Medical Laboratory Technology Journal

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. Setiap orang rata-rata memiliki kira-kira 70 ml darah setiap kilogram berat

BAB 1 PENDAHULUAN. mengetahui keadaan darah dan komponen-komponennya. Fungsi dari

BAB I PENDAHULUAN. (agregasi) atau menempel pada benda asing (adhesi). Menghitung jumlah

PENGARUH VOLUME SAMPEL SERUM DAN WAKTU INKUBASI TERHADAP KADAR ASAM URAT SKRIPSI FITRI JUNITASARI

GAMBARAN KADAR TRIGLISERIDA (METODE GPO- PAP) PADA SAMPEL SERUM DAN PLASMA EDTA

DAMPAK VOLUME DARAH DALAM TABUNG K2EDTA DENGAN HASIL JUMLAH LEUKOSIT

ABSTRAK. Fransisca Nathalia, Pembimbing Utama: dr.adrian Suhendra, Sp.PK., M.Kes

PENGARUH PEMAKAIAN SETENGAH VOLUME SAMPEL DAN REAGEN PADA PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH METODE GOD-PAP TERHADAP NILAI SIMPANGAN BAKU DAN KOEFISIEN VARIASI

BAB 4 METODE PENELITIAN. Jenis penelitian adalah eksperimental dengan rancangan pre and post

BAB I PENDAHULUAN. Pemeriksaan laboratorium merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk

Medical Laboratory Technology Journal

PENGARUH PENUNDAAN PEMERIKSAAN TERHADAP HASIL PEMERIKSAAN PARAMETER ERITROSIT MENGGUNAKAN HEMATOLOGY ANALYZER SKRIPSI. Untuk Memenuhi Persyaratan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... LEMBAR PERSETUJUAN... HALAMAN PENETAPAN PANITIA PENGUJI... ABSTRAK... ABSTRACK... v KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI...

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Darah merupakan salah satu komponen yang paling penting di dalam tubuh

HUBUNGAN VOLUME DARAH DALAM TABUNG K 2 EDTA DENGAN JUMLAH LEUKOSIT

BAB I PENDAHULUAN. Semakin tingginya tingkat pendidikan, kesejahteraan masyarakat, dan

ABSTRAK KESESUAIAN PERHITUNGAN NILAI RATA-RATA ERITROSIT FLOW CYTOMETER DENGAN GAMBARAN POPULASI ERITROSIT PADA PEMERIKSAAN SEDIAAN APUS DARAH TEPI

Pemeriksaan Jumlah Trombosit pada Penderita Thalasemia-β Mayor yang telah di Splenektomi Lebih Dari Tiga Bulan

ABSTRAK. EFEK PERASAN JERUK KEPROK (Citrus nobilis Lour.) TERHADAP TEKANAN DARAH NORMAL LAKI LAKI DEWASA

SKRIPSI PENGARUH PERSIAPAN PREANALITIK TERHADAP HASIL TROMBOSIT PADA PESERTA PEMERIKSAAN KESEHATAN DI NIKI DIAGNOSTIC CENTER DENPASAR 2014

ABSTRAK. PERBANDINGAN KADAR PROTHROMBIN TIME (PT) DAN ACTIVATED PARTIAL THROMBOPLASTIN TIME (aptt) ANTARA PASIEN HIPERTENSI DAN NOMOTENSI

PERBEDAAN TITER TROMBOSIT DAN LEUKOSIT TERHADAP DERAJAT KLINIS PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) ANAK DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. pemeriksaan hematologi. Pemeriksaan hematologi meliputi kadar hemoglobin,

PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN PROTEIN URINE METODE REBUS YANG MENGGUNAKAN SAMPEL URINE SEGAR DAN SAMPEL URINE SIMPAN

Darussalam Banda Aceh, ABSTRAK. Kata Kunci: Project Based Learning, Hasil Belajar Kognitif, Sistem Pernapasan Manusia

JNPH Volume 6 No. 1 (April 2018) The Author(s) 2018

Kata kunci: Belimbing wuluh, tekanan darah, wanita dewasa.

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS AISYIYAH YOGYAKARTA 2016

ABSTRAK. PERBANDINGAN STABILITAS KADAR GLUKOSA DARAH DALAM SAMPEL SERUM DENGAN PLASMA NATRIUM FLUORIDA (NaF)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Darah merupakan bagian penting dari sistem transportasi zat-zat. a. Plasma darah merupakan bagian cair.

