Efektifitas Penggunaan E-Learning Moodle, Google Classroom Dan Edmodo

dokumen-dokumen yang mirip
Artikel MEMBUAT LMS PORTABLE DENGAN POODLE. Oleh Muda Nurul Khikmawati

PETUNJUK CARA PENGGUNAAN E SEMKA, E-LEARNING SMKN 1 SATUI

Memanfaatkan. dalam pembelajaran. Disampaiakan dalam in house training SMA 1 DEMAK, 7 Desember Oleh Sudar, M.Pd. Apakah EDMODO itu?

PANDUAN PENGGUNAAN elearning Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) untuk Mahasiswa

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

LAYANAN PLATFORM UPT E- LEARNING ITB

SINGLE SIGN ON (SSO) DENGAN MENGGUNAKAN LIGHTWEIGHT DIRECTORY ACCESS PROTOCOL (LDAP) STUDI KASUS DI UNIVERSITAS BINA DARMA

PENGGUNAAN APLIKASI E-LEARNING BERBASIS MOODLE BAGI DOSEN. Oleh: Retno Sayekti

MATERI PELATIHAN ELEARNING PETUNJUK BAGI PENGAJAR PADA E-LEARNING. Muhamad Ali, MT.

MODUL UNTUK OPERATOR E-LEARNING UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MAB BANJARMASIN Oleh: Hamdan Husein Batubara, M.Pd.I

BUKU PANDUAN PENGGUNAAN MODULAR OBJECT-ORIENTED DYNAMIC LEARNING ENVIRONMENT (MOODLE)

E-LEARNING PETUNJUK UNTUK SISWA

Petunjuk Penggunaan e-learning untuk Dosen Versi Dokumen Workshop E-Learning

BUKU PANDUAN PENGGUNAAN MODULAR OBJECT-ORIENTED DYNAMIC LEARNING ENVIRONMENT (MOODLE)

Panduan Umum SDLR LPKIA 2016

TAMPILAN E-LEARNING (biothink.web.id) BESERTA FITURNYA

Pelatihan Penggunaan Aplikasi E-Learning Moodle 1

Media Web Site sebagai sarana Alternatif dalam Melakukan Proses Pembelajaran Secara Elektronik

Panduan Edmodo Bagi Student Haris K, S.Pd, M.Cs.

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI APLIKASI E-LEARNING VERSI MOBILE BERBASIS ANDROID

LANGKAH-LANGKAH PENGGUNAAN E-LEARNING (Untuk Siswa)

Hak Cipta 2014 DIREKTORAT SISTEM INFORMASI Halaman 2 dari 15

BAB I PENDAHULUAN. mengakses materi pelajaran setiap saat. e-learning semakin mudah untuk dibuat

Panduan Penggunaan. Elearning Universitas Almuslim untuk Mahasiswa. M. Rezeki Muamar

PANDUAN PEMBUATAN KONTEN E LEARNING LENGKAP

Pengembangan Aplikasi E-learning dengan Menggunakan PHP Framework Prado

PENGGUNAAN APLIKASI E-LEARNING (MOODLE)

Tutorial Elera untuk Mahasiswa.

Petunjuk Penggunaan Moodle Bagi Pengajar

TUTORIAL EDMODO A. MENGAKSES EDMODO B. MEMBUAT AKUN EDMODO SEBAGAI GURU

MATERI PELATIHAN E-LEARNING PETUNJUK BAGI PENGAJAR. Muhamad Ali, MT Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FT UNY

Mengapresiasi e-learning Berbasis MOODLE Basori 1

Pelatihan Penggunaan Aplikasi E-Learning Moodle

Software User Manual E-Learning Panduan Bagi Mahasiswa

BAB 1 PENDAHULUAN. perubahan dari sistem manual menjadi sistem komputerisasi berbasiskan teknologi

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) TEKNOLOGI INFORMASI. - Dosen memberikan uraian. - Dosen membagikan fotocopy garis besar

Digital Library & Distance Learning Lab. Petunjuk Teknis Penggunaan Sistem E-Learning untuk Peserta Ajar

PANDUAN PENGGUNAAN E-LEARNING BAGI MAHASISWA

Modul ke: APLIKASI KOMPUTER OLEH : Fakultas FASILKOM. Sabar Rudiarto, S.Kom., M.Kom. Program Studi Teknik Informatika.

