BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
Simposium Nasional Teknologi Terapan (SNTT) ISSN: X ELECTROMYOGRAPHY IN ERGONOMICS

PENGUKURAN AKTIVITAS OTOT DENGAN PERBEDAAN JENIS KELAMIN PADA POSTUR KERJA BAGIAN KAKI MENGGUNAKAN SURFACE ELECTROMYOGRAPHY

Instrumentasi dan Pendeteksian Sinyal EMG Dinamik selama Elbow Joint Bergerak

BAB 1 Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Otot adalah sebuah jaringan konektif dalam tubuh dengan tugas utamanya

ANALISIS EKSTRAKSI CIRI SINYAL EMG MENGGUNAKAN WAVELET DISCRETE TRANSFORM

BAB I Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Alas kaki tak hanya memengaruhi penampilan seseorang, juga kesehatan.

A364. JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 2, (2016) ISSN: ( Print)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ARDIKA YENI RUZALIANTO

Klasifikasi Bahasa Isyarat Indonesia Berbasis Sinyal EMG Menggunakan Fitur Time Domain (MAV, RMS, VAR, SSI)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambar Rangkaian EMG Dilengkapi Bluetooth

ABSTRAK. Pemodelan Kecerdasan Buatan Untuk Pengenalan Citra Elektrokardiografi (EKG) Oleh: Imam Tazi, M.Si

Letak Elektroda Elektromiografi pada Upper Extremity Muscle

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN SIMULASI DAN ANALISIS PEMANTAUAN KAMAR PASIEN RAWAT INAP DENGAN DETEKSI DAN KLASIFIKASI SINYAL AUDIO 1

ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA BAB III METODE PENELITIAN. Program Studi S1 Teknobiomedik, Departemen Fisika, Fakultas Sains dan

PERANCANGAN ELEKTROMIOGRAF DILENGKAPI BLUETOOTH UNTUK KONEKSI DENGAN PERSONAL COMPUTER TUGAS AKHIR. Oleh : LUQMAN BHANU FITRIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENGEMBANGAN SISTEM DETEKSI KELELAHAN PADA PENGEMUDI MOBIL BERBASIS SINYAL ELECTROMYOGRAPHY (EMG)

ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA BAB I PENDAHULUAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN I-1

ALHAZEN Journal of Physics Vol. II No. 2 Th ISSN:

IMPLEMENTASI SISTEM PENGENALAN KATA MENGGUNAKAN SINYAL ELECTROMYOGRAPHY BERBASIS RASPBERRY PI

BAB II DASAR TEORI. gerakan supination dan pronation dengan baik. Untuk mencapainya, sepatu


BAB I PENDAHULUAN. Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di

BAB I PENDAHULUAN. mencapai kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar terwujud derajat

Jaringan Syaraf Tiruan pada Robot

RANCANG BANGUN ELEKTROMIOGRAF BERBASIS PERSONAL COMPUTER

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Deteksi Sinyal Elektromyogram (EMG) Saat Kontraksi Dan Relaksasi Dengan Personal Komputer

I. PENDAHULUAN. pembuluh darah secara teratur dan berulang. Letak jantung berada di sebelah kiri

TJ41501 TUGAS AKHIR - 3 SKS

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

DESAIN DAN IMPLEMENTASI LENGAN ROBOT BERBASIS ELECTROMYOGRAM UNTUK ORANG BERKEBUTUHAN KHUSUS

Desain Dan Implementasi Lengan Robot Berbasis Electromyogram Untuk Orang Berkebutuhan Khusus

BAB I PENDAHULUAN. manusia satu dengan manusia lainnya berbeda-beda intonasi dan nadanya, maka

BAB I PENDAHULUAN. keterbatasan pergerakan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Keterbatasan

Seminar Tugas Akhir Juni ELBOW CPM CONTROLLED EMG SIGNAL (EMG) Twoty Rahayu 1, Dr. I Dewa Gede. Hari Wisana, ST, MT 2, Lamidi S.ST.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Seminar Tugas Akhir Juni 2017

IDENTIFIKASI SINYAL EEG MENGGUNAKAN KOEFISIEN REGRESI DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN

2.4. Vector Quantization Kebisingan BAB III METODOLOGI PENELITIAN Desain Penelitian Requirements Definition...

PENGKLASIFIKASIAN TINGKAT DANGEROUS DRIVING BEHAVIOR MENGGUNAKAN DATA ELEKTROENSEFALOGRAFI (EEG) DENGAN PENDEKATAN MACHINE LEARNING

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. misalnya untuk mendeteksi ketidakpuasan pelanggan pada sistem call center otomatis,

1. Pendahuluan Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Desain dan Implementasi Alat Pengukur Ketegangan Otot

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. dicolokan ke komputer, hal ini untuk menghindari noise yang biasanya muncul