PERBEDAAN JUMLAH TROMBOSIT CARA MANUAL PADA PEMBERIAN ANTIKOAGULAN EDTA KONVENSIONAL (PIPET MIKRO) DENGAN EDTA VACUTAINER

ABSTRAK GAMBARAN ANALISA SPERMA DI KLINIK BAYI TABUNG RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH TAHUN 2013

e-journal PJKR Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Vol 8, No 2, Tahun 2017)

PENGARUH PEMAHAMAN WORK PREPARATION SHEET TERHADAP HASIL BELAJAR KERJA BUBUT SISWA SMK N 2 WONOSARI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dengan rancangan eksperimental dengan : (Pre-Post Test Only One Group

PERBEDAAN KADAR GLUKOSA SERUM DAN PLASMA NATRIUM FLUORIDA DENGAN PENUNDAAN PEMERIKSAAN LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH

BAB II TINJUAN PUSTAKA. Darah merupakan bagian dari tubuh yang jumlahnya 6 8% dari berat badan

INTERVENSI SLOW STROKE BACK MASSAGE

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN MODUL TERHADAP PENCAPAIAN KOMPETENSI MEMBUAT POLA DASAR DI SMK N 4 YOGYAKARTA

Oleh: Esti Widiasari S

PENERAPAN FIVE STEPS TO SAFER SURGERY DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN PENGISIAN CHECKLIST DI RSKB ANNUR YOGYAKARTA TESIS

PERBEDAAN NORMALITAS TEKANAN DARAH PADA WANITA MIDDLE AGE YANG MENGIKUTI SENAM DAN TIDAK SENAM DI KELURAHAN BANDUNGREJOSARI MALANG ABSTRAK

PUBLIKASI ILMIAH Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Starta I pada Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan

PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN LAJU ENDAP DARAH CARA WESTERGREN MENGGUNAKAN DARAH EDTA TANPA PENGENCERAN DENGAN CARA OTOMATIK

ABSTRAK PERBANDINGAN KADAR GLUKOSA DARAH KAPILER DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH VENA MENGGUNAKAN GLUKOMETER PADA PENDERITA DIABETES MELITUS

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PERBANDINGAN HITUNG JUMLAH LEUKOSIT METODE MANUAL DAN AUTOMATIK MIFTAHUL FARID P

ABSTRAK UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

ABSTRAK UJI VALIDITAS HASIL PENGUKURAN LAJU ENDAP DARAH METODE HUMASED 20 DIBANDINGKANDENGAN METODE WESTERGREN PADA PENDERITA TBC

BAB I PENDAHULUAN. laboratorium dituntut untuk memberikan hasil yang tepat, cepat dan akurat.

ABSTRAK. PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KAYU MANIS (Cinnamomum burmanii) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA LAKI-LAKI DEWASA NORMAL

BAB I PENDAHULUAN. memfokuskan diri dalam bidang life support atau organ support pada pasienpasien

BAB I PENDAHULUAN. yang sangat penting bagi dokter yang bertugas di laboratorium, dokter

BAB I PENDAHULUAN. Pemeriksaan hematologi merupakan salah satu pemeriksaan yang dapat

PEMBERIAN TEKNIK RELAKSASI PERNAFASAN PADA TERAPI LATIHAN PASIF MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN LUKA BAKAR DERAJAT II DI RSUP SANGLAH DENPASAR

BAB III METODE PENELITIAN. dengan pre test and post test with control group design untuk mengetahui

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode analitik komparatif dengan

Ratih Hardisari, Supartuti. Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta ABSTRACT

PENGARUH TERAPI MUSIK DANGDUT RITME CEPAT TERHADAP PERBEDAAN TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN DEPRESI DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA

Analisis Perbandingan Penggunaan Fungsi Random Mysql dan Fungsi Random Java Class Library pada Aplikasi CBT (Computer Based Test)

Kata kunci: Berjalan santai selama 30 menit, kewaspadaan, laki-laki dewasa muda

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah Analitik. Waktu penelitian dilakukan bulan Maret sampai April 2008.

Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Ahli Madya Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan. Oleh:

SELISIH LAMA RAWAT INAP PASIEN JAMKESMAS DIABETES MELLITUS TIPE 2 ANTARA RILL DAN PAKET INA-CBG

BAB III METODE PENELITIAN

Jurusan Kimia, Jalan Mannuruki IX, Makassar 90224

Arinil Haq, Purwati Kuswarini, Ai Sri Kosnayani ABSTRACT

BAB I PENDAHULUAN. penting yang perlu diperhatikan, yaitu tahap pra analitik, analitik dan pasca analitik.

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Complex Instruction Terhadap Hasil Belajar IPS

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROGRAM STUDI FISIOTERAPI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA 2015

Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 8, No. 1, Februari 2012

EFEK KAFEIN TERHADAP KEJADIAN TREMOR TANGAN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA ANGKATAN TAHUN 2010.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. preparasi platelet-rich plasma (PRP) antara Metode Matsui-Tabata (2011) dengan

PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PRAKTIK IBU HAMIL DALAM UPAYA PENCEGAHAN KOMPLIKASI POST PARTUM

PENGARUH BERMAIN PERAN TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI PADA ANAK DI TK KHUSNUL KHOTIMAH SEMARANG

PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN MASA PEMBEKUAN DARAH (CLOTTING TIME) METODE SLIDE DENGAN METODE TABUNG (MODIFIKASI LEE DAN WHITE)

Nunung Sri Mulyani Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

ABSTRAK. PENGARUH BUAH BLEWAH (Cucumis melo L. var. cantalupensis) TERHADAP TEKANAN DARAH NORMAL DAN PREHIPERTENSI LAKI-LAKI DEWASA

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE TUTOR SEBAYA DALAM PENCAPAIAN KOMPETENSI MEMBUAT KONSTRUKSI POLA BUSANA PADA KELAS X DI SMK PIUS X MAGELANG

BAB III METODE PENELITIAN

SKRIPSI. Oleh: Yuni Novianti Marin Marpaung NIM KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROGRAM STUDI FISIOTERAPI FAKULTAS KEDOKTERAN

Penyerapan Pengetahuan Tentang Kanker Serviks Sebelum Dan Sesudah Penyuluhan. The Knowledge Acceptance Of Cervical Cancer Before And After Counseling

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Berbentuk cakram dan mengandung granula. Terdapat keping

ABSTRAK PENGARUH LAMA PENYIMPANAN URINE PADA SUHU KAMAR TERHADAP JUMLAH LEUKOSIT STUDI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS

ABSTRAK. EFEK KAPSUL SERBUK AKAR ALANG-ALANG (Imperta cylindrica Beauv.) TERHADAP TEKANAN DARAH LAKI-LAKI DEWASA

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik. UNIMUS, Jl. Wonodri Sendang Raya 2A Semarang. Waktu penelitian yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian Karya Tulis Ilmiah ini adalah penelitian analitik.

SKRIPSI SENAM HAMIL MENURUNKAN GANGGUAN TIDUR PADA IBU HAMIL TRIMESTER KETIGA DI RUMAH SEHAT MADANI LARAS SURYA SORE RIANITA

PENGARUH PENYULUHAN IMUNISASI TERKINI PADA BAYI DAN BALITA TERHADAP PENGETAHUAN IBU DI DESA BRAJAN KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA

PENGARUH TERAPI BERCERITA TERHADAP SKALA NYERI ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) SELAMA TINDAKAN PENGAMBILAN DARAH VENA DI RSUD TUGUREJO SEMARANG

BAB IV METODE PENELITIAN. hewan coba tikus Wistar menggunakan desain post test only control group

Hubungan Penyuluhan Bahaya Merokok dengan Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Bahaya Merokok di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta

BAB III METODE PENELITIAN

PENYULUHAN DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DENGAN PERIKSA PAYUDARA SENDIRI (SADARI) di DUSUN CANDIREJO, TEGALTIRTO, BERBAH, SLEMAN

ABSTRAK PENGARUH JUS BUAH SIRSAK

Tasnim 1) JIK Vol. I No.16 Mei 2014: e-issn:

SKRIPSI PERBEDAAN EFEKTIVITAS LATIHAN INTERVAL

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data Hasil Belajar Pretest Kelas Van Hiele dan Bruner

PENGARUH PELATIHAN TEHNIK MENYUSUI YANG BENAR PADA IBU NIFAS PRIMIPARA TERHADAP KETRAMPILAN DALAM MENYUSUI

Transkripsi:

