BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
|
|
|
- Yohanes Tanuwidjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seluruh aktivitas tubuh manusia dikendalikan dan dikuasai oleh otak. Otak manusia mengarahkan seluruh tindakan yang dilakukan oleh manusia. Otak menjadi bagian terpusat pada sistem saraf manusia yang berfungsi mengendalikan atau mengkoordinasikan seluruh gerakan yang dilakukan oleh manusia, dengan menjadi pusat keputusan dan komunikasi tubuh, serta memiliki peran untuk berfikir [1]. Otak terdiri atas jutaan neuron yang terhubung dan menjadi sumber informasi yang direpresentasikan dalam bentuk sinyal elektris [2]. Sinyal elektris yang dihasilkan di otak mengandung informasi dan direpresentasikan dalam bentuk gelombang yang khas atau yang lebih dikenal sebagai gelombang otak. Gelombang otak dihasilkan oleh setiap neuron yang mendapat daya dari pembuluh darah dan berinteraksi satu sama lain antar neuron. Gelombang otak dikategorikan menjadi lima jenis yakni gelombang alpha, beta, delta, theta, dan gamma [1], [3]. Kelima jenis gelombang otak dibedakan berdasarkan frekuensi masing-masing gelombang otak. Untuk merekam dan mengukur aktivitas gelombang otak dalam bentuk potensial elektris, dengan voltage listrik yang kecil, diperlukan alat elektroensefalogram. Elektroensefalogram (EEG) merupakan sebuah mesin yang dirancang untuk memperoleh, memproses, dan menampilkan sinyal otak dalam bentuk gelombang atau bentuk lain. Sedangkan teknik atau metode merekam potensial elektrik secara spontan yang dihasilkan dari aktivitas otak dinamakan elektroensefalografi. Elektroensefalografi berkembang seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan di bidang biomedis. Biomedis merupakan gabungan dari bidang ilmu elektro, informatika, mekanik, kedokteran, dan biologi. Tujuan utama dari biomedis yakni untuk otentifikasi dan identifikasi individu [1].
2 Elektroensefalografi merupakan studi biomedis mengenai sinyal elektromagnetik yang dihasilkan pada aktivitas otak dan memiliki kaitan yang erat dengan fungsi fisik tubuh manusia [2], [4], [5]. Pengembangan EEG di bidang biomedis dapat dilihat dari penggunaan sinyal EEG dalam aplikasi sistem brain computer interface (BCI). BCI merupakan sistem komunikasi untuk mengidentifikasi perintah dari penggunaan headset EEG dan memberikan tanggapan sesuai dengan perintah tersebut. Selain bidang biomedis, teknologi EEG dikembangkan untuk beberapa bidang, diantara lain pengembangan bidang kesehatan, pendidikan, pelatihan, hiburan, dan aplikasi komputer. Pengembangan EEG dan penggunaan variasi sensor atau untuk penelitian dan komersil dengan harga murah berturut-turut terus dilakukan oleh beberapa perusahaan yang ditujukan untuk bidang brain computer interface. EEG memiliki beberapa variasi sensor diantaranya EEG dengan banyak sensor (multi-channel) dan EEG dengan satu sensor (single-channel). Penggunaan sensor (channel) pada EEG tergantung pada penerapan dan kebutuhan pada lingkup bidang tertentu. Penggunaan channel EEG untuk bidang kesehatan pada umumnya menggunakan banyak sensor (multi-channel), sedangkan untuk bidang lainnya penggunaan EEG dengan satu sensor (single-channel) menjadi alternatif. Perbedaan yang signifikan antara single-channel dengan multi-channel terlihat pada penggunaan jumlah sensor (channel) yang terdapat pada alat EEG, pemanfaatan spasial permukaan kulit kepala, serta harga yang relatif murah (low-cost). EEG secara tradisional diperoleh dengan melakukan proses implantasi dengan memasukkan atau menanamkan elektrode ke dalam tengkorak kepala dengan menggunakan gel sebagai media konduksi. Proses implantasi elektrode EEG lebih dikenal dengan metode invasive [3], [6]. EEG juga diperoleh dengan metode non-invasive yakni dengan cara menempatkan elektrode pada permukaan kulit kepala tanpa perlu melakukan pembedahan terhadap otak [7], untuk mendapatkannya diperlukan alat EEG seperti yang terlihat pada Gambar 1.1 [2].
