EKONOMI KELEMBAGAAN (8)

dokumen-dokumen yang mirip
EKONOMI KELEMBAGAAN (8)

PENGERTIAN TRANSAKSI DAN BIAYA TRANSAKSI

PERKEMBANGAN ILMU EKONOMI KELEMBAGAAN

TEORI MODAL SOSIAL (2)

BAB I PENDAHULUAN. Praktek rent seeking (mencari rente) merupakan tindakan setiap kelompok

EKONOMI KELEMBAGAAN RASIONALITAS, OPPORTUNITY DAN DETERMINAN BIAYA TRANSAKSI. Koordinator : Dr. Ir. Aceng Hidayat, M.T

BIAYA TRANSAKSI EFESIENSI EKONOMI

Ahmad Erani Yustika: Ekonomi Kelembagaan

Ahmad Erani Yustika: Ekonomi Kelembagaan

Ahmad Erani Yustika: Ekonomi Kelembagaan

suatu harga jual khusus yang dipakai dalam pertukaran antar divisional untuk mencatat pendapatan unit penjual (selling division) dan unit divisi

Pemangku Kepentingan, Manajer, dan Etika

MK. Ekonomi Kelembagaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (ESL 327)

PENGANTAR EKONOMI KELEMBAGAAN (ESL224)

BAB 1 PENDAHULUAN. kegiatan operasionalnya. Kegiatan operasional dalam perusahaan leasing ILUFA

EKONOMI INDUSTRI (Pertemuan Pertama)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SISTEM PENGENDALIAN KECURANGAN (FRAUD CONTROL SYSTEM) KEP DIREKSI NO: KEP/04/012015

TEORI EKONOMI POLITIK (2)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pada bagian ini akan dibahas tentang teori yang akan mendasari dari. mendalam untuk memecahkan permasalahan yang ada.

PILIHAN HUKUM DALAM KONTRAK BISNIS I.

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

DEFINISI STRUKTUR ORGANISASI

PENILAIAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN INSOURCING DAN OUTSOURCING

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN PENENTUAN HARGA TRANSFER

EKSTERNALITAS POSITIF DAN NEGATIF PRODUSEN L Suparto LM

BAHAN KULIAH ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA DAGANG 14 METODE PENYELESAIAN SENGKETA PERDAGANGAN INTERNASIONAL A.

PENGANTAR EKONOMI KELEMBAGAAN (ESL224)

Kegagalan Pasar Dan Peran Sektor Publik. Wahyudi Kumorotomo

ANALISIS EKONOMI KELEMBAGAAN DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA IKAN TELUK PALABUHANRATU KABUPATEN SUKABUMI SUHANA

(GOODS) Anang Muftiadi

WORKSHOP Penyusunan Buku Kelompok Rentan. Yogyakarta, Juni 2010 MAKALAH. Otda & Konflik Tata Ruang Publik. Oleh: Wawan Mas udi JPP Fisipol UGM

EKONOMI POLITIK SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN (ESL 426 )

KLIRING DAN PENJAMINAN PENYELESAIAN TRANSAKSI EFEK TIDAK DIJAMIN DAN TRANSAKSI DIPISAHKAN ATAS EFEK BERSIFAT EKUITAS

Otda & Wawan Mas udi JPP Fisipol UGM. Disampaikan pada acara WORKSHOP Penyusunan Buku Kelompok Rentan, yang diselenggarakan oleh Pusham UII

Jenis dan Bentuk Perubahan Organisasi

PEMASARAN HASIL PERTANIAN: Proses Penentuan Harga

Distribution Planning

STUDI KOMPARASI BIAYA TRANSAKSI PADA PERDAGANGAN ONLINE DAN OFFLINE (STUDI KASUS USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DI KOTA MALANG)

BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal Indonesia merupakan salah satu wadah berinvestasi yang baru

Kuesioner. Dalam rangka penelitian ilmiah, saya memerlukan informasi untuk mendukung penelitian yang saya

BAB 2 LANDASAN TEORI Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi

Ali Ridho,SE. M.Si.

