INFIX, POSTFIX, dan PREFIX Bambang Wahyudi

dokumen-dokumen yang mirip
KUNJUNGAN PADA POHON BINER

BAB VII POHON BINAR POHON

Pertemuan 10. Tumpukan (Stack) Dipersiapkan oleh : Boldson Herdianto. S., S.Kom., MMSI.

BAB IV POHON. Diktat Algoritma dan Struktur Data 2

STACK ATAU TUMPUKAN 3.1 DAFTAR LINEAR

B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T. Tinaliah, S.Kom POHON BINER

BAB VII Tujuan 7.1 Deskripsi dari Binary Tree

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

BAB 2 LANDASAN TEORI

Pohon dan Pohon Biner

Tumpukan(Stack)!! " # $ %&' $ %& ( ) ( * +, / ( (

TERAPAN POHON BINER 1

INFIX, PREFIX DAN POSTFIX

BAB III METODE PENELITIAN / PERANCANGAN SISTEM. perancangan dan pembuatan program ini meliputi : dengan konversi notasi infix, prefix, dan postfix.

BAB 7 POHON BINAR R S U

Pohon (Tree) Universitas Gunadarma Sistem Informasi 2012/2013

Definisi. Pohon adalah graf tak-berarah terhubung yang tidak mengandung sirkuit. pohon pohon bukan pohon bukan pohon

KLASIFIKASI BINARY TREE

Struktur dan Organisasi Data 2 POHON BINAR

SOAL TUGAS STRUKTUR DATA

ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA ARRAY STACK DAN QUEUE

STRUKTUR POHON (TREE) Pohon atau Tree adalah salah satu bentuk Graph terhubung yang tidak mengandung sirkuit.

S TA C K Sunu Wibirama

6. TREE / BINARY TREE

STRUKTUR POHON (TREE) Pohon atau Tree adalah salah satu bentuk Graph terhubung yang tidak mengandung sirkuit.

Pemrograman Algoritma Dan Struktur Data

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah : Struktur Data Kode : TIS3213 Semester : III Waktu : 2 x 3 x 50 Menit Pertemuan : 4 & 5

POHON CARI BINER (Binary Search Tree)

Termilogi Pada Pohon Berakar 10 Pohon Berakar Terurut

TREE STRUCTURE (Struktur Pohon)

Tree (Struktur Data) Nisa ul Hafidhoh, MT

Pohon. Bahan Kuliah IF2120 Matematika Diskrit. Program Studi Teknik Informatika ITB. Rinaldi M/IF2120 Matdis 1

Mata Kuliah : Struktur Data Semester : Genap Kode Mata Kuliah : 307 Waktu : 180 Menit Bobot : 4 sks. Jurusan : MI

Definisi. Pohon adalah graf tak-berarah, terhubung, dan tidak mengandung sirkuit. pohon pohon bukan pohon bukan pohon (ada sikuit) (tdk terhubung)

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Pohon (TREE) Matematika Deskrit. Hasanuddin Sirait, MT 1

TUGAS MAKALAH INDIVIDUAL. Mata Kuliah : Matematika Diskrit / IF2153 Nama : Dwitiyo Abhirama NIM :

Matematika Diskret (Pohon) Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.

BAB 7 POHON BINAR. Contoh : Pohon berakar T R S U

POHON BINAR 7.1 POHON. Gambar 7.1. Contoh pohon berakar

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI 3.1 ANALISIS

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah : Struktur Data Kode : TIS3213 Semester : III Waktu : 2 x 3 x 50 Menit Pertemuan : 10 & 11

Tenia Wahyuningrum, S.Kom. MT Sisilia Thya Safitri, S.T.,M.T.

STACK (TUMPUKAN) Tumpukan uang koin Tumpukan kotak Tumpukan Buku. Gambar 1. Macam-macam tumpukan

STACK. Sistem penyimpanan data dengan mekanisme Last In First Out( LIFO).

