Programa Penyuluhan Kab.Bangka

dokumen-dokumen yang mirip
2. TANAMAN PANGAN 2.1. Luas Tanam (Ha) Komoditi Tanaman Pangan Kabupaten Luwu, tahun

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. langsung persoalan-persoalan fungsional yang berkenaan dengan tingkat regional.

Perkembangan Ekonomi Makro

A. Realisasi Keuangan

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang


Tabel 1.1. Letak geografi dan administratif Kota Balikpapan. LS BT Utara Timur Selatan Barat. Selat Makasar

KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. bujur timur. Wilayahnya sangat strategis karena dilewati Jalur Pantai Utara yang

GAMBARAN UMUM. Wilayah Sulawesi Tenggara

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN. pertanian di Wilayah Distrik Sorong Timur

4.1. Letak dan Luas Wilayah

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

1. PERTANIAN, KEHUTANAN, KELAUTAN, PERIKANAN, PETERNAKAN & PERKEBUNAN. Tabel 1.1.1C

MATRIKS PROGRAMA PENYULUHAN PERTANIAN KABUPATEN BANGKA TAHUN : 2013

INVENTARISASI KEGIATAN PERTANIAN DI KABUPATEN KUTAI BARAT

9.b PENGUKURAN PENCAPAIAN PERJANJIAN KINERJA KABUPATEN SIAK TAHUN 2016 (CAPAIAN KINERJA SKPD BERDASARKAN TARGET RPJMD)

BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PENINGKATAN PRODUKSI PERTANIAN

I. PENDAHULUAN. Indonesia kaya akan potensi sumberdaya alam, tanah yang subur dan didukung

Tahun Bawang

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. A. Keadaan Umum Kabupaten Lampung Selatan

V. GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

STATISTIK DAERAH KECAMATAN TERAS TERUNJAM 2014

I. PENDAHULUAN. 1 Kementerian Pertanian Kontribusi Pertanian Terhadap Sektor PDB.

IV. GAMBARAN UMUM. Kabupaten Banjarnegara terletak antara 7⁰12 7⁰31 Lintang Selatan dan


5.1. Analisa Produk Unggulan Daerah (PUD) Analisis Location Quotient (LQ) Sub Sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan

BAB VI SASARAN PEMBANGUNAN HORTIKULTURA

BAB I PENDAHULUAN. Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang

VII. KOMODITAS UNGGULAN DI KABUPATEN BOGOR

IV. KEDAAN UMUM KABUPATEN SLEMAN. Wilayah Kabupaten Sleman terbentang mulai 110 o sampai dengan

RENCANA KERJA TAHUNAN PENYULUH PERTANIAN KABUPATEN BANGKA TAHUN : 2013

GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Secara geografis, Kabupaten OKU Selatan terletak antara sampai

BAB I PENDAHULUAN. perekonomian nasional. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi yang dominan, baik

KOMODITAS HORTIKULTURA UNGGULAN DI KABUPATEN SEMARANG (PENDEKATAN LQ DAN SURPLUS PRODUKSI)

LAMPIRAN 2 RENCANA KEGIATAN UNTUK MENGIKHTIARKAN KEMUDAHAN KEGIATAN PENYULUHAN KABUPATEN BANGKA TAHUN 2013

BAB II TUGAS PEMBANTUAN

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. jumlah kepala keluarga dan jumlah jiwa orang. 1

V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

Analisis Potensi Kecamatan Berbasis Komoditas Pertanian Dalam Pembangunan Wilayah Di Kabupaten Sleman (Pendekatan Location Qoutient dan Shift Share)

3. KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN. Letak Geografis

I. PENDAHULUAN. pelestarian keseimbangan lingkungan. Namun pada masa yang akan datang,

RUMUSAN RAPAT KOORDINASI PANGAN TERPADU SE KALTIM TAHUN 2015

Statistik Daerah Kabupaten Bintan

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia akan terlindas oleh era globalisasi dan perdagangan bebas.

IV. KONDISI UMUM PROVINSI RIAU

Gambar 2. Tingkat Produktivitas Tanaman Unggulan Kab. Garut Tahun

Kuliah ke-2. R. Soedradjad Lektor Kepala bidang Pengelolaan Sumberdaya Alam

KECAMATAN TERAS TERUNJAM DALAM ANGKA.

I. PENDAHULUAN. perekonomian nasional. Peran terpenting sektor agribisnis saat ini adalah

GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Kampar terletak antara 1º 02' Lintang Utara dan 0º 20' Lintang

KEADAAN UMUM LOKASI. Tabel 7. Banyaknya Desa/Kelurahan, RW, RT, dan KK di Kabupaten Jepara Tahun Desa/ Kelurahan

5 GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Sektor pertanian merupakan sektor yang mendapatkan perhatian cukup besar dari

I. PENDAHULUAN. Pangan merupakan kebutuhan yang mendasar (basic need) bagi setiap

ANALISIS LOCATION QUOTIENT (LQ) AGROPOLITAN PONCOKUSUMO

I. PENDAHULUAN. tinggi secara langsung dalam pemasaran barang dan jasa, baik di pasar domestik

Tabel Luas Panen, Produktivitas, dan Produksi Sayuran Tahun

I. PENDAHULUAN. Tabel 1. Sebaran Struktur PDB Indonesia Menurut Lapangan Usahanya Tahun

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kecamatan Sragi merupakan salah satu kecamatan dari 17 Kecamatan yang

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Lampung Selatan adalah salah satu dari 14 kabupaten/kota yang terdapat di Provinsi

I. PENDAHULUAN. masyarakat Indonesia. Oleh karena itu sektor pertanian di Indonesia perlu

DATA SISTEM INFORMASI PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR SAMPAI DENGAN SEMESTER I TAHUN 2016

IV. KEADAAN UMUM KABUPATEN SLEMAN. Berdasarkan kondisi geografisnya wilayah Kabupaten Sleman terbentang

I PENDAHULUAN * Keterangan : *Angka ramalan PDB berdasarkan harga berlaku Sumber : Direktorat Jenderal Hortikultura (2010) 1

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Indonesia merupakan negara agraris yang subur tanahnya dan berada di

S. Andy Cahyono dan Purwanto

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Tanggamus merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Lampung yang

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Tulang Bawang Barat terletak pada BT dan

BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

I PENDAHULUAN Latar Belakang

Magrobis Journal 41 EVALUASI PEMBANGUNAN BIDANG PERTANIAN DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA TAHUN 2013 ABSTRAK BAB I. PENDAHULUAN

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. penting bagi perkembangan perekonomian nasional di Indonesia. Hal ini

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

IDENTIFIKASI KOMODITAS UNGGULAN DI KAWASAN AGROPOLITAN KABUPATEN PASAMAN

Republik Indonesia. SURVEI HARGA PEDESAAN Subsektor Tanaman Hortikultura (Metode NP)

BAB IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan.

Siantar Marimbun 49,31%

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran dibentuk berdasarkan Undang-undang

V. GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN DAN KERAGAAN EKONOMI RUMAHTANGGA PETANI. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan provinsi yang mempunyai

KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Sulawesi barat. Kabupaten Mamuju memiliki luas Ha Secara administrasi,

Profil Kabupaten Bireuen

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Tulang Bawang adalah kabupaten yang terdapat di Provinsi

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN Keadaan Umum Kabupaten Lampung Selatan. Wilayah Kabupaten Lampung Selatan terletak antara 105.

Analisis keterkaitan sektor tanaman bahan makanan terhadap sektor perekonomian lain di kabupaten Sragen dengan pendekatan analisis input output Oleh :

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

IV. KONDISI SUB-SEKTOR PERTANIAN TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN ROKAN HILIR

V. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Transkripsi:

Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 1

LEMBAR PENGESAHAN PROGRAMA PENYULUHAN PERTANIAN KABUPATEN BANGKA TAHUN 2013 Tim Penyusun, Kepala Bidang Penyuluhan Pada Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka, Koordinator Jabatan Fungsional Pada Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka, dto Ir. Faizar Toha NIP. 19581212 199803 1 002 dto Supoyo, SP NIP. 19630416 198703 1 005 Sungailiat, Desember 2012 Mengesahkan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka, dto Ir. PAN BUDI MARWOTO, M.Si NIP. 19661214 199203 1 004 Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 2

KATA PENGANTAR Dalam rangka pemantapan sistem penyelenggaraan penyuluhan pertanian di Kabupaten Bangka, pada Tahun 2011 telah diterbitkan Peraturan Bupati Bangka Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pedoman Kerja Penyuluhan Pertanian Kabupaten Bangka. Peraturan Bupati Bangka Nomor Tahun 19 Tahun 2011 mengamanatkan kegiatan penyuluhan dilaksanakan untuk mencapai tujuan Pemerintah Kabupaten Bangka yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Bangka, Rencana Strategis Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka dan Rencana Strategis SKPD. Agar penyelenggaraan penyuluhan tercapai sesuai dengan yang diharapkan, perlu dibuat rencana tertulis yang disusun secara sistematis, untuk memberikan arah, pedoman dan alat pengendali pencapaian tujuan. Rencana tertulis ini disebut sebagai programa penyuluhan. Programa Penyuluhan Kabupaten Bangka Tahun 2012 disusun dengan mempedomani sasaran-sasaran pembangunan sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Bangka Tahun 2009-2013, Rencana Strategis Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka dan Rencana Strategis SKPD. Diharapkan Programa Penyuluhan Kabupaten Bangka Tahun 2013 dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan dapat terlaksana dengan baik sebagaimana mestinya. Sungailiat, Desember 2012 Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka, dto Ir. Pan Budi Marwoto, M.Si NIP. 19661214 199203 1 004 Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 3

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... iii DAFTAR LAMPIRAN... vi I. PENDAHULUAN... 1 II. KEADAAN UMUM... 4 1. Data Wilayah Kerja... 4 2. Data Penduduk... 5 3. Penduduk Menurut Usia... 5 4. Jumlah Penduduk Menurut Jumlah Kepala Keluarga... 6 5. Data Fisik... 7 A. Topografi... 7 B. Jenis Tanah... 7 C. Iklim... 8 D. Data Usaha Tani... 9 1. Padi Sawah... 10 2. Padi Ladang... 11 3. Palawija... 12 4. Sayuran... 16 5. Buah-Buahan... 27 6. Perkebunan... 41 7. Peternakan... 45 8. Data Fasilitas Produksi Usaha Tani... 46 9. Data Kelembagaan Petani... 47 III. TUJUAN YANG INGIN DICAPAI... 49 IV. MASALAH... 54 V. RENCANA KEGIATAN PENYULUHAN... 57 VI. PENUTUP... 61 i ii Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 4

DAFTAR TABEL Tabel 1. Data, PPL, WKPP, Desa dan Wilayah Kerja Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Tahun 2012... 4 Tabel 2. Data Jumlah Kepala Keluarga dan Jumlah Penduduk di Kabupaten Bangka Tahun 2012... 5 Tabel 3. Rentang Usia Penduduk di Kabupaten Bangka Tahun 2011... 6 Tabel 4. Klasifikasi Penduduk Menurut Jumlah Kepala Keluarga Petani/ Pekebun di Kabupaten Bangka Tahun 2011... 6 Tabel 5. Topografi Wilayah Kabupaten Bangka... 7 Tabel 6. Jenis Tanah di Kabupaten Bangka... 8 Tabel 7. Tipe Iklim, Suhu Rata-Rata dan Kelembaban Nisbi di Kabupaten Bangka... 9 Tabel 8. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Padi Sawah di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 11 Tabel 9. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Padi Ladang di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 12 Tabel 10. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Jagung di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 13 Tabel 11. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Ubi Kayu di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 14 Tabel 12. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Ubi Jalar di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 15 Tabel 13. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Kacang Tanah di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 16 Tabel 14. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Kacang Panjang di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 17 Tabel 15. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Terung di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 18 Tabel 16. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Cabe Besar di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 19 Tabel 17. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Cabe Rawit di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 20 Tabel 18. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Sawi/Petsai di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 21 Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 5

Tabel 19. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Tomat di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 22 Tabel 20. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Buncis di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 23 Tabel 21. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Mentimun di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 24 Tabel 22. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Labu Siam di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 25 Tabel 23. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Kangkung di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 25 Tabel 24. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Bayam di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 26 Tabel 25. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Semangka di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 27 Tabel 26. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Alpukat di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 28 Tabel 27. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Belimbing di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 29 Tabel 28. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Duku/Kokosan/Langsat di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 30 Tabel 29. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Durian di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 31 Tabel 30. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Jambu Biji di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 32 Tabel 31. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Jeruk Siam/Keprok di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 33 Tabel 32. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Mangga di Kabupaten Bangka Tahun2010 dan 2011... 34 Tabel 33. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Jumla Nangka/Cempedak di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 35 Tabel 34. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Nenas di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 36 Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 6

Tabel 35. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Pepaya di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 37 Tabel 36. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Pisang di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 38 Tabel 37. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Rambutan di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 38 Tabel 38. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Salak di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 39 Tabel 39. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Sawo di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 40 Tabel 40. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas dan Jumlah Produksi Sukun di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011... 41 Tabel 41. Luas Areal Potensial, Luas Areal Tanam, Luas Areal Tanaman Menghasilkan, Luas Areal Tanaman Belum Manghasilkan, dan Rata- Rata Produksi Lada di Kabupaten Bangka Tahun 2011... 42 Tabel 42. Luas Areal Potensial, Luas Areal Tanam, Luas Areal Tanaman Menghasilkan, Luas Areal Tanaman Belum Manghasilkan, dan Rata- Rata Produksi Kelapa Sawit di Kabupaten Bangka Tahun 2011... 43 Tabel 43. Luas Areal Potensial, Luas Areal Tanam, Luas Areal Tanaman Menghasilkan, Luas Areal Tanaman Belum Manghasilkan, dan Rata- Rata Produksi Karet di Kabupaten Bangka Tahun 2011... 44 Tabel 44. Luas Areal Potensial, Luas Areal Tanam, Luas Areal Tanaman Menghasilkan, Luas Areal Tanaman Belum Manghasilkan, dan Rata- Rata Produksi Kelapa di Kabupaten Bangka Tahun 2011... 44 Tabel 45. Luas Areal Potensial, Luas Areal Tanam, Luas Areal Tanaman Menghasilkan, Luas Areal Tanaman Belum Manghasilkan, dan Rata- Rata Produksi Kakao di Kabupaten Bangka Tahun 2011... 45 Tabel 46. Jumlah Ternak di Kabupaten Bangka Tahun 2011... 46 Tabel 47. Fasilitas Produksi Usaha Tani di Kabupaten Bangka Tahun 2011.. 47 Tabel 48. Daftar Kelompok Tani di Kabupaten Bangka Tahun 2011... 48 Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 7