POLICY PAPER. : Strategi Pemberantasan Korupsi di Indonesia Inisiator : Pusat Kajian Administrasi Internasional LAN, 2007

BAB III KERANGKA PEMIKIRAN. teoretik. Manajemen strategi didefinisikan sebagai ilmu tentang perumusan

Kartel : Persaingan Tidak Sehat. Oleh Djoko Hanantijo Dosen PNS dpk Universitas Surakarta ABSTRAKSI

TEKNIK NEGOSIASI dan PENYELESAIAN KONFLIK

PENGANTAR EKONOMI KELEMBAGAAN (ESL224)

PENGANTAR MANAJEMEN Materi 10 Organizing/Pengorganisasian: Manajemen Team Viraguna Bagoes Oka, M Finc Dharma Iswara Bagoes Oka, M Finc

TATANIAGA PERTANIAN OLEH : NOVINDRA DEP. EKONOMI SUMBERDAYA & LINGKUNGAN

2. Pasar Perdana. A. Proses Perdagangan pada Pasar Perdana

Teori Ketergantungan Terhadap Sumber Daya (Resource Dependence Theory)

Administrative Policy Bahasa Indonesian translation from English original

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Gambaran Umum Tentang Anggaran Pengertian Anggaran

MANAGEMENT SUPPORT SYSTEM (MSS)

Learning Outcome (LO)

PENENTUAN HARGA TRANSFER

Organisasi dan Efektivitas Organisasi

HUBUNGAN SERIKAT KARYAWAN - MANAJEMEN

BAB VI HUBUNGAN PELANGGAN

Negosiasi dengan Hati

LAMPIRAN C. Sebuah Alternatif dalam Pelayanan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (termasuk daerah abu-abu )

1. Pengertian Agency Theory

MODUL 5 PENETAPAN HARGA TRANSFER (TRANSFER PRICING) PENDAHULUAN. A. Deskripsi Singkat: B. Relevansi: C. Standar kompetensi/tujuan pembelajaran:

BAB 1 PENDAHULUAN. Persaingan antar perusahaan di bidang manufaktur dan jasa sangat ketat. Hal ini

A. Penyelesaian Sengketa Melalui Pengadilan

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. Bab ini mengkaji landasan teori, konsep-konsep yang digunakan, dan hasil

Semula istilah Pasar adalah menunjukkan tempat di mana penjual dan pembeli berkumpul untuk saling bertukar barang. Ahli ekonomi menggunakan istilah

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2000 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

I. PENDAHULUAN. bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat serta menciptakan struktur

I. PENDAHULUAN. Gula merupakan salah satu komoditas perkebunan strategis Indonesia baik

BAB 7 KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil Internal Control Questionnaire (ICQ) mengenai Sistem

BAB II LANDASAN TEORI. ketentuan yang berlaku (Rinaldy, 2000: 77). Dalam aktivitas ekspor ada beberapa tahapan - tahapan yang

Membangun Wilayah yang Produktif

memanfaatkan peluang yg diyakini memiliki prospek, ntah itu karena

FORUM KEBIJAKAN KETENAGAKERJAAN INDONESIA. Diskusi Round Table Pertama 16 Januari, 2014

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2017 TENTANG JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN KPEI NOMOR: II-5 PENYELENGGARAAN KLIRING DAN PENYELESAIAN TRANSAKSI BURSA EFEK BERSIFAT EKUITAS

Standar Audit SA 580. Representasi Tertulis

Konsep E-Business. Mia Fitriawati, S.Kom, M.Kom

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2000 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB III PERLINDUNGAN KONSUMEN PADA TRANSAKSI ONLINE DENGAN SISTEM PRE ORDER USAHA CLOTHING

ID No EQUIS Input Proses Output Predecessors. Membuat Visi. 3 N/A Membuat Misi 2

III. KERANGKA PEMIKIRAN

cenderung terbuka dan menganut proses pembelajaran. Analisis lingkungan eksternal bisnis dari sebuah perusahaan sangat bagus