Kasus Penggunaan Stack: Komputasi Ekspresi Aritmatika

ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA

Silsilah keluarga Hasil pertandingan yang berbentuk turnamen Struktur organisasi dari sebuah perusahaan

STACK (Tumpukan) Tumpukan Koin. Tumpukan Kotak

LIST LINIER & STACK. Pertemuan 6 Yani sugiyani, M.Kom

S T A C K ( T U M P U K A N )

Ringkasan mengenai Tree (Dari beberapa referensi lain) Nina Valentika

BAB II STACK (TUMPUKAN)

Pertemuan 15 REVIEW & QUIS

Pertemuan 9 STRUKTUR POHON & KUNJUNGAN POHON BINER

4. STACK / TUMPUKAN TEORI PENUNJANG

STRUKTUR POHON & KUNJUNGAN POHON BINER

BAB II STACK Atau TUMPUKAN

BAB 3 STACK (TUMPUKAN)

Bab 1 Pengantar Struktur Data

Struktur Data Array. Rijal Fadilah S.Si

Buku Ajar Struktur Data

1. E = a + 2b d + dh f g. Ubah ke dalam notasi postfix: a. Menggunakan Algoritma b. Secara manual c. Dari pohon biner menggunakan Stack

ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA

BAB III STACK ATAU TUMPUKAN

Binary Tree kosong Gambar 1. Binary Tree dalam kondisi kosong

IT234 Algoritma dan Struktur Data. Tree

APLIKASI MODUL PEMBELAJARAN POHON EKSPRESI MENGGUNAKAN VISUAL BASIC

DEFINISI. Pohon adalah graf tak-berarah terhubung yang tidak mengandung sirkuit. pohon pohon bukan pohon bukan pohon 2

TREE ALGORITMA & STRUKTUR DATA. Materi ASD Fakultas Teknik Elektro & Komputer UKSW ( Download Dari :

Algoritma dan Struktur Data STACK

Pohon (Tree) Contoh :

Algoritma dan Struktur Data. Binary Tree & Binary Search Tree (BST)

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP)

KUM 6 IMPLEMENTASI BINARY TREE

Praktikum 4. Tumpukan (Stack)

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Kode MK/ Pemrograman Terstruktur 2. ZK Abdurahman Baizal. KK Algoritma dan Komputasi. Tree (Pohon)

Stack. Gambar 1.1 Stack

ARNA FARIZA YULIANA SETIOWATI

Konsep Pohon (Tree) Binary Tree Penyajian Tree dengan Array Penyajian Tree dengan Linked List Metode Traversal (Kunjungan Node pada Tree)

Penerapan DFS dan BFS dalam Pencarian Solusi Game Japanese River IQ Test

STRUKTUR DATA Pertemuan 4

Pohon Biner (Bagian 1)

Gambar 2.1 Ilustrasi Stack

2. Mahasiswa dapat membuat dan menggunakan array dan linked list dalam suatu kasus.

8/29/2014. Kode MK/ Nama MK. Matematika Diskrit 2 8/29/2014

Koleksi Hirarkis Tree

REKAYASA PERANGKAT LUNAK PEMBELAJARAN POHON EKSPRESI (EXPRESSION TREE)

FAKULTAS TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA UNIVERSITAS NASIONAL

ANALISIS ALGORITMA PEMBANGUN POHON EKSPRESI DARI NOTASI PREFIKS DAN POSTFIKS

Praktikum Stack. A. Stack Collection di java.util.collection. Percobaan 1. Percobaan 2. import java.util.iterator; import java.util.

Silsilah keluarga Hasil pertandingan yang berbentuk turnamen Struktur organisasi dari sebuah perusahaan. B.1 Pohon Biner (Binary Tree)

STACK (TUMPUKAN) Tumpukan uang koin Tumpukan kotak Tumpukan Buku. Gambar 1. Macam-macam tumpukan

BAB II LANDASAN TEORI

Tree. Perhatikan pula contoh tree di bawah ini : Level. Level 2. Level 3. Level 4. Level 5

Optimalisasi Algoritma Pencarian Data Memanfaatkan Pohon Biner Terurut

PENGETAHUAN DASAR TEORI GRAF

Gambar 1. Ilustrasi Stack

Implementasi Skema Pohon Biner yang Persistent dalam Pemrograman Fungsional

Transkripsi:

