Program Insentif Kementerian Negara Riset dan Teknologi 21 Juni 2005 Disampaikan pada : Pelatihan Penyusunan Proposal Penelitian dan Penulisan di IPB
Latar Belakang Masalah dan Tantangan : 1. Paradigma Knowledge Based Economy 2. Budaya meneliti belum cukup kuat 3. Penelitian kurang intensif 4. Inovasi sangat terbatas 5. Time to market lambat 6. Daya saing kurang kuat
Program Insentif Diperlukan upaya sistematis untuk mengatasi/ menghadapi persoalan dan tantangan. Insentif sebagai suatu instrumen kebijakan yang dikembangkan untuk mengintervensi keadaan (market failures). Insentif bersifat sementara, diakhiri dengan suatu exit strategy yang terencana. KNRT telah meluncurkan program insentif mulai dengan RUT pada tahun 1993, diikuti RUK tahun 1995, RUKK dan Rusnas tahun 2000, SUCP tahun 2002.
Program Insentif Terdapat skim insentif lain dengan berbagai sasaran spesifik, misal : RUKK; Riset Unggulan Kemanusiaan & Kemasyarakatan RPK; Riset Pengembangan Kapasitas RUR; Riset Unggulan Remaja RUTi; Riset Unggulan Terpadu Internasional Inotek; Inovasi Teknologi Idamantek; Investasi di Daerah melalui Manajemen dan Teknologi (mohon lihat situs ristek.go.id)
SELEKSI (Generik) Proposal Seleksi 1 (administrasi) Proposal Ditolak Peer Review Seleksi 2 (substansi) Seminar Pembahasan (substansi, kebijakan) Proposal Ditolak Proposal Ditolak Proposal Dibiayai
Riset Unggulan Strategis Nasional Area riset ditentukan oleh Menteri Ristek Mengorientasikan seluruh potensi yang terakumulasi di berbagai PT, lembaga litbang, industri. Kegiatan bersifat jangka panjang, namun dituntut adanya intermediate ouputs Sasaran : Techno Industrial Cluster
Manajemen Rusnas TIM PENILAI TIM PENGARAH TIM SUPERVISI GUGUS TUGAS LEMBAGA PENGELOLA PENGELOLA ANGGARAN
Tim Supervisi Bertugas mengawasi kemajuan kegiatan Rusnas agar mencapai sasaran secara efektif efisien sesuai rencana. Dibentuk oleh masing2 Lembaga Pengelola dimana terdapat 1 (satu) anggota yang berasal dari Tim Pengarah Tim Supervisi mengadakan rapat dan kunjungan supervisi secara berkala.
Topik Rusnas Mulai Tahun 2000 : 1. TI dan Mikroelekronika LPPM ITB 2. Pengembangan Buah2an Unggulan-IPB 3. Pengembangan Tek. Kelautan/Kerapu-BPPT Mulai Tahun 2002 : 1. Industri Hilir Kelapa Sawit-IPB 2. Diversifikasi Pangan Pokok-IPB 3. Pengembangan Engine Al Paduan-BPPT
Pra Rusnas 1. Pengembangan Sapi Perah Berbasis Sumber Daya Lokal - Centras-IPB 2. Pengembangan Energi - Unsri
Pra Rusnas Kajian/studi memuat a.l : 1. Karakteristik Permasalahan yg dihadapi 2. Tujuan dan Sasaran 3. Potensi Pasar dan Bisnis 4. Potensi meningkatkan Eksternalitas Ekonomi 5. Potensi menumbuhkan Klaster Produksi 6. Teknologi dan SDM yang tersedia 7. Time frame 8. Perkiraan Anggaran
Akuntabilitas Sebagai pertanggungjawaban publik atas seluruh anggaran yang dipergunakan, maka perlu diadakan pemaparan dan peragaan tentang hasil yang dicapai untuk dapat disaksikan dan sekaligus dimanfaatkan masyarakat luas. Tanggal 6-12 Agustus 2005 akan diadakan Pameran dan Seminar Rusnas bersamaan dengan ASEAN Ritech Expo, dalam rangka HAKTEKNAS ke 10, di Gedung II BPPT-Jakarta.
Hak atas Kekayaan Intelektual Mengacu pada PP 20 Tahun 2005 : 1. Bab III. Kepemilikan (Kekayaan Intelektual serta Hasil Kegiatan Litbang), 8 pasal. 2. Bab IV. Alih Teknologi Kekayaan Intelektual serta Hasil Kegiatan Litbang, 5 bagian, 25 pasal.
Penataan Program Sejak bulan April 2005 diadakan penataan terhadap seluruh skim insentif KNRT. Direncanakan mulai tahun 2007 akan terdapat 5 program insentif, yaitu untuk : 1. Riset Dasar 2. Riset Terapan 3. Peningkatan Kapasitas Produksi 4. Percepatan Difusi & Pemanfaatan Teknologi 5. Riset Unggulan Strategis Nasional Panduan Baru sedang UNISTAFF disusun; - INDONESIAtahun 2006 transisi
Fokus 1. Pertanian, Pangan 2. Sumberdaya Energi 3. Kesehatan dan Obat2an 4. Transportasi 5. Informasi & Teknologi Komunikasi (ICT) 6. Sistem Pertahanan