Standar Audit SA 540. Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar, dan Pengungkapan yang Bersangkutan

STIE DEWANTARA Pasar Modal

PENJELASAN FAKTOR-FAKTOR EVALUASI JABATAN (PERMENPAN DAN RB NO.34 TAHUN 2011) FAKTOR 1 RUANG LINGKUP DAN DAMPAK PROGRAM

Transkripsi:

Dr. Ir. Teguh Kismantoroadji, M.Si. teguhfp.wordpress.com Pandangan NEOKLASIK menganggap pasar berjalan secara sempurna tanpa biaya apapun karena pembeli (consumers( consumers) ) memiliki informasi yang sempurna dan penjual (producers)) saling berkompetisi sehingga menghasilkan harga yang rendah.

Tetapi dunia nyata faktanya adalah sebaliknya, di mana informasi, kompetisi, sistem kontrak, dan proses jual-beli bisa sangat ASIMETRIS.. Inilah yang menimbulkan adanya biaya transaksi, yang sekaligus bisa didefinisikan sebagai biaya-biaya untuk melakukan proses negosiasi, pengukuran, dan pemaksaan pertukaran.

NIE (New( International Economic) memandang, beberapa asumsi yang tidak realistik dari neoklasik (seperti informasi yang sempurna, tidak ada biaya transaksi / zero transaction costs, dan rasionalitas yang lengkap) diabaikan, tetapi asumsi individu yang berupaya untuk mencari keuntungan pribadi (self-seeking seeking individuals) untuk memperoleh kepuasan maskimal tetap diterima. Selebihnya, kelembagaan dimasukkan sebagai rintangan tambahan di bawah kerangka kerja NIE

Teori biaya transaksi menggunakan transaksi sebagai basis unit analisis Teori neoklasik memakai produk sebagai dasar unit analisis.

Coase (1988) mendemonstrasikan bahwa inefisiensi dalam ekonomi neoklasik bisa terjadi bukan cuma akibat adanya struktur pasar yang tidak sempurna atau penjelasan standar lainnya, melainkan karena adanya kehadiran secara implisit biaya transaksi.

Dalam kasus monopoli, misalnya, inefisiensi bukan hanya terjadi akibat struktur pasar yang terkosentrasi, namun juga oleh sebab kesulitan pihak monopolis menentukan jumlah pembeli dan harus menegosiasikan di antara mereka

Pada kasus eksternalitas, inefisiensi terjadi jika biaya sosial produksi melebihi biaya privat produksi (eksternalitas negatif) sehingga perusahaan tidak mampu memberikan kompensasi bagi tambahan biaya.

Transaksi terjadi bila barang dan jasa ditransfer melalui teknologi yang terpisah. Satu tahap aktivitas berhenti dan tahap yang lain dimulai. Coase menunjukkan bahwa jika pekerja pindah dari departemen (divisi) Y ke departemen (divisi) X, dia tidak pindah karena perubahan harga relatif, tetapi dia pindah karena diminta untuk melakukannya.

Commons menyatakan bahwa unit terakhir dari sebuah aktivitas harus mengandung ketiga prinsip, yaitu konflik (conflict( conflict), saling menguntungkan (mutually( mutually), dan ketertiban (order). Unit itu tidak lain adalah transaksi.

Mburu (2002) menekankan biaya transaksi adalah: (1) biaya pencarian dan informasi; (2) biaya negosiasi (bargaining( bargaining) ) dan keputusan atau mengeksekusi kontrak; dan (3) biaya pengawasan (monitoring( monitoring), pemaksaan, dan pemenuhan / pelaksanaan (compliance( compliance).

Proses negosiasi bisa sangat panjang dan memakan banyak biaya. Seluruh pelaku pertukaran harus melakukan tawar-menawar antara satu dengan lainnya. Serikat kerja dan pihak manajemen perusahaan, setiap saat harus melakukan proses negosiasi baru secara periodik. Pengukuran juga sangat mahal, karena menyangkut keinginan untuk mengetahui secara mendalam terhadap suatu barang dan jasa yang hendak diperjualbelikan.