INFIX, POSTFIX, dan PREFIX Bambang Wahyudi (bwahyudi@staff.gunadarma.ac.id) Ada tiga bentuk penulisan notasi matematis di komputer, satu bentuk adalah yang umum digunakan manusia (sebagai input di komputer) yaitu infix, dan dua yang digunakan oleh komputer (sebagai proses), yaitu postfix dan infix. Berikut contoh-contohnya: 1. Konversi Infix ke Postfix No. Infix Postfix Prefix 1. A + B A B + + A B 2. (A + B) * C A B + C * * + A B C 3. A * ( B + C) A B C + * * A + B C Untuk mengetahui bentuk postfix dari notasi infix, ada tiga cara yang dapat dilakukan, yaitu (1) manual, (2) stack, dan (3) binary tree. Berikut contoh notasi infixnya: 1.a. Cara Manual Caranya adalah dengan menyederhanakan notasi menjadi dua operand (variabel) dan satu operator, seperti A + B. Langkah 1: tentukan (berdasarkan derajat operasi) mana yang akan diproses terlebih dulu. Diperoleh ( B + C ). Jika ( B + C ) dianggap G, maka notasi infix tadi menjadi: A * G / D ^ E F Langkah 2: dari hasil langkah 1, disederhanakan lagi, kali ini ((berdasarkan derajat operasi) akan disederhanakan D ^ E. Bila D ^ E dianggap H, maka notasi infix tadi menjadi: A * G / H F Langkah 3: dari hasil langkah 2, disederhanakan lagi, kali ini ((berdasarkan derajat operasi) akan disederhanakan A * G. Bila A* G dianggap I, maka notasi infix tadi menjadi: I / H F Langkah 4: dari hasil langkah 3, disederhanakan lagi, kali ini ((berdasarkan derajat operasi) akan disederhanakan I / H. Bila I / H dianggap J, maka notasi infix tadi menjadi: J F Setelah diperoleh bentuk seperti itu, maka satu per satu kita kembalikan ke notasi semula sambil mengubahnya menjadi notasi postfix. Langkah 5: hasil akhir J F, dibentuk postfixnya, menjadi J F Langkah 6: J sebenarnya adalah I / H yang jika ditulis dalam bentuk postfix menjadi I H /, lalu kita gabung dengan hasil di langkah 5 tadi, diperoleh: I H / F - Langkah 7: H sebenarnya adalah D ^ E yang jika ditulis dalam bentuk postfix menjadi D E ^, lalu kita gabung dengan hasil di langkah 6 tadi, diperoleh: I D E ^ / F Langkah 8: I sebenarnya adalah A * G yang jika ditulis dalam bentuk postfix menjadi A G *, lalu kita gabung dengan hasil di langkah 7 tadi, diperoleh: A G * D E ^ / F INFIX, POSTFIX, dan PREFIX: Oleh: Bambang Wahyudi 1

Langkah 9: G sebenarnya adalah B + C yang jika ditulis dalam bentuk postfix menjadi B C +, lalu kita gabung dengan hasil di langkah 8 tadi, diperoleh: A B C + * D E ^ / F Dengan demikian, untuk notasi infix: maka notasi postfixnya menjadi: A B C + * D E ^ / F Postfix tidak memerlukan tanda kurung, prosesnya berjalan sebagai berikut: 2 3 5 + * 4 2 ^ / 3 2 8 * 4 2 ^ / 3 16 4 2 ^ / 3-16 16 / 3-1 3-2 Sama hasilnya pada infix: 2 * ( 3 + 5 ) / 4 ^ 2 3 = -2 1.b. Cara adalah tumpukan (jadi, memori diibaratkan dengan tumpukan) yang memiliki cara kerja, yang pertama masuk ke kotak, maka akan terakhir kali diambil kembali atau first in last out, atau sebaliknya, yang terakhir masuk ke kotak, akan diambil yang pertama kali, atau last in first out. Berikut ini langkah-langkahnya: 1. Proses akan dilakukan dari kiri ke kanan 2. Bila yang diproses adalah operand, maka tulis di hasil. Di sini operand A : stack Hasil = A 3. Lanjutkan ke operator *, karena stack masih dalam keadaan kosong, maka masukkan operator tersebut ke dalam stack; stack Hasil = A 4. Lanjutkan ke operator (, operator ini masukkan (tumpuk) saja ke dalam stack; INFIX, POSTFIX, dan PREFIX: Oleh: Bambang Wahyudi 2

Hasil = A 5. Lanjutkan ke operand B, karena sebagai operand, maka B dijadikan hasil saja. Hasil = A B 6. Lanjutkan ke operator +, operator ini masukkan (tumpuk) saja ke dalam stack; Bila top stack (posisi teratas tumpukan) adalah ( maka apapun operator yang sedang diproses, masukkan saja ke dalam stack. Hasil = A B 7. Lanjutkan ke operand C, karena sebagai operand, maka C dijadikan hasil saja. Hasil = A B C 8. Lanjutkan ke operator ), operator ini akan mengeluarkan seluruh isi stack (mulai dari atas) hingga bertemu operator ( yang menjadi pasangannya. Karena di antara ( dan ) hanya ada + maka + saja yang dijadikan hasil. Tanda kurung dibuang saja. Hasil = A B C + INFIX, POSTFIX, dan PREFIX: Oleh: Bambang Wahyudi 3