3 Gambar 1.1 Headset EEG model non-invasive : Neurosky Mindset Penggunaan EEG dengan menggunakan metode non-invasive merupakan cara yang dapat diterapkan secara berulang kali pada pasien, orang dewasa, anak kecil dengan hampir tanpa resiko dan batasan [8]. Sinyal EEG merupakan sinyal yang tampak tidak teratur namun berisi informasi tentang kegiatan elektris neuron di dalam otak. Sinyal EEG secara umum diukur berdasarkan frekuensi dan waktu rekaman tertentu. Hasil rekaman sinyal EEG diamati dalam bentuk gelombang, durasi, orientasi sinyal dan iramanya. Hasil rekaman sinyal EEG yang berupa data analog akan dikonversikan menjadi data digital, sehingga data digital EEG dapat dianalisis baik berdasarkan analisis waktu maupun frekuensi [9]. Melalui sinyal EEG dapat diperoleh suatu pola yang dapat menggambarkan ciri dari sinyal tersebut. Ciri yang didapat dari hasil pengenalan pola dari sinyal EEG dapat digunakan sebagai media untuk mengidentifikasi dan mengotentifikasi karakteristik dari individu. Klonovs, J. dkk memaparkan bahwa dengan menggunakan gelombang otak sebagai media untuk mengotentifikasi pengguna memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan sistem otentikasi biometrik lain seperti sidik jari atau iris scan, karena gelombang otak dan pikiran tidak dapat dibaca oleh orang lain [10]. Yulianto, E. memaparkan bahwa dalam melakukan proses identifikasi karakteristik individu yang diperoleh dari sinyal EEG diperlukan suatu pola aktivitas otak yang bersifat menonjol dan konstan. Pola aktivitas otak tersebut muncul sebagai akibat dari adanya rangsangan tertentu terhadap individu [7]. Hal ini disebabkan karena karakteristik gelombang otak tiap individu menjadi sangat
4 kuat ketika seseorang terkena rangsangan visual. Rangsangan dari tiap individu dapat diperoleh baik secara spontan maupun dengan diberikan stimulus berupa beberapa tugas yang dapat merangsang respon kognitif dari otak atau yang lebih dikenal dengan cognitive task. Cognitive task berfungsi sebagai metode yang membantu untuk menangkap gambaran dari tugas-tugas yang kompleks sehingga dapat diperoleh hasil yang akurat dan lengkap dari proses kognitif dan keputusan [1], [11]. Pentingnya Cognitive Task dijabarkan oleh Clark, R.E. dkk didasarkan pada bukti kuat bahwa para ahli tidak menyadari sekitar 70 % dari keputusan mereka sendiri. Oleh karena itu penggunaan cognitive task menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini dengan cara menentukan strategi pengamatan yang bertujuan untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat [12]. Untuk dapat mengenali pola aktivitas otak secara otomatis maka diperlukan pengenalan pola sinyal EEG. Hasil yang diperoleh dari proses pengenalan pola sinyal EEG tersebut belum diketahui bentuk maupun posisi keberadaannya. Hal ini dikarenakan pola sinyal dan kecepatan respon otak dari tiap individu berbeda-beda. Adanya gangguan yang muncul dari luar otak, seperti lingkungan dan berbagai aktivitas kelistrikan jaringan organ tubuh yang lain, juga mempengaruhi sinyal EEG. Oleh karena itu diperlukan metode pengolahan sinyal EEG yang tepat untuk mendapatkan pola aktivitas otak tersebut [7]. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis terhadap gelombang otak (brainwave) yang diperoleh dari hasil rekaman menggunakan alat EEG dengan satu sensor (single-channel), Neurosky Mindset. Rangsangan diberikan dengan menggunakan sembilan macam tugas kognitif (cognitive task). Untuk mendapatkan informasi dari data sinyal EEG yang diperoleh maka diperlukan ekstraksi ciri (feature extraction). Penelitian ini merupakan langkah awal untuk mengidentifikasi ciri dari individu. Untuk dapat mengidentifikasi ciri dari individu maka akan dilakukan uji pengenalan pola terhadap data hasil ekstraksi ciri. Pengenalan pola yang dilakukan menggunakan metode multilayer perceptron.
5 1.2 Perumusan masalah Sinyal gelombang otak memiliki karakteristik yang khas dan berbedabeda tiap individu, hal ini dikarenakan gelombang otak tidak dapat ditiru atau dibaca oleh orang sehingga tidak dimungkinkan untuk memliki kesamaan. Meningkatnya ketersediaan EEG sensor di perangkat nirkabel serta kemungkinan penggunaan perangkat EEG dengan menggunakan metode non-invasive yang dapat diterapkan berulang kali tanpa resiko dan batasan menjadi menarik untuk digunakan sebagai media untuk identifikasi ciri (feature) dari gelombang otak. Pemberian bentuk rangsangan yang tepat akan menentukan sinyal EEG yang terukur dan muncul dari aktivitas otak yang sesuai dengan rangsangan yang diberikan. Untuk mendapatkan sinyal EEG secara alami dari individu maka diperlukan rangsangan yang berdasarkan pada penggunaan tugas kognitif (cognitive task). Tugas kognitif berasal dari dua faktor yakni faktor sifat, dalam hal ini otak, dan faktor pengetahuan [11]. Penggunaan metode ekstraksi ciri (feature extraction) pada sinyal EEG banyak dilakukan untuk mendapatkan informasi yang terkandung didalam sinyal tersebut, namun perlu diperhatikan bahwa penggunaan metode ekstraksi ciri yang tepat juga menentukan informasi yang muncul merupakan hasil dari ekstraksi ciri yang tidak merusak fitur alami dari sinyal EEG. Pemilihan metode ekstraksi ciri juga dapat menentukan bentuk spesifik dari sinyal EEG, oleh karena itu untuk dapat melihat kemungkinan kesamaan ciri dari tiap individu yang diperoleh dari hasil ekstraksi ciri maka diperlukan pengenalan pola. 1.3 Batasan masalah Penelitian yang akan dilakukan memiliki batasan-batasan agar lebih terarah dalam penerapannya. Batasan tersebut antara lain: a. Penggunaan sensor EEG dalam penelitian ini menggunakan satu sensor (single-channel) dengan letak penempatan berada pada posisi Fp1 dengan rentang frekuensi 0 Hz hingga 70 Hz. b. Analisis sinyal EEG dalam penelitian ini terfokus pada penggunaan domain waktu (time-domain).