1 (12), 2015, 91-95 Medical Laboratory Technology Journal Available online at : http://ejurnal-analiskesehatan.web.id PERBEDAAN JUMLAH TROMBOSIT PADA DARAH EDTA YANG SEGERA DIPERIKSA DAN PENUNDAAN SELAMA 1 JAM DI LABORATORIUM RSJ GRHASIA YOGYAKARTA Sujud, Ratih Hardiasari, Anik Nuryati Jurusan Analis Kesehatan Kemenkes Yogyakarta Ngadinegaran MJ III/62 Yogyakarta 55143, 0274-374200 e-mail: Sujud70@yahoo.com.id Abstract: Pre-analytical phases is a very important stage and need to be considered properly. Pre-analytical phases of which is the process of blood sampling, sample delivery, the inclusion of the type of inspection, sample preparation and selection tools. A fact which still often the case that their neglect by nurses or laboratory personnel in taking and processing the blood samples. Blood samples for examination platelet counts as much as possible is done properly and the sample must be examined in less than 1 hour after taking blood. Delays checks can cause a decrease in platelet count. Delays often occur for over an hour due to the shipment of samples from wards that are not immediately performed or work shift lab personnel. The aim of research to determine the difference in the number of platelets in the blood EDTA is immediately checked and a delay of 1 hour by using KX-21 Hematology analyzer. Experimental study design with preand post-test study without control. The study was conducted at the Laboratory of RSJ Grhasia Yogyakarta, with the object of research is venous blood from patients RSJ Grhasia between the ages of 20-50 years of both men - men and women. Data were analyzed parametric statistical tests Paired samples t-test. The results of significant research value of the results of parametric statistical tests Paired samples t-test was 0,000 (sig <0.05). There is a difference between the number of blood platelets EDTA is immediately checked and a delay of 1 hour. Keywords: platelet count, blood EDTA, time delays. Abstrak: Tahapan Pra-analitik merupakan tahapan yang sangat penting dan perlu diperhatikan dengan baik. Tahapan pra-analitik diantaranya adalah proses pengambilan darah, pengiriman sampel, pencatuman jenis pemeriksaan, persiapan sampel dan pemilihan alat. Fakta yang masih sering terjadi yaitu adanya pengabaian oleh perawat atau tenaga laboratorium dalam mengambil dan mengolah sampel darah. Pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan jumlah trombosit sebisa mungkin dilakukan dengan benar dan sampel harus segera diperiksa dalam waktu kurang dari 1 jam setelah pengambilan darah. Penundaan pemeriksaan dapat menyebabkan penurunan jumlah trombosit. Penundaan sering terjadi selama lebih satu jam dikarenakan pengiriman sampel dari bangsal yang tidak segera dilakukan atau pergantian shift kerja petugas laboratorium. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan jumlah trombosit pada darah EDTA yang segera diperiksa dan penundaan selama 1 jam dengan menggunakan alat Hematology Analizer KX-21. Penelitian eksperimen dengan desain penelitian pre and post test without control. Penelitian dilakukan di Laboratorium RSJ Grhasia Yogyakarta, dengan obyek penelitian adalah darah vena dari pasien RSJ Grhasia dengan umur antara 20 50 tahun baik laki laki maupun perempuan. Data dianalisa uji statistik parametrik Paired Sampel t-test. Hasil penelitian Nilai signifikan dari hasil uji statistik parametrik dengan Paired Sampel t-test adalah 0,000 (sig <0,05). Ada perbedaan antara jumlah trombosit darah EDTA yang segera diperiksa dan penundaan selama 1 jam. Kata Kunci :Jumlah trombosit, darah EDTA, waktu penundaan.

