BERITA RESMI STATISTIK BADAN PUSAT STATISTIK No14/02/53/Th.XVIII, 16 Februari 2015 Tipologi Wilayah Hasil Pendataan Potensi Desa (Podes) Provinsi Nusa Tenggara Timur 2014 Pendataan Potensi Desa (Podes) dilaksanakan 3 kali dalam 10 tahun. Berdasarkan hasil Podes Provinsi NTT 2014, pada bulan April 2014 tercatat 3.270 wilayah administrasi setingkat desa yang terdiri dari 2.951 desa dan 319 kelurahan. Podes juga mencatat sebanyak 306 kecamatan dan 22 kabupaten/kota di Provinsi NTT. Indeks Kesulitan Geografis (IKG) merupakan indeks komposit tertimbang dengan skala 0-100 yang dihitung untuk setiap wilayah pemerintahan setingkat desa. Semakin besar indeks menunjukkan tingkat kesulitan geografis yang semakin tinggi. IKG di NTT bervariasi antar wilayah dengan rentang antara 20,21 sampai 80,77. Berdasarkan Podes 2014 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur teridentifikasi sebanyak 62 desa/kelurahan berbatasan langsung darat dengan wilayah negara lain (desa/kelurahan terdepan). Menurut Podes 2014, di wilayah Provinsi NTT terdapat desa/kelurahan yang berada di satu pulau dari sebanyak lima pulau-pulau kecil terluar yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2005 1. wilayah administrasi Provinsi NTT menurut keberadaaan infrastruktur: Terdapat 141 desa/kelurahan (4,31%) tidak ada SD/MI. Sebanyak 3 kecamatan (0,98%) belum tersedia Puskesmas/Puskesmas Pembantu (Pustu). Sebanyak 62 kecamatan (20,26%) tidak mempunyai pasar dengan bangunan. Sebanyak 20 desa/kelurahan (0,61%) tidak ada keluarga pengguna listrik PLN. Sebanyak 2.972 desa/kelurahan (90,87%) belum mempunyai penerangan di jalan utama. Sebanyak 3.243 desa/kelurahan menggunakan sarana transportasi darat, dimana 63 desa/kelurahan (1,94%) di antaranya memiliki kondisi jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan bermotor roda 4 atau lebih sepanjang tahun. 1 Menurut Perpres No. 78 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Pulau-pulau Kecil Terluar terdapat 92 pulau kecil terluar. Pulau kecil terluar adalah pulau dengan luas area kurang atau sama dengan 2000 km 2 yang memiliki titik-titik dasar koordinat geografis yang menghubungkan garis pangkal laut kepulauan sesuai dengan hukum internasional dan nasional. 1
1. Wilayah Administrasi Pemerintahan Pendataan Podes dilaksanakan 3 kali dalam 10 tahun. Podes 2014 dilaksanakan pada bulan April 2014 secara sensus terhadap seluruh wilayah administrasi pemerintahan terendah setingkat desa, yaitu desa, kelurahan, nagari, dan Unit Permukiman Transmigrasi (UPT). Wilayah setingkat desa yang didata harus memenuhi tiga syarat, yaitu: 1) mempunyai wilayah dengan batas yang jelas, 2) mempunyai penduduk yang menetap di wilayah tersebut, dan 3) mempunyai pemerintahan. Menurut Podes 2014, di wilayah Provinsi NTT tercatat sebanyak 3.270 wilayah administrasi setingkat desa yang terdiri dari 2.951 desa dan 319 kelurahan. Selain itu, juga tercatat sebanyak 306 kecamatan dan 22 kabupaten/kota di Provinsi NTT. Kab/Kota