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Rencana Kegiatan Penyuluhan Kabupaten Bangka Tahun 2013 Lampiran 2. Rencana Kegiatan untuk Mengiktisarkan Kemudahan Kegiatan Penyuluhan Kabupaten Bangka Tahun 2013 Lampiran 3. Matriks Programa Penyuluhan Kabupaten Bangka Tahun 2013 Lampiran 4. Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian Kabupaten Bangka Tahun 2013 Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 8

I. PENDAHULUAN Program pembangunan pertanian tahun 2013 merupakan kelanjutan dari program tahun 2012, yaitu pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan, peningkatan diversifikasi pangan, peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor serta peningkatan kesejahteraan petani, yang disebut dengan Program Empat Sukses Pembangunan Pertanian. Dalam rangka mendukung program empat sukses pembangunan pertanian, telah disusun program aksi pemantapan sistem penyelenggaraan penyuluhan yang merupakan kelanjutan dari revitalisasi penyuluhan pertanian tahun 2010. Agar tahap pemantapan sistem penyuluhan pertanian dapat berjalan secara produktif, efektif dan efisien, perlu dilakukan identifikasi sumberdaya dan program pembangunan pertanian, baik yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun pemerintah daerah. Hal tersebut diperlukan dalam rangka penyusunan rencana penyelenggaraan penyuluhan pertanian di semua tingkatan. Rencana penyelenggaraan penyuluhan pertanian dikenal dengan istilah programa penyuluh pertanian. Programa penyuluh pertanian adalah rencana tertulis yang disusun secara sistematis untuk memberikan arah dan pedoman serta sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyuluhan. Programa penyuluhan disusun setiap tahun yang memuat rencana penyuluhan tahun berikutnya dengan memperhatikan siklus anggaran pada masing-masing tingkatan, serta Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 9

mencakup pengorganisasian dan pengelolaan sumberdaya sebagai dasar penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Programa penyuluhan terdiri atas programa penyuluhan desa/kelurahan atau unit lapangan kerja, programa penyuluhan kecamatan, programa penyuluhan kabupaten/kota, programa penyuluhan provinsi dan programa penyuluhan pertanian nasional. Programa penyuluhan ini harus dapat merespon aspirasi pelaku utama dan pelaku usaha di perdesaan dengan memperhatikan keterpaduan dan kesinergian programa penyuluhan pada setiap tingkatan. Keterpaduan mengandung maksud bahwa programa penyuluhan pertanian tingkat desa/kelurahan disusun dengan memperhatikan programa penyuluhan tingkat kecamatan, tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi dan tingkat nasional, dengan berdasarkan kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha, sedangkan yang dimaksudkan dengan kesinergian yaitu programa penyuluhan pertanian pada tiap tingkatan mempunyai hubungan yang bersifat saling mendukung. Dengan demikian semua programa penyuluhan pertanian disemua tingkatan selaras dan tidak bertentangan satu sama lain. Penyusunan program, programa penyuluhan dapat menyukseskan program peningkatan hasil pertanian sehingga memberikan nilai tambah pada penghasilan petani serta investasi dari perusahaan-perusahaan yang berbasis pertanian dan perkebunan (sawit, karet dan lada) dapat meningkat seiring dengan suksesnya petani dalam mengelola lahan garapan pertanian dan Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 10

perkebunannya. Kegiatan penyusunan program, programa penyuluhan ini menjadi acuan dan pedoman bagi penyuluh pertanian lapangan (PPL) dalam melakukan penyuluhan kepada petani dan menjadi bahan evaluasi keberhasilan penyuluhan yang dilakukan PPL di desa binaannya, dengan menggunakan data 1 (satu) tahun kebelakang yang dapat menggambarkan keadaan yang akurat dan terkini. Sehingga tujuan dari penyuluhan kepada petani dapat tercapai dengan hasil yang maksimal. Dari sisi pertumbuhan ekonomi, dibuatnya program programa penyuluh diharapkan dapat memberikan hasil atau dampak pada peningkatan pendapatan petani terutama ekonomi masyarakat pedesaan yang penghasilannya bertumpu pada sektor pertanian. Mengingat kondisi dan potensi wilayah Kabupaten Bangka maka Program Penyuluhan Pertanian Kabupaten Bangka menitikberatkan kepada peningkatan produksi pangan, pendapatan petani, memperbesar lapangan kerja, memberikan dukungan terhadap pembangunan industri, memanfaatkan dan memperbaiki serta memelihara sumber daya alam dan lingkungan hidup dalam meningkatkan pertumbuhan pembangunan pedesaan secara terpadu dan serasi dalam kerangka pembangunan daerah menuju swasembada pangan. Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 11

II. KEADAAN UMUM 1. Data Wilayah Kerja Wilayah kerja Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Tahun 2012 terdiri dari 8 Balai Penyuluh Pertanian (BPP) yang terdapat disetiap kecamatan dan 70 wilayah kerja (WK) disetiap kelurahan/desa. Sementara itu, jumlah Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) berjumlah 54 orang yang terdiri dari penyuluh PNS 28 orang, Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TB PP) 24 orang dan penyuluh honorer Pemerintah Daerah 2 orang seperti tersaji pada Tabel 1 berikut : Tabel 1. Data, PPL, WKPP, Desa dan Wilayah Kerja Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Tahun 2012 NO KECAMATAN PPL (ORANG) BPP KEL/DESA WKPP 1. Sungailiat 5 1 7 7 2. Pemali 6 1 6 6 3. Bakam 6 1 9 9 4. Belinyu 6 1 8 8 5. Riau Silip 7 1 9 9 6. Merawang 7 1 10 10 7. Puding Besar 6 1 7 7 8. Mendo Barat 8 1 14 14 Koordinator Jabatan 1 9. Fungsional 10. Tugas Belajar 2 JUMLAH 54 8 70 70 Sumber : Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Tahun 2012 Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 12

2. Data Penduduk Menurut Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, jumlah penduduk di Kabupaten Bangka pada tahun 2011 mencapai 297.091 jiwa dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 80.157 KK (Tabel 2). Jumlah ini meningkat 6,7 persen jika dibandingkan dengan tahun 2010. Peningkatan jumlah penduduk yang cukup tinggi ini menjadi salah satu faktor yang menentukan dalam penetapan kebijakan di sektor pertanian. Pertambahan jumlah penduduk mengharuskan peningkatan kinerja sektor pertanian, agar ketersediaan pangan bagi seluruh penduduk tercukupi. Tabel 2. Data Jumlah Kepala Keluarga dan Jumlah Penduduk Kabupaten Bangka Tahun 2011 NO KECAMATAN KK JUMLAH PENDUDUK 1. Sungailiat 24.704 86.290 2. Pemali 7.123 28.017 3. Bakam 4.262 16.650 4. Belinyu 12.792 45.536 5. Riau Silip 6.694 24.723 6. Merawang 8.214 28.930 7. Puding Besar 4.873 18.913 8. Mendo Barat 11.855 48.032 JUMLAH 80.517 297.091 Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bangka Tahun 2011 Dari jumlah penduduk yang ada di Kabupaten Bangka, rentang usia tertinggi berada pada usia 25-39 tahun yang mencapai 83.150 jiwa dan jumlah penduduk terendah pada rentang usia 55 tahun ke atas yaitu sebanyak 32.799 jiwa. Selanjutnya rentang usia penduduk di Kabupaten Bangka Tahun 2012 Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 13

dapat dilihat pada Tabel 3. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar sumber daya manusia yang ada di Kabupaten Bangka berada dalam usia produktif dan sangat potensial dalam pengembangan kinerja sektor pertanian. Tabel 3. Rentang Usia Penduduk di Kabupaten Bangka Tahun 2011 No. RENTANG USIA JUMLAH 1. 0 14 Tahun 76.908 2. 15 25 Tahun 54.798 3. 25 39 Tahun 83.150 4. 40 54 Tahun 49.436 5. Diatas 55 Tahun 32.799 JUMLAH 297.091 Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bangka Tahun 2011 Sementara itu berdasarkan klasifikasi penduduk di Kabupaten Bangka, terlihat bahwa jumlah KK petani/pekebun di Kabupaten Bangka mencapai 25.253 jiwa. Ini menunjukkan bahwa 31 persen Kepala Keluarga di Kabupaten Bangka berprofesi sebagai petani/pekebun. Selanjutnya jumlah Kepala Keluarga Petani/Pekebun di Kabupaten Bangka Tahun 2012 dapat dilihat pada Tabel 4 berikut. Tabel 4. Klasifikasi Penduduk Menurut Jumlah Kepala Keluarga Petani/Pekebun di Kabupaten Bangka Tahun 2012 No. KECAMATAN PETANI/ PEKEBUN 1. Sungailiat 687 2. Pemali 485 3. Bakam 4.207 4. Belinyu 401 5. Riau Silip 2.659 6. Merawang 2.102 7. Puding Besar 4.889 8. Mendo Barat 9.823 JUMLAH 25.253 Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bangka Tahun 2012 Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 14

5. Data Fisik A. Topografi Kabupaten Bangka memiliki wilayah daratan seluas 2.950,68 Km 2, dengan topografi paling luas memiliki kemiringan 0 3 yaitu seluas 161.109,04 Ha atau 59,6% dari luas wilayah di Kabupaten Bangka. Topografi dengan kemiringan 4-7 seluas 93.136,27 Ha atau 31,56% dari luas wilayah di Kabupaten Bangka dan kemiringan tanah antara 8-15 seluas 40.822,69 Ha atau 13,84%. Topografi wilayah di Kabupaten Bangka secara rinci dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Topografi Wilayah di Kabupaten Bangka NO KECAMATAN KEMIRINGAN 0-3 4 7 8 15 Luas % Luas % Luas % 1. Sungailiat 10.539,36 72 3.073,98 21 1.024,66 7 2. Pemali 9.590,25 75 1.918,05 15 1.278,70 10 3. Bakam 15.131,10 31 21.476,40 44 12.202,50 25 4. Belinyu 34.429,50 63 14.755,50 27 5.465,00 10 5. Riau Silip 37.704,96 72 8.378,88 16 6.284,16 12 6. Merawang 11.508,00 70 2.959,20 18 1.972,80 12 7. Puding Besar 23.380,69 61 9.198,96 24 5.749,35 15 8. Mendo Barat 18.825,18 33 31.375,3 55 6.845,52 12 JUMLAH 161.109,04 54,60 93.136,27 31,56 40.822,69 13,84 Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bangka Tahun 2010 B. Jenis Tanah Jenis tanah di Kabupaten Bangka didominasi oleh jenis tanah podsolik merah kuning yang memiliki luas 406.818,67 Ha. Tanah jenis alluvial seluas 152.691,91 Ha, andosol 63.454,7 Ha, dan latosol 53.229,63 Ha (Tabel 6). Secara Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 15

umum tanah podsolik merah kuning merupakan tanah dengan ciri khas tingkat kemasaman tanah yang tinggi. Selain itu tanah ini relatif miskin akan bahan organik. Akan tetapi dengan pengelolaan dan input yang tepat, tanah podsolik merah kuning sangat potensial untuk pengembangan usaha pertanian dan perkebunan. Tabel 6. Jenis Tanah di Kabupaten Bangka JENIS TANAH NO KECAMATAN PODSOLIK MERAH LATOSOL ALUVIAL ANDOSOL KUNING 1. Sungailiat 5.123, 30 2.195,70 5.562,44 1.756,56 2. Pemali 5.242,67 2.045,92 3.963,97 1.534,44 3. Bakam 21.476,40 9.762,30 8.785,80 8.685,50 4. Belinyu 318.139,20 8.744,00 109.703,20 9.290,50 5. Riau Silip 16.234,08 7.855,20 10.997,28 17.281,44 6. Merawang 5.589,60 1.644,00 3.945,60 5.260,80 7. Puding Besar 7.631,34 8.432,38 4.599,48 7.665,80 8. Mendo Barat 27.382,08 12.550,13 5.134,14 11.979,66 JUMLAH 406.818,67 53.229,63 152.691,91 63.454,7 Sumber : Dinas Kehutan dan Perkebunan Kabupaten Bangka Tahun 2010 C. Iklim Iklim di Kabupaten Bangka merupakan iklim tropis Tipe B dengan suhu minimum 20 o C dan suhu maksimum 37 o C. Kelembaban nisbi terendah 80% dan kelembaban nisbi tertinggi 85%. Pembagian iklim per kecamatan dapat dilihat pada Tabel 7. Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 16