PENDAHULUAN Pemeriksaan Hematologi yang termasuk dalam Faal Hemostasis yaitu Hitung Trombosit, Clothing Time, Blooding Time, Plasma Prothrombine Time, Activated Partial Thromboplastin Time. Salah satu pemeriksaan faal hemostasis yang penting adalah hitung trombosit. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menghitung jumlah trombosit yang ada pada tiap 1 ml darah. Penurunan jumlah trombosit yang signifikan tentu akan berpengaruh dalam proses pembekuan darah. Sampel yang akan digunakan dalam pemeriksaan Hitung trombosit adalah darah vena dengan antikoagulan EDTA (Ethylendiamine Tetyraacetic Acid) yang berfungsi untuk mencegah penggumpalan trombosit.karena sesuatu hal, kadang pemeriksaan ini harus tertunda selama beberapa waktu. Meskipun demikian dianjurkan agar semua pemeriksaan hematologi dikerjakan paling lama dua jam setelah pengambilan sampel, karena dikawatirkan akan terjadi perubahan sifat, morfologi maupun jumlah sel yang ada. Hitung trombosit merupakan salah satu pemeriksaan yang sangat penting untuk berbagai kasus baik yang menyangkut hemostasis maupun kasus lain yang meliputi penegakan diagnosis, penilaian hasil terapi atau perjalanan suatu penyakit, penentuan prognosis dan penilaian berat tidaknya suatu penyakit. Hal tersebut dapat terjadi jika dalam mengerjakan sampel harus memperhatikan hal hal yang dimulai dari persiapan alat, persiapan tempat pengambilan, cara pengambilan sampel, volume sampel, tindakan sesudah pengambilan sampel dan penanganan sampel yang telah diambil. Jumlah trombosit di dalam tubuh sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Secara garis besar nilai normal (rentang normal) jumlah trombosit antara 110 ribu sampai 450 ribu per mm 3 darah. Trombosit dihitung dengan menggunakan mesin hitung elektrik sehingga banyak trombosit yang dapat dihitung. Teknik ini dapat menimbulkan kesalahan kalau jumlah lekosit melebihi 100.000/mm 3, bila ada fragmentasi eritrosit yang berat, bila larutan pengencer tidak bebas partikel, bila sampel darah dibiarkan bebas terlalu lama sebelum dilakukan pemeriksaan atau bila trombosit melekat satu dengan yang lain. Pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan jumlah trombosit diusahakan dilakukan dengan benar dan harus segera diperiksa dalam waktu kurang dari 1 jam setelah pengambilan darah. Penundaan pemeriksaan dapat menyebabkan penurunan jumlah trombosit, tetapi jika terdapat suatu sebab pemeriksaan untuk tidak bisa dilakukan segera maka sampel boleh disimpan pada suhu 4 8 0 C. Kondisi yang terjadi di Rumah Sakit Jiwa Grhasia pada prakteknya terutama yang sering terjadi pada rawap inap, sering terdapat penundaan pemeriksaan sampel, sering terjadi penundaan pemeriksaan sampel darah selama lebih 1 jam. Pemeriksaan sampel darah tersebut tertunda sampai melebihi waktu yang seharusnya dianjurkan dalam pemeriksaan sampel darah dikarenakan pengiriman sampel dari bangsal yang tidak segera dilakukan atau petugas laboratorium dalam pengambilan sampel darah tidak segera diperiksa di laboratorium dikarenakan pergantian shif jaga atau petugas laboratorium dalam melakukan pengambilan sampel terlalu lama di bangsal dikarenakan pasien yang mau diambil darahnya terlalu banyak. Peneliti berdasarkan hal tersebut, bermaksud melakukan pemeriksaan Hitung Jumlah Trombosit pada darah EDTA yang segera diperiksa dan penundaan selama satu jam. BAHAN DAN METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yaitu percobaan yang berupa perlakuan atau intervensi terhadap suatu variabel (Notoatmodjo,2005). Eksperimen yang dilakukan yaitu dengan memeriksa jumlah trombosit pada sampel darah EDTA dengan menggunakan metode otomatis memakai alat Sysmex yang langsung diperiksa. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan jumlah hitung vena mediana cubitti dengan obyek penelitian berasal dari pasien Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta yang sehat jasmani. Riwayat penyakit diketahui dengan melakukan wawancara terhadap keluarga pasien dan Buku Medical Record sebelum melakukan penelitian. Jumlah sampel yang digunakan