HUMAN COMPUTER INTERFACE BERBASIS ELEKTROMIOGRAFI SEBAGAI ALAT PENUNJANG OPERASIONAL KOMPUTER SKRIPSI

KLASIFIKASI DAN EKSTRAKSI SINYAL EEG-P300 MENGGUNAKAN SUPPORT VECTOR MACHINE

1. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

J SURAKARTA

PENGENALAN SUARA BURUNG MENGGUNAKAN MEL FREQUENCY CEPSTRUM COEFFICIENT DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PADA SISTEM PENGUSIR HAMA BURUNG

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

KLASIFIKASI GERAKAN OTOT LENGAN BAWAH PADA PENDERITA STROKE BERDASARKAN SINYAL EMG MENGGUNAKAN METODE K-NEAREST NEIGHBOR

BAB I PENDAHULUAN. Kursi roda merupakan alat bantu gerak untuk penyandang cacat dan

Perancangan Dan Realisasi Pengontrol Gerakan Lengan Robot Berdasarkan Kontraksi Dan Relaksasi Otot Lengan Manusia

BAB I PENDAHULUAN. Anggota gerak pada manusia terdiri dari anggota gerak atas dan anggota gerak bawah,

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang

BAB 4 UJICOBA DAN ANALISIS

ANALISA AKUSTIK UJI STATIS MOTOR ROKET MENGGUNAKAN ALGORITMA FFT

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III PERANCANGAN ALAT

Kursi Roda dengan Kontrol Sinyal EMG dilengkapi dengan Rangkaian Safety (Parameter EMG)

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. tidak semua orang mau menjalankan pola hidup sehat dan teratur untuk

4.2.3 UJI PROTEKSI TERHADAP ARUS LISTRIK RATA RATA BERLEBIH

BAB III ALAT UJI DAN METODE PENGAMBILAN DATA

BAB I PENDAHULUAN. saling bertukar informasi baik secara langsung ataupun tidak langsung, interaksi yang paling

ROBOT PEMADAM API DENGAN KENDALI UCAPAN MENGGUNAKAN LINIER PREDICTIVE CODING DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGASI

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

III. METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

4 RANCANGAN SIMULATOR GETARAN DENGAN OUTPUT ARAH GETARAN DOMINAN VERTIKAL DAN HORIZONTAL

I. PENDAHULUAN. Jantung merupakan salah satu organ tubuh yang sangat vital, karena jantung

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Sebuah mesin yang ideal sempurna pada prinsipnya tidak menimbulkan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. gerak: nyeri cukup berat, sedangkan pada terapi ke-6 didapatkan hasil bahwa

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB 1 PENDAHULUAN. yang umumnya terjadi pada daerah siku (Setiawan, 2011). digunakan dalam permainan tenis dalam melakukan service, overhead

BAB I PENDAHULUAN. Proses pengenalan kata merupakan salah satu fungsi dari

BAB III PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Elektromiografi (EMG) adalah teknik untuk mengevaluasi dan rekaman aktivitas listrik yang dihasilkan oleh otot rangka. EMG dilakukan menggunakan alat yang disebut Electromyograph, untuk menghasilkan rekaman yang disebut Elektromiogram. Sebuah EMG mendeteksi potensial listrik yang dihasilkan oleh sel-sel otot ketika sel-sel ini elektrik atau neurologis diaktifkan. Sinyal dapat dianalisis untuk mendeteksi kelainan medis, tingkat aktivasi, perintah rekrutmen atau untuk menganalisis biomekanik kondisi manusia atau hewan. Begitu banyak manfaat yang dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang sehingga dipilih EMG sebagai objek penelitian ini. Otot adalah bagian tubuh manusia yang berfungsi dalam sistem gerak. EMG berfungsi untuk mendeteksi adanya potensial listrik yang dihasilkan pada saat otot kontraksi dan relaksasi. Sinyal listrik otot dapat diperoleh melalui pemasangan elektroda EMG yang diletakkan di permukaan kulit pada otot yang akan diambil data sinyalnya. Elektroda EMG yang ditempelkan ini menyimpan data beragam kondisi sesuai dengan peletakkan elektrodanya. Sehingga dapat digunakan untuk mengendalikan suatu sistem. Elektroda tersebut akan mengenali kondisi dengan memonitor sinyal otot yang sesuai dengan yang ada pada data yang tersimpan. Hasil perekaman sinyal EMG juga telah banyak digunakan sebagai sinyal kendali untuk berbagai macam sistem diantaranya komputer, robot dan perangkat lainnya. Perangkat antarmuka berbasis pada EMG juga dapat digunakan untuk mengendalikan objek bergerak, seperti robot mobile atau kursi roda listrik. Hal ini sangat membantu individu yang tidak bisa mengoperasikan kursi roda yang dikendalikan joystick. Sistem yang dihasilkan dari EMG mampu mempelajari sinyal otot dari permukaan kulit saat seseorang melakukan kondisi tertentu. Ada banyak aplikasi untuk penggunaan EMG. Penelitian tentang EMG yang merupakan bagian dari biomedical engineering telah berkembang pesat, sebagai contoh yaitu penelitian aplikasi biosignal pada manusia untuk kontrol buatan pada 1