Desa/Kelurahan 22 306 3.270 21 290 2.966 20 286 2.803 2008 2011 2014 2008 2011 2014 2008 2011 2014 Gambar 1.1. Kabupaten/Kota,, dan Desa/Kelurahan Hasil Podes di Provinsi NTT, 2008 2014 2. Indeks Kesulitan Geografis Desa Menurut Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2014 Tentang Dana Desa yang Bersumber Dari APBN, salah satu komponen yang digunakan dalam pengalokasian dana desa adalah IKG desa. BPS telah menyusun IKG untuk seluruh wilayah pemerintahan setingkat desa (desa dan nagari). IKG merupakan indeks komposit yang mempunyai skala dari 0 (nol) sampai 100 (seratus) dan disusun oleh tiga komponen, yaitu: 1) ketersediaan pelayanan dasar, 2) kondisi infrastruktur, dan 3) aksesibilitas/transportasi. Semakin tinggi indeks menunjukkan tingkat kesulitan geografis yang semakin tinggi. Tabel 2.1. menyajikan IKG setiap kabupaten. IKG desa terendah sebesar 20,21 yang terdapat di Kabupaten Belu dan IKG desa tertinggi sebesar 80,77 yang terdapat di Kabupaten Alor. Nilai tengah IKG desa di Provinsi NTT adalah sebesar 49,87. 2
Tabel 2.1. IKG Desa Menurut Kabupaten Di Provinsi NTT, 2014 Provinsi dan Kabupaten IKG Desa Terendah Nilai Tengah Tertinggi (1) (2) (3) (4) PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR 20,21 49,87 80,77 KAB. SUMBA BARAT 32,36 52,15 71,77 KAB. SUMBA TIMUR 33,46 50,04 79,67 KAB. KUPANG 23,83 40,59 57,04 KAB. TIMOR TENGAH SELATAN 22,28 56,44 74,08 KAB. TIMOR TENGAH UTARA 31,53 48,00 78,39 KAB. BELU 20,21 49,92 67,34 KAB. ALOR 22,52 54,68 80,77 KAB. LEMBATA 27,18 49,57 69,15 KAB. FLORES TIMUR 28,23 48,36 72,03 KAB. SIKKA 20,59 44,01 75,24 KAB. ENDE 23,40 53,20 78,22 KAB. NGADA 28,76 48,11 71,46 KAB. MANGGARAI 32,06 45,62 70,14 KAB. ROTE NDAO 34,88 44,57 74,58 KAB. MANGGARAI BARAT 28,09 58,00 78,61 KAB. SUMBA TENGAH 32,72 57,08 72,50 KAB. SUMBA BARAT DAYA 31,75 54,46 76,73 KAB. NAGEKEO 27,11 51,14 74,48 KAB. MANGGARAI TIMUR 32,66 53,53 72,38 KAB. SABU RAIJUA 39,38 48,98 72,72 KAB. MALAKA 29,38 51,93 71,30 KOTA KUPANG - - - 3
3. Desa/Kelurahan Terdepan Desa/kelurahan terdepan merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut desa atau kelurahan yang wilayahnya berbatasan langsung darat dengan negara lain. Menurut Podes 2014 di wilayah Provinsi NTT teridentifikasi sebanyak 62 desa/kelurahan sebagai desa/kelurahan terdepan. Wilayah-wilayah tersebut berada di 17 kecamatan kabupaten/kota yang tersebar di empat Kabupaten, yaitu: Kupang,Timor Tengah Utara, Belu dan Malaka. Berikut disajikan jumlah wilayah administrasi pemerintahan terdepan menurut kabupaten. Tabel 3.1. Wilayah Administrasi Pemerintahan Terdepan Menurut Kabupaten di Wilayah Provinsi NTT, 2014 No. Kabupaten Desa/Kelurahan (1) (2) (3) (4) 1 Timor Tengah Utara 8 24 2 Belu 7 32 3 Malaka 1 4 4 Kupang 1 2 Provinsi NTT 17 62 4. Desa/Kelurahan Terluar Menurut Podes 2014, di wilayah Provinsi NTT terdapat 123 desa/kelurahan yang berada di satu pulau dari sebanyak lima pulau-pulau kecil terluar yang tercantum dalam Peraturan Presiden