Panduan Singkat Penggunaan Share ITS

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rancang Bangun Aplikasi E-Learning Berbasis LMS ( Learning Management System

MODUL PELATIHAN E-LEARNING #1

Penggunaan e-learning sebagai Pendukung Pelaksanaan Kurikulum 2013 pada SMAK St. Stanislaus Surabaya

PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN EDMODO UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PEMASARAN DI SMK NEGERI 1 JEMBER TAHUN AJARAN

Panduan e-learning Poltekkes Kemenkes Bengkulu

PANDUAN PEMBUATAN KURSUS ONLINE

PENERAPAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS) PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DAN SEKOLAH MENENGAH ATAS

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Edmodo merupakan satu jejaring sosial berbentuk pembelajaran yang banyak

Mengenal Fitur Kuliah Online

Gambar 4.22 Layar Tambah Instruktur Admin

Edmodo bagi Tutor Hal 1

Registrasi Kuliah Online

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Panduan Singkat Penggunaan Share ITS untuk Admin Jurusan

TUTORIAL PELATIHAN E-LEARNING DENGAN MOODLE

Petunjuk Penggunaan Elearning Kelas Karyawan UMB Untuk Mahasiswa

PANDUAN PEMBELAJARAN BERBASIS WEB E-LEARNING

BAB III PERANCANGAN IMPLEMENTASI SISTEM

UAI E-learning System Versi 2.2

b. Materi Kuliah Online Pada bagian ini, netter dapat men-download materi kuliah Quantum yang disampaikan di ruang kelas.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Saat ini peran dan pemanfaatan teknologi informasi semakin meningkat dalam kehidupan sehari-hari.

MEMBANGUN E-LEARNING DENGAN MOODLE

Document Control System Berbasis ISO 9001 (Aplikasi DCS-9001)

PANDUAN PENGGUNAAN ELEARNING UNIVERSTAS PENDIDIKAN GANESHA

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

III. METODOLOGI PENELITIAN

Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto Yogyakarta

Panduan Pengunaan Google Apps

Learning Management System Student Guide

RANCANG BANGUN SISTEM E-LEARNING JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMPUTER

Pengembangan E-learning dengan Moodle

MODUL PRAKTIKUM :.. Nama NRP. Laboratorium Teknik Informatika

Panduan Tutorial Online Untuk Mahasiswa

PERANCANGAN MODEL LEARNING MANAGEMENT SYSTEM UNTUK SEKOLAH

USU e-learning PANDUAN BAGI DOSEN. Pusat Sistem Informasi USU UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

PRAKTEK E-LEARNING Oleh: Tim ICT UNY

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. Aplikasi E-Learning semacam ini pernah dibuat oleh Sdr. Rendra

soal tes + ujian asil + ujian BUKU PANDUAN SISTEM MANAJEMEN KONTEN PADA PLATFORM MOODLE Buku Panduan CMS pada Platform Moodle 1

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PANDUAN PENERAPAN E-LEARNING BERBASIS RUMAH BELAJAR (JEJAK BALI) PROVINSI BALI

BAB I PENDAHULUAN. web menjadi makin luas. Situs web tidak lagi menampilkan informasi statis, namun

SITUS PEMBELAJARAN ELEKTRONIK MIKROSKIL

COURSE MANAGEMENT SYSTEM MOODLE. Pengisian Content CMS Moodle

User Manual Distance Learning Panduan Penggunaan Aplikasi Pembelajaran Jarak Jauh (Dosen) Versi 1.1 (17 Juni 2014)

Panduan Penggunaan Clasroom. Khusus Dosen. Disusun Oleh INFOKOM IAI Al-QOLAM. E-Learning IAI Al-Qolam

Implementasi Framework Twitter Bootstrap Dalam Perancangan Aplikasi Penerimaan Mahasiswa Baru Berbasis Web

Aplikasi Pendaftaran Praktek Kerja Lapangan Siswa Smk Telekomunikasi Telesandi Berbasis Web

PETUNJUK PENGGUNAAN E-LEARNING UNTUK DOSEN

MOODLE: STEP BY STEP Oleh: Heri Istiyanto;

Kerangka Acuan Kerja Praktek

Pengembangan E-learning Menggunakan LMS (Learning Management System) untuk Mahasiswa Pendidikan Fisika

Bab 4 Hasil dan Pembahasan

BAB III PERANCANGAN ALAT

Metode Belajar di MEDIU

Transkripsi:

ISSN : 2442-8337 Efektifitas Penggunaan E-Learning Moodle, Google Classroom Dan Edmodo Abdul Barir Hakim Program Studi Sistem Informasi, STIMIK ESQ Jl. TB Simatupang Kavling 1, Cilandak, Jakarta Selatan 12560 Email: abdulbarir.h@esqbs.ac.id Abstract: STIMIK ESQ use e-learning system to support teaching and learning process. But the e- learning system used is not utilized optimally, so that it can be concluded that the use of e-learning system has not generate interest and motivation of students and collaborative learning has not yet materialized. Therefore, comparison is done on most features in the e-learning system that has been used by STIMIK ESQ, namely Moodle, Edmodo and Google Classroom. Keywords: E-Learning, Learning Management System, LMS, Collaborative Learning. Abstrak: STIMIK ESQ menggunakan sistem e-learning dalam mendukung proses belajar dan mengajar. Tetapi sistem e-learning yang digunakan tidak dimanfaatkan secara optimal, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan sistem e-learning belum membangkitkan minat dan motivasi mahasiswa dan collaborative learning belum terwujud. Oleh karena itu dilakukan perbandingan sebagian fitur pada sistem e-learning yang telah digunakan oleh STIMIK ESQ, yaitu Moodle, Edmodo dan Google Classroom. Kata kunci: E-Learning, Learning Management System, LMS, Collaborative Learning 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang STIMIK ESQ saat ini memiliki 2 (dua) program studi yaitu Manajemen dan Sistem Informasi dengan total jumlah mahasiswa sekitar 200- an mahasiswa. Setelah beberapa semester berjalan, STIMIK ESQ sudah menggunakan beberapa sistem e-learning untuk mendukung proses belajar dan mengajar. Sistem e-learning terakhir yang digunakan pada semester ini adalah LMS Moodle. Tetapi sistem e-learning ini kurang dimanfaatkan secara optimal. Berdasarkan log sistem ditemukan bahwa hanya sekitar 34.3% mahasiswa yang mengaktifkan sistem e-learning ini. Sehingga bisa disimpulkan bahwa penggunaan sistem e-learning yang telah ada masih belum membangkitkan minat dan motivasi mahasiswa dan collaborative learning belum terwujud. Oleh karena itu dilakukan studi perbandingan dari sistem e-learning yang telah digunakan untuk mendapatkan fiturfitur yang diperlukan sehingga meningkatkan minat dan motivasi mahasiswa dalam menggunakan sistem e-learning. 1.2. Identifikasi Masalah Tulisan ini akan mencoba membandingkan beberapa sistem e-learning yang telah digunakan di STIMIK ESQ. Abdul Barir Hakim Page 1 E-Learning, LMS