sebanyak 30 sampel dengan menggunakan antikoagulan trombosit sampel darah EDTA dengan penundaan selama satu jam. Desain penelitiannya adalah pre and post without control. Jumlah trombosit dengan sampel darah EDTA langsung diperiksa adalah pre test, sedangkan jumlah trombosit setelah pendiaman satu jam adalah post test. Subyek penelitian ini adalah darah vena dari pasien RSJ Grhasia DIY sebanyak 30 sampel baik laki laki maupun perempuan dengan umur sekitar 20 50 tahun, tidak ada riwayat penyakit yang berhubungan dengan kelainan darah terutama penyakit yang berkaitan dengan proses hemostasis. Riwayat penyakit diketahui dari dengan cara melihat buku Medical Record atau buku Daftar Isian Riwayat Pasien. Jumlah trombosit yang terdapat pada tabung vacuntainer sampel darah EDTA yang akan diperiksa dengan alat Hematology Analizer KX 21 HASIL DAN PEMBAHASAN Data penelitian ini diperoleh dari hasil penelitian terhadap jumlah trombosit yang dilakukan pada bulan Juli 2014. Sampel darah yang digunakan diambil dari EDTA. Masingmasing sampel dilakukan pemeriksaan jumlah trombosit dengan menggunakan sysmex KX- 21 tanpa pendiaman (0 jam) dan pemeriksaan jumlah trombosit setelah pendiaman selama satu jam. Data yang diperoleh kemudian dilakukan uji deskriptif dan statistik. Analisis Deskriptif Tanpa pendiaman (0 jam) dalam (sel/mm 3 ) Pendiaman (1 jam) dalam (sel/mm 3 ) Tabel 1. Uji Deskriptif Rata-Rata Jumlah Trombosit Jumlah Rerata Nilai Terendah Nilai Tertinggi Penurunan (%) 30 285.333 166.000 481.000 0 30 278.700 160.000 480.000 2,32% Berdasarkan tabel hasil uji deskriptif di atas dapat diketahui dari 30 sampel darah EDTA tanpa pendiaman (0 jam) didapatkan rata-rata jumlah trombosit adalah 285.333 sel/mm 3 dengan nilai terendah 166.000 sel/mm 3 dan nilai tertinggi 481.000 sel/mm 3. Dari 30 sampel darah EDTA yang didiamkan selama 1 jam didapatkan rata-rata jumlah trombosit adalah 278.700 sel/mm 3 dengan nilai terendah 160.000 sel/mm 3 dan nilai tertinggi 480.000 sel/mm 3, kemudian jika dibandingkan dengan tanpa pendiaman (0 jam) dihasilkan penurunan jumlah trombosit sebesar 2,32%. Dari nilai rata -rata jumlah trombosit, maka dapat ditunjukkan dengan grafik (gambar.5) untuk melihat perbedaannya. Gambar 6: Grafik Perbedaan Rerata Jumlah Trombosit pada Darah EDTA Tanpa Penundaan (0 jam) dan Darah EDTA Dengan Penundaan 1 jam