Tabel 7. Tipe Iklim, Suhu Rata-Rata, dan Kelembaban Nisbi di Kabupaten Bangka NO KECAMATAN TIPE SUHU RATA-RATA ( O C) KELEMBABAN IKLIM MINIMUM MAKSIMUM NISBI (%) 1. Sungailiat Iklim B 26.5 30.6 81 2. Pemali Iklim B 20 31 80 3. Bakam Iklim B 23.7 33 80 4. Belinyu Iklim B 25 37 80 5. Riau Silip Iklim B 24 32 83 6. Merawang Iklim B 23.2 31.1 81 7. Puding Besar Iklim B 23.8 30 80 8. Mendo Barat Iklim B 27 31 85 Sumber : Badan Meteorologi dan Geofisika Pangkalpinang D. Data Usaha Tani Beragam usaha tani yang dilaksanakan di Kabupaten Bangka meliputi sektor komoditas tanaman pangan, hortikultura dan sektor perkebunan. Berdasarkan data usaha tani yang ada, kinerja usaha tani di Kabupaten Bangka dari tahun 2010 ke 2011 cenderung fluktuatif. Secara umum terlihat bahwa sektor tanaman pangan dengan komoditas padi sawah dan padi ladang memiliki kinerja yang cenderung menurun. Sementara sektor tanaman pangan dengan komoditas lainnya relatif stabil. Ini tidak saja menunjukkan perlunya peningkatan kinerja usaha tani sektor tanaman pangan komoditas padi sawah dan padi ladang, tetapi juga menujukkan bahwa program diversifikasi pangan merupakan hal yang mutlak untuk dilaksanakan. Data usaha tani di Kabupaten Bangka sepanjang tahun 2010 dan 2011 selanjutnya akan disajikan dibawah ini. Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 17

1. Padi Sawah Pada tahun 2011, kegiatan usaha tani padi sawah di Kabupaten Bangka masih dilaksanakan hanya pada 4 (empat) wilayah kecamatan, yaitu : 1) Riau Silip, 2) Merawang, 3) Puding Besar dan 4) Mendo Barat. Berdasarkan data dinas Pertanian dan peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2011 terdapat peningkatan luas tanam padi sawah di wilayah kabupaten Bangka dari semula seluas 220 Ha pada tahun 2010 meningkat menjadi 332 Ha pada tahun 2011. Kegiatan usaha tani padi sawah di Kabupaten Bangka masih belum optimal dilaksanakan. Selain terjadinya penurunan produksi padi sawah dari 1.410,00 ton pada tahun 2010 menjadi 370,00 ton pada tahun 2011, luas areal persawahan di Kabupaten Bangka masih relatif terbatas pada wilayah-wilayah itu saja. Terbatasnya sumber air, Indeks Pertanaman Padi Sawah yang masih rendah dan menjanjikannya prospeks usaha lain, menyebabkan usaha padi sawah di Kabupaten Bangka sulit berkembang. Selanjutnya data luas tanam, luas panen, produktifitas dan jumlah produksi padi sawah di Kabupaten Bangka tahun 2010 dan 2011 disajikan pada Tabel 8 berikut. Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 18

Tabel 8. Perbandingan Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Padi Sawah di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 No Luas Tanam Luas Panen Produkti Jumlah Produksi tifitas (GKP) (Ton) 2010 2011 2010 2011 (Ton/Ha) 2010 2011 1. Sungailiat - - - - - - - 2. Pemali - - - - - - - 3. Bakam - - - - - - - 4. Belinyu - - - - - - - 5. Riau Silip 20,0 120,0 180,0 20,0 3,70 666,0 74,0 6. Merawang 140,0 100,0 120,0 20,0 3,70 444,0 74,0 7. Puding Besar 17,0 55,0 51,0 24,0 3,70 189,0 88,8 8. Mendo Barat 43,0 57,0 30,0 36,0 3,70 111,0 133,2 JUMLAH 220,0 332,0 381,0 100,0 3,70 1.410,0 370,0 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2011 2. Padi Ladang Budidaya tanaman padi ladang di Kabupaten Bangka relatif lebih berkembang dibandingkan dengan budidaya padi sawah. Berdasarkan data luas tanam, luas panen, produktifitas dan Jumlah Produksi Padi Ladang di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 (Tabel 9) terlihat bahwa pada tahun 2011 terjadi peningkatan luas tanam padi ladang yang cukup signifikan, dari 310 Ha pada tahun 2010 menjadi 1.078 Ha pada tahun 2011. Dari segi produktifitas, budidaya tanaman padi ladang mengalami sedikit peningkatan pada tahun 2011, dari semula sebesar 1,67 Ton/Ha pada tahun 2010 meningkat menjadi 1,70 Ton/Ha pada tahun 2011. Ini menunjukkan bahwa padi ladang masih sangat potensial untuk Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 19

dikembangkan di Kabupaten Bangka. Budidaya padi ladang dapat dilaksanakan disemua wilayah Kabupaten Bangka dengan produktifitas yang sama disetiap wilayah. No Tabel 9. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Padi Ladang di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 Luas Tanam Luas Panen Produktifitas (Ton/Ha) Jumlah Produksi (GKP) (Ton) 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 1. Sungailiat 7,0-3,0 7,0 1,67 1,70 5,0 11,9 2. Pemali 4,0 3,0 20,0 4,0 1,70 1,70 34,0 6,8 3. Bakam 87,0 132,0 168,0 64,0 1,53 1,70 257,0 108,8 4. Belinyu 45,0 124,0 130,0 45,0 1,70 1,70 221,0 76,5 5. Riau Silip 30,0 240,0 472,0 29,0 1,69 1,70 802,0 49,3 6. Merawang 10,0 4,0 40,0-1,70-68,0-7. Puding Besar 14,0 94,0 290,0 14,0 1,70 1,70 493,0 23,8 8. Mendo Barat 113,0 481,0 761,0 76,0 1,70 1,70 1.294,0 129,2 JUMLAH 310,0 1.078,0 1.884,0 239,0 1.67 1,70 3.174,0 406,3 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2011 3. Palawija a) Jagung Seperti halnya pada tahun 2010, budidaya jagung di Kabupaten Bangka pada tahun 2011 dilaksanakan merata di seluruh kecamatan. Ditinjau dari luas tanam, luas tanam jagung yang diusahakan petani Kabupaten Bangka Tahun 2011 sedikit meningkat dibandingkan Luas Tanam pada tahun 2010 dari 202,00 Ha menjadi seluas 228,00 Ha. Peningkatan luas tanam ini terutama terjadi di wilayah Mendo Barat, Puding Besar dan Riau Silip. Sementara Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 20

Merawang, Bakam dan Belinyu mengalami penurunan Luas Tanam (Tabel 10). Tabel 10. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Jagung di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 No Jumlah Luas Tanam Luas Panen Produkti Produksi fitas (Ton) (Ton/Ha) 2010 2011 2010 2011 2010 2011 1. Sungailiat 18,0 18,0 18,0 4,0 3,00 54,0 12,0 2. Pemali 8,0 8,0 8,0 6,0 3,00 24,0 18,0 3. Bakam 80,0 58,0 75,0 12,0 3,00 225,0 36,0 4. Belinyu 15,0 12,0 15,0 3,0 3,00 45,0 9,0 5. Riau Silip 17,0 21,0 17,0 16,0 3,00 51,0 48,0 6. Merawang 31,0 7,0 31,0 2,0 3,00 93,0 6,0 7. Puding Besar 12,0 20,0 9,0 17,0 3,00 27,0 51,0 8. Mendo Barat 21,0 84,0 21,0 32,0 3,00 63,0 96,0 JUMLAH 202,0 228,0 194,0 92,0 3,00 582,0 276,0 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2012 b) Ubi Kayu Seperti halnya budidaya jagung, budidaya ubi kayu di Kabupaten Bangka dilaksanakan oleh para petani merata diseluruh kecamatan. Seperti halnya tahun 2010, pada tahun 2011 budidaya ubi kayu terbanyak diusahakan di Mendo Barat luas tanam seluas 56 Ha. Ditinjau dari luas tanam, luas panen dan jumlah produksinya, kinerja usaha tani ubi kayu di Kabupaten Bangka pada tahun 2011 mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun 2010. Luas tanam berkurang dari 199 Ha menjadi 185 Ha, luas panen menurun dari 171 Ha menjadi Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 21

No 141 Ha dan jumlah produksi menurun dari 1.710 ton menjadi 1.410 ton (Tabel 11). Tabel 11. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Ubi Kayu di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 Jumlah Luas Tanam Luas Panen Produkti Produksi fitas (Ton) (Ton/Ha) 2010 2011 2010 2011 2010 2011 1. Sungailiat 6,0 5,0 5,0 3,0 10,0 50,0 30,0 2. Pemali 16,0 16,0 11,0 8,0 10,0 110,0 80,0 3. Bakam 30,0 14,0 27,0 18,0 10,0 270,0 180,0 4. Belinyu 14,0 6,0 8,0 5,0 10,0 80,0 50,0 5. Riau Silip 21,0 39,0 21,0 32,0 10,0 210,0 320,0 6. Merawang 22,0 8,0 22,0 8,0 10,0 220,0 80,0 7. Puding Besar 16,0 41,0 16,0 33,0 10,0 160,0 330,0 8. Mendo Barat 74,0 56,0 61,0 34,0 10,0 610,0 340,0 JUMLAH 199,0 185,0 171,0 141,0 10,0 1.710,0 1.410,0 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2011 Diduga serapan ubi kayu di tingkat pasar yang cenderung menurun menyebabkan sedikit penurunan animo masyarakat untuk melaksanakan usaha budidaya ubi kayu. Untuk meningkatkan kinerja usaha tani ubi kayu ini, perlu upaya untuk mendorong naiknya serapan ubi kayu di tingkat pasar melalui berbagai upaya diversifikasi pangan di tingkat masyarakat. c) Ubi Jalar Budidaya ubi jalar di Kabupaten Bangka Tahun 2011 juga tersebar merata diseluruh kecamatan. Mendo Barat dan Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 22

No Puding Besar merupakan daerah sentra ubi jalar di Kabupaten Bangka pada tahun 2011 dengan areal penanaman ubi jalar sebesar 27 Ha dan 25 Ha. Relatif terjadi penurunan luas tanam, luas panen dan jumlah produksi tananam ubi jalar pada tahun 2011 dibandingkan dengan tahun 2010. Pada tahun 2010 total luas tanam ubi jalar di Kabupaten Bangka seluas 131,00 Ha, turun menjadi 100,00 Ha pada tahun 2011, luas panen seluas 130,00 ha turun menjadi 102,00 Ha, dengan jumlah produksi turun dari 560,00 Ton menjadi 510,00 Ton sedangkan produktifitas tetap 5,00 Ton/Ha (Tabel 12). Tabel 12. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Ubi Jalar di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 Luas Tanam (Ha Luas Panen Produkti fitas (Ton/Ha) Jumlah Produksi (Ton) 2010 2011 2010 2011 2010 2011 1. Sungailiat 2,00-2,00 3,00 5,00 10,00 15,00 2. Pemali 6,00 4,00 6,00 4,00 5,00 30,00 20,00 3. Bakam 33,00 20,00 29,00 25,00 5,00 145,00 125,00 4. Belinyu 9,00 6,00 9,00 7,00 5,00 45,00 35,00 5. Riau Silip 11,00 10,00 11,00 10,00 5,00 55,00 50,00 6. Merawang 22,00 8,00 22,00 7,00 5,00 110,00 35,00 7. Puding Besar 13,00 25,00 9,00 22,00 5,00 45,00 110,00 8. Mendo Barat 35,00 27,00 24,00 24,00 5,00 120,00 120,00 JUMLAH 131,00 100,00 130,00 102,00 5,00 560,00 510,00 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2012 Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 23

d) Kacang Tanah Data usaha tani kacang tanah di Kabupaten Bangka pada tahun 2010 dan 2011 dapat dilihat pada Tabel 13. Dari tabel terlihat bahwa produksi kacang tanah pada tahun 2011 mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu dari 141 ton turun menjadi 55,55 ton. Mengingat luas tanam tahun 2010 dan 2011 relatif cukup sama, penurunan jumlah produksi diduga disebabkan turunnya produktifitas usaha tani kacang tanah pada tahun 2011. Kondisi iklim yang cukup ekstrim yang terjadi pada tahun 2011 diduga sebagai factor utama penyebab menurunnnya produktifitas tersebut. Tabel 13. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Kacang Tanah di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 No Luas Tanam Luas Panen Produkti fitas (Ton/Ha) Jumlah Produksi (Ton) 2010 2011 2010 2011 2011 2010 2011 1. Sungailiat 4,00-4,00 1,00 1,01 12,00 1,01 2. Pemali 7,00 2,00 7,00 3,00 1,01 21,00 3,03 3. Bakam 7,00 2,00 7,00 1,00 1,01 21,00 1,01 4. Belinyu 9,00 3,00 7,00 4,00 1,01 21,00 4,04 5. Riau Silip 12,00 14,00 11,00 12,00 1,01 33,00 12,12 6. Merawang - - - - - - - 7. Puding Besar 2,00 5,00 2,00 6,00 1,01 6,00 6,06 8. Mendo Barat 9,00 27,00 9,00 28,00 1,01 27,00 28,28 JUMLAH 50,00 53,00 47,00 55,00 1,01 141,00 55,55 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2011 Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 24