1.3. Ruang Lingkup Sistem e-learning yang dibandingkan adalah Moodle, Edmodo dan Google Classroom. Dalam melakukan perbandingan tidak semua fitur pada masing-masing sistem e-learning dibandingkan. 1.4. Tujuan Hasil proses pembandingan ini dapat menjadi dasar dalam pengembangan e- learning yang cocok untuk digunakan di STIMIK ESQ. 2. LANDASAN TEORI 2.1. E-Learning E-learning adalah pengajaran dan pembelajaran yang didukung dan dikembangkan melalui teknologi dan media digital, dan juga merupakan salah satu bentuk dari konsep distance learning atau belajar jarak jauh. Di masa sekarang ini, e- learning menjadi suatu keharusan bagi Perguruan Tinggi untuk membantu dalam aktivitas belajar dan mengajar. Terkait dengan kegiatan pembelajaran dalam kelas, e-learning setidaknya mempunyai 3 fungsi [1], yaitu sebagai suplemen, komplemen dan substitusi. Sistem e-learning STIMIK ESQ yang digunakan berfokus pada fungsi komplemen dan suplemen. Berikut adalah beberapa manfaat e-learning yang dilihat dari 2 sudut pandang yaitu sudut pandang siswa dan sudut pandang pengajar [2]. Dari sudut pandang pelajar, e-learning memungkinkan fleksibilitas belajar yang tinggi, juga memungkinkan siswa berkomunikasi dengan pengajar setiap saat, misalnya dengan memanfaatkan fasilitas chatting atau email. Dari sudut pandang pengajar, penggunaan sistem e-learning memungkinkan pengajar untuk lebih mudah melakukan pembaruan materi maupun model pengajaran sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan, juga dapat dengan efisien mengontrol kegiatan belajar siswanya. 2.2. Moodle Moodle adalah sebuah platform belajar yang didesain untuk digunakan oleh para pendidik dan administrator dan pelajar sebagai sebuah sistem terintegrasi yang andal dan aman sehingga menjadi sebuah lingkungan belajar yang cocok untuk masing-masing pengguna [3]. Situs Moodle pertama kali dibuat pada akhir tahun 2001 oleh Martin Dougiamas [4], dengan versi 1.0 di-release di bulan Agustus 2002. Dan sampai sekarang terus dikembangkan sampai dengan versi 3.0. 2.3. Edmodo Edmodo adalah layanan berbasis Internet yang disediakan sebagai sebuah jaringan belajar yang memungkinkan pengajar berbagi konten pembelajaran, memberikan kuis dan tugas, serta berkomunikasi dengan pelajar, pengajar yang lain serta orang tua pelajar [5]. Edmodo didirikan di Chicago Illinois oleh Nic Borg, Jeff O Hara, Crystal Hutter dengan tujuan untuk menjembatani jurang pemisah yang terjadi antara bagaimana siswa beraktivitas sehari-hari serta belajar di sekolah [6]. 2.4. Google Classroom Google Classroom adalah layanan berbasis Internet yang disediakan oleh Google sebagai sebuah sistem e-learning. Service ini didesain untuk membantu pengajar membuat dan membagikan tugas kepada pelajar secara paperless [7]. Pengguna service ini harus mempunyai akun di Google. Selain itu Google Classroom hanya bisa digunakan oleh sekolah yang mempunyai Google Apps for Education. Abdul Barir Hakim Page 2 E-Learning, LMS

3. METODE 3.1. Tujuan Tulisan ini akan menjelaskan perbandingan antara beberapa aplikasi e-learning yang sudah digunakan di STIMIK ESQ, serta meneliti lebih lanjut fitur-fitur yang penting bagi e-learning untuk diterapkan di STIMIK ESQ. 3.2. Pendekatan Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan interview terhadap beberapa orang mahasiswa STIMIK ESQ sebagai pengguna e-learning. Selain itu sebagian data juga didapatkan dari berbagai situs di Internet. 4. ANALISA 4.1. Moodle Penggunaan Moodle sebagai e-learning dimulai dengan mengunduh paket instalasi sistem. Setelah itu seorang administrator harus melakukan instalasi sistem ke sebuah hosting milik organisasi. Proses instalasi ini cukup rumit bagi pemula, tetapi dokumentasi yang tersedia cukup lengkap untuk memberikan panduan bagi seorang administrator. Setelah instalasi sistem selesai, selanjutnya administrator harus melakukan perubahan konfigurasi sistem sehingga sesuai dengan kebutuhan organisasi. Konfigurasi ini termasuk model pendaftaran user yang digunakan, bahkan sampai dengan daftar kelas/course yang ditawarkan, serta jumlah pertemuan untuk masing-masing kelas. Setelah tahap konfigurasi selesai, dalam proses belajar-mengajar, seorang pengajar bisa melakukan posting dan meng-upload file pada masing-masing pertemuan. Setiap pelajar yang terdaftar, baik yang mendaftar secara mandiri atau didaftarkan oleh administrator, sesuai dengan model pendaftaran user yang digunakan, dapat membaca posting dan mengunduh file yang di-upload oleh pengajar. Pengajar juga bisa membuat forum dengan topik tertentu. Dengan adanya forum yang dibuat oleh pengajar, pelajar bisa memposting pernyataan atau pertanyaan atau komentar mengenai topik forum tersebut. Pelajar satu dan lainnya beserta pengajar bisa berkomunikasi secara online dengan menggunakan forum tersebut. Fitur lainnya adalah, pengajar bisa membuat sebuah tugas dengan pertanyaan yang didefinisikan oleh pengajar. Tugas ini bisa dikerjakan oleh pelajar secara online sesuai dengan batas waktu yang diberikan oleh pengajar. 4.2. Edmodo Penggunaan Edmodo dimulai dengan melakukan pendaftaran akun baru di situs edmodo.com. Semua pengajar dan pelajar harus melakukan pendaftaran akun di edmodo.com. Dalam melakukan pendaftaran setiap pengguna bisa menggunakan akun email yang telah dimiliki. Seorang pengajar yang sudah memiliki akun Edmodo bisa berkomunikasi dengan pengajar atau pengguna lain yang telah terdaftar di Edmodo seperti menggunakan sebuah layanan media sosial. Pengajar bisa membuat kelas baru atau di istilahkan dengan group. Setelah kelas baru dibuat, pengajar dapat mengundang pelajar, atau pengajar, bahkan juga orang tua untuk bergabung dengan menyebarkan kode yang dibuat ketika kelas baru dibuka. Disediakan juga proses invitasi melalui email untuk mengundang pelajar, pengajar dan orang tua untuk bergabung ke group yang telah dibuat. Pada group yang telah dibuat pengajar dapat membuat posting yang dilengkapi dengan file yang akan di-upload, atau sebuah hyperlink ke web. Posting tersebut dijadwalkan sehingga akan muncul sesuai jadwal. Selanjutnya anggota group dapat melihat posting ini sesuai dengan jadwal. Selain itu pengajar juga dapat membuat tugas yang harus dikerjakan oleh pelajar. Tugas yang dibuat disertai dengan batas Abdul Barir Hakim Page 3 E-Learning, LMS