manusia maupun untuk mendeteksi adanya kelainan aktivitas pada otot, gangguan gerak, kontrol postural, dan terapi fisik.[2]. Sinyal EMG juga digunakan dalam aplikasi klinis dan biomedis. EMG digunakan sebagai alat diagnostik untuk mengidentifikasi penyakit neuromuskuler, menilai nyeri punggung bawah, kinesiologi, dan gangguan kontrol motor sinyal EMG juga digunakan sebagai sinyal kontrol untuk perangkat palsu seperti tangan buatan, lengan, dan tungkai bawah. Berdasarkan penjelasan di depan maka peneliti ingin melakukan penelitian tentang ekstraksi ciri sinyal electromyograph domain frekuensi dan domain frekuensi untuk diskriminasi kondisi telapak tangan. Kondisi telapak tangan yang akan diakuisisi sinyalnya adalah kondisi membuka yang selanjutnya dinamakan hand open (HO), kondisi mengepal yang selanjutnya dinamakan hand close (HC), kondisi belok kanan yang selanjutnya dinamakan wrist flexion (WF) dan kondisi belok kiri yang selanjutnya dinamakan wrist extension (WE). Dari hasil penelitian ini dapat dikembangkan pada penelitian selanjutnya untuk diaplikasikan pada suatu sistem kendali. 1.2 Perumusan masalah Permasalahan dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimana mengukur aktivitas otot pada kondisi telapak tangan (kondisi hand close, hand open, wrist flexion dan wrist extension) dengan EMG untuk menghasilkan sinyal yang tepat? 2. Bagaimana mengekstraksi ciri sinyal EMG pada kondisi telapak tangan (kondisi hand close, hand open, wrist flexion dan wrist extension) dengan EMG untuk menghasilkan ciri yang tepat? 2

1.3 Keaslian penelitian Penelitian tentang analisis sinyal EMG telah banyak dilakukan, akan tetapi penelitian untuk mengetahui karakteristik dan klasifikasi gerak pada telapak tangan belum banyak dilakukan. Begitu pula pemasangan elektroda juga berbagai macam. Sehingga melalui penelitian ini diharapkan dapat diperoleh karakteristik dan klasifikasi sinyal EMG untuk pola gerak tangan dengan penempatan elektroda yang tepat. Pada tahun 2008 Jonghwa Kim, Stephan Mastnik, Elisabeth Andre melakukan penelitian tentang perekaman sinyal EMG pada kondisi gerak tangan untuk interfacing secara realtime. Pada penelitian ini dilakukan perancangan alat EMG untuk merekam sinyal otot pada gerak tangan. Perkondisi tangan yang digunakan adalah kondisi menggengam, kondisi kekanan, kondisi kekiri dan kondisi berputar dengan kondisi tangan selalu mengepal. Akuisisi data EMG digunakan single channel sensor EMG yang dipasang pada lengan bawah. Metode yang digunakan pada penelitian ini untuk klasifikasi dari sinyal digunakan metode KNN dan Bayes.[1]. Kemudian pada tahun 2009 Rika Rokhana, Kemalasari dan Paulus Susetyo Wardana melakukan penelitian identifikasi dan klasifikasi sinyal EMG pada gerak Ekstesi fleksi siku (gerak 45º, 90º dan 135º) dengan menggunakan metode konvolusi dan jaringan syaraf tiruan. Pengambilan sinyal dilakukan dengan menempatkan elektroda pada otot bisep. Analisa sinyal didasarkan pada perbedaan tiap sinyal pengukuran berdasarkan nilai amplitudonya.[2] Penelitian oleh Nissan Kunju dkk pada tahun 2009, melakukan penelitian untuk menentukan standart berjalan orang normal pada umumnya. Analisis data pada penelitian dilakukan secara offline dengan menggunakan Biometrics Management Software dengan parameter utama data amplitudo dan frekuensi sinyal. Analisis selanjutnya menggunakan analisis tapis RMS dan tapis frekuensi. Untuk menganalisis amplitudo digunakan tapis RMS dengan konstanta tapis 100 ms. Sedangkan untuk menganalisis frekuensi sinyalnya digunakan tapis frekuensi median dengan konstanta tapis 40 Hz.[3] 3