9. Lanjutkan ke operator /, operator ini akan dimasukkan ke dalam stack. Karena di top stack sudah ada isinya, maka bandingkan keduanya. Bila yang akan masuk memiliki derajat yang lebih besar, maka tumpuk saja. Sebaliknya, bila yang akan masuk memiliki derajat yang sama atau lebih kecil, maka keluarkan top stack hingga operator yang berada di top stack berderajat lebih kecil dari operator yang akan masuk. Karena / berderajat sama dengan * maka keluarkan top stack ( * ). Karena stack sudah hampa, maka operator / dimasukkan ke dalam stack sebagai top stacknya. Hasil = A B C + * 10. Lanjutkan ke operand D, karena sebagai operand, maka D dijadikan hasil saja. Hasil = A B C + * D 11. Lanjutkan ke operator ^, operator ini akan dimasukkan ke dalam stack. Karena di top stack sudah ada isinya, maka bandingkan keduanya. Karena ^ berderajat lebih besar dari top stacknya ( / ) maka masukkan (tumpuk) saja. Hasil = A B C + * D 12. Lanjutkan ke operand E, karena sebagai operand, maka E dijadikan hasil saja. Hasil = A B C + * D E 13. Lanjutkan ke operator -, operator ini akan dimasukkan ke dalam stack. Karena di top stack sudah ada isinya, maka bandingkan keduanya. Karena - berderajat lebih kecil dari ^ maka operator ^ dikeluarkan dari tumpukan dan dijadikan hasil. INFIX, POSTFIX, dan PREFIX: Oleh: Bambang Wahyudi 4

Ketika - akan masuk, di top stack kini ada / yang berderajat lebih besar dari -, akibatnya top stack ( / ) dikeluarkan juga dan dijadikan hasil. Kini - menjadi top stacknya. Hasil = A B C + * D E ^ / 14. Lanjutkan ke operand F, karena sebagai operand, maka F dijadikan hasil saja. Hasil = A B C + * D E ^ / F 15. Karena proses telah selesai, maka keluarkan seluruh isi stack mengikuti kaidahnya, last in first out. Karena hanya ada - maka hasil akhirnya menjadi: A B C + * D E ^ / F Hasil ini harus sama dengan postfix yang menggunakan cara manual. Terlihat langkahnya lebih panjang dari cara manual, namun jika telah terbiasa, cara ini dapat dilakukan dengan lebih mudah dari pada cara manual. Kalau dipersingkat, bentuknya menjadi: A * ( B + C ) / D ^ E - F ; * ( * ( * + ( * + ( * * / / ^ / ^ / - - A B C + * D E ^ / F - 1.c. Cara Binary Tree 1. Langkah pertama untuk mengkonversi notasi infix menjadi postfix adalah dengan membuat struktur pohon binarnya. Langkah pertama untuk membuat struktur pohonnya adalah dengan menyederhanakan notasi seperti yang pernah dilakukan di cara manual hingga langkah 4, yaitu: J F yang struktur pohon binarnya adalah: INFIX, POSTFIX, dan PREFIX: Oleh: Bambang Wahyudi 5

2. Jabarkan J, yaitu I / H yang struktur pohon binarnya adalah: Letakkan struktur pohon binar J ini ke struktur pohon binar yang sudah dibentuk di langkah 1 tadi, jadi, struktur pohon binarnya menjadi: 3. Jabarkan I, yaitu A * G. Sama dengan langkah 2, maka struktur pohon binarnya menjadi: 4. Jabarkan G, yaitu B + C. Sama caranya dengan langkah 2, maka struktur pohon binarnya menjadi: 5. Jabarkan H, yaitu D ^ E. Sama caranya dengan langkah 2, maka struktur pohon binarnya menjadi: INFIX, POSTFIX, dan PREFIX: Oleh: Bambang Wahyudi 6