4. Sayuran a) Kacang Panjang Budidaya kacang panjang diusahakan diseluruh wilayah Kabupaten Bangka dengan sentra usaha dan produksi terdapat di Bakam. Berdasarkan data yang disajikan pada Tabel 14, terlihat bahwa luas tanam kacang panjang pada tahun 2011 relatif sama dengan tahun 2010. Sementara luas panen tahun 2011 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang selanjutnya berimbas pada penurunan produksi kacang panjang tahun 2011 dibandingkan dengan tahun 2010. Perbaikan kinerja usaha tani kacang panjang mutlak diperlukan, mengingat pada tahun 2011 masih terjadi kegagalan panen dalam usaha tani kacang panjang. No Tabel 14. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Kacang Panjang di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 Luas Tanam Luas Panen Produkti fitas (Ton/Ha) Jumlah Produksi (Ton) 2010 2011 2010 2011 2011 2010 2011 1. Sungailiat 5,00 7,00 5,00 6,00 3,00 15,00 18,00 2. Pemali 7,00 8,00 7,00 6,00 3,00 21,00 18,00 3. Bakam 53,00 63,00 53,00 63,00 3,00 159,00 189,00 4. Merawang 21,00 13,00 21,00 11,00 3,00 63,00 33,00 5. Belinyu 9,00 6,00 9,00 5,00 3,00 27,00 15,00 6. Riau Silip 17,00 15,00 17,00 15,00 3,00 51,00 45,00 7. Puding Besar 17,00 19,00 17,00 12,00 3,00 51,00 36,00 8. Mendo Barat 17,00 13,00 17,00 10,00 3,00 51,00 30,00 JUMLAH 146,00 144,00 146,00 128,00 3,00 438,00 384,00 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Bangka Tahun 2012 Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 25

b) Terung N o Sentra usaha tani dan produksi terung di Kabupaten Bangka terdapat di Bakam. Pada tahun 2011, luas tanam terung di Bakam mencapai 50 Ha dengan jumlah produksi 413 Ton. Secara umum, pada tahun 2011 budidaya terung di Kabupaten Bangka sedikit mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Luas tanam turun dari 132 Ha menjadi 118 Ha, luas panen turun dari 132 Ha menjadi 120 Ha dan produksi turun dari 924 ton menjadi 840 ton (Tabel 15). Penurunan luas tanam, luas panen dan jumlah produksi terung tahun 2011 lebih disebabkan animo masyarakat dalam mengusahakan tanaman terung yang juga turun. Tabel 15. Luas Tanam,Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Terung di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 Luas Tanam Luas Panen Produk tifitas (Ton/ Ha) Jumlah Produksi (Ton) 2010 2011 2010 2011 2011 2010 2011 1. Sungailiat 2,00 3,00 2,00 3,00 7,00 14,00 21,00 2. Pemali 6,00 5,00 6,00 5,00 7,00 42,00 35,00 3. Bakam 47,00 50,00 47,00 59,00 7,00 329,00 413,00 4. Merawang 18,00 11,00 18,00 9,00 7,00 126,00 63,00 5. Belinyu 7,00 5,00 7,00 5,00 7,00 49,00 35,00 6. Riau Silip 13,00 13,00 13,00 12,00 7,00 91,00 84,00 7. Puding Besar 15,00 19,00 15,00 15,00 7,00 105,00 105,00 8. Mendo Barat 24,00 12,00 24,00 12,00 7,00 168,00 84,00 JUMLAH 132,00 118,00 132,00 120,00 7,00 924,00 840,00 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Bangka Tahun 2012 c) Cabe Besar Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 26

Kinerja usaha tani cabe besar di Kabupaten Bangka pada tahun 2011 relatif meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2011, luas tanam cabe besar meningkat dari 76 Ha menjadi 99 Ha, luas panen meningkat dari 76 Ha menjadi 86 Ha dan jumlah produksi meningkat dari 380 ton menjadi 420 ton (Tabel 16). Walaupun memiliki kinerja yang relatif menggembirakan, kinerja usaha tani cabe besar masih harus terus diperbaiki. Mengingat tahun 2011 dari 99 Ha luas tanam hanya terdapat 86 Ha luas panen usaha tani cabe besar. No Tabel 16. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Cabe Besar di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 Luas Tanam Luas Panen Produkti fitas (Ton/Ha) Jumlah Produksi (Ton) 2010 2011 2010 2011 2011 2010 2011 1. Sungailiat 2,00 5,00 2,00 3,00 5,00 10,00 15,00 2. Pemali 2,00 4,00 2,00 4,00 5,00 10,00 20,00 3. Bakam 31,00 43,00 31,00 43,00 5,00 155,00 215,00 4. Merawang 12,00 14,00 12,00 14,00 5,00 60,00 70,00 5. Belinyu - 3,00-2,00 - - 10,00 6. Riau Silip 9,00 7,00 9,00 8,00 5,00 45,00 40,00 7. Puding Besar 9,00 13,00 9,00 5,00 5,00 45,00 25,00 8. Mendo Barat 11,00 10,00 11,00 5,00 5,00 55,00 25,00 JUMLAH 76,00 99,00 76,00 84,00 5,00 380,00 420,00 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Bangka Tahun 2012 d) Cabe Rawit Berbeda dengan kinerja usaha tani cabe besar, kinerja usaha tani cabe rawit di Kabupaten Bangka pada tahun 2011 relatif sedikit menurun dibanding dengan tahun 2010, baik dari segi luas tanam maupun dari segi luas panen. Tabel 17 memperlihatkan bahwa luas tanam cabe Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 27

No rawit di Kabupaten Bangka pada tahun 2011 turun dari 71 Ha menjadi 59 Ha, yang selanjutnya berimbas kepada turunnya luas panen dari 71 Ha menjadi 46 Ha. Demikian pula produksi yang merosot dari 497 Ton menjadi 322 ton. Tabel 17. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Cabe Rawit di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 Luas Tanam Luas Panen Produkti fitas (Ton/Ha) Jumlah Produksi (Ton) 2010 2011 2010 2011 2011 2010 2011 1. Sungailiat 1,00 2,00 1,00 2,00 7,00 7,00 14,00 2. Pemali 5,00 3,00 5,00 2,00 7,00 35,00 14,00 3. Bakam 12,00 12,00 12,00 12,00 7,00 84,00 84,00 4. Merawang 14,00 11,00 14,00 7,00 7,00 98,00 49,00 5. Belinyu 5,00 3,00 5,00 4,00 7,00 35,00 28,00 6. Riau Silip 9,00 9,00 9,00 9,00 7,00 63,00 63,00 7. Puding Besar 14,00 11,00 14,00 5,00 7,00 98,00 35,00 8. Mendo Barat 11,00 8,00 11,00 5,00 7,00 77,00 35,00 JUMLAH 71,00 59,00 71,00 46,00 7,00 497,00 322,00 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Bangka Tahun 2012 e) Sawi/Petsai Komoditas sayur-sayuran di Kabupaten Bangka yang mengalami penurun kinerja cukup signifikan adalah komoditi tanaman sawi. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2012 (Tabel 18), terlihat bahwa terjadi penurunan luas tanam tanaman sawi hampir 50 persen pada tahun 2011, dari semula seluas 110 Ha menjadi 67 Ha. Hal ini secara langsung memicu turunnya produksi sawi pada tahun tersebut, dari semula sebesar 1.100 ton pada tahun 2010 menjadi hanya sebesar 600 ton pada tahun 2011. Kondisi iklim/klimat yang tidak teratur, dimana musim Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 28

No panas/kemarau yang cukup panjang serta lambatnya musim hujan ditengarai sebagai penyebab turunnya animo masyarakat untuk melakukan usaha tani sawi/petsai. Mengingat budidaya sawi/petsai memerlukan penyiraman yang intensif. Tabel 18. Luas Tanam,Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Sawi/Petsai di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 Luas Tanam Luas Panen Produkti fitas (Ton/Ha) Jumlah Produksi (Ton) 2010 2011 2010 2011 2011 2010 2011 1. Sungailiat 17,00 11,00 17,00 11,00 10,00 170,00 110,00 2. Pemali 11,00 12,00 11,00 12,00 10,00 110,00 120,00 3. Bakam - - - - - - - 4. Merawang 29,00 18,00 29,00 14,00 10,00 290,00 140,00 5. Belinyu 6,00 6,00 6,00 6,00 10,00 60,00 60,00 6. Riau Silip 13,00 8,00 13,00 8,00 10,00 130,00 80,00 7. Puding Besar - - - - - - - 8. Mendo Barat 34,00 12,00 34,00 9,00 10,00 340,00 90,00 JUMLAH 110,00 67,00 110,00 60,00 10,00 1.100,00 600,00 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2012 f) Tomat Kinerja usaha tani tomat di Kabupaten Bangka tahun 2010 dan 2011 relatif stabil. Ada perubahan sentra usaha dan produksi tomat pada tahun 2011 yang mana di Puding Besar, Mendo barat dan Riau Silip memiliki luas tanam cukup besar, sedangkan pada tahun 2010 sentra produksinya di Merawang. Hal ini telah terjadi pergeseran pola usaha tani tomat dalam masyarakat di Merawang. Pada tahun 2011, usaha tani tomat di Kabupaten Bangka memiliki luas tanam seluas 33,00 Ha, luas panen Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 29

seluas 23,00 Ha, dengan produktifitas 10,00 Ton/Ha, dan jumlah produksi 230,00 Ton (Tabel 19). Tabel 19. Luas Tanam,Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Tomat di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 No Luas Tanam Luas Panen Produkti fitas (Ton/Ha) Jumlah Produksi (Ton) 2010 2011 2010 2011 2011 2010 2011 1. Sungailiat - - - - - - - 2. Pemali 1,00-1,00-10,00 10,00-3. Bakam 2,00 6.00 2,00 3,00 10,00 20,00 30,00 4. Merawang 6,00 3.00 6,00 3,00 10,00 60,00 30,00 5. Belinyu - - - - - - - 6. Riau Silip 5,00 6,00 5,00 5,00 10,00 50,00 50,00 7. Puding Besar 4,00 11,00 4,00 8,00 10,00 40,00 80,00 8. Mendo Barat 8,00 7,00 8,00 4,00 10,00 80,00 40,00 JUMLAH 26,00 33,00 26,00 23,00 10,00 260,00 230,00 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2012 g) Buncis Wilayah usaha tani buncis di Kabupaten Bangka tahun 2011 masih sama seperti pada tahun 2010, hanya diusahakan di 3 (tiga) wilayah kecamatan, yaitu : 1) Merawang, 2) Puding Besar dan 3) Mendo Barat. Ditinjau dari kinerja usaha taninya, pada tahun 2011 kinerja usaha tani buncis mengalami penurunan yang cukup signifikan. Luas tanam turun dari 24 Ha menjadi 14 Ha. Hal ini mengakibatkan penurunan luas panen dari 23 Ha menjadi 10 Ha dan menurunkan jumlah produksi secara signifikan dari 207 Ton menjadi hanya 90 Ton pada tahun 2011 (Tabel 20). Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 30

No Usaha tani buncis yang dianggap kurang menjanjikan dibanding komoditi lainnya merupakan salah satu penyebab turunnya minat masyarakat untuk melakukan usaha tani buncis. Tabel 20. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Buncis di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 Luas Tanam Luas Panen Produkti fitas (Ton/Ha) Jumlah Produksi (Ton) 2010 2011 2010 2011 2011 2010 2011 1. Sungailiat - - - - - - - 2. Pemali - - - - - - - 3. Bakam - - - - - - - 4. Merawang 13,00 8,00 13,00 6,00 9,00 117,00 54,00 5. Belinyu - - - - - - - 6. Riau Silip - - - - - - - 7. Puding Besar 6,00 2,00 5,00 1,00 9,00 45,00 9,00 8. Mendo Barat 5,00 4,00 5,00 3,00 9,00 45,00 27,00 JUMLAH 24,00 14,00 23,00 10,00 9,00 207,00 90,00 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2012 h) Mentimun Usaha tani mentimun merupakan salah satu usaha tani yang memiliki kinerja relatif stabil pada tahun 2010 dan 2011. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2012 (Tabel 22), terlihat bahwa luas tanam, luas panen dan jumlah produksi mentimun tahun 2010-2011 berada pada kisaran yang stabil. Hal ini didukung oleh harga dan daya serap pasar terhadap komoditas tanaman mentimun yang juga relatif stabil. Usaha tani mentimun diusahakan di semua wilayah kecamatan di Kabupaten Bangka. Sedangkan sentra usaha dan produksi mentimun terdapat di Bakam, dengan luas panen Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 31

No 76 Ha, Bakam mampu memproduksi mentimun sebanyak 760 Ton sepanjang tahun 2011. Tabel 21. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Mentimun di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 Luas Tanam Luas Panen Produkti fitas (Ton/Ha) Jumlah Produksi (Ton) 2010 2011 2010 2011 2011 2010 2011 1. Sungailiat 3,00 5,00 3,00 2,00 10,00 30,00 20,00 2. Pemali 7,00 5,00 7,00 4,00 10,00 70,00 40,00 3. Bakam 68,00 68,00 68,00 76,00 10,00 680,00 760,00 4. Merawang 17,00 18,00 17,00 16,00 10,00 170,00 160,00 5. Belinyu 7,00 8,00 7,00 8,00 10,00 70,00 80,00 6. Riau Silip 13,00 12,00 13,00 13,00 10,00 130,00 130,00 7. Puding Besar 14,00 22,00 14,00 17,00 10,00 140,00 170,00 8. Mendo Barat 18,00 12,00 18,00 12,00 10,00 180,00 120,00 JUMLAH 147,00 150,00 147,00 148,00 10,00 1.470,00 1.480,00 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2012 i) Labu Siam Seperti halnya usaha tani buncis, usaha tani labu siam di Kabupaten Bangka hanya dilaksanakan di beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Bangka. Itu juga dilakukan dalam skala usaha tani kecilyang hanya dikelola sampingan di sela tanaman lain ataupun di pekarangan rumah. Ditinjau dari kinerjanya, usaha tani labu siam di Kabupaten Bangka pada tahun 2011 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2010. Pada tahun 2011 kinerja usaha tani labu siam adalah luas tanam 14,00 Ha, luas panen 6,00 Ha, dengan produktifitas 10,00 Ton/Ha dan jumlah produksi 60,00 Ton (Tabel 22). Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 32

Tabel 22. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Labu Siam di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 No Luas Tanam Luas Panen Produkti fitas (Ton/Ha) Jumlah Produksi (Ton) 2010 2011 2010 2011 2011 2010 2011 1. Sungailiat - - - - - - - 2. Pemali - - - - - - - 3. Bakam 4,00 9,00 4,00 5,00 10,00 40,00 50,00 4. Merawang - - - - - - - 5. Belinyu 3,00-3,00-10,00 30,00-6. Riau Silip - - - - - - - 7. Puding Besar 5,00 2,00 2,00-10,00 20,00-8. Mendo Barat - 3,00-1,00 - - 10,00 JUMLAH 12,00 14,00 9,00 6,00 10,00 90,00 60,00 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2012. j) Kangkung Usaha tani kangkung dilaksanakan hampir diseluruh wilayah Kabupaten Bangka, kecuali di Bakam. Sentra usaha dan produksi kangkung terdapat di Merawang. Perkembangan usaha tani kangkung dalam masyarakat relatip cepat, hal ini dikarenakan umur panen sayuran kangkung pendek. Tabel 23. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Kangkung di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 Luas Tanam Luas Panen Produkti fitas (Ton/Ha) Jumlah Produksi (Ton) No 2010 2011 2010 2011 2011 2010 2011 1. Sungailiat 9,00 6,00 9,00 6,00 10,00 90,00 60,00 2. Pemali 13,00 12,00 13,00 12,00 10,00 130,00 120,00 3. Bakam - - - - - - - 4. Merawang 20,00 20,00 20,00 20,00 10,00 200,00 200,00 5. Belinyu 7,00 5,00 7,00 6,00 10,00 70,00 60,00 6. Riau Silip 13,00 12,00 13,00 11,00 10,00 130,00 110,00 7. Puding Besar 11,00 4,00 11,00 2,00 10,00 110,00 20,00 8. Mendo Barat 13,00 8,00 13,00 7,00 10,00 130,00 70,00 JUMLAH 86,00 67,00 86,00 64,00 10,00 860,00 640,00 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka 2012 Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 33