6 c. Jumlah subyek yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah enam orang yang terdiri dari tiga orang wanita dan tiga orang laki-laki dengan asumsi bahwa penggunaan subyek memiliki jumlah yang sama atau berimbang. d. Penggunaan tugas kognitif (cognitive task) merupakan kajian berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya, sehingga diasumsikan tugas-tugas tersebut dapat memberikan rangsangan aktivitas otak. e. Penelitian dilakukan dalam kondisi gelombang alpha (8-12Hz), yakni kondisi ketika seseorang berada dalam keadaan relaksasi atau peralihan antara keadaan sadar dan tidak sadar. Sehingga diasumsikan bahwa penerapan tugas kognitif pada individu dapat berjalan dengan baik tanpa gangguan dari luar otak, yaitu dari lingkungan, dan dari berbagai aktivitas lainnya. 1.4 Keaslian penelitian Studi dan penelitian dari beberapa peneliti secara terpisah telah menggunakan beberapa metode dari penggunaan sinyal EEG untuk mendapatkan hasil ekstraksi ciri dari gelombang otak pengguna. Dengan berfokus pada akurasi, penerapan berbagai pola pengenalan baik secara statistik, signal processing, dan machine learning techniques pada berbagai macam sinyal EEG telah banyak dilakukan. Hotama, C.F. dkk., menggunakan metode event related potential (ERP) dan time frequency analysis (TFA) untuk menganalisa citra otak pada color-task dan word-task yang diterapkan pada stroop-task, salah satu jenis tes psikologi yang berguna untuk menguji kemampuan kognitif dan pengambilan keputusan, dengan menggunakan EEG. Pada penelitian ini dilibatkan sebanyak tujuh orang partisipan untuk melakukan beberapa aktivitas guna mengetahui perbedaan respon saat partisipan melihat warna dan saat partisipan membaca tulisan serta pengaruh interferensi yang dialami otak terhadap kemampuan kognitif dan pengambilan keputusan seseorang. Analisa data EEG menunjukkan hasil bahwa aktivitas otak untuk fokus, pengambilan keputusan, kemampuan kognitif saat color-task lebih
7 rendah dibandingkan saat melakukan word-task. Ekstraksi ciri dengan menggunakan metode TFA menunjukkan intensitas gelombang otak berada disekitar frekuensi 30 Hz, gelombang tersebut merupakan jenis gelombang theta [1]. Polat, Komal dkk., menggunakan metode fast fourier transform untuk ekstraksi ciri sinyal EEG guna mendeteksi penyakit epilepsi dan klasifikasi decision tree (DT) untuk mengenali pola sinyal EEG, serta k-fold crossvalidation. Metode tersebut diterapkan pada lima orang pasien epilepsi dan lima orang normal dengan memberikan cognitive task secara bergantian pada tiap individu berupa relaksasi dan perintah buka-tutup mata secara bergantian. Tingkat akurasi deteksi penyakit epilepsi yang dihasilkan pada penelitian ini mencapai 98,72 %. Disamping penerapan EEG bersifat non-invasive, penelitian ini juga berlangsung cepat, mudah dioperasikan, dan murah [13]. Yulianto, Endro mengusulkan ekstraksi ciri menggunakan metode korelasi silang untuk menemukan ciri spesifik sinyal berupa gelombang singkat yang diterapkan khusus untuk membantu penderita yang mengalami gangguan saluran neuromuscular, dalam menggerakan kursi roda untuk belok kanan dan belok kiri. Sinyal EEG dibangkitkan dengan rangsangan belok kanan dan belok kiri. Penelitian ini melibatkan 22 partisipan. Sinyal EEG diukur pada empat titik daerah motor cortex yakni C3, C4, P3, P4 (Central dan Parietal). Korelasi silang dilakukan terhadap data EEG yang telah tersegmentasi dan terkelompok. Korelasi silang dilakukan dengan cara mencari rerata dari titik puncak maksimum dan titik puncak minimum yang berasal dari sinyal hasil korelasi. Gelombang-singkat khusus dibuat berdasarkan bentuk ciri sinyal yang telah didapatkan pada tahapan ekstraksi ciri. Ciri sinyal yang dijadikan sebagai acuan untuk membuat gelombang-singkat khusus adalah ciri sinyal yang memiliki koefisien korelasi terendah. Koefisien korelasi terendah dari pasangan ciri sinyal tersebut mengindikasikan adanya perbedaan paling besar di antara pasangan-pasangan ciri sinyal belok kanan dan belok kiri. Untuk membuat sinyal yang memiliki kemiripan bentuk dengan ciri sinyal dilakukan dengan menggunakan metode
8 curve fitting. Metode curve fitting berfungsi untuk mendapatkan nilai koefisien dari variabel-variabel persamaan matematis hingga membentuk fungsi yang paling sesuai dengan ciri sinyal EEG [7]. Hasil rerata ketelitian pada tahap pengujian dari 22 partisipan untuk 4 jenis pergerakan menunjukkan rerata yang hampir sama yakni 76% untuk pergerakan belok kanan, 76% untuk pergerakan belok kiri, 74% untuk imajinasi belok kanan dan 72% untuk imajinasi belok kiri. Perbedaan tapis bandpass ditunjukkan rentang 4-20 Hz dan perbedaan ciri sinyal terbesar di P4 sedangkan untuk perbedaan imajinasi terbesar di C3. Perbedaan ditunjukkan dari kecilnya nilai koefisien korelasi diantara sinyal EEG [7]. Penelitian yang dilakukan Ashby, Corey dkk., menggunakan low-cost EEG, Emotiv Neurosky Headset dengan 14 sensor untuk otentikasi individu. Kerentanan sistem otentikasi yang mengandalkan pengetahuan, yakni username dan password, dan kepemilikan identitas seperti kartu akses atau personal identity number (PIN) menjadi dasar penelitan ini dilakukan. Ashby, Corey., mengusulkan metodologi otentikasi biometrik yang mengandalkan ciri fisik dan perilaku dari individu sebagai solusi untuk mengatasi kelemahan dari permasalahan kerentanan otentikasi yang ada. Dengan melibatkan lima subyek yakni dua wanita dan tiga pria dengan rentang usia antara 18 tahun sampai dengan 35 tahun dengan kondisi keadaan normal tanpa kelainan atau cacat. Penelitian ini menggunakan empat macam tasking dengan 10 kali pengambilan data. Tasking yang diberikan berupa rangsangan yang memberikan gambaran beberapa tugas tertentu dalam kondisi relaksasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan dilakukan ekstraksi ciri menggunakan autoregressive coefficients, power spectral density, spectral power, dan interhemispheric power difference. Fitur yang didapat dari ekstraksi ciri kemudian dilakukan klasifikasi dengan melibatkan 15-fold classification. Setelah melakukan klasifikasi terdapat dua tipe error yakni false accept error (FAE) dan false reject error (FRR). FAE terjadi karena kekeliruan dalam konfirmasi individu sebagai subyek yang diklaim memiliki ciri dari hasil ekstraksi sinyal EEG, sedangkan untuk FRR terjadi karena kekeliruan dalam menolak individu sebagai