RI Nomor 78 Tahun 2005. Wilayah-wilayah tersebut tersebar di 14 kecamatan dan semuanya terdapat di Kabupaten Alor. Berikut disajikan jumlah wilayah administrasi pemerintahan terluar menurut kabupaten/kota di wilayah Provinsi NTT. No. Tabel 4.1. Wilayah Administrasi Pemerintahan Terluar Menurut Kabupaten, 2014 Kabupaten Pulau Terluar (Perpres No. 78 Tahun 2005) Pulau Terluar yang Ada Desa/Kelurahan (Podes 2014) Desa/ Kelurahan (1) (2) (3) (4) (6) (7) 1 Sumba Timur 1 - - - 2 Kupang 1 - - -- 3 Alor 1 1 14 124 4 Rote Ndao 1 - - - 5 Sabu Raijua 1 - - - Nusa Tenggara Timur 5 1 14 124 5. Keberadaan Infrastruktur 5.1. Pendidikan Hasil Podes 2014 menunjukkan bahwa hampir semua desa/kelurahan sudah terjangkau oleh sarana pendidikan setingkat SD/MI. Hanya 4,31 persen (141 desa/kelurahan) yang tidak ada SD/MI. Sarana pendidikan menengah pertama dan menengah atas juga telah tersedia di sebagian besar wilayah kecamatan di Indonesia. 4
Dari 306 kecamatan di wilayah Provinsi NTT yang tercatat dalam Podes 2014, semua kecamatan telah memiliki SMP/MTs dan hanya 49 kecamatan yang tidak ada SMU/SMK/MA. Secara lengkap, persentase wilayah menurut keberadaan sarana pendidikan disajikan dalam gambar berikut. Persentase Desa Menurut Keberadaan SD/MI Persentase Menurut Keberadaan SMP/MTs Persentase Menurut Keberadaan SMA/SMK/MA 4,31 16,01 95,69 100,00 83,99 Ada Tidak Ada Gambar 5.1. Persentase Wilayah Menurut Keberadaan Sekolah di Wilayah Provinsi NTT, 2014 5.2. Kesehatan Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat dalam memperoleh pelayanan kesehatan sesuai UUD 1945. Untuk itu, ketersediaan sarana kesehatan dasar di setiap wilayah menjadi sangat penting. Podes 2014 menunjukkan bahwa sebanyak 303 kecamatan (99,02%) dari 306 kecamatan telah mempunyai Puskesmas/Pustu. Sebaran kecamatan yang mempunyai fasilitas Puskesmas/Pustu tersebar di Kabupaten/Kota dengan sebaran yang ditampilkan pada gambar berikut. Gambar 5.2. yang Memiliki Ada Puskesmas/Pustu Menurut Kabupaten/Kota Di Provinsi NTT, 2014 5
5.3. Pasar Tersedianya sarana perdagangan seperti pasar dapat menjadi salah satu indikator kemajuan perekonomian suatu wilayah. Hasil Podes Provinsi NTT 2014 mencatat sebanyak 428 desa/kelurahan yang tersebar di 244 kecamatan (79,74%) sudah ada pasar dengan bangunan sedangkan sebanyak 62 kecamatan (20,26%) belum memiliki pasar dengan bangunan. Persentase kecamatan yang ada pasar dengan bangunan menurut Kabupaten 2014 disajikan pada gambar berikut: Gambar 5.3. Persentase yang Ada Pasar dengan Bangunan Menurut Kabupaten/Kota Di Provinsi NTT, 2014 5.4. Listrik Ketersediaan penerangan listrik menjadi hal yang penting untuk menunjang kemajuan suatu wilayah. Tercatat sebanyak 2.624 desa/kelurahan (80,24%) telah terdapat keluarga pengguna listrik PLN. Ini menunjukkan masih ada sebanyak 19,76% desa/kelurahan di wilayah Provinsi NTT masih terdapat keluarga yang belum menggunakan listrik PLN. Terkait keberadaan penerangan jalan utama di desa/kelurahan, sebanyak 