Kinerja usaha kangkung pada tahun 2011 memiliki luas tanam 67,00 Ha, luas panen 640,00 Ha, dengan produktifitas 10,00 Ton/Ha dan jumlah produksi 640,00 Ton. Jumlah ini relatif menurun dibandingkan tahun sebelumnya dengan luas tanam 86 Ha, luas panen 86,00 Ha dan jumlah produksi 860 Ton (Tabel 23). k) Bayam No Seperti halnya usaha tani kangkung, usaha tani bayam dilaksanakan hampir diseluruh wilayah Kabupaten Bangka kecuali di Bakam. Sentra usaha dan produksi bayam terdapat di Merawang dengan jumlah produksi bayam pada tahun 2011 sebanyak 18,00 ton. Pada tahun 2011, kinerja usaha tani bayam memiliki luas tanam seluas 73,00 Ha, luas panen seluas 68,00 Ha, produktifitas 10,00 Ton/Ha dan jumlah produksi 68,00 Ton (Tabel 24). Tabel 24. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Bayam di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 Luas Tanam Luas Panen Produkti fitas (Ton/Ha) Jumlah Produksi (Ton) 2010 2011 2010 2011 2011 2010 2011 1. Sungailiat 10,00 10,00 10,00 8,00 1,00 10,00 8,00 2. Pemali 13,00 12,00 13,00 12,00 1,00 13,00 12,00 3. Bakam - - - - - - - 4. Merawang 23,00 19,00 23,00 18,00 1,00 23,00 18,00 5. Belinyu 9,00 9,00 9,00 8,00 1,00 9,00 8,00 6. Riau Silip 12,00 13,00 12,00 12,00 1,00 12,00 12,00 7. Puding Besar 4,00-3,00 - - 3,00-8. Mendo Barat 11,00 10,00 11,00 10,00 1,00 11,00 10,00 JUMLAH 82,00 73,00 81,00 68,00 1,00 81,00 68,00 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2012 Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 34

5. Buah-Buahan a) Semangka No Usaha tani semangka dilaksanakan hampir diseluruh wilayah Kabupaten Bangka. Sentra usaha dan produksi semangka terletak di Sungailiat, dengan jumlah produksi pada tahun 2011 mencapai 1.984,00 ton. Kinerja usaha tani semangka di Kabupaten Bangka pada tahun 2011 relatif meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jika pada tahun 2010, usaha tani semangka dilaksanakan di 6 (enam) kecamatan, pada tahun 2011 dilaksanakan di 7 (tujuh) kecamatan, kecuali Pemali. Secara rinci dapat dilihat pada table 25. Tabel 25. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Semangka di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 Luas Tanam Luas Panen Produkti fitas (Ton/Ha) Jumlah Produksi (Ton) 2010 2011 2010 2011 2011 2010 2011 1. Sungailiat 53,00 71,00 53,00 62,00 32,00 1.696,00 1.984,00 2. Pemali 5,00-2,00 - - - - 3. Bakam - 9,00-6,00 32,00-192,00 4. Merawang - 2,00-2,00 32,00-64,00 5. Belinyu 8,00 6,00 7,00 6,00 32,00 224,00 192,00 6. Riau Silip 16,00 14,00 16,00 14,00 32,00 512,00 448,00 7. Puding Besar 4,00 2,00 2,00 - - 64,00-8. Mendo Barat 1,00 3,00 1,00 4,00 32,00 32,00 128,00 JUMLAH 87,00 107,00 81,00 94,00 32,00 2.528,00 3.008,00 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2012 Selain itu, luas tanam, luas panen dan jumlah produksi semangka pada tahun 2011 pun meningkat dibandingkan tahun 2010. Pada tahun 2011 luas tanam meningkat dari 87,00 Ha menjadi 107,00 Ha, luas Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 35

panen meningkat dari 81,00 Ha menjadi 94,00 Ha, dan jumlah produksi meningkat dari 2.528,00 ton menjadi 3.008,00 ton. b) Alpukat Usaha tani alpukat di Kabupaten Bangka memiliki potensi yang cukup besar. Pada tahun 2011 luas panen alpukat tahun mencapai 2.192,00 pohon dengan produktifitas 2,00 Kwintal/Pohon dan jumlah produksi sebesar 438,40 Kwintal. Jumlah produksi ini cukup meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dimana jumlah produksi sebanyak 366,40 Kwintal. Hal yang perlu mendapat perhatian dalam usaha tani alpukat ini adalah peremajaan tanaman alpukat yang sudah tua. Ini mengingat sepanjang tahun 2011 hanya terdapat penanaman tanaman alpukat baru sebanyak 175 batang (Tabel 26). No Tabel 26. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Alpukat di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 Luas Tanam (Phn) Luas Panen (Phn) Produkti fitas (Kw/Phn) Jumlah Produksi (Kw) 2010 2011 1. Sungailiat 23,00 981,00 2,00 142,00 196,20 2. Pemali 6,00 30,00 2,00 19,00 6,00 3. Bakam 4,00 51,00 2,00 7,40 10,20 4. Merawang - 600,00 2,00 85,00 120,00 5. Belinyu 10,00 40,00 2,00 30,00 8,00 6. Riau Silip 35,00 120,00 2,00 24,40 24,00 7. Puding Besar 35,00 244,00 2,00 37,00 48,80 8. Mendo Barat 62,00 126,00 2,00 21,60 25,20 JUMLAH 175,00 2.192,00 2,00 366,40 438,40 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2012 Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 36

c) Belimbing Pengembangan usaha tani belimbing di Kabupaten Bangka pada tahun 2011 hanya dilaksanakan di Riau Silip dengan penanaman tanaman baru sebanyak 43 pohon. Di wilayah lain sama sekali tidak terdapat penanaman komoditas belimbing. Sementara itu produksi panen dilakukan hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Bangka kecuali di Bakam dengan total luas panen sebanyak 1.052 Pohon dan total produksi 157,80 Kwintal dengan produktifitas sebesar 1,50 Kwintal/Pohon (Tabel 27). No Tabel 27. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Belimbing di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 Luas Tanam (Phn) Luas Panen (Phn) Produkti fitas (Kw/Phn) Jumlah Produksi (Kw) 2010 2011 1. Sungailiat - 285,00 1,50 19,1 42,75 2. Pemali - 10,00 1,50 2,3 1,50 3. Bakam - - - - - 4. Merawang - 100,00 1,50 5,1 15,00 5. Belinyu - 10,00 1,50 3,0 1,50 6. Riau Silip 43,00 215,00 1,50 17,7 32,25 7. Puding Besar - 50,00 1,50 2,7 7,50 8. Mendo Barat - 382,00 1,50 3,0 57,30 JUMLAH 43,00 1.052,00 1,50 52,8 157,80 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2012 d) Duku/Kokosan/Langsat Pengembangan usaha tani duku/kokosan/langsat di Kabupaten Bangka pada tahun 2011 dilaksanakan hampir diseluruh wilayah Kabupaten Bangka kecuali di Merawang dan Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 37

Pemali. Pengembangan dilaksanakan melalui penanaman tanaman baru sebanyak 292,00 pohon. Sementara produksi duku/kokosan/langsat di Kabupaten Bangka Tahun 2011 dilaksanakan di 2 (dua) kecamatan, yaitu Sungailiat dan Mendo Barat dengan jumlah produksi 49,40 Kwintal. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebanyak 46,12 Kwintal (Tabel 28). No Tabel 28. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Duku/Kokosan/Langsat di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 Luas Tanam (Phn) Luas Panen (Phn) Produkti fitas (Kw/Phn) Jumlah Produksi (Kw) 2010 2011 1. Sungailiat 15,00 182,00 2,00 3,84 36,40 2. Pemali - - - 4,36-3. Bakam 212,00 - - 9,52-4. Merawang - - - 18,58-5. Belinyu 5,00 - - 2,56-6. Riau Silip 10,00 - - 5,26-7. Puding Besar 50,00 - - 1,80-8. Mendo Barat 10,00 65,00 2,00 0,20 13,00 JUMLAH 292,00 247,00 2,00 46,12 49,40 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2012 e) Durian Tanaman durian di Kabupaten Bangka memiliki luas yang cukup potensial. Pada tahun 2011 luas panen durian di Kabupaten Bangka mencapai 58.338,00 Pohon, dengan produktifitas 2,00 Kwintal per pohon maka jumlah produksi durian mencapai 11.667,60 Kwintal (Tabel 29). Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 38

No Pengembangan usaha tani durian pun cukup menggairahkan, mengingat harga durian yang cukup menjanjikan. Pada tahun 2011 terdapat penanaman tanaman baru sebanyak 614,00 pohon yang tersebar di 5 (lima) kecamatan yaitu : 1) Bakam, 2) Belinyu, 3) Riau Silip, 4) Puding Besar dan 5) Mendo Barat. Tabel 29. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Durian di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 Luas Tanam (Phn) Luas Panen (Phn) Produktifitas (Kw/Phn) Jumlah Produksi (Kw) 2010 2011 1. Sungailiat - 4.350,00 2,00 14,28 870,00 2. Pemali - 300,00 2,00 9,14 60,00 3. Bakam 301,00 3.947,00 2,00 24,98 789,40 4. Merawang - 11.258,00 2,00 32,00 2.251,60 5. Belinyu 45,00 4.000,00 2,00 13,72 800,00 6. Riau Silip 113,00 4.433,00 2,00 63,28 886,60 7. Puding Besar 85,00 25.950,00 2,00 4,28 5.190,00 8. Mendo Barat 70,00 4.100,00 2,00 130,28 820,00 JUMLAH 614,00 58.338,00 2,00 291,96 11.667,60 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2012 f) Jambu Biji Luas panen jambu biji di Kabupaten Bangka tahun 2011 sebanyak 1.209,00 pohon. Dengan luas ini, jumlah produksi pada tahun 2011 sebanyak 604,50 Kwintal. Jumlah ini meningkat cukup tinggi dibandingkan produksi tahun sebelumnya yang hanya sebesar 182,00 Kwintal. Pengembangan jambu biji di Kabupaten Bangka pada tahun 2011 hanya dilaksanakan di 2 (dua) kecamatan yaitu Sungailiat dan Riau Silip, dengan total penanaman baru sebanyak Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 39

125 pohon. Secara umum jumlah produksi jambu biji di Kabupaten Bangka tersebar Cukup merata di tiap kecamatan dan ada kecenderungan jumlah produksi meningkat dibanding tahun 2010 (Tabel 30). Tabel 30. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Jambu Biji di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 No Luas Tanam (Phn) Luas Panen (Phn) Produkti fitas (Kw/Phn) Jumlah Produksi (Kw) 2010 2011 1. Sungailiat 115,00 446,00 5,00 38,00 223,00 2. Pemali - 30,00 5,00 12,50 15,00 3. Bakam - 78,00 5,00 15,00 39,00 4. Merawang - 150,00 5,00 37,00 75,00 5. Belinyu - 20,00 5,00 8,50 10,00 6. Riau Silip 10,00 320,00 5,00 57,50 160,00 7. Puding Besar - 30,00 5,00 2,50 15,00 8. Mendo Barat - 135,00 5,00 11,00 67,50 JUMLAH 125,00 1.209,00 5,00 182,00 604,50 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2012 g) Jeruk Siam/Keprok Penanaman baru jeruk siam/keprok di Kabupaten Bangka pada tahun 2011 dilaksanakan hanya di 2 (dua) yaitu Mendo Barat dan Puding Besar. Luas penanaman yang dilaksanakan sebanyak 902,00 pohon. Sementara kinerja usaha tani jeruk siam pada tahun 2011 relatif meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan luas panen sebanyak 22.334,00 pohon dan produktifitas 3,50 Kwintal per pohon, jumlah produksi meningkat dari 3.423,90 Kwintal menjadi 7.816,90 Kwintal pada tahun 2011 (Tabel 31). Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 40

No Tabel 31. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Jeruk Siam/Keprok di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 Luas Tanam (Phn) Luas Panen (Phn) Produkti fitas (Kw/Phn) Jumlah Produksi (Kw) 2010 2011 1. Sungailiat - 90,00 3,50 17,00 31,50 2. Pemali - 350,00 3,50 20,80 122,50 3. Bakam - - - 0,60-4. Merawang - 4.900,00 3,50 77,00 1.715,00 5. Belinyu - - - 56,30-6. Riau Silip - 10.660,00 3,50 3.121,60 3.731,00 7. Puding Besar 800,00 6.100,00 3,50 109,20 2.135,00 8. Mendo Barat 102,00 234,00 3,50 21,40 81,90 JUMLAH 902,00 22.334,00 3,50 3.423,90 7.816,90 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2012 h) Mangga Mangga merupakan salah satu komoditas buah-buahan yang banyak diusahakan di Kabupaten Bangka. Pada tahun 2011, hampir di seluruh wilayah kecamatan terjadi panen mangga. Luas panen mencapai 5.736,00 pohon dengan sentra panen terdapat di wilayah kecamatan Mendo Barat. Kinerja produksi mangga tahun 2011 meningkat lebih dari 100 persen dari 232,18 Kwintal pada tahun 2010 menjadi 745,68 Kwintal. Hal ini masih belum diimbangi dengan pengembangan usaha tani mangga. Penanaman baru tanaman mangga hanya dilaksanakan di 3 (tiga) wilayah kecamatan yaitu Bakam, Riau Silip dan Puding Besar dengan jumlah penanaman sebanyak 255 pohon (Tabel 32). Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 41