9 subyek yang diklaim tidak memiliki ciri dari hasil ekstraksi sinyal EEG. Dalam analisis data sinyal EEG, FAE dan FRR diambil nilai rata-rata setiap task tiap individu. Ada dua aturan yang digunakan untuk klasifikasi dalam penelitian ini, yakni voting rule 1 dan voting rule 2. Voting rule 1 berfungsi untuk mendapatkan hasil klasifikasi dari setiap blok data, sedangkan voting rule 2 berfungsi untuk mendapatkan hasil dari setiap kelompok data. Hasil klasifikasi yang diperoleh dari data mentah (raw data) sinyal EEG sebesar 97,69 %, hasil klasifikasi berdasarkan voting rule 1 sebesar %, dan hasil klasifikasi berdasarkan gabungan antara voting rule 1 dan voting rule 2 sebesar 100 %. Penelitian ini memberikan gambaran kemungkinan penggunaan sistem EEG untuk otentikasi dengan biaya murah [14]. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menggunakan alat EEG dengan jumlah sensor lebih dari satu (multi-channel), pada penelitian ini akan digunakan alat EEG satu sensor (single-channel) menggunakan alat Neurosky Mindset dengan titik elektrode pada Fp1. Pada penelitian ini akan dilakukan pengambilan gelombang otak untuk mengetahui perbedaan aktivitas otak pada subyek normal dengan kondisi beta yakni saat melakukan proses berfikir. Berbeda dengan penelitian sebelumnya subyek yang digunakan merupakan penderita penyakit epilepsi atau penyandang cacat motorik (difable). Untuk mendapatkan gelombang otak dari subyek yang diteliti, maka akan diberikan rangsangan berupa kumpulan tugas yang kompleks yang berfungsi untuk mendapatkan respon otak dalam proses berfikir atau kognitif dari tiap individu, dalam penelitian ini kumpulan tugas kognitif akan dikelompokkan menjadi satu kesatuan tugas yang dinamakan cognitive task. Cognitive task yang akan digunakan terdiri dari sembilan macam yakni breath (bernafas), color (warna), face (wajah), finger (jari tangan), matematika, object (benda), passthought (password), sing (bernyanyi), dan sport (olahraga). Untuk dapat menemukan ciri yang khas dari sinyal EEG maka diperlukan metode pengolahan yang tepat, dalam penelitian ini ciri diperoleh dari hasil ekstraksi menggunakan metode analisis statistis yang digunakan untuk mendapatkan ciri berupa informasi statistis yang terkandung didalam sinyal EEG, analisis korelasi silang bertujuan untuk mendapatkan ciri
10 spesifik sinyal dari individu, analisis distribusi digunakan untuk mengetahui rentang ketidakpastian dari data, dan analisis komponen utama digunakan untuk menarik unsur yang saling tidak berkorelasi (maximum uncorrelated), membuat jarak sejauh mungkin, dan menghilangkan komponen dengan pengaruh kecil (noise). 1.5 Tujuan Penelitian Penelitian yang dilakukan memiliki beberapa tujuan yaitu: a. Melakukan ekstraksi ciri pada sinyal EEG untuk mengetahui informasi yang terkandung didalam sinyal dan untuk mengetahui bentuk spesifik dari sinyal yang berasal dari tiap individu. b. Melakukan uji pengenalan pola terhadap hasil ekstraksi ciri menggunakan metode multilayer perceptron untuk mendapatkan pola dari tiap individu dan mendapatkan akurasi dari proses identifikasi ciri tiap individu. 1.6 Manfaat Penelitian Manfaat penelitian yang diperoleh dari penelitian ini antara lain: a. Menghasilkan ciri (feature) berupa informasi statistis yang terkandung didalam sinyal EEG. b. Menghasilkan bentuk spesifik sinyal EEG dari tiap individu yang dapat membedakan subyek satu dengan subyek yang lain. c. Mengetahui task yang mempengaruhi terbentuknya ciri individu. d. Menghasilkan hubungan keterikatan (korelasi) antar data sinyal EEG. e. Memberikan pilihan alternatif penggunaan alat EEG yang murah, optimal dan valid untuk mendapatkan pengukuran gelombang otak. f. Dapat menjadi referensi untuk penelitian yang terkait dengan penggunaan EEG.
BAB I PENDAHULUAN. mengalami perkembangan yang sangat cepat. Atas perimbangan nilai sosial,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Biomedis merupakan salah satu ilmu interdisipliner yang sangat berkembang di era sekarang. Biomedis merupakan gabungan dari bidang ilmu elektro, informatika, mekanik,
EKSTRAKSI FITUR SINYAL ELEKTROENSEFALOGRAF (EEG) UNTUK IDENTIFIKASI UNSPOKEN-SPEECH MENGGUNAKAN EEGLAB
EKSTRAKSI FITUR SINYAL ELEKTROENSEFALOGRAF (EEG) UNTUK IDENTIFIKASI UNSPOKEN-SPEECH MENGGUNAKAN EEGLAB Pembimbing : Ir. Syamsul Arifin, MT. Andi Rahmadiansah, ST. MT. oleh : Bagas Isadewa 2406100077 Teknik
Analisis Data EEG pada Beberapa Kondisi menggunakan Metode Dekomposisi dan Korelasi berbasis Wavelet (Dekorlet)
Analisis Data EEG pada Beberapa Kondisi menggunakan Metode Dekomposisi dan Korelasi berbasis Wavelet (Dekorlet) Agfianto Eko Putra 1, Catur Atmaji 2 Program Studi Elektronika & Instrumentasi, Jurusan Ilmu
ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan pesat, terutama bidang elektronika dan komputer yang diterapkan pada bidang medis. Kemajuan teknologi
ANALISIS PENGARUH COGNITIVE TASK BERDASARKAN HASIL EKSTRAKSI CIRI GELOMBANG OTAK MENGGUNAKAN JARAK EUCLIDEAN
ANALISIS PENGARUH COGNITIVE TASK BERDASARKAN HASIL EKSTRAKSI CIRI GELOMBANG OTAK MENGGUNAKAN JARAK EUCLIDEAN Ahmad Azhari 1) 1) Teknik Informatika Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Jalan Prof. Dr. Soepomo,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Elektromiografi (EMG) adalah teknik untuk mengevaluasi dan rekaman aktivitas listrik yang dihasilkan oleh otot rangka. EMG dilakukan menggunakan alat yang disebut Electromyograph,
Implementasi Headset NeuroSky MindWave Mobile untuk Mengendalikan Robot Beroda secara Nirkabel
Implementasi Headset NeuroSky MindWave Mobile untuk Mengendalikan Robot Beroda secara Nirkabel Yonathan Berith Olam 1, F. Dalu Setiaji 2, Deddy Susilo 3 Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik Elektronika
BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang
BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Kursi roda merupakan alat bantu mobilitas bagi orang yang memiliki keterbatasan pergerakan dalam melakukan aktivitas sehari- hari. Keterbatasan pergerakan ini dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada awalnya instrument medis yang digunakan oleh para medis sangat sederhana, dan dengan berkembangnya dunia kedokteran dan perangkat elektronik diketahui bahwa
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kursi roda merupakan alat bantu mobilitas bagi orang yang memiliki keterbatasan pergerakan dalam melakukan aktivitas sehari- hari. Keterbatasan pergerakan ini dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem biometrika merupakan teknologi pengenalan diri dengan menggunakan bagian tubuh atau perilaku manuasia. Biometrika telah lama dikenal sebagai pendekatan yang
PENGKLASIFIKASIAN TINGKAT DANGEROUS DRIVING BEHAVIOR MENGGUNAKAN DATA ELEKTROENSEFALOGRAFI (EEG) DENGAN PENDEKATAN MACHINE LEARNING
PENGKLASIFIKASIAN TINGKAT DANGEROUS DRIVING BEHAVIOR MENGGUNAKAN DATA ELEKTROENSEFALOGRAFI (EEG) DENGAN PENDEKATAN MACHINE LEARNING Nama : Alisca Damayanti NPM : 50412648 Jurusan : Teknik Informatika Fakultas
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Dalam metode penelitian ini dijelaskan bagaimana proses pendeteksian kebohongan menggunakan metode SVM untuk sinyal EEG. Metode penelitian dapat dilihat
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Fotogrametri adalah suatu seni, pengetahuan dan teknologi untuk memperoleh informasi yang dapat dipercaya tentang suatu obyek fisik dan keadaan sekitarnya melalui proses
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Dewasa ini penciptaan video game tidak hanya ditujukan untuk media hiburan saja melainkan juga diperuntukan sebagai media pendidikan bagi berbagai kalangan khususnya
Deskripsi. Bidang Teknik Invensi. Latar Belakang Invensi
Deskripsi PERALATAN DAN METODE PENGUKURAN PERUBAHAN NILAI TEGANGAN LISTRIK ANTARA TITIK-TITIK AKUPUNKTUR TUBUH SECARA INVASIF UNTUK MENGETAHUI KELAINAN FUNGSI ORGAN TUBUH MANUSIA Bidang Teknik Invensi
BAB III METODE PENELITIAN. menjawab segala permasalahan yang ada dalam penelitian ini.
BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan dijelaskan bahan yang digunakan dalam membantu menyelesaikan permasalahan, dan juga langkah-langkah yang dilakukan dalam menjawab segala permasalahan yang ada
Rancang Bangun Sistem Pemantauan Aktivitas Gelombang Otak Secara Real Time Menggunakan Bio Sensor
Rancang Bangun Sistem Pemantauan Aktivitas Gelombang Otak Secara Real Time Menggunakan Bio Sensor Destyan Sulisetyo Nugroho, Iman Fahruzi 2,2 Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Batam Parkway St-
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi yang pesat mempermudah manusia dalam mencapai kebutuhan hidup. Hal tersebut telah merambah segala bidang termasuk dalam bidang kedokteran.
BAB I PENDAHULUAN. manusia satu dengan manusia lainnya berbeda-beda intonasi dan nadanya, maka
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG MASALAH Suara adalah suatu alat komunikasi paling utama yang dimiliki oleh manusia. Dengan suara, manusia dapat berkomunikasi dengan manusia lainnya. Melalui suara,
BAB I PENDAHULUAN. perumusan masalah, tujuan, pembatasan masalah, metodologi, dan sistematika
BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan dibahas mengenai latar belakang, identifikasi masalah, perumusan masalah, tujuan, pembatasan masalah, metodologi, dan sistematika penulisan dari Tugas Akhir ini. 1.1
1. Pendahuluan. 1.1 Latar belakang
1. Pendahuluan 1.1 Latar belakang Keamanan data pribadi merupakan salah satu hal terpenting bagi setiap orang yang hidup di era dimana Teknologi Informasi (TI) berkembang dengan sangat pesat. Setiap orang
BAB I PENDAHULUAN. Proses pengenalan kata merupakan salah satu fungsi dari
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Proses pengenalan kata merupakan salah satu fungsi dari voice recognition. Voice recognition dibagi menjadi dua jenis, yaitu speech recognition dan speaker
IDENTIFIKASI SINYAL EEG MENGGUNAKAN KOEFISIEN REGRESI DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN
IDENTIFIKASI SINYAL EEG MENGGUNAKAN KOEFISIEN REGRESI DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN Hindarto Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo [email protected] Abstrak Dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Klasifikasi sidik jari merupakan bagian penting dalam sistem pengidentifikasian individu. Pemanfaatan identifikasi sidik jari sudah semakin luas sebagai bagian dari
Pengaruh Latar Belakang Warna pada Objek Gambar terhadap Hasil Ekstraksi Sinyal EEG
IJEIS, Vol.7, No.2, October 2017, pp. 161~172 ISSN: 2088-3714 161 Pengaruh Latar Belakang Warna pada Objek Gambar terhadap Hasil Ekstraksi Sinyal EEG Catur Atmaji* 1, Zandy Yudha Perwira 2 1 Departemen
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Prinsip teknologi dikembangkan adalah untuk membuat alat atau sarana yang dapat membantu dan memberi kemudahan bagi manusia untuk melakukan kegiatan dalam hidup. Seiring
EMOSI merupakan salah satu fitur penting dan kompleks
1 Klasifikasi Emosi Berdasarkan Gelombang Otak Sinyal EEG Menggunakan Metode k-nearest Neighbour Imania Puspita Sari 1, Dr. Diah Puspito W, ST., M.Sc. 1 and Dr. Ir. Yoyon Kusnendar S, M.Sc. 1 1 Departmen
EMOTIV EPOC SOP. BRAIN COMPUTER INTERFACE & SCIENTIFIC CONTEXTUAL EEG Laboratorium Biofisika Institut Teknologi Bandung
EMOTIV EPOC SOP BRAIN COMPUTER INTERFACE & SCIENTIFIC CONTEXTUAL EEG Laboratorium Biofisika Institut Teknologi Bandung SOP No. Prepared By: Signature Date Description 01/A/Biofis/XII/2014 Yudiansyah Akbar
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga BAB I PENDAHULUAN. dilahirkan (perinatal) dan sesudah lahir (postnatal) (Suhardiyana, 2010).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Telinga adalah organ pengindraan dengan fungsi ganda dan kompleks yaitu fungsi pendengaran dan fungsi keseimbangan (Hermanto, 2010). Rentang frekuensi
udara maupun benda padat. Manusia dapat berkomunikasi dengan manusia dari gagasan yang ingin disampaikan pada pendengar.