Gambar grafik di atas menunjukkan bahwa rata-rata jumlah trombosit pada sampel darah EDTA tanpa penundaan (0 jam) lebih tinggi dibandingkan pada sampel darah EDTA dengan penundaan selama 1 jam. Analisis Statistik Data yang sudah dianalisis secara deskriptif kemudian dilakukan uji statistik. Uji statistik diawali dengan uji normalitas data untuk mengetahui data penelitian tersebut berdistribusi normal atau tidak dengan menggunakan uji One-Sample Kolmogorov Smirnov test. Syarat uji normalitas data adalah apabila nilai signifikan <0,05 maka data tersebut tidak normal (H0 ditolak) dan apabila nilai signifikan >0,05 maka data tersebut normal (H0 diterima). Berdasarkan perhitungan statistik untuk uji normalitas data didapatkan nilai signifikan untuk kelompok data sampel EDTA tanpa penundaan (0 jam) adalah 0,696 dan nilai signifikan untuk kelompok data sampel EDTA dengan penundaan 1 jam adalah 0,832. Kedua kelompok data menunjukan nilai signifikan >0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok data tersebut berdistribusi normal dan data dapat dianalisa menggunakan statistik parametrik. Uji statistik parametrik yang dapat menunjukan ada tidaknya perbedaan hasil jumlah trombosit pada sampel darah EDTA tanpa penundaan dan sampel darah EDTA dengan penundaan selama 1 jam adalah uji beda untuk sampel yang tidak saling berhubungan (Paired Sample t-test) dengan taraf signifikan 5%. Syarat uji Paired Sample t- Test adalah apabila nilai signifikan <0,05 maka ada perbedaan (H0 ditolak) dan apabila nilai signifikan >0,05 maka tidak ada perbedaan (H0 diterima). Hasil uji beda dengan Paired Sample t- Test diperoleh nilai t hitung pada varians homogeny sebesar 6,896 dengan nilai signifikan 0,000. Berdasarkan perhitungan statistik nilai signifikan tersebut <0,05, maka H0 ditolak atau Ha diterima, sehingga kesimpulan dari hasil uji statistik ini adalah ada perbedaan hasil jumlah trombosit pada sampel darah EDTA tanpa penundaan (0 jam) dengan sampel darah EDTA dengan penundaan 1 jam. Fakta yang didapat dari penelitian ini adalah rata-rata jumlah trombosit pada sampel darah EDTA tanpa pendiaman (0 jam) lebih tinggi dari pada sampel darah EDTA yang didiamkan selama 1 jam. Pada sampel darah EDTA tanpa pendiaman (0 jam) didapatkan rata-rata jumlah trombosit adalah 285.333 sel/ mm 3 sedangkan sampel darah EDTA yang didiamkan selama 1 jam didapatkan rata-rata jumlah trombosit adalah 278.700 sel/mm 3, kemudian jika dihitung persentase penurunannya maka dihasilkan penurunan jumlah trombosit sebesar 2,32%. Hal ini dikarenakan pada dasarnya darah dengan antikoagulan apabila tidak segera diperiksa akan menyebabkan perubahan morfologi pada sel darah. Trombosit akan terus aktif melakukan metabolisme jika disimpan pada suhu ruang. Hasil metabolisme tersebut adalah akumulasi laktat dan penurunan ph. Trombosit yang memiliki ph dibawah 6,0 6,2 akan menyebabkan ketahan trombosit menurun. Selain itu akan mengakibatkan sel trombosit mengalami perbesaran dan disintegrasi.pengaruh lama pendiaman dapat menyebabkan trombosit akan mengumpul dan membengkak kemudian membentuk fragmen dengan ukuran yang lebih kecil dari trombosit sehingga tidak terhitung sebagai trombosit. KESIMPULAN Ada perbedaan jumlah trombosit darah EDTA yang segera diperiksa dan penundaan selama 1 jam. Jumlah minimal hitung trombosit pada darah EDTA yang segera diperiksa setelah pengambilan sampel (0 jam) adalah 166.000 sel/mm 3 dan maksimal adalah 481.000 sel/mm 3. Jumlah minimal hitung trombosit pada darah EDTA setelah waktu penundaan selama 1 jam adalah 160.000 sel/ mm 3 dan maksimal adalah 480.000 sel/mm 3. Selisih rerata hitung jumlah trombosit darah EDTA yang segera diperiksa dan setelah waktu penundaan selama 1 jam adalah 2,32% SARAN Penelitian ini berlaku untuk hasil pemeriksaan pada jumlah trombosit yang normal, sehingga untuk kasus kelainan jumlah trombosit seperti trombositopenia perlu penelitian lebih lanjut.

DAFTAR PUSTAKA Aulia, D. (1992), Pemeriksaan Penyaring pada Kelainan Hemostasis, dalam : Setyabudy, R (Ed). (1992). Hemostasis dan Trombosit. Yogyakarta : Balai Penerbit FKUI. Sacher R. A. Dan Richard A. McPherson, alih bahasa : Brahm U.Pendit dan Dewi Wulandari, editor : Huriawati Hartanto. (2004). Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium, edisi 11. Jakarta : EGC. Sukorini, U. Nugroho,D, K. Rizki,M. Hendriawan, B.P.J (2010). Pemantapan Mutu Internal Laboratorium Klinik. Yogyakarta: Alfa Media. Yamin, G, dkk. (2004). Pedoman Praktek Laboratorium yang Benar (Good Laboratory Practice). Jakarta : Direktorat Laboratorium Kesehatan Departemen Kesehatan RI. Widmann F,K, (1992). Tinjauan Klinis Atas Hasil Pemeriksaan Laboratorium, edisi 9.Jakarta :EGC. Widjajanto. (2004). Regulasi Koagulasi dan Fibrinolisis, dalam : Sutaryo (ed).2004. Tata Laksana Syok dan Perdarahan Pada DBD. Yogyakarta : Medika FK-UGM.