No Tabel 32. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Mangga di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 Luas Tanam (Phn) Luas Panen (Phn) Produkti fitas (Kw/Phn) Jumlah Produksi (Kw) 2010 2011 1. Sungailiat - 245,00 1,30 330,0 31,85 2. Pemali - 50,00 1,30 90,0 6,50 3. Bakam 20,00 41,00 1,30 5,8 5,33 4. Merawang - 3.000,0 1,30 300,0 390,00 5. Belinyu - - - 144,0-6. Riau Silip 160,00 700,00 1,30 104,0 91,00 7. Puding Besar 75,00 320,00 1,30 37,00 41,60 8. Mendo Barat - 1.380,00 1,30 97,80 179,40 JUMLAH 255,00 5.736,00 1,30 232,18 745,68 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2012 i) Nangka/Cempedak Seperti halnya komoditi buah-buahan lainnya, nangka/cempedak memiliki luas sangat potensial di Kabupaten Bangka. Pada tahun 2011 luas panen nangka/cempedak mencapai 17.679 pohon, dengan jumlah terbesar terdapat diwilayah Riau Silip yaitu sebanyak 8.050,00 pohon. Demikian pula untuk kegiatan pengembangan komoditi nangka/cempedak, penanaman baru terbanyak dilaksanakan di Riau Silip sebanyak 340 Pohon. Sementara untuk tingkat Kabupaten Bangka, jumlah penanaman baru nangka/cempedak tahun 2011 sebanyak 470 Pohon (Tabel 33). Berdasarkan jumlah produksinya, produksi nangka/cempedak tahun 2011 mengalami peningkatan sebanyak 3.004,95 Kwintal dari 4.950,6 Kwintal menjadi 7.955,55 Kwintal. Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 42

No Tabel 33. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Nangka/Cempedak di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 Luas Tanam (Phn) Luas Panen (Phn) Produkti fitas (Kw/Phn) Jumlah Produksi (Kw) 2010 2011 1. Sungailiat 78,00 245,00 4,50 80,1 110,25 2. Pemali - - - 60,3-3. Bakam 22,00 1.009,00 4,50 198,0, 454,05 4. Merawang - 500,00 4,50 243,9 225,00 5. Belinyu 30,00 1.000,00 4,50 144,5 450,00 6. Riau Silip 340,00 8.050,00 4,50 1874,3 3.622,50 7. Puding Besar - 325,00 4,50 95,4 146,25 8. Mendo Barat - 6.550,00 4,50 2452,1 2.947,50 JUMLAH 470,00 17.679,00 4,50 4950,6 7.955,55 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2012 j) Nenas Kinerja usaha tani nenas pada tahun 2011, berdasarkan jumlah produksinya mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Pada tahun 2010, jumlah produksi nanas Kabupaten Bangka sebanyak 140,20 Kwintal. Jumlah ini melonjak cukup tajam pada tahun 2011 mencapai 6.188,62 Kwintal. Produksi ini diperoleh dari luasan panen seluas 309.431,00 pohon yang tersebar merata di seluruh wilayah Kabupaten Bangka. Sentra produksi tanaman nanas Kabupaten Bangka terdapat diwilayah Merawang, yang pada tahun 2011 memiliki luas panen sebanyak 208.700,00 pohon. Pengembangan usaha tani nanas pada tahun 2011 dilakukan hampir diseluruh wilayah Kabupaten Bangka, dengan luas tanam sebanyak 21.820,00 pohon (Tabel 34). Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 43

No Tabel 34. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Nenas di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 Luas Tanam (Phn) Luas Panen (Phn) Produkti fitas (Kw/Phn) Jumlah Produksi (Kw) 2010 2011 1. Sungailiat 50,00 1.500,00 0,20 2,10 30,00 2. Pemali - 1.250,00 0,20 5,00 25,00 3. Bakam 3.458,00 9.292,00 0,20 3,70 185,84 4. Merawang 300,00 208.700,00 0,20 64,00 4.174,00 5. Belinyu - 7.600,00 0,20 3,00 152,00 6. Riau Silip 735,00 31.600,00 0,20 32,00 632,00 7. Puding 8.500,00 4.900,00 0,20 3,20 98,00 Besar 8. Mendo Barat 8.777,00 44.589,00 0,20 27,20 891,78 JUMLAH 21.820,00 309.431,00 0,20 140,20 6.188,62 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2012 k) Pepaya Seperti halnya usaha tani nenas, kinerja usaha tani pepaya di Kabupaten Bangka cenderung meningkat pada tahun 2011. Jumlah produksi papaya mencapai 14.957 Kwintal pada tahun 2011, meningkat drastis dibandingkan produksi tahun sebelumnya yang hanya sebesar 552,10 Kwintal (Tabel 35). Sementara luasan panen pepaya sebanyak 33.238 Pohon. Ke depan produksi ini diharapkan akan terus meningkat mengingat pada tahun 2011 telah dilaksanakan pengembangan usaha tani papaya melalui penanaman baru sebanyak 2.590 Pohon yang tersebar di 6 (enam) wilayah kecamatan. Sentra usaha dan produksi papaya Kabupaten Bangka terdapat di wilayah Sungailiat, dengan luas panen sebanyak 9.150 pohon dan produksi sebesar 4.117,50 Kwintal. Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 44

No Tabel 35. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Pepaya di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 Luas Tanam (Phn) Luas Panen (Phn) Produkti fitas (Kw/Phn) Jumlah Produksi (Kw) 2010 2011 1. Sungailiat 250,00 9.150,00 4,50 172,50 4.117,50 2. Pemali 10,00 800,00 4,50 35,00 360,00 3. Bakam 438,00 1.643,00 4,50 29,80 739,35 4. Merawang 130,00 2.180,00 4,50 33,10 981,00 5. Belinyu - 190,00 4,50 6,80 85,50 6. Riau Silip 160,00 1.668,00 4,50 39,90 750,60 7. Puding - 1.247,00 4,50 60,00 561,15 Besar 8. Mendo Barat 1.602,00 16.360,00 4,50 175,00 7.362,00 JUMLAH 2.590,00 33.238,00 4,50 552,10 14.957,00 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2012 l) Pisang Kinerja usaha tani pisang di Kabupaten Bangka pada tahun 2011 pun cenderung meningkat mengikuti tren kinerja komoditas buah-buahan yang juga cenderung meningkat. Dengan luas panen sebanyak 83.156,00 pohon dan produktifitas sebesar 1,00 Kwintal/Pohon, produksi pisang pada tahun 2011 mencapai 8.315,6 Ton. Jumlah ini meningkat tajam dibandingkan produksi tahun sebelumnya yang hanya sebesar 190,91 Ton (Tabel 36). Sentra produksi pisang di Kabupaten Bangka tersebar di 3 (tiga) wilayah, yaitu Sungailiat, Riau Silip dan Mendo Barat. Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 45

No Tabel 36. Luas Tanam,Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Pisang di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 Luas Tanam (Phn) Luas Panen (Phn) Produktifitas (Kw/Phn) Jumlah Produksi (Ton) 2010 2011 1. Sungailiat 330,00 11.000,00 1,00 25,44 1.100,00 2. Pemali 100,00 2.710,00 1,00 6,15 271,00 3. Bakam 1.944,00 5.867,00 1,00 12,83 586,70 4. Merawang 200,00 6.300,00 1,00 15,00 630,00 5. Belinyu 200,00 6.000,00 1,00 5,25 600,00 6. Riau Silip 885,00 24.730,00 1,00 68,74 2.473,00 7. Puding Besar 2.750,00 6.860,00 1,00 10,00 686,00 8. Mendo Barat 1.500,00 19.689,00 1,00 47,50 1.968,90 JUMLAH 7.909,00 83.156,00 1,00 190,91 8.315,60 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2012 m) Rambutan Kinerja usaha tani rambutan di Kabupaten Bangka pada tahun 2011 mengalami peningkatan yang cukup signifikan bila dilihat dari produksi. Dengan luas panen sebanyak 11.948,00 pohon, produktifitas 6,00 Kwintal/Phn, jumlah produksinya mencapai 7.168,80 Kwintal (Tabel 37). Tabel 37. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Rambutan di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 No Luas Tanam (Phn) Luas Panen (Phn) Produktifitas (Kw/Phn) Jumlah Produksi (Ton) 2010 2011 1. Sungailiat - 2.677,00 6,00 375,00 1.606,20 2. Pemali - - - 225,00-3. Bakam 91,00 754,00 6,00 168,50 452,40 4. Merawang - 1.050,00 6,00 100,00 630,00 5. Belinyu 280,00 2.000,00 6,00 250,00 1.200,00 6. Riau Silip 120,00 3.645,00 6,00 510,00 2.187,00 7. Puding Besar 100,00 800,00 6,00 195,00 480,00 8. Mendo Barat 151,00 1.022,00 6,00 912,50 613,20 JUMLAH 742,00 11,948,00 2.736,00 7.168,80 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2012 Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 46

n) Salak No Produksi salak di Kabupaten Bangka pada tahun 2011 sebesar 4.240,56 Kwintal. Jumlah ini meningkat dibandingkan produksi tahun sebelumnya yang hanya sebesar 241 Kwintal. Ini menujukkan kinerja usaha tani salak yang bernilai positif. Walaupun demikian, pengembangan usaha tani salak hanya dilakukan di 3 (tiga) wilayah kecamatan dengan luas tanam sebanyak 1.215,00 pohon (Tabel 38). Tabel 38. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Salak di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 Luas Tanam (Phn) Luas Panen (Phn) Produktifitas (Kw/Phn) Jumlah Produksi (Kw) 2010 2011 1. Sungailiat - 6.505,00 0,80 27,40 520,40 2. Pemali - 1.550,00 0,80 9,70 124,00 3. Bakam - 506,00 0,80 1,60 40,48 4. Merawang - 5.000,00 0,80 26,70 400,00 5. Belinyu - 7.000,00 0,80 25,00 560,00 6. Riau Silip 25,00 2.685,00 0,80 22,80 214,80 7. Puding Besar 1.000,00 26.550,00 0,80 118,20 2.124,00 8. Mendo Barat 190,00 3.211,00 0,80 9,60 256,88 JUMLAH 1.215,00 53.007,00 0,80 241,00 4.240,56 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2012 o) Sawo Tren kinerja positif komoditas buah-buahan, masih berlanjut di usaha tani sawo di Kabupaten Bangka. Pada tahun 2011 luas panen sebanyak 4.809,00 pohon, dan produktifitas 3,00 Kwintal/Pohon, produksi sawo sebesar 1.442,70 Kw (Tabel 39). Pengembangan usaha dilaksanakan dibeberapa wilayah kecamatan dengan luas tanam sebanyak 45,00 pohon. Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 47

No Tabel 39. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Sawo di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 Luas Tanam (Phn) Luas Panen (Phn) Produktifitas (Kw/Phn) Jumlah Produksi (Kw) 2010 2011 1. Sungailiat - 390,00 3,00 42,90 117,00 2. Pemali 5,00 65,00 3,00 8,70 19,50 3. Bakam - 14,00 3,00 12,90 4,20 4. Merawang - 1.800,00 3,00 385,80 540,00 5. Belinyu 10,00 200,00 3,00 85,80 60,00 6. Riau Silip 30,00 425,00 3,00 62,10 127,50 7. Puding Besar - 1.850,00 3,00 334,20 555,00 8. Mendo Barat - 65,00 3,00 152,70 19,50 JUMLAH 45,00 4.809,00 3,00 1.085,10 1.442,70 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2011 p) Sukun Usaha tani sukun di Kabupaten Bangka hanya dilaksanakan dibeberapa wilayah kecamatan. Akan tetapi ditinjau dari segi produksi, kinerja usaha tani sukun cenderung meningkat pada tahun 2011. Dengan luas panen sebanyak 1.677,00 pohon dan produktifitas 3,00 Kwintal/Pohon, jumlah produksi sukun di Kabupaten Bangka sebanyak 503,10 Kwintal pada tahun 2011. Jumlah ini meningkat diatas 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang memiliki produksi sebesar 214,50 Kwintal (Tabel 40). Walaupun memiliki tren peningkatan produksi pada tahun 2011, pengembangan usaha tani sukun masih sangat terbatas dilakukan. Ini terlihat dari penanaman tanaman baru pada tahun 2011 yang hanya dilakukan di 2 (dua) wilayah kecamatan dengan jumlah penanaman yang sangat terbatas pula, yaitu hanya sebanyak 100 pohon. Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 48

No Tabel 40. Luas Tanam, Luas Panen, Produktifitas, dan Jumlah Produksi Sukun di Kabupaten Bangka Tahun 2010 dan 2011 Luas Tanam (Phn) Luas Panen (Phn) Produktifitas (Kw/Phn) Jumlah Produksi (Kw) 2010 2011 1. Sungailiat - 270,00 3,00 27,00 81,00 2. Pemali - 20,00 3,00 6,00 6,00 3. Bakam - - - - - 4. Merawang - - 3,00 60,00-5. Belinyu - - 3,00 16,50-6. Riau Silip - 280,00 3,00 84,00 84,00 7. Puding Besar 50,00 695,00 3,00 7,50 208,50 8. Mendo Barat 50,00 412,00 3,00 13,50 123,60 JUMLAH 100,00 1.677,00 3,00 214,50 503,10 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2012 6. Perkebunan a) Lada Usaha perkebunan lada di Kabupaten Bangka masih terus dilaksanakan oleh masyarakat Bangka. Tabel 41 menunjukkan bahwa Kabupaten Bangka masih memiliki lahan yang potensial untuk pengembangan tanaman lada seluas 16.494,31 Ha. Pada tahun 2011 telah dilaksanakan penanaman lada seluas 2.409,48 Ha. Selain itu terdapat 777,47 Ha areal yang menghasilkan dan 892,25 Ha areal yang belum menghasilkan. Tantangan yang harus dihadapi dalam pengembangan usaha lada ini selain peningkatan luas tanam adalah peningkatan produktifitas tananaman. Sampai tahun 2011, produktifitas tanaman yang diusahan tergolong masih sangat rendah, yaitu hanya sebesar 0,671 Ton/Ha. Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 49