Pembeli traktor, misalnya, ia bukan sekadar ingin tahu mengenai harga, melainkan juga informasi lain tentang kondisi mesin, keiritan bahan bakar, kenyamanan, kelengkapan, dan lain sebagainya. Akibat kekurangan informasi inilah yang menimbulkan tambahan biaya transaksi.

Furubotn dan Richter (2000), menunjukkan bahwa biaya transaksi adalah ongkos untuk menggunakan pasar (market( transaction costs) dan biaya melakukan hak untuk memberikan pesanan di dalam perusahaan (managerial( transaction costs). Di samping itu, ada juga rangkaian biaya yang diasosiasikan untuk menggerakkan dan menyesuaikan dengan kerangka politik kelembagaan (political transaction costs).

Untuk masing-masing tiga jenis biaya transaksi dibedakan menurut dua tipe: (1) biaya transaksi tetap ( fixed transaction costs), yaitu investasi spesifik yang dibuat di dalam menyusun kesepakatan kelembagaan (institutional arrangements); (2) biaya transaksi variabel ( variable transaction costs), yakni biaya yang tergantung pada jumlah dan volume transaksi.

Secara spesifik, biaya transaksi pasar (market( transaction costs) ) bisa dikelompokkan : 1. Biaya untuk menyiapkan kontrak (secara sempit bisa diartikan sebagai biaya untuk pencarian / searching dan informasi). 2. Biaya untuk mengeksekusi kontrak / concluding contracts (biaya negosiasi dan pengambilan keputusan). 3. Biaya pengawasan (monitoring) dan pemaksaan kewajiban yang tertuang dalam kontrak (enforcing( the contractual obligations).

Biaya transaksi manajerial meliputi: (1) Biaya penyusunan (setting( up), pemeliharaan, atau perubahan desain organisasi. Ongkos ini juga berhubungan dengan biaya operasional yang lebih luas, yang biasanya secara tipikal masuk dalam fixed transaction costs; ; dan (2) Biaya menjalankan organisasi, yang kemudian bisa dipilah dalam dua sub kategori: (a) biaya informasi; dan (b) biaya yang diasosiasikan dengan transfer fisik barang dan jasa yang divisinya terpisah (across( a separable interface).

Biaya transaksi politik (political( transaction costs) berhubungan dengan penyediaan organisasi dan barang publik yang diasosiakan dengan aspek politik. Biaya transaksi politik ini tidak lain adalah biaya penawaran barang publik yang dilakukan melalui tindakan kolektif, dan bisa dianggap sebagai analogi dari biaya transaksi manajerial. Secara khusus, biaya ini meliputi: (1) biaya penyusunan, pemeliharaan, dan perubahan organisasi politik formal dan informal; (2) biaya untuk menjalankan politik (the( costs of running polity). Biaya ini adalah pengeluaran masa sekarang untuk hal-hal yang yang bekaitan dengan tugas kekuasaan (duties of sovereign)

Biaya transaksi dipisahkan menjadi (1) Biaya transaksi sebelum kontrak (ex-ante) dan (2) Setelah kontrak (ex-post).

Biaya transaksi ex-ante adalah biaya membuat draf, negosiasi, dan mengamankan kesepakatan. Biaya transaksi ex-post meliputi: (1) Biaya kegagalan adaptasi (maladaption( maladaption) ) ketika transaksi menyimpang dari kesepakatan yang telah dipersayaratkan; (2) Biaya negosiasi/tawar-menawar (haggling( costs) ) yang terjadi jika upaya bilateral dilakukan untuk mengoreksi penyimpangan setelah kontrak (ex( ex-post); (3) Biaya untuk merancang dan menjalankan kegiatan yang berhubungan dengan struktur tata kelola pemerintahan (tidak selalu pengadilan) apabila terjadi sengketa; dan (4) Biaya pengikatan agar komitmen yang telah dilakukan bisa dijamin