waktu yang juga bisa dikunci, sehingga pelajar tidak bisa mengumpulkan tugas apabila telah terlambat. Kemudian pelajar bisa mengumpulkan tugas sesuai dengan batas waktu yang telah diberikan. Fitur lainnya adalah, pengajar bisa membuat sebuah kuis dengan pertanyaan yang didefinisikan oleh pengajar. Kuis ini bisa dikerjakan oleh pelajar secara online sesuai dengan batas waktu yang diberikan oleh pengajar. Kuis yang dibuat bisa berupa pertanyaan yang bersifat pilihan ganda atau pertanyaan terbuka yang masing-masing diberi poin. Untuk pertanyaan yang bersifat pilihan ganda, pengajar bisa memberikan kunci jawaban yang benar, sehingga sistem bisa melakukan penilaian otomatis untuk setiap pertanyaan yang bersifat pilihan ganda. Sedangkan untuk pertanyaan terbuka, penilaian harus dilakukan oleh pengajar. Kemudian pengajar bisa membuat sebuah polling. Pada polling ini, pengajar membuat sebuah pertanyaan disertai dengan beberapa alternatif jawaban. Pelajar akan memberikan vote pada salah satu alternatif jawaban yang disediakan. Pada sebuah group, pengajar dapat membentuk beberapa group kecil. Group kecil ini dapat digunakan untuk membentuk kelompok belajar kecil dari peserta yang terdaftar pada group tersebut. Selanjutnya pelajar bisa membuat posting, tugas, kuis dan polling, khusus untuk group kecil ini. 4.3. Google Classroom Penggunaan Google Classroom tidak perlu melakukan proses instalasi yang rumit, setelah seorang administrator melakukan setup account Google yang dilengkapi dengan Google Apps for Education untuk sebuah sekolah, maka pengajar dan pelajar bisa menggunakan Google Classroom dengan akun email Google masing-masing. Pengajar membuat kelas baru di Google Classroom. Setelah itu pengajar dapat mengundang pelajar untuk bergabung dengan menyebarkan kode yang didapatkan ketika pendaftaran kelas baru. Karena terintegrasi dengan akun email Google, penyebaran kode dapat dilakukan dengan mudah, baik secara online maupun offline. Pengajar bisa membuat pengumuman dan berbagi dokumen secara paperless, karena setiap file yang di-upload terintegrasi dengan fasilitas Google Drive dari Google. Sehingga setiap pelajar bisa membaca pengumuman tersebut dan men-download file yang dishare oleh pengajar. Pengajar juga bisa memberikan tugas kepada pelajar disertai dengan informasi batas waktu. Berdasarkan tugas tersebut, pelajar bisa mengerjakan tugas dalam sebuah file, kemudian mengumpulkan tugas dengan meng-upload file. Sistem akan mencatat waktu pengumpulan tugas oleh pelajar dan pengajar bisa melihat status pengumpulan tugas oleh pelajar, apakah terlambat atau tepat waktu. Selanjutnya pengajar bisa memberikan penilaian terhadap tugas yang dikumpulkan oleh pelajar. Selain itu untuk masing-masing pelajar, pengajar bisa berkomunikasi secara online mengenai tugasnya. Untuk membuat kelas menjadi lebih interaktif, pengajar bisa membuat sebuah pertanyaan secara online dan masing-masing pelajar bisa memberikan jawaban terhadap pertanyaan tersebut. 4.4. Perbandingan E-learning Berdasarkan fitur-fitur yang telah digunakan pada masing-masing sistem e-learning, Tabel 1 menunjukkan daftar hasil perbandingan. Perbandingan ini belum meliputi seluruh fitur yang tersedia di masing-masing sistem e-learning. Abdul Barir Hakim Page 4 E-Learning, LMS