2.972 desa/kelurahan (90,89%) masih belum tersedia penerangan jalan. Persentase desa/kelurahan menurut keberadaan keluarga pengguna listrik dan penerangan di jalan utama disajikan pada gambar berikut. Persentase Desa/Kelurahan Menurut Keberadaan Keluarga Pengguna Listrik Persentase Desa/Kelurahan Menurut Keberadaan Penerangan di Jalan Utama Desa 0,61 Ada 9,11 Ada 99,39 Tidak Ada 90,89 Tidak Ada Gambar 5.4. Persentase Desa/Kelurahan Menurut Keberadaan Keluarga Pengguna Listrik dan Penerangan di Jalan Utama Desa 6
Non PLN, 39,05 Tidak Ada Listrik, 0,46 PLN, 60,49 Gambar 5.5. Persentase Desa/Kelurahan Menurut Keberadaan Keluarga Pengguna Listrik 5.5. Jalan Infrastruktur transportasi merupakan infrastruktur dasar yang sangat penting sebagai sarana pengangkutan yang berperan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi karena ketersediaan jalan akan meminimalkan modal komplementer sehingga proses produksi dan distribusi akan lebih efisien. Pembangunan prasarana jalan akan meningkatkan pertumbuhan wilayah-wilayah baru dengan meningkatnya volume lalu lintas. Sebaliknya, prasarana jalan yang buruk dan rusak akan menghambat alokasi sumber daya, pengembangan industri, pendistribusian faktor produksi, barang dan jasa, yang pada akhirnya akan memengaruhi pendapatan. Hasil Podes 2014 menunjukkan sebanyak 3.243 desa/kelurahan menggunakan sarana transportasi darat, dimana 3.180 desa/kelurahan (98,05%) sudah tersedia jalan yang dapat dilalui kendaraan bermotor roda 4 atau lebih sepanjang tahun. Artinya masih terdapat 63 desa/kelurahan (1,94%) yang lalu-lintasnya masih bergantung pada kondisi jalan dan cuaca. Secara lengkap, persentase desa/kelurahan menurut jenis lalu lintas dan keberadaan jalan yang dapat dilalui kendaraan bermotor roda 4 atau lebih dapat dilihat pada gambar berikut. Sepanjang Tahun Kecuali Saat Tertentu 12% Sepanjang Tahun Kecuali Sepanjang Musim Hujan 6% Tidak Dapat Dilalui Sepanjang Tahun 2% Sepanjang Tahun 80% Gambar 5.6. Persentase Desa/Kelurahan Menurut Lalu-Lintas dari dan ke Desa/Kelurahan serta Keberadaan Jalan yang Dapat Dilalui Kendaraan Roda 4 Atau Lebih 7
Lampiran 1., dan Desa/Kelurahan Menurut Kabupaten/Kota Di Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur 2014 Kabupaten/Kota Desa/Kelurahan Kab. Sumba Barat 6 74 Kab. Sumba Timur 22 156 Kab. Kupang 24 177 Kab. Timor Tengah Selatan 32 278 Kab. Timor Tengah Utara 24 193 Kab. B e l u 12 81 Kab. A l o r 17 175 Kab. Lembata 9 151 Kab. Flores Timur 19 250 Kab. Sikka 21 160 Kab. E n d e 21 278 Kab. Ngada 12 151 Kab. Manggarai 11 162 Kab. Rote Ndao 10 89 Kab. Manggarai Barat 10 169 Kab. Sumba Tengah 5 65 Kab. Sumba Barat Daya 11 131 Kab. Nagekeo 7 113 Kab. Manggarai Timur 9 176 Kab. Sabu Raijua 6 63 Kab. Malaka 12 127 Kota Kupang 6 51 Nusa Tenggara Timur 306 3.270 8