Angkoon Phinyomark dkk pada tahun 2009 melakukan penelitian tentang ekstraksi ciri EMG pada domain frekuensi dan domain waktu. Akuisisi data dengan merekam kelistrikan otot extensor carpi radialis longus dan otot flexor carpi radialis. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penghitungan nilai modified mean frequency MMNF memberikan ciri yang paling bagus dengan nilai rata-rata error 6%.[4]. Selanjutnya pada tahun 2010 Ishikawa dkk, melakukan penelitian untuk menghasilkan klasifikasi sinyal dari perkondisi jari tangan dengan menggunakan electromyograph. Metode yang digunakan adalah metode SVM (Support Vector Machine). Pada tahun yang sama Guangying dkk, melakukan penelitian menggunakan metode SVM untuk analisis properties dari empat electromyography (EMG) dilatihkan pada pengenalan emosi. Analisis sinyal menggunakan transformasi wavelet untuk mengekstraksi ciri dengan koefisien minimum dan maksimum pada multi-scale.[5]. Pada tahun 2012 Paulus Susetyo Wardana dkk melakukan penelitian tentang instrumentasi dan pendeteksi sinyal emg dinamik pada gerak elbow joint dengan metode Discrete Fourier Transform (DFT) yang menghasilkan nilai mean power frequency (MPF). Gerak Elbow Joint yang digunakan adalah gerak flexion, extension, pronation dan supination. Otot yang dipilih dalam akusisi data adalah otot triceps brachi, biceps brachi dan pronator teres. Dari penelitian ini diperoleh nilai MPF pada otot Triceps brachii untuk kondisi Elbow Flexion sebesar 75,156 Hz, kondisi Elbow Extension sebesar 65,069 Hz, kondisi Elbow Supination sebesar 27,627 Hz, dan kondisi Elbow Pronation sebesar 47,659 Hz.[8]. Angkoon Pinyomark dkk pada tahun 2012 melakukan penelitian tentang pengurangan ciri dan seleksi untuk klasifikasi sinyal EMG. Dari penelitian ini dihasilkan kesimpulan bahwa mean frequency (MNF) dan power spectrum ratio (PSR) sangat bagus untuk klasifikasi sinyal emg. Untuk mencari ciri optimal dari sinyal EMG digunakan otot extensor carpi radialis longus dan otot flexor carpi ulnaris. Untuk mempelajari ciri spesifik sinyal EMG digunakan scatter plot yang membandingkan nilai dari ciri pada domain frekuensi dan domain waktu.[9]. 4

1.4 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah : 1. Mengukur aktivitas listrik otot pada kondisi telapak tangan (kondisi hand close, hand open, wrist flexion dan wrist extension) dengan EMG untuk menghasilkan sinyal yang tepat. 2. Mengekstraksi ciri sinyal EMG pada kondisi telapak tangan (kondisi hand close, hand open, wrist flexion dan wrist extension) dengan EMG untuk menghasilkan ciri yang tepat. 1.5 Manfaat Penelitian Manfaat dalam penelitian ini adalah : 1. Mengetahui teknik pengukuran aktivitas listrik otot dengan menggunakan elektroda surface EMG (Electromyography). 2. Mengetahui penempatan elektroda surface EMG pada pengukuran kondisi telapak tangan (hand close, hand open, wrist flexion dan wrist extension) dengan menggunakan elektroda surface EMG (Electromyography). 3. Mengetahui karakteristik sinyal EMG pada kondisi telapak tangan (hand close, hand open, wrist flexion dan wrist extension). 1.6. Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN pada penelitian ini berisi tentang latar belakang, perumusan masalah, keaslian penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI pada penelitian ini berisi tentang tinjauan pustaka yang menguraikan penelitian-penelitian sebelumnya yang sudah ada yang berhubungan dengan penelitian ini dan teori dasar yang mendukung penelitian sehingga dapat dihasilkan suatu hipotesis penelitian. 5

BAB III METODOLOGI PENELITIAN pada bab ini menjelaskan tentang metodologi yang digunakan pada penelitian ini yang berisi alat dan bahan, jalannnya penelitian dan perancangan sistem. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN pada bab ini berisi tentang penjelasan hasil dari penelitian yang telah dilakukan. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN berisi tentang kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian yang telah dilaksanakan dan saran untuk penelitian selanjutnya. DAFTAR PUSTAKA berisi tentang daftar rincian jurnal, buku referensi dll yang sudah dipelajari peneliti untuk mendukung penyelesaian penelitian. LAMPIRAN berisi tentang hal-hal yang berhubungan dengan penelitian tetapi tidak disertakan pada halaman sebelumnya yang berupa gambar, tabel dan listing program. 6