Inilah struktur pohon binar terakhir untuk notasi Lalu, bagaimana menentukan notasi postfixnya?. Tinggal mengikuti gerakan perjalanan atau kunjungan (traversal) secara post-order saja, yaitu rekursif dari (left-right-root) atau ulangi(kiri, kanan, tengah). a. Paling kiri adalah A, jadi hasil = A b. Setelah kiri, kita ke kanan dari A, diperoleh +. Ulangi proses lagi, yang paling kiri adalah B, jadi hasil = A B c. Setelah kiri, kita ke kanan dari B, diperoleh C. Karena C merupakan ujung pohon (daun), maka jadikan hasil. Jadi, hasil = A B C d. Dari kanan (C) kita ke tengah, diperoleh tanda +. Karena di kiri dan kanan + sudah diproses, maka jadikan + sebagai hasil. Jadi, hasil = A B C + e. Kembali ke tengah dari struktur pohon A * +, kita peroleh *. Karena di kiri dan kanan lambang * sudah diproses, maka jadikan * sebagai hasil. Jadi, hasilnya: A B C + * f. Kembali ke tengah struktur dari * / ^, yaitu /. Di kiri lambang / sudah diproses, maka kita ke kanan, sehingga diperoleh ^. Dari sini proses kembali diulang, kiri dari ^ adalah D yang merupakan daun dari struktur pohon itu. Jadi, hasil = A B C + * D g. Setelah kiri, kita ke kanan. Diperoleh E, jadi hasilnya = A B C + * D E h. Setelah kanan, kita kembali ke tengah, diperoleh ^, sehingga hasilnya menjadi A B C + * D E ^ i. Kita kembali ke tengah sebelumnya, yaitu /. Karena di kiri dan kanan lambang / sudah diproses, maka lambang / menjadi hasil. Jadi, hasil = A B C + * D E ^ / j. Di kiri dan kanan lambang / sudah diproses, kita kembali ke root (akar, puncak struktur pohon binar), yaitu -. Di kiri lambang sudah diproses semua, maka kita ke kanan, diperoleh F yang merupakan daun. Hasilnya menjadi A B C + * D E ^ / F k. Terakhir, kita kembali ke puncak (yang merupakan lambang terakhir dalam postfix), hasilnya = A B C + * D E ^ / F Berikut skema pergerakannya: INFIX, POSTFIX, dan PREFIX: Oleh: Bambang Wahyudi 7

2. Konversi Infix ke Prefix Cara mengonversi infix ke prefix dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu (a) manual, dan (b) binary tree. 2.a. Cara Manual Dengan soal yang sama, maka cara manual mengonversi notasi infix ke prefix dimulai sama dengan cara di sub-bab 1.a. proses 1 sampai 4, hingga diperoleh: J F. 1. Langkah 1: J F dalam notasi prefix ditulis dengan - J F 2. Langkah 2: J adalah I / H yang notasi prefixnya adalah / I H, sehingga ketika digabung akan menjadi - / I H F 3. Langkah 3: I adalah A * G yang notasi prefixnya adalah * A G, sehingga ketika digabung akan menjadi - / * A G H F 4. Langkah 4: G adalah (B + C) yang notasi prefixnya adalah + B C, sehingga ketika digabung akan menjadi - / * A + B C H F 5. Langkah 5: H adalah D ^ E yang notasi prefixnya adalah ^ D E, sehingga ketika digabung akan menjadi - / * A + B C ^ D E F Jadi, untuk notasi infix:, maka notasi postfix adalah: - / * A + B C ^ D E F 2.b. Cara Binary Tree Caranya sama dengan cara binary tree sebelumnya. Singkatnya, setelah struktur pohonnya terbentuk, maka berikut ini traversalnya secara pre-order dengan rumus: rekursif(tengah, kiri, kanan), atau rekursif (root, left, right) sebagai berikut: INFIX, POSTFIX, dan PREFIX: Oleh: Bambang Wahyudi 8

3. Konversi Prefix ke Infix dan/atau Postfix Konversi dari prefix ke infix dan/atau postfix bisa dilakukan melalui bantuan manual atau pohon binar. Contoh: notasi prefix: - / * + A B C^ D E F, maka notasi infixnya adalah: a. Langkah I: cari yang bentuknya: + A B (operator, operand, operand). Diperoleh: - / * + A B C^ D E F G H b. Sederhanakan notasi tersebut menjadi: - / * G C H F c. Ulangi langkah I hingga menjadi satu operator dan dua operand: c.1. - / * G C H I c.2. - / I H F J c.3. - J F d. Jadikan bentuk infix dan kembalikan ke notasi semula (setiap penjabaran diberi tanda kurung): d.1. J F d.2. J = (I / H), digabung menjadi: (I / H) F d.3. H = (D ^ E), digabung menjadi: (I / (D ^ E)) F d.4. I = (G * C), digabung menjadi: ((G * C) / (D ^ E)) F d.5. G = (A + B), digabung menjadi (((A + B) * C) / (D ^ E)) - F Dengan cara yang sama, kita bisa mengalihkan notasi prefix tersebut ke notasi postfixnya, yaitu: a. Langkah I: cari yang bentuknya: + A B (operator, operand, operand). Diperoleh: - / * + A B C^ D E F G H INFIX, POSTFIX, dan PREFIX: Oleh: Bambang Wahyudi 9