BAB II DASAR TEORI 2.1 Suara (Speaker) Suara adalah sinyal atau gelombang yang merambat dengan frekuensi dan amplitudo tertentu melalui media perantara yang dihantarkannya seperti media air, udara maupun
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Rumusan Masalah
BAB I Pendahuluan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pemalsuan identitas sering kali menjadi permasalahan utama dalam keamanan data, karena itulah muncul teknik-teknik pengamanan data seperti penggunaan
BAB 1 PENDAHULUAN 1-1
BAB 1 PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan mengenai Latar Belakang, Identifikasi Masalah, Tujuan Tugas Akhir, Lingkup Tugas Akhir, Metodologi Tugas Akhir dan Sistematika Penulisan Tugas Akhir. 1.1 Latar Belakang
Deteksi Sinyal Elektromyogram (EMG) Saat Kontraksi Dan Relaksasi Dengan Personal Komputer
Deteksi Sinyal Elektromyogram (EMG) Saat Kontraksi Dan Relaksasi Dengan Personal Komputer Irmalia Suryani Faradisa 1, Pandu Noortyas 2 1,2) Program Studi Teknik Elektro, ITN Malang e-mail: 1) [email protected],
BAB I PENDAHULUAN. keterbatasan pergerakan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Keterbatasan
BAB I PENDAHULUAN 2.1.1.1. Latar Belakang Kursi roda merupakan alat bantu mobilitas bagi orang yang memiliki keterbatasan pergerakan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Keterbatasan pergerakan ini dapat
BAB I PENDAHULUAN. Otot adalah sebuah jaringan konektif dalam tubuh dengan tugas utamanya
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Otot adalah sebuah jaringan konektif dalam tubuh dengan tugas utamanya kontraksi. Kontraksi otot berfungsi untuk menggerakkan bagian-bagian tubuh dan substansi dalam
BAB 1 Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Keterbatasan manusia yang memiliki anggota tubuh tidak lengkap disebut dengan tunadaksa. Tunadaksa adalah ketidakmampuan anggota tubuh dalam melaksanakan fungsinya
Tugas Teknik Penulisan Karya Ilmiah. M.FAIZ WAFI Sistem Komputer Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya
Tugas Teknik Penulisan Karya Ilmiah Sistem Identifikasi Biometrik Finger Knuckle Print Menggunakan Histogram Equalization dan Principal Component Analysis (PCA) M.FAIZ WAFI 09121001043 Sistem Komputer
BAB I PENDAHULUAN. darah tinggi, stroke, sakit di dada (angina) dan penyakit jantung rematik.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Penyakit jantung adalah penyakit yang mengganggu sistem pembuluh darah atau lebih tepatnya menyerang jantung dan urat-urat darah, beberapa contoh penyakit
BAB I PENDAHULUAN. darah. Penyakit Jantung (cardiovascular disease) adalah setiap kondisi yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Jantung merupakan organ tubuh yang paling fungsional karena peranannya sebagai pemompa darah agar dapat mengalir ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Penyakit
I. PENDAHULUAN. pembuluh darah secara teratur dan berulang. Letak jantung berada di sebelah kiri
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Jantung merupakan salah satu rongga organ berotot yang memompa darah ke pembuluh darah secara teratur dan berulang. Letak jantung berada di sebelah kiri bagian dada diantara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mata adalah indra terbaik yang dimiliki oleh manusia sehingga citra (gambar) memegang peranan penting dalam perspektif manuasia. Namun mata manusia memiliki keterbatasan
PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK
PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK Program Studi Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang Abstrak. Saat ini, banyak sekali alternatif dalam
BAB I PENDAHULUAN. identitas individu baik secara fisiologis, sehingga dapat dijadikan alat atau
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi biometrik merupakan teknologi yang memanfaatkan identitas individu baik secara fisiologis, sehingga dapat dijadikan alat atau kunci dalam kontrol akses ke
DETEKSI PENYAKIT KULIT MENGUNAKAN FILTER 2D GABOR WAVELET DAN JARINGAN SARAF TIRUAN RADIAL BASIS FUNCTION
1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Kulit merupakan pelindung tubuh kita pertama kali dari benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Kulit terdiri dari lapisan epidermis berupa lapisan kulit mati dan dermis
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. dicolokan ke komputer, hal ini untuk menghindari noise yang biasanya muncul
37 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil 4.1.1 Pengambilan Database Awalnya gitar terlebih dahulu ditala menggunakan efek gitar ZOOM 505II, setelah ditala suara gitar dimasukan kedalam komputer melalui
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Meter Air. Gambar 2.1 Meter Air. Meter air merupakan alat untuk mengukur banyaknya aliran air secara terus
BAB II DASAR TEORI 2.1 Meter Air Gambar 2.1 Meter Air Meter air merupakan alat untuk mengukur banyaknya aliran air secara terus menerus melalui sistem kerja peralatan yang dilengkapi dengan unit sensor,
PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM DETEKSI RINTANGAN MENGGUNAKAN METODE HAAR-LIKE FEATURE PADA BRAIN-CONTROLLED WHEELCHAIR
PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM DETEKSI RINTANGAN MENGGUNAKAN METODE HAAR-LIKE FEATURE PADA BRAIN-CONTROLLED WHEELCHAIR Aristian Jovianto Yunus NRP : 1322022 e-mail : [email protected] ABSTRAK
Bab II Teori Dasar. Gambar 2.1 Diagram blok sistem akuisisi data berbasis komputer [2]
Bab II Teori Dasar 2.1 Proses Akuisisi Data [2, 5] Salah satu fungsi utama suatu sistem pengukuran adalah pembangkitan dan/atau pengukuran tehadap sinyal fisik riil yang ada. Peranan perangkat keras (hardware)
BAB 2 LANDASAN TEORI. Pengenalan suara (voice recognition) dibagi menjadi dua jenis, yaitu
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengenalan Suara. Pengenalan suara (voice recognition) dibagi menjadi dua jenis, yaitu speech recognition dan speaker recognition. Speech recognition adalah proses yang dilakukan
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Penentuan Masalah Penelitian Masalah masalah yang dihadapi oleh penggunaan identifikasi sidik jari berbasis komputer, yaitu sebagai berikut : 1. Salah satu masalah dalam
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya pada bidang komunikasi saat ini berkembang dengan cepat. Kemajuan teknologi bertujuan untuk mempermudah kegiatan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Citra digital saat ini sudah menjadi kebutuhan banyak orang untuk berbagai macam keperluan. Hal ini dilihat dari betapa pentingnya peranan citra digital di berbagai
BAB 1 PENDAHULUAN. Sistem Pakar (Expert System), Jaringan Saraf Tiruan (Artificial Neural Network), Visi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era yang semakin maju ini, teknologi telah memegang peranan penting dalam kehidupan manusia sehari-hari, sehingga kemajuannya sangat dinantikan dan dinikmati para
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Jantung merupakan salah satu organ terpenting dalam tubuh manusia. Jantung yaitu organ otot (muskular) berongga yang memompa darah lewat pembuluh darah sehingga
EKSTRASI CIRI SINYAL EPILEPSI MENGGUNAKAN FAST FOURIER TRANSFORM
EKSTRASI CIRI SINYAL EPILEPSI MENGGUNAKAN FAST FOURIER TRANSFORM Hindarto 1, Ade Efiyanti 2 1, 2 Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Sidoarjo, Jawa Timur (E-mail: [email protected],
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Batuk merupakan mekanisme refleks yang sangat penting untuk menjaga jalan napas tetap terbuka (paten) dengan cara menyingkirkan hasil sekresi lendir yang menumpuk pada
Ekstraksi Fitur Sinyal Elektroensefalograf (EEG) Untuk Identifikasi Unspoken-speech Menggunakan EEGLAB
Ekstraksi Fitur Sinyal Elektroensefalograf (EEG) Untuk Identifikasi Unspoken-speech Menggunakan EEGLAB Bagas Isadewa #1, Ir. Syamsul Arifin, MT. #2, Andi Rahmadiansah, ST. MT. #3 # Jurusan Teknik Fisika,
BAB III METODE PENELITIAN. alat pendeteksi frekuensi detak jantung. Langkah langkah untuk merealisasikan
BAB III METODE PENELITIAN Pada penelitian ini, akan dilakukan beberapa langkah untuk membuat alat pendeteksi frekuensi detak jantung. Langkah langkah untuk merealisasikan alat pendeteksi frekuensi detak
A364. JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 2, (2016) ISSN: ( Print)
A364 Sistem Restorasi Gerak Sendi Siku Menggunakan Functional Electrical Stimulation Erwin Setiawan Widjaja, Achmad Arifin, Fauzan Arrofiqi dan Mohammad Nuh Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Industri,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang berkaitan dengan pernafasan dan umumnya terjadi pada orang dewasa [1-2]. Diestimasikan 4% pria dan 2% wanita di dunia menderita
PEMBUATAN SISTEM PENDETEKSI KANTUK DENGAN MENGANALISA GELOMBANG ATTENTION DAN MEDITATION MENGGUNAKAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINE
PEMBUATAN SISTEM PENDETEKSI KANTUK DENGAN MENGANALISA GELOMBANG ATTENTION DAN MEDITATION MENGGUNAKAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINE Indoriko Shin 5209 100 065 Sistem Informasi, ITS 1. PENDAHULUAN 1.2 PerumusanMasalah
BAB III METODE PENGAMBILAN DAN PENGOLAHAN DATA SEISMOELEKTRIK. palu. Dari referensi pengukuran seismoelektrik di antaranya yang dilakukan oleh
BAB III METODE PENGAMBILAN DAN PENGOLAHAN DATA SEISMOELEKTRIK 3.1 Metode Pengambilan Data Ada beberapa konfigurasi pengukuran yang digunakan dalam pengambilan data seismoelektrik di lapangan. Konfigurasi
BAB 1 PENDAHULUAN. berkaitan dengan pemprosesan sinyal suara. Berbeda dengan speech recognition
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Speaker recognition adalah salah satu bidang pengenalan pola yang berkaitan dengan pemprosesan sinyal suara. Berbeda dengan speech recognition yang mengenali kata atau
Pola adalah entitas yang terdefinisi dan dapat diidentifikasi melalui ciri-cirinya (features).