Tabel 1. Perbandingan E-learning LMS No Fitur Moodle Edmodo Google Classroom Keterangan 1 Perlu Instalasi Ya Tidak Tidak 2 Instalasi di Server sendiri Ya Tidak Tidak 3 Perlu Administrator Ya Tidak Ya Google Classroom: memerlukan administrator untuk account Google sekolah. 4 Self Registration Ya Ya Ya Pengajar bisa melakukan registrasi. 5 Self Enrollment Ya Ya Ya Pelajar bisa mendaftar pada sebuah class / course tanpa perlu bantuan administrator. 6 Self Class / Course Management Ya Ya Ya Moodle: Perlu disediakan user dengan hak akses Course Creator 7 Pengajar membuat Pengumuman dan Ya Ya Ya Berbagi File 8 Pengajar memberi Tugas kepada Pelajar Ya Ya Ya 9 Pengajar memberi Nilai Tugas kepada Ya Ya Ya Pelajar 10 Pengajar membuat pertanyaan / kuis Ya Ya Ya Moodle & Edmodo: pertanyaan / kuis didefinisikan terlebih dahulu, bisa berupa pertanyaan pilihan ganda atau pertanyaan terbuka. 11 Pengajar membuat forum Ya Tidak Tidak 12 Pengajar membuat Kelompok Ya Ya Tidak Kelompok bisa digunakan untuk mengelompokkan pelajar dalam sebuah kelas. 5. PENUTUP 5.1. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat ditarik pada tulisan ini adalah sebagai berikut: Moodle mempunyai fitur-fitur yang lebih lengkap dibandingkan Edmodo dan Google Classroom, tetapi memerlukan bantuan administrator dalam mempersiapkan penggunaannya. Edmodo dan Google Classroom adalah layanan berbasis Internet, sehingga tidak memerlukan hosting di server sendiri. 5.2. Saran Berikut adalah saran-saran untuk melengkapi tulisan ini: Lakukan perbandingan dengan fitur-fitur yang lebih lengkap. Lengkapi perbandingan dengan menambahkan aplikasi e-learning yang lain. DAFTAR PUSTAKA [1] S. Siahaan, "Studi Penjajagan tentang Kemungkinan Pemanfaatan Internet untuk Pembelajaran di SLTA di Wilayah Jakarta dan Sekitarnya," Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, vol. 039, 2002. [2] Universitas Bangka Belitung, "Manfaat Elearning dalam Pengajaran," Universitas Bangka Belitung, 24 11 2015. [Online]. Available: http://www.ubb.ac.id/menulengkap.ph p?judul=manfaat%20elearning%20dala m%20pengajaran&&nomorurut_artikel =98. [Accessed 24 11 2015]. [3] Moodle.org, "About Moodle," Moodle.org, 23 10 2015. [Online]. Available: https://docs.moodle.org/29/en/about_ Moodle. [Accessed 23 10 2015]. [4] Moodle.org, About Moodle - History, Moodle.org, 24 11 2015. [Online]. Available: https://docs.moodle.org/30/en/history. [Diakses 24 11 2015]. Abdul Barir Hakim Page 5 E-Learning, LMS

[5] wikipedia.org, "Edmodo," wikipedia.org, 20 10 2015. [Online]. Available: https://en.wikipedia.org/wiki/edmodo. [Accessed 23 10 2015]. [6] Edmodo.com, Edmodo.com - Our Story, Edmodo.com, 24 11 2015. [Online]. Available: https://www.edmodo.com/about. [Diakses 24 11 2015]. [7] Google, "Classroom Help," Google, 24 10 2015. [Online]. Available: https://support.google.com/edu/classr oom/answer/6020279?hl=en&ref_topic =6020277. [Accessed 24 10 2015]. Abdul Barir Hakim Page 6 E-Learning, LMS