur hal yang sama.

Construct validity Merupakan transisi dari teori ke aplikasi

Definisi Desain ini digunakan jika peneliti tidak dapat melakukan random assignment kepada subjek untuk menerima perlakuan yang berbeda-beda di tiap kelompoknya. Disini akan dilihat bagaimana pengaruh dari perlakuan tersebut terhadap perilaku yang menjadi target penelitian eksperimen. Proses pelaksaan quasi-eksperimen sama dengan eksperimen murni, hanya saja pada quasi eskperimen, peneliti tidak melakukan kontrol terhadap subjek penelitian yang terlibat dalam eksperimen.

Definisi Peneliti dapat mengukur suatu perilaku sebelum dan sesudah perlakuan untuk melihat pengaruh dari perlakuan tersebut terhadap perilaku subjek. Berikut ini adalah contoh penelitian dengan desain pretest posttest.

Desain bentuk ini tidak menjamin bahwa perubahan terjadi karena perlakuan yang diberikan pada subjek, masih banyak faktor lain yang juga memberikan pengaruh. Menurut anastasi (1958), subjek akan menunjukkan hasil kerja yang lebih baik saat mengerjakan sesuatu untuk yang kedua kalinya, meskipun tanpa adanya perlakuan atau pelatihan antara tes pertama dan kedua. Hal ini disebabkan adanya familiaritas terhadap tes yang subjek kerjakan.

Subjek juga akan menjadi lebih tidak cemas saat mengerjakan tes untuk yang kedua kalinya. Bisanya subjek juga mendapatkan informasi baru dari lingkungannya yang akan membuat skor tesnya menjadi lebih baik. atau bisa saja subjek masih ingat jawaban yang ia berikan di tes pertama sehingga ia banyak melakukan perbaikan di tes kedua.

Tugas!!! Dari desain eksperimen yang telah dibuat secara berkelompok maka tugas anda adalah : a. menguraikan proses samplingnya b. Menunjukkan dan menjelaskan jenis vailiditasnya c. Menunjukkan dan menjelaskan jenis reliabilitasnya

Tugas!!! Buatlah contoh rancangan penelitian dengan desain quasi eksperimen (jelaskan dimana letak quasi/alasan menggunakan quasi) Buatlah contoh penelitian pretestposttest design (jelaskan asalan menggunakan desain tersebut)

Dikerjakan secara berkelompok Dikumpulkan pada pertemuan berikutnya