Lampiran 2. Wilayah Administrasi Pemerintahan Setingkat Desa Menurut Kabupaten/Kota di Wilayah Provinsi NTT, 2014 Kabupaten/Kota Desa Kelurahan UPT Kab. Sumba Barat 63 11 0 74 Kab. Sumba Timur 140 16 0 156 Kab. Kupang 160 17 0 177 Kab. Timor Tengah Selatan 266 12 0 278 Kab. Timor Tengah Utara 160 33 0 193 Kab. B e l u 69 12 0 81 Kab. A l o r 158 17 0 175 Kab. Lembata 144 7 0 151 Kab. Flores Timur 229 21 0 250 Kab. Sikka 147 13 0 160 Kab. E n d e 255 23 0 278 Kab. Ngada 135 16 0 151 Kab. Manggarai 145 17 0 162 Kab. Rote Ndao 82 7 0 89 Kab. Manggarai Barat 164 5 0 169 Kab. Sumba Tengah 65 0 0 65 Kab. Sumba Barat Daya 129 2 0 131 Kab. Nagekeo 97 16 0 113 Kab. Manggarai Timur 158 18 0 176 Kab. Sabu Raijua 58 5 0 63 Kab. Malaka 127 0 0 127 Kota Kupang 0 51 0 51 Nusa Tenggara Timur 2.951 319-3.270 9
Lampiran 3. Desa/Kelurahan yang Ada SD/MI dan yang Ada SMP/MTs dan SMU/SMK/MA Menurut Kabupaten/Kota Di Provinsi NTT, 2014 Kabupaten/Kota Desa/Kelurahan yang ada SD/MI yang Ada SMP/MTs yang Ada SMU/SMK/MA Kab. Sumba Barat 68 6 6 Kab. Sumba Timur 154 22 14 Kab. Kupang 176 24 24 Kab. Timor Tengah Selatan 272 32 24 Kab. Timor Tengah Utara 183 24 22 Kab. B e l u 78 12 10 Kab. A l o r 173 17 17 Kab. Lembata 138 9 6 Kab. Flores Timur 230 19 16 Kab. Sikka 156 21 12 Kab. E n d e 251 21 16 Kab. Ngada 137 12 9 Kab. Manggarai 158 11 11 Kab. Rote Ndao 88 10 8 Kab. Manggarai Barat 160 10 10 Kab. Sumba Tengah 62 5 4 Kab. Sumba Barat Daya 129 11 10 Kab. Nagekeo 113 7 7 Kab. Manggarai Timur 175 9 9 Kab. Sabu Raijua 57 6 6 Kab. Malaka 123 12 10 Kota Kupang 48 6 6 Nusa Tenggara Timur 3.129 306 257 10
Lampiran 4. Wilayah yang Tidak Ada Sarana Pendidikan Menurut Jarak ke Sarana Pendidikan Terdekat dan Kabupaten/Kota, 2014 Kabupaten/Kota Desa/ Desa/Kelurahan yang Jarak ke SD/MI > 3 km yang Tidak Ada yang Jarak ke yang Ada yang Tidak Ada Kelurahan SMP/MTs SMP/MTs SMU/SMK/MA SMU/SMK/MA Tidak Ada SD/MI > 6 km (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Kab. Sumba Barat 6 0 0 0 6 0 Kab. Sumba Timur 2 0 0 0 14 8 Kab. Kupang 1 0 0 0 24 0 Kab. Timor Tengah Selatan 6 0 0 0 24 8 Kab. Timor Tengah Utara 10 0 0 0 22 2 Kab. B e l u 3 0 0 0 10 2 Kab. A l o r 2 0 0 0 17 0 Kab. Lembata 13 0 0 0 6 3 Kab. Flores Timur 20 0 0 0 16 3 Kab. Sikka 4 0 0 0 12 9 Kab. E n d e 27 0 0 0 16 5 Kab. Ngada 14 0 0 0 9 3 Kab. Manggarai 4 0 0 0 11 0 Kab. Rote Ndao 1 0 0 0 8 2 Kab. Manggarai Barat 9 0 0 0 10 0 Kab. Sumba Tengah 3 0 0 0 4 1 Kab. Sumba Barat Daya 2 0 0 0 10 1 Kab. Nagekeo 0 0 0 0 7 0 Kab. Manggarai Timur 1 0 0 0 9 0 Kab. Sabu Raijua 6 0 0 0 6 0 Kab. Malaka 4 0 0 0 10 2 Kota Kupang 3 0 0 0 6 0 Nusa Tenggara Timur 141 0 0 0 257 49 11
Lampiran 5. dan Persentase yang Ada Puskesmas/Pustu Menurut Kabupaten/Kota Di Wilayah Provinsi NTT, 2014 Kabupaten/Kota yang Memiliki Puskesmas/Pustu Persentase Kab. Sumba Barat 5 83,33 Kab. Sumba Timur 22 100,00 Kab. Kupang 24 100,00 Kab. Timor Tengah Selatan 31 96,88 Kab. Timor Tengah Utara 24 100,00 Kab. B e l u 12 100,00 Kab. A l o r 17 100,00 Kab. Lembata 9 100,00 Kab. Flores Timur 19 100,00 Kab. Sikka 21 100,00 Kab. E n d e 20 95,24 Kab. Ngada 12 100,00 Kab. Manggarai 11 100,00 Kab. Rote Ndao 10 100,00 Kab. Manggarai Barat 10 100,00 Kab. Sumba Tengah 5 100,00 Kab. Sumba Barat Daya 11 100,00 Kab. Nagekeo 7 100,00 Kab. Manggarai Timur 9 100,00 Kab. Sabu Raijua 6 100,00 Kab. Malaka 12 100,00 Kota Kupang 6 100,00 Nusa Tenggara Timur 303 99,02 12