b. Sederhanakan notasi tersebut menjadi: - / * G C H F c. Ulangi langkah I hingga menjadi satu operator dan dua operand: c.1. - / * G C H I c.2. - / I H F J c.3. - J F d. Jadikan bentuk postfix dan kembalikan ke notasi semula: d.1. J F pada prefix menjadi J F - dalam postfix d.2. J = I H /, digabung menjadi: I H / F - d.3. H = D E ^, digabung menjadi: I D E ^ / F - d.4. I = G C *, digabung menjadi: G C * D E ^ / F - d.5. G = A B +, digabung menjadi A B + C * D E ^ / F - Dengan cara yang sama pula, mari kita bentuk struktur pohon binarnya. - JF, pohon binarnya adalah: J = I H /, sehingga pohonnya menjadi: H = D E ^, sehingga pohonnya menjadi: I = G C *, sehingga pohonnya menjadi: INFIX, POSTFIX, dan PREFIX: Oleh: Bambang Wahyudi 10

G = A B +, maka pohonnya menjadi: 4. Konversi Postfix ke Infix dan/atau Prefix (ikuti kunjungan/ traversal seperti sebelumnya) Sama caranya dengan konversi dari prefix ke infix dan/atau postfix, konversi postfix ke infix atau prefix bisa dilakukan melalui bantuan manual atau pohon binar. Contoh: notasi postfix: A B + C * D E ^ / F -, maka notasi infixnya adalah: e. Langkah I: cari yang bentuknya: A B + (operand, operand, operator). Diperoleh: A B + C * D E ^ / F - G H f. Sederhanakan notasi tersebut menjadi: G C * H / F - g. Ulangi langkah I hingga menjadi satu operator dan dua operand: c.1. G C * H/ F - I c.2. I H / F - J c.3. J F - h. Jadikan bentuk infix dan kembalikan ke notasi semula (setiap penjabaran diberi tanda kurung): d.1. J F jadi ( J F ) d.2. J = (I / H), digabung menjadi: (I / H) F d.3. H = (D ^ E), digabung menjadi: (I / (D ^ E)) F d.4. I = (G * C), digabung menjadi: ((G * C) / (D ^ E)) F INFIX, POSTFIX, dan PREFIX: Oleh: Bambang Wahyudi 11

d.5. G = (A + B), digabung menjadi (((A + B) * C) / (D ^ E)) - F Dengan cara yang sama, kita bisa mengalihkan notasi postfix tersebut ke notasi prefixnya, yaitu: e. Langkah I: cari yang bentuknya: A B + (operand, operand, operator). Diperoleh: A B + C * D E ^ / F - G H f. Sederhanakan notasi tersebut menjadi: G C * H / F - g. Ulangi langkah I hingga menjadi satu operator dan dua operand: c.1. G C * H / F - I c.2. I H / F - J c.3. J F - h. Jadikan bentuk prefix dan kembalikan ke notasi semula: d.1. J F - pada postfix menjadi - J F dalam pretfix d.2. J = / I H, digabung menjadi: - / I H F - d.3. H = ^ D E, digabung menjadi: - / I ^ D E F - d.4. I = G C *, digabung menjadi: - / * G C ^ D E F - d.5. G = A B +, digabung menjadi - / * + A B C ^ D E F - Dengan cara yang sama pula, mari kita bentuk struktur pohon binarnya. J F -, pohon binarnya adalah: J = / I H/, sehingga pohonnya menjadi: H = ^ D E, sehingga pohonnya menjadi: INFIX, POSTFIX, dan PREFIX: Oleh: Bambang Wahyudi 12

I = * G C, sehingga pohonnya menjadi: G = + A B, maka pohonnya menjadi: (ikuti kunjungan/ traversal seperti sebelumnya) Silakan email ke bwahyudi@staff.gunadarma.ac.id bila ada pertanyaan, sanggahan, atau perbaikan. INFIX, POSTFIX, dan PREFIX: Oleh: Bambang Wahyudi 13