No Tabel 41. Luas Areal Potensial, Luas Areal Tanam, Luas Areal Tanaman Menghasilkan, Luas Areal Tanaman Belum Menghasilkan dan Rata-Rata Produksi Lada di Kabupaten Bangka Tahun 2011 Luas Areal Potensial Luas Areal Tanam Luas Areal Menghasilkan Luas Areal Belum Menghasilkan Rata-Rata Produksi (Ton/Ha) 1. Sungailiat 400,63 41,79 9,12 29,55 0,5389 2. Pemali 400,08 109,37 27,10 24,11 0,8925 3. Bakam 3119,18 589,54 89,42 176,45 0,7482 4. Merawang 646,98 180,96 117,36 35,83 0,7175 5. Belinyu 3464,56 272,49 135,06 19,52 0,5909 6. Riau Silip 3117,10 512,56 236,02 200,99 0,5737 7. Puding Besar 2208,85 289,20 61,33 181,24 0,6930 8. Mendo Barat 3136,93 413,57 71,00 224,56 0,6141 JUMLAH 16.494,31 2.409,48 777,47 892,25 0,6711 Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bangka Tahun 2012 b) Kelapa Sawit Berbanding terbalik dengan usaha tanaman lada, gairah masyarakat untuk mengusahakan tanaman kelapa sawit cenderung meningkat. Pada tahun 2011 terdapat areal potensial untuk perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Bangka seluas 23.563,31 Ha. Sementara itu luas tanam kelapa sawit pada tahun 2011 seluas 8.314,29 Ha, luas areal tanaman belum menghasilkan 4.351,41 Ha, tanaman menghasilkan 2.539,03 Ha dengan rata-rata produksi sebesar 1,2491 Ton/Ha (Tabel 42). Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 50

No Tabel 42. Luas Areal Potensial, Luas Areal Tanam, Luas Areal Tanaman Menghasilkan, Luas Areal Tanaman Belum Menghasilkan dan Rata-Rata Produksi Kelapa Sawit di Kabupaten Bangka Tahun 2011 Luas Areal Potensial Luas Areal Tanam Luas Areal Tanaman Menghasilkan Luas Areal Tanaman Belum Menghasilkan Rata-Rata Produksi (Ton/Ha) 1. Sungailiat 572,33 183,56 24,56 153,56 1,2296 2. Pemali 571,54 828,10 64,23 304,62 1,2315 3. Bakam 4455,97 1625,64 791,24 787,25 1,2291 4. Merawang 924,27 749,91 258,04 439,12 1,3889 5. Belinyu 4949,38 686,00 269,52 339,12 1,1985 6. Riau Silip 4453,00 642,09 236,62 306,15 1,2721 7. Puding Besar 3155,50 2829,63 796,19 1.859,47 1,3842 8. Mendo Barat 4481,32 769,36 98,63 162,12 1,0585 JUMLAH 23.563,31 8.314,29 2.539,03 4.351,41 1,2491 Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bangka Tahun 2012 c) Karet Tanaman karet termasuk salah satu primadona komoditas perkebunan. Terdapat sebanyak 11.781,67 Ha areal yang potensial untuk usaha perkebunan karet di Kabupaten Bangka pada tahun 2011. Sementara itu luas areal tanam tanaman karet di Kabupaten Bangka tahun 2011 mencapai 22.469,88 Ha yang terdiri dari tanaman belum menghasilkan seluas 7.714,24 Ha dan tanaman yang telah menghasilkan 13.218,24 Ha. Produktifias tanaman karet di Kabupaten Bangka rata-rata sebesar 0,6233 Ton/Ha (Tabel 43). Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 51

No Tabel 43. Luas Areal Potensial, Luas Areal Tanam, Luas Areal Tanaman Menghasilkan, Luas Areal Tanaman Belum Menghasilkan dan Rata-Rata Produksi Karet di Kabupaten Bangka Tahun 2011 Luas Areal Potensial Luas Areal Tanam Luas Areal Tanaman Menghasilkan Luas Areal Tanaman Belum Menghasilkan Rata-Rata Produksi (Ton/Ha) 1. Sungailiat 286,19 287,62 136,99 103,73 0,7163 2. Pemali 285,77 1.037,93 766,34 127,30 0,6943 3. Bakam 2227,98 1.245,43 1.022,78 142,89 0 6966 4. Merawang 462,13 2.655,67 1.524,89 127,76 0,6248 5. Belinyu 2474,69 623,65 493,87 58,88 0,6099 6. Riau Silip 2226,50 3.673,64 2.261,81 1.337,84 0,5573 7. Puding Besar 1577,75 6.474,97 2.228,90 3.837,08 0,5479 8. Mendo Barat 2240,66 6.470,97 4.782,66 1.438,76 0,5392 JUMLAH 11.781,67 22.469,88 13.218,24 7.174,24 0,6233 Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bangka Tahun 2012 d) Kelapa Luas areal potensial perkebunan kelapa di Kabupaten Bangka pada tahun 2011 seluas 7.068,08 Ha, dengan luas areal tanaman belum menghasilkan 845,72 Ha dan tanaman menghasilkan 3.074,55 Ha No serta rata-rata produksi 1,1564 Ton/Ha (Tabel 44). Tabel 44. Luas Areal Potensial, Luas Areal Tanam, Luas Areal Tanaman Menghasilkan, Luas Areal Tanaman Belum Menghasilkan dan Rata-Rata Produksi Kelapa di Kabupaten Bangka Tahun 2011 Luas Areal Potensial Luas Areal Tanam Luas Areal Tanaman Menghasilkan Luas Areal Tanaman Belum Menghasilkan Rata-Rata Produksi (Ton/Ha) 1. Sungailiat 171,70 3.036,56 2.165,00 524,81 532,38 2. Pemali 171,46 762,85 472,23 2,56 531,94 3. Bakam 1.336,79 175,45 69,58 60,12 603,62 4. Merawang 277,28 186,81 84,34 56,95 515,77 5. Belinyu 1.484,81 30,36 3,23 29,16 5.417,96 6. Riau Silip 1.335,00 372,52 241,82 107,14 640,15 7. Puding Besar 946,65 36,56 6,23 29,36 566,61 8. Mendo Barat 1.344,39 67,74 32,12 35,62 442,75 JUMLAH 7.068,08 4.668,85 3.074,55 845,72 1,1564 Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bangka Tahun 2012 Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 52

e) Kakao No Luas areal potensial perkebunan kakao di Kabupaten Bangka pada tahun 2011 seluas 9.425,11 Ha, dengan luas areal tanaman belum menghasilkan 155,12 Ha dan tanaman menghasilkan 117,90 Ha serta rata-rata produksi 0,5395 Ton/Ha (Tabel 45). Tabel 45. Luas Areal Potensial, Luas Areal Tanam, Luas Areal Tanaman Menghasilkan, Luas Areal Tanaman Belum Menghasilkan dan Rata-Rata Produksi Kakao di Kabupaten Bangka Tahun 2011 Luas Areal Potensial Luas Areal Tanam Luas Areal Tanaman Menghasilkan Luas Areal Tanaman Belum Menghasilkan Rata-Rata Produksi (Ton/Ha) 1. Sungailiat 228,93 105,97 43,25 49,01 0,4647 2. Pemali 228,61 78,85 13,93 18,30 0,5473 3. Bakam 1.782,39 0,00 0,00 0,00 0,00 4. Merawang 369,70 33,37 19,84 9,50 0,3786 5. Belinyu 1.979,75 28,00 11,36 16,18 0,5722 6. Riau Silip 1.781,20 136,12 41,16 41,16 1,0067 7. Puding Besar 1.262,20 27,68 11,64 18,97 0,2672 8. Mendo Barat 1.792,33 2,00 0,00 2,00 0,00 JUMLAH 9.425,11 411,99 117,90 155,12 0,5395 Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bangka Tahun 2012 7. Peternakan Usaha ternak yang dilaksanakan di Kabupaten Bangka meliputi usaha ternak kerbau, sapi, kambing, babi, ayam ras, ayam buras dan itik. Berdasarkan populasinya, untuk jenis ternak ruminansia didominasi oleh ternak sapi dengan jumlah sebanyak 889 ekor. Usaha ternak sapi dilaksanakan diseluruh wilayah Kabupaten Bangka dengan sentra terdapat di Sungailiat dan Mendo Barat. Untuk ternak non Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 53

ruminansia, babi mendominasi dengan jumlah populasi sebanyak 19.039 ekor di wilayah Sungailiat. Sementara untuk jenis unggas didominasi oleh usaha ternak ayam ras. Pada tahun 2011, populasi ayam ras di Kabupaten Bangka mencapai 264.528 ekor (Tabel 46). Tabel 46. Jumlah Ternak di Kabupaten Bangka Tahun 2011 No Kerbau (ekor) Sapi (ekor) Kambing (ekor) Babi (ekor) Ayam Ras (ekor) Ayam Buras (ekor) Itik (ekor) 1. Sungailiat - 268 14 8.330 32.511 9.653 1.805 2. Pemali - 118 15 5.869 55.296 9.307 2.212 3. Bakam 1 75-412 7.439 6.421 3.510 4. Merawang 36 62 22 753 8.625 1.015 1.504 5. Belinyu 10 86 25 2.568 48.515 51.972 6.468 6. Riau Silip - 28-1.107 21.922 12.715 1.085 7. Puding Besar - 18 - - 14.851 11.056 1.687 8. Mendo Barat - 234 16-75.369 36.763 2.418 JUMLAH 47 889 92 19.039 264.528 138.902 20.689 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tahun 2012 8. Data Fasilitas Produksi Usaha Tani Berbagai usaha pertanian dan peternakan di Kabupaten Bangka, didukung oleh berbagai fasilitas produksi usaha tani yang meliputi kelembagaan perbankan, Koperasi, Pasar dan sarana produksi lainnya. Selanjutnya data fasilitas produksi usaha tani di Kabupaten Bangka Tahun 2011 disajikan pada Tabel 47 berikut. Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 54

No. Tabel 47. Fasilitas Produksi Usaha Tani di Kabupaten Bangka Tahun 2011 FASILITAS S. Liat Pemali Mera wang R. Silip KECAMATAN Belinyu Bakam Puding Besar Mendo Barat JUMLAH 1. BRI Unit Desa 4-1 - 1-1 1 8 Unit 2. Bank Syariah 4 - - - - - 1-1 Unit 3. KUD - - - 2 1-3 2 8 Unit 3. 4. 5. Penggilingan Padi Pabrik Beras Besar Powere Thresher - 1 3 4 3 8 7 8 28 Unit - - - - - - - - - - - - 4 - - - 7-6. Kios Saprotan 4 3 9 7 3 1 3 8 38 Kios 7. Pasar Umum 3 1 1 1 1 1 1 1 10 Pasar 8. Pasar Hewan 1 - - - 1 - - - 2 Pasar 9. Traktor roda 4-1 - 1 - - - 8 2 Unit 10. Traktor roda 2 10 1 11 10 4 12 11 21 30 Unit 11. Mist Blower - - - - - 1-2 3 Unit 12. Alsin Organik/ pembuat kompos 4 5 4 5 6 6-4 13. Hand Sprayer 350 300 250 823 265 1.073 416 1.576 14. Pompa Air 141 45 35 103 2 86 39-435 Unit 15. Pedal Thresher 4.805 Unit - - - 27 - - 28 2 35 Unit 16. Sabit Bergerigi 250 20 20 155-40 135 35 17. 18. 19. Pembersih Gulma Manual Pembersih Gulma Bermesin Perangkap Serangga/ OPT 485 Buah 360 1.000 600 24 - - - 24.182 250 Unit - 6 - - - - - - 6 Unit - - - 12 - - - - 12 Unit Sumber : Petugas PPL Se-Kabupaten Bangka Tahun 2011 9. Data Kelembagaan Petani Pada tahun 2011 di Kabupaten Bangka terdapat 71 Kelurahan/Desa yang merupakan wilayah binaan penyuluh pertanian lapangan. Dari jumlah penyuluh pertanian lapangan yang dimiliki, berhasil dibentuk 675 kelompok tani dengan klasifikasi sebanyak 642 kelompok tani pemula Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 55

dan 33 kelompok tani lanjutan. Semua kelompok tani masih aktif melaksanakan usaha tani dan kegiatan kelompoknya(tabel 48). Tabel 48. Daftar Kelompok Tani di Kabupaten Bangka Tahun 2012 No Jumlah Kelompok Pemula Lanjut Madya Utama Keterangan 1. Sungailiat 61 61 - - - Aktif 2. Pemali 68 55 13 - - Aktif 3. Bakam 80 80 - - - Aktif 4. Merawang 99 99 - - - Aktif 5. Belinyu 62 62 - - - Aktif 6. Riau Silip 112 109 3 - - Aktif 7. Puding Besar 70 57 13 - - Aktif 8. Mendo Barat 123 119 4 - - Aktif JUMLAH 675 642 33 - - - Sumber : Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Tahun 2012 Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 56