Lampiran 6. Desa/Kelurahan yang Ada Keluarga Pengguna Listrik dan Penerangan di Jalan Utama Desa Menurut Kabupaten/Kota Di Provinsi NTT, 2014 Kabupaten/Kota Keberadaan Keluarga Pengguna Listrik Listrik PLN Listrik Non-PLN Ada Penerangan Di Jalan Utama Desa Kab. Sumba Barat 54 50 74 8 Kab. Sumba Timur 119 114 150 11 Kab. Kupang 154 63 177 13 Kab. Timor Tengah Selatan 233 182 275 13 Kab. Timor Tengah Utara 163 89 191 5 Kab. B e l u 62 54 81 15 Kab. A l o r 134 84 171 2 Kab. Lembata 100 78 151 25 Kab. Flores Timur 227 57 249 24 Kab. Sikka 137 77 158 29 Kab. E n d e 244 68 277 25 Kab. Ngada 138 59 151 26 Kab. Manggarai 152 63 162 5 Kab. Rote Ndao 80 57 89 9 Kab. Manggarai Barat 125 125 169 5 Kab. Sumba Tengah 44 41 64 4 Kab. Sumba Barat Daya 82 113 131 10 Kab. Nagekeo 100 47 113 12 Kab. Manggarai Timur 75 160 176 0 Kab. Sabu Raijua 47 47 63 2 Kab. Malaka 103 65 127 6 Kota Kupang 51 1 51 49 Nusa Tenggara Timur 2.624 1.694 3.250 298 13
Lampiran 7. dan Persentase yang Ada Pasar dengan Bangunan Menurut Kabupaten Kota, 2014 Kabupaten/Kota yang Ada Pasar Dengan Bangunan Persentase Kab. Sumba Barat 6 100,00 Kab. Sumba Timur 21 95,45 Kab. Kupang 18 75,00 Kab. Timor Tengah Selatan 24 75,00 Kab. Timor Tengah Utara 19 79,17 Kab. B e l u 9 75,00 Kab. A l o r 17 100,00 Kab. Lembata 9 100,00 Kab. Flores Timur 16 84,21 Kab. Sikka 16 76,19 Kab. E n d e 16 76,19 Kab. Ngada 9 75,00 Kab. Manggarai 6 54,55 Kab. Rote Ndao 9 90,00 Kab. Manggarai Barat 9 90,00 Kab. Sumba Tengah 4 80,00 Kab. Sumba Barat Daya 9 81,82 Kab. Nagekeo 3 42,86 Kab. Manggarai Timur 6 66,67 Kab. Sabu Raijua 3 50,00 Kab. Malaka 9 75,00 Kota Kupang 6 100,00 Nusa Tenggara Timur 244 79,74 14
Lampiran 8. Desa/Kelurahan yang Lalu-Lintas dari dan ke Desa/Kelurahan Melalui Darat Menurut Kondisi Jalan yang Dapat Dilalui Kendaraan Roda 4 Atau Lebih, 2014 Kondisi Jalan yang Dapat Dilalui Kendaraan Roda 4 Ataau Lebih Kabupaten Sepanjang Tahun Sepanjang Tahun Kecuali Saat Tertentu Sepanjang Tahun Kecuali Sepanjang Musim Hujan Tidak Dapat Dilalui Sepanjang Tahun Total Kab. Sumba Barat 66 3 5 0 74 Kab. Sumba Timur 131 14 9 2 156 Kab. Kupang 144 19 13 0 176 Kab. Timor Tengah Selatan 185 75 18 0 278 Kab. Timor Tengah Utara 175 14 3 1 193 Kab. B e l u 72 6 3 0 81 Kab. A l o r 118 31 5 17 171 Kab. Lembata 136 8 6 1 151 Kab. Flores Timur 225 14 7 4 250 Kab. Sikka 130 12 6 7 155 Kab. E n d e 207 28 21 18 274 Kab. Ngada 138 10 1 2 151 Kab. Manggarai 142 16 3 1 162 Kab. Rote Ndao 86 1 1 1 89 Kab. Manggarai Barat 93 32 30 5 160 Kab. Sumba Tengah 50 3 12 0 65 Kab. Sumba Barat Daya 102 20 5 1 128 Kab. Nagekeo 95 7 7 3 112 Kab. Manggarai Timur 100 42 34 0 176 Kab. Sabu Raijua 56 7 0 0 63 Kab. Malaka 106 21 0 0 127 Kota Kupang 51 0 0 0 51 Nusa Tenggara Timur 2.608 383 189 63 3.243 15