Pola adalah entitas yang terdefinisi dan dapat diidentifikasi melalui ciri-cirinya (features). Ciri-ciri tersebut digunakan untuk membedakan suatu pola dengan pola lainnya. Ciri yang bagus adalah ciri
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Proses pencocokan citra dilakukan dengan mengidentifikasi dan mengukur pasangan titiktitik sekawan antara citra satu dengan citra lainnya untuk objek yang sama pada
PENGENALAN SUARA MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN MODEL PROPAGASI BALIK
ABSTRAK PENGENALAN SUARA MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN Dosen Jurusan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar Pada penelitian ini dibuat sebuah sistem pengenalan suara manusia dengan
BAB I PENDAHULUAN. perkembangan zaman dan teknologi, teknik pengenalan individu secara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Untuk mengontrol akses menuju suatu wilayah atau material yang dilindungi, dibutuhkan teknik pengenalan individu yang handal. Seiring dengan perkembangan zaman dan
OPTIMASI RANCANGAN FILTER BANDPASS AKTIF UNTUK SINYAL LEMAH MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIK Studi Kasus: Sinyal EEG
OPTIMASI RANCANGAN FILTER BANDPASS AKTIF UNTUK SINYAL LEMAH MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIK Studi Kasus: Sinyal EEG Oleh : Ellys Kumala P (1107100040) Dosen Pembimbing Dr. Melania Suweni Muntini, MT JURUSAN
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1. WAKTU DAN TEMPAT Kegiatan Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Juni hingga Desember 2011 dan dilaksanakan di laboratorium lapang Siswadhi Soepardjo (Leuwikopo), Departemen
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat berdampak pada terjadinya penurunan substansial dalam biaya penyimpanan data, peningkatan pesat
BAB 1 PENDAHULUAN. Sudah tidak diragukan lagi bahwa penerapan teknologi komputer dan teknologi informasi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sudah tidak diragukan lagi bahwa penerapan teknologi komputer dan teknologi informasi telah memiliki pengaruh sampai ke fondasi kehidupan sehari-hari manusia.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Pengujian Perangkat Lunak Dalam mengetahui perangkat lunak yang dibuat bisa sesuai dengan metode yang dipakai maka dilakukan pengujian terhadap masin-masing komponen perangkat.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap manusia diciptakan dengan bentuk fisik dan rupa yang berbeda sehingga manusia tersebut dapat dibedakan satu dengan yang lainnya. Pada teknologi informasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi di bidang informasi spasial dan fotogrametri menuntut sumber data yang berbentuk digital, baik berformat vektor maupun raster. Hal ini dapat
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suara paru terjadi karena adanya turbulensi udara saat udara memasuki saluran pernapasan selama proses pernapasan. Turbulensi ini terjadi karena udara mengalir dari
Identifikasi Tanda Tangan Menggunakan Transformasi Gabor Wavelet dan Jarak Minskowski
Identifikasi Tanda Tangan Menggunakan Transformasi Gabor Wavelet dan Jarak Minskowski Junia Kurniati Computer Engineering Department Faculty of Computer Science Sriwijaya University South Sumatera Indonesia
Gambar 1 : Sistem Penempatan Elektoda [1]
Cara Kerja EEG Rekaman EEG umumnya melalui elektroda yang diletakkan di kulit kepala atau dapat juga ditanam intra kranial. Untuk meningkatkan kontak listrik antara elektroda dan kulit kepala digunakan
STMIK GI MDP. Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011
STMIK GI MDP Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011 APLIKASI SISTEM KEAMANAN PADA RUMAH BERBASIS CITRA WAJAH DENGAN JARINGAN SARAF TIRUAN Hendra 2007250083
Algoritma Mendeteksi Ketidaknormalan Premature Atrial Contractions(PACs) Berdasarkan Kombinasi RR Interval dan Correlation Coefficient
Algoritma Mendeteksi Ketidaknormalan Premature Atrial Contractions(s) Berdasarkan Kombinasi RR Interval dan Correlation Coefficient Iman Fahruzi Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Batam Parkway
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dewasa ini pengolahan citra digital telah mengalami perkembangan pesat dengan semakin banyak penelitian tentang pengenalan objek dari sebuah citra. Pengenalan suatu
Pengenalan Suara Menggunakan Metode MFCC (Mel Frequency Cepstrum Coefficients) dan DTW (Dynamic Time Warping) untuk Sistem Penguncian Pintu
239 Pengenalan Suara Menggunakan Metode MFCC (Mel Frequency Cepstrum Coefficients) dan DTW (Dynamic Time Warping) untuk Sistem Penguncian Pintu Zulham Effendi *), Firdaus **), Tati Erlina ***), Ratna Aisuwarya
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada saat sekarang ini pengolahan citra (Image Processing) mempunyai suatu aplikasi yang sangat luas dalam berbagai bidang kehidupan antara lain bidang arkeologi,
4.2.3 UJI PROTEKSI TERHADAP ARUS LISTRIK RATA RATA BERLEBIH
maksimum 1,54%. Nilai kesalahan rata-rata kurang dari 1% ini menunjukkan proteksi terhadap muatan listrik berlebih memadai untuk diterapkan pada sistem terapeutik. Tetapi data kesalahan maksimum yang mencapai
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di area industri sering terjadi para pekerja pingsan bahkan mengalami kematian di akibatkan keracunan dari gas karbon monoksida yang bersifat toxin. Selain itu juga
Frekuensi Dominan Dalam Vokal Bahasa Indonesia
Frekuensi Dominan Dalam Vokal Bahasa Indonesia Tjong Wan Sen #1 # Fakultas Komputer, Universitas Presiden Jln. Ki Hajar Dewantara, Jababeka, Cikarang 1 [email protected] Abstract Pengenalan ucapan
BAB 3 PROSEDUR DAN METODOLOGI. menawarkan pencarian citra dengan menggunakan fitur low level yang terdapat
BAB 3 PROSEDUR DAN METODOLOGI 3.1 Permasalahan CBIR ( Content Based Image Retrieval) akhir-akhir ini merupakan salah satu bidang riset yang sedang berkembang pesat (Carneiro, 2005, p1). CBIR ini menawarkan
APLIKASI TRANSFORMASI HOUGH UNTUK EKSTRAKSI FITUR IRIS MATA MANUSIA
Seminar Nasional Teknologi Informasi 2007 1 APLIKASI TRANSFORMASI HOUGH UNTUK EKSTRAKSI FITUR IRIS MATA MANUSIA Murinto 1) Rusydi Umar 2) Burhanuddin 3) 1,2,3) Teknik Informatika Universitas Ahmad Dahlan
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Evaluasi Pada penelitian ini, algoritma untuk identifikasi sidik jari tersusun dari 3 tahapan proses yakni tahap preprocessing fingerprint image, minutiae extraction, dan
PEMBUATAN APLIKASI PENERIMA DATA EEG TIGA KANAL UNIVERSITAS TELKOM THE MAKING OF DATA RECEIVER APPLICATION IN THREE CHANNEL EEG TELKOM UNIVERSITY
PEMBUATAN APLIKASI PENERIMA DATA EEG TIGA KANAL UNIVERSITAS TELKOM THE MAKING OF DATA RECEIVER APPLICATION IN THREE CHANNEL EEG TELKOM UNIVERSITY Sania Marcellina Bryan 1, Achmad Rizal, ST., MT 2., Sugondo