III. TUJUAN YANG INGIN DICAPAI Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan penyuluhan pada Tahun 2013 adalah sebagai berikut: I. Bidang Pertanian dan Peternakan 1) Memfasilitasi peningkatan jumlah desa yang bebas penyakit zoonosis menjadi 100%. 2) Memfasilitasi persentase penurunan konversi lahan pertanian menjadi 5%. 3) Memfasilitasi persentase lahan pertanian yang terairi secara kontinyu sebesar 12,16%. 4) Memfasilitasi persentase sawah yang terairi secara kontinyu 100% (613 Ha). 5) Memfasilitasi peningkatan persentase sawah yang memiliki jalan usaha tani menjadi 92% (31 Km). 6) Memfasilitasi peningkatan sentra ekonomi pertanian yang memiliki Unit Penyewaan Jasa Alsintan (UPJA) sebesar 1%. 7) Memfasilitasi persentase produk hewan dan hasil olahannya yang tidak layak konsumsi sebanyak 0%. 8) Memfasilitasi peningkatan persentase peternak yang mematuhi ketentuan peternakan menjadi 90% (79 orang peternak komersial) Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 57

9) Memfasilitasi peningkatan persentase usaha pertanian yang menerapkan pola kemitraan menjadi 45%. 10) Memfasilitasi peningkatan persentase usaha peternakan yang menerapkan pola kemitraan menjadi 45%. 11) Memfasilitasi peningkatan persentase lahan tidur yang dimanfaatkan untuk pertanian menjadi 100%. 12) Memfasilitasi peningkatan persentase lahan tidur yang dimanfaatkan untuk peternakan menjadi 100%. 13) Memfasilitasi peningkatan persentase limbah pertanian yang diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi menjadi 70%. 14) Memfasilitasi peningkatan persentase limbah peternakan yang diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi menjadi 70%. 15) Memfasilitasi peningkatan persentase kelompok usaha tani yang produktif menjadi 100%. 16) Memfasilitasi peningkatan persentase peningkatan produktivitas kelompok usaha tani menjadi 75%. 17) Memfasilitasi mempertahankan ragam komoditas unggulan peternakan yang menerapkan benih/bibit yang unggul sebanyak 3 komoditi. 18) Memfasilitasi ragam komoditas unggulan pertanian yang menerapkan teknologi produksi yang unggul sebanyak 2 komoditi ( jagung dan kacang tanah ). Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 58

II. Bidang Perkebunan 1) Memfasilitasi peningkatan persentase lahan tidur yang dimanfaatkan untuk perkebunan menjadi 100%. 2) Memfasilitasi peningkatan persentase limbah perkebunan yang diolah menjadi produk bernilai ekonomi menjadi 70%. 3) Memfasilitasi peningkatan persentase kelompok usaha perkebunan yang produktif menjadi 70%. 4) Memfasilitasi peningkatan produktivitas kelompok usaha perkebunan menjadi 65%. 5) Memfasilitasi ragam komoditi unggulan perkebunan yang menerapkan benih/bibit yang unggul sebanyak 3 komoditi. 6) Memfasilitasi ragam komoditi unggulan perkebunan yang menerapkan teknologi produksi yang unggul sebanyak 3 komoditi. 7) Memfasilitasi peningkatan produktivitas komoditas unggulan perkebunan menjadi 70%. 8) Memfasilitasi peningkatan jumlah benih/bibit unggul perkebunan yaitu bibit karet menjadi 500.000 bibit/tahun. 9) Memfasilitasi ragam komoditas perkebunan yang terjamin kontinuitas prduksinya sebanyak 5 komoditi. 10) Memfasilitasi komoditas perkebunan yang terjamin kontinuitas produksinya sebanyak 5 komoditi. Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 59

11) Memfasilitasi peningkatan volume produksi tanaman perkebunan yang dijual melalui pasar menjadi 900.000 ton. III. Bidang Ketahanan Pangan 1) Meningkatkan jumlah desa pertanian yang memiliki penyuluh produktif menjadi 85% (60 desa). 2) Meningkatkan jumlah desa perkebunan yang memiliki penyuluh produktif menjadi 85% (60 desa). 3) Meningkatkan jumlah penyuluh pertanian yang berkualitas menjadi 70%. 4) Meningkatkan persentase desa dengan usaha agribisnis perdesaan yang mampu menjamin pembiayaan Gapoktan desa menjadi 90%. 5) Meningkatkan jumlah dana bergulir untuk Gapoktan menjadi 6 M 6) Meningkatkan persentase KK yang menerapkan pola pangan harapan menjadi 90%. 7) Persentase desa rawan pangan turun menjadi 0%. 8) Persentase penurunan jumlah penduduk rawan pangan menjadi 12,5 % 9) Meningkatkan jumlah desa mandiri pangan yang dikembangkan menjadi 19 Desa 10) Jumlah lumbung desa yang dikelola dengan baik sebanyak 3 lumbung desa Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 60

11) Memfasilitasi ketersediaan pangan sehat bagi masyarakat menjadi 100%. 12) Memfasilitasi pemenuhan kebutuhan pangan lokal menjadi 75%. 13) Memfasilitasi ketersediaan protein hewani sebesar 100%. 14) Memfasilitasi ketersediaan protein nabati sebesar 100%. 15) Memfasilitasi peningkatan produksi pangan menjadi 95%. 16) Memfasilitasi ketersediaan bahan pangan (beras) per 1000 penduduk sebesar 100%. 17) Memfasilitasi terjaminnya konsumsi dan keamanan pangan sebesar 100%. 18) Memfasilitasi terjaminnya distribusi pangan sebesar 100%. Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 61

IV. MASALAH Dari hasil sintesa programa penyuluhan, secara umum permasalahan yang dihadapi para pelaku utama, pelaku usaha dan petugas adalah sebagai berikut : 1. Masih terdapat desa yang belum bebas dari penyakit zoonosis. 2. Masih relatif tingginya konversi lahan pertanian menjadi lahan usaha lainnya. 3. Berkurangnya sumber air untuk pengairan akibat alih fungsi lahan secara sporadis. 4. Perubahan iklim menyebabkan sumber air irigasi terus berkurang. 5. Masih terdapat sawah yang belum memiliki jalan usaha tani. 6. Masih rendahnya kesadaran pelaku utama untuk mengembangkan sentra produksi ekonomi pertanian. 7. Masih kurangnya kesadaran sebagian peternak komersial tentang ketentuan manajemen peternakan yang benar. 8. Masih kurangnya kesadaran dan pengetahuan pelaku utama dan pelaku usaha untuk menerapkan pola kemitraan. 9. Masih rendahnya motivasi pelaku utama dan pelaku usaha untuk memanfaatkan lahan tidur. 10. Masih kurangnya kesadaran dan pengetahuan pelaku utama untuk memanfaatkan limbah pertanian, peternakan dan perkebunan. Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 62

11. Masih kurangnya pengetahuan pelaku utama tentang pengelolaan kelompok usaha tani. 12. Masih rendahnya pengetahuan pelaku utama untuk mengembangkan sentra usaha pertanian di perdesaan. 13. Masih rendahnya pengetahuan pelaku utama mengenai penerapan benih/bibit unggul dalam usaha peternakan. 14. Masih rendahnya pengetahuan pelaku utama tentang penerapan teknologi produksi yang unggul dalam usaha pertanian. 15. Masih kurangnya pengetahuan pelaku utama tentang pengelolaan kelompok usaha perkebunan. 16. Masih perlunya ditingkatkan pengetahuan pelaku utama tentang penerapan benih/bibit yang unggul dalam usaha perkebunan. 17. Masih perlunya ditingkatkan pengetahuan pelaku utama tentang penerapan teknologi produksi yang unggul dalam usaha perkebunan. 18. Masih harus ditingkatkannya pengetahuan pelaku utama tentang peningkatan produktivitas komoditas unggulan perkebunan. 19. Masih rendahnya jumlah benih/bibit unggul perkebunan yang dihasilkan. 20. Masih rendahnya pengetahuan pelaku utama untuk menjamin kontinuitas komoditas perkebunan. 21. Masih perlu ditingkatkannya volume produksi tanaman perkebunan yang dijual melalui pasar. Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 63

22. Masih kurangnya jumlah penyuluh pertanian (masih terdapat penyuluh pertanian yang memiliki wilayah kerja rangkap). 23. Sebagian besar penyuluh pertanian dan perkebunan tidak menetap di wilayah kerja binaannya. 24. Masih relatif rendahnya tingkat pengetahuan penyuluh pertanian. 25. Masih kurangnya pengetahuan pelaku utama dalam mengelola dana untuk pembiayaan Gapoktan. 26. Pola pangan masyarakat masih cenderung tinggi karbohidrat. 27. Masih cukup tingginya jumlah desa rawan pangan. 28. Masih rendahnya laju penurunan jumlah penduduk rawan pangan. 29. Masih rendahnya jumlah desa yang mandiri pangan. 30. Masih kurangnya jumlah lumbung desa dan pengetahuan pelaku utama mengenai pengelolaan lumbung desa. 31. Masih kurangnya kesadaran pelaku utama dalam penggunaan pupuk dan pestisida secara bijaksana. 32. Masih rendahnya tingkat pemenuhan kebutuhan pangan lokal. 33. Ketersediaan protein hewani dan nabati cenderung berfluktuasi. 34. Masih rendahnya produksi pangan. 35. Ketersediaan bahan pangan (beras) tergantung dari luar daerah. 36. Konsumsi dan keamanan pangan masih kurang dari 100%. 37. Distribusi pangan sangat tergantung kepada akses. Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 64

V. RENCANA KEGIATAN PENYULUHAN Rencana kegiatan penyuluhan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan adalah : 1. Melaksanakan pemantauan lalu lintas ternak, penyuluhan tentang tata cara perawatan ternak bebas zoonosis dan monitoring usaha peternakan di 5 (lima) yaitu : 1) Belinyu, 2) Pemali, 3) Sungailiat, 4) Merawang, dan 5) Mendo Barat. 2. Melaksanakan penyuluhan mengenai pembagian tata ruang wilayah Kabupaten Bangka dan survey pemanfaatan lahan tidur di 8 (delapan) kecamatan. 3. Melaksanakan monitoring kegiatan pengairan lahan pertanian dan penyuluhan mengenai konservasi sumber daya air di 5 (lima) yaitu : 1) Riau Silip, 2) Puding Besar, 3) Mendo Barat, 4) Merawang dan 5) Bakam. 4. Melaksanakan monitoring perawatan dan perbaikan jaringan irigasi dan penyuluhan tentang perawatan jaringan irigasi di 5 (lima) Yaitu : 1) Riau Silip, 2) Puding Besar, 3) Mendo Barat, 4) Merawang dan 5) Bakam. 5. Melaksanakan fasilitasi pembangunan jalan usaha tani di 2 (dua) desa sepanjang 11 Km. Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 65

6. Melaksanakan penyuluhan manajemen usaha penyewaan Alsintan di 1 (satu) desa yaitu Desa Mendo Mendo Barat. 7. Melaksanakan penyuluhan dan monitoring pengolahan produk hewan dan olahannya di 8 (delapan). 8. Melaksanakan fasilitasi pelatihan dan monitoring mengenai ketentuan peternakan skala komersial di 6 (enam), yaitu : 1) Belinyu, 2) Sungailiat, 3) Pemali, 4) Merawang, 5) Mendo Barat dan 6) Bakam. 9. Melaksanakan fasilitasi Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Agribisnis Peternakan (Lembaga Mandiri Mengakar Masyarakat (LM3)). 10. Melaksanakan fasilitasi pemanfaatan limbah bahan pertanian, peternakan dan perkebunan menjadi produk bernilai ekonomi. 11. Melaksanakan penyuluhan dan monitoring pengembangan kelembagaan petani. 12. Melaksanakan penyuluhan teknis budidaya peternakan dan monitoring penerapan bibit unggul dalam usaha peternakan. 13. Melaksanakan penyuluhan teknis budidaya pertanian dan monitoring penerapan teknologi produksi yang unggul dalam usaha pertanian. 14. Melaksanakan penyuluhan teknis budidaya perkebunan, pelatihan dan monitoring penerapan bibit/benih unggul dalam usaha perkebunan. 15. Melaksanakan pelatihan dan monitoring penerapan teknologi produksi yang unggul dalam usaha perkebunan. Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 66

16. Melaksanakan penyuluhan dan monitoring penggunaan bibit unggul dalam usaha perkebunan. 17. Melaksanakan penambahan 1 (satu) tenaga penyuluh pertanian dan perkebunan. 18. Melaksanakan pendidikan dan latihan teknis dan non teknis bagi penyuluh pertanian. 19. Melaksanakan pembinaan dan monitoring kegiatan pengembangan agribisnis perdesaan di 8 (delapan) kecamatan. 20. Melaksanakan survey, penyuluhan dan monitoring pola pangan harapan di 8. 21. Melaksanakan pelatihan, pembinaan dan monitoring pengembangan desa mandiri pangan di 4 (empat). 22. Melaksanakan pelatihan, pembinaan dan monitoring pemanfaatan lumbung pangan di 3 (tiga) yaitu : 1) Puding Besar, 2) Riau Silip dan 3) Belinyu. 23. Melaksanakan penyuluhan mengenai penggunaan pestisida secara bijaksana dan penerapan pertanian organik di sentra produksi tanaman pangan yaitu di Merawang, Sungailiat, Mendo Barat, Bakam dan Puding Besar. 24. Melaksanakan pelatihan, pembinaan dan monitoring diversifikasi pangan di 8 (delapan kecamatan). Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 67

25. Melaksanakan survey dan analisa neraca bahan makanan di Instansi terkait, pedagang pengumpul dan distributor bahan pangan di Kabupaten Bangka. 26. Melaksanakan pelatihan, penyuluhan dan monitoring dalam rangka fasilitasi peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan. 27. Melaksanakan koordinasi dengan instansi yang berwenang terkait fasilitasi ketersediaan bahan pangan, keamanan bahan pangan dan distribusi pangan. Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 68

VI. PENUTUP Programa penyuluhan pertanian adalah rencana tertulis yang disusun secara sistematis untuk memberikan arah dan pedoman sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyuluhan. Programa Penyuluhan Kabupaten Bangka disusun atas dasar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bangka dan Rencana Strategis SKPD Lingkup Pertanian di Kabupaten Bangka. Selanjutnya, Programa Penyuluhan Kabupaten akan menjadi acuan bagi penyusunan Programa Penyuluhan Tingkat dan Programa Penyuluhan Tingkat Desa/Kelurahan. Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 69

Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 70

Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 71